WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

Kolaborasi Kebaikan Dimulai, BAZNAS DIY dan Yayasan Madania Bahas Pembentukan UPZ
Kolaborasi Kebaikan Dimulai, BAZNAS DIY dan Yayasan Madania Bahas Pembentukan UPZ
Yogyakarta – BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran pengurus Yayasan Madania dalam rangka maembahas rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), sebagai upaya memperkuat penghimpunan dan pengelolaan zakat di lingkungan yayasan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS DIY memberikan pemaparan mengenai peran strategis UPZ, mekanisme pembentukan, serta tata kelola pengumpulan zakat, infak, dan sedekah yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui silaturahmi ini, diharapkan terjalin sinergi yang baik antara BAZNAS DIY dan Yayasan Madania dalam mengoptimalkan potensi zakat sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. BAZNAS DIY menyambut baik inisiatif Yayasan Madania dan berharap proses pembentukan UPZ dapat berjalan dengan lancar sebagai langkah bersama dalam memperkuat ekosistem zakat yang amanah, profesional, dan berdampak.
04/08/2026 | admin
Nisab Zakat Penghasilan Tahun Ini dan Cara Menentukannya
Nisab Zakat Penghasilan Tahun Ini dan Cara Menentukannya
Memahami nisab zakat penghasilan merupakan langkah penting bagi setiap Muslim yang ingin menunaikan zakat secara tepat sesuai syariat. Nisab menjadi batas minimum penghasilan yang menentukan apakah seseorang telah wajib membayar zakat atau belum. Oleh karena itu, mengetahui cara menentukan nisab sangat diperlukan agar kewajiban zakat dapat ditunaikan dengan benar. Apa Itu Nisab? Nisab adalah batas minimum harta atau penghasilan yang harus dimiliki seseorang sebelum dikenakan kewajiban zakat. Dalam zakat penghasilan, nisab mengacu pada nilai 85 gram emas dalam satu tahun. Apabila total penghasilan yang diperoleh selama satu tahun telah mencapai atau melebihi nilai tersebut, maka seseorang wajib menunaikan zakat penghasilan sebesar 2,5 persen. Ketentuan ini menjadi acuan bagi umat Islam dalam menentukan kewajiban zakat atas pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan, profesi, maupun usaha yang halal. Cara Menentukan Nisab Untuk menentukan nisab zakat penghasilan, langkah pertama adalah mengetahui harga emas yang berlaku saat ini. Selanjutnya, harga emas tersebut dikalikan dengan 85 gram untuk memperoleh nilai nisab tahunan. Setelah nilai nisab tahunan diketahui, penghasilan yang diperoleh selama satu tahun dapat dibandingkan dengan nilai tersebut. Jika total penghasilan telah mencapai atau melampaui nisab, maka zakat penghasilan wajib ditunaikan. Perhitungan zakat penghasilan dilakukan dengan mengeluarkan 2,5 persen dari penghasilan yang telah memenuhi syarat wajib zakat. Contoh Penerapan Nisab Sebagai contoh, jika nilai 85 gram emas pada tahun berjalan setara dengan jumlah tertentu, maka penghasilan tahunan seorang Muslim perlu dibandingkan dengan nilai tersebut. Apabila total penghasilan selama satu tahun melebihi nilai nisab, maka ia telah memenuhi syarat wajib zakat penghasilan. Sebaliknya, jika penghasilannya masih berada di bawah nisab, maka zakat penghasilan belum diwajibkan. Karena harga emas dapat berubah dari waktu ke waktu, nilai nisab juga akan menyesuaikan dengan perkembangan harga emas yang berlaku. Kesalahan Umum dalam Menentukan Nisab Beberapa kesalahan yang masih sering terjadi saat menentukan nisab zakat penghasilan antara lain: - Menggunakan nilai nisab yang sudah tidak sesuai dengan harga emas terkini. - Tidak menghitung total penghasilan secara menyeluruh dalam satu tahun. - Menganggap semua penghasilan otomatis wajib dizakati tanpa membandingkannya dengan nisab. - Tidak memperbarui informasi mengenai ketentuan nisab yang berlaku pada tahun berjalan. Dengan memahami cara menentukan nisab secara tepat, kewajiban zakat dapat ditunaikan sesuai ketentuan syariat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi para penerima zakat. Cek Nisab Zakat Anda Masih ragu apakah penghasilan Anda sudah mencapai nisab? Gunakan layanan kalkulator BAZNAS DIY https://diy.baznas.go.id/bayarzakat untuk mengetahui nisab dan menghitung kewajiban zakat penghasilan secara mudah dan akurat. Setelah mengetahui jumlah zakat yang harus ditunaikan, Anda dapat menyalurkannya melalui BAZNAS DIY agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
31/07/2026 | admin
Cara Meningkatkan Produktivitas Kerja Jarak Jauh dengan Mudah
Cara Meningkatkan Produktivitas Kerja Jarak Jauh dengan Mudah
Di era digital saat ini, sistem kerja jarak jauh atau remote working semakin umum digunakan oleh perusahaan di seluruh dunia. Banyak muslim yang kini bekerja dari rumah atau lokasi lain yang tidak terikat kantor secara langsung. Hal ini tentu memberikan fleksibilitas, namun juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga fokus, disiplin, dan konsistensi kerja. Dalam perspektif Islam, bekerja merupakan bagian dari ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar dan cara yang halal. Oleh karena itu, membahas cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh bukan hanya soal manajemen waktu, tetapi juga bagaimana seorang muslim menjaga amanah, tanggung jawab, dan kualitas amal dalam pekerjaannya. Artikel ini akan membahas secara lengkap cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh dengan pendekatan praktis dan nilai-nilai Islam yang mudah dipahami. Pengertian Kerja Jarak Jauh dalam Perspektif Islam Kerja jarak jauh adalah sistem kerja yang dilakukan tanpa harus berada di kantor secara fisik. Dalam Islam, konsep ini tidak bertentangan dengan syariat selama pekerjaan dilakukan dengan jujur, amanah, dan tidak melanggar aturan agama. Allah SWT berfirman: “Dan katakanlah: bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu…” (QS. At-Taubah: 105) Ayat ini menunjukkan bahwa setiap pekerjaan, termasuk kerja jarak jauh, tetap diawasi oleh Allah SWT. Maka, produktivitas bukan hanya soal hasil duniawi, tetapi juga nilai ibadah. Tantangan dalam Produktivitas Kerja Jarak Jauh Sebelum membahas cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh, penting untuk memahami tantangannya: Mudah terdistraksi oleh lingkungan rumah Tidak ada pengawasan langsung dari atasan Manajemen waktu yang kurang disiplin Rasa malas atau menunda pekerjaan (prokrastinasi) Kurangnya interaksi sosial yang memotivasi Dalam Islam, sifat malas sangat tidak dianjurkan. Rasulullah SAW selalu mengajarkan umatnya untuk giat dalam bekerja dan tidak menunda-nunda kewajiban. Cara Meningkatkan Produktivitas Kerja Jarak Jauh dengan Mudah Berikut adalah beberapa strategi praktis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh sekaligus menjaga nilai-nilai Islami dalam bekerja. 1. Niatkan Bekerja sebagai Ibadah Langkah pertama dalam cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh adalah memperbaiki niat. Dalam Islam, setiap amal tergantung pada niatnya. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Dengan niat yang benar, pekerjaan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga ibadah yang bernilai pahala. Ini akan memberikan motivasi batin yang kuat untuk tetap produktif meskipun bekerja dari rumah. 2. Membuat Jadwal Kerja yang Terstruktur Manajemen waktu adalah kunci utama dalam cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh. Tanpa jadwal yang jelas, pekerjaan akan berantakan dan mudah tertunda. Tips yang dapat dilakukan: Tentukan jam kerja harian yang konsisten Buat to-do list sebelum memulai hari Prioritaskan pekerjaan yang paling penting Gunakan teknik time blocking Dalam Islam, waktu sangat dijaga. Bahkan Allah SWT bersumpah demi waktu dalam QS. Al-Asr, yang menunjukkan betapa berharganya waktu bagi manusia. 3. Menyediakan Ruang Kerja Khusus Lingkungan sangat mempengaruhi produktivitas. Salah satu cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh adalah dengan menciptakan ruang kerja yang nyaman dan bebas gangguan. Ruang kerja yang baik: Tenang dan minim distraksi Pencahayaan cukup Peralatan kerja lengkap Terpisah dari area istirahat Hal ini membantu otak untuk membedakan antara waktu kerja dan waktu santai sehingga fokus lebih terjaga. 4. Menghindari Gangguan Digital Smartphone dan media sosial sering menjadi penyebab utama turunnya produktivitas. Untuk menerapkan cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh, lakukan hal berikut: Matikan notifikasi yang tidak penting Gunakan aplikasi pemblokir distraksi Tentukan waktu khusus untuk media sosial Islam mengajarkan untuk menjaga pandangan dan waktu dari hal yang tidak bermanfaat. Ini sejalan dengan upaya menjaga fokus dalam bekerja. 5. Menjaga Shalat dan Ibadah Tepat Waktu Salah satu keunggulan bekerja jarak jauh adalah fleksibilitas waktu yang dapat dimanfaatkan untuk ibadah. Dalam cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh, shalat tepat waktu sangat penting karena: Menenangkan hati dan pikiran Mengembalikan fokus kerja Menghindari stres berlebihan Allah SWT berfirman: “Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.” (QS. Thaha: 14) Dengan menjaga ibadah, produktivitas kerja akan meningkat secara alami karena hati menjadi lebih tenang. 6. Istirahat yang Cukup dan Teratur Produktivitas tidak berarti bekerja tanpa henti. Salah satu cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh yang sering diabaikan adalah istirahat yang cukup. Beberapa teknik yang bisa digunakan: Teknik Pomodoro (25 menit kerja, 5 menit istirahat) Tidur cukup 6–8 jam per hari Menghindari overworking Dalam Islam, tubuh memiliki hak untuk beristirahat. Rasulullah SAW juga mencontohkan keseimbangan antara ibadah, bekerja, dan istirahat. 7. Menjaga Komunikasi dengan Tim Walaupun bekerja dari jarak jauh, komunikasi tetap sangat penting. Dalam cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh, komunikasi efektif dapat dilakukan dengan: Menggunakan aplikasi chat atau meeting online Memberikan laporan kerja secara rutin Menyampaikan kendala dengan jelas Islam juga mengajarkan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) dan kerja sama dalam kebaikan. 8. Evaluasi Diri Secara Berkala Evaluasi adalah bagian penting dalam cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh. Tanpa evaluasi, seseorang tidak akan mengetahui apakah pekerjaannya efektif atau tidak. Langkah evaluasi: Meninjau hasil kerja setiap minggu Mengukur pencapaian target Memperbaiki kesalahan yang terjadi Allah SWT juga mengajarkan manusia untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri). Dalam menjalani kehidupan modern, cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki setiap muslim agar tetap profesional dan amanah dalam bekerja. Dengan menggabungkan manajemen waktu, disiplin diri, serta nilai-nilai Islam seperti niat yang lurus, menjaga ibadah, dan menjauhi kemalasan, maka seseorang dapat mencapai produktivitas yang optimal meskipun bekerja dari rumah atau lokasi yang berbeda. 9. Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Kesehatan adalah faktor penting dalam produktivitas. Tanpa tubuh yang sehat, pekerjaan tidak dapat dilakukan dengan maksimal. Tips: Rutin berolahraga ringan Mengonsumsi makanan halal dan sehat Menghindari stres berlebihan Dalam Islam, menjaga kesehatan adalah bagian dari amanah terhadap tubuh yang diberikan Allah SWT. 10. Konsisten dan Tidak Mudah Menyerah Konsistensi adalah kunci terakhir dalam cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh. Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak konsisten. Rasulullah SAW bersabda: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meskipun sedikit.” (HR. Bukhari) Dengan konsistensi, hasil kerja akan meningkat secara bertahap dan stabil. Menerapkan cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh bukan hanya tentang teknik kerja modern, tetapi juga tentang bagaimana seorang muslim menjalani pekerjaannya sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Dengan niat yang benar, disiplin waktu, menjaga ibadah, serta mengelola diri dengan baik, kerja jarak jauh dapat menjadi sarana untuk meraih keberkahan rezeki dan ridha Allah. Produktivitas sejati bukan hanya diukur dari banyaknya pekerjaan yang diselesaikan, tetapi juga dari keberkahan dan kejujuran dalam setiap usaha yang dilakukan.
30/07/2026 | admin

Agenda Pimpinan

BAZNAS Kota Surakarta Laksanakan Kunjungan Studi Tiru ke BAZNAS DIY
BAZNAS Kota Surakarta Laksanakan Kunjungan Studi Tiru ke BAZNAS DIY
Yogyakarta — BAZNAS Kota Surakarta melaksanakan kunjungan studi tiru ke BAZNAS Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk berbagi pengalaman, memperkuat sinergi, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat. Rombongan BAZNAS Kota Surakarta dipimpin oleh Ketua BAZNAS Kota Surakarta, H.M. Qoyim, S.Sos., M.Si., dan dihadiri oleh jajaran pimpinan, yaitu Bambang Mintosih, S.M. selaku Wakil Ketua I, H. Muhammad Anwar, S.Ag. selaku Wakil Ketua II, Ir. H. Almunawar, M.Si. selaku Wakil Ketua III, serta Hj. Sri Indriyani Dian, S.H., M.Si. selaku Wakil Ketua IV. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS DIY yang dipimpin oleh Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si. Turut hadir dalam penyambutan tersebut Dr. H. Munjahid, M.Ag. selaku Wakil Ketua I, H. Jazilus Sakhok selaku Wakil Ketua II, H. Nursya’bani Purnama selaku Wakil Ketua III, dan H. Ahmad Lutfi selaku Wakil Ketua IV. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai praktik baik dalam pengelolaan zakat, mulai dari penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan, hingga penguatan tata kelola kelembagaan. Kunjungan studi tiru ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bersama dalam meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat serta memperluas manfaat program-program zakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Surakarta dan BAZNAS DIY berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama yang erat dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.

23-07-2026 | admin

BAZNAS DIY Terima Kunjungan Studi Tiru BAZNAS Kabupaten Bekasi   
BAZNAS DIY Terima Kunjungan Studi Tiru BAZNAS Kabupaten Bekasi  
Yogyakarta — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima kunjungan studi tiru dari BAZNAS Kabupaten Bekasi pada Selasa, 21 Juli 2026. Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi guna memperkuat sinergi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL). Rombongan BAZNAS Kabupaten Bekasi diterima langsung oleh Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., didampingi oleh Wakil Ketua I Dr. H. Munjahid, M.Ag., Wakil Ketua II H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D., Wakil Ketua IV H. Ahmad Lutfi, S.S., M.A., beserta jajaran BAZNAS DIY. Sementara itu, rombongan BAZNAS Kabupaten Bekasi dipimpin oleh Ketua H. Aminnulloh, S.E., bersama Wakil Ketua II Dr. H. Royani, M.A., Wakil Ketua III H. Abdul Aziz HN, S.T., dan Wakil Ketua IV Agus Usamah Zahid, S.Sos. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai strategi pengelolaan ZIS-DSKL, mulai dari penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan, hingga penguatan tata kelola kelembagaan. Kegiatan studi tiru ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan praktik baik yang telah diterapkan masing-masing BAZNAS. Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kunjungan BAZNAS Kabupaten Bekasi. Beliau berharap melalui kegiatan ini terjalin hubungan yang semakin erat dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. “Kami menyambut baik kunjungan studi tiru dari BAZNAS Kabupaten Bekasi. Semoga pertemuan ini menjadi ajang saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan berdampak bagi umat,” ujarnya. Kunjungan studi tiru ini diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan BAZNAS, sehingga mampu memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada para muzaki dan mustahik di daerah masing-masing.

21-07-2026 | admin

Penguatan Transparansi, BAZNAS DIY Sampaikan Laporan ZIS-DSKL di Pengajian Pejabat dan Aparat DIY
Penguatan Transparansi, BAZNAS DIY Sampaikan Laporan ZIS-DSKL di Pengajian Pejabat dan Aparat DIY
Yogyakarta – Ketua BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si, menghadiri Pengajian Pejabat dan Aparat serta menyampaikan laporan penghimpunan dan pendistribusian dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) BAZNAS DIY di hadapan jajaran Pemerintah Daerah DIY dan para pemangku kepentingan. Dalam laporannya, Ketua BAZNAS DIY menyampaikan bahwa penghimpunan dana ZIS-DSKL on balance sheet hingga Juni 2026 mencapai Rp1.412.726.835, terdiri atas zakat perorangan Rp496.455.231, zakat badan Rp5.000.000, infak Rp104.070.572, infak terikat Rp390.470.325, dan DSKL Rp416.730.707. Sementara itu, penghimpunan off balance sheet sebesar Rp28.255.800, sehingga total penghimpunan mencapai Rp1.440.982.635. Dana tersebut telah didistribusikan kepada para penerima manfaat melalui lima program unggulan BAZNAS DIY, yaitu DIY Takwa, DIY Sehat, DIY Sejahtera, DIY Peduli, dan DIY Cerdas, yang mencakup bidang keagamaan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kemanusiaan, dan pendidikan. Pada kesempatan tersebut, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), para muzaki, munfiq, dan masyarakat yang telah mempercayakan penyaluran ZIS-DSKL melalui BAZNAS DIY. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat gerakan cinta zakat melalui pembentukan UPZ, peningkatan literasi zakat, serta optimalisasi penghimpunan ZIS-DSKL guna mewujudkan kesejahteraan umat. Sebagai lembaga yang mengusung visi "Lembaga Utama Menyejahterakan Umat yang Profesional dan Terpercaya," BAZNAS DIY terus berkomitmen memberikan layanan penghimpunan dan pendistribusian zakat secara amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran, termasuk melalui kemudahan pembayaran zakat melalui Kantor Digital BAZNAS DIY dan kanal layanan resmi lainnya.

14-07-2026 | admin

Berita Pendistribusian

Zakat Menjangkau, Lansia Tersenyum
Zakat Menjangkau, Lansia Tersenyum
Sleman – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat lanjut usia, BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menyalurkan paket logistik kepada para lansia di sejumlah kalurahan yang menjadi bagian dari Kampung BERKAH BAZNAS di Kabupaten Sleman. Kegiatan ini merupakan wujud nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, khususnya para lansia. Paket logistik yang disalurkan berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, mi instan, teh, dan berbagai bahan pangan lainnya dan uang santunan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi para lansia sekaligus memberikan rasa aman dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penyaluran dilakukan secara langsung bersama BAZNAS Kabupaten Sleman, pemerintah kalurahan, pengurus Kampung BERKAH BAZNAS, serta relawan yang selama ini turut mendampingi masyarakat. Kehadiran BAZNAS DIY tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memberikan perhatian kepada para lansia agar tetap merasa dihargai dan diperhatikan. Program bantuan logistik lansia ini merupakan bagian dari penguatan Kampung BERKAH BAZNAS, sebuah program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, keagamaan, dan kemanusiaan. Melalui program ini, BAZNAS DIY berupaya membangun lingkungan yang peduli terhadap kelompok rentan, sekaligus mendorong semangat gotong royong di tengah masyarakat. Dengan adanya distribusi paket logistik ini, BAZNAS DIY berharap para lansia dapat merasakan manfaat zakat secara langsung dan memperoleh dukungan untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Ke depan, BAZNAS DIY akan terus memperluas manfaat program Kampung BERKAH melalui berbagai kegiatan pemberdayaan dan bantuan sosial yang berkelanjutan, sehingga dana zakat yang dititipkan oleh para muzaki dapat memberikan dampak yang semakin luas bagi kesejahteraan umat. BAZNAS DIY juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai ikhtiar bersama dalam menghadirkan keberkahan, menguatkan solidaritas, dan mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.
14/07/2026 | admin
Dari Muzaki untuk Lansia, Hadirkan Harapan di Kampung Berkah
Dari Muzaki untuk Lansia, Hadirkan Harapan di Kampung Berkah
Yogyakarta – BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian kepada kelompok rentan melalui pendistribusian paket logistik lansia di sejumlah kalurahan yang berada di wilayah Kota Yogyakarta. Kalurahan-kalurahan tersebut merupakan bagian dari Kampung BERKAH BAZNAS, sebuah program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. Paket logistik yang disalurkan berisi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, teh, garam, dan bahan pangan lainnya serta uang santunan, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para lansia. Program ini menjadi bentuk kepedulian BAZNAS DIY terhadap para lansia yang hidup dalam kondisi ekonomi terbatas serta membutuhkan perhatian dan pendampingan. Penyaluran bantuan dilakukan bekerja sama dengan BAZNAS Kota Yogyakarta, pemerintah kalurahan, relawan, serta berbagai pihak terkait agar bantuan dapat diterima secara tepat sasaran oleh para penerima manfaat. Selain memberikan bantuan logistik, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi untuk memberikan dukungan moral kepada para lansia agar tetap semangat menjalani kehidupan. Program distribusi paket logistik lansia merupakan salah satu implementasi Program Kampung BERKAH BAZNAS, yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang peduli, mandiri, dan saling menguatkan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara optimal. Program serupa telah menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS DIY dalam mendampingi lansia mustahik di berbagai wilayah Kampung BERKAH. Melalui program ini, BAZNAS DIY berharap manfaat zakat dapat dirasakan secara nyata oleh para lansia yang membutuhkan serta menjadi ikhtiar bersama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. BAZNAS DIY juga mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar semakin banyak program kemanusiaan dan pemberdayaan yang dapat diwujudkan demi meningkatkan kesejahteraan umat.
14/07/2026 | admin
Dari Prambanan, BAZNAS se-DIY Gaungkan Budaya Siaga Bencana
Dari Prambanan, BAZNAS se-DIY Gaungkan Budaya Siaga Bencana
BAZNAS se-DIY turut hadir dalam kegiatan Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan Peringatan 20 Tahun Gempa Bumi Yogyakarta dan Jawa Tengah yang digelar di Lapangan Garuda, Kompleks Candi Prambanan. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan budaya sadar bencana melalui kolaborasi lintas sektor dalam membangun masyarakat yang lebih siap dan tangguh menghadapi risiko kebencanaan. Kehadiran BAZNAS se-DIY melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) merupakan bentuk komitmen dalam mendukung aksi kemanusiaan, kesiapsiagaan, serta memperkuat sinergi kebencanaan bersama berbagai pihak. Dalam kegiatan tersebut turut ditampilkan berbagai peralatan dan kesiapan personel sebagai bagian dari upaya meningkatkan respons cepat terhadap potensi bencana di wilayah DIY dan Jawa Tengah. BAZNAS DIY melalui BTB menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana, baik pada tahap kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. “Kita jadikan kesiapsiagaan sebagai budaya hidup sehari-hari, sehingga masyarakat semakin tangguh dan siap menghadapi berbagai risiko kebencanaan,” ujar perwakilan BTB DIY. Melalui semangat kolaborasi dan kepedulian kemanusiaan, BTB se-DIY berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang aman, siaga, dan berdaya menghadapi bencana.
26/05/2026 | admin

Artikel Terbaru

Ibadah Bulan Muharram yang Bisa Membuka Pintu Keberkahan
Ibadah Bulan Muharram yang Bisa Membuka Pintu Keberkahan
Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam. Sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram menjadi momentum yang tepat bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, dan memperbanyak amal saleh. Tidak hanya menjadi penanda pergantian tahun Islam, bulan ini juga menyimpan berbagai keutamaan yang dapat membuka pintu keberkahan bagi kehidupan seorang muslim. Melaksanakan Ibadah bulan Muharram menjadi salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Pada bulan yang termasuk dalam empat bulan haram ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Setiap amal saleh yang dilakukan memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah sehingga menjadi kesempatan berharga untuk meraih pahala yang berlimpah. Mengapa Bulan Muharram Sangat Istimewa? Muharram termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Dalam bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan dosa dan memperbanyak amal kebajikan. Keistimewaan Muharram juga terlihat dari berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam. Selain itu, Rasulullah menyebut puasa yang dilakukan pada bulan Muharram sebagai puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Ramadan. Hal ini menunjukkan betapa besar kedudukan bulan Muharram dalam ajaran Islam. Karena itu, seorang muslim hendaknya memanfaatkan kesempatan ini dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh agar memperoleh keberkahan hidup di dunia maupun akhirat. Bentuk-Bentuk Ibadah Bulan Muharram yang Dianjurkan 1. Memperbanyak Puasa Sunnah Salah satu amalan yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah puasa sunnah. Rasulullah sangat menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada bulan ini, khususnya pada tanggal 9 dan 10 Muharram atau yang dikenal dengan puasa Tasu'a dan Asyura. Puasa Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakannya dengan penuh keikhlasan. Selain puasa Asyura, seorang muslim juga dapat memperbanyak puasa sunnah lainnya selama bulan Muharram sesuai kemampuan masing-masing. 2. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar Dzikir dan istighfar merupakan amalan ringan tetapi memiliki manfaat yang luar biasa. Pada bulan Muharram, memperbanyak mengingat Allah dapat membantu membersihkan hati, menenangkan jiwa, serta meningkatkan kualitas keimanan. Istighfar juga menjadi sarana untuk memohon ampunan atas berbagai kesalahan yang pernah dilakukan. Dengan hati yang bersih dan penuh penyesalan atas dosa, seorang muslim dapat memulai tahun baru Hijriah dengan semangat yang lebih baik. 3. Membaca dan Merenungkan Al-Qur'an Membaca Al-Qur'an adalah ibadah yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk pada bulan Muharram. Bahkan, momentum pergantian tahun Hijriah menjadi saat yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan kitab suci. Tidak hanya membaca, umat Islam juga dianjurkan untuk memahami makna ayat-ayat yang dibaca dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Al-Qur'an tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga pedoman hidup yang membawa keberkahan. 4. Memperbanyak Sedekah Sedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dicintai Allah. Pada bulan Muharram, memperbanyak sedekah dapat menjadi jalan untuk membantu sesama sekaligus meraih pahala yang besar. Sedekah tidak harus berupa uang dalam jumlah besar. Memberikan makanan kepada yang membutuhkan, membantu tetangga, atau menyumbangkan tenaga untuk kegiatan sosial juga termasuk bentuk sedekah yang bernilai di sisi Allah. Selain mendatangkan pahala, sedekah juga menjadi sebab terbukanya pintu rezeki dan keberkahan dalam kehidupan seorang muslim. 5. Menjalin Silaturahmi Silaturahmi adalah amalan yang memiliki banyak keutamaan. Dengan menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan sesama muslim, seseorang dapat mempererat persaudaraan serta memperpanjang keberkahan hidup. Bulan Muharram dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki hubungan yang sempat renggang, saling memaafkan, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. 6. Memperbanyak Doa Doa merupakan senjata orang beriman. Pada bulan Muharram, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa agar diberikan kemudahan, kesehatan, rezeki yang halal, serta keteguhan iman. Momentum awal tahun Hijriah juga sangat tepat untuk melakukan evaluasi diri dan memohon kepada Allah agar tahun yang akan dijalani menjadi lebih baik daripada tahun sebelumnya. Manfaat Ibadah Bulan Muharram bagi Kehidupan Muslim Melaksanakan Ibadah bulan Muharram tidak hanya memberikan pahala di akhirat, tetapi juga membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa manfaat yang dapat dirasakan antara lain: Meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Menumbuhkan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Membersihkan hati dari dosa dan kesalahan. Menambah keberkahan dalam rezeki dan kehidupan keluarga. Memperkuat hubungan sosial melalui sedekah dan silaturahmi. Membentuk pribadi yang lebih disiplin dalam beribadah. Pada dasarnya, setiap amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas akan memberikan pengaruh positif bagi kualitas hidup seorang muslim. Kesalahan yang Perlu Dihindari pada Bulan Muharram Di tengah semangat menjalankan berbagai amalan, terdapat beberapa hal yang perlu dihindari oleh umat Islam, antara lain: Menganggap Muharram sebagai bulan yang membawa kesialan. Melakukan ritual atau amalan yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Mengabaikan kewajiban dan hanya fokus pada amalan sunnah. Menjadikan momentum tahun baru Hijriah hanya sebagai perayaan tanpa peningkatan ibadah. Meremehkan dosa dan kemaksiatan padahal Muharram termasuk bulan yang dimuliakan. Dengan memahami hal-hal tersebut, seorang muslim dapat menjalankan ibadah secara benar sesuai tuntunan agama. Cara Memaksimalkan Keberkahan di Bulan Muharram Agar keberkahan Muharram dapat dirasakan secara maksimal, seorang muslim dapat membuat target ibadah yang realistis. Misalnya dengan menambah jumlah bacaan Al-Qur'an setiap hari, melaksanakan puasa sunnah, memperbanyak sedekah, dan menjaga kualitas shalat wajib. Pada pertengahan bulan, evaluasi diri juga penting dilakukan agar semangat beribadah tetap terjaga. Dengan cara ini, berbagai bentuk Ibadah bulan Muharram tidak hanya dilakukan sesaat, tetapi dapat menjadi kebiasaan baik sepanjang tahun. Bulan Muharram adalah kesempatan emas bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Berbagai amalan seperti puasa sunnah, membaca Al-Qur'an, berdzikir, bersedekah, memperbanyak doa, dan menjaga silaturahmi dapat menjadi sarana untuk meraih keberkahan yang luas dari Allah. Melalui Ibadah bulan Muharram, seorang muslim tidak hanya memperoleh pahala yang besar, tetapi juga membuka pintu keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, marilah memanfaatkan bulan yang mulia ini dengan sebaik-baiknya, memperbanyak amal saleh, serta menjadikan Muharram sebagai awal perubahan menuju pribadi yang lebih taat dan bertakwa.
30/07/2026 | admin
Dukung UMKM Mustahik, Menteri Wihaji Belanja Produk di Stand BAZNAS DIY
Dukung UMKM Mustahik, Menteri Wihaji Belanja Produk di Stand BAZNAS DIY
Yogyakarta – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., mengunjungi stand BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Pameran dan Gelar Dagang Produk UPPKA dan UMKM serta Layanan Mitra Kerja yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di kawasan Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta. Dalam kunjungannya, Menteri Wihaji menyempatkan diri melihat berbagai produk unggulan hasil karya para mustahik binaan BAZNAS DIY. Beragam produk yang dipamerkan, mulai dari pangan olahan, makanan ringan, kue kering hingga sabun cuci piring, mendapat perhatian khusus dari beliau. Sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, Menteri Wihaji turut membeli beberapa produk hasil usaha mustahik binaan BAZNAS DIY. Tindakan tersebut menjadi wujud apresiasi sekaligus penyemangat bagi para pelaku UMKM binaan agar terus meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan usahanya. Keikutsertaan BAZNAS DIY dalam pameran ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui program pemberdayaan berbasis zakat. Selain memberikan pendampingan usaha, BAZNAS DIY juga terus membuka akses promosi dan pemasaran agar produk-produk binaan dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas. Kunjungan Menteri Wihaji menjadi momentum yang membanggakan bagi BAZNAS DIY dan para mustahik binaan. Dukungan dari pemerintah diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal hasil binaan, sekaligus memberikan motivasi kepada para pelaku usaha untuk terus berinovasi dan berkembang. Melalui sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dan berbagai mitra, diharapkan semakin banyak UMKM mustahik yang mampu naik kelas, mandiri secara ekonomi, serta memberikan kontribusi bagi kesejahteraan keluarga dan pembangunan ekonomi masyarakat.
29/06/2026 | admin
Produk Mustahik BAZNAS DIY Ramaikan Pameran Harganas ke-33 Nasional
Produk Mustahik BAZNAS DIY Ramaikan Pameran Harganas ke-33 Nasional
Yogyakarta – BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut berpartisipasi dalam Pameran dan Gelar Dagang Produk UPPKA dan UMKM serta Layanan Mitra Kerja yang diselenggarakan dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung selama dua hari, pada 28–29 Juni 2026, di kawasan Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta. Keikutsertaan BAZNAS DIY menjadi wujud komitmen dalam mendukung pemberdayaan ekonomi mustahik melalui promosi produk-produk unggulan hasil binaan. Berbagai produk dipamerkan kepada masyarakat, mulai dari pangan olahan, makanan ringan, kue kering, hingga sabun cuci piring yang diproduksi oleh para mustahik binaan BAZNAS DIY dari berbagai kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pameran ini menjadi kesempatan bagi para pelaku UMKM binaan untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus memperkenalkan kualitas produk mereka kepada masyarakat luas, termasuk para pengunjung yang hadir dari berbagai daerah dalam rangkaian peringatan Harganas ke-33. Melalui kegiatan ini, BAZNAS DIY berharap produk-produk hasil karya mustahik semakin dikenal, diminati, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan meningkatnya akses promosi dan pemasaran, diharapkan usaha para mustahik dapat berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Partisipasi BAZNAS DIY dalam pameran ini juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. Tidak hanya memberikan bantuan modal, BAZNAS DIY terus melakukan pendampingan agar para mustahik dapat berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Melalui sinergi dengan berbagai pihak dalam momentum Hari Keluarga Nasional ke-33, BAZNAS DIY optimistis pemberdayaan UMKM mustahik akan semakin kuat, sehingga manfaat zakat tidak hanya dirasakan dalam bentuk bantuan sesaat, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi para penerima manfaat.
28/06/2026 | admin

BAZNAS TV