BAZNAS DIY Adakan Workshop IZN, KDZ, IKS dan Indeks Transparansi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ)

  • Tanggal : 11/08/2020
  • Diposting oleh : Admin

Selasa (11/08/2020), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta, adakan workshop IZN (Indeks Zakat Nasional), KDZ (Kaji Dampak Zakat), IKS (Indeks Kepatuhan Syariah), dan Indeks Transparansi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ), yang diikuti oleh BAZNAS Se Daerah Istimewa Yogyakarta dan LAZ Rekomendasi BAZNAS. Bertempat di ruang kerja coffee & collaboration Ruko Dr.Sadrjito Jl.Prof.DR. Sardjito No.Kav.E, Terban Gondokusuman Yogyakarta.

Ketua BAZNAS DIY, Dr. H. Bambang Sutiyoso, SH.,M.Hum dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Indeks Zakat Nasional (IZN) merupakan sebuah alat ukur yang dibangun dengan tujuan untuk mengevaluasi perkembangan kondisi perzakatan pada level agregat (nasional dan provinsi). IZN diharapkan mampu menjadi indicator yang dapat memberikan gambaran sejauh mana zakat telah berperan terhadap kesejahteraan mustahik.

Beliau juga menyampaikan bahwa dalam menentukan komponen2 yang membentuk IZN, ada pedoman yang harus dilakukan yang dikenal dengan istilah “SMART” , yaitu Spesific ; komponen yang disajikan harus spesifik. Measurable; komponen yang disajikan harus dapat diukur. Applicabel; komponen yang disajikan dapat diaplikasikan. Reliable; komponen yang disajikan dapat dipercaya. Timely; peghitungan yang dilakukan bersifat berkala.

Workshop yang di moderatori oleh H. Juni A. Dwi Utomo.S.Psi.(WK.IV.Bid. SDM , Administrasi dan Umum) ini dilaksanakan dengan tetap memenuhi protokol Kesehatan covid-19.

Semntara itu dalam paparan materi IZN, H.Nursya’bani Purnama M.Si (WK.III. Bid. Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan) sebagai narasumber menyampaikan terkait nilai IZN, bahwa “semakin nilai mendekati angka 1 maka hasilnya semakin baik, semakin nilai mendekati angka 0 maka hasilnya semakin tidak baik” Nilai indeks zakat nasional BAZNAS DIY tahun 2019 adalah 0,65 maka secara umum kondisi perzakatan di DIY adalah baik.

Selain Itu narasumber juga menyampaikan tentang materi Kaji Dampak Zakat (KDZ), mengukur bagaimana realisasi pelaksanaan program dan mengetahui sudah sejauh mana perkembangan serta kendala yang dihadapi di lapangan oleh penerima manfaat zakat, indeks Kepatuhan Syariah (IKS) yang merupakan aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam yang berlaku terhadap kegiatan penyimpanan dana, pembiayaan kegiatan usaha, dan atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan Syariah, beliau juga menyampaikan terkait Indeks Transparansi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ),

Dalam Indeks Transparansi OPZ, ada tiga dimensi utama yang akan diukur yaitu dimensi transparansi laporan keuangan OPZ, transparansi manajemen OPZ, dan transparansi program OPZ. Untuk dimensi transparansi laporan keuangan terbagi menjadi dua variabel yaitu variabel publikasi laporan keuangan dan kualitas laporan keuangan.

dimensi kedua dibagi ke dalam empat variabel yaitu variabel Standar Operasional Prosedur (SOP), Company Profile, Pusat Informasi Data (PID), dan Sistem Saluran Pengaduan.

Kemudian, lebih lanjut beliau juga menyampaikan untuk dimensi ketiga terbagi ke dalam variabel Aktifitas Realtime Penghimpunan dan Penyaluran, Database Muzaki dan Mustahik, serta Database Penghimpunan dan Penyaluran Zakat. (Dedi Hermawan)

🏡 ALAMAT KANTOR : Jalan Sukonandi Nomor 08, Komplek Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta

☎ CALL CENTER : WA : (0274)-587062 0852 2122 2616

📸 Instagram : @baznas_diy_official

🤝 Twitter & Facebook : @BaznasDIY

🔮 Website : www.diy.baznas.go.id #BAZNASDIY #SemestaKebajikanZakat

BAYAR ZAKAT