Breaking News

The Power of Wakaf

“Hai orang-orang yang beriman! Nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usaha kamu yang baik-baik, dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (Q.S. al-Baqarah (2): 267)

Wakaf Adalah sedekah jariyah, menyedekahkan harta kita untuk kepentingan umat. Harta Wakaf tidak boleh berkurang nilainya, tidak boleh dijual dan tidak boleh diwariskan. Oleh karena itu harta yang layak untuk diwakafkan adalah harta yang tidak habis dipakai dan umumnya tidak dapat dipindahkan, misalnya tanah, bangunan dan sejenisnya. Utamanya untuk kepentingan umum misalnya untuk Masjid, Mushola, Sekolah dan tempat umum yang bermanfaat lainnya.

Dasar Hukum Wakaf adalah

  • Berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah

اذا مات الانسان انقطع عنه عمله الا من ثلاتة الا من صدقة جارية و علم ينطفع به و ولد صالح يدعو له

“jika Seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakannya (HR. Muslim no 1631)”

yang dimakasud dengan sedekah jariyah adalah sebuah amalan yang tidak akan terputus manfaatnya.Seperti wakaf yang berupa aset tetap seperti tanah, bangunan, kitab dan mushaf Al-Qur’an. Inilah alasannya mengapa Ibnu Hajar Al-Asqalani memasukkan hadist ini dalam bahasan wakaf dalam Bulughul Maram. Karena para ulama menafsirkan sedelah jariyah adalah wakaf.

  • Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia

Undang-Undang Republik Indonesia yang mengatur tentang wakaf adalah UU Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014

Syarat-Syarat Wakaf :

  1. Harus ada Wakif (orang membayar wakaf), Dalam hal ini Wakif harus berakal sehat dan juga tidak terhalang perbuatan yang melanggar hukum dan pemilik sah dari benda Wakaf
  1. Harus ada Nadzir (orang yang mengurus benda Wakaf), Nadzir harus berdomisili di Indonesia, Beragama Islam, Amanah, Dewasa, Berakal Sehat dan Tidak terhalang perbuatan yang melanggar hukum
  1. Harus ada harta benda, Harta benda wakaf diwakafkan apabila dimiliki wakif secara sah. Harta benda wakaf dapat berupa benda bergerak dan tidak bergerak
  1. Harus ada Ikrar wakaf, Ikrar wakaf dilakukan oleh Wakif kepada Nadzir di hadapan PPAIW (Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf) dengan disaksikan oleh dua orang saksi dan tidak bisa di wakilkan
  1. Harus ada Peruntukan Harta Benda Wakaf, Benda-Benda yang di Wakafkan harus beri tujuan untuk apa kegunaan benda tersebut contohnya sarana ibadah , sarana pendidikan, saran kesehatan, dan lain-lain
  1. Harus ada Jangka Waktu Wakaf

Pada umumnya Wakaf bersifat kekal sehingga pemanfaatannya bisa sepajang masa. Manfaat Wakaf :

  1. Pahala yang terus-menerus mengalir
  2. Menumbuhkan Jiwa Sosial yang Tinggi
  3. Membantu orang lain yang kesulitan
  4. Menyadarkan bahwa semua harta benda yang dimiliki bersufat tidak kekal
  5. Membantu masyarakat mendapatkan sarana yang lebih baik
  6. Menghilangkan kesenjangan sosial
  7. Mendorong pembangunan di bidang kelimuan

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian dari apa yang kamu cintai.” (Q.S. Ali Imran (3): 92)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*