WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

BAZNAS DIY Terima Audiensi AKPRIND, Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
BAZNAS DIY Terima Audiensi AKPRIND, Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
YOGYAKARTA, 18 Agustus 2026 — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) menerima audiensi dari AKPRIND di Kantor BAZNAS DIY, Selasa (18/8/2026). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., bersama Wakil Ketua II BAZNAS DIY, H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D. Audiensi menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membahas peluang sinergi dan kolaborasi antara BAZNAS DIY dan AKPRIND dalam mendukung berbagai program kemaslahatan masyarakat. Melalui pertemuan tersebut, BAZNAS DIY berharap terjalin kerja sama yang semakin kuat, khususnya dalam mendukung pengembangan pendidikan, pemberdayaan, serta program sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. BAZNAS DIY berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai lembaga dan institusi sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya untuk kesejahteraan umat.
18/08/2026 | admin
BAZNAS DIY Laporkan Pengelolaan ZIS-DSKL Juli 2026 Sebesar Rp733,2 Juta
BAZNAS DIY Laporkan Pengelolaan ZIS-DSKL Juli 2026 Sebesar Rp733,2 Juta
YOGYAKARTA, 18 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) menyampaikan laporan pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) periode Juli 2026 dalam kegiatan Pengajian Pejabat dan Aparat yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY, Selasa (18/8/2026). Laporan pengelolaan ZIS-DSKL tersebut disampaikan oleh Dr. H. Munjahid, M.Ag., Wakil Ketua I BAZNAS DIY, di hadapan para pejabat dan aparat yang hadir dalam kegiatan pengajian. Dalam laporannya, Dr. H. Munjahid menyampaikan bahwa penerimaan ZIS-DSKL BAZNAS DIY dalam neraca (on balance sheet) pada Juli 2026 mencapai Rp701.655.041. Adapun rincian penerimaan tersebut terdiri atas zakat perorangan sebesar Rp456.826.712, zakat badan sebesar Rp7.500.000, infak sebesar Rp62.651.060, serta infak terikat sebesar Rp174.677.269. Selain itu, BAZNAS DIY juga mencatat penerimaan non-neraca (off balance sheet) sebesar Rp31.564.300. Dengan demikian, total penghimpunan ZIS-DSKL BAZNAS DIY, baik on balance sheet maupun off balance sheet, pada Juli 2026 mencapai Rp733.219.341. Dana yang berhasil dihimpun tersebut selanjutnya dikelola dan didistribusikan kepada para penerima manfaat sesuai dengan ketentuan asnaf melalui lima program strategis BAZNAS DIY. Kelima program tersebut meliputi DIY Takwa, yang berfokus pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan peningkatan kualitas kehidupan spiritual masyarakat; DIY Sehat, yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya bagi masyarakat kurang mampu; serta DIY Sejahtera, sebagai program pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan kemandirian mustahik melalui penguatan usaha produktif. Selanjutnya, terdapat DIY Peduli, yang hadir sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan bagi masyarakat yang mengalami kondisi darurat maupun kesulitan sosial, serta DIY Cerdas, yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui bidang pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS DIY menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfiq, serta masyarakat yang telah mempercayakan penunaian ZIS-DSKL melalui BAZNAS DIY. Kepercayaan tersebut menjadi amanah bagi BAZNAS DIY untuk terus mengelola dan menyalurkan dana umat secara profesional, transparan, dan tepat sasaran sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Dengan semangat kepedulian dan pemberdayaan, BAZNAS DIY terus hadir menjadi lembaga utama menyejahterakan umat yang profesional dan terpercaya,” disampaikan dalam laporan BAZNAS DIY. BAZNAS DIY juga mengajak seluruh stakeholder untuk turut berperan aktif dalam menggerakkan semangat cinta zakat di tengah masyarakat, antara lain melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) serta konsultasi ZIS bersama petugas BAZNAS DIY. Kemudahan dalam menunaikan zakat juga terus dihadirkan melalui layanan digital BAZNAS DIY dan berbagai kanal pembayaran yang tersedia. Dengan kemudahan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mudah menunaikan zakat, infak, dan sedekah serta ikut berkontribusi dalam menghadirkan kesejahteraan bagi umat. Melalui penghimpunan dan pendistribusian ZIS-DSKL yang amanah, BAZNAS DIY berkomitmen untuk terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan pengajian tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menguatkan kolaborasi antara BAZNAS DIY, pemerintah, para pejabat dan aparat, serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun kepedulian dan mengoptimalkan potensi zakat di DIY. Semoga setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS DIY menjadi amal yang membawa keberkahan bagi para muzaki dan munfiq, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi para penerima. “Aajarokumullahu Fiimaa A’thoitum, Wabaaroka Fiimaa Abqoitum, Waja’alahulakum Thohuuron.” Semoga Allah memberikan pahala kepada para muzaki atas apa yang telah diberikan, memberkahi harta yang masih tersisa, serta menjadikannya sebagai pembersih bagi para muzaki.
18/08/2026 | admin
BAZNAS DIY Terima Kunjungan Staf Kepresidenan, Paparkan Program Pemberdayaan Masyarakat
BAZNAS DIY Terima Kunjungan Staf Kepresidenan, Paparkan Program Pemberdayaan Masyarakat
Yogyakarta, 13 Agustus 2026 — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) menerima kunjungan dari Staf Kepresidenan di Kantor BAZNAS DIY, Kamis (13/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus berbagi informasi mengenai berbagai program yang telah dilaksanakan BAZNAS DIY dalam mengoptimalkan pengelolaan dan pendayagunaan zakat untuk kesejahteraan masyarakat. Kunjungan Staf Kepresidenan tersebut disambut oleh seluruh jajaran pimpinan BAZNAS DIY. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS DIY memaparkan berbagai program unggulan yang telah dilaksanakan sebagai bentuk komitmen dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para mustahik. Sejumlah program yang dipaparkan di antaranya Program Rumah Layak Huni, yang memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan layak. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup serta memberikan rasa nyaman dan aman bagi keluarga penerima manfaat. Selain itu, BAZNAS DIY turut memaparkan program Penurunan Stunting yang menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak. Program ini dilaksanakan dengan memberikan dukungan kepada keluarga yang membutuhkan agar dapat memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak secara lebih optimal. Dalam bidang kesehatan dan sanitasi, BAZNAS DIY juga memiliki program Jamban Sehat. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh fasilitas sanitasi yang layak sekaligus mendorong terciptanya pola hidup bersih dan lingkungan yang sehat. Sementara dalam bidang sosial, BAZNAS DIY menjalankan Paket Logistik Keluarga sebagai bentuk bantuan pemenuhan kebutuhan pokok bagi keluarga yang membutuhkan. Perhatian khusus juga diberikan kepada masyarakat lanjut usia melalui Paket Logistik Lansia Seumur Hidup, sebagai upaya memberikan dukungan kebutuhan dasar secara berkelanjutan kepada lansia yang membutuhkan. Berbagai program tersebut merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS DIY dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah agar memberikan manfaat yang luas dan tepat sasaran. Tidak hanya memberikan bantuan secara langsung, BAZNAS DIY juga terus mendorong hadirnya program yang memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui kunjungan ini, diharapkan terbangun komunikasi, sinergi, dan kolaborasi yang semakin baik antara BAZNAS DIY dengan Staf Kepresidenan serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan program-program pemberdayaan masyarakat. BAZNAS DIY berkomitmen untuk terus menguatkan peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.
13/08/2026 | admin

Agenda Pimpinan

BAZNAS DIY Terima Audiensi AKPRIND, Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
BAZNAS DIY Terima Audiensi AKPRIND, Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
YOGYAKARTA, 18 Agustus 2026 — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) menerima audiensi dari AKPRIND di Kantor BAZNAS DIY, Selasa (18/8/2026). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., bersama Wakil Ketua II BAZNAS DIY, H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D. Audiensi menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membahas peluang sinergi dan kolaborasi antara BAZNAS DIY dan AKPRIND dalam mendukung berbagai program kemaslahatan masyarakat. Melalui pertemuan tersebut, BAZNAS DIY berharap terjalin kerja sama yang semakin kuat, khususnya dalam mendukung pengembangan pendidikan, pemberdayaan, serta program sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. BAZNAS DIY berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai lembaga dan institusi sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya untuk kesejahteraan umat.

18-08-2026 | admin

BAZNAS DIY Laporkan Pengelolaan ZIS-DSKL Juli 2026 Sebesar Rp733,2 Juta
BAZNAS DIY Laporkan Pengelolaan ZIS-DSKL Juli 2026 Sebesar Rp733,2 Juta
YOGYAKARTA, 18 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) menyampaikan laporan pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) periode Juli 2026 dalam kegiatan Pengajian Pejabat dan Aparat yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY, Selasa (18/8/2026). Laporan pengelolaan ZIS-DSKL tersebut disampaikan oleh Dr. H. Munjahid, M.Ag., Wakil Ketua I BAZNAS DIY, di hadapan para pejabat dan aparat yang hadir dalam kegiatan pengajian. Dalam laporannya, Dr. H. Munjahid menyampaikan bahwa penerimaan ZIS-DSKL BAZNAS DIY dalam neraca (on balance sheet) pada Juli 2026 mencapai Rp701.655.041. Adapun rincian penerimaan tersebut terdiri atas zakat perorangan sebesar Rp456.826.712, zakat badan sebesar Rp7.500.000, infak sebesar Rp62.651.060, serta infak terikat sebesar Rp174.677.269. Selain itu, BAZNAS DIY juga mencatat penerimaan non-neraca (off balance sheet) sebesar Rp31.564.300. Dengan demikian, total penghimpunan ZIS-DSKL BAZNAS DIY, baik on balance sheet maupun off balance sheet, pada Juli 2026 mencapai Rp733.219.341. Dana yang berhasil dihimpun tersebut selanjutnya dikelola dan didistribusikan kepada para penerima manfaat sesuai dengan ketentuan asnaf melalui lima program strategis BAZNAS DIY. Kelima program tersebut meliputi DIY Takwa, yang berfokus pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan peningkatan kualitas kehidupan spiritual masyarakat; DIY Sehat, yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya bagi masyarakat kurang mampu; serta DIY Sejahtera, sebagai program pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan kemandirian mustahik melalui penguatan usaha produktif. Selanjutnya, terdapat DIY Peduli, yang hadir sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan bagi masyarakat yang mengalami kondisi darurat maupun kesulitan sosial, serta DIY Cerdas, yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui bidang pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS DIY menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfiq, serta masyarakat yang telah mempercayakan penunaian ZIS-DSKL melalui BAZNAS DIY. Kepercayaan tersebut menjadi amanah bagi BAZNAS DIY untuk terus mengelola dan menyalurkan dana umat secara profesional, transparan, dan tepat sasaran sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Dengan semangat kepedulian dan pemberdayaan, BAZNAS DIY terus hadir menjadi lembaga utama menyejahterakan umat yang profesional dan terpercaya,” disampaikan dalam laporan BAZNAS DIY. BAZNAS DIY juga mengajak seluruh stakeholder untuk turut berperan aktif dalam menggerakkan semangat cinta zakat di tengah masyarakat, antara lain melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) serta konsultasi ZIS bersama petugas BAZNAS DIY. Kemudahan dalam menunaikan zakat juga terus dihadirkan melalui layanan digital BAZNAS DIY dan berbagai kanal pembayaran yang tersedia. Dengan kemudahan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mudah menunaikan zakat, infak, dan sedekah serta ikut berkontribusi dalam menghadirkan kesejahteraan bagi umat. Melalui penghimpunan dan pendistribusian ZIS-DSKL yang amanah, BAZNAS DIY berkomitmen untuk terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan pengajian tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menguatkan kolaborasi antara BAZNAS DIY, pemerintah, para pejabat dan aparat, serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun kepedulian dan mengoptimalkan potensi zakat di DIY. Semoga setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS DIY menjadi amal yang membawa keberkahan bagi para muzaki dan munfiq, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi para penerima. “Aajarokumullahu Fiimaa A’thoitum, Wabaaroka Fiimaa Abqoitum, Waja’alahulakum Thohuuron.” Semoga Allah memberikan pahala kepada para muzaki atas apa yang telah diberikan, memberkahi harta yang masih tersisa, serta menjadikannya sebagai pembersih bagi para muzaki.

18-08-2026 | admin

Peringatan Hari Anak Nasional ke-46, BAZNAS DIY Dukung Pemenuhan Hak Anak Rentan dan Penyandang Disabilitas
Peringatan Hari Anak Nasional ke-46, BAZNAS DIY Dukung Pemenuhan Hak Anak Rentan dan Penyandang Disabilitas
PRAMBANAN, 22 Juli 2026 — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-46 Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan hak dan masa depan anak Indonesia. Mengusung tema “Wujudkan Mimpi, Lestarikan Indonesia”, kegiatan peringatan HAN di Prambanan, Rabu (22/7/2026), diikuti sekitar 500 anak jenjang SMP/sederajat. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas P3AP2KB tersebut dikemas sebagai ruang edukasi sekaligus sarana pemenuhan hak anak. Berbagai kegiatan dihadirkan untuk memberikan pengalaman, pengetahuan, serta ruang bagi anak-anak untuk tumbuh, belajar, dan berpartisipasi secara positif. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (BAZNAS DIY) turut berpartisipasi sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan anak, khususnya kelompok rentan dan penyandang disabilitas. BAZNAS DIY hadir dalam kegiatan tersebut melalui H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D., Wakil Ketua II BAZNAS DIY, serta menyerahkan bantuan berupa 20 paket peralatan dan perlengkapan sekolah kepada anak-anak dari kelompok rentan dan penyandang disabilitas. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak sekaligus memberikan dukungan agar mereka tetap memiliki kesempatan yang sama dalam belajar dan mengembangkan potensi diri. H. Jazilus Sakhok menyampaikan bahwa kepedulian terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama. Anak-anak merupakan generasi penerus yang perlu mendapatkan perhatian, perlindungan, serta kesempatan untuk tumbuh dan meraih cita-citanya. “Melalui bantuan ini, BAZNAS DIY ingin turut hadir memberikan dukungan kepada anak-anak, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan dan penyandang disabilitas. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar serta mewujudkan cita-cita,” ungkapnya. Peringatan HAN ke-46 di Prambanan menjadi pengingat bahwa mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik harus dimulai dengan memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan, perlindungan, kesehatan, serta kesempatan berkembang tanpa terkecuali. Melalui semangat “Wujudkan Mimpi, Lestarikan Indonesia”, BAZNAS DIY berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam menghadirkan kepedulian dan kebermanfaatan bagi masyarakat, termasuk mendukung anak-anak agar dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berdaya, dan mampu berkontribusi bagi Indonesia.

22-07-2026 | admin

Berita Pendistribusian

Menebar Kepedulian, Menguatkan Senyum Lansia
Menebar Kepedulian, Menguatkan Senyum Lansia
Bantul – BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui pendistribusian paket logistik dan uang saku bagi para lansia di sejumlah kalurahan yang tergabung dalam Kampung BERKAH BAZNAS di Kabupaten Bantul. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS DIY untuk menghadirkan manfaat zakat secara nyata kepada para lansia yang termasuk dalam kelompok mustahik. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok, bantuan ini juga menjadi bentuk kepedulian agar para lansia dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak, sehat, dan bahagia. Setiap penerima manfaat memperoleh paket logistik yang berisi berbagai kebutuhan pokok sehari-hari, seperti beras, minyak goreng, gula, teh, dan bahan pangan lainnya. Selain itu, BAZNAS DIY juga memberikan uang saku sebagai tambahan dukungan untuk membantu memenuhi kebutuhan para lansia sesuai dengan keperluan masing-masing. Penyaluran bantuan berlangsung dengan melibatkan pemerintah kalurahan, pengurus Kampung BERKAH BAZNAS, serta relawan yang selama ini aktif mendampingi masyarakat. Kehadiran BAZNAS DIY di tengah para lansia tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan, perhatian, dan kasih sayang kepada mereka yang telah memasuki usia senja. Program ini menjadi bagian dari implementasi Kampung BERKAH BAZNAS, sebuah program pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan kolaborasi dan kepedulian sosial melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Melalui program ini, BAZNAS DIY terus berupaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat dengan memberikan pendampingan dan bantuan yang tepat sasaran kepada kelompok rentan. BAZNAS DIY berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para lansia sekaligus menjadi penyemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Ke depan, berbagai program sosial dan pemberdayaan di Kampung BERKAH BAZNAS akan terus dikembangkan agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan. Melalui momentum ini, BAZNAS DIY juga mengajak masyarakat untuk terus mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dengan dukungan para muzaki, semakin banyak lansia, keluarga prasejahtera, dan kelompok rentan lainnya yang dapat merasakan manfaat zakat serta memperoleh harapan untuk kehidupan yang lebih sejahtera.
15/07/2026 | admin
Zakat Menjangkau, Lansia Tersenyum
Zakat Menjangkau, Lansia Tersenyum
Sleman – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat lanjut usia, BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menyalurkan paket logistik kepada para lansia di sejumlah kalurahan yang menjadi bagian dari Kampung BERKAH BAZNAS di Kabupaten Sleman. Kegiatan ini merupakan wujud nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, khususnya para lansia. Paket logistik yang disalurkan berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, mi instan, teh, dan berbagai bahan pangan lainnya dan uang santunan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi para lansia sekaligus memberikan rasa aman dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penyaluran dilakukan secara langsung bersama BAZNAS Kabupaten Sleman, pemerintah kalurahan, pengurus Kampung BERKAH BAZNAS, serta relawan yang selama ini turut mendampingi masyarakat. Kehadiran BAZNAS DIY tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memberikan perhatian kepada para lansia agar tetap merasa dihargai dan diperhatikan. Program bantuan logistik lansia ini merupakan bagian dari penguatan Kampung BERKAH BAZNAS, sebuah program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, keagamaan, dan kemanusiaan. Melalui program ini, BAZNAS DIY berupaya membangun lingkungan yang peduli terhadap kelompok rentan, sekaligus mendorong semangat gotong royong di tengah masyarakat. Dengan adanya distribusi paket logistik ini, BAZNAS DIY berharap para lansia dapat merasakan manfaat zakat secara langsung dan memperoleh dukungan untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Ke depan, BAZNAS DIY akan terus memperluas manfaat program Kampung BERKAH melalui berbagai kegiatan pemberdayaan dan bantuan sosial yang berkelanjutan, sehingga dana zakat yang dititipkan oleh para muzaki dapat memberikan dampak yang semakin luas bagi kesejahteraan umat. BAZNAS DIY juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai ikhtiar bersama dalam menghadirkan keberkahan, menguatkan solidaritas, dan mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.
14/07/2026 | admin
Dari Muzaki untuk Lansia, Hadirkan Harapan di Kampung Berkah
Dari Muzaki untuk Lansia, Hadirkan Harapan di Kampung Berkah
Yogyakarta – BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian kepada kelompok rentan melalui pendistribusian paket logistik lansia di sejumlah kalurahan yang berada di wilayah Kota Yogyakarta. Kalurahan-kalurahan tersebut merupakan bagian dari Kampung BERKAH BAZNAS, sebuah program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. Paket logistik yang disalurkan berisi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, teh, garam, dan bahan pangan lainnya serta uang santunan, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para lansia. Program ini menjadi bentuk kepedulian BAZNAS DIY terhadap para lansia yang hidup dalam kondisi ekonomi terbatas serta membutuhkan perhatian dan pendampingan. Penyaluran bantuan dilakukan bekerja sama dengan BAZNAS Kota Yogyakarta, pemerintah kalurahan, relawan, serta berbagai pihak terkait agar bantuan dapat diterima secara tepat sasaran oleh para penerima manfaat. Selain memberikan bantuan logistik, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi untuk memberikan dukungan moral kepada para lansia agar tetap semangat menjalani kehidupan. Program distribusi paket logistik lansia merupakan salah satu implementasi Program Kampung BERKAH BAZNAS, yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang peduli, mandiri, dan saling menguatkan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara optimal. Program serupa telah menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS DIY dalam mendampingi lansia mustahik di berbagai wilayah Kampung BERKAH. Melalui program ini, BAZNAS DIY berharap manfaat zakat dapat dirasakan secara nyata oleh para lansia yang membutuhkan serta menjadi ikhtiar bersama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. BAZNAS DIY juga mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar semakin banyak program kemanusiaan dan pemberdayaan yang dapat diwujudkan demi meningkatkan kesejahteraan umat.
14/07/2026 | admin

Artikel Terbaru

Zakat Emas 100 Gram Berapa: Ini Simulasi Perhitungannya
Zakat Emas 100 Gram Berapa: Ini Simulasi Perhitungannya
Emas merupakan salah satu bentuk harta yang wajib dizakati apabila telah memenuhi ketentuan syariat. Banyak masyarakat yang bertanya, apabila memiliki emas sebanyak 100 gram, berapa zakat yang harus dibayarkan? Untuk menjawabnya, perlu memahami terlebih dahulu ketentuan nisab, haul, serta cara menghitung zakat emas sesuai pedoman yang digunakan oleh Badan Amil Zakat Nasional. Nisab Zakat Emas Zakat emas termasuk dalam kategori zakat maal, yaitu zakat atas harta yang dimiliki secara penuh. Suatu kepemilikan emas menjadi wajib dizakati apabila memenuhi dua syarat utama, yaitu mencapai nisab dan haul. Mencapai Nisab Berdasarkan ketentuan yang digunakan BAZNAS, nisab zakat emas adalah 85 gram emas. Artinya, apabila jumlah emas yang dimiliki telah mencapai atau melebihi 85 gram, maka telah memenuhi syarat nisab. Mencapai Haul Selain mencapai nisab, emas juga harus dimiliki selama satu tahun hijriah (haul). Jika selama periode tersebut jumlah kepemilikan tetap berada di atas nisab, maka zakat wajib ditunaikan. Besaran Zakat Apabila kedua syarat tersebut terpenuhi, zakat yang wajib dikeluarkan adalah sebesar 2,5 persen dari jumlah emas yang wajib dizakati. Rumus Zakat Emas Perhitungan zakat emas dapat dilakukan dengan rumus berikut: Zakat Emas = Jumlah Emas × 2,5 persen Apabila perhitungan dilakukan berdasarkan nilai rupiah, maka jumlah emas terlebih dahulu dikonversikan sesuai harga emas yang berlaku pada saat zakat ditunaikan. Rumusnya menjadi: Nilai Emas × 2,5 persen Perhitungan dapat menggunakan berat emas maupun nilai rupiahnya, selama mengacu pada harga emas saat itu. Simulasi Zakat Emas 100 Gram Misalkan seseorang memiliki emas batangan atau emas simpanan sebanyak 100 gram yang telah dimiliki selama satu tahun hijriah. Karena jumlah tersebut telah melebihi nisab sebesar 85 gram, maka emas tersebut wajib dizakati. Perhitungan Berdasarkan Berat Emas Jumlah emas yang dimiliki: Emas: 100 gram Zakat yang wajib dikeluarkan: 100 gram × 2,5 persen = 2,5 gram emas Artinya, pemilik dapat menunaikan zakat sebesar 2,5 gram emas atau membayarnya dalam bentuk uang senilai harga 2,5 gram emas pada saat pembayaran dilakukan. Perhitungan Berdasarkan Nilai Rupiah Sebagai ilustrasi, apabila nilai 100 gram emas pada saat perhitungan adalah Rp200.000.000, maka zakat yang wajib ditunaikan adalah: Rp200.000.000 × 2,5 persen = Rp5.000.000 Nilai rupiah tersebut hanyalah contoh simulasi. Besaran zakat yang sebenarnya mengikuti harga emas pada saat zakat dibayarkan. Cara Bayar Zakat Emas Setelah mengetahui jumlah zakat yang wajib ditunaikan, muzaki dapat membayar zakat emas melalui BAZNAS dengan langkah-langkah berikut: Menghitung jumlah emas yang dimiliki dan memastikan telah mencapai nisab serta haul. Menentukan besaran zakat sebesar 2,5 persen. Mengakses layanan pembayaran zakat BAZNAS, baik secara langsung maupun melalui kanal digital. Memilih jenis pembayaran zakat maal atau zakat emas. Menyelesaikan pembayaran sesuai nominal hasil perhitungan. Menyimpan bukti pembayaran sebagai dokumentasi. Untuk mempermudah proses perhitungan, masyarakat juga dapat memanfaatkan kalkulator zakat yang disediakan oleh BAZNAS sehingga hasilnya lebih praktis dan akurat. Menunaikan Zakat Emas sebagai Bentuk Syukur Emas merupakan salah satu bentuk harta yang memiliki potensi berkembang sehingga Islam menetapkan kewajiban zakat apabila telah memenuhi syarat yang ditentukan. Menunaikan zakat emas bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap syariat, tetapi juga sarana untuk menyucikan harta dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
13/08/2026 | admin
Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah
Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah
Banyak umat Islam mencari amalan pembuka rezeki bulan Safar dengan harapan memperoleh keberkahan dalam kehidupan, kelancaran usaha, serta kemudahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal tersebut merupakan ikhtiar yang baik selama dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Dalam ajaran Islam, tidak ada amalan khusus yang hanya berlaku pada bulan Safar untuk membuka pintu rezeki. Namun, terdapat berbagai amalan yang dianjurkan Rasulullah untuk dilakukan kapan saja, termasuk ketika memasuki bulan Safar. Sebagai seorang muslim, penting untuk memahami bahwa rezeki datang dari Allah SWT. Tidak ada bulan yang secara otomatis membawa kesialan atau keberuntungan. Justru Islam mengajarkan agar setiap waktu dimanfaatkan untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak ibadah, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia. Oleh karena itu, ketika membahas amalan pembuka rezeki bulan Safar, yang dimaksud adalah amalan-amalan yang memiliki landasan dari Al-Qur'an dan hadis sahih sehingga dapat diamalkan dengan penuh keyakinan. Benarkah Bulan Safar Membawa Kesialan? Sebelum membahas amalan, perlu dipahami bahwa sebagian masyarakat masih meyakini bulan Safar sebagai bulan yang penuh musibah atau kesialan. Padahal keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam Islam. Rasulullah bersabda: "Tidak ada penularan penyakit dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, tidak ada kesialan pada bulan Safar, dan tidak ada hantu." (HR. Bukhari No. 5757 dan Muslim No. 2220) Hadis tersebut menjelaskan bahwa anggapan bulan Safar sebagai bulan sial merupakan keyakinan masyarakat Arab pada masa jahiliah yang kemudian diluruskan oleh Rasulullah. Dengan demikian, umat Islam tidak dianjurkan mengaitkan datangnya musibah atau sempitnya rezeki dengan bulan Safar. Sebaliknya, bulan Safar merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang dapat diisi dengan berbagai ibadah sebagaimana bulan-bulan lainnya. Rezeki Berasal dari Allah SWT Allah SWT telah menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya. Firman Allah SWT: "Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya." (QS. Hud: 6) Namun demikian, Allah juga memerintahkan manusia untuk berusaha, bekerja, berdoa, dan bertawakal. Oleh sebab itu, amalan pembuka rezeki bulan Safar bukanlah ritual tertentu yang diyakini memiliki kekuatan khusus, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah yang menjadi sebab datangnya keberkahan rezeki. Amalan Pembuka Rezeki Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah Berikut beberapa amalan yang memiliki dasar dalam Al-Qur'an maupun hadis sahih dan dapat diamalkan pada bulan Safar maupun bulan lainnya. 1. Memperbanyak Istighfar Istighfar menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah Allah SWT berfirman: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu." (QS. Nuh: 10–12) Ayat tersebut menunjukkan bahwa istighfar bukan hanya menjadi sebab diampuninya dosa, tetapi juga menjadi jalan datangnya keberkahan rezeki. Rasulullah sendiri beristighfar lebih dari 70 kali dalam sehari sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih. 2. Memperbanyak Doa Memohon Rezeki Doa merupakan bentuk ketergantungan seorang hamba kepada Allah SWT. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah adalah: "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu." (HR. Tirmidzi) Doa tersebut dapat dibaca setelah salat ataupun pada waktu-waktu mustajab. 3. Menjaga Salat Lima Waktu Salat merupakan ibadah utama dalam Islam. Allah SWT berfirman: "Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu." (QS. Taha: 132) Ayat tersebut mengajarkan bahwa rezeki berasal dari Allah SWT sehingga menjaga salat menjadi salah satu sebab memperoleh keberkahan hidup. 4. Memperbanyak Sedekah Sedekah tidak mengurangi harta. Rasulullah bersabda: "Harta tidak akan berkurang karena sedekah." (HR. Muslim No. 2588) Sedekah justru menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan, ketenangan hati, serta kemudahan dalam berbagai urusan. Pada bulan Safar, memperbanyak sedekah menjadi salah satu amalan pembuka rezeki bulan Safar yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah. 5. Menjalin Silaturahmi Hubungan baik dengan keluarga memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah bersabda: "Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini menunjukkan bahwa silaturahmi menjadi salah satu sebab dilapangkannya rezeki oleh Allah SWT. 6. Bertakwa kepada Allah SWT Takwa merupakan kunci datangnya pertolongan Allah. Allah SWT berfirman: "Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (QS. At-Talaq: 2–3) Ayat ini menjadi landasan penting bahwa keberkahan rezeki berkaitan erat dengan ketakwaan seorang muslim. 7. Bertawakal Setelah Berusaha Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal. Rasulullah bersabda: "Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang." (HR. Ahmad dan Tirmidzi) Hadis tersebut menjelaskan bahwa burung tetap keluar mencari makan. Demikian pula seorang muslim diperintahkan bekerja sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Hal yang Sebaiknya Dihindari pada Bulan Safar Dalam mengamalkan amalan pembuka rezeki bulan Safar, umat Islam juga perlu menghindari keyakinan yang tidak memiliki dasar syariat. Beberapa di antaranya adalah: Meyakini bulan Safar membawa kesialan. Menganggap ada ritual tertentu yang pasti membuka rezeki tanpa dalil. Mempercayai jimat atau benda-benda tertentu sebagai penarik rezeki. Mengikuti amalan yang bersumber dari hadis palsu atau tradisi yang bertentangan dengan akidah Islam. Islam mengajarkan agar setiap ibadah memiliki landasan yang jelas berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah. Cara Mengisi Bulan Safar dengan Amal Saleh Selain amalan yang telah disebutkan, seorang muslim dapat mengisi bulan Safar dengan berbagai aktivitas yang mendatangkan pahala, seperti: Membaca Al-Qur'an setiap hari. Memperbanyak zikir pagi dan petang. Menunaikan salat sunnah. Membantu fakir miskin. Berbakti kepada orang tua. Menjaga kejujuran dalam bekerja. Menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat. Memperbanyak doa untuk keberkahan keluarga. Semua amal tersebut dapat menjadi sebab bertambahnya keberkahan hidup apabila dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT. Pada hakikatnya, amalan pembuka rezeki bulan Safar bukanlah amalan khusus yang hanya berlaku pada bulan Safar, melainkan berbagai ibadah yang telah diajarkan Rasulullah dan dapat diamalkan sepanjang tahun. Islam juga menegaskan bahwa bulan Safar bukanlah bulan sial sebagaimana kepercayaan masyarakat jahiliah. Seorang muslim hendaknya mengisi bulan Safar dengan memperbanyak istighfar, menjaga salat, memperbanyak sedekah, mempererat silaturahmi, meningkatkan ketakwaan, berdoa, bekerja secara halal, dan bertawakal kepada Allah SWT. Dengan menjalankan amalan-amalan tersebut, seorang muslim berharap memperoleh rezeki yang halal, berkah, dan bermanfaat bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Pada akhirnya, amalan pembuka rezeki bulan Safar yang paling utama adalah memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, serta menjauhkan diri dari keyakinan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rezeki yang halal, luas, dan penuh keberkahan kepada seluruh umat Islam.
13/08/2026 | admin
Mitos Bulan Safar: Benarkah Bulan Ini Membawa Kesialan, Ini Faktanya
Mitos Bulan Safar: Benarkah Bulan Ini Membawa Kesialan, Ini Faktanya
Memasuki Bulan Safar, masih banyak anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa bulan ini identik dengan kesialan atau menjadi waktu yang kurang baik untuk memulai suatu kegiatan. Berbagai kepercayaan tersebut telah diwariskan secara turun-temurun sehingga masih diyakini oleh sebagian orang. Lantas, benarkah mitos Bulan Safar tersebut sesuai dengan ajaran Islam? Islam mengajarkan bahwa setiap keyakinan harus berlandaskan Al-Qur'an dan sunah. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami fakta tentang Bulan Safar agar tidak terpengaruh oleh mitos yang tidak memiliki dasar syariat. Asal Usul Mitos Bulan Safar Kepercayaan bahwa Bulan Safar membawa kesialan telah ada sejak masa Arab jahiliah. Pada masa itu, sebagian masyarakat meyakini bahwa bulan tertentu dapat mendatangkan musibah atau nasib buruk sehingga mereka menghindari berbagai aktivitas penting selama Bulan Safar. Setelah Islam datang, Rasulullah SAW meluruskan keyakinan tersebut. Islam mengajarkan bahwa tidak ada waktu, tempat, maupun bulan yang memiliki kekuatan membawa manfaat atau mudarat dengan sendirinya. Segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT. Pandangan Islam tentang Bulan Safar Dalam ajaran Islam, tidak terdapat dalil yang menyatakan bahwa Bulan Safar merupakan bulan yang membawa kesialan. Rasulullah SAW bahkan menegaskan agar umat Islam tidak mempercayai anggapan-anggapan yang berasal dari tradisi jahiliah. Karena itu, seorang Muslim tetap diperbolehkan melakukan berbagai aktivitas pada Bulan Safar, seperti bekerja, menikah, bepergian, memulai usaha, maupun menjalankan kegiatan lainnya. Semua ikhtiar tersebut hendaknya disertai doa, tawakal, dan keyakinan bahwa segala ketetapan berasal dari Allah SWT. Fakta yang Perlu Dipahami Bulan Safar merupakan salah satu dari dua belas bulan dalam kalender Hijriah dan memiliki kedudukan yang sama dengan bulan-bulan lainnya. Tidak ada larangan maupun ketentuan khusus yang mengharuskan seseorang menunda aktivitas karena memasuki Bulan Safar. Daripada mempercayai mitos yang belum tentu benar, umat Islam dianjurkan untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, serta terus berikhtiar dalam menjalani kehidupan. Sikap tersebut merupakan wujud tawakal kepada Allah SWT sekaligus bentuk pengamalan ajaran Islam yang benar. Mari Tingkatkan Keimanan dengan Amal Kebaikan Bulan Safar bukanlah bulan yang patut ditakuti, melainkan kesempatan untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah dan amal saleh. Salah satu bentuk kepedulian yang dapat dilakukan adalah menunaikan zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
13/08/2026 | admin

BAZNAS TV