Berita Terkini
BAZNAS DIY dan Kanwil Kemenag DIY Gelar Rapat Pleno Izin Operasional LAZ
Yogyakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) DIY bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Bidang Penaiszawa menggelar rapat pleno dalam rangka pembahasan pemberian izin operasional bagi Lembaga Amil Zakat (LAZ).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan setiap LAZ yang beroperasi di wilayah D.I. Yogyakarta memenuhi ketentuan regulasi, memiliki tata kelola yang baik, serta mampu menjalankan fungsi penghimpunan dan pendistribusian zakat secara profesional dan akuntabel.
Dalam rapat pleno tersebut, dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek administrasi, kelembagaan, hingga kesiapan program dari calon LAZ. Proses ini bertujuan agar lembaga yang memperoleh izin benar-benar siap memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua IV BAZNAS DIY, H. Ahmad Lutfi, S.S., M.A., yang turut memberikan pandangan dan dukungan terhadap penguatan tata kelola lembaga zakat di daerah.
BAZNAS DIY menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Kanwil Kemenag DIY dalam memperkuat ekosistem pengelolaan zakat yang transparan, terpercaya, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
Melalui rapat pleno ini, diharapkan lahir LAZ-LAZ yang kredibel dan berintegritas, sehingga mampu menjadi mitra strategis dalam mengoptimalkan potensi zakat di D.I. Yogyakarta.
28/04/2026 | admin
Bangun Kolaborasi Tangguh, BTB Se-DIY Gelar Konsolidasi Relawan di Bantul
Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak guna menciptakan sistem penanggulangan bencana yang tangguh dan responsif.
Hal inilah yang menjadi fokus dalam kegiatan Konsolidasi Badan Tanggap Bencana (BTB) DIY yang diselenggarakan di Dlingo, Bantul. Kegiatan ini diikuti oleh para relawan dari berbagai unsur, sebagai upaya memperkuat koordinasi serta menyatukan langkah dalam menghadapi potensi bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam kegiatan tersebut, para relawan tidak hanya mempererat jejaring komunikasi, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai sesi diskusi dan pembekalan. Selain itu, optimalisasi publikasi digital turut menjadi perhatian penting, agar informasi kebencanaan dapat tersebar lebih luas, cepat, dan tepat sasaran kepada masyarakat.
Konsolidasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun relawan yang solid, profesional, dan sigap dalam merespons situasi darurat. Dengan kolaborasi yang terjalin kuat, diharapkan upaya mitigasi dan penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Semangat kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan para relawan menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk turut mendukung peran kemanusiaan, serta menyebarkan nilai-nilai kebaikan demi ketangguhan bersama. ????
27/04/2026 | admin
Kebiasaan Buruk Setelah Ramadhan yang Harus Segera Dihindari
Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang melatih kesabaran, meningkatkan ibadah, serta membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Namun, setelah Ramadhan berlalu, tidak sedikit orang yang kembali pada kebiasaan lama yang kurang baik. Jika dibiarkan, hal ini bisa mengurangi bahkan menghilangkan dampak positif yang sudah dibangun selama bulan suci.
Lalu, apa saja kebiasaan buruk setelah Ramadhan yang harus segera dihindari? Berikut penjelasannya.
1. Menurunnya Konsistensi Ibadah
Selama Ramadhan, kita terbiasa menjalankan ibadah seperti shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, hingga melakukan shalat malam. Namun setelahnya, banyak yang mulai meninggalkan rutinitas tersebut.
Padahal, menjaga konsistensi ibadah adalah kunci utama agar keberkahan Ramadhan tetap terasa. Mulailah dengan target kecil, seperti tetap membaca Al-Qur’an setiap hari meski hanya beberapa ayat.
2. Kembali Bermalas-malasan
Puasa melatih kita untuk disiplin dan mengatur waktu dengan baik. Sayangnya, setelah Ramadhan, rasa malas sering muncul kembali, baik dalam bekerja, belajar, maupun beribadah.
Kebiasaan ini dapat menghambat produktivitas dan membuat hidup terasa tidak terarah. Penting untuk tetap menjaga ritme aktivitas seperti saat Ramadhan.
3. Pola Makan Tidak Terjaga
Saat Ramadhan, pola makan lebih teratur dengan waktu sahur dan berbuka. Namun setelahnya, banyak orang kembali makan secara berlebihan atau tidak terkontrol.
Hal ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat menurunkan energi dan semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
4. Lalai dalam Menjaga Lisan dan Perilaku
Ramadhan mengajarkan kita untuk menjaga ucapan dan perilaku. Namun setelahnya, kebiasaan seperti bergosip, berkata kasar, atau mudah marah sering kembali muncul.
Padahal, menjaga lisan adalah bagian penting dari akhlak yang baik. Usahakan tetap menjaga sikap dan perkataan dalam setiap kondisi.
5. Berkurangnya Kepedulian Sosial
Di bulan Ramadhan, semangat berbagi dan bersedekah meningkat. Sayangnya, kebiasaan ini sering menurun setelah Ramadhan berakhir.
Padahal, berbagi tidak terbatas pada waktu tertentu saja. Menjadikan sedekah sebagai kebiasaan akan memberikan dampak positif, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
6. Melupakan Tujuan Ramadhan
Tujuan utama Ramadhan adalah meningkatkan ketakwaan. Namun setelah bulan tersebut berlalu, banyak orang kembali menjalani hidup tanpa arah spiritual yang jelas.
Penting untuk terus mengingat tujuan tersebut agar perubahan yang terjadi selama Ramadhan tidak hanya bersifat sementara.
Cara Menghindari Kebiasaan Buruk Setelah Ramadhan
Agar tetap istiqomah, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Buat target ibadah harian yang realistis
- Jaga lingkungan yang positif
- Biasakan evaluasi diri secara rutin
- Tetap mengikuti kajian atau kegiatan keagamaan
- Mulai dari kebiasaan kecil namun konsisten
Kebiasaan buruk setelah Ramadhan adalah hal yang sering terjadi, namun bukan berarti tidak bisa dihindari. Dengan kesadaran dan komitmen, kita bisa mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama bulan suci.
Jangan biarkan Ramadhan berlalu begitu saja tanpa meninggalkan perubahan berarti dalam hidup. Jadikan momen ini sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik secara konsisten.
24/04/2026 | admin
Agenda Pimpinan

Sinergi Kebaikan: BAZNAS DIY Raih Penghargaan Mitra Kerja Pemasyarakatan
BAZNAS DIY Raih Penghargaan Mitra Kerja pada Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62
Yogyakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) DIY menerima penghargaan sebagai mitra kerja atas kontribusi dan kerja sama dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan wilayah D.I. Yogyakarta.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Tasyakuran peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Senin, 27 April 2026, bertempat di Aula Kantor Pemasyarakatan Wilayah, Jalan Direktorat Jenderal Taman Siswa No. 8, Gunungketur, Pakualaman, Yogyakarta.
Wakil Ketua II BAZNAS DIY, H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D, menerima langsung penghargaan tersebut. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas peran aktif BAZNAS DIY dalam mendukung program pembinaan dan pemberdayaan bagi warga binaan pemasyarakatan.
Melalui kolaborasi yang telah terjalin, BAZNAS DIY terus berkomitmen menghadirkan berbagai program sosial, ekonomi, dan kemanusiaan sebagai bagian dari upaya membantu reintegrasi sosial warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik.
Momentum ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara BAZNAS DIY dan jajaran pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pembinaan yang humanis, produktif, dan berkelanjutan.
28-04-2026 | admin

Wakil Ketua IV BAZNAS DIY Hadiri Pelantikan Pengurus BWI DIY
Yogyakarta – Wakil Ketua IV BAZNAS DIY, H. Ahmad Lutfi, S.S., M.A., menghadiri acara pelantikan pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Daerah Istimewa Yogyakarta yang dilaksanakan di Aula Kanwil Kementerian Agama DIY, Jalan Sukonandi, Yogyakarta.
Acara pelantikan tersebut berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh serta tamu undangan dari berbagai kalangan. Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran pengurus BWI dalam mengelola dan mengembangkan wakaf di wilayah DIY.
Dalam kesempatan tersebut, H. Ahmad Lutfi, S.S., M.A. menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik serta harapannya agar dapat menjalankan amanah dengan baik.
“Semoga kepengurusan yang baru dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab dan memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan wakaf di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya.
Pelantikan ini diharapkan mampu mendorong pengelolaan wakaf yang lebih optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
22-04-2026 | admin

Wakil Ketua I BAZNAS DIY Hadiri Wisuda Santri Warga Binaan Lapas Kelas IIA Yogyakarta ke-14
Yogyakarta — Wakil Ketua I BAZNAS DIY, Dr. H. Munjahid, M.Ag., menghadiri kegiatan Wisuda Santri Warga Binaan Lapas Kelas IIA Yogyakarta ke-14 yang diselenggarakan pada Rabu, 15 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Lapas Kelas IIA Yogyakarta tersebut menjadi momen penuh haru dan kebanggaan, di mana sebanyak 109 warga binaan berhasil diwisuda sebagai hafidz Al-Qur’an. Pencapaian ini menunjukkan semangat luar biasa para warga binaan dalam memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui Al-Qur’an.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Munjahid, M.Ag. menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para santri warga binaan yang telah berjuang menghafal Al-Qur’an di tengah keterbatasan. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan cahaya yang mampu membimbing setiap insan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Wisuda ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan untuk terus menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan wisuda ini juga menjadi bukti bahwa pembinaan keagamaan di lingkungan lembaga pemasyarakatan dapat memberikan dampak positif yang nyata. Dengan adanya program tahfidz, diharapkan para warga binaan mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat dengan membawa nilai-nilai kebaikan.
Acara berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur, serta diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi banyak pihak dalam mendukung program pembinaan berbasis keagamaan di lembaga pemasyarakatan.
15-04-2026 | admin
Berita Pendistribusian

Semangat Usaha Tak Padam, BAZNAS DIY Dukung Pelaku Jajanan Pasar di Girikerto
Sleman — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menyalurkan bantuan modal usaha kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Ibu Ngatini, seorang pelaku usaha jajanan pasar di Girikerto, Turi, Sleman.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi BAZNAS DIY yang bertujuan untuk mendorong kemandirian mustahik melalui penguatan usaha mikro. Ibu Ngatini diketahui telah lama menjalankan usaha pembuatan jajanan pasar yang menjadi salah satu sumber penghasilan utama bagi keluarganya.
Dengan adanya bantuan modal usaha ini, diharapkan Ibu Ngatini dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas variasi jajanan, serta menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, dukungan ini juga diharapkan mampu memperkuat keberlangsungan usaha yang telah dirintisnya.
Perwakilan BAZNAS DIY menyampaikan bahwa bantuan ini tidak hanya sekadar dukungan finansial, tetapi juga bentuk kepedulian agar para pelaku usaha kecil dapat terus berkembang dan berdaya saing.
Ibu Ngatini pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia berharap usahanya dapat semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarganya.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk menambah bahan dan perlengkapan usaha. Semoga usaha saya bisa semakin berkembang,” ungkapnya.
BAZNAS DIY berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan, sehingga para mustahik dapat bangkit dan meningkatkan taraf hidupnya secara bertahap.
24/04/2026 | admin

BAZNAS DIY Salurkan Paket Logistik untuk Lansia
Yogyakarta – BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan pendistribusian paket logistik bagi para lansia sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih.
Kegiatan ini menyasar para lansia di beberapa wilayah di DIY yang dinilai membutuhkan bantuan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Paket logistik yang disalurkan berupa bantuan uang tunai serta kebutuhan pokok, di antaranya beras 15 kg, gula, kecap, teh, garam, dan bahan pokok lainnya.
Pendistribusian dilakukan secara langsung agar bantuan dapat diterima dengan tepat sasaran. Para lansia penerima manfaat pun menyambut bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur.
BAZNAS DIY menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat, khususnya bagi para lansia agar tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka dengan lebih layak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para lansia serta menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. BAZNAS DIY berkomitmen untuk terus menyalurkan berbagai program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
22/04/2026 | admin

BAZNAS DIY Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk Pelaku UMKM di Umbulharjo
Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program bantuan modal usaha. Kali ini, bantuan disalurkan kepada Ibu Tri Astutik, seorang pelaku usaha es dawet yang berlokasi di wilayah Pandeyan, Umbulharjo.
Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS DIY dalam membantu para mustahik agar dapat meningkatkan taraf hidup melalui penguatan usaha kecil yang dijalankan. Ibu Tri Astutik selama ini dikenal sebagai sosok pekerja keras yang berusaha memenuhi kebutuhan keluarga melalui usaha sederhana yang ia rintis.
Dengan adanya bantuan modal usaha ini, diharapkan usaha es dawet yang dijalankan dapat berkembang lebih baik, baik dari segi produksi maupun pemasaran. Dukungan ini juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pelaku UMKM agar semakin mandiri dan berdaya.
Ibu Tri Astutik menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi titik awal untuk mengembangkan usahanya dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
BAZNAS DIY terus berkomitmen untuk menghadirkan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan, sehingga para mustahik tidak hanya terbantu secara konsumtif, tetapi juga mampu bangkit dan mandiri secara ekonomi.
21/04/2026 | admin
Artikel Terbaru
Keutamaan Saling Memaafkan yang Membuka Pintu Rezeki
Dalam perjalanan hidup, gesekan dan kesalahpahaman hampir mustahil dihindari. Entah itu dengan anggota keluarga, sahabat lama, atau rekan kerja rasa sakit hati bisa datang kapan saja tanpa permisi. Namun di sinilah Islam hadir dengan ajaran yang tampak sederhana, namun menyimpan kekuatan luar biasa, yaitu saling memaafkan. Lebih dari sekadar mendamaikan dua hati yang berseteru, memaafkan ternyata menyimpan keutamaan yang jauh lebih dalam termasuk membuka pintu rezeki dari arah yang tak terduga.
1. Memaafkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah
Saling memaafkan merupakan perintah dalam Islam yang menunjukkan ketaatan seorang hamba kepada Allah. Dalam Al-Qur’an disebutkan:
“Wal ya’fu wal yashfahu, ala tuhibbuna an yaghfirallahu lakum”
Ayat ini mengandung logika spiritual yang indah: saat kita rela memaafkan kesalahan orang lain, kita sedang menanam benih agar Allah pun berkenan mengampuni dosa-dosa kita. Sebuah pertukaran yang terasa tidak imbang, tapi justru sangat menguntungkan kita.
2. Memaafkan menenangkan hati dan pikiran
Orang yang menyimpan dendam biasanya akan terus terbebani secara emosional. Hal ini bisa mengganggu ketenangan hidup dan bahkan memengaruhi kesehatan mental. Sebaliknya, ketika seseorang memilih untuk memaafkan, ada sesuatu yang terlepas dari dalam dada. Hati terasa lebih ringan, pikiran lebih jernih, dan hidup kembali terasa bermakna. Inilah yang dalam Islam disebut sakinah, ketenangan yang bukan berasal dari luar, melainkan tumbuh dari dalam.
3. Membuka peluang rezeki melalui pikiran yang jernih
Hati yang bersih dari dendam membuat seseorang lebih fokus dan produktif dalam menjalani aktivitas. Pikiran yang jernih membantu dalam mengambil keputusan yang tepat, sehingga peluang rezeki lebih mudah datang, baik dalam pekerjaan, usaha, maupun kesempatan lainnya.
4. Mempererat hubungan sosial dan jaringan
Saling memaafkan dapat memperbaiki hubungan yang sempat renggang. Hubungan yang baik dengan orang lain akan menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling mendukung. Dari sinilah peluang rezeki sering muncul, seperti kerja sama, rekomendasi, atau bantuan dari orang lain.
5. Memaafkan adalah tanda kekuatan diri
Salah kaprah yang masih banyak beredar adalah anggapan bahwa memaafkan berarti kalah atau lemah. Padahal justru sebaliknya. Menahan amarah ketika sebenarnya mampu membalas, lalu memilih untuk memaafkan. Hal tersebut adalah tanda kedewasaan emosional yang tidak semua orang sanggup mencapainya.
Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang kuat bukanlah yang menang dalam pergulatan fisik, melainkan yang mampu mengendalikan dirinya saat marah. Memaafkan adalah puncak dari pengendalian diri itu.
6. Menghindarkan diri dari hidup yang penuh kebencian
Dendam yang terus dipelihara hanya akan menambah beban hidup. Dengan memaafkan, seseorang bisa terbebas dari perasaan negatif yang menghambat kebahagiaan. Hidup pun menjadi lebih ringan dan penuh rasa syukur.
7. Mendatangkan keberkahan dalam rezeki
Dalam Islam, rezeki tidak semata diukur dari angka di rekening atau tumpukan harta. Ada dimensi lain yang tak kalah penting: keberkahan. Rezeki yang berkah adalah rezeki yang terasa cukup meski tidak berlebih, yang mendatangkan ketenangan bukan kegelisahan, dan yang menjadi sebab kebaikan bukan perpecahan. Orang yang hatinya bersih cenderung merasakan kecukupan dan ketenangan dalam hidup. Inilah salah satu bentuk rezeki yang sering tidak disadari, tetapi sangat berharga.
8. Investasi kebaikan jangka panjang
Memaafkan adalah investasi dalam kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi seiring waktu akan membawa kebaikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan sosial dan kelancaran rezeki.
Keutamaan saling memaafkan bukan hanya tentang memperbaiki hubungan dengan sesama, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan Allah. Dari sikap sederhana ini, pintu rezeki bisa terbuka dengan cara yang tidak disangka-sangka.
"Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari & Muslim)
24/04/2026 | admin
Keutamaan Kurban dalam Islam: Hikmah, Dalil, dan Manfaat Spiritual yang Jarang Diketahui
Keutamaan kurban dalam Islam merupakan salah satu aspek penting yang perlu dipahami oleh setiap Muslim, khususnya ketika memasuki bulan Dzulhijjah. Ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi memiliki makna yang sangat dalam, baik dari sisi spiritual, sosial, maupun ketaatan kepada Allah SWT. Dalam kehidupan seorang Muslim, kurban menjadi simbol pengorbanan, keikhlasan, dan bentuk nyata dari ketakwaan.
Sebagai umat Islam, memahami keutamaan kurban dalam Islam akan membantu kita menjalankan ibadah ini dengan lebih penuh kesadaran dan keimanan. Artikel ini akan mengulas secara lengkap hikmah, dalil, serta manfaat spiritual yang sering kali jarang disadari oleh banyak orang.
Pengertian Kurban dalam Islam
Secara bahasa, kurban berasal dari kata “qarraba” yang berarti mendekatkan diri. Dalam istilah syariat, kurban adalah menyembelih hewan tertentu pada waktu tertentu dengan niat ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ibadah ini dilaksanakan setiap tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik. Hewan yang dikurbankan biasanya berupa kambing, domba, sapi, atau unta yang memenuhi syarat tertentu.
Dalil Tentang Kurban
1. Dalil dari Al-Qur’an
Allah SWT berfirman:
“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”(QS. Al-Kautsar: 2)
Ayat ini menjadi dasar kuat bahwa ibadah kurban adalah perintah langsung dari Allah SWT. Hal ini menunjukkan betapa besar keutamaan kurban dalam Islam sebagai bentuk ketaatan.
2. Dalil dari Hadis
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada suatu amalan yang dilakukan oleh anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai oleh Allah selain menyembelih hewan kurban.”(HR. Tirmidzi)
Hadis ini menegaskan bahwa kurban adalah amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT.
Keutamaan Kurban dalam Islam yang Perlu Diketahui
1. Bentuk Ketaatan kepada Allah SWT
Salah satu keutamaan kurban dalam Islam adalah sebagai bentuk ketaatan total kepada Allah SWT. Ibadah ini meneladani kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.
Ketaatan tersebut menunjukkan bahwa seorang hamba harus siap mengorbankan apa pun demi menjalankan perintah Allah.
2. Mendekatkan Diri kepada Allah
Kurban adalah sarana untuk meningkatkan hubungan spiritual dengan Allah. Dengan berkurban, seorang Muslim menunjukkan kecintaannya kepada Allah di atas segala hal.
Allah SWT berfirman:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”(QS. Al-Hajj: 37)
Ayat ini mempertegas bahwa inti dari keutamaan kurban dalam Islam adalah ketakwaan.
3. Menghapus Dosa
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa setiap tetesan darah hewan kurban dapat menjadi penghapus dosa bagi orang yang berkurban.
Ini menjadi peluang besar bagi umat Islam untuk membersihkan diri dari kesalahan yang telah lalu.
4. Mendapat Pahala Berlipat Ganda
Ibadah kurban memiliki pahala yang sangat besar. Bahkan disebutkan bahwa setiap bagian dari hewan kurban akan menjadi kebaikan.
Hal ini menjadikan keutamaan kurban dalam Islam sebagai investasi akhirat yang sangat berharga.
5. Menumbuhkan Rasa Ikhlas dan Rela Berkorban
Kurban mengajarkan nilai keikhlasan. Tidak semua orang mampu mengeluarkan hartanya untuk membeli hewan kurban.
Namun, bagi yang melakukannya dengan ikhlas, mereka akan merasakan kedamaian hati dan kepuasan spiritual.
Hikmah Kurban dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Menguatkan Kepedulian Sosial
Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan solidaritas sosial.
Melalui kurban, kesenjangan sosial dapat sedikit berkurang, dan kebahagiaan dapat dirasakan bersama.
2. Mengurangi Sifat Cinta Dunia
Manusia cenderung mencintai harta. Dengan berkurban, kita dilatih untuk tidak terlalu terikat pada dunia.
Inilah salah satu hikmah penting dari keutamaan kurban dalam Islam yang sering tidak disadari.
3. Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban biasanya dilakukan secara bersama-sama. Hal ini mempererat hubungan antar sesama Muslim.
Manfaat Spiritual Kurban yang Jarang Diketahui
1. Melatih Keteguhan Iman
Ibadah kurban bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang keyakinan. Orang yang berkurban menunjukkan bahwa ia yakin terhadap janji Allah.
2. Membersihkan Hati
Kurban membantu membersihkan hati dari sifat kikir, sombong, dan cinta dunia yang berlebihan.
3. Mendekatkan pada Nilai Tawakal
Setelah berkurban, seorang Muslim belajar untuk bertawakal kepada Allah atas rezeki yang ia keluarkan.
Ini adalah bagian dari keutamaan kurban dalam Islam yang memiliki dampak jangka panjang dalam kehidupan spiritual.
Kesalahan Umum dalam Memahami Kurban
Menganggap kurban hanya sebagai tradisi tahunan
Tidak memahami niat ibadah
Kurang memperhatikan syarat hewan kurban
Mengabaikan pembagian daging yang adil
Memahami keutamaan kurban dalam Islam dapat membantu kita menghindari kesalahan-kesalahan tersebut.
Tips Agar Kurban Lebih Bermakna
Niatkan ibadah semata-mata karena Allah
Pilih hewan terbaik sesuai kemampuan
Libatkan keluarga dalam proses kurban
Perbanyak dzikir dan doa selama hari tasyrik
Pada akhirnya, keutamaan kurban dalam Islam tidak hanya terletak pada penyembelihan hewan, tetapi pada makna mendalam di baliknya. Kurban adalah simbol ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan memahami hikmah, dalil, dan manfaat spiritualnya, kita dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih maksimal dan penuh kesadaran. Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu mengambil pelajaran dari ibadah kurban dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
24/04/2026 | Keutamaan Kurban dalam Islam: Hikmah, Dalil, dan Manfaat Spiritual yang Jarang Diketahui
Panduan Lengkap dari Niat hingga Pembagian Daging
Ibadah kurban merupakan salah satu syariat penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap Hari Raya Iduladha dan hari-hari tasyrik. Bagi seorang Muslim, memahami tata cara kurban sesuai sunnah bukan hanya soal teknis penyembelihan, tetapi juga mencerminkan ketaatan kepada Allah SWT serta meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk mengetahui panduan lengkap mulai dari niat hingga pembagian daging agar ibadah ini diterima dan bernilai maksimal di sisi Allah.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci dan mudah dipahami mengenai tata cara kurban sesuai sunnah, sehingga dapat menjadi pedoman praktis bagi setiap Muslim yang ingin menjalankan ibadah kurban dengan benar.
Pengertian dan Hukum Kurban
Kurban atau udhiyah adalah penyembelihan hewan ternak tertentu pada waktu tertentu dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an dan Hadis.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Kautsar: 2:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum kurban adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), terutama bagi yang mampu.
Niat dalam Berkurban
Niat merupakan hal pertama dan utama dalam tata cara kurban sesuai sunnah. Niat harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT, bukan untuk riya atau pamer.
Niat tidak harus dilafalkan, cukup di dalam hati. Namun, melafalkan niat diperbolehkan untuk membantu menghadirkan kesungguhan.
Contoh niat:
“Saya niat berkurban karena Allah Ta’ala.”
Syarat Hewan Kurban
Dalam menjalankan tata cara kurban sesuai sunnah, pemilihan hewan sangat penting. Hewan yang boleh dijadikan kurban antara lain:
Kambing atau domba (minimal usia 1 tahun atau sudah berganti gigi)
Sapi atau kerbau (minimal usia 2 tahun)
Unta (minimal usia 5 tahun)
Ciri-ciri Hewan yang Sah untuk Kurban:
Tidak cacat (tidak buta, pincang, atau sakit parah)
Tidak terlalu kurus
Sehat dan cukup umur
Rasulullah SAW bersabda:
“Empat jenis hewan yang tidak sah dijadikan kurban: yang jelas buta, yang jelas sakit, yang pincang, dan yang sangat kurus.” (HR. Abu Dawud)
Waktu Penyembelihan
Waktu penyembelihan merupakan bagian penting dalam tata cara kurban sesuai sunnah. Penyembelihan dilakukan:
Setelah shalat Iduladha (10 Dzulhijjah)
Hingga hari tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah)
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa menyembelih sebelum shalat Id, maka itu hanyalah daging biasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tata Cara Penyembelihan Sesuai Sunnah
Berikut langkah-langkah penyembelihan dalam tata cara kurban sesuai sunnah:
1. Menghadapkan Hewan ke Kiblat
Hewan dibaringkan dengan posisi miring ke kiri dan menghadap kiblat.
2. Membaca Basmalah dan Takbir
Saat menyembelih, membaca:
“Bismillah, Allahu Akbar.”
3. Menggunakan Pisau Tajam
Pisau harus tajam agar tidak menyakiti hewan secara berlebihan.
4. Memotong Saluran yang Tepat
Memotong tiga saluran utama:
Saluran pernapasan (trakea)
Saluran makanan (esofagus)
Pembuluh darah
5. Tidak Menyiksa Hewan
Dalam tata cara kurban sesuai sunnah, ditekankan agar hewan diperlakukan dengan baik sebelum disembelih.
Sunnah bagi Orang yang Berkurban
Ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan bagi orang yang berkurban:
Tidak memotong rambut dan kuku sejak awal Dzulhijjah hingga hewan disembelih
Menyembelih sendiri jika mampu
Menyaksikan proses penyembelihan
Hal ini menunjukkan kesempurnaan dalam menjalankan tata cara kurban sesuai sunnah.
Pembagian Daging Kurban
Pembagian daging merupakan tahap akhir dalam tata cara kurban sesuai sunnah. Pembagian dilakukan dengan adil dan sesuai syariat.
Pembagian yang Dianjurkan:
Sepertiga untuk diri sendiri dan keluarga
Sepertiga untuk kerabat dan tetangga
Sepertiga untuk fakir miskin
Namun, pembagian ini tidak wajib, melainkan anjuran.
Larangan dalam Pembagian:
Tidak boleh menjual bagian dari hewan kurban
Tidak boleh memberikan upah kepada penyembelih dari daging kurban
Hikmah Ibadah Kurban
Ibadah kurban memiliki banyak hikmah, antara lain:
Mendekatkan diri kepada Allah SWT
Menumbuhkan rasa empati terhadap sesama
Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim AS
Mengajarkan keikhlasan dan pengorbanan
Dengan memahami tata cara kurban sesuai sunnah, seorang Muslim dapat meraih hikmah ini secara maksimal.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam praktik kurban:
Menyembelih sebelum shalat Id
Memilih hewan yang tidak memenuhi syarat
Tidak memperhatikan niat
Pembagian daging yang tidak tepat
Menghindari kesalahan ini merupakan bagian dari menjalankan tata cara kurban sesuai sunnah dengan benar.
Sebagai ibadah yang sarat makna, kurban bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga bentuk nyata ketaatan dan kecintaan kepada Allah SWT. Dengan memahami dan menerapkan tata cara kurban sesuai sunnah, umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih sempurna dan penuh keberkahan.
Dari niat yang tulus, pemilihan hewan yang sesuai syariat, proses penyembelihan yang benar, hingga pembagian daging yang adil, semuanya merupakan rangkaian ibadah yang tidak boleh diabaikan. Semoga panduan ini dapat membantu setiap Muslim dalam menjalankan ibadah kurban dengan lebih baik dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Kini berkurban jadi makin mudah! Cukup hubungi kami, tim BAZNAS DIY siap menjemput dana kurban Anda langsung ke lokasi.Kambing : Rp. 3.200.000Sapi : Rp. 3.700.000Atau transfer melalui rekening BSI : 309-12-2019-8Tambahkan kode unik 021 dibelakang nominal transfer untuk memudahkan verifikasiHubungi kami sekarang dan wujudkan kurban terbaikmu bersama BAZNAS DIY!Layanan BAZNAS DIY: 0852-2122-2616Amanah, praktis, dan penuh berkah!#kurbandibaznasdiyaja #BAZNASDIY #JemputKurban #iduladha #sedekahdibaznasdiyaja #zakatdibaznasdiyaja
24/04/2026 | admin
BAZNAS TV
BAZNAS DIY
Penulis: admin
ZAKAT INVESTASI DUNIA AKHIRAT
Penulis: admin














