Berita Terkini
Bantuan Living Cost Kepedulian untuk Mahasiswa NTT, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan Rp146,8 Juta
YOGYAKARTA — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) menyalurkan bantuan living cost sebesar Rp146.800.000 kepada 367 mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk membantu meringankan kebutuhan mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di wilayah DIY.
Penyaluran bantuan merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Daerah DIY, BAZNAS DIY, dan BPBD DIY. Bantuan diserahkan di Posko NTT yang berlokasi di Babarsari, Yogyakarta, selama dua hari, yakni Sabtu–Minggu, 19–20 September 2026.
Proses pembagian bantuan berlangsung dengan tertib dan kondusif. Para mahasiswa penerima manfaat mendapatkan bantuan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari selama menghadapi dampak bencana yang terjadi di daerah asal mereka.
Salah satu penerima manfaat, Reskika, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi mahasiswa asal NTT yang sedang menempuh pendidikan di DIY. “Bantuan tersebut sangat membantu bagi kami mahasiswa asal NTT yang sedang berkuliah di DIY. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sesepuh NTT di DIY, Moris Haruma. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada mahasiswa NTT di DIY. “Kami sangat berterima kasih kepada Pemda DIY, BAZNAS DIY, BPBD DIY, masyarakat DIY dan para donatur. Bantuan yang diberikan kepada mahasiswa NTT yang ada di DIY bisa membantu memenuhi kebutuhan harian para mahasiswa,” ungkapnya.
Selain menyalurkan bantuan kepada mahasiswa terdampak di DIY, BAZNAS DIY juga masih terus menghimpun donasi untuk membantu korban gempa bumi di NTT. Hingga saat ini, total donasi yang telah dihimpun mencapai Rp380.618.833. Sisa donasi yang terkumpul nantinya akan dikirimkan ke NTT melalui BAZNAS terdekat yang berada di wilayah terdampak.
BAZNAS DIY menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berdonasi dan turut hadir memberikan kepedulian bagi saudara-saudara yang terdampak gempa bumi di NTT. Setiap donasi yang diberikan menjadi bentuk nyata kepedulian sekaligus membantu meringankan beban dan kebutuhan mereka di tengah masa sulit.
Semoga setiap rupiah yang disedekahkan menjadi amal kebaikan, membawa keberkahan, dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Terima kasih telah menjadi bagian dari ikhtiar untuk menguatkan saudara-saudara kita yang terdampak bencana.
20/09/2026 | admin
Amalan Bulan Rabiul Akhir dan Kebiasaan Baik yang Dianjurkan
Bulan Rabiul Akhir merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan. Meskipun tidak terdapat ibadah khusus yang secara spesifik diwajibkan hanya pada bulan Rabiul Akhir, seorang Muslim tetap dapat mengisinya dengan berbagai amalan yang dianjurkan dalam Islam.
Memasuki bulan baru juga dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kebiasaan ibadah yang sudah dilakukan. Konsistensi dalam salat, membaca Al-Qur'an, berzikir, bersedekah, serta melakukan berbagai kebaikan merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Karena itu, amalan bulan Rabiul Akhir dapat dipahami sebagai berbagai amal saleh yang dilakukan untuk meningkatkan ketakwaan dan membangun kebiasaan baik. Fokus utamanya bukan mencari amalan khusus yang hanya berlaku pada bulan tersebut, melainkan memanfaatkan momentum pergantian bulan untuk memperbaiki kualitas ibadah secara konsisten.
Salah satu kebiasaan yang dapat mulai dibangun adalah memperbanyak sedekah. Sedekah dapat dilakukan kapan saja dan dalam berbagai bentuk, termasuk harta maupun bantuan kepada orang lain. BAZNAS DIY menjelaskan bahwa sedekah merupakan amalan yang dapat dilakukan secara rutin dan tidak terbatas pada bentuk pemberian uang saja.
Lalu, apa saja kebiasaan baik yang dapat dilakukan selama Rabiul Akhir dan bagaimana cara menjaga konsistensi ibadah agar tidak hanya dilakukan sesekali?
Amalan Bulan Rabiul Akhir
Pada dasarnya, tidak ada ketentuan bahwa umat Islam harus melakukan ritual ibadah tertentu yang secara khusus ditetapkan untuk bulan Rabiul Akhir. Oleh sebab itu, amalan bulan Rabiul Akhir dapat diisi dengan berbagai ibadah dan kebaikan yang memang dianjurkan dalam Islam.
Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain menjaga salat wajib, memperbanyak membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, memperbanyak istigfar, menjaga silaturahmi, membantu sesama, serta bersedekah.
Hal yang lebih penting adalah menjaga niat dan konsistensi. Amalan sederhana yang dilakukan secara rutin dapat membantu membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan seorang Muslim.
Bulan Rabiul Akhir juga dapat dijadikan sebagai momentum untuk memperbaiki ibadah yang sebelumnya belum konsisten. Misalnya, jika sebelumnya jarang membaca Al-Qur'an, dapat dimulai dengan beberapa ayat setiap hari. Jika belum terbiasa bersedekah, dapat dimulai dengan nominal yang sesuai kemampuan.
Dengan cara tersebut, bulan Rabiul Akhir dapat menjadi bagian dari proses membangun kebiasaan ibadah yang berkelanjutan.
Kebiasaan baik yang dianjurkan
Ada banyak kebiasaan baik yang dapat dilakukan selama Rabiul Akhir. Amalan tersebut tidak harus selalu berbentuk ibadah ritual, tetapi juga dapat berupa perbuatan yang memberikan manfaat kepada orang lain.
1. Menjaga salat wajib
Salat merupakan kewajiban utama yang perlu dijaga setiap hari. Menjadikan ketepatan waktu salat sebagai kebiasaan dapat membantu meningkatkan kedisiplinan sekaligus menjaga hubungan spiritual dengan Allah SWT.
2. Membaca Al-Qur'an secara rutin
Membaca Al-Qur'an dapat dilakukan dengan target sederhana. Tidak perlu langsung menetapkan target yang terlalu berat. Membaca beberapa halaman atau beberapa ayat setiap hari dapat menjadi awal untuk membangun kebiasaan yang konsisten.
3. Memperbanyak zikir dan istigfar
Zikir dan istigfar dapat menjadi bagian dari rutinitas harian. Keduanya dapat dilakukan setelah salat, ketika memiliki waktu luang, atau pada waktu lain yang memungkinkan.
4. Menjaga silaturahmi
Menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman, tetangga, dan lingkungan sekitar merupakan bentuk kebaikan yang dapat dilakukan setiap hari. Silaturahmi juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial.
5. Membiasakan diri membantu sesama
Membantu orang lain tidak selalu membutuhkan biaya besar. Memberikan bantuan tenaga, ilmu, waktu, atau sekadar memberikan dukungan kepada seseorang yang sedang mengalami kesulitan juga merupakan bentuk kebaikan.
6. Membiasakan sedekah
Sedekah dapat dijadikan salah satu kebiasaan baik selama Rabiul Akhir. BAZNAS DIY menjelaskan bahwa sedekah dapat dilakukan kapan saja dan dalam berbagai bentuk, termasuk harta maupun nonharta.
Dengan menjadikan sedekah sebagai kebiasaan, seseorang dapat membangun kepedulian sosial sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.
Menjaga konsistensi ibadah
Salah satu tantangan dalam menjalankan amalan bulan Rabiul Akhir adalah menjaga konsistensi. Semangat beribadah terkadang meningkat pada waktu tertentu, tetapi kemudian menurun ketika aktivitas sehari-hari kembali padat.
Untuk mengatasinya, ibadah dapat dimulai dari target yang realistis. Misalnya, membaca Al-Qur'an selama 10 menit setiap hari, menyisihkan sebagian uang untuk sedekah setiap pekan, atau meluangkan waktu untuk berzikir setelah salat.
Kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin akan lebih mudah dipertahankan dibandingkan menetapkan target besar yang sulit dijalankan.
Konsistensi juga membutuhkan evaluasi. Setiap beberapa hari atau setiap akhir pekan, seseorang dapat melihat kembali ibadah apa yang sudah dilakukan dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.
Hal yang perlu diingat adalah kualitas kebiasaan lebih penting daripada sekadar banyaknya target. Ketika sebuah amal sudah menjadi rutinitas, target tersebut dapat ditingkatkan secara bertahap.
Menjadikan sedekah sebagai amalan rutin
Sedekah merupakan salah satu bentuk amal yang dapat dilakukan secara rutin. Islam memberikan ruang yang luas bagi umatnya untuk berbagi, baik dalam bentuk harta maupun perbuatan baik lainnya.
BAZNAS DIY menjelaskan bahwa sedekah tidak hanya berupa pemberian uang. Kebaikan seperti memberikan bantuan, tenaga, ilmu, atau senyuman juga dapat menjadi bentuk sedekah.
Agar sedekah menjadi kebiasaan, seseorang dapat menentukan pola yang sederhana dan sesuai kemampuan. Misalnya, menyisihkan sebagian penghasilan setiap bulan, bersedekah setiap Jumat, atau menetapkan nominal tertentu setiap kali menerima pendapatan.
Tidak perlu menunggu memiliki uang dalam jumlah besar untuk mulai bersedekah. Kebiasaan memberi dapat dimulai dari nominal yang ringan dan dilakukan secara konsisten.
Selain membantu orang yang membutuhkan, kebiasaan bersedekah juga dapat melatih seseorang untuk lebih peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Dengan demikian, sedekah tidak hanya menjadi aktivitas sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari gaya hidup seorang Muslim.
BAZNAS DIY juga menyediakan layanan pembayaran digital yang memungkinkan masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara online. Pada laman resminya, tersedia beberapa pilihan metode pembayaran, termasuk virtual account, QRIS, dan sejumlah layanan pembayaran digital lainnya.
Jadikan Rabiul Akhir sebagai momentum memperbaiki diri
Amalan bulan Rabiul Akhir pada dasarnya dapat diisi dengan berbagai amal saleh yang dianjurkan dalam Islam. Tidak perlu mencari ritual khusus yang tidak memiliki dasar yang jelas. Hal yang lebih penting adalah menggunakan momentum tersebut untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak kebaikan.
Menjaga salat, membaca Al-Qur'an, berzikir, memperkuat silaturahmi, membantu sesama, dan bersedekah merupakan beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan secara konsisten.
Sedekah juga dapat menjadi pilihan untuk membangun kebiasaan berbagi. Dimulai dari nominal yang sesuai kemampuan, dilakukan secara rutin, dan dilandasi niat yang ikhlas.
Dengan menjadikan kebaikan sebagai kebiasaan, Rabiul Akhir dapat menjadi momentum untuk membangun rutinitas ibadah yang terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.
Mari sempurnakan ibadah Anda dengan berzakat melalui BAZNAS DIY, cukup klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS DIY
18/09/2026 | admin
Rabiul Akhir 2026 dan Jadwal Lengkapnya
Pergantian bulan dalam kalender Hijriah menjadi salah satu momentum bagi umat Islam untuk kembali mengingat perjalanan waktu. Setiap bulan yang dilewati dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan menghadirkan lebih banyak kebaikan bagi orang-orang di sekitar.
Setelah Rabiul Awal, umat Islam akan memasuki bulan Rabiul Akhir 1448 H. Bagi sebagian masyarakat, muncul pertanyaan mengenai kapan Rabiul Akhir 2026 dimulai, berapa lama berlangsung, dan apa saja yang dapat dilakukan selama bulan tersebut.
Mengetahui jadwal Rabiul Akhir 2026 dapat membantu umat Islam mempersiapkan diri untuk mengisi bulan Hijriah ini dengan berbagai amal kebaikan.
Kapan Rabiul Akhir 2026 dimulai?
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, 1 Rabiul Akhir 1448 H bertepatan dengan Minggu, 13 September 2026. Rabiul Akhir 1448 H berlangsung hingga 12 Oktober 2026.
Dengan demikian, Rabiul Akhir 2026 dimulai pada 13 September 2026 dan berlangsung selama 30 hari.
Hal penting di bulan Rabiul Akhir 2026
Rabiul Akhir merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah. Tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan hanya karena memasuki bulan Rabiul Akhir. Namun, hadirnya bulan baru dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan.
Umat Islam dapat mengisi Rabiul Akhir dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, menjaga salat wajib, serta melaksanakan berbagai ibadah sunnah yang memiliki dasar dalam syariat.
Salah satu amalan sunnah yang dapat dilakukan adalah puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Jika mengikuti kalender di atas, Ayyamul Bidh Rabiul Akhir 1448 H bertepatan dengan 25, 26, dan 27 September 2026.
Selain ibadah yang bersifat personal, Rabiul Akhir juga dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan kepedulian sosial. Kebaikan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Membantu tetangga, berbagi makanan, menyisihkan sebagian rezeki, memberikan bantuan kepada orang yang sedang mengalami kesulitan, hingga menjaga hubungan baik dengan sesama merupakan bentuk sederhana dari kepedulian.
Momentum pergantian bulan juga dapat menjadi pengingat bahwa rezeki yang dimiliki bukan hanya untuk dinikmati sendiri. Ada hak orang lain yang perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang sedang membutuhkan.
Sambut Rabiul Akhir 2026 dengan menunaikan zakat dan sedekah di BAZNAS DIY
Memasuki Rabiul Akhir 2026 dapat menjadi momentum untuk memperbanyak kebaikan sekaligus meningkatkan kepedulian kepada sesama.
Bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat wajib zakat, menunaikan zakat merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus ikhtiar membantu mereka yang berhak menerimanya. Sementara itu, sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kepada sesama.
BAZNAS DIY menyediakan layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah secara online melalui Layanan Bayar Zakat BAZNAS DIY. Masyarakat juga dapat menghitung zakat melalui kalkulator yang tersedia dan memilih berbagai metode pembayaran, seperti virtual account, QRIS, dompet digital, serta metode pembayaran lainnya.
Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama.
- Dengan zakat, kita bersihkan harta.
- Dengan infak, kita kuatkan solidaritas.
- Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan.
Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.
- Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY
ZAKAT
BSI : 309 12 2015 5
an.BAZNAS DIY
INFAQ/SEDEKAH
BSI : 309 12 2019 8
an.BAZNAS DIY
atau melalui link:
diy.baznas.go.id/bayarzakat
- Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616
- Website: diy.baznas.go.id
- Media Sosial: @baznasdiy__official
BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan UmatSetelah melakukan pembayaran melalui transfer bank, masyarakat dapat menyimpan bukti transaksi. Untuk transaksi transfer bank yang dilakukan tanpa kode pembayaran atau virtual account, konfirmasi pembayaran juga dapat dilakukan melalui layanan konfirmasi resmi BAZNAS DIY.
Dengan menunaikan zakat dan sedekah melalui kanal resmi BAZNAS DIY, masyarakat dapat ikut menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan.
Rabiul Akhir bukan sekadar pergantian tanggal dalam kalender. Bulan ini dapat menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan dan setiap kesempatan dapat diisi dengan kebaikan.
Sambut Rabiul Akhir 2026 dengan memperbanyak kebaikan.
Tunaikan zakat dan sedekah melalui BAZNAS DIY, hadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan, cukup klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS DIY
18/09/2026 | admin
Agenda Pimpinan

Kepercayaan Masyarakat Menguat, BAZNAS DIY Himpun Rp10,43 Miliar hingga Agustus 2026
YOGYAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) mencatat capaian positif dalam penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Hingga akhir Agustus, total dana yang berhasil dihimpun BAZNAS DIY mencapai Rp10.435.080.940.
Hal tersebut disampaikan H. Ahmad Lutfi SS. MA (Wakil Ketua IV BAZNAS DIY) dalam Pengajian Pejabat dan Aparat, Selasa 9 September 2026 di Istana Kepresidenan Yogyakarta yang menjadi salah satu momentum BAZNAS DIY untuk menyampaikan laporan pengelolaan dan penghimpunan dana ZIS-DSKL kepada para pemangku kepentingan, khususnya para pegawai ASN melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta masyarakat DIY secara umum.
Khusus pada Agustus 2026, penerimaan ZIS-DSKL BAZNAS DIY yang tercatat dalam neraca (on balance sheet) mencapai Rp719.296.848. Angka tersebut terdiri atas zakat perorangan sebesar Rp441.190.764, zakat badan Rp5.000.000, infak Rp83.618.695, infak terikat Rp188.302.389, serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) sebesar Rp1.185.000.
Selain itu, BAZNAS DIY juga mencatat penerimaan non-neraca (off balance sheet) sebesar Rp17.442.800. Dengan demikian, total penghimpunan on balance sheet dan off balance sheet pada Agustus 2026 mencapai Rp736.739.648.
Capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan masyarakat, para muzaki, munfik, serta seluruh mitra BAZNAS DIY yang terus mempercayakan pengelolaan dana ZIS-DSKL kepada BAZNAS DIY.
Dana yang berhasil dihimpun selanjutnya disalurkan kepada para penerima manfaat sesuai dengan ketentuan asnaf melalui lima program strategis BAZNAS DIY, yakni DIY Takwa, DIY Sehat, DIY Sejahtera, DIY Peduli, dan DIY Cerdas.
Program DIY Takwa berfokus pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan peningkatan kualitas kehidupan spiritual masyarakat. Sementara DIY Sehat diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok kurang mampu.
Selanjutnya, DIY Sejahtera merupakan program pemberdayaan ekonomi yang bertujuan mendorong kemandirian mustahik melalui penguatan usaha produktif. DIY Peduli hadir melalui berbagai program kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat maupun kesulitan sosial. Adapun DIY Cerdas berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan di bidang pendidikan.
Donasi Gempa NTT Capai Rp211,29 Juta
Selain menjalankan program rutin, BAZNAS DIY juga terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Hingga saat ini, BAZNAS DIY masih membuka penghimpunan donasi bagi saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi.
Hingga saat ini, dana yang berhasil dihimpun untuk membantu masyarakat terdampak gempa NTT telah mencapai Rp211.298.624. Dana tersebut merupakan hasil kepedulian dan gotong royong masyarakat serta dukungan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.
BAZNAS DIY berharap dukungan dan partisipasi masyarakat dapat terus mengalir sehingga semakin banyak bantuan yang dapat disalurkan kepada masyarakat terdampak. Penghimpunan donasi tersebut sekaligus menjadi wujud nyata semangat kepedulian dan gotong royong dalam membantu sesama.
Di sisi lain, BAZNAS DIY terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Para pemangku kepentingan juga diajak berpartisipasi aktif dalam menggerakkan sosialisasi cinta zakat di berbagai lapisan masyarakat, salah satunya melalui pembentukan UPZ dan layanan konsultasi ZIS.
Masyarakat dapat memperoleh informasi serta memanfaatkan kemudahan layanan pembayaran ZIS melalui Kantor Digital BAZNAS DIY dan berbagai kanal media sosial resmi BAZNAS DIY.
Melalui dukungan para muzaki, munfik, masyarakat, pemerintah, dan seluruh mitra, BAZNAS DIY berkomitmen untuk terus mengelola dan menyalurkan dana ZIS-DSKL secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.
Dengan semangat kepedulian dan pemberdayaan, BAZNAS DIY terus berupaya hadir sebagai “Lembaga utama menyejahterakan umat yang profesional dan terpercaya.”
BAZNAS DIY menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki dan munfik yang telah menunaikan ZIS-DSKL melalui BAZNAS DIY. Semoga setiap harta yang disalurkan menjadi amal yang penuh keberkahan, serta menjadi pembersih dan penyuci harta bagi para muzaki dan munfik.
09-09-2026 | admin

Perkuat Pelayanan Mustahik, Waka BAZNAS RI Kunjungi Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta
YOGYAKARTA — Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. melakukan kunjungan ke Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Yogyakarta, Rabu (26/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya para mustahik.
Kedatangan Waka BAZNAS RI disambut langsung oleh Ketua BAZNAS DIY Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., Pimpinan RSB Yogyakarta dr. Andriani, serta jajaran BAZNAS dan RSB. Turut hadir Drs. H. Damanhuri, Drs. H. Syahroini Djamil, H. Suhartadi Prasojo, S.E., H. Nur Aziz, S.Psi., M.Ec., Dev., serta Ketua BAZNAS Bantul H. Sugeng Prihatin, S.H.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau berbagai layanan dan fasilitas RSB Yogyakarta sekaligus berdiskusi mengenai penguatan pelayanan kesehatan berbasis zakat. RSB Yogyakarta merupakan salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat secara nyata, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan.
Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS DIY, dan BAZNAS Kabupaten Bantul dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi mustahik serta memperluas kebermanfaatan zakat bagi masyarakat.
26-08-2026 | admin

BAZNAS DIY dan Pemda DIY Bersinergi Bantu Mahasiswa serta Warga NTT Terdampak Gempa
Yogyakarta, 19 Agustus 2026 — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) DIY berkomitmen untuk membantu masyarakat dan mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan yang berlangsung di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Rabu (19/8). Bantuan diserahkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Ketua BAZNAS DIY Dra. Hj. Puji Astuti M.Si, serta pimpinan Bank Indonesia (BI) dan OJK Perwakilan DIY.
Bantuan yang disalurkan meliputi Rp1 miliar untuk Pemda NTT, obat-obatan senilai Rp38 juta, bantuan keuangan sebesar Rp90 juta yang dihimpun dari BI, OJK, Bank BPD, FKIJK, dan BMPD DIY, serta bantuan bahan pokok berupa beras dan telur bagi mahasiswa asal NTT yang terdampak gempa.
Selain bantuan tersebut, Pemda DIY juga akan menerbitkan Surat Edaran Gubernur untuk penggalangan dana dari ASN yang selanjutnya akan dikoordinasikan bersama BAZNAS DIY. Langkah ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam memperluas dukungan kemanusiaan bagi para korban bencana.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa perhatian terhadap mahasiswa asal daerah lain yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta merupakan bagian dari tradisi Pemda DIY dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Menurut Sultan, bantuan tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan tanggap darurat, tetapi juga memastikan mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala kondisi pascabencana.
“Nah kita akan bicara living cost dan mendapatkan kemudahan akses tetap bisa melanjutkan pendidikan di tempat itu. Itu selalu kita lakukan hal yang sama,” kata Sultan HB X di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Rabu (19/8).
BAZNAS DIY turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa, baik mahasiswa yang berada di DIY maupun masyarakat korban bencana di NTT.
Melalui semangat kepedulian dan gotong royong, bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban para korban serta menjadi penguat bagi mahasiswa asal NTT agar tetap dapat melanjutkan pendidikan dan menata kembali kehidupannya.
Mari ulurkan tangan untuk saudara kita korban gempa di Nusa Tenggara Timur.Duka mereka adalah duka kita bersama. Setiap bantuan yang diberikan menjadi bentuk kepedulian dan harapan bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit.
???? Rekening Donasi BAZNAS DIY:CIMB Niaga Syariah: 8600-0462-3500Bank BPD DIY: 006-111-000800Tambahkan kode unik 096 di belakang nominal transfer, contoh: Rp100.096.
???? Donasi online: diy.baznas.go.id/sedekah???? Konfirmasi & Layanan BAZNAS DIY: 0852-2122-2616
BAZNAS DIY — Zakat Menguatkan Indonesia.
19-08-2026 | admin
Berita Pendistribusian

Rumah Hangus Dilalap Api, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan untuk Pak Peppy
YOGYAKARTA — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) menyalurkan bantuan kepada Bapak Peppy, warga Pilahan, Rejowinangun, yang menjadi korban musibah kebakaran. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS DIY sekaligus upaya membantu meringankan beban keluarga yang terdampak musibah.
Kebakaran yang menimpa rumah Bapak Peppy terjadi setelah kobaran api dari pembakaran sampah yang dilakukan tanpa pengawasan membesar dan merambat ke gudang barang bekas di sekitar lokasi. Api kemudian menyambar rumah Bapak Peppy hingga mengakibatkan bangunan rumah hangus terbakar dan tidak tersisa.
Musibah tersebut mengakibatkan kerugian besar bagi keluarga Bapak Peppy. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung dan berkumpul bersama keluarga harus kehilangan tempat tinggal akibat dilalap api.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS DIY hadir untuk memberikan dukungan kepada keluarga terdampak. Bantuan disalurkan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah, sekaligus menjadi bagian dari komitmen BAZNAS DIY dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban Bapak Peppy dan keluarga dalam menghadapi kondisi pascakebakaran. Meskipun tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi keluarga untuk bangkit kembali.
Bapak Peppy menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS DIY dan para muzaki yang telah memberikan bantuan serta kepedulian kepada dirinya dan keluarga. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi dukungan dalam menjalani masa pemulihan setelah musibah kebakaran yang menimpa rumahnya.
“Terima kasih kepada BAZNAS DIY dan para muzaki yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami setelah mengalami musibah kebakaran. Semoga kebaikan dan kepedulian yang diberikan mendapatkan balasan dari Allah SWT,” ungkap Bapak Peppy.
BAZNAS DIY juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, termasuk pembakaran sampah. Pembakaran sampah sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dan memperhatikan kondisi lingkungan agar tidak menimbulkan risiko bagi keselamatan masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS DIY kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika warga menghadapi musibah dan membutuhkan dukungan. Kepedulian dan kebersamaan diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi keluarga korban untuk melewati masa sulit.
BAZNAS DIY mengucapkan terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang telah menitipkan amanah melalui BAZNAS DIY. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat dan membantu saudara-saudara yang membutuhkan.
16/09/2026 | admin

Dari Mebel hingga Tani Bawang, BAZNAS DIY Dukung Usaha 17 Ustadz dan Ustadzah
Yogyakarta, 15 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Kali ini, BAZNAS DIY memberikan bantuan kepada 17 ustadz dan ustadzah di DIY yang memiliki berbagai usaha dan aktivitas ekonomi produktif.
Bantuan tersebut diberikan kepada para penerima manfaat yang menjalankan beragam usaha, di antaranya pengerajin kayu dan mebel, kantin santri, angkringan, penjual telur asin dan peyek kacang, petani bawang merah, serta sejumlah usaha produktif lainnya. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp51 juta.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua II BAZNAS DIY, H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D., kepada perwakilan penerima manfaat. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS DIY, Selasa (15/9/2026).
Bantuan ini diharapkan dapat menjadi tambahan modal bagi para ustadz dan ustadzah untuk mengembangkan usaha yang telah dijalankan. Selain membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, dukungan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat keberlangsungan aktivitas dakwah dan pendidikan keagamaan yang selama ini mereka jalankan di tengah masyarakat.
H. Jazilus Sakhok menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu bagian penting dalam pendayagunaan zakat. Menurutnya, zakat tidak hanya hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mendorong penerima manfaat agar semakin mandiri dan memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.
“Melalui bantuan ini, kami berharap para ustadz dan ustadzah dapat mengembangkan usaha yang sudah dijalankan sehingga semakin produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan keberkahan,” ujarnya.
Program pemberdayaan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian BAZNAS DIY kepada para ustadz dan ustadzah yang memiliki peran penting dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat. Dengan dukungan zakat yang dikelola secara tepat sasaran, diharapkan para penerima manfaat dapat terus menjalankan peran sosial dan keagamaannya sekaligus membangun kemandirian ekonomi.
BAZNAS DIY mengajak masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian dan menunaikan zakat melalui lembaga yang amanah dan profesional. Setiap zakat yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas serta membantu masyarakat menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
15/09/2026 | admin

Alirkan Kepedulian, BAZNAS DIY dan BTB DIY Salurkan 25.000 Liter Air Bersih ke S
Gunungkidul – Musim kemarau kembali membawa tantangan bagi masyarakat di sejumlah wilayah Gunungkidul. Salah satunya warga Serut yang setiap tahun menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS DIY bersama BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) DIY mendistribusikan sebanyak 25.000 liter air bersih kepada warga di wilayah Serut, Gunungkidul (22/8/2026). Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang mengalami kesulitan air selama musim kemarau.
Suwanti, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan air bersih dari BAZNAS DIY dan BTB DIY. “Alhamdulillah, bantuan air bersih ini sangat membantu kami. Serut merupakan daerah yang setiap musim kemarau mengalami kekeringan. Saat sumber air mulai mengering, warga harus mencari bahkan membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti minum, memasak, mandi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” ujarnya.
Bagi warga, air bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi menjadi kebutuhan utama yang sangat menentukan keberlangsungan aktivitas mereka. Tidak jarang, warga harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air atau mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih.
Distribusi air bersih yang dilakukan BAZNAS DIY dan BTB DIY menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak kekeringan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air warga sekaligus mengurangi beban ekonomi yang muncul akibat sulitnya mendapatkan air bersih.
Melalui program kemanusiaan ini, BAZNAS DIY terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Penyaluran air bersih juga menjadi bagian dari ikhtiar untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi kemarau.
???? ALIRKAN AIR, ALIRKAN PAHALA
Bagi saudara kita yang menghadapi kekeringan, setetes air begitu berarti untuk minum, memasak, beribadah, dan menjalani kehidupan.
???? Mari alirkan kebaikan melalui Sedekah Air.
Sedekah Air, hadirkan kehidupan. ????
Tunaikan melalui rekening:
???? BSI 309-12-2019-8
???? Tambahkan kode unik 091 di belakang nominal transfer untuk memudahkan verifikasi.
Setetes air dari kita, sejuta harapan bagi mereka. ????
23/08/2026 | admin
Artikel Terbaru
Keutamaan Bulan Rabiul Akhir
Bulan Rabiul Akhir merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang sering luput dari perhatian umat Islam dibandingkan bulan-bulan mulia lainnya seperti Ramadhan, Dzulhijjah, atau Muharram. Padahal, sebagai bagian dari perjalanan waktu yang telah Allah SWT tetapkan, setiap bulan Hijriah membawa hikmah dan pelajaran tersendiri bagi umat Muslim, termasuk bulan Rabiul Akhir. Memahami keutamaan bulan Rabiul Akhir dapat membantu umat Islam memaknai waktu dengan lebih baik dan mengisinya dengan amal saleh.
Artikel ini akan mengulas secara lengkap makna, keutamaan, hingga cara memaknai bulan Rabiul Akhir dengan berbagai kebaikan yang bisa dilakukan sehari-hari.
Makna Bulan Rabiul Akhir
Rabiul Akhir adalah bulan keempat dalam sistem penanggalan Hijriah, setelah Muharram, Safar, dan Rabiul Awal. Nama "Rabiul Akhir" berasal dari bahasa Arab yang berarti "musim semi kedua" atau "musim semi yang terakhir", sebagai penanda pergantian musim pada masa penamaan kalender ini oleh bangsa Arab kuno. Bulan ini juga dikenal dengan sebutan Rabiul Tsani, yang berarti "Rabi yang kedua".
Berbeda dengan bulan-bulan haram (Muharram, Rajab, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah) yang memiliki kedudukan istimewa dalam syariat Islam, Rabiul Akhir termasuk bulan biasa. Meski demikian, hal ini tidak berarti bulan Rabiul Akhir kosong dari nilai dan hikmah. Sebagai umat Islam, penting untuk menyadari bahwa setiap waktu yang Allah berikan adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, termasuk di bulan Rabiul Akhir ini.
Selain itu, bulan Rabiul Akhir juga menjadi penanda bahwa suasana penuh berkah dari bulan Rabiul Awal—yang di dalamnya terdapat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW—baru saja berlalu. Oleh karena itu, banyak ulama menganjurkan agar semangat kebaikan yang tumbuh saat memperingati kelahiran Rasulullah tetap dijaga dan dilanjutkan memasuki bulan berikutnya.
Keutamaan yang Terkandung di Dalamnya
Meskipun tidak memiliki keutamaan khusus sebagaimana bulan-bulan haram, bulan Rabiul Akhir tetap menyimpan beberapa hikmah dan keutamaan yang dapat direnungkan oleh umat Islam, di antaranya:
1. Pengingat akan berjalannya waktu
Pergantian bulan menjadi momen refleksi bagi setiap Muslim untuk mengevaluasi amal ibadah yang telah dilakukan. Waktu yang terus berjalan mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sehingga setiap Muslim dianjurkan untuk senantiasa memperbanyak amal kebaikan tanpa menunggu bulan-bulan tertentu saja.
2. Kesempatan untuk konsisten beribadah
Islam mengajarkan bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan secara konsisten (istiqamah), meskipun sedikit. Bulan Rabiul Akhir menjadi ajang bagi umat Muslim untuk menjaga konsistensi ibadah seperti salat lima waktu, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan bersedekah, tanpa terpengaruh ada atau tidaknya keistimewaan khusus pada bulan tersebut.
3. Melanjutkan semangat kebaikan pasca Maulid Nabi
Karena berdekatan dengan bulan Rabiul Awal yang menjadi bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, Rabiul Akhir menjadi momentum untuk melanjutkan semangat meneladani akhlak mulia Rasulullah. Kecintaan kepada Nabi tidak seharusnya berhenti setelah peringatan Maulid usai, melainkan diwujudkan dalam perbuatan nyata sepanjang tahun.
4. Waktu untuk memperbanyak sedekah dan kepedulian sosial
Setiap bulan dalam Islam sejatinya adalah waktu yang baik untuk berbagi kepada sesama. Bersedekah di bulan Rabiul Akhir dapat menjadi wujud syukur atas nikmat waktu dan kesehatan yang Allah berikan, sekaligus bentuk kepedulian terhadap saudara yang membutuhkan.
Memaknai Rabiul Akhir dengan Berbagi Kebaikan
Salah satu cara terbaik untuk memaknai bulan Rabiul Akhir adalah dengan mengisinya melalui amal saleh yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain:
Memperbanyak zikir dan doa, sebagai bentuk kedekatan kepada Allah SWT di setiap waktu.
Menjaga silaturahmi, mempererat hubungan dengan keluarga, kerabat, dan sesama Muslim.
Meneladani akhlak Rasulullah SAW, seperti kejujuran, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama.
Bersedekah kepada yang membutuhkan, sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan rasa syukur.
Di antara berbagai amalan tersebut, sedekah memiliki keutamaan yang sangat besar. Sedekah tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga dapat melapangkan rezeki dan mendatangkan keberkahan hidup. Momen bulan Rabiul Akhir dapat dijadikan waktu yang tepat untuk memperbanyak sedekah, sebagai bentuk syukur sekaligus melanjutkan semangat berbagi yang telah dimulai sejak peringatan Maulid Nabi.
Manfaatkan keutamaan Rabiul Akhir dengan bersedekah melalui BAZNAS DIY. Melalui BAZNAS DIY, sedekah yang Anda salurkan akan dikelola secara profesional dan tepat sasaran untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan di seluruh Indonesia.
Tunaikan Sedekah Anda sebagai Amalan Maulid Nabi melalui BAZNAS DIY
Jangan lewatkan kesempatan untuk menebar kebaikan di bulan ini. Yuk, tunaikan sedekah Anda sebagai amalan Maulid Nabi melalui BAZNAS DIY dan jadikan setiap harta yang dikeluarkan sebagai ladang pahala yang terus mengalir.
Mari sempurnakan ibadah Anda dengan berzakat melalui BAZNAS DIY, cukup klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAZ DIY
21/09/2026 | admin
Keutamaan Bulan Rabiul Akhir
Bulan Rabiul Akhir merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang sering luput dari perhatian umat Islam dibandingkan bulan-bulan mulia lainnya seperti Ramadhan, Dzulhijjah, atau Muharram. Padahal, sebagai bagian dari perjalanan waktu yang telah Allah SWT tetapkan, setiap bulan Hijriah membawa hikmah dan pelajaran tersendiri bagi umat Muslim, termasuk bulan Rabiul Akhir. Memahami keutamaan bulan Rabiul Akhir dapat membantu umat Islam memaknai waktu dengan lebih baik dan mengisinya dengan amal saleh.
Artikel ini akan mengulas secara lengkap makna, keutamaan, hingga cara memaknai bulan Rabiul Akhir dengan berbagai kebaikan yang bisa dilakukan sehari-hari.
Makna Bulan Rabiul Akhir
Rabiul Akhir adalah bulan keempat dalam sistem penanggalan Hijriah, setelah Muharram, Safar, dan Rabiul Awal. Nama "Rabiul Akhir" berasal dari bahasa Arab yang berarti "musim semi kedua" atau "musim semi yang terakhir", sebagai penanda pergantian musim pada masa penamaan kalender ini oleh bangsa Arab kuno. Bulan ini juga dikenal dengan sebutan Rabiul Tsani, yang berarti "Rabi yang kedua".
Berbeda dengan bulan-bulan haram (Muharram, Rajab, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah) yang memiliki kedudukan istimewa dalam syariat Islam, Rabiul Akhir termasuk bulan biasa. Meski demikian, hal ini tidak berarti bulan Rabiul Akhir kosong dari nilai dan hikmah. Sebagai umat Islam, penting untuk menyadari bahwa setiap waktu yang Allah berikan adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, termasuk di bulan Rabiul Akhir ini.
Selain itu, bulan Rabiul Akhir juga menjadi penanda bahwa suasana penuh berkah dari bulan Rabiul Awal—yang di dalamnya terdapat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW—baru saja berlalu. Oleh karena itu, banyak ulama menganjurkan agar semangat kebaikan yang tumbuh saat memperingati kelahiran Rasulullah tetap dijaga dan dilanjutkan memasuki bulan berikutnya.
Keutamaan yang Terkandung di Dalamnya
Meskipun tidak memiliki keutamaan khusus sebagaimana bulan-bulan haram, bulan Rabiul Akhir tetap menyimpan beberapa hikmah dan keutamaan yang dapat direnungkan oleh umat Islam, di antaranya:
1. Pengingat akan berjalannya waktu
Pergantian bulan menjadi momen refleksi bagi setiap Muslim untuk mengevaluasi amal ibadah yang telah dilakukan. Waktu yang terus berjalan mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sehingga setiap Muslim dianjurkan untuk senantiasa memperbanyak amal kebaikan tanpa menunggu bulan-bulan tertentu saja.
2. Kesempatan untuk konsisten beribadah
Islam mengajarkan bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan secara konsisten (istiqamah), meskipun sedikit. Bulan Rabiul Akhir menjadi ajang bagi umat Muslim untuk menjaga konsistensi ibadah seperti salat lima waktu, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan bersedekah, tanpa terpengaruh ada atau tidaknya keistimewaan khusus pada bulan tersebut.
3. Melanjutkan semangat kebaikan pasca Maulid Nabi
Karena berdekatan dengan bulan Rabiul Awal yang menjadi bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, Rabiul Akhir menjadi momentum untuk melanjutkan semangat meneladani akhlak mulia Rasulullah. Kecintaan kepada Nabi tidak seharusnya berhenti setelah peringatan Maulid usai, melainkan diwujudkan dalam perbuatan nyata sepanjang tahun.
4. Waktu untuk memperbanyak sedekah dan kepedulian sosial
Setiap bulan dalam Islam sejatinya adalah waktu yang baik untuk berbagi kepada sesama. Bersedekah di bulan Rabiul Akhir dapat menjadi wujud syukur atas nikmat waktu dan kesehatan yang Allah berikan, sekaligus bentuk kepedulian terhadap saudara yang membutuhkan.
Memaknai Rabiul Akhir dengan Berbagi Kebaikan
Salah satu cara terbaik untuk memaknai bulan Rabiul Akhir adalah dengan mengisinya melalui amal saleh yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain:
Memperbanyak zikir dan doa, sebagai bentuk kedekatan kepada Allah SWT di setiap waktu.
Menjaga silaturahmi, mempererat hubungan dengan keluarga, kerabat, dan sesama Muslim.
Meneladani akhlak Rasulullah SAW, seperti kejujuran, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama.
Bersedekah kepada yang membutuhkan, sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan rasa syukur.
Di antara berbagai amalan tersebut, sedekah memiliki keutamaan yang sangat besar. Sedekah tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga dapat melapangkan rezeki dan mendatangkan keberkahan hidup. Momen bulan Rabiul Akhir dapat dijadikan waktu yang tepat untuk memperbanyak sedekah, sebagai bentuk syukur sekaligus melanjutkan semangat berbagi yang telah dimulai sejak peringatan Maulid Nabi.
Manfaatkan keutamaan Rabiul Akhir dengan bersedekah melalui BAZNAS DIY. Melalui BAZNAS DIY, sedekah yang Anda salurkan akan dikelola secara profesional dan tepat sasaran untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan di seluruh Indonesia.
Tunaikan Sedekah Anda sebagai Amalan Maulid Nabi melalui BAZNAS DIY
Jangan lewatkan kesempatan untuk menebar kebaikan di bulan ini. Yuk, tunaikan sedekah Anda sebagai amalan Maulid Nabi melalui BAZNAS DIY dan jadikan setiap harta yang dikeluarkan sebagai ladang pahala yang terus mengalir.
Mari sempurnakan ibadah Anda dengan berzakat melalui BAZNAS DIY, cukup klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAZ DIY
21/09/2026 | admin
Amalan Bulan Rabiul Akhir dan Kebiasaan Baik yang Dianjurkan
Bulan Rabiul Akhir merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan. Meskipun tidak terdapat ibadah khusus yang secara spesifik diwajibkan hanya pada bulan Rabiul Akhir, seorang Muslim tetap dapat mengisinya dengan berbagai amalan yang dianjurkan dalam Islam.
Memasuki bulan baru juga dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kebiasaan ibadah yang sudah dilakukan. Konsistensi dalam salat, membaca Al-Qur'an, berzikir, bersedekah, serta melakukan berbagai kebaikan merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Karena itu, amalan bulan Rabiul Akhir dapat dipahami sebagai berbagai amal saleh yang dilakukan untuk meningkatkan ketakwaan dan membangun kebiasaan baik. Fokus utamanya bukan mencari amalan khusus yang hanya berlaku pada bulan tersebut, melainkan memanfaatkan momentum pergantian bulan untuk memperbaiki kualitas ibadah secara konsisten.
Salah satu kebiasaan yang dapat mulai dibangun adalah memperbanyak sedekah. Sedekah dapat dilakukan kapan saja dan dalam berbagai bentuk, termasuk harta maupun bantuan kepada orang lain. BAZNAS DIY menjelaskan bahwa sedekah merupakan amalan yang dapat dilakukan secara rutin dan tidak terbatas pada bentuk pemberian uang saja.
Lalu, apa saja kebiasaan baik yang dapat dilakukan selama Rabiul Akhir dan bagaimana cara menjaga konsistensi ibadah agar tidak hanya dilakukan sesekali?
Amalan Bulan Rabiul Akhir
Pada dasarnya, tidak ada ketentuan bahwa umat Islam harus melakukan ritual ibadah tertentu yang secara khusus ditetapkan untuk bulan Rabiul Akhir. Oleh sebab itu, amalan bulan Rabiul Akhir dapat diisi dengan berbagai ibadah dan kebaikan yang memang dianjurkan dalam Islam.
Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain menjaga salat wajib, memperbanyak membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, memperbanyak istigfar, menjaga silaturahmi, membantu sesama, serta bersedekah.
Hal yang lebih penting adalah menjaga niat dan konsistensi. Amalan sederhana yang dilakukan secara rutin dapat membantu membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan seorang Muslim.
Bulan Rabiul Akhir juga dapat dijadikan sebagai momentum untuk memperbaiki ibadah yang sebelumnya belum konsisten. Misalnya, jika sebelumnya jarang membaca Al-Qur'an, dapat dimulai dengan beberapa ayat setiap hari. Jika belum terbiasa bersedekah, dapat dimulai dengan nominal yang sesuai kemampuan.
Dengan cara tersebut, bulan Rabiul Akhir dapat menjadi bagian dari proses membangun kebiasaan ibadah yang berkelanjutan.
Kebiasaan baik yang dianjurkan
Ada banyak kebiasaan baik yang dapat dilakukan selama Rabiul Akhir. Amalan tersebut tidak harus selalu berbentuk ibadah ritual, tetapi juga dapat berupa perbuatan yang memberikan manfaat kepada orang lain.
1. Menjaga salat wajib
Salat merupakan kewajiban utama yang perlu dijaga setiap hari. Menjadikan ketepatan waktu salat sebagai kebiasaan dapat membantu meningkatkan kedisiplinan sekaligus menjaga hubungan spiritual dengan Allah SWT.
2. Membaca Al-Qur'an secara rutin
Membaca Al-Qur'an dapat dilakukan dengan target sederhana. Tidak perlu langsung menetapkan target yang terlalu berat. Membaca beberapa halaman atau beberapa ayat setiap hari dapat menjadi awal untuk membangun kebiasaan yang konsisten.
3. Memperbanyak zikir dan istigfar
Zikir dan istigfar dapat menjadi bagian dari rutinitas harian. Keduanya dapat dilakukan setelah salat, ketika memiliki waktu luang, atau pada waktu lain yang memungkinkan.
4. Menjaga silaturahmi
Menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman, tetangga, dan lingkungan sekitar merupakan bentuk kebaikan yang dapat dilakukan setiap hari. Silaturahmi juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial.
5. Membiasakan diri membantu sesama
Membantu orang lain tidak selalu membutuhkan biaya besar. Memberikan bantuan tenaga, ilmu, waktu, atau sekadar memberikan dukungan kepada seseorang yang sedang mengalami kesulitan juga merupakan bentuk kebaikan.
6. Membiasakan sedekah
Sedekah dapat dijadikan salah satu kebiasaan baik selama Rabiul Akhir. BAZNAS DIY menjelaskan bahwa sedekah dapat dilakukan kapan saja dan dalam berbagai bentuk, termasuk harta maupun nonharta.
Dengan menjadikan sedekah sebagai kebiasaan, seseorang dapat membangun kepedulian sosial sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.
Menjaga konsistensi ibadah
Salah satu tantangan dalam menjalankan amalan bulan Rabiul Akhir adalah menjaga konsistensi. Semangat beribadah terkadang meningkat pada waktu tertentu, tetapi kemudian menurun ketika aktivitas sehari-hari kembali padat.
Untuk mengatasinya, ibadah dapat dimulai dari target yang realistis. Misalnya, membaca Al-Qur'an selama 10 menit setiap hari, menyisihkan sebagian uang untuk sedekah setiap pekan, atau meluangkan waktu untuk berzikir setelah salat.
Kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin akan lebih mudah dipertahankan dibandingkan menetapkan target besar yang sulit dijalankan.
Konsistensi juga membutuhkan evaluasi. Setiap beberapa hari atau setiap akhir pekan, seseorang dapat melihat kembali ibadah apa yang sudah dilakukan dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.
Hal yang perlu diingat adalah kualitas kebiasaan lebih penting daripada sekadar banyaknya target. Ketika sebuah amal sudah menjadi rutinitas, target tersebut dapat ditingkatkan secara bertahap.
Menjadikan sedekah sebagai amalan rutin
Sedekah merupakan salah satu bentuk amal yang dapat dilakukan secara rutin. Islam memberikan ruang yang luas bagi umatnya untuk berbagi, baik dalam bentuk harta maupun perbuatan baik lainnya.
BAZNAS DIY menjelaskan bahwa sedekah tidak hanya berupa pemberian uang. Kebaikan seperti memberikan bantuan, tenaga, ilmu, atau senyuman juga dapat menjadi bentuk sedekah.
Agar sedekah menjadi kebiasaan, seseorang dapat menentukan pola yang sederhana dan sesuai kemampuan. Misalnya, menyisihkan sebagian penghasilan setiap bulan, bersedekah setiap Jumat, atau menetapkan nominal tertentu setiap kali menerima pendapatan.
Tidak perlu menunggu memiliki uang dalam jumlah besar untuk mulai bersedekah. Kebiasaan memberi dapat dimulai dari nominal yang ringan dan dilakukan secara konsisten.
Selain membantu orang yang membutuhkan, kebiasaan bersedekah juga dapat melatih seseorang untuk lebih peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Dengan demikian, sedekah tidak hanya menjadi aktivitas sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari gaya hidup seorang Muslim.
BAZNAS DIY juga menyediakan layanan pembayaran digital yang memungkinkan masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara online. Pada laman resminya, tersedia beberapa pilihan metode pembayaran, termasuk virtual account, QRIS, dan sejumlah layanan pembayaran digital lainnya.
Jadikan Rabiul Akhir sebagai momentum memperbaiki diri
Amalan bulan Rabiul Akhir pada dasarnya dapat diisi dengan berbagai amal saleh yang dianjurkan dalam Islam. Tidak perlu mencari ritual khusus yang tidak memiliki dasar yang jelas. Hal yang lebih penting adalah menggunakan momentum tersebut untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak kebaikan.
Menjaga salat, membaca Al-Qur'an, berzikir, memperkuat silaturahmi, membantu sesama, dan bersedekah merupakan beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan secara konsisten.
Sedekah juga dapat menjadi pilihan untuk membangun kebiasaan berbagi. Dimulai dari nominal yang sesuai kemampuan, dilakukan secara rutin, dan dilandasi niat yang ikhlas.
Dengan menjadikan kebaikan sebagai kebiasaan, Rabiul Akhir dapat menjadi momentum untuk membangun rutinitas ibadah yang terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.
Mari sempurnakan ibadah Anda dengan berzakat melalui BAZNAS DIY, cukup klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS DIY
18/09/2026 | admin
BAZNAS TV
Rihlah Muharram BAZNAS DIY 1448 H
Penulis: admin
BAZNAS DIY
Penulis: admin













