OPTIMALKAN PENGUMPULAN ZIS DENGAN AUDIENSI DI P.D. TARU MARTANI

  • Tanggal : 19/11/2022
  • Diposting oleh : Admin

(Yogyakarta - BAZNAS DIY) Guna meningkatkan pengumpulan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan audiensi ke P.D. Taru Martani, jalan Kompol Bambang Suprapto No. 2A Baciro Gondokusuman Yogyakarta. (18/11)
Mengawali perbincangan, Dra. H. Puji Astuti, M.Si menyampaikan beberapa MoU dengan beberapa pihak seperti Lembaga Permasyarakatan di semua Kabupaten/Kota, Dinas Sosial, dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.
“Beberapa program yang sedang digodog seperti Kampung Berkah, dan Desa Prima bekerjasama dengan DPA2D akan segera kami luncurkan”, ungkap Ketua BAZNAS DIY.
“Selain itu, kami juga mempunyai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang berfungsi untuk mengumpulkan zakat di dinas-dinas dan instansi vertikal, perguruan tinggi, dan mestinya BUMD juga masuk ke UPZ kami. Selain mengumpulkan ZIS, UPZ diperbolehkan menadakan pembantuan pentasarufan dengan prosentasi maksimal 70% pembantuan”, sambung Tutik.
Menyambung hal ini, H. Ahmad Lutfi, SS., MA., menyebutkan mengenai BAZNAS sebagai LPSN (Lembaga Pemerintah Non Strutural) yang secara otomatis sebagai kepanjangan pemerintah terutama dalam hal pengelolaan ZIS dan DSKL.
“Salah satu tugas BAZNAS memberikan edukasi pada masyarakat terutama ASN yang ada di PEMDA, instansi pemerintah, termasuk pegawai BUMD yang telah mencapai nishab, maka berkewajiban membayar zakat sebesar 2,5 % dan disetorkan ke BAZNAS. Dalam hal ini BUMD di DIY, maka setoran zakatnya ke BAZNAS DIY”, urai Wakil Ketua Bidang SDM dan IT BAZNAS DIY.
“Seandainya belum mencapai nishab, maka bisa berinfak. Semoga dengan membayar zakat dan infak, keuntungan di Taru Martani ini akan semakin meningkat”, sambung Lutfi
Menanggapi hal tersebut, Nur Achmad Affandi selaku Direktur Taru Martani menyampaikan, “Kami pernah memperoleh edaran Gubernur tentang pembentukan UPZ. Secara kelembagaan, Taru Martani belum membentuk UPZ,  dan kami menyadari ZIS sangat penting untuk dikelola. Sebagai gambaran, kami mempunyai karyawan di pabrik maupun di cafe sekitar 304 orang, dan nanti kami akan menyisir siapa-siapa yang sudah berkewajiban membayar zakat. Sedangkan untuk CSR, kami selalu menyalurkannya ke warga sekitar yang ada 4 RW dan masjid yang ada di Pengok”, ujar Affandi.
Di akhir pembicaraan, Affandi akan menyisir semua potensi ZIS yang ada di Taru Martani, semua akan diidentifikasi baik perorangan maupun perusahaan. Turut hadir dalam audiensi, Dr. H. Munjahid, MA. Wakil Ketua Bidang Pengumpul BAZNAS DIY dan Pelaksana. (Mie)
 
BAYAR ZAKAT