Berita Terkini
Amalan Rabiul Awal: Momentum Memperbanyak Kebaikan dan Pahala
Amalan Rabiul Awal dapat menjadi momentum memperbanyak kebaikan dan meneladani Rasulullah SAW. Simak amalan, keutamaan, dan cara mengamalkannya.
Amalan Rabiul Awal merupakan berbagai bentuk ibadah dan kebaikan yang dapat dilakukan umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW. Amalan tersebut dapat berupa memperbanyak shalawat, membaca Al-Qur'an, bersedekah, mempelajari sirah Nabi, hingga memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan hanya karena memasuki bulan Rabiul Awal. Karena itu, umat Islam dapat mengisinya dengan berbagai amal kebaikan yang memiliki landasan dalam ajaran Islam. Pembahasan mengenai pahala juga perlu disampaikan berdasarkan dalil yang jelas dan tidak menetapkan keutamaan khusus Rabiul Awal tanpa dasar yang kuat.
Artikel ini membahas amalan yang dapat dilakukan pada Rabiul Awal, manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari, serta cara menjadikan momentum tersebut sebagai sarana untuk meneladani Rasulullah SAW.
Amalan Rabiul Awal yang Bisa Dilakukan
Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan selama Rabiul Awal dan diteruskan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Memperbanyak shalawat
Membaca shalawat merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat dapat diamalkan setelah salat maupun pada waktu luang.
2. Membaca Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan ibadah. Selain membaca, umat Islam juga dianjurkan memahami dan mengamalkan pesan yang terkandung di dalamnya.
3. Memperbanyak zikir dan doa
Zikir dapat dilakukan untuk mengingat Allah SWT, sedangkan doa menjadi sarana memohon ampunan, petunjuk, dan kebaikan. Keduanya dapat dilakukan kapan saja sesuai kemampuan.
4. Mempelajari sirah Nabi
Mempelajari perjalanan hidup Rasulullah SAW membantu umat Islam mengenal perjuangan dan keteladanan beliau. Sirah dapat dipelajari melalui buku, kajian, maupun sumber keislaman yang tepercaya.
5. Bersedekah
Sedekah merupakan bentuk kepedulian kepada sesama. Sedekah dapat diberikan sesuai kemampuan, baik secara langsung kepada penerima maupun melalui lembaga yang terpercaya.
6. Berbagi kepada sesama
Kebaikan juga dapat dilakukan dengan berbagi makanan, memberikan bantuan, atau meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu orang lain.
7. Menjaga silaturahmi
Menghubungi keluarga, mengunjungi kerabat, dan menjaga hubungan baik dengan tetangga merupakan bentuk kebaikan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
8. Meneladani akhlak Rasulullah SAW
Kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui perilaku. Kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, dan kepedulian kepada sesama merupakan nilai yang dapat diterapkan.
9. Menambah ilmu keislaman
Mengikuti kajian atau membaca sumber keislaman yang tepercaya dapat membantu meningkatkan pemahaman agama dan kehidupan Rasulullah SAW.
10. Membantu orang yang membutuhkan
Membantu sesama tidak selalu harus berupa materi. Tenaga, waktu, ilmu, maupun perhatian juga dapat diberikan sesuai kemampuan.
11. Melakukan muhasabah
Muhasabah merupakan proses mengevaluasi diri. Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk melihat kembali kualitas ibadah, hubungan dengan sesama, dan kebiasaan yang perlu diperbaiki.
Keutamaan dan Cara Mengamalkan Amalan Rabiul Awal
Mengisi Rabiul Awal dengan berbagai amal kebaikan dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menerapkan keteladanan Rasulullah SAW.
Allah SWT menyebut Rasulullah SAW sebagai teladan yang baik dalam QS. Al-Ahzab ayat 21. Karena itu, mengenal kehidupan beliau sebaiknya tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dilanjutkan dengan menerapkan nilai-nilai yang dapat ditemukan dalam keteladanan beliau.
Amalan juga tidak harus dilakukan sekaligus. Mulailah dari kebiasaan sederhana, seperti membaca Al-Qur'an setiap hari, memperbanyak shalawat, menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah, menjaga silaturahmi, atau membantu orang yang membutuhkan.
Yang terpenting, kebiasaan tersebut dapat dilakukan secara konsisten dan tidak berhenti setelah Rabiul Awal berakhir.
Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk memperbanyak kebaikan sekaligus memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat, membaca Al-Qur'an, mempelajari sirah, bersedekah, menjaga silaturahmi, dan memperbaiki akhlak merupakan beberapa amalan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan.
Menjadikan kebaikan sebagai kebiasaan adalah salah satu cara agar semangat Rabiul Awal tidak berhenti pada satu bulan, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salurkan kebaikan dan tunaikan zakat melalui BAZNAS DIY, cukup klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS DIY
30/09/2026 | admin
Puasa Rabiul Awal: 4 Hal Penting tentang Hukum dan Anjuran Puasa
Memasuki bulan Rabiul Awal, pertanyaan tentang hukum puasa Rabiul Awal kembali banyak dicari umat Islam, terutama karena bulan ini identik dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. Perlu dipahami, tidak ada ketentuan khusus yang menetapkan puasa sepanjang Rabiul Awal sebagai ibadah sunnah khusus karena bulan tersebut. Namun, umat Islam tetap dapat menjalankan berbagai puasa sunnah yang memang memiliki dasar syariat, seperti puasa Senin-Kamis dan puasa Ayyamul Bidh. NU Online menjelaskan bahwa puasa Senin-Kamis merupakan puasa sunnah yang dilakukan secara rutin oleh Rasulullah SAW, sementara Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
1. Puasa Rabiul Awal Tidak Memiliki Puasa Khusus
Tidak ada dalil yang menetapkan bahwa seluruh umat Islam dianjurkan melakukan puasa khusus sepanjang bulan Rabiul Awal. Karena itu, sebaiknya jangan menyebut puasa Rabiul Awal sebagai ibadah sunnah khusus yang memiliki tata cara atau jumlah hari tertentu. Meski demikian, seseorang tetap boleh berpuasa sunnah di bulan ini dengan mengikuti jenis puasa yang memang memiliki dasar dalam syariat.
2. Puasa Senin-Kamis Bisa Dilakukan di Rabiul Awal
Salah satu pilihan yang dapat dilakukan adalah puasa Senin-Kamis. Puasa ini termasuk sunnah yang dianjurkan dan merupakan amalan yang rutin dilakukan Rasulullah SAW. Dalam hadis yang diriwayatkan Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Senin merupakan hari kelahirannya dan hari ketika wahyu diturunkan kepadanya.
3. Puasa Ayyamul Bidh Juga Bisa Menjadi Pilihan
Selain Senin-Kamis, umat Islam dapat menjalankan puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Artinya, ketika tanggal tersebut bertepatan dengan Rabiul Awal, puasa Ayyamul Bidh tetap memiliki hukum sunnah sebagaimana bulan-bulan lainnya. Pada Rabiul Awal 1448 H, misalnya, NU Online mencatat Ayyamul Bidh berlangsung pada 26 sampai 28 Agustus 2026.
4. Jadikan Rabiul Awal sebagai Momentum Memperbanyak Amal
Meski tidak ada puasa khusus Rabiul Awal, bulan ini tetap dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah. Puasa sunnah bisa disertai dengan membaca Al-Qur'an, memperbanyak shalawat, bersedekah, memperbaiki akhlak, dan mempelajari sirah Nabi Muhammad SAW. Dengan begitu, semangat memperingati Rabiul Awal tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga mendorong kebiasaan ibadah yang memiliki dasar dan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Jika ingin menjadikan Rabiul Awal sebagai momentum memperbanyak amal, jangan berhenti pada puasa sunnah saja. Setelah memperbaiki ibadah, lengkapi juga dengan kepedulian kepada sesama melalui zakat dan sedekah. Jika harta yang dimiliki telah memenuhi syarat wajib zakat, tunaikan kewajiban tersebut melalui BAZNAS DIY. Dengan layanan zakat yang mudah dan terpercaya, Anda dapat menyalurkan zakat sekaligus ikut membantu masyarakat yang membutuhkan. Yuk, jadikan Rabiul Awal sebagai momentum untuk semakin dekat kepada Allah dan semakin bermanfaat bagi sesama. Tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS DIY sekarang dan mulai kebaikan dari hari ini, melalui link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS DIY
30/09/2026 | admin
Renungan tentang Bekal Sebelum Kembali kepada Allah
Kematian adalah kepastian yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Meski demikian, bagi sebagian manusia, kematian terasa menakutkan. Bukan semata karena meninggalkan dunia, keluarga, pekerjaan, dan harta, tetapi juga karena kematian menjadi pintu menuju kehidupan akhirat.
Allah SWT berfirman:
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Al-‘Ankabut: 57)
Ayat tersebut mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Tidak ada manusia yang dapat menghindar dari kematian. Kaya atau miskin, sehat atau sakit, memiliki jabatan atau tidak, semuanya akan menghadapi waktu yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
Mengapa Kematian Menjadi Menakutkan?
Salah satu alasan kematian terasa menakutkan adalah karena manusia tidak mengetahui secara pasti apa yang akan dihadapinya setelah kehidupan dunia berakhir. Dunia yang selama ini dikenal akan ditinggalkan, sementara kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang kekal.
Allah SWT berfirman:
“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali ‘Imran: 185)
Ketakutan terhadap kematian dapat menjadi pengingat bagi seseorang untuk melakukan introspeksi. Apakah amal yang dilakukan sudah cukup? Apakah masih banyak dosa yang belum ditaubati? Apakah hak orang lain telah ditunaikan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut seharusnya mendorong kita untuk memperbaiki diri, bukan sekadar larut dalam ketakutan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah)
Mengingat kematian bukan berarti menjadi pesimis terhadap kehidupan. Justru, mengingat kematian dapat membuat kita lebih menghargai waktu dan menggunakan kesempatan hidup untuk melakukan kebaikan.
Kematian Mengingatkan Kita untuk Bersiap
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini mengajarkan pentingnya mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat. Bekal tersebut bukan berupa harta yang kita kumpulkan, jabatan yang kita miliki, atau popularitas yang kita kejar, tetapi amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas.
Ketika kematian datang, harta yang selama ini dikumpulkan tidak lagi dapat menemani. Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa ada amal yang manfaatnya dapat terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia. Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh menjadi salah satu bentuk investasi akhirat yang dapat dipersiapkan selama hidup.
Jangan Menunggu Tua untuk Berbuat Baik
Kematian tidak mengenal usia. Karena itu, jangan menunggu tua untuk memperbanyak ibadah, jangan menunggu kaya untuk bersedekah, dan jangan menunggu memiliki banyak waktu untuk berbuat baik.
Selagi Allah SWT masih memberikan umur, masih ada kesempatan untuk memperbaiki salat, memperbanyak istighfar, meminta maaf, membantu sesama, menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah, serta meninggalkan kebaikan yang bermanfaat bagi orang lain.
Allah SWT berfirman:
“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka...” (QS. At-Taubah: 103)
Zakat bukan sekadar kewajiban atas harta, tetapi juga bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus kepedulian kepada sesama. Sementara sedekah menjadi jalan untuk berbagi rezeki dan menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
Jangan sampai ketika kesempatan hidup telah berakhir, kita baru berharap dapat kembali ke dunia untuk memperbanyak amal. Allah SWT mengingatkan:
“Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, niscaya aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10)
Ayat ini menjadi renungan mendalam. Selagi masih diberi kesempatan, mari tunaikan kewajiban zakat dan jangan lewatkan kesempatan untuk bersedekah.
Zakat yang ditunaikan adalah kewajiban yang diselesaikan. Sedekah yang diberikan adalah kebaikan yang ditanam. Keduanya menjadi bagian dari ikhtiar kita mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.
Kematian memang sesuatu yang pasti. Namun, yang tidak kita ketahui adalah kapan waktunya tiba dan dengan bekal seperti apa kita akan menghadap Allah SWT.
Maka, selagi masih diberi umur dan rezeki, mari tunaikan zakat, perbanyak sedekah, dan tebarkan manfaat kepada sesama.
Jangan menunggu ajal datang untuk mengingat akhirat. Jadikan hari ini sebagai kesempatan untuk menambah bekal.
Tunaikan zakat. Perbanyak sedekah. Tebarkan manfaat. Raih keberkahan.
Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.
- Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY
ZAKAT
BSI : 309 12 2015 5
an.BAZNAS DIY
INFAQ/SEDEKAH
BSI : 309 12 2019 8
an.BAZNAS DIY
atau melalui link:
diy.baznas.go.id/bayarzakat
- Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616
- Website: diy.baznas.go.id
- Media Sosial: @baznasdiy__official
BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
29/09/2026 | admin
Agenda Pimpinan

BAZNAS DIY Perkuat Sinergi Penanganan Gempa NTT, Bahas Bantuan bagi Mahasiswa di DIY
Yogyakarta, 10 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadiri Rapat Koordinasi Pemberian Bantuan bagi Korban Bencana Gempa Bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (10/9/2026). Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya bersama berbagai pihak dalam memastikan bantuan bagi masyarakat terdampak dapat diberikan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.
BAZNAS DIY dalam kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si. Kehadiran BAZNAS DIY merupakan bentuk komitmen dalam mendukung penanganan dampak bencana serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), dan berbagai lembaga lainnya.
Dalam rapat koordinasi tersebut, salah satu pembahasan utama adalah mekanisme pemberian bantuan bagi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana gempa bumi dan saat ini berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembahasan mencakup upaya pendataan penerima manfaat serta mekanisme penyaluran bantuan agar dapat diberikan secara efektif dan sesuai dengan kondisi mahasiswa terdampak.
Koordinasi lintas lembaga menjadi penting untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih dalam pemberian bantuan. Melalui sinergi dan pertukaran informasi antarinstansi, bantuan diharapkan dapat menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan, khususnya mahasiswa yang menghadapi dampak bencana saat sedang menempuh pendidikan di DIY.
Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., menyampaikan bahwa BAZNAS DIY siap mendukung upaya penanganan dampak gempa bumi di NTT melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, kepedulian terhadap korban bencana perlu diwujudkan melalui langkah nyata, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
“BAZNAS DIY siap bersinergi dan berkolaborasi dalam membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana, termasuk mahasiswa NTT yang berada di Yogyakarta. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban mereka dan mendukung keberlanjutan pendidikan,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh berbagai OPD dan lembaga terkait yang memiliki perhatian terhadap penanganan bencana serta perlindungan masyarakat terdampak. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah bersama dalam memberikan dukungan kepada korban gempa bumi di NTT.
Melalui rapat koordinasi ini, BAZNAS DIY menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam aksi kemanusiaan. Sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, organisasi, dan masyarakat diharapkan dapat menghadirkan bantuan yang tepat sasaran sekaligus memberikan harapan bagi para penyintas bencana, termasuk mahasiswa NTT yang tengah menempuh pendidikan di DIY.
10-09-2026 | admin

Kepercayaan Masyarakat Menguat, BAZNAS DIY Himpun Rp10,43 Miliar hingga Agustus 2026
YOGYAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) mencatat capaian positif dalam penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Hingga akhir Agustus, total dana yang berhasil dihimpun BAZNAS DIY mencapai Rp10.435.080.940.
Hal tersebut disampaikan H. Ahmad Lutfi SS. MA (Wakil Ketua IV BAZNAS DIY) dalam Pengajian Pejabat dan Aparat, Selasa 9 September 2026 di Istana Kepresidenan Yogyakarta yang menjadi salah satu momentum BAZNAS DIY untuk menyampaikan laporan pengelolaan dan penghimpunan dana ZIS-DSKL kepada para pemangku kepentingan, khususnya para pegawai ASN melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta masyarakat DIY secara umum.
Khusus pada Agustus 2026, penerimaan ZIS-DSKL BAZNAS DIY yang tercatat dalam neraca (on balance sheet) mencapai Rp719.296.848. Angka tersebut terdiri atas zakat perorangan sebesar Rp441.190.764, zakat badan Rp5.000.000, infak Rp83.618.695, infak terikat Rp188.302.389, serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) sebesar Rp1.185.000.
Selain itu, BAZNAS DIY juga mencatat penerimaan non-neraca (off balance sheet) sebesar Rp17.442.800. Dengan demikian, total penghimpunan on balance sheet dan off balance sheet pada Agustus 2026 mencapai Rp736.739.648.
Capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan masyarakat, para muzaki, munfik, serta seluruh mitra BAZNAS DIY yang terus mempercayakan pengelolaan dana ZIS-DSKL kepada BAZNAS DIY.
Dana yang berhasil dihimpun selanjutnya disalurkan kepada para penerima manfaat sesuai dengan ketentuan asnaf melalui lima program strategis BAZNAS DIY, yakni DIY Takwa, DIY Sehat, DIY Sejahtera, DIY Peduli, dan DIY Cerdas.
Program DIY Takwa berfokus pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan peningkatan kualitas kehidupan spiritual masyarakat. Sementara DIY Sehat diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok kurang mampu.
Selanjutnya, DIY Sejahtera merupakan program pemberdayaan ekonomi yang bertujuan mendorong kemandirian mustahik melalui penguatan usaha produktif. DIY Peduli hadir melalui berbagai program kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat maupun kesulitan sosial. Adapun DIY Cerdas berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan di bidang pendidikan.
Donasi Gempa NTT Capai Rp211,29 Juta
Selain menjalankan program rutin, BAZNAS DIY juga terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Hingga saat ini, BAZNAS DIY masih membuka penghimpunan donasi bagi saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi.
Hingga saat ini, dana yang berhasil dihimpun untuk membantu masyarakat terdampak gempa NTT telah mencapai Rp211.298.624. Dana tersebut merupakan hasil kepedulian dan gotong royong masyarakat serta dukungan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.
BAZNAS DIY berharap dukungan dan partisipasi masyarakat dapat terus mengalir sehingga semakin banyak bantuan yang dapat disalurkan kepada masyarakat terdampak. Penghimpunan donasi tersebut sekaligus menjadi wujud nyata semangat kepedulian dan gotong royong dalam membantu sesama.
Di sisi lain, BAZNAS DIY terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Para pemangku kepentingan juga diajak berpartisipasi aktif dalam menggerakkan sosialisasi cinta zakat di berbagai lapisan masyarakat, salah satunya melalui pembentukan UPZ dan layanan konsultasi ZIS.
Masyarakat dapat memperoleh informasi serta memanfaatkan kemudahan layanan pembayaran ZIS melalui Kantor Digital BAZNAS DIY dan berbagai kanal media sosial resmi BAZNAS DIY.
Melalui dukungan para muzaki, munfik, masyarakat, pemerintah, dan seluruh mitra, BAZNAS DIY berkomitmen untuk terus mengelola dan menyalurkan dana ZIS-DSKL secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.
Dengan semangat kepedulian dan pemberdayaan, BAZNAS DIY terus berupaya hadir sebagai “Lembaga utama menyejahterakan umat yang profesional dan terpercaya.”
BAZNAS DIY menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki dan munfik yang telah menunaikan ZIS-DSKL melalui BAZNAS DIY. Semoga setiap harta yang disalurkan menjadi amal yang penuh keberkahan, serta menjadi pembersih dan penyuci harta bagi para muzaki dan munfik.
09-09-2026 | admin

Perkuat Pelayanan Mustahik, Waka BAZNAS RI Kunjungi Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta
YOGYAKARTA — Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. melakukan kunjungan ke Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Yogyakarta, Rabu (26/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya para mustahik.
Kedatangan Waka BAZNAS RI disambut langsung oleh Ketua BAZNAS DIY Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., Pimpinan RSB Yogyakarta dr. Andriani, serta jajaran BAZNAS dan RSB. Turut hadir Drs. H. Damanhuri, Drs. H. Syahroini Djamil, H. Suhartadi Prasojo, S.E., H. Nur Aziz, S.Psi., M.Ec., Dev., serta Ketua BAZNAS Bantul H. Sugeng Prihatin, S.H.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau berbagai layanan dan fasilitas RSB Yogyakarta sekaligus berdiskusi mengenai penguatan pelayanan kesehatan berbasis zakat. RSB Yogyakarta merupakan salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat secara nyata, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan.
Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS DIY, dan BAZNAS Kabupaten Bantul dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi mustahik serta memperluas kebermanfaatan zakat bagi masyarakat.
26-08-2026 | admin
Berita Pendistribusian

Bantuan Living Cost Kepedulian untuk Mahasiswa NTT, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan
YOGYAKARTA — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) menyalurkan bantuan living cost sebesar Rp146.800.000 kepada 367 mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk membantu meringankan kebutuhan mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di wilayah DIY.
Penyaluran bantuan merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Daerah DIY, BAZNAS DIY, dan BPBD DIY. Bantuan diserahkan di Posko NTT yang berlokasi di Babarsari, Yogyakarta, selama dua hari, yakni Sabtu–Minggu, 19–20 September 2026.
Proses pembagian bantuan berlangsung dengan tertib dan kondusif. Para mahasiswa penerima manfaat mendapatkan bantuan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari selama menghadapi dampak bencana yang terjadi di daerah asal mereka.
Salah satu penerima manfaat, Reskika, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi mahasiswa asal NTT yang sedang menempuh pendidikan di DIY. “Bantuan tersebut sangat membantu bagi kami mahasiswa asal NTT yang sedang berkuliah di DIY. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sesepuh NTT di DIY, Moris Haruma. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada mahasiswa NTT di DIY. “Kami sangat berterima kasih kepada Pemda DIY, BAZNAS DIY, BPBD DIY, masyarakat DIY dan para donatur. Bantuan yang diberikan kepada mahasiswa NTT yang ada di DIY bisa membantu memenuhi kebutuhan harian para mahasiswa,” ungkapnya.
Selain menyalurkan bantuan kepada mahasiswa terdampak di DIY, BAZNAS DIY juga masih terus menghimpun donasi untuk membantu korban gempa bumi di NTT. Hingga saat ini, total donasi yang telah dihimpun mencapai Rp380.618.833. Sisa donasi yang terkumpul nantinya akan dikirimkan ke NTT melalui BAZNAS terdekat yang berada di wilayah terdampak.
BAZNAS DIY menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berdonasi dan turut hadir memberikan kepedulian bagi saudara-saudara yang terdampak gempa bumi di NTT. Setiap donasi yang diberikan menjadi bentuk nyata kepedulian sekaligus membantu meringankan beban dan kebutuhan mereka di tengah masa sulit.
Semoga setiap rupiah yang disedekahkan menjadi amal kebaikan, membawa keberkahan, dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Terima kasih telah menjadi bagian dari ikhtiar untuk menguatkan saudara-saudara kita yang terdampak bencana.
20/09/2026 | admin

Rumah Hangus Dilalap Api, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan untuk Pak Peppy
YOGYAKARTA — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) menyalurkan bantuan kepada Bapak Peppy, warga Pilahan, Rejowinangun, yang menjadi korban musibah kebakaran. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS DIY sekaligus upaya membantu meringankan beban keluarga yang terdampak musibah.
Kebakaran yang menimpa rumah Bapak Peppy terjadi setelah kobaran api dari pembakaran sampah yang dilakukan tanpa pengawasan membesar dan merambat ke gudang barang bekas di sekitar lokasi. Api kemudian menyambar rumah Bapak Peppy hingga mengakibatkan bangunan rumah hangus terbakar dan tidak tersisa.
Musibah tersebut mengakibatkan kerugian besar bagi keluarga Bapak Peppy. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung dan berkumpul bersama keluarga harus kehilangan tempat tinggal akibat dilalap api.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS DIY hadir untuk memberikan dukungan kepada keluarga terdampak. Bantuan disalurkan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah, sekaligus menjadi bagian dari komitmen BAZNAS DIY dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban Bapak Peppy dan keluarga dalam menghadapi kondisi pascakebakaran. Meskipun tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi keluarga untuk bangkit kembali.
Bapak Peppy menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS DIY dan para muzaki yang telah memberikan bantuan serta kepedulian kepada dirinya dan keluarga. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi dukungan dalam menjalani masa pemulihan setelah musibah kebakaran yang menimpa rumahnya.
“Terima kasih kepada BAZNAS DIY dan para muzaki yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami setelah mengalami musibah kebakaran. Semoga kebaikan dan kepedulian yang diberikan mendapatkan balasan dari Allah SWT,” ungkap Bapak Peppy.
BAZNAS DIY juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, termasuk pembakaran sampah. Pembakaran sampah sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dan memperhatikan kondisi lingkungan agar tidak menimbulkan risiko bagi keselamatan masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS DIY kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika warga menghadapi musibah dan membutuhkan dukungan. Kepedulian dan kebersamaan diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi keluarga korban untuk melewati masa sulit.
BAZNAS DIY mengucapkan terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang telah menitipkan amanah melalui BAZNAS DIY. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat dan membantu saudara-saudara yang membutuhkan.
16/09/2026 | admin

Dari Mebel hingga Tani Bawang, BAZNAS DIY Dukung Usaha 17 Ustadz dan Ustadzah
Yogyakarta, 15 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Kali ini, BAZNAS DIY memberikan bantuan kepada 17 ustadz dan ustadzah di DIY yang memiliki berbagai usaha dan aktivitas ekonomi produktif.
Bantuan tersebut diberikan kepada para penerima manfaat yang menjalankan beragam usaha, di antaranya pengerajin kayu dan mebel, kantin santri, angkringan, penjual telur asin dan peyek kacang, petani bawang merah, serta sejumlah usaha produktif lainnya. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp51 juta.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua II BAZNAS DIY, H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D., kepada perwakilan penerima manfaat. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS DIY, Selasa (15/9/2026).
Bantuan ini diharapkan dapat menjadi tambahan modal bagi para ustadz dan ustadzah untuk mengembangkan usaha yang telah dijalankan. Selain membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, dukungan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat keberlangsungan aktivitas dakwah dan pendidikan keagamaan yang selama ini mereka jalankan di tengah masyarakat.
H. Jazilus Sakhok menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu bagian penting dalam pendayagunaan zakat. Menurutnya, zakat tidak hanya hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mendorong penerima manfaat agar semakin mandiri dan memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.
“Melalui bantuan ini, kami berharap para ustadz dan ustadzah dapat mengembangkan usaha yang sudah dijalankan sehingga semakin produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan keberkahan,” ujarnya.
Program pemberdayaan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian BAZNAS DIY kepada para ustadz dan ustadzah yang memiliki peran penting dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat. Dengan dukungan zakat yang dikelola secara tepat sasaran, diharapkan para penerima manfaat dapat terus menjalankan peran sosial dan keagamaannya sekaligus membangun kemandirian ekonomi.
BAZNAS DIY mengajak masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian dan menunaikan zakat melalui lembaga yang amanah dan profesional. Setiap zakat yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas serta membantu masyarakat menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
15/09/2026 | admin
Artikel Terbaru
Amalan Rabiul Awal: Momentum Memperbanyak Kebaikan dan Pahala
Amalan Rabiul Awal dapat menjadi momentum memperbanyak kebaikan dan meneladani Rasulullah SAW. Simak amalan, keutamaan, dan cara mengamalkannya.
Amalan Rabiul Awal merupakan berbagai bentuk ibadah dan kebaikan yang dapat dilakukan umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW. Amalan tersebut dapat berupa memperbanyak shalawat, membaca Al-Qur'an, bersedekah, mempelajari sirah Nabi, hingga memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan hanya karena memasuki bulan Rabiul Awal. Karena itu, umat Islam dapat mengisinya dengan berbagai amal kebaikan yang memiliki landasan dalam ajaran Islam. Pembahasan mengenai pahala juga perlu disampaikan berdasarkan dalil yang jelas dan tidak menetapkan keutamaan khusus Rabiul Awal tanpa dasar yang kuat.
Artikel ini membahas amalan yang dapat dilakukan pada Rabiul Awal, manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari, serta cara menjadikan momentum tersebut sebagai sarana untuk meneladani Rasulullah SAW.
Amalan Rabiul Awal yang Bisa Dilakukan
Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan selama Rabiul Awal dan diteruskan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Memperbanyak shalawat
Membaca shalawat merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat dapat diamalkan setelah salat maupun pada waktu luang.
2. Membaca Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan ibadah. Selain membaca, umat Islam juga dianjurkan memahami dan mengamalkan pesan yang terkandung di dalamnya.
3. Memperbanyak zikir dan doa
Zikir dapat dilakukan untuk mengingat Allah SWT, sedangkan doa menjadi sarana memohon ampunan, petunjuk, dan kebaikan. Keduanya dapat dilakukan kapan saja sesuai kemampuan.
4. Mempelajari sirah Nabi
Mempelajari perjalanan hidup Rasulullah SAW membantu umat Islam mengenal perjuangan dan keteladanan beliau. Sirah dapat dipelajari melalui buku, kajian, maupun sumber keislaman yang tepercaya.
5. Bersedekah
Sedekah merupakan bentuk kepedulian kepada sesama. Sedekah dapat diberikan sesuai kemampuan, baik secara langsung kepada penerima maupun melalui lembaga yang terpercaya.
6. Berbagi kepada sesama
Kebaikan juga dapat dilakukan dengan berbagi makanan, memberikan bantuan, atau meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu orang lain.
7. Menjaga silaturahmi
Menghubungi keluarga, mengunjungi kerabat, dan menjaga hubungan baik dengan tetangga merupakan bentuk kebaikan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
8. Meneladani akhlak Rasulullah SAW
Kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui perilaku. Kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, dan kepedulian kepada sesama merupakan nilai yang dapat diterapkan.
9. Menambah ilmu keislaman
Mengikuti kajian atau membaca sumber keislaman yang tepercaya dapat membantu meningkatkan pemahaman agama dan kehidupan Rasulullah SAW.
10. Membantu orang yang membutuhkan
Membantu sesama tidak selalu harus berupa materi. Tenaga, waktu, ilmu, maupun perhatian juga dapat diberikan sesuai kemampuan.
11. Melakukan muhasabah
Muhasabah merupakan proses mengevaluasi diri. Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk melihat kembali kualitas ibadah, hubungan dengan sesama, dan kebiasaan yang perlu diperbaiki.
Keutamaan dan Cara Mengamalkan Amalan Rabiul Awal
Mengisi Rabiul Awal dengan berbagai amal kebaikan dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menerapkan keteladanan Rasulullah SAW.
Allah SWT menyebut Rasulullah SAW sebagai teladan yang baik dalam QS. Al-Ahzab ayat 21. Karena itu, mengenal kehidupan beliau sebaiknya tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dilanjutkan dengan menerapkan nilai-nilai yang dapat ditemukan dalam keteladanan beliau.
Amalan juga tidak harus dilakukan sekaligus. Mulailah dari kebiasaan sederhana, seperti membaca Al-Qur'an setiap hari, memperbanyak shalawat, menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah, menjaga silaturahmi, atau membantu orang yang membutuhkan.
Yang terpenting, kebiasaan tersebut dapat dilakukan secara konsisten dan tidak berhenti setelah Rabiul Awal berakhir.
Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk memperbanyak kebaikan sekaligus memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat, membaca Al-Qur'an, mempelajari sirah, bersedekah, menjaga silaturahmi, dan memperbaiki akhlak merupakan beberapa amalan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan.
Menjadikan kebaikan sebagai kebiasaan adalah salah satu cara agar semangat Rabiul Awal tidak berhenti pada satu bulan, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salurkan kebaikan dan tunaikan zakat melalui BAZNAS DIY, cukup klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS DIY
30/09/2026 | admin
Puasa Rabiul Awal: 4 Hal Penting tentang Hukum dan Anjuran Puasa
Memasuki bulan Rabiul Awal, pertanyaan tentang hukum puasa Rabiul Awal kembali banyak dicari umat Islam, terutama karena bulan ini identik dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. Perlu dipahami, tidak ada ketentuan khusus yang menetapkan puasa sepanjang Rabiul Awal sebagai ibadah sunnah khusus karena bulan tersebut. Namun, umat Islam tetap dapat menjalankan berbagai puasa sunnah yang memang memiliki dasar syariat, seperti puasa Senin-Kamis dan puasa Ayyamul Bidh. NU Online menjelaskan bahwa puasa Senin-Kamis merupakan puasa sunnah yang dilakukan secara rutin oleh Rasulullah SAW, sementara Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
1. Puasa Rabiul Awal Tidak Memiliki Puasa Khusus
Tidak ada dalil yang menetapkan bahwa seluruh umat Islam dianjurkan melakukan puasa khusus sepanjang bulan Rabiul Awal. Karena itu, sebaiknya jangan menyebut puasa Rabiul Awal sebagai ibadah sunnah khusus yang memiliki tata cara atau jumlah hari tertentu. Meski demikian, seseorang tetap boleh berpuasa sunnah di bulan ini dengan mengikuti jenis puasa yang memang memiliki dasar dalam syariat.
2. Puasa Senin-Kamis Bisa Dilakukan di Rabiul Awal
Salah satu pilihan yang dapat dilakukan adalah puasa Senin-Kamis. Puasa ini termasuk sunnah yang dianjurkan dan merupakan amalan yang rutin dilakukan Rasulullah SAW. Dalam hadis yang diriwayatkan Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Senin merupakan hari kelahirannya dan hari ketika wahyu diturunkan kepadanya.
3. Puasa Ayyamul Bidh Juga Bisa Menjadi Pilihan
Selain Senin-Kamis, umat Islam dapat menjalankan puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Artinya, ketika tanggal tersebut bertepatan dengan Rabiul Awal, puasa Ayyamul Bidh tetap memiliki hukum sunnah sebagaimana bulan-bulan lainnya. Pada Rabiul Awal 1448 H, misalnya, NU Online mencatat Ayyamul Bidh berlangsung pada 26 sampai 28 Agustus 2026.
4. Jadikan Rabiul Awal sebagai Momentum Memperbanyak Amal
Meski tidak ada puasa khusus Rabiul Awal, bulan ini tetap dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah. Puasa sunnah bisa disertai dengan membaca Al-Qur'an, memperbanyak shalawat, bersedekah, memperbaiki akhlak, dan mempelajari sirah Nabi Muhammad SAW. Dengan begitu, semangat memperingati Rabiul Awal tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga mendorong kebiasaan ibadah yang memiliki dasar dan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Jika ingin menjadikan Rabiul Awal sebagai momentum memperbanyak amal, jangan berhenti pada puasa sunnah saja. Setelah memperbaiki ibadah, lengkapi juga dengan kepedulian kepada sesama melalui zakat dan sedekah. Jika harta yang dimiliki telah memenuhi syarat wajib zakat, tunaikan kewajiban tersebut melalui BAZNAS DIY. Dengan layanan zakat yang mudah dan terpercaya, Anda dapat menyalurkan zakat sekaligus ikut membantu masyarakat yang membutuhkan. Yuk, jadikan Rabiul Awal sebagai momentum untuk semakin dekat kepada Allah dan semakin bermanfaat bagi sesama. Tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS DIY sekarang dan mulai kebaikan dari hari ini, melalui link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS DIY
30/09/2026 | admin
Renungan tentang Bekal Sebelum Kembali kepada Allah
Kematian adalah kepastian yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Meski demikian, bagi sebagian manusia, kematian terasa menakutkan. Bukan semata karena meninggalkan dunia, keluarga, pekerjaan, dan harta, tetapi juga karena kematian menjadi pintu menuju kehidupan akhirat.
Allah SWT berfirman:
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.”(QS. Al-‘Ankabut: 57)
Ayat tersebut mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Tidak ada manusia yang dapat menghindar dari kematian. Kaya atau miskin, sehat atau sakit, memiliki jabatan atau tidak, semuanya akan menghadapi waktu yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
Mengapa Kematian Menjadi Menakutkan?
Salah satu alasan kematian terasa menakutkan adalah karena manusia tidak mengetahui secara pasti apa yang akan dihadapinya setelah kehidupan dunia berakhir. Dunia yang selama ini dikenal akan ditinggalkan, sementara kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang kekal.
Allah SWT berfirman:
“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”(QS. Ali ‘Imran: 185)
Ketakutan terhadap kematian dapat menjadi pengingat bagi seseorang untuk melakukan introspeksi. Apakah amal yang dilakukan sudah cukup? Apakah masih banyak dosa yang belum ditaubati? Apakah hak orang lain telah ditunaikan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut seharusnya mendorong kita untuk memperbaiki diri, bukan sekadar larut dalam ketakutan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.”(HR. Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah)
Mengingat kematian bukan berarti menjadi pesimis terhadap kehidupan. Justru, mengingat kematian dapat membuat kita lebih menghargai waktu dan menggunakan kesempatan hidup untuk melakukan kebaikan.
Kematian Mengingatkan Kita untuk Bersiap
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).”(QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini mengajarkan pentingnya mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat. Bekal tersebut bukan berupa harta yang kita kumpulkan, jabatan yang kita miliki, atau popularitas yang kita kejar, tetapi amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas.
Ketika kematian datang, harta yang selama ini dikumpulkan tidak lagi dapat menemani. Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.”(HR. Muslim)
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa ada amal yang manfaatnya dapat terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia. Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh menjadi salah satu bentuk investasi akhirat yang dapat dipersiapkan selama hidup.
Jangan Menunggu Tua untuk Berbuat Baik
Kematian tidak mengenal usia. Karena itu, jangan menunggu tua untuk memperbanyak ibadah, jangan menunggu kaya untuk bersedekah, dan jangan menunggu memiliki banyak waktu untuk berbuat baik.
Selagi Allah SWT masih memberikan umur, masih ada kesempatan untuk memperbaiki salat, memperbanyak istighfar, meminta maaf, membantu sesama, menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah, serta meninggalkan kebaikan yang bermanfaat bagi orang lain.
Allah SWT berfirman:
“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka...”(QS. At-Taubah: 103)
Zakat bukan sekadar kewajiban atas harta, tetapi juga bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus kepedulian kepada sesama. Sementara sedekah menjadi jalan untuk berbagi rezeki dan menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
Jangan sampai ketika kesempatan hidup telah berakhir, kita baru berharap dapat kembali ke dunia untuk memperbanyak amal. Allah SWT mengingatkan:
“Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, niscaya aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.”(QS. Al-Munafiqun: 10)
Ayat ini menjadi renungan mendalam. Selagi masih diberi kesempatan, mari tunaikan kewajiban zakat dan jangan lewatkan kesempatan untuk bersedekah.
Zakat yang ditunaikan adalah kewajiban yang diselesaikan. Sedekah yang diberikan adalah kebaikan yang ditanam. Keduanya menjadi bagian dari ikhtiar kita mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.
Kematian memang sesuatu yang pasti. Namun, yang tidak kita ketahui adalah kapan waktunya tiba dan dengan bekal seperti apa kita akan menghadap Allah SWT.
Maka, selagi masih diberi umur dan rezeki, mari tunaikan zakat, perbanyak sedekah, dan tebarkan manfaat kepada sesama.
Jangan menunggu ajal datang untuk mengingat akhirat. Jadikan hari ini sebagai kesempatan untuk menambah bekal.
Tunaikan zakat. Perbanyak sedekah. Tebarkan manfaat. Raih keberkahan.
Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.
- Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY
ZAKAT
BSI : 309 12 2015 5
an.BAZNAS DIY
INFAQ/SEDEKAH
BSI : 309 12 2019 8
an.BAZNAS DIY
atau melalui link:
diy.baznas.go.id/bayarzakat
- Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616
- Website: diy.baznas.go.id
- Media Sosial: @baznasdiy__official
BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
29/09/2026 | admin
BAZNAS TV
Rihlah Muharram BAZNAS DIY 1448 H
Penulis: admin
BAZNAS DIY
Penulis: admin













