Berita Terkini
Cara Meningkatkan Ibadah bagi Seorang Muslim
Menjadi seorang Muslim bukan hanya tentang menjalankan kewajiban, tetapi juga bagaimana terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari, kesibukan, pekerjaan, urusan keluarga, dan berbagai aktivitas terkadang membuat seseorang lalai dari ibadah.
Padahal, waktu yang kita miliki adalah nikmat yang akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang Muslim menuju kehidupan yang lebih baik.
Allah SWT berfirman:
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”(QS. Az-Zariyat: 56)
1. Luruskan Niat
Langkah pertama adalah memperbaiki niat. Ibadah yang dilakukan hendaknya semata-mata mengharapkan rida Allah SWT, bukan sekadar ingin mendapatkan pujian dari manusia.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.”(HR. Bukhari dan Muslim)
2. Menjaga Salat Lima Waktu
Salat merupakan ibadah wajib yang menjadi salah satu fondasi utama kehidupan seorang Muslim. Menjaga salat lima waktu secara tepat waktu hendaknya menjadi prioritas.
Allah SWT berfirman:
“Sungguh, salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”(QS. Al-‘Ankabut: 45)
3. Membiasakan Membaca Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah petunjuk bagi kehidupan manusia. Membaca Al-Qur’an secara rutin, meskipun hanya beberapa ayat setiap hari, dapat menjadi kebiasaan baik yang menjaga hati tetap dekat dengan Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”(HR. Bukhari)
4. Memperbanyak Zikir dan Istighfar
Di tengah kesibukan, zikir menjadi salah satu cara sederhana untuk mengingat Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”(QS. Ar-Ra’d: 28)
5. Tunaikan Zakat, Jangan Menunda Kewajiban
Salah satu bentuk peningkatan ibadah yang sangat penting adalah menunaikan zakat bagi mereka yang telah memenuhi syarat wajib zakat.
Zakat bukan sekadar bentuk kedermawanan. Zakat merupakan kewajiban yang diperintahkan Allah SWT dan termasuk salah satu rukun Islam. Harta yang telah mencapai nisab dan memenuhi ketentuan wajib zakat memiliki hak yang harus ditunaikan.
Allah SWT berfirman:
“Dan laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahalanya) di sisi Allah.”(QS. Al-Baqarah: 110)
Allah SWT juga berfirman:
“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka...”(QS. At-Taubah: 103)
Zakat memiliki makna yang sangat dalam. Ia menjadi sarana membersihkan harta dan menyucikan jiwa, sekaligus menghadirkan manfaat bagi mustahik yang berhak menerimanya.
Karena itu, jangan menunggu harta berlebih untuk mulai peduli. Jika harta kita telah memenuhi ketentuan wajib zakat, segeralah tunaikan zakatnya. Jangan menunda kewajiban yang telah menjadi hak Allah dan hak para penerima zakat.
Bagi yang belum memenuhi kewajiban zakat, pintu kebaikan tetap terbuka melalui sedekah dan infak. Sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan, kapan pun dan di mana pun.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sedekah tidaklah mengurangi harta.”(HR. Muslim)
Maka, mari periksa kembali harta dan penghasilan kita. Sudahkah zakat ditunaikan? Jika telah memenuhi syarat, jangan ditunda. Tunaikan zakat melalui lembaga amil zakat yang terpercaya agar dapat dikelola dan disalurkan kepada mustahik secara tepat.
6. Perbanyak Sedekah
Selain zakat sebagai kewajiban, seorang Muslim juga dianjurkan memperbanyak sedekah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.
Tidak harus menunggu kaya. Berapa pun yang kita mampu, jika diberikan dengan ikhlas, dapat menjadi amal kebaikan.
Allah SWT berfirman:
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya.”(QS. Saba’: 39)
7. Lakukan Amal Secara Konsisten
Meningkatkan ibadah tidak harus dilakukan secara drastis. Mulailah dari amalan yang mampu dilakukan secara konsisten.
Rasulullah SAW bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang paling kontinu meskipun sedikit.”(HR. Bukhari dan Muslim)
8. Perbanyak Muhasabah
Luangkan waktu untuk mengevaluasi diri. Apakah salat sudah terjaga? Apakah Al-Qur’an masih dibaca? Apakah zakat sudah ditunaikan? Apakah masih ada kesempatan untuk membantu sesama?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat menjadi pengingat agar hari ini lebih baik daripada hari kemarin.
Jangan Menunggu untuk Menjadi Lebih Dekat kepada Allah
Meningkatkan ibadah tidak harus menunggu kita menjadi sempurna. Mulailah dari sekarang, dari hal-hal yang mampu dilakukan.
Jaga salat. Dekatkan diri dengan Al-Qur’an. Perbanyak zikir. Tunaikan zakat. Perbanyak sedekah. Dan teruslah berbuat baik.
Jika harta yang kita miliki telah memenuhi syarat wajib zakat, jangan menunda untuk menunaikannya. Karena zakat bukan hanya tentang mengeluarkan sebagian harta, tetapi tentang memenuhi kewajiban kepada Allah SWT, membersihkan harta, menyucikan jiwa, dan membantu mereka yang membutuhkan.
Mari tunaikan zakat sebelum terlambat. Sisihkan hak mustahik dari harta kita dan jadikan rezeki yang Allah titipkan sebagai jalan menuju keberkahan.
Tunaikan zakat. Sempurnakan ibadah. Bersihkan harta. Tebarkan manfaat. Raih keberkahan.
Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.
- Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY
ZAKAT
BSI : 309 12 2015 5
an.BAZNAS DIY
INFAQ/SEDEKAH
BSI : 309 12 2019 8
an.BAZNAS DIY
atau melalui link:
diy.baznas.go.id/bayarzakat
- Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616
- Website: diy.baznas.go.id
- Media Sosial: @baznasdiy__official
BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
29/09/2026 | admin
Cara Meningkatkan Ibadah bagi Seorang Muslim
Menjadi seorang Muslim bukan hanya tentang menjalankan kewajiban, tetapi juga bagaimana terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari, kesibukan, pekerjaan, urusan keluarga, dan berbagai aktivitas terkadang membuat seseorang lalai dari ibadah.
Padahal, waktu yang kita miliki adalah nikmat yang akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang Muslim menuju kehidupan yang lebih baik.
Allah SWT berfirman:
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat: 56)
1. Luruskan Niat
Langkah pertama adalah memperbaiki niat. Ibadah yang dilakukan hendaknya semata-mata mengharapkan rida Allah SWT, bukan sekadar ingin mendapatkan pujian dari manusia.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Menjaga Salat Lima Waktu
Salat merupakan ibadah wajib yang menjadi salah satu fondasi utama kehidupan seorang Muslim. Menjaga salat lima waktu secara tepat waktu hendaknya menjadi prioritas.
Allah SWT berfirman:
“Sungguh, salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)
3. Membiasakan Membaca Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah petunjuk bagi kehidupan manusia. Membaca Al-Qur’an secara rutin, meskipun hanya beberapa ayat setiap hari, dapat menjadi kebiasaan baik yang menjaga hati tetap dekat dengan Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
4. Memperbanyak Zikir dan Istighfar
Di tengah kesibukan, zikir menjadi salah satu cara sederhana untuk mengingat Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
5. Tunaikan Zakat, Jangan Menunda Kewajiban
Salah satu bentuk peningkatan ibadah yang sangat penting adalah menunaikan zakat bagi mereka yang telah memenuhi syarat wajib zakat.
Zakat bukan sekadar bentuk kedermawanan. Zakat merupakan kewajiban yang diperintahkan Allah SWT dan termasuk salah satu rukun Islam. Harta yang telah mencapai nisab dan memenuhi ketentuan wajib zakat memiliki hak yang harus ditunaikan.
Allah SWT berfirman:
“Dan laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahalanya) di sisi Allah.” (QS. Al-Baqarah: 110)
Allah SWT juga berfirman:
“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka...” (QS. At-Taubah: 103)
Zakat memiliki makna yang sangat dalam. Ia menjadi sarana membersihkan harta dan menyucikan jiwa, sekaligus menghadirkan manfaat bagi mustahik yang berhak menerimanya.
Karena itu, jangan menunggu harta berlebih untuk mulai peduli. Jika harta kita telah memenuhi ketentuan wajib zakat, segeralah tunaikan zakatnya. Jangan menunda kewajiban yang telah menjadi hak Allah dan hak para penerima zakat.
Bagi yang belum memenuhi kewajiban zakat, pintu kebaikan tetap terbuka melalui sedekah dan infak. Sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan, kapan pun dan di mana pun.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim)
Maka, mari periksa kembali harta dan penghasilan kita. Sudahkah zakat ditunaikan? Jika telah memenuhi syarat, jangan ditunda. Tunaikan zakat melalui lembaga amil zakat yang terpercaya agar dapat dikelola dan disalurkan kepada mustahik secara tepat.
6. Perbanyak Sedekah
Selain zakat sebagai kewajiban, seorang Muslim juga dianjurkan memperbanyak sedekah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.
Tidak harus menunggu kaya. Berapa pun yang kita mampu, jika diberikan dengan ikhlas, dapat menjadi amal kebaikan.
Allah SWT berfirman:
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya.” (QS. Saba’: 39)
7. Lakukan Amal Secara Konsisten
Meningkatkan ibadah tidak harus dilakukan secara drastis. Mulailah dari amalan yang mampu dilakukan secara konsisten.
Rasulullah SAW bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang paling kontinu meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
8. Perbanyak Muhasabah
Luangkan waktu untuk mengevaluasi diri. Apakah salat sudah terjaga? Apakah Al-Qur’an masih dibaca? Apakah zakat sudah ditunaikan? Apakah masih ada kesempatan untuk membantu sesama?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat menjadi pengingat agar hari ini lebih baik daripada hari kemarin.
Jangan Menunggu untuk Menjadi Lebih Dekat kepada Allah
Meningkatkan ibadah tidak harus menunggu kita menjadi sempurna. Mulailah dari sekarang, dari hal-hal yang mampu dilakukan.
Jaga salat. Dekatkan diri dengan Al-Qur’an. Perbanyak zikir. Tunaikan zakat. Perbanyak sedekah. Dan teruslah berbuat baik.
Jika harta yang kita miliki telah memenuhi syarat wajib zakat, jangan menunda untuk menunaikannya. Karena zakat bukan hanya tentang mengeluarkan sebagian harta, tetapi tentang memenuhi kewajiban kepada Allah SWT, membersihkan harta, menyucikan jiwa, dan membantu mereka yang membutuhkan.
Mari tunaikan zakat sebelum terlambat. Sisihkan hak mustahik dari harta kita dan jadikan rezeki yang Allah titipkan sebagai jalan menuju keberkahan.
Tunaikan zakat. Sempurnakan ibadah. Bersihkan harta. Tebarkan manfaat. Raih keberkahan.
Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.
- Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY
ZAKAT
BSI : 309 12 2015 5
an.BAZNAS DIY
INFAQ/SEDEKAH
BSI : 309 12 2019 8
an.BAZNAS DIY
atau melalui link:
diy.baznas.go.id/bayarzakat
- Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616
- Website: diy.baznas.go.id
- Media Sosial: @baznasdiy__official
BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
29/09/2026 | admin
Tips Muslim Menjaga Kesehatan: Merawat Tubuh sebagai Amanah dari Allah SWT
Kesehatan merupakan salah satu nikmat besar yang sering kali baru disadari ketika seseorang mengalami sakit. Dalam Islam, menjaga kesehatan bukan sekadar kebutuhan duniawi, tetapi juga bagian dari ikhtiar seorang Muslim dalam menjalankan amanah Allah SWT. Tubuh yang sehat dapat membantu seseorang beribadah dengan lebih baik, bekerja dengan optimal, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan sesama.
Rasulullah SAW mengingatkan tentang pentingnya memanfaatkan kesehatan sebelum datangnya sakit. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.”(HR. Al-Hakim)
1. Mengonsumsi Makanan yang Halal dan Bergizi
Islam mengajarkan umatnya untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik. Allah SWT berfirman:
“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi...”(QS. Al-Baqarah: 168)
Karena itu, seorang Muslim hendaknya memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Perbanyak makanan bergizi seperti sayur, buah, protein, dan makanan yang tidak berlebihan gula, garam, maupun lemak. Selain halal, makanan juga hendaknya memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.
2. Jangan Berlebihan dalam Makan
Menjaga kesehatan juga dapat dilakukan dengan mengatur pola makan. Allah SWT berfirman:
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”(QS. Al-A’raf: 31)
Makan secukupnya membantu tubuh tetap bugar dan menghindarkan diri dari kebiasaan makan berlebihan. Prinsip sederhana ini dapat diterapkan dengan memperhatikan porsi makanan dan memilih makanan yang lebih sehat.
3. Rajin Bergerak dan Berolahraga
Tubuh membutuhkan aktivitas fisik agar tetap sehat. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, senam, atau aktivitas fisik lainnya dapat menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kebugaran.
Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk menjaga kekuatan. Beliau bersabda:
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah...”(HR. Muslim)
Kekuatan dalam hadis tersebut mencakup berbagai aspek, termasuk kekuatan yang membantu seorang Muslim menjalankan kehidupan dan ibadah dengan baik.
4. Istirahat dan Tidur yang Cukup
Kesibukan bekerja dan beraktivitas jangan sampai membuat seseorang mengabaikan kebutuhan tubuh untuk beristirahat. Tidur yang cukup membantu tubuh memulihkan energi dan menjaga kondisi fisik.
Seorang Muslim juga dapat menjadikan waktu istirahat sebagai bagian dari menjaga amanah tubuh, sehingga ketika kembali beraktivitas dapat melaksanakan pekerjaan dan ibadah dengan lebih baik.
5. Menjaga Kebersihan
Kebersihan merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Rasulullah SAW bersabda:
“Kebersihan itu sebagian dari iman.”(HR. Muslim)
Menjaga kebersihan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan gigi dan mulut, mandi secara teratur, menjaga kebersihan pakaian, rumah, serta lingkungan sekitar.
6. Menjaga Kesehatan Mental dan Hati
Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan fisik. Seorang Muslim juga perlu menjaga ketenangan hati. Memperbanyak doa, membaca Al-Qur'an, berdzikir, beribadah, serta menjaga hubungan baik dengan keluarga dan sesama dapat menjadi bagian dari ikhtiar menjaga ketenangan diri.
Allah SWT berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”(QS. Ar-Ra’d: 28)
Ketika menghadapi masalah, seorang Muslim dianjurkan untuk tetap berikhtiar, bersabar, berdoa, dan mencari bantuan yang tepat apabila diperlukan.
7. Tidak Mengabaikan Sakit
Menjaga kesehatan bukan berarti tidak akan pernah sakit. Ketika mengalami gangguan kesehatan, seorang Muslim hendaknya tidak mengabaikannya. Beristirahat, menjaga pola makan, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar.
Islam mengajarkan umatnya untuk berusaha sekaligus bertawakal kepada Allah SWT. Kesembuhan pada akhirnya merupakan kehendak Allah, sementara manusia diperintahkan untuk berikhtiar.
8. Bersyukur dengan Menjaga Kesehatan
Kesehatan adalah nikmat yang patut disyukuri. Salah satu bentuk syukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah, tetapi juga menggunakan kesehatan untuk melakukan kebaikan.
Gunakan tubuh yang sehat untuk beribadah, bekerja mencari rezeki yang halal, membantu keluarga, bersedekah, menolong sesama, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sehat bukan sekadar agar kita dapat menikmati kehidupan, tetapi agar kita memiliki kesempatan lebih banyak untuk beribadah dan menebar kebaikan.
Mari jaga kesehatan sebagai bentuk menjaga amanah dari Allah SWT. Mulai dari makanan yang halal dan bergizi, aktivitas fisik, istirahat yang cukup, menjaga kebersihan, hingga memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Dan ketika Allah memberikan rezeki serta kesehatan, jangan lupa berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Tunaikan zakat dan perbanyak sedekah sebagai wujud syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
29/09/2026 | admin
Agenda Pimpinan

BAZNAS DIY Perkuat Sinergi Penanganan Gempa NTT, Bahas Bantuan bagi Mahasiswa di DIY
Yogyakarta, 10 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadiri Rapat Koordinasi Pemberian Bantuan bagi Korban Bencana Gempa Bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (10/9/2026). Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya bersama berbagai pihak dalam memastikan bantuan bagi masyarakat terdampak dapat diberikan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.
BAZNAS DIY dalam kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si. Kehadiran BAZNAS DIY merupakan bentuk komitmen dalam mendukung penanganan dampak bencana serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), dan berbagai lembaga lainnya.
Dalam rapat koordinasi tersebut, salah satu pembahasan utama adalah mekanisme pemberian bantuan bagi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana gempa bumi dan saat ini berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembahasan mencakup upaya pendataan penerima manfaat serta mekanisme penyaluran bantuan agar dapat diberikan secara efektif dan sesuai dengan kondisi mahasiswa terdampak.
Koordinasi lintas lembaga menjadi penting untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih dalam pemberian bantuan. Melalui sinergi dan pertukaran informasi antarinstansi, bantuan diharapkan dapat menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan, khususnya mahasiswa yang menghadapi dampak bencana saat sedang menempuh pendidikan di DIY.
Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., menyampaikan bahwa BAZNAS DIY siap mendukung upaya penanganan dampak gempa bumi di NTT melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, kepedulian terhadap korban bencana perlu diwujudkan melalui langkah nyata, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
“BAZNAS DIY siap bersinergi dan berkolaborasi dalam membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana, termasuk mahasiswa NTT yang berada di Yogyakarta. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban mereka dan mendukung keberlanjutan pendidikan,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh berbagai OPD dan lembaga terkait yang memiliki perhatian terhadap penanganan bencana serta perlindungan masyarakat terdampak. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah bersama dalam memberikan dukungan kepada korban gempa bumi di NTT.
Melalui rapat koordinasi ini, BAZNAS DIY menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam aksi kemanusiaan. Sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, organisasi, dan masyarakat diharapkan dapat menghadirkan bantuan yang tepat sasaran sekaligus memberikan harapan bagi para penyintas bencana, termasuk mahasiswa NTT yang tengah menempuh pendidikan di DIY.
10-09-2026 | admin

Kepercayaan Masyarakat Menguat, BAZNAS DIY Himpun Rp10,43 Miliar hingga Agustus 2026
YOGYAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) mencatat capaian positif dalam penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Hingga akhir Agustus, total dana yang berhasil dihimpun BAZNAS DIY mencapai Rp10.435.080.940.
Hal tersebut disampaikan H. Ahmad Lutfi SS. MA (Wakil Ketua IV BAZNAS DIY) dalam Pengajian Pejabat dan Aparat, Selasa 9 September 2026 di Istana Kepresidenan Yogyakarta yang menjadi salah satu momentum BAZNAS DIY untuk menyampaikan laporan pengelolaan dan penghimpunan dana ZIS-DSKL kepada para pemangku kepentingan, khususnya para pegawai ASN melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta masyarakat DIY secara umum.
Khusus pada Agustus 2026, penerimaan ZIS-DSKL BAZNAS DIY yang tercatat dalam neraca (on balance sheet) mencapai Rp719.296.848. Angka tersebut terdiri atas zakat perorangan sebesar Rp441.190.764, zakat badan Rp5.000.000, infak Rp83.618.695, infak terikat Rp188.302.389, serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) sebesar Rp1.185.000.
Selain itu, BAZNAS DIY juga mencatat penerimaan non-neraca (off balance sheet) sebesar Rp17.442.800. Dengan demikian, total penghimpunan on balance sheet dan off balance sheet pada Agustus 2026 mencapai Rp736.739.648.
Capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan masyarakat, para muzaki, munfik, serta seluruh mitra BAZNAS DIY yang terus mempercayakan pengelolaan dana ZIS-DSKL kepada BAZNAS DIY.
Dana yang berhasil dihimpun selanjutnya disalurkan kepada para penerima manfaat sesuai dengan ketentuan asnaf melalui lima program strategis BAZNAS DIY, yakni DIY Takwa, DIY Sehat, DIY Sejahtera, DIY Peduli, dan DIY Cerdas.
Program DIY Takwa berfokus pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan peningkatan kualitas kehidupan spiritual masyarakat. Sementara DIY Sehat diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok kurang mampu.
Selanjutnya, DIY Sejahtera merupakan program pemberdayaan ekonomi yang bertujuan mendorong kemandirian mustahik melalui penguatan usaha produktif. DIY Peduli hadir melalui berbagai program kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat maupun kesulitan sosial. Adapun DIY Cerdas berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan di bidang pendidikan.
Donasi Gempa NTT Capai Rp211,29 Juta
Selain menjalankan program rutin, BAZNAS DIY juga terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Hingga saat ini, BAZNAS DIY masih membuka penghimpunan donasi bagi saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi.
Hingga saat ini, dana yang berhasil dihimpun untuk membantu masyarakat terdampak gempa NTT telah mencapai Rp211.298.624. Dana tersebut merupakan hasil kepedulian dan gotong royong masyarakat serta dukungan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.
BAZNAS DIY berharap dukungan dan partisipasi masyarakat dapat terus mengalir sehingga semakin banyak bantuan yang dapat disalurkan kepada masyarakat terdampak. Penghimpunan donasi tersebut sekaligus menjadi wujud nyata semangat kepedulian dan gotong royong dalam membantu sesama.
Di sisi lain, BAZNAS DIY terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Para pemangku kepentingan juga diajak berpartisipasi aktif dalam menggerakkan sosialisasi cinta zakat di berbagai lapisan masyarakat, salah satunya melalui pembentukan UPZ dan layanan konsultasi ZIS.
Masyarakat dapat memperoleh informasi serta memanfaatkan kemudahan layanan pembayaran ZIS melalui Kantor Digital BAZNAS DIY dan berbagai kanal media sosial resmi BAZNAS DIY.
Melalui dukungan para muzaki, munfik, masyarakat, pemerintah, dan seluruh mitra, BAZNAS DIY berkomitmen untuk terus mengelola dan menyalurkan dana ZIS-DSKL secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.
Dengan semangat kepedulian dan pemberdayaan, BAZNAS DIY terus berupaya hadir sebagai “Lembaga utama menyejahterakan umat yang profesional dan terpercaya.”
BAZNAS DIY menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki dan munfik yang telah menunaikan ZIS-DSKL melalui BAZNAS DIY. Semoga setiap harta yang disalurkan menjadi amal yang penuh keberkahan, serta menjadi pembersih dan penyuci harta bagi para muzaki dan munfik.
09-09-2026 | admin

Perkuat Pelayanan Mustahik, Waka BAZNAS RI Kunjungi Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta
YOGYAKARTA — Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. melakukan kunjungan ke Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Yogyakarta, Rabu (26/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya para mustahik.
Kedatangan Waka BAZNAS RI disambut langsung oleh Ketua BAZNAS DIY Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., Pimpinan RSB Yogyakarta dr. Andriani, serta jajaran BAZNAS dan RSB. Turut hadir Drs. H. Damanhuri, Drs. H. Syahroini Djamil, H. Suhartadi Prasojo, S.E., H. Nur Aziz, S.Psi., M.Ec., Dev., serta Ketua BAZNAS Bantul H. Sugeng Prihatin, S.H.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau berbagai layanan dan fasilitas RSB Yogyakarta sekaligus berdiskusi mengenai penguatan pelayanan kesehatan berbasis zakat. RSB Yogyakarta merupakan salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat secara nyata, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan.
Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS DIY, dan BAZNAS Kabupaten Bantul dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi mustahik serta memperluas kebermanfaatan zakat bagi masyarakat.
26-08-2026 | admin
Berita Pendistribusian

Bantuan Living Cost Kepedulian untuk Mahasiswa NTT, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan
YOGYAKARTA — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) menyalurkan bantuan living cost sebesar Rp146.800.000 kepada 367 mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk membantu meringankan kebutuhan mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di wilayah DIY.
Penyaluran bantuan merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Daerah DIY, BAZNAS DIY, dan BPBD DIY. Bantuan diserahkan di Posko NTT yang berlokasi di Babarsari, Yogyakarta, selama dua hari, yakni Sabtu–Minggu, 19–20 September 2026.
Proses pembagian bantuan berlangsung dengan tertib dan kondusif. Para mahasiswa penerima manfaat mendapatkan bantuan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari selama menghadapi dampak bencana yang terjadi di daerah asal mereka.
Salah satu penerima manfaat, Reskika, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi mahasiswa asal NTT yang sedang menempuh pendidikan di DIY. “Bantuan tersebut sangat membantu bagi kami mahasiswa asal NTT yang sedang berkuliah di DIY. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sesepuh NTT di DIY, Moris Haruma. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada mahasiswa NTT di DIY. “Kami sangat berterima kasih kepada Pemda DIY, BAZNAS DIY, BPBD DIY, masyarakat DIY dan para donatur. Bantuan yang diberikan kepada mahasiswa NTT yang ada di DIY bisa membantu memenuhi kebutuhan harian para mahasiswa,” ungkapnya.
Selain menyalurkan bantuan kepada mahasiswa terdampak di DIY, BAZNAS DIY juga masih terus menghimpun donasi untuk membantu korban gempa bumi di NTT. Hingga saat ini, total donasi yang telah dihimpun mencapai Rp380.618.833. Sisa donasi yang terkumpul nantinya akan dikirimkan ke NTT melalui BAZNAS terdekat yang berada di wilayah terdampak.
BAZNAS DIY menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berdonasi dan turut hadir memberikan kepedulian bagi saudara-saudara yang terdampak gempa bumi di NTT. Setiap donasi yang diberikan menjadi bentuk nyata kepedulian sekaligus membantu meringankan beban dan kebutuhan mereka di tengah masa sulit.
Semoga setiap rupiah yang disedekahkan menjadi amal kebaikan, membawa keberkahan, dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Terima kasih telah menjadi bagian dari ikhtiar untuk menguatkan saudara-saudara kita yang terdampak bencana.
20/09/2026 | admin

Rumah Hangus Dilalap Api, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan untuk Pak Peppy
YOGYAKARTA — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) menyalurkan bantuan kepada Bapak Peppy, warga Pilahan, Rejowinangun, yang menjadi korban musibah kebakaran. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS DIY sekaligus upaya membantu meringankan beban keluarga yang terdampak musibah.
Kebakaran yang menimpa rumah Bapak Peppy terjadi setelah kobaran api dari pembakaran sampah yang dilakukan tanpa pengawasan membesar dan merambat ke gudang barang bekas di sekitar lokasi. Api kemudian menyambar rumah Bapak Peppy hingga mengakibatkan bangunan rumah hangus terbakar dan tidak tersisa.
Musibah tersebut mengakibatkan kerugian besar bagi keluarga Bapak Peppy. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung dan berkumpul bersama keluarga harus kehilangan tempat tinggal akibat dilalap api.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS DIY hadir untuk memberikan dukungan kepada keluarga terdampak. Bantuan disalurkan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah, sekaligus menjadi bagian dari komitmen BAZNAS DIY dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban Bapak Peppy dan keluarga dalam menghadapi kondisi pascakebakaran. Meskipun tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi keluarga untuk bangkit kembali.
Bapak Peppy menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS DIY dan para muzaki yang telah memberikan bantuan serta kepedulian kepada dirinya dan keluarga. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi dukungan dalam menjalani masa pemulihan setelah musibah kebakaran yang menimpa rumahnya.
“Terima kasih kepada BAZNAS DIY dan para muzaki yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami setelah mengalami musibah kebakaran. Semoga kebaikan dan kepedulian yang diberikan mendapatkan balasan dari Allah SWT,” ungkap Bapak Peppy.
BAZNAS DIY juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, termasuk pembakaran sampah. Pembakaran sampah sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dan memperhatikan kondisi lingkungan agar tidak menimbulkan risiko bagi keselamatan masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS DIY kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika warga menghadapi musibah dan membutuhkan dukungan. Kepedulian dan kebersamaan diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi keluarga korban untuk melewati masa sulit.
BAZNAS DIY mengucapkan terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang telah menitipkan amanah melalui BAZNAS DIY. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat dan membantu saudara-saudara yang membutuhkan.
16/09/2026 | admin

Dari Mebel hingga Tani Bawang, BAZNAS DIY Dukung Usaha 17 Ustadz dan Ustadzah
Yogyakarta, 15 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Kali ini, BAZNAS DIY memberikan bantuan kepada 17 ustadz dan ustadzah di DIY yang memiliki berbagai usaha dan aktivitas ekonomi produktif.
Bantuan tersebut diberikan kepada para penerima manfaat yang menjalankan beragam usaha, di antaranya pengerajin kayu dan mebel, kantin santri, angkringan, penjual telur asin dan peyek kacang, petani bawang merah, serta sejumlah usaha produktif lainnya. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp51 juta.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua II BAZNAS DIY, H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D., kepada perwakilan penerima manfaat. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS DIY, Selasa (15/9/2026).
Bantuan ini diharapkan dapat menjadi tambahan modal bagi para ustadz dan ustadzah untuk mengembangkan usaha yang telah dijalankan. Selain membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, dukungan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat keberlangsungan aktivitas dakwah dan pendidikan keagamaan yang selama ini mereka jalankan di tengah masyarakat.
H. Jazilus Sakhok menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu bagian penting dalam pendayagunaan zakat. Menurutnya, zakat tidak hanya hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mendorong penerima manfaat agar semakin mandiri dan memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.
“Melalui bantuan ini, kami berharap para ustadz dan ustadzah dapat mengembangkan usaha yang sudah dijalankan sehingga semakin produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan keberkahan,” ujarnya.
Program pemberdayaan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian BAZNAS DIY kepada para ustadz dan ustadzah yang memiliki peran penting dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat. Dengan dukungan zakat yang dikelola secara tepat sasaran, diharapkan para penerima manfaat dapat terus menjalankan peran sosial dan keagamaannya sekaligus membangun kemandirian ekonomi.
BAZNAS DIY mengajak masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian dan menunaikan zakat melalui lembaga yang amanah dan profesional. Setiap zakat yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas serta membantu masyarakat menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
15/09/2026 | admin
Artikel Terbaru
Tips Muslim Menjaga Kesehatan: Merawat Tubuh sebagai Amanah dari Allah SWT
Kesehatan merupakan salah satu nikmat besar yang sering kali baru disadari ketika seseorang mengalami sakit. Dalam Islam, menjaga kesehatan bukan sekadar kebutuhan duniawi, tetapi juga bagian dari ikhtiar seorang Muslim dalam menjalankan amanah Allah SWT. Tubuh yang sehat dapat membantu seseorang beribadah dengan lebih baik, bekerja dengan optimal, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan sesama.
Rasulullah SAW mengingatkan tentang pentingnya memanfaatkan kesehatan sebelum datangnya sakit. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.”(HR. Al-Hakim)
1. Mengonsumsi Makanan yang Halal dan Bergizi
Islam mengajarkan umatnya untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik. Allah SWT berfirman:
“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi...”(QS. Al-Baqarah: 168)
Karena itu, seorang Muslim hendaknya memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Perbanyak makanan bergizi seperti sayur, buah, protein, dan makanan yang tidak berlebihan gula, garam, maupun lemak. Selain halal, makanan juga hendaknya memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.
2. Jangan Berlebihan dalam Makan
Menjaga kesehatan juga dapat dilakukan dengan mengatur pola makan. Allah SWT berfirman:
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”(QS. Al-A’raf: 31)
Makan secukupnya membantu tubuh tetap bugar dan menghindarkan diri dari kebiasaan makan berlebihan. Prinsip sederhana ini dapat diterapkan dengan memperhatikan porsi makanan dan memilih makanan yang lebih sehat.
3. Rajin Bergerak dan Berolahraga
Tubuh membutuhkan aktivitas fisik agar tetap sehat. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, senam, atau aktivitas fisik lainnya dapat menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kebugaran.
Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk menjaga kekuatan. Beliau bersabda:
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah...”(HR. Muslim)
Kekuatan dalam hadis tersebut mencakup berbagai aspek, termasuk kekuatan yang membantu seorang Muslim menjalankan kehidupan dan ibadah dengan baik.
4. Istirahat dan Tidur yang Cukup
Kesibukan bekerja dan beraktivitas jangan sampai membuat seseorang mengabaikan kebutuhan tubuh untuk beristirahat. Tidur yang cukup membantu tubuh memulihkan energi dan menjaga kondisi fisik.
Seorang Muslim juga dapat menjadikan waktu istirahat sebagai bagian dari menjaga amanah tubuh, sehingga ketika kembali beraktivitas dapat melaksanakan pekerjaan dan ibadah dengan lebih baik.
5. Menjaga Kebersihan
Kebersihan merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Rasulullah SAW bersabda:
“Kebersihan itu sebagian dari iman.”(HR. Muslim)
Menjaga kebersihan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan gigi dan mulut, mandi secara teratur, menjaga kebersihan pakaian, rumah, serta lingkungan sekitar.
6. Menjaga Kesehatan Mental dan Hati
Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan fisik. Seorang Muslim juga perlu menjaga ketenangan hati. Memperbanyak doa, membaca Al-Qur'an, berdzikir, beribadah, serta menjaga hubungan baik dengan keluarga dan sesama dapat menjadi bagian dari ikhtiar menjaga ketenangan diri.
Allah SWT berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”(QS. Ar-Ra’d: 28)
Ketika menghadapi masalah, seorang Muslim dianjurkan untuk tetap berikhtiar, bersabar, berdoa, dan mencari bantuan yang tepat apabila diperlukan.
7. Tidak Mengabaikan Sakit
Menjaga kesehatan bukan berarti tidak akan pernah sakit. Ketika mengalami gangguan kesehatan, seorang Muslim hendaknya tidak mengabaikannya. Beristirahat, menjaga pola makan, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar.
Islam mengajarkan umatnya untuk berusaha sekaligus bertawakal kepada Allah SWT. Kesembuhan pada akhirnya merupakan kehendak Allah, sementara manusia diperintahkan untuk berikhtiar.
8. Bersyukur dengan Menjaga Kesehatan
Kesehatan adalah nikmat yang patut disyukuri. Salah satu bentuk syukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah, tetapi juga menggunakan kesehatan untuk melakukan kebaikan.
Gunakan tubuh yang sehat untuk beribadah, bekerja mencari rezeki yang halal, membantu keluarga, bersedekah, menolong sesama, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sehat bukan sekadar agar kita dapat menikmati kehidupan, tetapi agar kita memiliki kesempatan lebih banyak untuk beribadah dan menebar kebaikan.
Mari jaga kesehatan sebagai bentuk menjaga amanah dari Allah SWT. Mulai dari makanan yang halal dan bergizi, aktivitas fisik, istirahat yang cukup, menjaga kebersihan, hingga memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Dan ketika Allah memberikan rezeki serta kesehatan, jangan lupa berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Tunaikan zakat dan perbanyak sedekah sebagai wujud syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
29/09/2026 | admin
Ringankan Biaya Pendidikan, BAZNAS DIY dan Kemenag DIY Bantu 44 Siswa MA
YOGYAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY menyalurkan bantuan pendidikan kepada siswa Madrasah Aliyah (MA) sederajat. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan siswa dari keluarga yang membutuhkan.
Sebanyak 44 siswa dan siswi menerima bantuan pendidikan dengan total nilai mencapai Rp79.200.000. Bantuan tersebut diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan selama dua semester, sehingga diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya sekolah yang harus ditanggung oleh para penerima manfaat.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di Aula Lantai 3 Kanwil Kemenag DIY. Dari BAZNAS DIY, hadir Wakil Ketua II BAZNAS DIY, H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D., yang turut menyerahkan bantuan kepada para penerima.
Program bantuan pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS DIY dalam mendukung akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS DIY terus berupaya menghadirkan manfaat bagi para penerima, khususnya dalam bidang pendidikan.
Bantuan yang diberikan diharapkan dapat memberikan ruang bagi siswa untuk lebih fokus menjalani proses pembelajaran tanpa terlalu terbebani persoalan biaya pendidikan. Dukungan tersebut juga diharapkan dapat membantu siswa mempertahankan keberlanjutan pendidikan hingga menyelesaikan jenjang yang sedang ditempuh.
H. Jazilus Sakhok menyampaikan bahwa dukungan terhadap pendidikan merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda. Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menunjang kebutuhan pendidikan para siswa.
“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan biaya pendidikan para siswa. Kami berharap para penerima dapat terus semangat belajar dan memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik-baiknya,” ujar Jazilus.
Melalui kolaborasi dengan Kanwil Kemenag DIY, BAZNAS DIY berharap program bantuan pendidikan ini dapat terus memberikan manfaat nyata bagi siswa madrasah. Dukungan dari para muzaki dan masyarakat melalui ZIS menjadi bagian penting dalam menghadirkan kebermanfaatan dan membantu mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif bagi masyarakat DIY.
28/09/2026 | admin
33 Mahasiswa UP45 Asal NTT Terima Bantuan Living Cost BAZNAS Rp99 Juta
YOGYAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UP45 dan BAZNAS DIY menyalurkan bantuan living cost bagi mahasiswa Universitas Proklamasi 45 (UP45) Yogyakarta asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi di NTT.
Bantuan tersebut diberikan secara simbolis dengan total sebesar Rp99 juta kepada 33 mahasiswa UP45 Yogyakarta. Bantuan diperuntukkan sebagai dukungan biaya hidup mahasiswa selama tiga bulan, sehingga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama menjalani perkuliahan di Yogyakarta.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Aula Kampus UP45 Yogyakarta. Hadir mewakili BAZNAS DIY, Wakil Ketua IV BAZNAS DIY, H. Ahmad Lutfi, S.S., M.A. Sementara dari pihak UP45 hadir jajaran wakil rektor serta pengurus yayasan.
Program bantuan ini menjadi bentuk kepedulian BAZNAS terhadap mahasiswa asal NTT yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta dan terdampak bencana gempa bumi di daerah asal mereka. Kondisi bencana tidak hanya berdampak pada keluarga dan lingkungan tempat tinggal, tetapi juga dapat memengaruhi keberlangsungan kebutuhan hidup mahasiswa selama menjalani pendidikan.
Melalui bantuan living cost ini, BAZNAS RI bersama UPZ UP45 dan BAZNAS DIY berupaya memberikan dukungan agar para mahasiswa tetap dapat melanjutkan aktivitas akademik dengan lebih tenang. Bantuan diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup selama tiga bulan.
H. Ahmad Lutfi menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian BAZNAS terhadap mahasiswa terdampak bencana. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi para mahasiswa untuk terus melanjutkan pendidikan.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan hidup selama tiga bulan dan memberikan semangat kepada mahasiswa untuk tetap fokus menyelesaikan pendidikan. Mudah-mudahan kondisi di NTT juga segera pulih,” ujar Ahmad Lutfi.
BAZNAS DIY terus mendorong sinergi dan kolaborasi dalam menghadirkan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk mahasiswa terdampak bencana. Dukungan melalui dana zakat yang dihimpun BAZNAS diharapkan dapat terus memberikan manfaat dan membantu meringankan beban para penerima manfaat.
Dengan adanya bantuan ini, 33 mahasiswa UP45 asal NTT diharapkan dapat menjalani perkuliahan dengan lebih baik serta tetap memiliki semangat untuk menyelesaikan pendidikan di tengah kondisi yang dihadapi keluarga mereka akibat bencana gempa bumi di NTT.
28/09/2026 | admin
BAZNAS TV
Rihlah Muharram BAZNAS DIY 1448 H
Penulis: admin
BAZNAS DIY
Penulis: admin













