WhatsApp Icon

Renungan tentang Bekal Sebelum Kembali kepada Allah

29/09/2026  |  Penulis: admin

Bagikan:URL telah tercopy
Renungan tentang Bekal Sebelum Kembali kepada Allah

BAZNASDIY

 

Kematian adalah kepastian yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Meski demikian, bagi sebagian manusia, kematian terasa menakutkan. Bukan semata karena meninggalkan dunia, keluarga, pekerjaan, dan harta, tetapi juga karena kematian menjadi pintu menuju kehidupan akhirat.

Allah SWT berfirman:

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.”
(QS. Al-‘Ankabut: 57)

Ayat tersebut mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Tidak ada manusia yang dapat menghindar dari kematian. Kaya atau miskin, sehat atau sakit, memiliki jabatan atau tidak, semuanya akan menghadapi waktu yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Mengapa Kematian Menjadi Menakutkan?

Salah satu alasan kematian terasa menakutkan adalah karena manusia tidak mengetahui secara pasti apa yang akan dihadapinya setelah kehidupan dunia berakhir. Dunia yang selama ini dikenal akan ditinggalkan, sementara kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang kekal.

Allah SWT berfirman:

“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
(QS. Ali ‘Imran: 185)

Ketakutan terhadap kematian dapat menjadi pengingat bagi seseorang untuk melakukan introspeksi. Apakah amal yang dilakukan sudah cukup? Apakah masih banyak dosa yang belum ditaubati? Apakah hak orang lain telah ditunaikan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut seharusnya mendorong kita untuk memperbaiki diri, bukan sekadar larut dalam ketakutan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.”
(HR. Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

Mengingat kematian bukan berarti menjadi pesimis terhadap kehidupan. Justru, mengingat kematian dapat membuat kita lebih menghargai waktu dan menggunakan kesempatan hidup untuk melakukan kebaikan.

Kematian Mengingatkan Kita untuk Bersiap

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).”
(QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini mengajarkan pentingnya mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat. Bekal tersebut bukan berupa harta yang kita kumpulkan, jabatan yang kita miliki, atau popularitas yang kita kejar, tetapi amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas.

Ketika kematian datang, harta yang selama ini dikumpulkan tidak lagi dapat menemani. Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)

Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa ada amal yang manfaatnya dapat terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia. Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh menjadi salah satu bentuk investasi akhirat yang dapat dipersiapkan selama hidup.

Jangan Menunggu Tua untuk Berbuat Baik

Kematian tidak mengenal usia. Karena itu, jangan menunggu tua untuk memperbanyak ibadah, jangan menunggu kaya untuk bersedekah, dan jangan menunggu memiliki banyak waktu untuk berbuat baik.

Selagi Allah SWT masih memberikan umur, masih ada kesempatan untuk memperbaiki salat, memperbanyak istighfar, meminta maaf, membantu sesama, menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah, serta meninggalkan kebaikan yang bermanfaat bagi orang lain.

Allah SWT berfirman:

“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka...”
(QS. At-Taubah: 103)

Zakat bukan sekadar kewajiban atas harta, tetapi juga bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus kepedulian kepada sesama. Sementara sedekah menjadi jalan untuk berbagi rezeki dan menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Jangan sampai ketika kesempatan hidup telah berakhir, kita baru berharap dapat kembali ke dunia untuk memperbanyak amal. Allah SWT mengingatkan:

“Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, niscaya aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.”
(QS. Al-Munafiqun: 10)

Ayat ini menjadi renungan mendalam. Selagi masih diberi kesempatan, mari tunaikan kewajiban zakat dan jangan lewatkan kesempatan untuk bersedekah.

Zakat yang ditunaikan adalah kewajiban yang diselesaikan. Sedekah yang diberikan adalah kebaikan yang ditanam. Keduanya menjadi bagian dari ikhtiar kita mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.

Kematian memang sesuatu yang pasti. Namun, yang tidak kita ketahui adalah kapan waktunya tiba dan dengan bekal seperti apa kita akan menghadap Allah SWT.

Maka, selagi masih diberi umur dan rezeki, mari tunaikan zakat, perbanyak sedekah, dan tebarkan manfaat kepada sesama.

Jangan menunggu ajal datang untuk mengingat akhirat. Jadikan hari ini sebagai kesempatan untuk menambah bekal.

Tunaikan zakat. Perbanyak sedekah. Tebarkan manfaat. Raih keberkahan.

 

Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.

 

- Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY

ZAKAT

BSI : 309 12 2015 5

an.BAZNAS DIY

 

INFAQ/SEDEKAH

BSI : 309 12 2019 8

an.BAZNAS DIY

 

atau melalui link:

diy.baznas.go.id/bayarzakat

 

- Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616

- Website: diy.baznas.go.id

- Media Sosial: @baznasdiy__official

 

BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lihat Daftar Rekening →