Berita Terkini
Rumah Hangus Dilalap Api, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan untuk Pak Peppy
YOGYAKARTA — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) menyalurkan bantuan kepada Bapak Peppy, warga Pilahan, Rejowinangun, yang menjadi korban musibah kebakaran. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS DIY sekaligus upaya membantu meringankan beban keluarga yang terdampak musibah.
Kebakaran yang menimpa rumah Bapak Peppy terjadi setelah kobaran api dari pembakaran sampah yang dilakukan tanpa pengawasan membesar dan merambat ke gudang barang bekas di sekitar lokasi. Api kemudian menyambar rumah Bapak Peppy hingga mengakibatkan bangunan rumah hangus terbakar dan tidak tersisa.
Musibah tersebut mengakibatkan kerugian besar bagi keluarga Bapak Peppy. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung dan berkumpul bersama keluarga harus kehilangan tempat tinggal akibat dilalap api.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS DIY hadir untuk memberikan dukungan kepada keluarga terdampak. Bantuan disalurkan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah, sekaligus menjadi bagian dari komitmen BAZNAS DIY dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban Bapak Peppy dan keluarga dalam menghadapi kondisi pascakebakaran. Meskipun tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi keluarga untuk bangkit kembali.
Bapak Peppy menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS DIY dan para muzaki yang telah memberikan bantuan serta kepedulian kepada dirinya dan keluarga. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi dukungan dalam menjalani masa pemulihan setelah musibah kebakaran yang menimpa rumahnya.
“Terima kasih kepada BAZNAS DIY dan para muzaki yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami setelah mengalami musibah kebakaran. Semoga kebaikan dan kepedulian yang diberikan mendapatkan balasan dari Allah SWT,” ungkap Bapak Peppy.
BAZNAS DIY juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, termasuk pembakaran sampah. Pembakaran sampah sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dan memperhatikan kondisi lingkungan agar tidak menimbulkan risiko bagi keselamatan masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS DIY kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika warga menghadapi musibah dan membutuhkan dukungan. Kepedulian dan kebersamaan diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi keluarga korban untuk melewati masa sulit.
BAZNAS DIY mengucapkan terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang telah menitipkan amanah melalui BAZNAS DIY. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat dan membantu saudara-saudara yang membutuhkan.
16/09/2026 | admin
Zakat Maal untuk Kemandirian Mustahik: Dari Bantuan hingga Pemberdayaan
BAZNAS DIY mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat maal online sebagai bentuk kepedulian dalam membantu mustahik mencapai kemandirian ekonomi. Zakat maal yang dikelola secara amanah dan profesional tidak hanya diberikan sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga dimanfaatkan untuk berbagai program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Sebagai salah satu jenis zakat yang wajib ditunaikan oleh Muslim yang telah memenuhi syarat, zakat maal memiliki peran penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan memperkuat perekonomian umat. Melalui pengelolaan yang transparan, BAZNAS DIY menyalurkan zakat maal ke berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup dan kemandirian mustahik.
Dengan menunaikan zakat maal online melalui BAZNAS DIY, masyarakat tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan dampak sosial yang lebih luas.
Apa Itu Zakat Maal?
Zakat maal adalah zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki seseorang apabila telah mencapai nisab dan haul sesuai ketentuan syariat Islam. Harta yang dikenai zakat maal meliputi emas, perak, tabungan, investasi, hasil perdagangan, hingga aset lain yang memenuhi syarat wajib zakat.
Tujuan zakat maal tidak hanya untuk menyucikan harta, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan mustahik serta mengurangi kesenjangan ekonomi di masyarakat. Oleh karena itu, zakat maal menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan.
Saat ini, masyarakat juga dapat menunaikan zakat maal online melalui layanan digital BAZNAS DIY sehingga proses pembayaran menjadi lebih mudah, cepat, dan aman.
Program Pemberdayaan Ekonomi BAZNAS DIY
Zakat maal yang dihimpun oleh BAZNAS DIY tidak hanya disalurkan sebagai bantuan langsung, tetapi juga dimanfaatkan untuk program pemberdayaan ekonomi agar mustahik mampu mandiri secara berkelanjutan. Melalui pendekatan produktif, dana zakat digunakan untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan keterampilan, serta menciptakan sumber penghasilan yang lebih stabil.
BAZNAS DIY menghadirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi, seperti Zmart untuk penguatan usaha ritel mikro, ZChicken untuk pengembangan usaha kuliner, serta Z-Auto yang mendukung pelaku usaha bengkel motor melalui bantuan modal, pelatihan, dan pendampingan.
Selain itu, BAZNAS DIY juga memiliki program Santripreneur yang mendorong kemandirian ekonomi santri melalui pengembangan kewirausahaan, serta BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) dan program microfinance lainnya yang memberikan akses pembiayaan serta pendampingan bagi pelaku usaha mikro berbasis prinsip syariah.
Melalui berbagai program tersebut, zakat maal tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mustahik, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan untuk meningkatkan pendapatan, mengembangkan usaha, dan mendorong perubahan dari mustahik menuju muzaki.
Cara Menunaikan Zakat Maal Online
Menunaikan zakat maal kini semakin mudah melalui layanan digital BAZNAS DIY. Masyarakat dapat menghitung besaran zakat terlebih dahulu, kemudian melakukan pembayaran secara online melalui platform resmi BAZNAS DIY.
Berikut langkah-langkah menunaikan zakat maal online:
- Hitung jumlah zakat maal sesuai dengan ketentuan nisab dan haul.
- Pastikan nominal zakat yang akan dibayarkan telah sesuai dengan hasil perhitungan.
- Kunjungi layanan pembayaran zakat resmi BAZNAS DIY.
- Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi.
- Simpan bukti pembayaran sebagai dokumentasi bahwa zakat telah ditunaikan.
Dengan menunaikan zakat maal melalui BAZNAS DIY, masyarakat dapat memastikan zakat dikelola secara amanah, transparan, dan disalurkan kepada mustahik melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Bayarkan zakat maal Anda dan dukung kemandirian ekonomi mustahik melalui https://diy.baznas.go.id/bayarzakat atau cukup klik link BAZNAS DIY
10/09/2026 | admin
MUI DIY-BAZNAS DIY Pererat Silaturahmi, Mantapkan Kolaborasi Program
Yogyakarta, 10 September 2026 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan silaturahmi sekaligus pertemuan bersama BAZNAS DIY dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi program untuk kemaslahatan umat. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS DIY, Kamis (10/9/2026).
Dari MUI DIY, hadir Ketua MUI DIY Prof. Dr. H. Tulus Musthofa, Lc., M.A., bersama Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI DIY, Jumarodin. Kehadiran jajaran MUI DIY tersebut disambut langsung oleh Ketua BAZNAS DIY Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., serta Wakil Ketua IV H. Ahmad Lutfi, S.S., M.A., Wakil Ketua II H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D., dan Wakil Ketua III H. Nursya’bani Purnama, S.E., M.Si., CT.
Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan antara MUI DIY dan BAZNAS DIY. Kedua lembaga membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan secara bersama, khususnya program yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan juga diarahkan pada penguatan kolaborasi program antara BAZNAS DIY dan MUI DIY. Sinergi diharapkan dapat mengoptimalkan potensi masing-masing lembaga, baik dalam bidang pemberdayaan ekonomi umat, penguatan literasi dan edukasi keislaman, maupun pengembangan program berbasis syariah yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., menyambut baik silaturahmi dan rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi dengan MUI DIY merupakan langkah strategis untuk memperluas kebermanfaatan program sekaligus memperkuat ekosistem pemberdayaan umat di DIY.
Sementara itu, Ketua MUI DIY Prof. Dr. H. Tulus Musthofa, Lc., M.A., menyampaikan pentingnya membangun kerja sama antarlembaga dalam menghadirkan program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara MUI DIY dan BAZNAS DIY diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kemaslahatan umat.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari penguatan kerja sama yang lebih konkret antara MUI DIY dan BAZNAS DIY. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, kedua lembaga berkomitmen untuk bersama-sama menghadirkan program yang produktif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.
10/09/2026 | admin
Agenda Pimpinan

Kepercayaan Masyarakat Menguat, BAZNAS DIY Himpun Rp10,43 Miliar hingga Agustus 2026
YOGYAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) mencatat capaian positif dalam penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Hingga akhir Agustus, total dana yang berhasil dihimpun BAZNAS DIY mencapai Rp10.435.080.940.
Hal tersebut disampaikan H. Ahmad Lutfi SS. MA (Wakil Ketua IV BAZNAS DIY) dalam Pengajian Pejabat dan Aparat, Selasa 9 September 2026 di Istana Kepresidenan Yogyakarta yang menjadi salah satu momentum BAZNAS DIY untuk menyampaikan laporan pengelolaan dan penghimpunan dana ZIS-DSKL kepada para pemangku kepentingan, khususnya para pegawai ASN melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta masyarakat DIY secara umum.
Khusus pada Agustus 2026, penerimaan ZIS-DSKL BAZNAS DIY yang tercatat dalam neraca (on balance sheet) mencapai Rp719.296.848. Angka tersebut terdiri atas zakat perorangan sebesar Rp441.190.764, zakat badan Rp5.000.000, infak Rp83.618.695, infak terikat Rp188.302.389, serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) sebesar Rp1.185.000.
Selain itu, BAZNAS DIY juga mencatat penerimaan non-neraca (off balance sheet) sebesar Rp17.442.800. Dengan demikian, total penghimpunan on balance sheet dan off balance sheet pada Agustus 2026 mencapai Rp736.739.648.
Capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan masyarakat, para muzaki, munfik, serta seluruh mitra BAZNAS DIY yang terus mempercayakan pengelolaan dana ZIS-DSKL kepada BAZNAS DIY.
Dana yang berhasil dihimpun selanjutnya disalurkan kepada para penerima manfaat sesuai dengan ketentuan asnaf melalui lima program strategis BAZNAS DIY, yakni DIY Takwa, DIY Sehat, DIY Sejahtera, DIY Peduli, dan DIY Cerdas.
Program DIY Takwa berfokus pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan peningkatan kualitas kehidupan spiritual masyarakat. Sementara DIY Sehat diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok kurang mampu.
Selanjutnya, DIY Sejahtera merupakan program pemberdayaan ekonomi yang bertujuan mendorong kemandirian mustahik melalui penguatan usaha produktif. DIY Peduli hadir melalui berbagai program kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat maupun kesulitan sosial. Adapun DIY Cerdas berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan di bidang pendidikan.
Donasi Gempa NTT Capai Rp211,29 Juta
Selain menjalankan program rutin, BAZNAS DIY juga terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Hingga saat ini, BAZNAS DIY masih membuka penghimpunan donasi bagi saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi.
Hingga saat ini, dana yang berhasil dihimpun untuk membantu masyarakat terdampak gempa NTT telah mencapai Rp211.298.624. Dana tersebut merupakan hasil kepedulian dan gotong royong masyarakat serta dukungan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.
BAZNAS DIY berharap dukungan dan partisipasi masyarakat dapat terus mengalir sehingga semakin banyak bantuan yang dapat disalurkan kepada masyarakat terdampak. Penghimpunan donasi tersebut sekaligus menjadi wujud nyata semangat kepedulian dan gotong royong dalam membantu sesama.
Di sisi lain, BAZNAS DIY terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Para pemangku kepentingan juga diajak berpartisipasi aktif dalam menggerakkan sosialisasi cinta zakat di berbagai lapisan masyarakat, salah satunya melalui pembentukan UPZ dan layanan konsultasi ZIS.
Masyarakat dapat memperoleh informasi serta memanfaatkan kemudahan layanan pembayaran ZIS melalui Kantor Digital BAZNAS DIY dan berbagai kanal media sosial resmi BAZNAS DIY.
Melalui dukungan para muzaki, munfik, masyarakat, pemerintah, dan seluruh mitra, BAZNAS DIY berkomitmen untuk terus mengelola dan menyalurkan dana ZIS-DSKL secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.
Dengan semangat kepedulian dan pemberdayaan, BAZNAS DIY terus berupaya hadir sebagai “Lembaga utama menyejahterakan umat yang profesional dan terpercaya.”
BAZNAS DIY menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki dan munfik yang telah menunaikan ZIS-DSKL melalui BAZNAS DIY. Semoga setiap harta yang disalurkan menjadi amal yang penuh keberkahan, serta menjadi pembersih dan penyuci harta bagi para muzaki dan munfik.
09-09-2026 | admin

Perkuat Pelayanan Mustahik, Waka BAZNAS RI Kunjungi Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta
YOGYAKARTA — Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. melakukan kunjungan ke Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Yogyakarta, Rabu (26/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya para mustahik.
Kedatangan Waka BAZNAS RI disambut langsung oleh Ketua BAZNAS DIY Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., Pimpinan RSB Yogyakarta dr. Andriani, serta jajaran BAZNAS dan RSB. Turut hadir Drs. H. Damanhuri, Drs. H. Syahroini Djamil, H. Suhartadi Prasojo, S.E., H. Nur Aziz, S.Psi., M.Ec., Dev., serta Ketua BAZNAS Bantul H. Sugeng Prihatin, S.H.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau berbagai layanan dan fasilitas RSB Yogyakarta sekaligus berdiskusi mengenai penguatan pelayanan kesehatan berbasis zakat. RSB Yogyakarta merupakan salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat secara nyata, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan.
Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS DIY, dan BAZNAS Kabupaten Bantul dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi mustahik serta memperluas kebermanfaatan zakat bagi masyarakat.
26-08-2026 | admin

BAZNAS DIY dan Pemda DIY Bersinergi Bantu Mahasiswa serta Warga NTT Terdampak Gempa
Yogyakarta, 19 Agustus 2026 — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) DIY berkomitmen untuk membantu masyarakat dan mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan yang berlangsung di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Rabu (19/8). Bantuan diserahkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Ketua BAZNAS DIY Dra. Hj. Puji Astuti M.Si, serta pimpinan Bank Indonesia (BI) dan OJK Perwakilan DIY.
Bantuan yang disalurkan meliputi Rp1 miliar untuk Pemda NTT, obat-obatan senilai Rp38 juta, bantuan keuangan sebesar Rp90 juta yang dihimpun dari BI, OJK, Bank BPD, FKIJK, dan BMPD DIY, serta bantuan bahan pokok berupa beras dan telur bagi mahasiswa asal NTT yang terdampak gempa.
Selain bantuan tersebut, Pemda DIY juga akan menerbitkan Surat Edaran Gubernur untuk penggalangan dana dari ASN yang selanjutnya akan dikoordinasikan bersama BAZNAS DIY. Langkah ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam memperluas dukungan kemanusiaan bagi para korban bencana.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa perhatian terhadap mahasiswa asal daerah lain yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta merupakan bagian dari tradisi Pemda DIY dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Menurut Sultan, bantuan tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan tanggap darurat, tetapi juga memastikan mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala kondisi pascabencana.
“Nah kita akan bicara living cost dan mendapatkan kemudahan akses tetap bisa melanjutkan pendidikan di tempat itu. Itu selalu kita lakukan hal yang sama,” kata Sultan HB X di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Rabu (19/8).
BAZNAS DIY turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa, baik mahasiswa yang berada di DIY maupun masyarakat korban bencana di NTT.
Melalui semangat kepedulian dan gotong royong, bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban para korban serta menjadi penguat bagi mahasiswa asal NTT agar tetap dapat melanjutkan pendidikan dan menata kembali kehidupannya.
Mari ulurkan tangan untuk saudara kita korban gempa di Nusa Tenggara Timur.Duka mereka adalah duka kita bersama. Setiap bantuan yang diberikan menjadi bentuk kepedulian dan harapan bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit.
???? Rekening Donasi BAZNAS DIY:CIMB Niaga Syariah: 8600-0462-3500Bank BPD DIY: 006-111-000800Tambahkan kode unik 096 di belakang nominal transfer, contoh: Rp100.096.
???? Donasi online: diy.baznas.go.id/sedekah???? Konfirmasi & Layanan BAZNAS DIY: 0852-2122-2616
BAZNAS DIY — Zakat Menguatkan Indonesia.
19-08-2026 | admin
Berita Pendistribusian

Dari Mebel hingga Tani Bawang, BAZNAS DIY Dukung Usaha 17 Ustadz dan Ustadzah
Yogyakarta, 15 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Kali ini, BAZNAS DIY memberikan bantuan kepada 17 ustadz dan ustadzah di DIY yang memiliki berbagai usaha dan aktivitas ekonomi produktif.
Bantuan tersebut diberikan kepada para penerima manfaat yang menjalankan beragam usaha, di antaranya pengerajin kayu dan mebel, kantin santri, angkringan, penjual telur asin dan peyek kacang, petani bawang merah, serta sejumlah usaha produktif lainnya. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp51 juta.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua II BAZNAS DIY, H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D., kepada perwakilan penerima manfaat. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS DIY, Selasa (15/9/2026).
Bantuan ini diharapkan dapat menjadi tambahan modal bagi para ustadz dan ustadzah untuk mengembangkan usaha yang telah dijalankan. Selain membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, dukungan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat keberlangsungan aktivitas dakwah dan pendidikan keagamaan yang selama ini mereka jalankan di tengah masyarakat.
H. Jazilus Sakhok menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu bagian penting dalam pendayagunaan zakat. Menurutnya, zakat tidak hanya hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mendorong penerima manfaat agar semakin mandiri dan memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.
“Melalui bantuan ini, kami berharap para ustadz dan ustadzah dapat mengembangkan usaha yang sudah dijalankan sehingga semakin produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan keberkahan,” ujarnya.
Program pemberdayaan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian BAZNAS DIY kepada para ustadz dan ustadzah yang memiliki peran penting dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat. Dengan dukungan zakat yang dikelola secara tepat sasaran, diharapkan para penerima manfaat dapat terus menjalankan peran sosial dan keagamaannya sekaligus membangun kemandirian ekonomi.
BAZNAS DIY mengajak masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian dan menunaikan zakat melalui lembaga yang amanah dan profesional. Setiap zakat yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas serta membantu masyarakat menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
15/09/2026 | admin

Alirkan Kepedulian, BAZNAS DIY dan BTB DIY Salurkan 25.000 Liter Air Bersih ke S
Gunungkidul – Musim kemarau kembali membawa tantangan bagi masyarakat di sejumlah wilayah Gunungkidul. Salah satunya warga Serut yang setiap tahun menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS DIY bersama BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) DIY mendistribusikan sebanyak 25.000 liter air bersih kepada warga di wilayah Serut, Gunungkidul (22/8/2026). Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang mengalami kesulitan air selama musim kemarau.
Suwanti, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan air bersih dari BAZNAS DIY dan BTB DIY. “Alhamdulillah, bantuan air bersih ini sangat membantu kami. Serut merupakan daerah yang setiap musim kemarau mengalami kekeringan. Saat sumber air mulai mengering, warga harus mencari bahkan membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti minum, memasak, mandi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” ujarnya.
Bagi warga, air bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi menjadi kebutuhan utama yang sangat menentukan keberlangsungan aktivitas mereka. Tidak jarang, warga harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air atau mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih.
Distribusi air bersih yang dilakukan BAZNAS DIY dan BTB DIY menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak kekeringan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air warga sekaligus mengurangi beban ekonomi yang muncul akibat sulitnya mendapatkan air bersih.
Melalui program kemanusiaan ini, BAZNAS DIY terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Penyaluran air bersih juga menjadi bagian dari ikhtiar untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi kemarau.
???? ALIRKAN AIR, ALIRKAN PAHALA
Bagi saudara kita yang menghadapi kekeringan, setetes air begitu berarti untuk minum, memasak, beribadah, dan menjalani kehidupan.
???? Mari alirkan kebaikan melalui Sedekah Air.
Sedekah Air, hadirkan kehidupan. ????
Tunaikan melalui rekening:
???? BSI 309-12-2019-8
???? Tambahkan kode unik 091 di belakang nominal transfer untuk memudahkan verifikasi.
Setetes air dari kita, sejuta harapan bagi mereka. ????
23/08/2026 | admin

Kepedulian melalui Zakat, BAZNAS DIY Bantu YAKETUNIS
Yogyakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyalurkan zakat terikat dari muzaki kepada Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam (YAKETUNIS). Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang sebagai wujud kepedulian dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan serta kebutuhan yayasan.
Penyaluran zakat terikat ini merupakan bentuk amanah BAZNAS DIY dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat sesuai dengan peruntukannya. Bantuan yang diterima YAKETUNIS diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan yayasan serta mendukung pelayanan dan pemberdayaan bagi penyandang tunanetra yang berada dalam binaan YAKETUNIS.
Melalui penyaluran ini, BAZNAS DIY berharap manfaat zakat dapat dirasakan secara nyata oleh penerima manfaat. Dukungan dari para muzaki menjadi bagian penting dalam menghadirkan kepedulian dan kebermanfaatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS DIY juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada muzaki yang telah menunaikan zakat melalui BAZNAS DIY. Kepercayaan tersebut menjadi amanah untuk terus mengelola dan menyalurkan zakat secara amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran.
Semoga bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi YAKETUNIS dan menjadi amal jariyah bagi para muzaki yang telah berbagi melalui zakat.
Zakat Anda, Kepedulian untuk Sesama. Bersama BAZNAS DIY, Zakat Menguatkan Indonesia
12/08/2026 | admin
Artikel Terbaru
Zakat untuk Pendidikan Anak Dhuafa
Pendidikan sering kali jadi jalan utama untuk mengubah nasib. Sayangnya, biaya sekolah yang terus melambung membuat banyak keluarga kurang mampu kesulitan menyekolahkan anak-anak mereka. Zakat yang dikelola dengan baik bisa membantu meruntuhkan batasan ini dan memberi kesempatan yang sama bagi anak-anak dhuafa.
Mengapa pendidikan penting bagi mustahik?
Bagi para penerima zakat (mustahik), pendidikan adalah cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antar-generasi. Saat anak dari keluarga dhuafa bisa menyelesaikan sekolah dan punya keterampilan, peluang mereka mendapat pekerjaan yang layak jauh lebih besar.
Dampaknya pun tidak berhenti di anak itu saja. Saat penghasilan keluarga membaik, status mereka perlahan bisa bergeser dari penerima zakat menjadi pemberi zakat (muzakki). Lebih dari sekadar perbaikan ekonomi, pendidikan memberi mereka rasa percaya diri dan kemandirian untuk membangun masa depan.
Tunaikan zakat untuk mendukung pendidikan
Sebagian harta dari zakat yang disalurkan ke sektor pendidikan bisa mengubah jalan hidup seorang anak yang terancam putus sekolah. Manfaat dari zakat ini akan terus berputar, menciptakan perubahan positif yang nyata di tengah masyarakat.
Lewat pengelolaan yang profesional, penyaluran bantuan jadi lebih terarah, tepat sasaran, dan bisa dipertanggungjawabkan. Dana yang terkumpul langsung diubah menjadi dukungan nyata yang dirasakan langsung oleh anak-anak yang membutuhkan.
Dukung pendidikan anak dhuafa dengan menunaikan zakat melalui BAZNAS
Setiap rupiah zakat yang disalurkan adalah investasi masa depan bagi anak-anak yang membutuhkan. Mari bersama BAZNAS wujudkan akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan bagi mereka.
Mari bantu pendidikan anak mustahik dengan berzakat melalui BAZNAS DIY, cukup klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS DIY
10/09/2026 | admin
Ibadah di Bulan Rabiul Awal yang Baik Dilakukan
Rabiul Awal merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang memiliki tempat istimewa di hati umat Islam. Bulan ini dikenal luas sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Karena itu, banyak Muslim menjadikan Rabiul Awal sebagai momentum untuk kembali mengingat perjalanan hidup Rasulullah SAW, memperkuat kecintaan kepada beliau, memperbanyak ibadah, serta berusaha meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembahasan Ibadah di Bulan Rabiul Awal, penting bagi kita untuk memahami bahwa amalan yang dilakukan hendaknya memiliki landasan syariat dan tidak mengabaikan ibadah-ibadah yang memang telah dianjurkan secara umum dalam Islam.
Apa Keistimewaan Bulan Rabiul Awal?
Rabiul Awal menjadi bulan yang sangat dekat dengan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW karena bulan ini secara umum dikenal sebagai bulan kelahiran beliau. Selain itu, perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW menuju Madinah juga berkaitan dengan bulan Rabiul Awal. Oleh sebab itu, Rabiul Awal sering menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk mempelajari kembali sirah atau sejarah kehidupan Rasulullah SAW.
Namun, kita perlu memahami satu hal penting. Rabiul Awal bukan termasuk empat bulan haram yang disebutkan dalam syariat. Dengan demikian, tidak tepat apabila seluruh ibadah tertentu yang dilakukan pada bulan ini dianggap memiliki keutamaan khusus yang pasti berdasarkan dalil sahih, apabila memang tidak terdapat dalil yang mendasarinya.
Hal yang lebih utama adalah menjadikan Rabiul Awal sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah yang memang dianjurkan dalam Islam. Kecintaan kepada Rasulullah SAW seharusnya tidak berhenti pada peringatan atau ucapan, tetapi diwujudkan dengan mengikuti sunnah, memperbanyak shalawat, memperbaiki akhlak, dan menjalankan perintah Allah SWT.
Ibadah di Bulan Rabiul Awal dengan Memperbanyak Shalawat
Salah satu amalan yang sangat baik dilakukan sepanjang tahun, termasuk pada Rabiul Awal, adalah memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat merupakan bentuk doa, penghormatan, dan ungkapan cinta seorang Muslim kepada Rasulullah SAW.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”(QS. Al-Ahzab: 56)
Ayat tersebut menjadi landasan yang kuat mengenai anjuran bershalawat kepada Nabi. Karena itu, ketika memasuki Rabiul Awal, kita dapat memperbanyak shalawat sebagai salah satu bentuk rasa syukur dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Sejumlah ulama juga menganjurkan memperbanyak shalawat pada bulan Maulid. Kementerian Agama RI, misalnya, mencatat bahwa memperbanyak shalawat merupakan salah satu amalan yang dapat dilakukan pada Rabiul Awal.
Shalawat dapat dibaca setelah salat, ketika memiliki waktu luang, dalam majelis ilmu, ketika membaca sirah Nabi, atau pada waktu-waktu lain. Tidak harus menetapkan jumlah tertentu apabila tidak memiliki dalil khusus yang menetapkannya. Yang terpenting adalah dilakukan dengan ikhlas dan tetap menjaga kewajiban lainnya.
Ibadah di Bulan Rabiul Awal dengan Puasa Sunnah
Puasa sunnah juga dapat menjadi pilihan Ibadah di Bulan Rabiul Awal. Akan tetapi, perlu dibedakan antara puasa sunnah yang memang memiliki dasar umum dalam syariat dengan klaim adanya puasa khusus Rabiul Awal pada tanggal tertentu.
Salah satu puasa yang memiliki landasan kuat adalah puasa hari Senin. Rasulullah SAW ketika ditanya mengenai puasa hari Senin menjelaskan bahwa hari tersebut merupakan hari ketika beliau dilahirkan dan pada hari itu pula beliau menerima wahyu. Riwayat tersebut tercantum dalam Shahih Muslim dan juga menjadi dasar pembahasan mengenai keutamaan puasa Senin.
Karena itu, apabila hari Senin bertepatan dengan Rabiul Awal, kita dapat berpuasa dengan niat puasa sunnah Senin. Niat tersebut tidak perlu diubah menjadi keyakinan bahwa ada puasa khusus Rabiul Awal yang diwajibkan atau secara pasti disyariatkan pada tanggal tertentu.
Selain Senin, umat Islam juga dapat menjalankan puasa sunnah lain yang memiliki dasar syariat, selama waktunya memang diperbolehkan. Prinsipnya, Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah, bukan untuk menetapkan bentuk ibadah baru tanpa dasar yang jelas.
Membaca dan Mempelajari Sirah Nabi Muhammad SAW
Jika ingin menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, salah satu cara yang sangat bermanfaat adalah membaca kisah kehidupan beliau. Kita dapat mempelajari bagaimana Rasulullah SAW beribadah, berdakwah, memperlakukan keluarga, menyayangi anak-anak, berinteraksi dengan tetangga, menghadapi orang yang memusuhinya, serta menjalankan amanah.
Mempelajari sirah bukan hanya menambah pengetahuan sejarah. Lebih dari itu, sirah membantu kita memahami bagaimana ajaran Islam diterapkan dalam kehidupan nyata.
Rabiul Awal dapat menjadi waktu yang tepat bagi keluarga untuk membaca buku sirah bersama. Orang tua juga dapat mengenalkan kisah Rasulullah SAW kepada anak-anak dengan bahasa yang sederhana dan menarik. Dengan demikian, kecintaan kepada Nabi tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi tumbuh menjadi bagian dari pendidikan keislaman keluarga.
Kementerian Agama RI juga menyebutkan membaca kisah kelahiran Nabi sebagai salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan untuk mengenang Rasulullah SAW pada bulan Rabiul Awal.
Mengikuti Keteladanan Akhlak Rasulullah SAW
Amalan yang tidak kalah penting adalah meneladani akhlak Rasulullah SAW. Sebab, mencintai Nabi bukan hanya dengan memperbanyak ucapan shalawat, tetapi juga berusaha mengikuti petunjuk dan perilaku beliau.
Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang jujur, amanah, penyayang, rendah hati, sabar, dan adil. Karena itu, momentum Rabiul Awal sebaiknya mendorong kita untuk melakukan perubahan nyata.
Misalnya, seseorang yang sebelumnya mudah marah dapat belajar mengendalikan emosinya. Orang yang sering berkata kasar dapat berusaha memperbaiki lisannya. Seorang Muslim yang masih kurang memperhatikan keluarganya dapat belajar menjadi lebih penyayang. Demikian pula dalam urusan pekerjaan, perdagangan, dan hubungan sosial, kita dapat berusaha meneladani sifat amanah Rasulullah SAW.
Dengan demikian, Ibadah di Bulan Rabiul Awal tidak hanya berbentuk ibadah ritual, tetapi juga tercermin dalam perubahan akhlak dan perilaku sehari-hari.
Bersedekah dan Membantu Sesama
Sedekah merupakan amal saleh yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rabiul Awal dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial.
Kita dapat memberikan makanan kepada tetangga, membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, membantu orang yang sedang mengalami kesulitan, atau memberikan bantuan sesuai kemampuan. Tidak perlu menunggu memiliki harta yang banyak karena sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan.
Apabila dalam rangka memperingati Maulid Nabi diadakan kegiatan sosial, kegiatan tersebut dapat diisi dengan hal-hal yang bermanfaat, seperti santunan, pembagian makanan, pengajian, pendidikan keagamaan, dan kegiatan kemasyarakatan.
Dengan cara tersebut, kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diwujudkan dalam bentuk kepedulian kepada sesama.
Mengikuti Majelis Ilmu dan Kajian Keislaman
Rabiul Awal juga dapat diisi dengan menghadiri majelis ilmu. Kajian tentang sirah Nabi, hadis, akhlak, fikih, Al-Qur'an, dan pendidikan keluarga dapat membantu kita meningkatkan pemahaman agama.
Majelis ilmu juga menjadi sarana untuk mengoreksi pemahaman yang kurang tepat. Dalam beribadah, seorang Muslim sebaiknya tidak hanya bersemangat, tetapi juga berusaha mengetahui dasar dan tata cara ibadah tersebut.
Semangat beragama akan menjadi lebih baik apabila disertai ilmu. Dengan ilmu, kita dapat membedakan mana ibadah yang memiliki tuntunan jelas, mana amalan yang bersifat umum, serta mana perkara yang masih menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama.
Bagaimana Hukum Memperingati Maulid Nabi?
Pembahasan mengenai Maulid Nabi perlu disampaikan secara proporsional karena terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama dan organisasi Islam.
Sebagian ulama membolehkan peringatan Maulid sebagai sarana mengekspresikan kecintaan kepada Rasulullah SAW selama kegiatan tersebut diisi dengan hal-hal yang sesuai dengan syariat, seperti membaca Al-Qur'an, bershalawat, mempelajari sirah, bersedekah, dan menyampaikan nasihat agama.
Di sisi lain, terdapat ulama yang tidak menganggap peringatan Maulid sebagai ibadah khusus yang dicontohkan secara langsung oleh Rasulullah SAW dan para sahabat. Karena itu, persoalan ini sebaiknya disikapi dengan ilmu dan saling menghormati.
Majelis Tarjih Muhammadiyah, misalnya, menjelaskan bahwa tidak ditemukan dalil yang secara langsung memerintahkan penyelenggaraan Maulid, tetapi juga tidak ditemukan dalil yang secara eksplisit melarangnya; karenanya persoalan tersebut dipandang berada dalam wilayah ijtihadiyah, dengan catatan kegiatan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan syariat.
Dengan memahami perbedaan tersebut, kita tidak perlu menjadikan Rabiul Awal sebagai alasan untuk saling menyalahkan. Umat Islam dapat mengutamakan persaudaraan, menghormati perbedaan fikih, dan tetap berpegang kepada Al-Qur'an serta sunnah.
Hindari Mengkhususkan Ibadah Tanpa Dalil yang Jelas
Hal penting lainnya dalam Ibadah di Bulan Rabiul Awal adalah tidak mudah menyandarkan suatu amalan kepada Nabi Muhammad SAW apabila dalilnya belum jelas.
Semangat beribadah memang sangat baik, tetapi ibadah juga harus dilakukan dengan ilmu. Tidak semua amalan yang beredar di masyarakat memiliki dasar hadis yang kuat. Oleh sebab itu, sebelum meyakini bahwa suatu ibadah memiliki keutamaan khusus pada tanggal tertentu di Rabiul Awal, sebaiknya kita mencari penjelasan dari sumber keislaman yang terpercaya.
Prinsip ini bukan berarti mengurangi kecintaan kepada Nabi. Justru kehati-hatian dalam beragama merupakan bentuk tanggung jawab seorang Muslim agar tidak menyandarkan sesuatu kepada Rasulullah SAW tanpa dasar.
Kita dapat memilih amalan yang landasannya jelas: salat wajib, salat sunnah, membaca Al-Qur'an, berdzikir, bershalawat, bersedekah, puasa sunnah, menuntut ilmu, memperbaiki akhlak, dan berbagai amal saleh lainnya.
Contoh Amalan Rabiul Awal dalam Kehidupan Sehari-hari
Agar lebih mudah diterapkan, berikut contoh kegiatan yang dapat dilakukan selama Rabiul Awal:
Menjaga salat lima waktu tepat waktu.
Memperbanyak membaca Al-Qur'an.
Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Melaksanakan puasa sunnah Senin dan Kamis sesuai kemampuan.
Membaca sirah dan hadis Nabi.
Mengikuti kajian keislaman.
Bersedekah kepada orang yang membutuhkan.
Memperbaiki hubungan dengan orang tua dan keluarga.
Memperbanyak dzikir dan doa.
Berusaha meninggalkan kebiasaan buruk.
Mengajarkan kisah Rasulullah SAW kepada anak-anak.
Meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sosial.
Daftar tersebut menunjukkan bahwa Ibadah di Bulan Rabiul Awal sebenarnya dapat dilakukan dengan berbagai cara. Kita tidak harus mencari ritual yang rumit. Amal sederhana yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan justru dapat menjadi bagian penting dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menjadikan Rabiul Awal sebagai Momentum Perubahan
Rabiul Awal sebaiknya tidak hanya menjadi bulan ketika kita banyak mendengar kisah tentang Rasulullah SAW. Lebih jauh, bulan ini dapat menjadi titik awal perubahan diri.
Setelah membaca perjalanan hidup Nabi, kita dapat bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kita menjaga salat? Sudahkah kita memperbaiki akhlak? Sudahkah kita menjaga lisan dari ghibah dan fitnah? Sudahkah kita memperlakukan keluarga dengan baik? Sudahkah kita menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu orang lain?
Pertanyaan tersebut penting karena tujuan mempelajari kehidupan Rasulullah SAW adalah agar kita memperoleh teladan untuk menjalani kehidupan sesuai ajaran Islam.
Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW idealnya berlangsung sepanjang hidup, bukan hanya pada Rabiul Awal. Shalawat, mengikuti sunnah, membaca Al-Qur'an, menjaga akhlak, dan melakukan amal saleh harus terus dilaksanakan kapan pun dan di mana pun.
Pada akhirnya, Ibadah di Bulan Rabiul Awal dapat diisi dengan berbagai amal saleh yang memiliki dasar dalam ajaran Islam. Kita dapat memperbanyak shalawat, melaksanakan puasa sunnah seperti puasa Senin, membaca Al-Qur'an, mempelajari sirah Nabi Muhammad SAW, menghadiri majelis ilmu, bersedekah, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan berusaha meneladani akhlak Rasulullah SAW. Kementerian Agama RI juga memasukkan puasa, shalawat, serta kegiatan mengenang dan mempelajari kehidupan Nabi sebagai amalan yang dapat dilakukan pada bulan Rabiul Awal.
Adapun mengenai peringatan Maulid Nabi, umat Islam perlu menyikapinya dengan bijaksana karena terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama. Bagi yang melaksanakannya, hendaknya memastikan kegiatan tersebut berisi hal-hal yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat. Bagi yang memiliki pandangan berbeda, hendaknya tetap menjaga adab dan persaudaraan sesama Muslim.
Yang terpenting, momentum Rabiul Awal hendaknya membuat kecintaan kita kepada Rasulullah SAW semakin kuat dan mendorong kita untuk mengikuti ajaran beliau. Sebab, bukti cinta kepada Nabi bukan hanya dengan mengenang kelahiran beliau, tetapi juga dengan berusaha menjalankan sunnah, memperbaiki akhlak, memperbanyak amal saleh, dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan. Semoga Allah SWT memberikan kita kemampuan untuk mencintai Nabi Muhammad SAW dengan benar, mengikuti petunjuknya, dan memperoleh syafaat beliau kelak. Wallahu a'lam bish-shawab.
18/08/2026 | admin
Rabiul Awal, Bulan Kelahiran dan Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Rabiul awal merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriyah setelah bulan Muharram dan bulan Safar. Di bulan ini juga sosok penutup nabi dan rasul, Muhammad saw lahir ke dunia. Rasulullah saw lahir pada 12 Rabiul Awal.
Terdapat beberapa keutamaan dari bulan Rabiul Awal atau bulan Maulid, sebagai berikut:
1. Bulan kelahiran dan wafatnya Nabi Muhammad SAW
Bulan Rabiul Awal dianggap sebagai bulan yang mulia dikarenakan sosok Sang Pencerah, Nabi Muhammad SAW lahir ke dunia, tepatnya di kota Mekkah Al-Mukarramah pada Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah atau 571 masehi. Kelahiran baginda Rasul di bulan ini sangatlah menarik, sebab bulan Rabiul Awal dianggap sebagai bulan yang penuh dengan bunga dan turunnya hujan di padang pasir. Dalam artian, lahirnya Nabi Muhammad SAW ibarat sebuah isyarat bahwa akan ada sosok penyubur di tengah gersangnya peradaban masyarakat jahiliyyah saat itu.
Rasulullah SAW juga wafat pada hari, tanggal, dan bulan yang sama. Tidak ada manusia yang lahir dan wafatnya bersamaan seperti Rasulullah SAW, maka dari itulah Maulid Nabi SAW diperingati. Meskipun hari lahir dan wafatnya bersamaan, namun pada 12 Rabiul Awal, umat Islam tetap merayakan hari kelahiran Nabi, bukan memperingati wafatnya. Hal ini dikarenakan kelahiran Rasulullah SAW merupakan anugerah dari Allah yang patut disyukuri oleh umat manusia, dan kepergiannya patut ditangisi.
2. Bulan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah
Selain menjadi bulan kelahiran dan wafatnya Nabi Muhammad SAW, Rabiul Awal juga menjadi bulan di mana baginda Rasul melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah. Hijrah tersebut dilakukan Nabi Muhammad SAW atas perintah Allah SWT sebagai upaya untuk menghindari penindasan oleh kaum kafir Quraisy terhadap beliau yang sedang berjuang menyebarkan dakwah Islam. Perjalanan Rasulullah SAW saat hijrah tidaklah mudah, namun beliau senantiasa bersabar, ikhlas, dan bertawakal kepada Allah.
3. Bulan perayaan Maulid Nabi
Perayaan Maulid Nabi pada 12 Rabiul Awal menjadi salah satu tradisi yang diadakan oleh umat muslim sebagai bentuk rasa gembira sekaligus penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Kegiatan Maulid Nabi biasa diisi membaca Al-Quran, bershalawat, berzikir, melantunkan doa kepada Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabat, serta berbagi makanan. Kecintaan umat muslim terhadap Rasulullah SAW juga merupakan cerminan dari kecintaan kepada Allah SWT.
Sebagaimana yang tercantum dalam Surah Al-Ahzab ayat 56 berikut:
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
4. Disunahkan memperbanyak shalawat
Salah satu keistimewaan dari bulan Rabiul Awal ialah menjadi bulannya shalawat. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk banyak bershalawat demi memperoleh keberkahan dan ridha Allah SWT di Hari Kiamat.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali, maka Allah mengucapkan shawalat kepadanya 10 kali." (HR. Muslim No. 408).
Mari kita memanfaatkan momentum bulan Rabiul Awal dengan berbagai amalan baik. Salah satunya dengan menunaikan zakat, infak dan sedekah melalui BAZNAS Jabar dengan mengakses tautan ini Insya Allah kebaikan kita mendatangkan syafaat dari nabi Muhammad SAW di akhirat kelak.
18/08/2026 | admin
BAZNAS TV
Rihlah Muharram BAZNAS DIY 1448 H
Penulis: admin
BAZNAS DIY
Penulis: admin













