WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

Rumah Hangus Dilalap Api, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan untuk Pak Peppy
Rumah Hangus Dilalap Api, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan untuk Pak Peppy
YOGYAKARTA — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) menyalurkan bantuan kepada Bapak Peppy, warga Pilahan, Rejowinangun, yang menjadi korban musibah kebakaran. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS DIY sekaligus upaya membantu meringankan beban keluarga yang terdampak musibah. Kebakaran yang menimpa rumah Bapak Peppy terjadi setelah kobaran api dari pembakaran sampah yang dilakukan tanpa pengawasan membesar dan merambat ke gudang barang bekas di sekitar lokasi. Api kemudian menyambar rumah Bapak Peppy hingga mengakibatkan bangunan rumah hangus terbakar dan tidak tersisa. Musibah tersebut mengakibatkan kerugian besar bagi keluarga Bapak Peppy. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung dan berkumpul bersama keluarga harus kehilangan tempat tinggal akibat dilalap api. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS DIY hadir untuk memberikan dukungan kepada keluarga terdampak. Bantuan disalurkan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah, sekaligus menjadi bagian dari komitmen BAZNAS DIY dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban Bapak Peppy dan keluarga dalam menghadapi kondisi pascakebakaran. Meskipun tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi keluarga untuk bangkit kembali. Bapak Peppy menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS DIY dan para muzaki yang telah memberikan bantuan serta kepedulian kepada dirinya dan keluarga. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi dukungan dalam menjalani masa pemulihan setelah musibah kebakaran yang menimpa rumahnya. “Terima kasih kepada BAZNAS DIY dan para muzaki yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami setelah mengalami musibah kebakaran. Semoga kebaikan dan kepedulian yang diberikan mendapatkan balasan dari Allah SWT,” ungkap Bapak Peppy. BAZNAS DIY juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, termasuk pembakaran sampah. Pembakaran sampah sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dan memperhatikan kondisi lingkungan agar tidak menimbulkan risiko bagi keselamatan masyarakat maupun lingkungan sekitar. Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS DIY kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika warga menghadapi musibah dan membutuhkan dukungan. Kepedulian dan kebersamaan diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi keluarga korban untuk melewati masa sulit. BAZNAS DIY mengucapkan terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang telah menitipkan amanah melalui BAZNAS DIY. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat dan membantu saudara-saudara yang membutuhkan.
16/09/2026 | admin
Rumah Hangus Dilalap Api, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan untuk Pak Peppy
Rumah Hangus Dilalap Api, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan untuk Pak Peppy
YOGYAKARTA — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) menyalurkan bantuan kepada Bapak Peppy, warga Pilahan, Rejowinangun, yang menjadi korban musibah kebakaran. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS DIY sekaligus upaya membantu meringankan beban keluarga yang terdampak musibah. Kebakaran yang menimpa rumah Bapak Peppy terjadi setelah kobaran api dari pembakaran sampah yang dilakukan tanpa pengawasan membesar dan merambat ke gudang barang bekas di sekitar lokasi. Api kemudian menyambar rumah Bapak Peppy hingga mengakibatkan bangunan rumah hangus terbakar dan tidak tersisa. Musibah tersebut mengakibatkan kerugian besar bagi keluarga Bapak Peppy. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung dan berkumpul bersama keluarga harus kehilangan tempat tinggal akibat dilalap api. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS DIY hadir untuk memberikan dukungan kepada keluarga terdampak. Bantuan disalurkan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah, sekaligus menjadi bagian dari komitmen BAZNAS DIY dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban Bapak Peppy dan keluarga dalam menghadapi kondisi pascakebakaran. Meskipun tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi keluarga untuk bangkit kembali. Bapak Peppy menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS DIY dan para muzaki yang telah memberikan bantuan serta kepedulian kepada dirinya dan keluarga. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi dukungan dalam menjalani masa pemulihan setelah musibah kebakaran yang menimpa rumahnya. “Terima kasih kepada BAZNAS DIY dan para muzaki yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami setelah mengalami musibah kebakaran. Semoga kebaikan dan kepedulian yang diberikan mendapatkan balasan dari Allah SWT,” ungkap Bapak Peppy. BAZNAS DIY juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, termasuk pembakaran sampah. Pembakaran sampah sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dan memperhatikan kondisi lingkungan agar tidak menimbulkan risiko bagi keselamatan masyarakat maupun lingkungan sekitar. Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS DIY kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika warga menghadapi musibah dan membutuhkan dukungan. Kepedulian dan kebersamaan diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi keluarga korban untuk melewati masa sulit. BAZNAS DIY mengucapkan terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang telah menitipkan amanah melalui BAZNAS DIY. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat dan membantu saudara-saudara yang membutuhkan.
16/09/2026 | admin
Amalan Bulan Rabiul Awal: Sunnah dan Kebiasaan Baik yang Dianjurkan
Amalan Bulan Rabiul Awal: Sunnah dan Kebiasaan Baik yang Dianjurkan
Bulan Rabiul Awal merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang memiliki makna penting bagi umat Islam. Bulan ini dikenal sebagai bulan yang berkaitan erat dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Karena itu, Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk mengenal Rasulullah SAW, memperkuat kecintaan kepada beliau, serta meneladani akhlak dan ajarannya. Pada dasarnya, tidak terdapat ibadah khusus yang diwajibkan hanya karena memasuki Rabiul Awal. Namun, umat Islam tetap dapat mengisinya dengan berbagai amal saleh yang dianjurkan secara umum, seperti memperbanyak shalawat, membaca Al-Qur'an, berdoa dan berzikir, mempelajari sirah Nabi, memperbaiki akhlak, serta bersedekah. Keutamaan Bulan Rabiul Awal Rabiul Awal memiliki makna penting dalam sejarah umat Islam karena dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai tanggal kelahiran beliau, bulan ini dapat menjadi momentum untuk mengingat perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu...” (QS. Al-Ahzab: 21) Ayat tersebut mengingatkan umat Islam untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan. Kecintaan kepada beliau dapat diwujudkan melalui sikap jujur, amanah, peduli kepada sesama, dan berusaha memperbaiki akhlak. Amalan Sunnah yang Bisa Dilakukan Ada berbagai amalan yang dapat dilakukan selama Rabiul Awal sebagai bentuk ibadah dan kebaikan. 1. Memperbanyak Membaca Shalawat Membaca shalawat merupakan amalan yang dapat dilakukan untuk menunjukkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 56: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” Shalawat dapat dibaca kapan saja dan menjadi pengingat untuk mencintai serta mengikuti keteladanan Rasulullah SAW. 2. Mempelajari Sirah Nabi Muhammad SAW Rabiul Awal dapat menjadi waktu untuk mempelajari perjalanan kehidupan Rasulullah SAW. Melalui sirah, umat Islam dapat mengetahui perjuangan Nabi dalam menyampaikan risalah Islam dan mengambil pelajaran dari akhlak beliau untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 3. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an Membaca Al-Qur'an merupakan amalan yang dapat dilakukan kapan saja. Umat Islam dapat memanfaatkan Rabiul Awal untuk meningkatkan rutinitas membaca dan memahami Al-Qur'an. Membaca beberapa ayat secara konsisten juga dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun kebiasaan baik. 4. Memperbanyak Doa dan Zikir Memperbanyak doa dan zikir dapat menjadi cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui doa, umat Islam dapat memohon ampunan, perlindungan, keberkahan, serta kekuatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. 5. Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Mengenang Rasulullah SAW akan lebih bermakna apabila diwujudkan melalui perilaku. Menjaga perkataan, bersikap jujur, menepati janji, menghormati orang lain, dan membantu mereka yang membutuhkan merupakan contoh sederhana dalam meneladani akhlak Rasulullah SAW. Menjadikan Sedekah sebagai Amalan Bulan Rabiul Awal Selain memperbanyak ibadah, Rabiul Awal dapat diisi dengan meningkatkan kepedulian kepada sesama melalui sedekah. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 261: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.” Sedekah dapat menjadi bentuk nyata kepedulian kepada sesama. Melalui sedekah, seseorang dapat membantu meringankan beban orang lain sekaligus melatih rasa syukur. Sedekah tidak harus dalam jumlah besar. Setiap orang dapat berbagi sesuai kemampuan dengan niat yang ikhlas. Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk memulai kebiasaan bersedekah yang terus dilakukan pada bulan-bulan berikutnya. Lengkapi Amalan Rabiul Awal dengan Bersedekah melalui BAZNAS DIY Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui ibadah, perbaikan akhlak, dan kepedulian kepada sesama. Salurkan sedekah melalui kanal resmi BAZNAS DIY dan jadikan kebiasaan berbagi sebagai bagian dari upaya meneladani nilai kepedulian yang diajarkan Rasulullah SAW. Lengkapi amalan Rabiul Awal Anda dan bersedekah melalui BAZNAS DIY dengan klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS DIY Mari isi Rabiul Awal dengan kebaikan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memberikan manfaat bagi sesama. Mulai dari hal sederhana, lakukan dengan ikhlas, dan jadikan kebaikan sebagai kebiasaan yang terus berlanjut.
13/09/2026 | admin

Agenda Pimpinan

Kepercayaan Masyarakat Menguat, BAZNAS DIY Himpun Rp10,43 Miliar hingga Agustus 2026
Kepercayaan Masyarakat Menguat, BAZNAS DIY Himpun Rp10,43 Miliar hingga Agustus 2026
YOGYAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) mencatat capaian positif dalam penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Hingga akhir Agustus, total dana yang berhasil dihimpun BAZNAS DIY mencapai Rp10.435.080.940. Hal tersebut disampaikan H. Ahmad Lutfi SS. MA (Wakil Ketua IV BAZNAS DIY) dalam Pengajian Pejabat dan Aparat, Selasa 9 September 2026 di Istana Kepresidenan Yogyakarta yang menjadi salah satu momentum BAZNAS DIY untuk menyampaikan laporan pengelolaan dan penghimpunan dana ZIS-DSKL kepada para pemangku kepentingan, khususnya para pegawai ASN melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta masyarakat DIY secara umum. Khusus pada Agustus 2026, penerimaan ZIS-DSKL BAZNAS DIY yang tercatat dalam neraca (on balance sheet) mencapai Rp719.296.848. Angka tersebut terdiri atas zakat perorangan sebesar Rp441.190.764, zakat badan Rp5.000.000, infak Rp83.618.695, infak terikat Rp188.302.389, serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) sebesar Rp1.185.000. Selain itu, BAZNAS DIY juga mencatat penerimaan non-neraca (off balance sheet) sebesar Rp17.442.800. Dengan demikian, total penghimpunan on balance sheet dan off balance sheet pada Agustus 2026 mencapai Rp736.739.648. Capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan masyarakat, para muzaki, munfik, serta seluruh mitra BAZNAS DIY yang terus mempercayakan pengelolaan dana ZIS-DSKL kepada BAZNAS DIY. Dana yang berhasil dihimpun selanjutnya disalurkan kepada para penerima manfaat sesuai dengan ketentuan asnaf melalui lima program strategis BAZNAS DIY, yakni DIY Takwa, DIY Sehat, DIY Sejahtera, DIY Peduli, dan DIY Cerdas. Program DIY Takwa berfokus pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan peningkatan kualitas kehidupan spiritual masyarakat. Sementara DIY Sehat diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok kurang mampu. Selanjutnya, DIY Sejahtera merupakan program pemberdayaan ekonomi yang bertujuan mendorong kemandirian mustahik melalui penguatan usaha produktif. DIY Peduli hadir melalui berbagai program kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat maupun kesulitan sosial. Adapun DIY Cerdas berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan di bidang pendidikan. Donasi Gempa NTT Capai Rp211,29 Juta Selain menjalankan program rutin, BAZNAS DIY juga terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Hingga saat ini, BAZNAS DIY masih membuka penghimpunan donasi bagi saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi. Hingga saat ini, dana yang berhasil dihimpun untuk membantu masyarakat terdampak gempa NTT telah mencapai Rp211.298.624. Dana tersebut merupakan hasil kepedulian dan gotong royong masyarakat serta dukungan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. BAZNAS DIY berharap dukungan dan partisipasi masyarakat dapat terus mengalir sehingga semakin banyak bantuan yang dapat disalurkan kepada masyarakat terdampak. Penghimpunan donasi tersebut sekaligus menjadi wujud nyata semangat kepedulian dan gotong royong dalam membantu sesama. Di sisi lain, BAZNAS DIY terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Para pemangku kepentingan juga diajak berpartisipasi aktif dalam menggerakkan sosialisasi cinta zakat di berbagai lapisan masyarakat, salah satunya melalui pembentukan UPZ dan layanan konsultasi ZIS. Masyarakat dapat memperoleh informasi serta memanfaatkan kemudahan layanan pembayaran ZIS melalui Kantor Digital BAZNAS DIY dan berbagai kanal media sosial resmi BAZNAS DIY. Melalui dukungan para muzaki, munfik, masyarakat, pemerintah, dan seluruh mitra, BAZNAS DIY berkomitmen untuk terus mengelola dan menyalurkan dana ZIS-DSKL secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Dengan semangat kepedulian dan pemberdayaan, BAZNAS DIY terus berupaya hadir sebagai “Lembaga utama menyejahterakan umat yang profesional dan terpercaya.” BAZNAS DIY menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki dan munfik yang telah menunaikan ZIS-DSKL melalui BAZNAS DIY. Semoga setiap harta yang disalurkan menjadi amal yang penuh keberkahan, serta menjadi pembersih dan penyuci harta bagi para muzaki dan munfik.

09-09-2026 | admin

Perkuat Pelayanan Mustahik, Waka BAZNAS RI Kunjungi Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta
Perkuat Pelayanan Mustahik, Waka BAZNAS RI Kunjungi Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta
YOGYAKARTA — Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. melakukan kunjungan ke Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Yogyakarta, Rabu (26/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya para mustahik. Kedatangan Waka BAZNAS RI disambut langsung oleh Ketua BAZNAS DIY Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., Pimpinan RSB Yogyakarta dr. Andriani, serta jajaran BAZNAS dan RSB. Turut hadir Drs. H. Damanhuri, Drs. H. Syahroini Djamil, H. Suhartadi Prasojo, S.E., H. Nur Aziz, S.Psi., M.Ec., Dev., serta Ketua BAZNAS Bantul H. Sugeng Prihatin, S.H. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau berbagai layanan dan fasilitas RSB Yogyakarta sekaligus berdiskusi mengenai penguatan pelayanan kesehatan berbasis zakat. RSB Yogyakarta merupakan salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat secara nyata, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan. Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS DIY, dan BAZNAS Kabupaten Bantul dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi mustahik serta memperluas kebermanfaatan zakat bagi masyarakat.

26-08-2026 | admin

BAZNAS DIY dan Pemda DIY Bersinergi Bantu Mahasiswa serta Warga NTT Terdampak Gempa
BAZNAS DIY dan Pemda DIY Bersinergi Bantu Mahasiswa serta Warga NTT Terdampak Gempa
Yogyakarta, 19 Agustus 2026 — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) DIY berkomitmen untuk membantu masyarakat dan mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan yang berlangsung di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Rabu (19/8). Bantuan diserahkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Ketua BAZNAS DIY Dra. Hj. Puji Astuti M.Si, serta pimpinan Bank Indonesia (BI) dan OJK Perwakilan DIY. Bantuan yang disalurkan meliputi Rp1 miliar untuk Pemda NTT, obat-obatan senilai Rp38 juta, bantuan keuangan sebesar Rp90 juta yang dihimpun dari BI, OJK, Bank BPD, FKIJK, dan BMPD DIY, serta bantuan bahan pokok berupa beras dan telur bagi mahasiswa asal NTT yang terdampak gempa. Selain bantuan tersebut, Pemda DIY juga akan menerbitkan Surat Edaran Gubernur untuk penggalangan dana dari ASN yang selanjutnya akan dikoordinasikan bersama BAZNAS DIY. Langkah ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam memperluas dukungan kemanusiaan bagi para korban bencana. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa perhatian terhadap mahasiswa asal daerah lain yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta merupakan bagian dari tradisi Pemda DIY dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Menurut Sultan, bantuan tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan tanggap darurat, tetapi juga memastikan mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala kondisi pascabencana. “Nah kita akan bicara living cost dan mendapatkan kemudahan akses tetap bisa melanjutkan pendidikan di tempat itu. Itu selalu kita lakukan hal yang sama,” kata Sultan HB X di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Rabu (19/8). BAZNAS DIY turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa, baik mahasiswa yang berada di DIY maupun masyarakat korban bencana di NTT. Melalui semangat kepedulian dan gotong royong, bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban para korban serta menjadi penguat bagi mahasiswa asal NTT agar tetap dapat melanjutkan pendidikan dan menata kembali kehidupannya. Mari ulurkan tangan untuk saudara kita korban gempa di Nusa Tenggara Timur.Duka mereka adalah duka kita bersama. Setiap bantuan yang diberikan menjadi bentuk kepedulian dan harapan bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit. ???? Rekening Donasi BAZNAS DIY:CIMB Niaga Syariah: 8600-0462-3500Bank BPD DIY: 006-111-000800Tambahkan kode unik 096 di belakang nominal transfer, contoh: Rp100.096. ???? Donasi online: diy.baznas.go.id/sedekah???? Konfirmasi & Layanan BAZNAS DIY: 0852-2122-2616 BAZNAS DIY — Zakat Menguatkan Indonesia.

19-08-2026 | admin

Berita Pendistribusian

Rumah Hangus Dilalap Api, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan untuk Pak Peppy
Rumah Hangus Dilalap Api, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan untuk Pak Peppy
YOGYAKARTA — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) menyalurkan bantuan kepada Bapak Peppy, warga Pilahan, Rejowinangun, yang menjadi korban musibah kebakaran. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS DIY sekaligus upaya membantu meringankan beban keluarga yang terdampak musibah. Kebakaran yang menimpa rumah Bapak Peppy terjadi setelah kobaran api dari pembakaran sampah yang dilakukan tanpa pengawasan membesar dan merambat ke gudang barang bekas di sekitar lokasi. Api kemudian menyambar rumah Bapak Peppy hingga mengakibatkan bangunan rumah hangus terbakar dan tidak tersisa. Musibah tersebut mengakibatkan kerugian besar bagi keluarga Bapak Peppy. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung dan berkumpul bersama keluarga harus kehilangan tempat tinggal akibat dilalap api. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS DIY hadir untuk memberikan dukungan kepada keluarga terdampak. Bantuan disalurkan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah, sekaligus menjadi bagian dari komitmen BAZNAS DIY dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban Bapak Peppy dan keluarga dalam menghadapi kondisi pascakebakaran. Meskipun tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi keluarga untuk bangkit kembali. Bapak Peppy menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS DIY dan para muzaki yang telah memberikan bantuan serta kepedulian kepada dirinya dan keluarga. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi dukungan dalam menjalani masa pemulihan setelah musibah kebakaran yang menimpa rumahnya. “Terima kasih kepada BAZNAS DIY dan para muzaki yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami setelah mengalami musibah kebakaran. Semoga kebaikan dan kepedulian yang diberikan mendapatkan balasan dari Allah SWT,” ungkap Bapak Peppy. BAZNAS DIY juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, termasuk pembakaran sampah. Pembakaran sampah sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dan memperhatikan kondisi lingkungan agar tidak menimbulkan risiko bagi keselamatan masyarakat maupun lingkungan sekitar. Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS DIY kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika warga menghadapi musibah dan membutuhkan dukungan. Kepedulian dan kebersamaan diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi keluarga korban untuk melewati masa sulit. BAZNAS DIY mengucapkan terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang telah menitipkan amanah melalui BAZNAS DIY. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat dan membantu saudara-saudara yang membutuhkan.
16/09/2026 | admin
Dari Mebel hingga Tani Bawang, BAZNAS DIY Dukung Usaha 17 Ustadz dan Ustadzah
Dari Mebel hingga Tani Bawang, BAZNAS DIY Dukung Usaha 17 Ustadz dan Ustadzah
Yogyakarta, 15 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Kali ini, BAZNAS DIY memberikan bantuan kepada 17 ustadz dan ustadzah di DIY yang memiliki berbagai usaha dan aktivitas ekonomi produktif. Bantuan tersebut diberikan kepada para penerima manfaat yang menjalankan beragam usaha, di antaranya pengerajin kayu dan mebel, kantin santri, angkringan, penjual telur asin dan peyek kacang, petani bawang merah, serta sejumlah usaha produktif lainnya. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp51 juta. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua II BAZNAS DIY, H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D., kepada perwakilan penerima manfaat. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS DIY, Selasa (15/9/2026). Bantuan ini diharapkan dapat menjadi tambahan modal bagi para ustadz dan ustadzah untuk mengembangkan usaha yang telah dijalankan. Selain membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, dukungan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat keberlangsungan aktivitas dakwah dan pendidikan keagamaan yang selama ini mereka jalankan di tengah masyarakat. H. Jazilus Sakhok menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu bagian penting dalam pendayagunaan zakat. Menurutnya, zakat tidak hanya hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mendorong penerima manfaat agar semakin mandiri dan memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan. “Melalui bantuan ini, kami berharap para ustadz dan ustadzah dapat mengembangkan usaha yang sudah dijalankan sehingga semakin produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan keberkahan,” ujarnya. Program pemberdayaan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian BAZNAS DIY kepada para ustadz dan ustadzah yang memiliki peran penting dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat. Dengan dukungan zakat yang dikelola secara tepat sasaran, diharapkan para penerima manfaat dapat terus menjalankan peran sosial dan keagamaannya sekaligus membangun kemandirian ekonomi. BAZNAS DIY mengajak masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian dan menunaikan zakat melalui lembaga yang amanah dan profesional. Setiap zakat yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas serta membantu masyarakat menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
15/09/2026 | admin
Alirkan Kepedulian, BAZNAS DIY dan BTB DIY Salurkan 25.000 Liter Air Bersih ke S
Alirkan Kepedulian, BAZNAS DIY dan BTB DIY Salurkan 25.000 Liter Air Bersih ke S
Gunungkidul – Musim kemarau kembali membawa tantangan bagi masyarakat di sejumlah wilayah Gunungkidul. Salah satunya warga Serut yang setiap tahun menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS DIY bersama BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) DIY mendistribusikan sebanyak 25.000 liter air bersih kepada warga di wilayah Serut, Gunungkidul (22/8/2026). Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang mengalami kesulitan air selama musim kemarau. Suwanti, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan air bersih dari BAZNAS DIY dan BTB DIY. “Alhamdulillah, bantuan air bersih ini sangat membantu kami. Serut merupakan daerah yang setiap musim kemarau mengalami kekeringan. Saat sumber air mulai mengering, warga harus mencari bahkan membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti minum, memasak, mandi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” ujarnya. Bagi warga, air bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi menjadi kebutuhan utama yang sangat menentukan keberlangsungan aktivitas mereka. Tidak jarang, warga harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air atau mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih. Distribusi air bersih yang dilakukan BAZNAS DIY dan BTB DIY menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak kekeringan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air warga sekaligus mengurangi beban ekonomi yang muncul akibat sulitnya mendapatkan air bersih. Melalui program kemanusiaan ini, BAZNAS DIY terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Penyaluran air bersih juga menjadi bagian dari ikhtiar untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi kemarau. ???? ALIRKAN AIR, ALIRKAN PAHALA Bagi saudara kita yang menghadapi kekeringan, setetes air begitu berarti untuk minum, memasak, beribadah, dan menjalani kehidupan. ???? Mari alirkan kebaikan melalui Sedekah Air. Sedekah Air, hadirkan kehidupan. ???? Tunaikan melalui rekening: ???? BSI 309-12-2019-8 ???? Tambahkan kode unik 091 di belakang nominal transfer untuk memudahkan verifikasi. Setetes air dari kita, sejuta harapan bagi mereka. ????
23/08/2026 | admin

Artikel Terbaru

Keutamaan Bulan Rabiul Awal dan Keistimewaannya bagi Umat Islam
Keutamaan Bulan Rabiul Awal dan Keistimewaannya bagi Umat Islam
Bulan Rabiul Awal merupakan salah satu bulan yang memiliki makna penting bagi umat Islam. Pada bulan ini, umat Muslim kembali mengenang perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, termasuk kelahiran, perjuangan dakwah, keteladanan, hingga wafatnya Rasulullah SAW. Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kecintaan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui selawat dan peringatan Maulid Nabi, tetapi juga dengan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuk keteladanan tersebut adalah memperbanyak kebaikan dan meningkatkan kepedulian kepada sesama. Dengan berbagi, umat Islam dapat menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan sekaligus menjadikan Rabiul Awal sebagai momentum untuk menghidupkan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW. Makna Bulan Ketiga dalam Kalender Hijriah Rabiul Awal merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriah, setelah Muharam dan Safar. Nama Rabiul Awal berasal dari kata Rabi yang berkaitan dengan musim semi dan Awal yang berarti pertama. Bagi umat Islam, Rabiul Awal memiliki makna yang erat dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Bulan ini menjadi kesempatan untuk kembali mempelajari sirah, perjuangan, serta akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan. Keteladanan Rasulullah SAW dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk kebaikan, seperti menjaga hubungan dengan sesama, membantu orang yang mengalami kesulitan, serta berbagi sebagian rezeki kepada mereka yang membutuhkan. Dengan menjadikan Rabiul Awal sebagai momentum memperbanyak kebaikan, umat Islam dapat meneruskan nilai kepedulian dan kasih sayang yang diajarkan Rasulullah SAW. Peristiwa Penting di Bulan Rabiul Awal Rabiul Awal dikenal sebagai bulan yang berkaitan dengan sejumlah peristiwa penting dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah kelahiran Rasulullah SAW yang kemudian menjadi momentum yang dikenal luas sebagai Maulid Nabi. Tanggal 12 Rabiul Awal merupakan pendapat yang populer mengenai waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW, meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai tanggal pastinya. Selain kelahiran Rasulullah SAW, Rabiul Awal juga berkaitan dengan perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW menuju Madinah serta wafatnya beliau. Berbagai peristiwa tersebut menjadikan Rabiul Awal sebagai bulan untuk kembali mengingat perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW. Namun, mengenang kehidupan beliau tidak cukup hanya dengan mengetahui kisahnya. Nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW juga dapat diterapkan melalui perbuatan nyata, salah satunya dengan membantu dan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Memaknai Keistimewaan Rabiul Awal dengan Kebaikan Rabiul Awal dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperbanyak amal kebaikan. Memperbanyak selawat, mempelajari kehidupan Rasulullah SAW, menjaga silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama merupakan beberapa cara yang dapat dilakukan. Tidak terdapat ketentuan khusus yang menjadikan sedekah di bulan Rabiul Awal memiliki keutamaan tertentu dibandingkan bulan lainnya. Namun, memperbanyak kebaikan dan membantu sesama tetap menjadi amalan yang dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan kemampuan. Berbagi tidak harus dimulai dari jumlah yang besar. Sebagian rezeki yang disisihkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Ketika kebaikan dikelola dan disalurkan dengan baik, manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak mustahik. Karena itu, momentum Rabiul Awal dapat menjadi pengingat untuk membangun kebiasaan berbagi sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Jadikan Keistimewaan Rabiul Awal sebagai Momentum Berbagi melalui BAZNAS DIY Berbagi kepada sesama dapat dilakukan melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan menyalurkannya melalui lembaga yang terpercaya, kebaikan yang diberikan dapat dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai layanan dan program. BAZNAS DIY menyediakan layanan pembayaran zakat yang dapat diakses secara online. Masyarakat dapat menunaikan zakat dan berbagi kebaikan melalui BAZNAS DIY.go.id/bayarzakat sesuai dengan kemampuan dan jenis dana yang ingin disalurkan. Menyalurkan kebaikan melalui BAZNAS DIY menjadi salah satu cara untuk turut membantu lebih banyak mustahik mendapatkan layanan kebaikan. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Rabiul Awal bukan hanya momentum untuk mengenang Rasulullah SAW, tetapi juga kesempatan untuk meneladani kepedulian dan kebaikan yang beliau ajarkan. Mari jadikan bulan ini sebagai pengingat untuk terus berbagi dan memberikan manfaat kepada sesama. Mari sempurnakan ibadah di Bulan Safar dengan berzakat melalui BAZNAS DIY, cukup klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS DIY
13/09/2026 | admin
Gaya Hidup Sehat Ala Islam yang Patut Diterapkan
Gaya Hidup Sehat Ala Islam yang Patut Diterapkan
Menjaga kesehatan bukan hanya tentang memiliki tubuh yang ideal atau terbebas dari penyakit. Bagi seorang Muslim, kesehatan merupakan salah satu nikmat Allah SWT yang patut disyukuri dan dijaga dengan sebaik-baiknya. Karena itu, Gaya Hidup Sehat Ala Islam tidak sekadar berbicara tentang pola makan, olahraga, atau istirahat, tetapi juga mencakup bagaimana kita menjaga hati, pikiran, kebersihan, ibadah, dan keseimbangan hidup sesuai dengan tuntunan agama. Islam mengajarkan umatnya untuk tidak berlebihan dalam berbagai hal, termasuk dalam makan dan minum. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A'raf ayat 31 agar manusia makan dan minum, tetapi tidak berlebih-lebihan. Ayat ini menunjukkan bahwa Islam tidak melarang kita menikmati makanan yang halal dan baik, tetapi mengajarkan keseimbangan dan pengendalian diri. Dengan menerapkan Gaya Hidup Sehat Ala Islam, kita dapat berusaha menjaga tubuh sebagai amanah dari Allah SWT sekaligus menjadikan aktivitas sehari-hari sebagai bagian dari ikhtiar untuk beribadah kepada-Nya. Apa Itu Gaya Hidup Sehat Ala Islam? Gaya Hidup Sehat Ala Islam adalah pola kehidupan yang berusaha menjaga kesehatan jasmani, rohani, dan sosial dengan tetap berpedoman pada ajaran Islam. Seorang Muslim tidak hanya memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh, tetapi juga memperhatikan bagaimana tubuh digunakan, bagaimana waktu dihabiskan, serta bagaimana hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia dijaga. Islam memandang manusia sebagai makhluk yang memiliki kebutuhan fisik dan spiritual. Tubuh membutuhkan makanan, minuman, aktivitas, serta istirahat. Sementara itu, jiwa membutuhkan ibadah, ketenangan, doa, ilmu, dan hubungan yang baik dengan Allah SWT. Dengan demikian, hidup sehat menurut Islam bukan berarti harus mengikuti tren kesehatan tertentu. Prinsip utamanya adalah menjalani kehidupan secara seimbang, mengonsumsi sesuatu yang halal dan baik, menghindari sesuatu yang membahayakan, menjaga kebersihan, serta tidak berlebihan. 1. Mengonsumsi Makanan yang Halal dan Baik Salah satu bagian penting dalam Gaya Hidup Sehat Ala Islam adalah memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Seorang Muslim diperintahkan untuk memilih makanan yang halal dan baik atau tayyib. Halal berkaitan dengan status makanan menurut syariat, sedangkan baik dapat berkaitan dengan kualitas dan manfaatnya bagi tubuh. Karena itu, tidak cukup hanya bertanya apakah makanan tersebut halal. Kita juga sebaiknya memperhatikan kebersihan, kualitas, kandungan gizi, dan jumlah yang dikonsumsi. Makanan yang halal dan baik dapat menjadi sumber energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Sebaliknya, kebiasaan mengonsumsi makanan secara sembarangan dan berlebihan dapat membuat tubuh tidak mendapatkan manfaat yang optimal. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat membiasakan diri memilih makanan yang lebih seimbang, memperbanyak makanan bergizi, serta membatasi konsumsi makanan dan minuman yang dikonsumsi secara berlebihan. 2. Tidak Berlebihan dalam Makan dan Minum Islam memberikan perhatian khusus terhadap kebiasaan makan dan minum. Dalam Surah Al-A'raf ayat 31, Allah SWT berfirman: “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” Ayat tersebut menjadi salah satu prinsip penting dalam menjaga pola hidup. Islam tidak mengajarkan kita untuk menghindari makanan secara ekstrem, tetapi juga tidak membenarkan perilaku berlebihan. Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya mengenai pentingnya menjaga pola makan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, beliau menjelaskan bahwa manusia tidak memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Jika seseorang harus makan lebih banyak, terdapat anjuran untuk memberikan bagian bagi makanan, minuman, dan ruang untuk bernapas. Pesan tersebut sangat relevan untuk kehidupan modern. Kita sering menghadapi makanan dalam jumlah melimpah dan berbagai jenis minuman manis yang mudah diperoleh. Karena itu, kemampuan mengendalikan porsi merupakan bagian dari menjaga amanah tubuh. 3. Memperbanyak Minum Air Putih Tubuh membutuhkan cairan agar dapat menjalankan berbagai fungsi dengan baik. Oleh sebab itu, mencukupi kebutuhan cairan merupakan kebiasaan sederhana yang patut diperhatikan. Dalam menerapkan pola hidup sehat, air putih dapat menjadi pilihan utama dibandingkan terlalu sering mengonsumsi minuman yang tinggi gula. Kebiasaan sederhana seperti membawa botol air ketika bepergian juga dapat membantu kita lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan. Namun, kebutuhan setiap orang dapat berbeda. Aktivitas fisik, cuaca, usia, dan kondisi tubuh dapat memengaruhi kebutuhan cairan. Karena itu, kita perlu mengenali kebutuhan tubuh masing-masing dan tidak menerapkan aturan yang terlalu kaku. 4. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan Kebersihan memiliki tempat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Kita terbiasa berwudu sebelum salat, menjaga kebersihan pakaian, membersihkan tubuh, serta memperhatikan kebersihan tempat ibadah. Kebiasaan tersebut sejalan dengan upaya menjaga kesehatan sehari-hari. Kebersihan tangan, makanan, peralatan makan, rumah, dan lingkungan perlu diperhatikan untuk membantu mengurangi risiko penyebaran berbagai penyakit. Menjaga lingkungan juga merupakan bentuk tanggung jawab. Sampah sebaiknya dibuang pada tempatnya, makanan tidak disia-siakan, dan lingkungan rumah dijaga agar tetap bersih serta nyaman. Dengan demikian, hidup bersih bukan hanya membuat lingkungan terlihat rapi. Bagi seorang Muslim, kebersihan juga menjadi bagian dari upaya menjalankan kehidupan yang baik dan tertib. 5. Rajin Beraktivitas dan Berolahraga Tubuh yang sehat akan membantu kita menjalankan berbagai aktivitas, termasuk beribadah dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, olahraga dapat menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang beriman yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang beriman yang lemah, meskipun pada keduanya terdapat kebaikan. Hadis ini juga mengajarkan agar seorang Muslim berusaha mengambil sesuatu yang bermanfaat dan memohon pertolongan kepada Allah. Hadis tersebut diriwayatkan dalam Sahih Muslim nomor 2664. Kekuatan dalam hadis tersebut tidak harus dipahami hanya sebagai kekuatan fisik. Namun, menjaga kebugaran tubuh merupakan salah satu bentuk ikhtiar yang dapat mendukung seorang Muslim dalam menjalankan tanggung jawabnya. Kita dapat memilih aktivitas sederhana sesuai kemampuan, seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, melakukan peregangan, atau olahraga lainnya. Yang paling penting adalah melakukannya secara teratur dan tidak memaksakan diri. 6. Mendapatkan Istirahat yang Cukup Islam juga mengajarkan keseimbangan antara ibadah, pekerjaan, keluarga, dan kebutuhan tubuh. Jangan sampai seseorang ingin meningkatkan ibadah tetapi justru mengabaikan hak tubuhnya. Dalam Sahih Al-Bukhari nomor 5199, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa tubuh memiliki hak atas seseorang. Dalam hadis tersebut, beliau menegur seseorang yang ingin berpuasa terus-menerus dan salat sepanjang malam tanpa memberikan waktu yang cukup untuk beristirahat. Hal ini menunjukkan bahwa istirahat bukan sesuatu yang harus dianggap sebagai kemalasan. Tidur yang cukup dapat membantu tubuh memulihkan tenaga sehingga kita dapat menjalankan aktivitas dengan lebih baik. Karena itu, seorang Muslim sebaiknya mengatur waktu agar pekerjaan, ibadah, keluarga, aktivitas sosial, dan istirahat mendapatkan porsi yang seimbang. 7. Menjaga Kesehatan Mental dan Ketenangan Hati Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tubuh. Ketenangan hati juga penting dalam menjalani kehidupan. Sebagai seorang Muslim, kita memiliki sarana spiritual seperti salat, doa, membaca Al-Qur'an, zikir, dan memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT. Aktivitas tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menjaga ketenangan dan memperkuat hubungan dengan Allah. Namun, kita juga perlu memahami bahwa persoalan psikologis tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan nasihat keagamaan. Apabila seseorang mengalami masalah yang berat dan menetap, mencari bantuan profesional merupakan bentuk ikhtiar yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Berobat, berkonsultasi, dan meminta bantuan ketika membutuhkan merupakan bagian dari usaha menjaga amanah yang diberikan Allah SWT. 8. Menghindari Kebiasaan yang Membahayakan Tubuh Islam mengajarkan umatnya untuk tidak menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 195 terdapat perintah untuk tidak menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan dan sekaligus berbuat baik. Prinsip ini dapat menjadi pengingat agar kita berhati-hati terhadap kebiasaan yang jelas-jelas membahayakan kesehatan. Kita dapat mulai dengan meninggalkan kebiasaan buruk secara bertahap, menghindari konsumsi sesuatu yang membahayakan, mengurangi pola hidup sedentari, serta lebih bijaksana dalam memilih makanan dan aktivitas. Menjaga tubuh bukan berarti takut terhadap penyakit secara berlebihan. Sebaliknya, kita menjalankan ikhtiar sambil tetap bertawakal kepada Allah SWT. 9. Menjaga Pola Hidup yang Seimbang Salah satu nilai utama dalam Gaya Hidup Sehat Ala Islam adalah keseimbangan. Kita tidak dianjurkan mengejar kesehatan tubuh sampai melupakan kesehatan hati. Sebaliknya, kita juga tidak seharusnya mengabaikan kesehatan fisik dengan alasan terlalu sibuk beribadah. Keseimbangan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Kita makan ketika membutuhkan makanan, berhenti sebelum terlalu kenyang, berolahraga sesuai kemampuan, tidur dengan cukup, menjaga kebersihan, menjalankan ibadah, bekerja dengan baik, serta meluangkan waktu untuk keluarga dan masyarakat. Pola seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara konsisten dapat menjadi kebiasaan yang memberikan manfaat dalam jangka panjang. 10. Menjadikan Kesehatan sebagai Sarana Beribadah Bagi seorang Muslim, kesehatan bukanlah tujuan akhir. Tubuh yang sehat dapat menjadi sarana untuk melakukan lebih banyak kebaikan. Dengan tubuh yang bugar, kita dapat menjalankan salat dengan lebih baik, bekerja mencari rezeki yang halal, membantu keluarga, menuntut ilmu, membantu orang lain, serta melakukan berbagai amal kebaikan. Inilah salah satu cara melihat kesehatan dari perspektif Islam. Kita tidak menjaga kesehatan semata-mata demi penampilan, tetapi karena tubuh merupakan amanah dan kita ingin menggunakannya untuk sesuatu yang diridai Allah SWT. Cara Menerapkan Gaya Hidup Sehat Ala Islam dalam Kehidupan Sehari-hari Tidak semua perubahan harus dilakukan sekaligus. Justru, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten sering kali lebih mudah dipertahankan. Beberapa langkah sederhana yang dapat kita mulai antara lain: Mengawali hari dengan salat dan doa. Memilih makanan halal dan baik. Mengurangi kebiasaan makan berlebihan. Memperbanyak air putih sesuai kebutuhan tubuh. Menjaga kebersihan tubuh, rumah, dan lingkungan. Melakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai kemampuan. Mengatur waktu tidur dan istirahat. Mengurangi kebiasaan yang berpotensi membahayakan kesehatan. Meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, dan bermuhasabah. Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan orang-orang di sekitar. Segera mencari bantuan medis atau profesional ketika mengalami masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan. Dengan langkah tersebut, Gaya Hidup Sehat Ala Islam tidak lagi hanya menjadi konsep, tetapi dapat diwujudkan dalam rutinitas sehari-hari.
10/09/2026 | admin
Manfaat Berbagi bagi Kesehatan Mental yang Jarang Disadari
Manfaat Berbagi bagi Kesehatan Mental yang Jarang Disadari
Berbagi merupakan salah satu perbuatan baik yang sangat dianjurkan dalam Islam. Berbagi tidak selalu berarti memberikan uang dalam jumlah besar. Memberikan makanan, membantu orang yang kesulitan, memberikan waktu, mendengarkan keluh kesah, hingga mengucapkan perkataan yang baik juga merupakan bentuk kebaikan. Menariknya, kebiasaan berbagi ternyata tidak hanya memberikan manfaat kepada orang yang menerima, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi orang yang memberi. Inilah yang membuat manfaat berbagi bagi kesehatan mental menjadi topik yang menarik untuk dipahami. Sebagai seorang Muslim, kita tentu meyakini bahwa setiap kebaikan memiliki nilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar karena Allah SWT. Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa kebaikan memiliki makna sedekah. Dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa setiap perbuatan baik merupakan sedekah. Dengan demikian, berbagi tidak harus menunggu kaya atau memiliki kelebihan harta. Dari sudut pandang psikologi modern, perilaku membantu atau prososial juga berkaitan dengan kesejahteraan psikologis. Sebuah meta-analisis yang melibatkan 201 studi dan hampir 200.000 peserta menemukan adanya hubungan positif antara perilaku prososial dan kesejahteraan, meskipun besarnya hubungan tersebut tergolong moderat dan dapat dipengaruhi berbagai faktor. Karena itu, manfaat berbagi bagi kesehatan mental dapat dipahami sebagai salah satu bagian dari kebiasaan hidup yang mendukung kesejahteraan, bukan sebagai pengganti pengobatan untuk gangguan mental. Mengapa Berbagi Dapat Membuat Hati Lebih Bahagia? Salah satu manfaat berbagi bagi kesehatan mental yang paling mudah dirasakan adalah munculnya perasaan bahagia setelah melakukan kebaikan. Ketika kita membantu seseorang yang membutuhkan, ada perasaan bahwa apa yang kita lakukan memiliki arti. Perasaan tersebut dapat memberikan kepuasan batin yang berbeda dari kesenangan karena memperoleh sesuatu untuk diri sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin pernah merasakan kebahagiaan sederhana setelah memberikan makanan kepada tetangga, membantu teman menyelesaikan pekerjaan, atau memberikan sedekah kepada seseorang yang membutuhkan. Manfaat berbagi bagi kesehatan mental dalam situasi seperti ini muncul karena perhatian kita tidak hanya tertuju pada masalah pribadi, tetapi juga pada kebutuhan orang lain. Pikiran pun mendapatkan ruang untuk melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas. Penelitian mengenai perilaku prososial menunjukkan bahwa tindakan membantu orang lain berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan. Bahkan, penelitian yang membahas aktivitas kebaikan dan interaksi sosial menemukan bahwa tindakan prososial dapat memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan seseorang. Hal ini memperkuat pemahaman bahwa manfaat berbagi bagi kesehatan mental bukan sekadar keyakinan sosial, tetapi juga menjadi objek penelitian dalam psikologi. Bagi seorang Muslim, kebahagiaan dari berbagi seharusnya tidak hanya dicari melalui pujian manusia. Islam mengajarkan pentingnya keikhlasan dalam beramal. Al-Qur'an menggambarkan besarnya balasan bagi orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, seperti benih yang menghasilkan banyak buah. Karena itu, manfaat berbagi bagi kesehatan mental sebaiknya dipahami bersama dengan tujuan yang lebih tinggi, yaitu mencari rida Allah SWT. Ketika berbagi dilakukan dengan ikhlas, kita juga belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari apa yang kita miliki. Terkadang, kebahagiaan justru muncul ketika kita mampu membuat orang lain merasa terbantu. Inilah salah satu manfaat berbagi bagi kesehatan mental yang jarang disadari: memberi dapat mengubah perhatian kita dari sekadar “apa yang belum saya punya” menjadi “apa yang masih bisa saya berikan”. Manfaat Berbagi bagi Kesehatan Mental dalam Mengurangi Kesepian Kesepian merupakan pengalaman psikologis yang dapat terjadi bahkan ketika seseorang berada di tengah banyak orang. Seseorang bisa memiliki banyak teman di media sosial, tetapi tetap merasa tidak memiliki hubungan yang benar-benar bermakna. Dalam kondisi seperti ini, manfaat berbagi bagi kesehatan mental dapat muncul melalui terciptanya hubungan sosial yang lebih positif. Berbagi tidak harus selalu berupa materi. Meluangkan waktu untuk mengunjungi keluarga, mendengarkan teman yang sedang mengalami masalah, atau membantu tetangga merupakan bentuk kepedulian yang dapat memperkuat hubungan. Manfaat berbagi bagi kesehatan mental dalam bentuk ini berkaitan dengan rasa terhubung dengan orang lain dan perasaan bahwa keberadaan kita memiliki arti bagi lingkungan. Penelitian eksperimental juga menemukan bahwa perilaku prososial dapat membantu mengurangi rasa kesepian. Salah satu penelitian yang dilakukan dalam dua studi menemukan bahwa perilaku prososial secara konsisten berkaitan dengan penurunan loneliness atau kesepian. Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa manfaat berbagi bagi kesehatan mental dapat berkaitan dengan kualitas hubungan sosial yang kita bangun. Dalam Islam, kepedulian kepada sesama merupakan bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Berbagi membuat kita tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Ketika seseorang terbiasa membantu orang lain, ia berkesempatan membangun hubungan yang lebih hangat dengan keluarga, tetangga, teman, dan masyarakat. Karena itu, manfaat berbagi bagi kesehatan mental juga dapat dilihat melalui terciptanya rasa kebersamaan. Rasa terhubung tersebut sangat berharga ketika seseorang sedang menghadapi masa sulit. Memiliki hubungan sosial yang sehat tidak otomatis menghilangkan seluruh masalah, tetapi dapat membuat seseorang merasa tidak menghadapi semuanya sendirian. Oleh sebab itu, manfaat berbagi bagi kesehatan mental dapat menjadi salah satu alasan bagi kita untuk membangun kebiasaan peduli kepada orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Berbagi Dapat Membantu Menumbuhkan Rasa Syukur Manfaat lain yang sering tidak disadari adalah hubungan antara berbagi dan rasa syukur. Ketika kita memberikan sebagian dari apa yang kita miliki kepada orang lain, kita secara tidak langsung belajar menyadari bahwa masih ada nikmat yang dapat kita gunakan untuk membantu sesama. Inilah salah satu manfaat berbagi bagi kesehatan mental yang memiliki nilai spiritual bagi seorang Muslim. Misalnya, seseorang yang berbagi makanan mungkin menjadi lebih sadar bahwa dirinya masih memiliki makanan yang cukup. Orang yang menyumbangkan pakaian layak pakai dapat menyadari bahwa dirinya memiliki pakaian lebih dari yang benar-benar dibutuhkan. Kesadaran seperti ini dapat membantu menggeser fokus dari kekurangan menuju penghargaan atas nikmat yang telah dimiliki. Karena itu, manfaat berbagi bagi kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan emosi sesaat, tetapi juga dapat mendorong pola pikir yang lebih positif. Rasa syukur dalam Islam bukan sekadar mengucapkan “alhamdulillah”, tetapi juga menggunakan nikmat Allah untuk sesuatu yang baik. Ketika harta, tenaga, waktu, ilmu, atau kemampuan digunakan untuk membantu orang lain, seorang Muslim sedang belajar memandang nikmat sebagai amanah. Dengan cara tersebut, manfaat berbagi bagi kesehatan mental dapat berjalan seiring dengan pembentukan karakter yang lebih bersyukur. Al-Qur'an juga memberikan perhatian besar terhadap infak dan sedekah. Surah Al-Baqarah ayat 261 menjelaskan perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah dan bagaimana Allah melipatgandakan balasan bagi siapa yang Dia kehendaki. Pesan tersebut mengajarkan bahwa berbagi bukanlah sekadar kehilangan sesuatu, tetapi bagian dari amal yang memiliki nilai di sisi Allah. Pemahaman ini dapat memperkuat manfaat berbagi bagi kesehatan mental melalui rasa bermakna dalam menjalankan kehidupan. Namun, kita perlu menjaga niat ketika berbagi. Al-Qur'an juga mengingatkan agar sedekah tidak dirusak dengan menyebut-nyebut pemberian atau menyakiti penerimanya. Karena itu, manfaat berbagi bagi kesehatan mental sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk mencari pujian atau pengakuan. Berbagi yang sehat secara spiritual adalah berbagi dengan ikhlas dan tetap menjaga martabat orang yang menerima. Berbagi, Makna Hidup, dan Ketenangan Batin Manusia membutuhkan lebih dari sekadar kesenangan untuk merasa hidupnya berarti. Kita juga membutuhkan tujuan, hubungan yang bermakna, serta keyakinan bahwa keberadaan kita memberikan manfaat. Dalam konteks ini, manfaat berbagi bagi kesehatan mental dapat berkaitan dengan munculnya rasa bahwa kehidupan kita memiliki kontribusi bagi orang lain. Penelitian terbaru mengenai hubungan perilaku prososial dan kesehatan mental menemukan hubungan positif yang signifikan. Meta-analisis tahun 2026 yang mencakup 121 studi dan lebih dari 222.000 peserta menemukan bahwa perilaku prososial memiliki hubungan positif dengan kesehatan mental. Menariknya, hubungan tersebut paling kuat pada indikator makna hidup dibandingkan beberapa indikator lainnya. Temuan ini membuat manfaat berbagi bagi kesehatan mental semakin menarik untuk diperhatikan. Bagi seorang Muslim, makna hidup memiliki dimensi yang lebih dalam. Kita tidak hidup hanya untuk mengejar kekayaan, jabatan, atau pengakuan manusia. Kehidupan merupakan kesempatan untuk beribadah dan melakukan kebaikan. Ketika kita berbagi dengan orang lain karena Allah, tindakan sederhana tersebut dapat menjadi bagian dari ibadah. Di sinilah manfaat berbagi bagi kesehatan mental dapat dipahami melalui perpaduan antara tujuan hidup, hubungan sosial, dan keimanan. Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa sedekah memiliki cakupan yang luas. Ketika seseorang tidak mampu memberikan sesuatu secara materi, ia masih dapat membantu orang yang membutuhkan, mengajak kepada kebaikan, atau bahkan menahan diri dari keburukan. Semua itu dapat bernilai sedekah. Dengan demikian, manfaat berbagi bagi kesehatan mental tidak hanya dapat dirasakan oleh orang yang mempunyai banyak uang. Kita dapat memulainya dari hal-hal sederhana. Berbagi ilmu kepada teman, membantu pekerjaan orang tua, memberikan makanan kepada tetangga, mendengarkan seseorang yang sedang membutuhkan teman bicara, atau memberikan kata-kata yang baik adalah bentuk kepedulian yang dapat dilakukan hampir setiap hari. Hadis dalam Shahih Muslim juga menjelaskan bahwa setiap kebaikan merupakan sedekah. Dari sini kita dapat melihat bahwa manfaat berbagi bagi kesehatan mental dapat diperoleh melalui banyak bentuk kebaikan, bukan hanya melalui pemberian uang. Cara Menerapkan Kebiasaan Berbagi dalam Kehidupan Sehari-hari Langkah pertama untuk mendapatkan manfaat berbagi bagi kesehatan mental adalah menentukan bentuk berbagi yang sesuai dengan kemampuan. Jangan memaksakan diri memberikan sesuatu di luar kemampuan finansial. Islam tidak mengajarkan kita untuk menyakiti diri sendiri demi terlihat dermawan. Sebaliknya, berbagi dapat dilakukan secara proporsional, konsisten, dan ikhlas. Langkah kedua adalah membiasakan berbagi tanpa selalu menunggu momen tertentu. Misalnya, kita dapat menyisihkan sebagian uang setiap minggu untuk sedekah, menyediakan makanan tambahan untuk dibagikan, atau meluangkan waktu membantu keluarga. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membuat manfaat berbagi bagi kesehatan mental lebih mudah dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah ketiga adalah memperluas pengertian tentang berbagi. Berbagi tidak hanya berarti memberikan harta. Kita dapat berbagi ilmu, tenaga, waktu, perhatian, pengalaman, bahkan senyuman dan perkataan yang baik. Pemahaman ini penting karena manfaat berbagi bagi kesehatan mental dapat diakses oleh hampir semua orang, termasuk mereka yang sedang mengalami keterbatasan ekonomi. Langkah keempat adalah menjaga batasan agar kegiatan membantu tidak membuat kita kelelahan secara fisik maupun emosional. Penelitian menunjukkan bahwa perilaku prososial memiliki hubungan positif dengan kesehatan mental, tetapi manfaatnya tidak berarti seseorang harus selalu memenuhi semua permintaan orang lain. Oleh karena itu, manfaat berbagi bagi kesehatan mental perlu dipahami bersama dengan kemampuan menetapkan batas yang sehat. Langkah terakhir adalah memperbaiki niat. Sebelum berbagi, kita dapat mengingat bahwa tujuan utama seorang Muslim adalah mencari rida Allah SWT. Dengan niat tersebut, manfaat berbagi bagi kesehatan mental menjadi bonus positif dari sebuah amal, bukan satu-satunya alasan kita berbuat baik. Jika suatu hari kita tidak mendapatkan pujian atau ucapan terima kasih, kita tetap dapat merasa tenang karena yakin bahwa Allah mengetahui setiap amal yang dilakukan. Apakah Berbagi Bisa Menghilangkan Stres dan Masalah Mental? Berbicara mengenai manfaat berbagi bagi kesehatan mental tidak berarti bahwa berbagi merupakan obat untuk semua masalah psikologis. Seseorang yang mengalami depresi, gangguan kecemasan, trauma, atau masalah kesehatan mental lainnya tetap membutuhkan pertolongan yang sesuai. Berbagi dapat menjadi kebiasaan pendukung, tetapi tidak seharusnya menggantikan konsultasi dengan psikolog, psikiater, atau tenaga kesehatan profesional. Meskipun demikian, penelitian menunjukkan adanya mekanisme yang menarik. Sebuah penelitian mengenai perilaku memberi setelah seseorang mengalami stres menemukan bahwa kelompok yang melakukan tindakan prososial menunjukkan pemulihan beberapa respons fisiologis stres yang lebih baik dibandingkan kelompok tertentu dalam eksperimen tersebut. Hal ini memberikan salah satu penjelasan mengapa manfaat berbagi bagi kesehatan mental dapat berkaitan dengan pengelolaan stres. Kajian mengenai perilaku prososial juga menunjukkan bahwa membantu orang lain dapat berkaitan dengan hubungan sosial, perasaan memiliki tujuan, dan kesejahteraan psikologis. Namun, hasil penelitian tidak boleh dipahami secara berlebihan. Manfaat berbagi bagi kesehatan mental bukan berarti setiap orang yang bersedekah otomatis bebas dari kecemasan, stres, atau kesedihan. Sebagai Muslim, kita juga memahami bahwa manusia tetap akan menghadapi ujian. Berbagi bukan sarana untuk memastikan hidup tanpa masalah. Sebaliknya, berbagi dapat menjadi salah satu cara menghadapi kehidupan dengan hati yang lebih lapang, memperkuat hubungan dengan sesama, dan mengingatkan diri bahwa kita masih memiliki kesempatan untuk melakukan kebaikan. Oleh karena itu, apabila kita sedang mengalami masalah mental yang berat atau berkepanjangan, jangan ragu mencari bantuan profesional sekaligus memperkuat ikhtiar spiritual. Kita dapat tetap berdoa, beribadah, bersedekah, dan membantu orang lain, tetapi juga mencari pertolongan medis atau psikologis ketika diperlukan. Dengan pendekatan yang seimbang, manfaat berbagi bagi kesehatan mental dapat ditempatkan pada posisi yang tepat. Mari sempurnakan ibadah dengan berzakat melalui BAZNAS DIY, cukup klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS DIY
10/09/2026 | admin

BAZNAS TV