BAZNAS Resmikan Program Pemberdayaan Lebah Madu di Gunung Kidul

  • Tanggal : 24/10/2019
  • Diposting oleh : Admin

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meresmikan sentra pengembangan usaha budi daya madu di Dusun Wungurejo, Desa Pengkol, Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, Jumat (15/11). Program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis dana zakat ini diinisiasi oleh Lembaga Program BAZNAS Microfinance (BMFi).  

Bermula pada pertengahan 2018 --melalui program kemitraan dengan BPRS Margirizki Bahagia Yogyakarta--, BAZNASmendorong pengembangan budidaya madu di dusun tersebut dalam bentuk pemberian permodalan dan pendampingan kepada 27 orang yang tergabung dalam Kelompok Tetes Bunga Sejahtera (TBS). Pembiayaan terutama digunakan untuk menambah koloni (kandang tempat menampung lebah) dan merintis usaha kelompok. Hasilnya,masing-masing koloni dapat menghasilkan sekitar 28 liter madu dalam 4 (empat) kali tahap panen (September – Desember 2018) atau sekitar 7 liter per bulan.  

“Alhamdulillah, melalui bantuan BAZNAS kami dapat mengembangkan koloni-koloni lebah madu dan pada periode awal, yaitu September – Desember 2018, kami dapat memanen 7 liter per bulan. Hasil tersebut tentu saja sangat menggembirakan bagi kami selaku masyarakat di Dusun Wungurejo sekaligus memberi keyakinan bahwa Dusun ini potensial untuk dikembangkan sebagai sentra Lebah Madu. Dan melihat hasil yang bagus tersebut, masyarakat yang lain pun tertarik untuk bergabung  dengan kelompok TBS. Terbukti, dari anggota 27 orang 2018, kini kami sudah menjadi 44 orang pembudidaya Lebah Madu,” demikian dituturukan oleh ketua kelompok TBS, bapak Sutadi.

Kepala Divisi Pendayagunaan, Randy Swandaru mengatakan, BAZNAS mendorong perkembangan usaha budidaya madu melalui pembangunan Sentra Budi daya Lebah Madu TBS. Dengan pembangunan sentra budi daya ini, Randi berharap dapat meningkatkan kapasitas mitra kelompok TBS dalam mengembangkan usahanya. “Peningkatkan akses serta kemampuan dalam pengelolaan budidaya madu kepada kelompok TBS ini diharapkan dapat menjadikan Dusun Wungurejo, Pengkol,  sebagai Sentra Budi Daya Lebah Madu TBS nantinya sebagai Pusat Budi Daya Madu di Gunungkidul,” ujarnya.
Randi menambahkan kegiatan ini menjadi komitmen BAZNAS sebagai lembaga bantuan pembiayaan produktif kepada mustahik.  “Tujuan utama BAZNAS adalah memberikan akses layanan pembiayaan produktif kepada mustahik dalam rangka mengembangkan usahanya,” jelasnya.

Selanjutnya, program ini akan diperkuat dengan tahapan pelembagaan kelompok melaui pembentukan Baznas Microfinance Desa (BMD).  Kehadiran BMD dipandang sangat penting dalam kerangka memberikan akses permodalan dan pendampingan lebih luas lagi kepada masyarakat , terutama untuk mendukung pengembangan budidaya madu. Sebagai catatan, BAZNAS Microfinance Desa (BMD) merupakan keuangan mikro non profit. Sudah ada 6 BMD yang tersebar, antara lain: Bogor, Bekasi, Bukittinggi,  Lombok, dan Sigi-Palu.

Perlu disampaikan juga bahwa bersamaan dengan launching Pusat Pemberdayaan Zakat Lebah Madu, juga dilakukan Panen Raya dari kelompok Tetes Madu Sejahtera (TBS).  Dalam panen raya ini kelompok TBS dapat menghasilkan sekitar 104,4 liter madu dengan berbagai  jenis madu,  yakni : madu Cerana, Mellifera, Dorsata, dan Trigona. “ Ya, saat ini kami sudah memiliki 44 anggota kelompok, dan bersamaan dengan peluncuran pemberdayaan BAZNAS ini  kami memanen secara bersama. Alhamdulillah, diperoleh 104,4 liter,” tutur Sutadi, ketua kelompok TBS.

Lebih lanjut Randi menegaskan, “Kita akan mendorong peningkatan produksi Madu di Dusun yang telah dicanangkan sebagai sentra madu ini sehingga dapat memberi banyak kemanfaatan kepada masyarakat lebih luas. Lebih dari itu, BAZNAS juga memfasilitasi melalui layanan pengembangan usaha sehingga madu yang telah diproduksi dapat dikemas dan dipasarkan kepada masyarakat lebih luas.”

BAYAR ZAKAT