Peristiwa Hijrah Rasulullah dan Pelajaran Berharga bagi Umat Islam
01/07/2026 | Penulis: admin
BAZNASDIY
Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah bukan sekadar perpindahan tempat tinggal. Peristiwa ini menjadi titik balik penting dalam sejarah Islam, bahkan dijadikan tonggak permulaan kalender Hijriah. Di balik kisahnya, ada banyak pelajaran yang relevan untuk dipegang umat Islam hingga hari ini.
Latar Belakang Peristiwa Hijrah
Hijrah terjadi pada tahun 622 Masehi, setelah lebih dari satu dekade Rasulullah SAW berdakwah di Makkah menghadapi tekanan dan penganiayaan dari kaum Quraisy. Para pengikut Nabi mengalami penyiksaan, pemboikotan ekonomi, hingga ancaman pembunuhan karena menolak meninggalkan akidah mereka.
Titik balik datang ketika sekelompok penduduk Madinah (saat itu bernama Yatsrib) menyatakan keimanan mereka dan mengundang Rasulullah SAW untuk berhijrah, melalui perjanjian yang dikenal sebagai Baiat Aqabah terjadi dalam dua tahap, Aqabah pertama dan kedua. Perjanjian ini menjadi dasar bagi Nabi untuk memerintahkan para sahabat berhijrah secara bertahap, sebelum akhirnya beliau sendiri menyusul bersama Abu Bakar ash-Shiddiq sebagai rombongan terakhir.
Perjalanan Hijrah yang Penuh Tantangan
Perjalanan hijrah Rasulullah SAW bersama Abu Bakar bukan perjalanan yang mudah. Mengetahui rencana ini, kaum Quraisy bahkan menjanjikan hadiah besar bagi siapa saja yang berhasil menangkap Nabi hidup atau mati.
Sebelum berangkat, Rasulullah SAW meminta Ali bin Abi Thalib untuk tetap tinggal di Makkah guna mengembalikan barang-barang titipan kepada pemiliknya yang menunjukkan bahwa di tengah ancaman besar, amanah tetap diutamakan.
Salah satu momen paling dikenal dari perjalanan ini adalah persembunyian di Gua Tsur selama tiga hari, saat pasukan pengejar Quraisy hampir menemukan tempat persembunyian mereka. Dalam riwayat yang banyak dikenal, sarang laba-laba dan sarang burung yang tiba-tiba muncul di mulut gua menjadi sebab para pengejar mengurungkan niat untuk memeriksa ke dalam.
Setelah situasi dianggap aman, perjalanan dilanjutkan menuju Madinah dengan rute memutar untuk menghindari kejaran, dipandu oleh Abdullah bin Uraiqith yang disewa sebagai penunjuk jalan, hingga akhirnya Rasulullah SAW tiba di Madinah dan disambut gembira oleh penduduk setempat.
Madinah Setelah Hijrah
Kedatangan Rasulullah SAW di Madinah menandai babak baru dakwah Islam. Beberapa langkah penting yang dilakukan setelah hijrah:
- Mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar
Kaum Muhajirin (yang berhijrah dari Makkah) dipersaudarakan secara resmi dengan kaum Anshar (penduduk Madinah), saling berbagi tempat tinggal dan harta
- Membangun Masjid Nabawi
Menjadi pusat ibadah sekaligus pusat pemerintahan dan kegiatan sosial umat
- Menyusun Perjanjian Madinah
Kesepakatan yang mengatur hubungan antara kaum muslimin dengan suku-suku dan komunitas lain di Madinah, termasuk komunitas Yahudi, demi menjaga stabilitas sosial
Langkah-langkah ini menjadi dasar terbentuknya negara Islam pertama yang terorganisasi di Madinah.
Hijrah sebagai Penanda Kalender Islam
Penetapan hijrah sebagai permulaan kalender Hijriah tidak dilakukan oleh Rasulullah SAW sendiri, melainkan ditetapkan kemudian oleh Khalifah Umar bin Khattab. Pemilihan peristiwa hijrah dibandingkan kelahiran atau wafat Nabi sebagai titik awal kalender pun mengandung makna tersendiri, sebab hijrah dianggap sebagai momen kebangkitan dan dimulainya era baru dakwah Islam yang lebih terstruktur, bukan sekadar peristiwa biografis personal semata.
Pelajaran Berharga dari Peristiwa Hijrah
- Pentingnya kesabaran dan strategi dalam menghadapi tekanan
Hijrah bukan keputusan yang diambil secara reaktif atau emosional. Rasulullah SAW menunjukkan bahwa menghadapi tekanan membutuhkan kesabaran panjang dan perencanaan matang, bukan sekadar melarikan diri dari kesulitan.
- Keteguhan dalam memegang prinsip
Meski menghadapi ancaman besar, Rasulullah SAW dan para sahabat tidak mengorbankan akidah mereka demi keamanan. Hijrah justru dilakukan untuk menjaga keyakinan tetap utuh, bukan untuk berkompromi dengannya.
- Menjaga amanah di tengah kesulitan
Permintaan Nabi kepada Ali bin Abi Thalib untuk mengembalikan barang titipan sebelum berhijrah menunjukkan bahwa tanggung jawab terhadap sesama tidak boleh diabaikan, sekalipun dalam situasi yang mendesak.
- Nilai persaudaraan dan solidaritas
Sambutan kaum Anshar terhadap kaum Muhajirin menjadi teladan persaudaraan lintas latar belakang. Mereka berbagi tempat tinggal, harta, dan kehidupan tanpa memandang asal usul.
- Pentingnya membangun komunitas yang kuat
Di Madinah, Rasulullah SAW tidak hanya membangun tempat tinggal baru, tetapi juga fondasi masyarakat: mempersatukan suku-suku yang sebelumnya berkonflik, menyusun perjanjian sosial, dan membangun masjid sebagai pusat kegiatan umat.
- Hijrah sebagai simbol perubahan menuju kebaikan
Secara maknawi, hijrah sering dimaknai lebih luas dari sekadar perpindahan fisik, yaitu sebagai proses meninggalkan kebiasaan buruk untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Makna ini menjadikan hijrah relevan dipraktikkan oleh siapa saja, di mana saja, tanpa harus berpindah tempat secara fisik.
Peristiwa hijrah mengajarkan bahwa perjuangan menegakkan kebenaran membutuhkan kesabaran, strategi, dan keberanian mengambil keputusan besar demi menjaga prinsip yang diyakini, sekaligus membangun komunitas yang solid sebagai fondasi peradaban baru.
Artikel Lainnya
Merawat Asa di Usia Senja Melalui Paket Logistik Lansia di Kulon Progo
Mitos Bulan Safar: Benarkah Bulan Ini Membawa Kesialan, Ini Faktanya
Amalan Pembuka Rezeki di Muharram yang Bisa Dilakukan Setiap Hari
Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah
Mengapa Zakat Penting untuk Mengurangi Kemiskinan
Muharram dan Perbaikan Diri: Langkah Awal Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Amalan Sunnah di Bulan Safar yang Sayang Jika Ditinggalkan
Zakat Emas 100 Gram Berapa: Ini Simulasi Perhitungannya
Zakat Perdagangan: Dihitung dari Omzet atau Keuntungan
Zakat untuk Pendidikan: Membantu Anak Dhuafa Terus Sekolah
Ibadah Bulan Muharram yang Bisa Membuka Pintu Keberkahan
Cara Bersedekah di Bulan Safar agar Tepat Sasaran dan Berkah
Bagaimana Zakat Membantu Keluarga Prasejahtera Bertahan dan Bangkit
Zakat Anda Bisa Menjadi Jalan Pendidikan bagi Anak-anak Dhuafa
Amalan Terbaik di Bulan Safar untuk Meraih Ridha Allah

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lihat Daftar Rekening →