STUDY TIRU SEBAGAI UPAYA TINGKATKAN PENGELOLAAN ZIS DAN DSKL

  • Tanggal : 15/11/2022
  • Diposting oleh : Admin

(Serang – BAZNAS DIY) BAZNAS DIY dan BAZNAS Kabupaten/Kota se-DIY mengadakan study tiru ke BAZNAS Provinsi Banten, sebagai salah satu pemenang BAZNAS Award dalam kategori Pendistribusian dan Pendayagunaan, dan kategori Branding. Hal ini sebagai upaya agar pengelolaan ZIS dan DSKL semakin optimal.
Rombongan study tiru diterima di ruang pertemuan PEMPROV Banten  jalan Syekh Nawawi Al-Bantani No. 1 Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten Jawa Barat. (10/11)
Dalam sambutannya Prov. Dr. H. E. Syibli Syarjaya, LML., MM. mengucapakan terimakasih atas kunjungan dari BAZNAS DIY, BAZNAS Kabupaten/Kota se- Daerah Istimewa Yogykarta
“Provinsi Banten merupakan Provinsi terbaru, jadi semua masih baru termasuk BAZNAS Provinsi Banten juga masih baru. Meskipun begitu, hubungan Pemerintah Provinsi, Kanwil Kemenag, BAZNAS Provinsi di Banten ini bagaikan gula dan manisnya”, ungkap Ketua  BAZNAS Provinsi Banten ini.
“Sebagai gambaran umum, sampai Oktober 2022, BAZNAS Provinsi Banten telah mengumpulkan dana ZIS sebesar 20, 4 Milyar dari target 25 Milyar. Untuk perolehan penghargaan dari BAZNAS RI, kami juga tidak menyangka sama sekali kalau akan mendapatkan penghargaan dalam kategori Pendistribusian dan Branding. Untuk itu, monggo silahkan nanti akan kita buka dialog apa saja yang akan ditanyakan oleh para tamu rombongan ini”, sambung Syibli
Menyambung pembicaraan tersebut, Ketua BAZNAS DIY mengawali sambutannya dengan memperkenalkan seluruh peserta study banding
“Tujuan kami mengadakan study tiru ke sini, karena BAZNAS provinsi Banten  mendapatkan penghargaan dari BAZNAS R.I., sehingga kami ingin meniru program apa saja yang ada di sini. Kami mohon izin nanti apabila banyak pertanyaan dari BAZNAS Kabupaten/Kota se-DIY ini, Selain itu, mohon sharing apa saja yang dilakukan BAZNAS Provinsi Banten sehingga mendapatkan penghargaan, juga kami ingin mendapatkan informasi-informasi tentang pengelolaan dan program”, ujar Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si.
Selanjutnya Tuti mempersilahkan kepada seluruh Pimpinan dan Pelaksana untuk bisa menggali ilmu dari BAZNAS Provinsi Banten, Kabupaten dan Kota Serang yang turut hadir sebagai tuan rumah dalam  study tiru ini.
Beberapa pertanyaan dari Pimpinan BAZNAS se- DIY terangkum seperti program unggulan apa yang ditampilkan BAZNAS Provinsi Banten sehingga mendapatkan penghargaan. Dan strategi Pengumpulannya seperti apa yang dilakukan BAZNAS Provinsi Banten. Sedangkan untuk Kabupaten/Kota Serang beberapa pertanyaan muncul diantaranya, strategi pengumpulan zakat fitrah, kurban, dan program bantuan Lansia seumur hidup. Bagaimana koordinasi program yang dilakukan BAZNAS Provinsi ke BAZNAS Kabupaten/Kota.
Menanggapi beberapa pertanyaan ini, Ketua BAZNAS Provinsi Banten menyampaikan tentang program yang mendapatkan penghargaan, yaitu program pemberian santuan kepada Lansia seumur hidup  dengan memberikan beras, sembako dan uang tunai. Selain itu, program unggulannya adalah 1 keluarga 1 sarjana.
“Sedangkan untuk branding, kami mempunyai tim kreator yang setiap hari membuat konten. Profil BAZNAS Provinsi Banten juga kami buat dengan peralatan yang memadai”, ungkap Syibli.
Setiap BAZNAS Kabupaten/Kota dan Provinsi Banten semua sudah mempunyai Perda. Sedangkan Kanwil Kemenag membuat peraturan agar semua KUA dan sekolah membentuk UPZ (Unit Pengumpul Zakat). Untuk program yang melibatkan Kabupaten/Kota, dengan memberikan memberikan bantuan setiap Ramadhan. Apabila ada pengajuan dari daerah, harus ada rekomendasi dari BAZNAS Kabupaten/Kota.
Untuk program kurban, ada tiga jenis. Pertama, kurban diserahkan ke BAZNAS dan BAZNAS yang akan mentasarufkan. Kedua, diserahkan ke BAZNAS dan mereka yang menunjuk tempat pentasarufannya. Ketiga, BAZNAS hanya menerima datanya. Begitu pun dengan zakat fitrah, juga diberlakukan jenis-jenis tersebut.
Menyambung hal tersebut, H. Badruddin, S.Ag.. menyampaikan tentang beberapa strategi penghimpunan yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Banten seperti retai, jemput zakat, dan melalui transfer rekening.
“Untuk program Lansia seumur hidup yang kami lakukan adalah memberikan bantuan kepada 200 Lansia yang berusia sekitar 60 – 90 tahun, dengan memberikan bantuan berupa uang, sembako yang diberikan setiap tiga bulan sekali per @ Rp. 900 ribu”, ungkap Ketua BAZNAS Kabupaten Serang.Acara diakhiri dengan foto bersama dan saling tukar cinderamata. (Mie)
BAYAR ZAKAT