WhatsApp Icon

Orang yang Gemar Bersedekah dan Membayar Zakat Mustahil Memiliki Sifat Ini

21/01/2026  |  Penulis: admin

Bagikan:URL telah tercopy
Orang yang Gemar Bersedekah dan Membayar Zakat Mustahil Memiliki Sifat Ini

BAZNASDIY

Dalam kehidupan seorang muslim, sedekah dan zakat bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki dampak besar bagi jiwa dan kehidupan. Islam mengajarkan bahwa harta bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga ada hak orang lain di dalamnya. Karena itu, orang yang gemar bersedekah dan membayar zakat mustahil memiliki sifat-sifat tercela yang bertentangan dengan nilai keimanan dan kemanusiaan.

Orang yang gemar bersedekah dan membayar zakat mustahil memiliki sifat kikir, tamak, dan cinta dunia secara berlebihan. Sebab, kebiasaan memberi akan melatih hati untuk selalu bersyukur, rendah hati, dan peduli terhadap sesama. Inilah yang menjadikan sedekah dan zakat bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai sarana penyucian jiwa.

Dalam Islam, sedekah dan zakat memiliki kedudukan yang sangat mulia. Bahkan, keduanya disebutkan berulang kali dalam Al-Qur’an sebagai tanda keimanan seseorang. Orang yang rutin menunaikannya bukan hanya membersihkan hartanya, tetapi juga membersihkan hatinya dari berbagai sifat buruk yang dapat merusak kehidupan dunia dan akhirat.


Makna Sedekah dan Zakat dalam Kehidupan Seorang Muslim

Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar atau jujur. Artinya, sedekah menjadi bukti kejujuran iman seseorang kepada Allah SWT. Sedangkan zakat secara bahasa berarti suci, bersih, tumbuh, dan berkah. Dengan menunaikan zakat, seorang muslim membersihkan hartanya sekaligus menyucikan jiwanya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka."
(QS. At-Taubah: 103)

Ayat ini menunjukkan bahwa zakat bukan hanya soal harta, tetapi juga tentang penyucian hati dan jiwa. Seseorang yang terbiasa bersedekah dan membayar zakat akan memiliki karakter yang mulia, jauh dari sifat-sifat tercela.


Orang yang Gemar Bersedekah dan Membayar Zakat Mustahil Memiliki Sifat Kikir

Sifat kikir adalah penyakit hati yang sangat berbahaya. Orang yang kikir akan selalu merasa hartanya kurang, meskipun sebenarnya berlimpah. Ia takut miskin, takut berbagi, dan lebih mencintai dunia daripada akhirat.

Sebaliknya, orang yang gemar bersedekah dan membayar zakat mustahil memiliki sifat kikir. Setiap kali ia memberi, ia justru merasa bahagia. Ia yakin bahwa harta yang disedekahkan tidak akan mengurangi rezekinya, bahkan akan menambah keberkahan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak akan berkurang harta karena sedekah."
(HR. Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa sedekah justru menjadi sebab bertambahnya keberkahan harta. Orang yang rajin bersedekah akan merasakan ketenangan batin, karena ia yakin rezekinya dijaga oleh Allah SWT.


Orang yang Gemar Bersedekah dan Membayar Zakat Mustahil Memiliki Sifat Tamak

Tamak adalah keinginan berlebihan terhadap harta dan dunia. Orang yang tamak tidak pernah merasa cukup. Ia selalu ingin lebih, lebih, dan lebih, tanpa memikirkan orang lain.

Islam mengajarkan keseimbangan antara mencari dunia dan mempersiapkan akhirat. Orang yang gemar bersedekah dan membayar zakat mustahil memiliki sifat tamak, karena ia menyadari bahwa harta hanyalah titipan dari Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

"Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, niscaya ia ingin memiliki dua lembah."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengingatkan bahwa nafsu manusia terhadap harta tidak ada batasnya. Namun, dengan membiasakan sedekah dan zakat, seorang muslim dilatih untuk menundukkan hawa nafsunya dan lebih mementingkan ridha Allah SWT.


Orang yang Gemar Bersedekah dan Membayar Zakat Mustahil Memiliki Sifat Sombong

Sombong muncul ketika seseorang merasa lebih tinggi dari orang lain, terutama karena harta dan kedudukan. Padahal, semua yang dimiliki manusia hanyalah titipan dari Allah SWT.

Orang yang gemar bersedekah dan membayar zakat mustahil memiliki sifat sombong, karena ia sadar bahwa hartanya tidak akan berarti apa-apa tanpa izin Allah. Justru dengan memberi, ia semakin rendah hati dan merasa dekat dengan sesama.

Allah SWT berfirman:

"Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong. Sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan sampai setinggi gunung."
(QS. Al-Isra: 37)

Orang yang rajin bersedekah akan lebih mudah bersyukur dan menghargai orang lain. Ia tidak memandang rendah orang miskin, karena ia sadar bahwa di hadapan Allah semua manusia sama.


Orang yang Gemar Bersedekah dan Membayar Zakat Mustahil Memiliki Sifat Cinta Dunia Berlebihan

Cinta dunia yang berlebihan akan membuat seseorang lalai dari akhirat. Ia akan sibuk mengejar harta, jabatan, dan popularitas, hingga lupa pada tujuan hidup yang sesungguhnya.

Namun, orang yang gemar bersedekah dan membayar zakat mustahil memiliki sifat cinta dunia secara berlebihan. Ia memandang dunia hanya sebagai ladang amal, bukan sebagai tujuan akhir.

Rasulullah SAW bersabda:

"Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir."
(HR. Bukhari)

Hadis ini mengajarkan bahwa dunia hanyalah tempat singgah sementara. Dengan rajin bersedekah, seseorang akan lebih fokus mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.


Keutamaan Sedekah dan Zakat dalam Islam

Sedekah dan zakat memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

  • Menghapus dosa dan kesalahan

  • Mendatangkan keberkahan rezeki

  • Menolak bala dan musibah

  • Melapangkan dada dan menenangkan hati

  • Menjadi sebab masuk surga

Rasulullah SAW bersabda:

"Sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api."
(HR. Tirmidzi)

Keutamaan-keutamaan inilah yang membuat orang yang gemar bersedekah dan membayar zakat mustahil memiliki sifat-sifat tercela. Hatinya akan selalu terjaga dalam kebaikan dan keikhlasan.


Dampak Sosial dari Sedekah dan Zakat

Selain membersihkan jiwa, sedekah dan zakat juga memiliki dampak besar bagi masyarakat. Keduanya membantu mengurangi kemiskinan, memperkuat solidaritas sosial, dan menciptakan keadilan ekonomi.

Dengan zakat, kaum fakir dan miskin dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan sedekah, hubungan antar sesama menjadi lebih erat dan penuh kasih sayang.

Allah SWT berfirman:

"Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian."
(QS. Adz-Dzariyat: 19)

Ayat ini menegaskan bahwa harta seorang muslim bukan sepenuhnya miliknya, tetapi ada hak orang lain yang harus ditunaikan.


Cara Menumbuhkan Kebiasaan Bersedekah dan Membayar Zakat

Agar menjadi pribadi yang gemar bersedekah dan membayar zakat, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Menanamkan niat ikhlas karena Allah SWT

  • Menyadari bahwa harta hanyalah titipan

  • Membiasakan memberi meski sedikit

  • Menyalurkan zakat melalui lembaga terpercaya

  • Mengingat keutamaan sedekah dan zakat

Dengan kebiasaan ini, hati akan terlatih untuk selalu peduli dan dermawan. Lambat laun, sifat-sifat buruk akan terkikis dengan sendirinya.


Orang yang Gemar Bersedekah dan Membayar Zakat Mustahil Memiliki Sifat Ini

Pada akhirnya, orang yang gemar bersedekah dan membayar zakat mustahil memiliki sifat kikir, tamak, sombong, dan cinta dunia berlebihan. Kebiasaan memberi akan membentuk pribadi yang rendah hati, penuh empati, dan selalu bersyukur atas nikmat Allah SWT.

Sedekah dan zakat bukan hanya tentang mengeluarkan harta, tetapi tentang membangun karakter mulia seorang muslim. Dengan keduanya, seseorang akan lebih dekat kepada Allah, lebih peduli kepada sesama, dan lebih siap menghadapi kehidupan akhirat.

Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang gemar bersedekah dan membayar zakat, sehingga dijauhkan dari sifat-sifat tercela dan dimasukkan ke dalam golongan hamba-hamba Allah yang bertakwa.

Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama.

- Dengan zakat, kita bersihkan harta.

- Dengan infak, kita kuatkan solidaritas.

- Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan.

Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.

- Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY

ZAKAT

BSI : 309 12 2015 5

an.BAZNAS DIY

INFAQ/SEDEKAH

BSI : 309 12 2019 8

an.BAZNAS DIY

atau melalui link:

diy.baznas.go.id/bayarzakat

- Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616

- Website: diy.baznas.go.id

- Media Sosial: @baznasdiy__official

BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat