WhatsApp Icon
BAZNAS DIY Jadi Tujuan Studi Tiru BAZNAS Provinsi Sumatera Barat

Yogyakarta — BAZNAS Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan studi tiru ke BAZNAS DIY pada Rabu, 13 Mei 2026 bertempat di Kantor BAZNAS DIY. Kunjungan ini disambut langsung oleh Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., bersama jajaran pimpinan dan pelaksana.

Kegiatan studi tiru ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman terkait pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, serta penguatan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan masing-masing daerah.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS DIY menyampaikan apresiasi atas kunjungan dari BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Ia berharap pertemuan ini dapat mempererat sinergi antarlembaga BAZNAS di tingkat provinsi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan berdampak.

“Semoga melalui studi tiru ini dapat menjadi sarana bertukar gagasan dan pengalaman untuk bersama-sama menguatkan peran BAZNAS dalam menyejahterakan umat,” ujar Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si.

Sementara itu, rombongan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menyampaikan ketertarikan terhadap berbagai program unggulan dan tata kelola yang diterapkan di BAZNAS DIY, khususnya dalam bidang pendistribusian, pemberdayaan ekonomi umat, serta penguatan layanan kepada muzaki dan mustahik.

 

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban dengan sesi diskusi, pemaparan program, serta tukar pengalaman antarkedua lembaga. Diharapkan hasil dari studi tiru ini dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan program dan penguatan kelembagaan BAZNAS di masing-masing daerah.

13/05/2026 | Kontributor: admin
BAZNAS DIY Terima Audiensi Lazis UNISIA Bahas Pengelolaan UPZ UII

 

Yogyakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) DIY menerima audiensi dari Lazis UNISIA dalam rangka membahas pengelolaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Universitas Islam Indonesia (UII). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat BAZNAS DIY Lt. 2 dan dihadiri oleh perwakilan pimpinan serta pelaksana dari kedua lembaga.

Audiensi ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan perguruan tinggi, khususnya melalui optimalisasi peran UPZ UII. Dalam pertemuan tersebut, berbagai hal dibahas mulai dari tata kelola kelembagaan, penguatan penghimpunan, hingga strategi pendistribusian dan pelaporan dana zakat yang akuntabel dan profesional.

Perwakilan BAZNAS DIY menyampaikan pentingnya kolaborasi antar lembaga zakat dalam membangun ekosistem pengelolaan zakat yang semakin baik dan berdampak bagi masyarakat. Melalui penguatan UPZ di lingkungan kampus, diharapkan kesadaran berzakat di kalangan civitas akademika semakin meningkat.

Sementara itu, pihak Lazis UNISIA menyampaikan apresiasi atas sambutan dan masukan yang diberikan BAZNAS DIY. Audiensi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mempererat kerja sama serta meningkatkan efektivitas pengelolaan UPZ UII ke depan.

 

Kegiatan berlangsung dengan hangat dan penuh semangat kolaborasi demi mendukung penguatan tata kelola zakat yang amanah, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

12/05/2026 | Kontributor: admin
BAZNAS DIY Salurkan Lebih dari 600 Paket Hidangan Fidyah ke Panti Asuhan di DIY

 

Yogyakarta — BAZNAS DIY kembali menyalurkan fidyah kepada sejumlah panti asuhan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kegiatan kali ini, lebih dari 600 paket hidangan fidyah disalurkan kepada anak-anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian serta amanah dari para muzaki.

Penyaluran fidyah dilakukan secara bertahap ke beberapa panti asuhan di DIY agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata. Paket hidangan yang diberikan diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan konsumsi harian anak-anak panti sekaligus menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan bagi para penerima manfaat.

BAZNAS DIY menyampaikan bahwa program penyaluran fidyah ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa di berbagai wilayah DIY.

“Terima kasih kepada para muzaki yang telah menunaikan fidyah melalui BAZNAS DIY. Semoga menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi semua,” ujar perwakilan BAZNAS DIY.

 

Melalui program ini, BAZNAS DIY terus mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan fidyah melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih amanah, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat yang membutuhkan.

11/05/2026 | Kontributor: admin
Semesta Berpesta Ramai, Mushola Portabel BAZNAS DIY Tak Pernah Sepi

Yogyakarta — Kehadiran mushola portabel milik BAZNAS DIY di kawasan Stadion Kridosono menjadi perhatian sekaligus memberikan manfaat besar bagi para pengunjung dalam acara Semesta Berpesta. Sejak acara berlangsung, mushola portabel tersebut ramai dikunjungi masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah dengan nyaman di tengah kemeriahan kegiatan.

Mushola portabel ini disediakan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar tetap mudah menunaikan ibadah di sela-sela aktivitas dan hiburan yang berlangsung. Dengan fasilitas yang praktis, bersih, dan nyaman, para pengunjung mengaku sangat terbantu dengan hadirnya fasilitas ibadah tersebut.

Selain menjadi tempat beribadah, keberadaan mushola portabel juga menjadi wujud komitmen BAZNAS DIY dalam menghadirkan pelayanan sosial dan kemaslahatan umat di berbagai kegiatan masyarakat.

Antusiasme pengunjung terlihat dari silih bergantinya masyarakat yang datang untuk menunaikan salat maupun beristirahat sejenak di area mushola. Banyak pengunjung memberikan apresiasi atas inisiatif ini karena dinilai sangat membantu, terutama di tengah padatnya agenda acara.

 

Melalui kehadiran mushola portabel ini, BAZNAS DIY berharap dapat terus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengajak seluruh pihak untuk senantiasa menjaga ibadah di mana pun berada.

11/05/2026 | Kontributor: admin
BAZNAS DIY dan BTB DIY Berpartisipasi Aktif dalam Pameran Kebencanaan FPRB DIY di UMY

 

BAZNAS DIY bersama BAZNAS Tanggap Bencana DIY turut berpartisipasi dalam kegiatan Pameran Kebencanaan FPRB DIY yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam rangka Pertemuan Ilmiah Tahunan IABI Riset Kebencanaan ke-9.

Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan edukasi, kesiapsiagaan, serta penguatan sinergi penanggulangan bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadiran BAZNAS DIY dan BTB DIY merupakan bentuk komitmen dalam mendukung upaya mitigasi dan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS DIY dan BTB DIY melaksanakan berbagai giat pelayanan, di antaranya mengikuti pembukaan pameran kebencanaan, menghadiri pertemuan ilmiah tahunan, berpartisipasi dalam kegiatan donor darah, memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada pengunjung, membagikan souvenir, serta menghadirkan layanan dapur air bagi peserta dan masyarakat yang hadir.

 

Melalui kegiatan ini, BAZNAS DIY berharap dapat memperluas edukasi kebencanaan kepada masyarakat sekaligus mempererat sinergi antar lembaga dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana. Semangat kolaborasi dan kepedulian menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tanggap, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

07/05/2026 | Kontributor: admin

Berita Terbaru

Menjaga Kebiasaan Baik Setelah Puasa: Kunci Hidup Lebih Berkah
Menjaga Kebiasaan Baik Setelah Puasa: Kunci Hidup Lebih Berkah
Setelah bulan Ramadhan berlalu dan kita menyambut Idul Fitri dengan penuh syukur, banyak umat Islam yang merasakan kekosongan spiritual. Semangat shalat tarawih, tilawah Al-Qur’an, dan menahan lapar serta dahaga yang begitu kuat selama sebulan penuh sering kali mulai pudar ketika rutinitas harian kembali normal. Padahal, menjaga kebiasaan baik setelah puasa adalah kunci utama agar berkah Ramadhan tidak hilang begitu saja. Kebiasaan mulia ini bukan sekadar kenangan sementara, melainkan fondasi untuk menjalani kehidupan yang lebih taqwa, bahagia, dan penuh rahmat Allah SWT sepanjang tahun. Sebagai muslim, kita diajarkan untuk terus meningkatkan amal saleh, bukan hanya di bulan suci saja. Mengapa menjaga kebiasaan baik setelah puasa Sangat Penting dalam Islam? Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan puasa Ramadhan adalah membentuk ketakwaan yang abadi, bukan sementara. Menjaga kebiasaan baik setelah puasa adalah wujud nyata dari ketakwaan tersebut. Tanpa istiqamah, ibadah Ramadhan hanya menjadi ritual tahunan yang tidak membawa perubahan nyata dalam kehidupan. Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya amalan yang kontinu. Beliau bersabda, “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinu meskipun sedikit.” (HR. Muslim dari Aisyah RA). Hadits ini menjadi dalil kuat bahwa Allah SWT lebih menyukai hamba-Nya yang konsisten daripada yang hanya giat di bulan tertentu lalu lengah setelahnya. Menjaga kebiasaan baik setelah puasa juga merupakan tanda bahwa amalan Ramadhan kita diterima di sisi Allah. Jika setelah Idul Fitri kita kembali pada kebiasaan buruk, maka itu bisa menjadi pertanda kurangnya keikhlasan atau kurangnya usaha mempertahankan perubahan positif. Di era modern seperti sekarang, di mana godaan duniawi semakin kuat, menjaga kebiasaan baik setelah puasa menjadi benteng pertahanan jiwa. Ia membantu kita menghindari kemaksiatan, memperkuat hubungan dengan Allah, dan menciptakan lingkungan keluarga serta masyarakat yang lebih baik. Tanpa upaya ini, kita berisiko kehilangan pahala yang sudah terkumpul selama Ramadhan. Cara Praktis Menjaga Kebiasaan Baik Setelah Puasa dalam Kehidupan Sehari-hari Menjaga kebiasaan baik setelah puasa tidaklah sulit jika dilakukan secara bertahap dan penuh kesadaran. Berikut beberapa langkah praktis yang bisa langsung diterapkan oleh setiap muslim: Pertama, istiqamah dalam shalat lima waktu tepat waktu dan berjamaah. Selama Ramadhan, masjid penuh sesak saat tarawih. Pertahankan kebiasaan ini dengan terus mendatangi masjid untuk shalat Subuh, Maghrib, dan Isya. Shalat berjamaah membawa pahala 27 kali lipat dan memperkuat ukhuwah islamiyah. Kedua, lanjutkan tilawah dan tadabbur Al-Qur’an. Jika di Ramadhan kita khatam 30 juz, mulailah target harian 1-2 juz. Bacaan Al-Qur’an setiap hari membawa ketenangan hati dan petunjuk hidup. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Al-Qur’an adalah “penawar hati” bagi yang membacanya dengan penuh penghayatan. Ketiga, perbanyak puasa sunnah. Mulailah dengan puasa enam hari di bulan Syawal. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim). Setelah itu, lanjutkan puasa Senin-Kamis atau puasa Arafah dan Asyura. Puasa sunnah ini membantu menjaga fisik tetap sehat sekaligus mendekatkan diri kepada Allah. Keempat, pertahankan sedekah dan infaq. Ramadhan melatih kita dermawan. Jangan berhenti di situ. Sedekah kecil setiap hari, seperti memberi makan tetangga atau menyumbang ke masjid, akan terus mengalirkan pahala. Allah SWT berjanji melipatgandakan rezeki bagi orang yang bersedekah. Kelima, jaga lisan dan akhlak. Puasa mengajarkan menahan amarah dan kata-kata kotor. Menjaga kebiasaan baik setelah puasa juga berarti terus menjaga lisan dari ghibah, fitnah, dan kata kasar. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa adalah tameng, maka janganlah berkata kotor.” (HR. Bukhari). Muhasabah diri setiap malam sebelum tidur juga sangat dianjurkan untuk melihat kekurangan dan memperbaikinya. Dengan menerapkan langkah-langkah ini secara bertahap, menjaga kebiasaan baik setelah puasa akan menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian kita. Manfaat Menjaga Kebiasaan Baik Setelah Puasa Bagi Kehidupan Muslim Manfaat menjaga kebiasaan baik setelah puasa sangatlah nyata, baik di dunia maupun akhirat. Pertama, ia menjadi bukti bahwa ibadah Ramadhan diterima. Hati menjadi lebih tenang, rezeki lebih lancar, dan hubungan keluarga lebih harmonis. Kedua, pahala terus mengalir tanpa henti. Amalan kontinu yang sedikit tapi rutin lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang terputus-putus. Hidup kita menjadi lebih berkah karena setiap langkah diiringi niat mendekatkan diri kepada-Nya. Ketiga, kesehatan jiwa dan raga terjaga. Puasa melatih disiplin makan, istirahat, dan pengendalian diri. Jika dipertahankan, tubuh tetap sehat, pikiran jernih, dan terhindar dari penyakit modern seperti stres dan obesitas. Keempat, kita menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat. Anak-anak melihat orang tua yang istiqamah, sehingga generasi berikutnya tumbuh dengan nilai-nilai Islam yang kuat. Secara keseluruhan, menjaga kebiasaan baik setelah puasa membawa hidup lebih bermakna, penuh syukur, dan dekat dengan ridha Allah SWT. Mengatasi Tantangan dalam Menjaga Kebiasaan Baik Setelah Puasa Tidak dipungkiri, menjaga kebiasaan baik setelah puasa sering menghadapi tantangan. Kesibukan kerja, pengaruh lingkungan, atau rasa lelah setelah libur Lebaran bisa membuat semangat kendur. Solusinya adalah membangun niat yang kuat, mencari teman atau komunitas yang mendukung, serta selalu berdoa memohon kekuatan kepada Allah. Buatlah jadwal harian yang realistis. Mulai dari yang kecil, seperti shalat sunnah rawatib atau sedekah Rp5.000 setiap hari. Ingatkan diri dengan hadits tentang amalan kontinu. Jika jatuh, bangkit kembali tanpa putus asa. Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Penyayang bagi hamba yang bertaubat dan berusaha. Paragraf Tengah: Inti dari menjaga kebiasaan baik setelah puasa Di tengah kesibukan dunia yang semakin padat, menjaga kebiasaan baik setelah puasa menjadi pondasi utama bagi setiap muslim untuk tetap berada di jalan yang lurus. Kebiasaan ini bukan hanya soal ibadah ritual, melainkan juga membentuk karakter mulia yang mencerminkan akhlak Rasulullah SAW. Dengan istiqamah, kita tidak hanya meraih pahala, tetapi juga merasakan ketenangan batin yang tak tergantikan, seolah Ramadhan terus berlanjut sepanjang tahun. Komitmen Menjaga Kebiasaan Baik Setelah Puasa untuk Hidup Lebih Berkah Marilah kita semua sebagai umat Islam berkomitmen untuk terus menjaga kebiasaan baik setelah puasa. Dengan cara ini, hidup kita akan semakin berkah, penuh rahmat, dan jauh dari kemurkaan Allah SWT. Ingatlah, Ramadhan adalah madrasah tahunan yang mengajarkan kita untuk menjadi pribadi lebih baik. Jangan biarkan pelajaran berharga itu hilang begitu saja. Mulailah hari ini juga, walau dari langkah kecil. Insya Allah, dengan niat ikhlas dan usaha sungguh-sungguh, kita akan merasakan kehidupan yang lebih tenang, bahagia, dan penuh berkah hingga akhir hayat.
BERITA15/04/2026 | admin
Amalan Kecil Berdampak Besar yang Bisa Dilakukan Setiap Hari
Amalan Kecil Berdampak Besar yang Bisa Dilakukan Setiap Hari
Dalam kehidupan seorang muslim, tidak semua kebaikan harus berupa amalan besar yang berat dilakukan. Justru, Islam mengajarkan bahwa amalan kecil berdampak besar bisa menjadi jalan menuju keberkahan hidup dan ridha Allah SWT. Banyak di antara kita sering meremehkan amalan sederhana, padahal jika dilakukan dengan ikhlas dan konsisten, nilainya sangat tinggi di sisi Allah. Konsep amalan kecil berdampak besar ini sangat relevan dalam kehidupan modern yang serba sibuk. Tidak semua orang memiliki waktu untuk melakukan ibadah panjang, tetapi setiap muslim tetap memiliki peluang untuk mengumpulkan pahala melalui amalan ringan yang dilakukan setiap hari. Artikel ini akan membahas berbagai contoh amalan kecil yang memiliki dampak besar dalam kehidupan, lengkap dengan dalil serta manfaatnya bagi dunia dan akhirat. Mengapa Amalan Kecil Berdampak Besar dalam Islam? Islam adalah agama yang penuh kasih sayang dan kemudahan. Allah SWT tidak membebani hamba-Nya di luar kemampuan mereka. Oleh karena itu, banyak ibadah ringan yang justru memiliki pahala besar. Rasulullah SAW bersabda: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (terus-menerus), walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini menegaskan bahwa amalan kecil berdampak besar jika dilakukan secara istiqamah akan lebih dicintai Allah dibanding amalan besar yang hanya sesekali dilakukan. Contoh Amalan Kecil Berdampak Besar yang Bisa Dilakukan Setiap Hari Berikut beberapa amalan kecil berdampak besar yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari: 1. Membaca Dzikir Harian Dzikir adalah amalan ringan namun sangat besar pahalanya. Mengucapkan: Subhanallah Alhamdulillah Allahu Akbar Setiap hari dapat menghapus dosa dan menambah pahala. Rasulullah SAW bersabda: “Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai oleh Allah: Subhanallah wa bihamdih, Subhanallahil ‘azhim.” (HR. Bukhari) Ini membuktikan bahwa dzikir merupakan amalan kecil berdampak besar yang sering diabaikan. 2. Tersenyum kepada Sesama Tersenyum adalah hal sederhana, tetapi dalam Islam bernilai sedekah. Rasulullah SAW bersabda: “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi) Dengan hanya tersenyum, seorang muslim telah melakukan amalan kecil berdampak besar yang membawa kebahagiaan bagi orang lain. 3. Mengucapkan Salam Mengucapkan salam saat bertemu sesama muslim adalah amalan ringan namun penuh keberkahan. Allah SWT berfirman: “Apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu salam, maka balaslah dengan yang lebih baik atau yang serupa.” (QS. An-Nisa: 86) Mengucapkan salam mempererat ukhuwah dan menjadi amalan kecil berdampak besar dalam membangun hubungan sosial yang baik. 4. Membaca Al-Qur’an Walau Sedikit Tidak perlu membaca satu juz setiap hari. Bahkan satu ayat pun bernilai pahala. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.” (HR. Tirmidzi) Ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an adalah amalan kecil berdampak besar jika dilakukan secara rutin. 5. Menyingkirkan Gangguan di Jalan Sering dianggap sepele, namun ini adalah bentuk kepedulian sosial yang tinggi. Rasulullah SAW bersabda: “Menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah.” (HR. Bukhari) Amalan ini menjadi contoh nyata bahwa amalan kecil berdampak besar bisa memberikan manfaat langsung kepada orang lain. 6. Bersedekah Walau Sedikit Sedekah tidak harus dalam jumlah besar. Bahkan dengan sedikit harta pun bisa bernilai besar. Rasulullah SAW bersabda: “Lindungilah diri kalian dari api neraka walau hanya dengan setengah kurma.” (HR. Bukhari dan Muslim) Ini menegaskan bahwa sedekah adalah amalan kecil berdampak besar yang bisa menyelamatkan seseorang di akhirat. 7. Membantu Orang Lain Menolong sesama, sekecil apa pun, sangat dicintai oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda: “Allah akan menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim) Perbuatan ini adalah bentuk nyata amalan kecil berdampak besar yang memperkuat solidaritas umat. Dampak Besar dari Amalan Kecil dalam Kehidupan Melakukan amalan kecil berdampak besar secara konsisten akan memberikan berbagai manfaat, antara lain: 1. Mendekatkan Diri kepada Allah Amalan sederhana yang dilakukan terus-menerus akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan. 2. Membuka Pintu Rezeki Banyak ulama menjelaskan bahwa amal kebaikan menjadi sebab datangnya rezeki yang tidak disangka-sangka. 3. Menghapus Dosa Amalan kecil seperti dzikir dan sedekah dapat menghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan sehari-hari. 4. Menenangkan Hati Hati yang selalu diisi dengan kebaikan akan lebih tenang dan jauh dari kegelisahan. 5. Memberikan Dampak Sosial Positif Senyum, salam, dan bantuan kecil dapat mempererat hubungan antar manusia. Cara Istiqamah dalam Melakukan Amalan Kecil Konsistensi adalah kunci agar amalan kecil berdampak besar benar-benar memberikan manfaat. Berikut beberapa tipsnya: 1. Niat yang Ikhlas Pastikan semua amalan dilakukan hanya karena Allah SWT. 2. Mulai dari yang Mudah Tidak perlu langsung banyak. Mulailah dari satu atau dua amalan kecil. 3. Buat Rutinitas Harian Jadikan amalan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari, seperti dzikir setelah shalat. 4. Ingat Keutamaannya Mengingat pahala besar dari amalan kecil akan memotivasi untuk terus melakukannya. 5. Lingkungan yang Mendukung Bergaul dengan orang-orang yang gemar beramal akan membantu menjaga istiqamah. Pada akhirnya, kita harus memahami bahwa dalam Islam, ukuran amal bukan hanya besar atau kecilnya, tetapi keikhlasan dan konsistensinya. Amalan kecil berdampak besar adalah bukti bahwa setiap muslim memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pahala dan keberkahan, tanpa harus menunggu waktu atau kondisi tertentu. Mulailah dari hal-hal sederhana: tersenyum, berdzikir, membaca Al-Qur’an, atau membantu orang lain. Jika dilakukan setiap hari dengan penuh keikhlasan, maka amalan tersebut akan menjadi investasi besar untuk kehidupan akhirat. Semoga kita semua dimudahkan untuk mengamalkan amalan kecil berdampak besar dalam kehidupan sehari-hari dan mendapatkan ridha Allah SWT. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA15/04/2026 | admin
Cara Agar Pahala Ramadhan Tidak Hilang Setelah Lebaran
Cara Agar Pahala Ramadhan Tidak Hilang Setelah Lebaran
Bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah, ampunan, dan pahala berlipat ganda. Selama sebulan penuh, umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah, mulai dari puasa, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak sedekah. Namun, tantangan sebenarnya justru datang setelah Ramadhan berakhir. Banyak orang kembali pada kebiasaan lama, sehingga pahala yang telah dikumpulkan seakan memudar. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim memahami cara agar pahala Ramadhan tidak hilang setelah Lebaran. Menjaga konsistensi ibadah menjadi kunci agar nilai-nilai Ramadhan tetap hidup dalam keseharian. Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan untuk mempertahankan pahala Ramadhan secara berkelanjutan. Mengapa Pahala Ramadhan Bisa Hilang? Sebelum membahas cara agar pahala Ramadhan tidak hilang, kita perlu memahami penyebabnya. Secara umum, pahala tidak benar-benar “hilang”, tetapi bisa berkurang nilainya jika tidak dijaga dengan baik. Beberapa penyebabnya antara lain: Kembali melakukan maksiat setelah Ramadhan Meninggalkan kebiasaan ibadah yang telah dibangun Lalai dalam menjaga hati dan lisan Kurangnya keistiqamahan dalam beramal Dalam Islam, amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit. Oleh karena itu, menjaga konsistensi menjadi kunci utama. 1. Menjaga Shalat Lima Waktu Berjamaah Salah satu cara agar pahala Ramadhan tidak hilang adalah dengan menjaga shalat lima waktu, terutama secara berjamaah bagi laki-laki. Selama Ramadhan, masjid penuh dengan jamaah. Namun setelah Lebaran, jumlahnya sering berkurang drastis. Padahal, shalat adalah tiang agama dan amalan pertama yang dihisab. Dengan menjaga shalat: Kita mempertahankan kedekatan dengan Allah Disiplin ibadah tetap terjaga Hati menjadi lebih tenang dan terarah 2. Melanjutkan Puasa Sunnah Puasa tidak hanya ada di bulan Ramadhan. Ada banyak puasa sunnah yang dianjurkan, seperti: Puasa Syawal (6 hari setelah Idulfitri) Puasa Senin-Kamis Puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 hijriah) Melanjutkan puasa adalah salah satu cara agar pahala Ramadhan tidak hilang karena membantu menjaga spiritualitas yang telah dibangun selama bulan suci. Puasa Syawal bahkan memiliki keutamaan seperti berpuasa setahun penuh, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi. 3. Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Selama Ramadhan, banyak umat Islam yang khatam Al-Qur’an. Namun setelah itu, kebiasaan ini sering ditinggalkan. Padahal, membaca Al-Qur’an secara rutin adalah cara agar pahala Ramadhan tidak hilang yang sangat efektif. Tips menjaga konsistensi: Tentukan target harian (misalnya 1 halaman) Baca setelah shalat wajib Gabungkan dengan tadabbur (memahami makna) Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. 4. Menjaga Lisan dan Perilaku Ramadhan mengajarkan kita untuk menahan diri, termasuk menjaga lisan dari: Ghibah (menggunjing) Fitnah Perkataan kasar Menjaga lisan setelah Ramadhan adalah cara agar pahala Ramadhan tidak hilang yang sering diabaikan. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang bangkrut adalah yang banyak pahala, tetapi habis karena menyakiti orang lain dengan lisannya. 5. Memperbanyak Sedekah Sedekah tidak hanya dilakukan di bulan Ramadhan. Justru, konsistensi dalam bersedekah menjadi bukti keimanan yang kuat. Sedekah adalah salah satu cara agar pahala Ramadhan tidak hilang karena: Membersihkan harta Membuka pintu rezeki Menolong sesama Tidak harus besar, yang penting rutin dan ikhlas. 6. Menjaga Lingkungan yang Baik Lingkungan sangat berpengaruh terhadap keistiqamahan seseorang. Setelah Ramadhan, penting untuk tetap berada di lingkungan yang mendukung ibadah. Ini termasuk: Berteman dengan orang shalih Mengikuti kajian rutin Aktif di kegiatan masjid Lingkungan yang baik adalah cara agar pahala Ramadhan tidak hilang karena membantu kita tetap berada di jalan kebaikan. 7. Memperbanyak Dzikir dan Doa Dzikir adalah amalan ringan namun berpahala besar. Setelah Ramadhan, jangan sampai kita melupakan kebiasaan berdzikir. Beberapa dzikir yang bisa diamalkan: Tasbih, tahmid, takbir Istighfar Shalawat Ini merupakan cara agar pahala Ramadhan tidak hilang karena menjaga hati tetap dekat dengan Allah. 8. Istiqamah dalam Amal Kecil Seringkali kita berpikir bahwa ibadah harus besar. Padahal, dalam Islam, amal kecil yang konsisten lebih dicintai Allah. Contohnya: Shalat dhuha 2 rakaat Sedekah harian Membaca 1 halaman Al-Qur’an Istiqamah adalah inti dari cara agar pahala Ramadhan tidak hilang. 9. Muhasabah Diri Secara Rutin Evaluasi diri sangat penting agar kita tidak kembali pada kebiasaan buruk. Luangkan waktu untuk: Merenungkan amal harian Memperbaiki kesalahan Menetapkan target ibadah Muhasabah adalah cara agar pahala Ramadhan tidak hilang karena menjaga kesadaran spiritual. 10. Menjaga Niat dan Keikhlasan Segala amal bergantung pada niat. Setelah Ramadhan, penting untuk terus meluruskan niat agar tetap ikhlas dalam beribadah. Keikhlasan adalah fondasi dari cara agar pahala Ramadhan tidak hilang. Tanpa niat yang benar, amal bisa menjadi sia-sia. Menjaga semangat ibadah setelah Ramadhan memang tidak mudah. Namun, itulah tanda keberhasilan seseorang dalam menjalani bulan suci. Jika setelah Ramadhan kita tetap istiqamah, maka itulah bukti bahwa ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Dengan menerapkan berbagai langkah di atas, kita dapat menjalankan cara agar pahala Ramadhan tidak hilang dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menjaga shalat, melanjutkan puasa sunnah, hingga memperbaiki akhlak dan lingkungan. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang mampu menjaga amal dan mendapatkan keberkahan sepanjang tahun, bukan hanya di bulan Ramadhan. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA15/04/2026 | admin
Apa Saja yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih Hewan Kurban?
Apa Saja yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih Hewan Kurban?
Menjelang Idul Adha, memilih hewan kurban menjadi hal penting yang tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Selain sebagai bentuk ibadah, kurban juga harus memenuhi syariat agar sah dan bernilai maksimal di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menentukan hewan kurban. 1. Memenuhi Syarat Usia Hewan kurban harus mencapai usia minimal sesuai ketentuan syariat. Umumnya, kambing minimal berusia 1 tahun, domba sekitar 6 bulan (jika sudah layak), sapi minimal 2 tahun, dan unta 5 tahun. Usia ini menunjukkan bahwa hewan sudah cukup matang untuk dijadikan kurban. 2. Kondisi Sehat dan Tidak Cacat Pastikan hewan dalam kondisi sehat, tidak sakit, dan tidak memiliki cacat yang jelas. Hewan yang pincang, buta, sangat kurus, atau memiliki penyakit serius tidak sah untuk dijadikan kurban. Pilih hewan yang aktif, nafsu makan baik, dan terlihat segar. 3. Tidak Kurus atau Lemah Hewan kurban sebaiknya memiliki tubuh yang cukup gemuk dan tidak terlihat tulang menonjol. Hal ini menunjukkan bahwa hewan tersebut terawat dengan baik dan layak untuk dikurbankan. 4. Bulu Bersih dan Mengkilap Bulu yang bersih dan tidak kusam menjadi salah satu tanda hewan dalam kondisi sehat. Hindari hewan dengan bulu rontok berlebihan atau terlihat kotor. 5. Nafsu Makan Baik Hewan yang sehat biasanya memiliki nafsu makan yang baik. Jika hewan tampak lesu atau tidak mau makan, sebaiknya dihindari. 6. Asal dan Perawatan Terjamin Pilih hewan dari peternak atau lembaga terpercaya yang memastikan hewan dirawat dengan baik, diberi pakan yang cukup, serta bebas dari penyakit. 7. Sesuai Syariat dan Ketentuan Pastikan proses pemilihan hingga penyembelihan dilakukan sesuai dengan syariat Islam agar ibadah kurban sah dan diterima. Memilih hewan kurban bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang kesungguhan dalam beribadah. Dengan memperhatikan kriteria yang tepat, kurban yang kita tunaikan tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga membawa keberkahan yang lebih luas. Mari siapkan kurban terbaik kita, sebagai wujud ketaatan dan kepedulian kepada sesama. ?????????
BERITA14/04/2026 | admin
Pentingnya Berbagi Setelah Hari Raya untuk Menjaga Kepedulian
Pentingnya Berbagi Setelah Hari Raya untuk Menjaga Kepedulian
Lebaran identik dengan kebahagiaan dan kebersamaan. Tapi setelah euforianya mereda, satu hal sering terlupakan: semangat berbagi. Justru di sinilah ujian sebenarnya, apakah kebaikan yang kita jaga selama Ramadan akan terus bertahan, atau perlahan hilang begitu saja. Alasan Kenapa Berbagi Setelah Lebaran Tetap Penting Berbagi bukan tradisi musiman. Ini soal empati yang harusnya terus hidup, bukan cuma aktif saat Ramadan atau Lebaran. Allah SWT mengingatkan kita dalam Al-Qur'an: QS. Al-Baqarah: 261 "Matsalu alladziina yunfiquuna amwaalahum fii sabiilillaahi kamatsali habbatin anbatat sab'a sanaabila fii kulli sunbulatin mi'atu habbah, wallaahu yudaa'ifu liman yasyaa', wallaahu waasi'un 'aliim" "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui." Kenyataannya, setelah perayaan usai, bantuan berkurang, perhatian menurun, dan banyak orang kembali menghadapi kesulitan sendirian. Di situlah kehadiran kita masih berarti. 1. Menjaga Kebiasaan Baik dari Ramadhan Selama sebulan penuh, kita lebih rajin bersedekah, lebih peka, lebih peduli. Sayang kalau semua itu berhenti begitu Lebaran selesai. Berbagi setelah Hari Raya bukan soal kewajiban, tapi soal konsistensi nilai yang sudah kita bangun. 2. Tidak Semua Orang Merasakan Kebahagiaan yang Sama Ada yang lebih memilih diam ketimbang bercerita soal kesulitannya. Ada yang merayakan Lebaran dengan kekhawatiran soal besok. Sehingga sekecil apa pun yang kita beri, bisa jadi hal besar bagi mereka. 3. Supaya Empati Tidak Ikut "Libur" Setelah Lebaran, banyak dari kita langsung balik ke rutinitas, tapi tanpa sadar rasa empati bisa ikut menghilang. Berbagi, meski kecil, membantu kita tetap terhubung dengan orang-orang di sekitar. 4. Kebaikan Kecil yang Konsisten Punya Dampak Besar Tidak perlu menunggu momen khusus. Menyisihkan sedikit tiap bulan, membantu tanpa diminta, atau sekadar hadir saat seseorang butuh semua itu kalau dilakukan rutin, dampaknya jauh lebih besar dari yang kelihatan. 5. Memberi Itu Juga Membahagiakan Diri Sendiri Ada rasa lega dan tenang yang datang setelah kita memberi. Bukan karena ingin dipuji, tapi karena memang begitulah cara kerja kebaikan. Mulai dari Hal Sederhana Tidak perlu memulai dari sesuatu yang besar atau rumit. Langkah kecil justru bisa memberikan dampak yang berarti jika dilakukan dengan konsisten. Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan antara lain: * Berbagi makanan dengan tetangga * Membantu teman yang sedang kesulitan * Menyisihkan sebagian penghasilan untuk sedekah rutin Yang terpenting bukanlah seberapa besar yang diberikan, melainkan niat yang tulus dan konsistensi dalam melakukannya. Hari Raya boleh usai, tapi kepedulian tidak harus ikut selesai. Karena hidup yang bermakna bukan diukur dari apa yang kita punya, tapi dari seberapa banyak yang bisa kita beri.
BERITA14/04/2026 | admin
Kenapa Ibadah Menurun Setelah Lebaran, Ini Penyebab dan Solusinya
Kenapa Ibadah Menurun Setelah Lebaran, Ini Penyebab dan Solusinya
Setelah bulan Ramadan berlalu, banyak orang merasakan perubahan dalam rutinitas ibadah. Jika selama Ramadan terasa begitu semangat menjalankan salat, membaca Al-Qur’an, hingga bersedekah, setelah Lebaran justru semangat itu perlahan menurun. Fenomena ini sangat umum terjadi, bahkan bisa dialami oleh siapa saja. Lalu, kenapa ibadah menurun setelah Lebaran? Dan bagaimana cara mengatasinya? Penyebab Ibadah Menurun Setelah Lebaran 1. Hilangnya Suasana Ramadan Ramadan memiliki atmosfer yang sangat kuat dalam mendorong ibadah. Mulai dari lingkungan, keluarga, hingga media sosial, semuanya mendukung untuk berbuat kebaikan. Setelah Lebaran, suasana ini perlahan hilang sehingga motivasi ikut menurun. 2. Kembali ke Rutinitas Lama Setelah libur Lebaran, aktivitas kembali normal—kuliah, kerja, atau kegiatan lainnya. Kesibukan ini sering membuat waktu ibadah terasa “tergeser” dan tidak lagi menjadi prioritas utama. 3. Menurunnya Disiplin Diri Selama Ramadan, kita terbiasa dengan pola hidup yang lebih teratur. Namun setelahnya, tanpa disadari disiplin tersebut mulai berkurang, seperti menunda salat atau jarang membaca Al-Qur’an. 4. Kurangnya Lingkungan yang Mendukung Lingkungan sangat berpengaruh terhadap kebiasaan. Saat Ramadan, kita lebih sering berada di lingkungan yang mendukung ibadah. Setelahnya, tidak semua orang memiliki lingkungan yang sama. 5. Merasa “Sudah Cukup” Sebagian orang merasa sudah banyak beribadah selama Ramadan, sehingga secara tidak sadar menurunkan intensitas ibadah setelahnya. Padahal, konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas sesaat. Dampak Menurunnya Ibadah Menurunnya ibadah bukan hanya soal rutinitas yang berubah, tetapi juga berdampak pada kondisi hati dan mental. Hati bisa menjadi lebih mudah gelisah, kurang tenang, dan jauh dari rasa spiritual yang sebelumnya dirasakan saat Ramadan. Selain itu, kebiasaan baik yang sudah dibangun selama satu bulan bisa hilang begitu saja jika tidak dijaga dengan baik. Solusi Agar Ibadah Tetap Konsisten Setelah Lebaran 1. Mulai dari yang Kecil Tapi Rutin Tidak perlu langsung banyak. Cukup mulai dari hal sederhana seperti salat tepat waktu, membaca Al-Qur’an beberapa ayat, atau berzikir setiap hari. Konsistensi adalah kunci utama. 2. Buat Target Ibadah Harian Tentukan target realistis, misalnya membaca satu halaman Al-Qur’an per hari atau salat sunnah minimal dua rakaat. Target ini membantu menjaga kebiasaan tetap berjalan. 3. Cari Lingkungan yang Mendukung Bergabung dengan komunitas positif atau memiliki teman yang saling mengingatkan bisa sangat membantu menjaga semangat ibadah. 4. Ingat Kembali Tujuan Ramadan Ramadan bukanlah garis akhir, melainkan titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ingat kembali momen spiritual yang dirasakan selama Ramadan sebagai motivasi 5. Jaga Niat dan Kesadaran Tanamkan bahwa ibadah bukan hanya dilakukan saat Ramadan, tetapi sepanjang hidup. Dengan niat yang kuat, kita akan lebih mudah menjaga konsistensi. Menurunnya ibadah setelah Lebaran adalah hal yang wajar, tetapi bukan berarti harus dibiarkan. Justru di sinilah ujian sebenarnya—apakah kita mampu menjaga kebiasaan baik yang telah dibangun selama Ramadan. Kunci utamanya bukan pada seberapa banyak ibadah yang dilakukan, tetapi seberapa konsisten kita menjaganya. Mulailah dari hal kecil, lakukan dengan rutin, dan perlahan tingkatkan. Dengan begitu, semangat Ramadan bisa tetap hidup sepanjang tahun.
BERITA14/04/2026 | admin
Hikmah Halalbihalal yang Lebih dari Sekadar Tradisi
Hikmah Halalbihalal yang Lebih dari Sekadar Tradisi
Hikmah Halalbihalal merupakan salah satu nilai penting yang sering kali terlupakan di balik tradisi tahunan umat Islam di Indonesia. Setelah merayakan Idulfitri, masyarakat biasanya saling berkunjung, berjabat tangan, dan memohon maaf satu sama lain. Tradisi ini dikenal dengan istilah halalbihalal. Namun, jika ditelaah lebih dalam, terdapat makna spiritual yang sangat besar dalam kegiatan tersebut. Hikmah Halalbihalal bukan hanya tentang berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga menjadi sarana penyucian hati. Dalam Islam, menjaga hubungan baik antar sesama manusia (hablum minannas) merupakan bagian penting dari kesempurnaan iman. Oleh karena itu, halalbihalal menjadi momentum yang tepat untuk memperbaiki hubungan yang sempat renggang. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, sering kali manusia lupa untuk saling memaafkan. Padahal, Hikmah Halalbihalal mengajarkan pentingnya kerendahan hati, keikhlasan, dan memperbaiki hubungan sosial. Artikel ini akan mengupas secara mendalam berbagai makna dan nilai dari tradisi halalbihalal dalam perspektif Islam. Hikmah Halalbihalal dalam Mempererat Silaturahmi Hikmah Halalbihalal yang paling utama adalah mempererat tali silaturahmi antar sesama. Dalam Islam, silaturahmi memiliki kedudukan yang sangat tinggi, bahkan Rasulullah SAW menjanjikan keberkahan umur dan rezeki bagi mereka yang menjaganya. Melalui halalbihalal, hubungan yang mungkin sempat renggang dapat kembali terjalin dengan baik. Hikmah Halalbihalal juga terlihat dari suasana kebersamaan yang tercipta. Ketika keluarga, teman, dan rekan kerja berkumpul, muncul rasa hangat dan kedekatan emosional. Hal ini sangat penting dalam menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat. Selain itu, Hikmah Halalbihalal mengajarkan kita untuk tidak menyimpan dendam. Dengan saling memaafkan, hati menjadi lebih ringan dan pikiran menjadi lebih tenang. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk memaafkan kesalahan orang lain, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an. Hikmah Halalbihalal juga menjadi sarana memperbaiki komunikasi yang mungkin sempat terputus. Dalam momen ini, seseorang memiliki kesempatan untuk berbicara langsung dan menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi sebelumnya. Dengan demikian, Hikmah Halalbihalal dalam silaturahmi tidak hanya berdampak pada hubungan sosial, tetapi juga membawa ketenangan batin dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Hikmah Halalbihalal sebagai Sarana Penyucian Hati Hikmah Halalbihalal selanjutnya adalah sebagai sarana penyucian hati dari berbagai penyakit seperti iri, dengki, dan kebencian. Setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, umat Islam diharapkan kembali dalam keadaan suci, layaknya bayi yang baru lahir. Hikmah Halalbihalal membantu seseorang untuk benar-benar membersihkan hati melalui permintaan maaf yang tulus. Tidak hanya sekadar ucapan, tetapi juga harus disertai dengan niat untuk memperbaiki diri ke depan. Dalam praktiknya, Hikmah Halalbihalal mengajarkan pentingnya introspeksi diri. Seseorang diajak untuk merenungkan kesalahan yang pernah dilakukan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, kemudian berusaha memperbaikinya. Lebih dari itu, Hikmah Halalbihalal juga mengajarkan keikhlasan dalam memaafkan. Memaafkan bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan niat karena Allah, hal tersebut menjadi lebih ringan dan bernilai ibadah. Akhirnya, Hikmah Halalbihalal menjadi momentum untuk memulai lembaran baru dalam kehidupan, dengan hati yang lebih bersih dan hubungan yang lebih harmonis. Hikmah Halalbihalal dalam Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah Hikmah Halalbihalal juga sangat erat kaitannya dengan peningkatan ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Muslim. Dalam Islam, umat Muslim diibaratkan seperti satu tubuh yang saling merasakan satu sama lain. Melalui tradisi ini, Hikmah Halalbihalal memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian antar sesama. Ketika seseorang memaafkan dan dimaafkan, maka hubungan menjadi lebih erat dan penuh kasih sayang. Hikmah Halalbihalal juga mengajarkan pentingnya menjaga persatuan. Dalam kehidupan bermasyarakat, perbedaan pendapat sering kali menjadi pemicu konflik. Namun, dengan adanya halalbihalal, perbedaan tersebut dapat disatukan kembali. Selain itu, Hikmah Halalbihalal menjadi ajang untuk mempererat hubungan antar komunitas. Tidak hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga di lingkungan kerja, organisasi, hingga masyarakat luas. Dengan demikian, Hikmah Halalbihalal berperan penting dalam menciptakan masyarakat yang damai, harmonis, dan penuh toleransi. Hikmah Halalbihalal sebagai Implementasi Ajaran Islam Hikmah Halalbihalal sebenarnya merupakan bentuk nyata dari implementasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Islam mengajarkan umatnya untuk saling memaafkan dan menjaga hubungan baik dengan sesama. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 199 yang menganjurkan untuk memaafkan dan berbuat baik. Hal ini sejalan dengan Hikmah Halalbihalal yang menjadi sarana untuk mengamalkan nilai-nilai tersebut. Hikmah Halalbihalal juga mencerminkan akhlak mulia yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Beliau adalah sosok yang sangat pemaaf, bahkan kepada orang yang pernah menyakitinya. Selain itu, Hikmah Halalbihalal mengajarkan pentingnya menjaga lisan dan sikap. Dalam meminta maaf, seseorang harus melakukannya dengan tulus dan penuh kerendahan hati. Dengan demikian, Hikmah Halalbihalal bukan sekadar tradisi, tetapi juga bagian dari ibadah yang memiliki nilai pahala di sisi Allah SWT. Hikmah Halalbihalal dalam Kehidupan Sosial Modern Di era modern ini, Hikmah Halalbihalal tetap relevan dan bahkan semakin dibutuhkan. Kesibukan dan perkembangan teknologi sering kali membuat hubungan antar manusia menjadi renggang. Melalui halalbihalal, Hikmah Halalbihalal mengingatkan kita untuk kembali menjalin hubungan yang lebih humanis. Interaksi langsung memiliki dampak yang lebih kuat dibandingkan komunikasi melalui media digital. Hikmah Halalbihalal juga menjadi sarana untuk membangun jaringan sosial yang lebih luas. Dalam dunia kerja, misalnya, halalbihalal sering dimanfaatkan untuk mempererat hubungan profesional. Selain itu, Hikmah Halalbihalal membantu menciptakan lingkungan sosial yang lebih harmonis. Dengan saling memaafkan, konflik dapat diminimalisir dan kerja sama dapat ditingkatkan. Dengan demikian, Hikmah Halalbihalal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan hubungan sosial di tengah kehidupan modern yang kompleks. Sebagai umat Islam, memahami Hikmah Halalbihalal merupakan hal yang sangat penting. Tradisi ini bukan sekadar budaya, tetapi memiliki makna spiritual yang mendalam. Melalui halalbihalal, kita diajak untuk memperbaiki hubungan dengan sesama dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hikmah Halalbihalal mengajarkan kita untuk saling memaafkan, menjaga silaturahmi, dan membersihkan hati dari segala penyakit. Nilai-nilai ini sangat penting dalam membangun kehidupan yang damai dan penuh keberkahan. Di akhir tulisan ini, mari kita jadikan Hikmah Halalbihalal sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tidak hanya saat Idulfitri, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
BERITA14/04/2026 | admin
Hikmah Berkurban: Lebih dari Sekadar Ibadah
Hikmah Berkurban: Lebih dari Sekadar Ibadah
Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi tentang menghadirkan makna pengorbanan yang sesungguhnya dalam kehidupan. Di balik setiap tetesan darah hewan kurban, tersimpan nilai-nilai luhur yang membentuk pribadi Muslim yang lebih bertakwa, peduli, dan ikhlas. Salah satu hikmah utama berkurban adalah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ibadah ini mengajarkan bahwa yang dinilai bukanlah besar kecilnya hewan yang dikurbankan, melainkan keikhlasan hati. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, yang sampai kepada Allah adalah ketakwaan hamba-Nya. Inilah esensi kurban: menghadirkan hati yang tunduk dan penuh cinta kepada Sang Pencipta. Selain itu, berkurban adalah bentuk meneladani Nabi Ibrahim AS, yang dengan penuh keimanan siap mengorbankan apa yang paling dicintainya. Kisah ini mengajarkan bahwa ketaatan sejati terkadang membutuhkan pengorbanan, namun di situlah letak kemuliaannya. Dari sini, kita belajar untuk mendahulukan perintah Allah di atas kepentingan pribadi. Kurban juga menjadi sarana melatih keikhlasan dan mengikis sifat kikir. Ketika seseorang rela mengeluarkan hartanya untuk berkurban, ia sedang belajar melepaskan keterikatan duniawi. Harta yang kita miliki sejatinya hanyalah titipan, dan kurban menjadi cara untuk mensyukurinya dengan berbagi. Tidak kalah penting, berkurban memiliki dampak sosial yang besar. Daging kurban yang dibagikan mampu menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang jarang menikmatinya. Dari sini tumbuh rasa kepedulian, empati, dan solidaritas antarsesama. Kurban menjadi jembatan yang menghubungkan si mampu dengan yang membutuhkan. Akhirnya, hikmah berkurban mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya saat menerima, tetapi juga saat memberi. Dengan berkurban, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menebarkan manfaat yang luas bagi sesama. Mari jadikan kurban tahun ini lebih bermakna—bukan hanya sebagai ritual, tetapi sebagai wujud ketakwaan dan kepedulian yang nyata. ????
BERITA13/04/2026 | admin
Tips Gaya Hidup Sehat Ala Islam: Panduan Hidup Seimbang, Bersih, dan Penuh Berkah
Tips Gaya Hidup Sehat Ala Islam: Panduan Hidup Seimbang, Bersih, dan Penuh Berkah
Gaya hidup sehat bukan hanya tren modern, tetapi juga bagian penting dari ajaran Islam yang sudah dipraktikkan sejak berabad-abad lalu. Dalam Islam, kesehatan dipandang sebagai amanah yang harus dijaga, karena tubuh adalah titipan yang akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, menerapkan gaya hidup sehat ala Islam bukan hanya bermanfaat untuk tubuh, tetapi juga menjadi bentuk ibadah yang bernilai pahala. Artikel ini akan membahas secara lengkap dan naratif tentang tips gaya hidup sehat ala Islam yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pola makan, kebersihan, aktivitas fisik, hingga keseimbangan spiritual. 1. Menjaga Pola Makan Halal dan Thayyib Salah satu prinsip utama gaya hidup sehat dalam Islam adalah mengonsumsi makanan yang halal dan thayyib. Halal berarti diperbolehkan secara syariat, sedangkan thayyib berarti baik, bersih, dan menyehatkan. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang hanya fokus pada rasa makanan tanpa memperhatikan kualitasnya. Padahal, Islam menekankan pentingnya keseimbangan antara kebutuhan fisik dan spiritual melalui makanan yang dikonsumsi. Tips penerapan: Pilih makanan segar dan minim proses berlebihan Perbanyak konsumsi buah dan sayur Kurangi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh Hindari makanan yang meragukan kehalalannya Dengan menjaga pola makan halal dan thayyib, tubuh akan lebih sehat, pikiran lebih jernih, dan ibadah pun terasa lebih ringan. 2. Makan dengan Tidak Berlebihan Islam mengajarkan prinsip keseimbangan, termasuk dalam makan dan minum. Mengonsumsi makanan secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti obesitas, diabetes, dan gangguan pencernaan. Gaya hidup sehat ala Islam menganjurkan untuk makan secukupnya, tidak sampai kenyang berlebihan, serta memberikan jeda bagi tubuh untuk mencerna makanan dengan baik. Tips sederhana: Makan sebelum terlalu lapar Berhenti sebelum kenyang Gunakan porsi kecil namun sering jika diperlukan Nikmati makanan dengan tenang tanpa terburu-buru Kebiasaan ini tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga melatih pengendalian diri. 3. Menjaga Kebersihan sebagai Bagian dari Iman Kebersihan memiliki posisi sangat penting dalam Islam. Bahkan, kebersihan sering dikaitkan dengan bagian dari iman. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya urusan duniawi, tetapi juga spiritual. Dalam praktiknya, gaya hidup sehat ala Islam sangat menekankan kebersihan tubuh, pakaian, dan lingkungan. Cara menerapkannya: Mandi secara rutin dan menjaga kebersihan diri Menjaga kebersihan rumah dan tempat ibadah Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan Merawat kebersihan gigi dan mulut Lingkungan yang bersih akan membantu mencegah penyakit serta menciptakan ketenangan batin. 4. Rutin Beraktivitas Fisik Islam juga mendorong umatnya untuk memiliki tubuh yang kuat dan sehat. Aktivitas fisik atau olahraga menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat yang seimbang. Tidak harus olahraga berat, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, berkebun, atau melakukan pekerjaan rumah sudah termasuk bentuk menjaga kebugaran. Tips yang bisa dilakukan: Jalan kaki secara rutin setiap hari Melakukan peregangan ringan di pagi hari Menghindari gaya hidup terlalu banyak duduk Mengatur waktu istirahat yang cukup Dengan tubuh yang aktif, metabolisme akan lebih baik dan risiko penyakit dapat berkurang. 5. Menjaga Kesehatan Mental dan Spiritual Gaya hidup sehat ala Islam tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Ketenangan hati adalah bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan. Dalam Islam, ketenangan hati dapat dicapai melalui ibadah, doa, serta mengingat Tuhan dalam setiap keadaan. Beberapa kebiasaan yang membantu: Menjaga shalat tepat waktu sebagai rutinitas spiritual Membaca atau merenungi nilai-nilai kebaikan Menghindari stres berlebihan dengan tawakal Menjaga hubungan baik dengan sesama Keseimbangan antara fisik dan spiritual akan menciptakan hidup yang lebih damai dan stabil. 6. Istirahat yang Cukup dan Teratur Tidur yang cukup juga merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat. Dalam Islam, waktu istirahat malam memiliki peran penting untuk memulihkan energi tubuh. Kurang tidur dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, gangguan emosi, hingga penurunan daya tahan tubuh. Tips menjaga kualitas tidur: Tidur lebih awal dan bangun lebih pagi Menghindari penggunaan gadget sebelum tidur Mengatur ruangan tidur agar nyaman dan bersih Tidak begadang tanpa alasan penting Dengan tidur yang cukup, tubuh akan lebih siap menjalani aktivitas sehari-hari. Gaya hidup sehat ala Islam adalah kombinasi harmonis antara menjaga tubuh, pikiran, dan spiritualitas. Prinsip halal dan thayyib, kebersihan, keseimbangan dalam makan, aktivitas fisik, serta ketenangan hati menjadi fondasi utama kehidupan sehat yang penuh berkah. Menerapkan tips gaya hidup sehat ala Islam bukan hanya membuat tubuh lebih bugar, tetapi juga membantu menciptakan kehidupan yang lebih terarah, tenang, dan bermakna. Dengan konsistensi, setiap langkah kecil menuju hidup sehat akan menjadi ibadah yang bernilai besar di sisi Allah dan juga bermanfaat bagi kualitas hidup di dunia.
BERITA13/04/2026 | admin
Makna Berkurban: Ibadah, Kepedulian, dan Ketakwaan
Makna Berkurban: Ibadah, Kepedulian, dan Ketakwaan
Idul Adha menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada hari yang penuh berkah ini, umat Muslim melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama. Berkurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi memiliki makna spiritual yang sangat dalam. Ibadah ini meneladani kisah Nabi Ibrahim AS yang dengan penuh keikhlasan bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah. Dari peristiwa tersebut, kita belajar bahwa keikhlasan dan ketakwaan adalah inti dari setiap ibadah. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Hajj ayat 37 yang menjelaskan bahwa daging dan darah hewan kurban tidaklah sampai kepada Allah, melainkan ketakwaan dari hamba-Nya. Artinya, nilai utama dari kurban terletak pada niat yang tulus dan hati yang ikhlas dalam menjalankannya. Selain bernilai ibadah, kurban juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Daging kurban didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga dapat membantu meringankan beban mereka dan menghadirkan kebahagiaan di hari raya. Dengan berkurban, seorang Muslim turut mempererat tali persaudaraan dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama. Di era modern saat ini, berkurban menjadi semakin mudah dengan adanya lembaga terpercaya yang membantu proses penyaluran secara amanah dan tepat sasaran. Hal ini memungkinkan manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas, bahkan hingga ke pelosok daerah yang membutuhkan. Oleh karena itu, mari kita jadikan momentum Idul Adha sebagai kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan, memperkuat kepedulian sosial, serta berbagi kebahagiaan dengan sesama. Berkurban bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
BERITA13/04/2026 | admin
Sedekah Terbaik di Bulan Syawal: Waktu Tepat Raih Keberkahan Tanpa Batas
Sedekah Terbaik di Bulan Syawal: Waktu Tepat Raih Keberkahan Tanpa Batas
Bulan Syawal merupakan momen istimewa bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Tidak hanya menjadi waktu untuk merayakan kemenangan, tetapi juga kesempatan emas untuk melanjutkan berbagai amalan kebaikan. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah sedekah terbaik di bulan syawal, yang diyakini mampu membuka pintu keberkahan yang lebih luas. Dalam Islam, sedekah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membersihkan hati, memperkuat keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, memahami dan mengamalkan sedekah terbaik di bulan syawal menjadi langkah penting agar pahala yang telah dikumpulkan selama Ramadhan tidak terputus begitu saja. Melalui artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang makna, keutamaan, serta bentuk sedekah terbaik di bulan syawal yang dapat diamalkan oleh setiap muslim. Dengan begitu, kita dapat memaksimalkan momentum Syawal sebagai bulan peningkatan kualitas ibadah dan kepedulian sosial. Keutamaan Sedekah Terbaik di Bulan Syawal Bulan Syawal bukan sekadar bulan biasa setelah Ramadhan. Ia adalah bulan yang penuh peluang untuk mempertahankan bahkan meningkatkan amal ibadah, termasuk sedekah terbaik di bulan syawal. Pertama, sedekah terbaik di bulan syawal menjadi bukti bahwa seorang muslim istiqamah dalam berbuat kebaikan. Amal yang dilakukan secara konsisten setelah Ramadhan menunjukkan bahwa ibadah tersebut bukan hanya bersifat musiman. Kedua, sedekah terbaik di bulan syawal dapat menjadi penyempurna ibadah Ramadhan. Seperti halnya puasa sunnah Syawal yang melengkapi puasa wajib, sedekah di bulan ini juga melengkapi amalan sosial yang telah dilakukan sebelumnya. Ketiga, sedekah terbaik di bulan syawal memiliki nilai pahala yang besar karena dilakukan di waktu yang penuh keberkahan. Setelah hati dibersihkan di bulan Ramadhan, sedekah menjadi lebih ikhlas dan bernilai tinggi di sisi Allah SWT. Keempat, sedekah terbaik di bulan syawal membantu mempererat tali persaudaraan antar sesama. Banyak orang masih membutuhkan bantuan setelah Ramadhan, sehingga sedekah menjadi jembatan kepedulian sosial. Kelima, sedekah terbaik di bulan syawal juga menjadi sarana membuka pintu rezeki. Dalam banyak hadis disebutkan bahwa sedekah tidak mengurangi harta, melainkan justru menambah keberkahan di dalamnya. Bentuk Sedekah Terbaik di Bulan Syawal yang Dianjurkan Ada berbagai bentuk sedekah terbaik di bulan syawal yang bisa dilakukan oleh umat Islam sesuai dengan kemampuan masing-masing. Pertama, sedekah terbaik di bulan syawal dapat berupa pemberian makanan kepada fakir miskin. Memberi makan orang yang membutuhkan merupakan salah satu amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Kedua, sedekah terbaik di bulan syawal juga bisa dalam bentuk uang atau bantuan finansial. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi mereka yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan hidup setelah Ramadhan. Ketiga, sedekah terbaik di bulan syawal dapat dilakukan dengan berbagi pakaian layak pakai. Banyak orang yang membutuhkan pakaian baru atau layak untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Keempat, sedekah terbaik di bulan syawal juga bisa berupa tenaga dan waktu. Membantu sesama, menjadi relawan, atau sekadar menolong orang lain juga termasuk bentuk sedekah. Kelima, sedekah terbaik di bulan syawal bahkan bisa berupa senyuman dan perkataan baik. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa setiap kebaikan adalah sedekah, sekecil apa pun itu. Waktu yang Tepat untuk Melakukan Sedekah Terbaik di Bulan Syawal Menentukan waktu yang tepat juga penting dalam mengoptimalkan sedekah terbaik di bulan syawal. Pertama, sedekah terbaik di bulan syawal dapat dilakukan di awal bulan sebagai bentuk syukur setelah Ramadhan. Ini menjadi tanda bahwa seorang muslim tidak berhenti beribadah setelah Idulfitri. Kedua, sedekah terbaik di bulan syawal juga baik dilakukan saat menjalankan puasa sunnah Syawal. Sedekah dan puasa merupakan kombinasi amalan yang sangat dianjurkan. Ketiga, sedekah terbaik di bulan syawal bisa diberikan saat melihat orang yang membutuhkan secara langsung. Kepekaan sosial sangat penting dalam menentukan waktu bersedekah. Keempat, sedekah terbaik di bulan syawal juga dianjurkan dilakukan secara rutin, tidak harus menunggu waktu tertentu. Konsistensi menjadi kunci utama dalam meraih pahala. Kelima, sedekah terbaik di bulan syawal akan lebih utama jika dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Hal ini menjaga keikhlasan dan menjauhkan diri dari riya. Hikmah dan Manfaat Sedekah Terbaik di Bulan Syawal Banyak hikmah yang dapat dipetik dari menjalankan sedekah terbaik di bulan syawal. Pertama, sedekah terbaik di bulan syawal mampu membersihkan harta dan jiwa. Dengan bersedekah, seorang muslim belajar untuk tidak terlalu mencintai dunia. Kedua, sedekah terbaik di bulan syawal memberikan ketenangan hati. Memberi kepada orang lain menghadirkan kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan materi. Ketiga, sedekah terbaik di bulan syawal memperkuat hubungan sosial. Kepedulian terhadap sesama menciptakan masyarakat yang harmonis dan saling membantu. Keempat, sedekah terbaik di bulan syawal menjadi investasi akhirat. Setiap sedekah yang diberikan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Kelima, sedekah terbaik di bulan syawal juga dapat menjadi sebab datangnya pertolongan Allah SWT. Dalam banyak kisah, sedekah menjadi jalan keluar dari berbagai kesulitan hidup. Sebagai umat Islam, kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas yang ada di bulan Syawal. Melalui sedekah terbaik di bulan syawal, kita dapat melanjutkan semangat Ramadhan dan menjadikannya sebagai gaya hidup sehari-hari. Dengan memahami keutamaan, bentuk, waktu, serta hikmah dari sedekah terbaik di bulan syawal, diharapkan kita mampu mengamalkannya dengan penuh keikhlasan. Jangan menunggu kaya untuk bersedekah, karena sedekah adalah tentang hati, bukan sekadar materi. Akhirnya, mari jadikan sedekah terbaik di bulan syawal sebagai jalan untuk meraih keberkahan tanpa batas, baik di dunia maupun di akhirat. Semoga Allah SWT menerima setiap amal kebaikan kita dan melipatgandakan pahalanya. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA13/04/2026 | admin
BAZNAS DIY Salurkan Paket Logistik untuk Lansia, Wujud Kepedulian dan Cinta Sesama
BAZNAS DIY Salurkan Paket Logistik untuk Lansia, Wujud Kepedulian dan Cinta Sesama
Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) DIY kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui program penyaluran paket logistik bagi lansia di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS DIY dalam meningkatkan kesejahteraan para lansia, khususnya mereka yang berada dalam kondisi ekonomi terbatas. Paket logistik yang disalurkan berisi kebutuhan pokok sehari-hari, seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya yang diharapkan dapat meringankan beban hidup para penerima manfaat. Penyaluran dilakukan secara langsung kepada para lansia di beberapa wilayah DIY, dengan tetap mengedepankan nilai kepedulian, kebersamaan, dan penghormatan kepada orang tua. Para penerima manfaat menyambut bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur dan haru. Ketua BAZNAS DIY menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dari amanah para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS. “Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan kebutuhan harian para lansia, tetapi juga menjadi penguat semangat dan kebahagiaan bagi mereka,” ujarnya. Lebih lanjut, BAZNAS DIY akan terus berkomitmen menghadirkan berbagai program sosial yang menyentuh langsung masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, fakir miskin, dan dhuafa. Melalui program ini, BAZNAS DIY mengajak masyarakat untuk terus menebar kebaikan dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah, sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat terbantu dan merasakan keberkahan bersama.
BERITA13/04/2026 | admin
BAZNAS se-DIY Satukan Langkah Lewat Rakorda di Grha Pandawa
BAZNAS se-DIY Satukan Langkah Lewat Rakorda di Grha Pandawa
Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang bertempat di Grha Pandawa, Balaikota Kota Yogyakarta (13/4/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus BAZNAS se-DIY sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi dan optimalisasi pengelolaan zakat di wilayah DIY. Rakorda ini juga dihadiri oleh Wali Kota Yogyakarta, Bapak Hasto, yang turut memberikan arahan dan dukungan terhadap penguatan peran BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang profesional dan transparan. Dalam sambutannya, Wali Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas kinerja BAZNAS yang selama ini telah berkontribusi nyata dalam membantu masyarakat, khususnya dalam penanganan kemiskinan dan pemberdayaan umat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam menghadirkan program-program yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Sementara itu, perwakilan BAZNAS DIY menyampaikan bahwa Rakorda ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan penghimpunan dan pendistribusian zakat di seluruh wilayah DIY. Dengan terselenggaranya Rakorda ini, diharapkan BAZNAS se-DIY semakin solid dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, serta terus menjadi garda terdepan dalam pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak.
BERITA13/04/2026 | admin
Makna Bulan Syawal bagi Umat Muslim: Momentum Emas Setelah Ramadhan
Makna Bulan Syawal bagi Umat Muslim: Momentum Emas Setelah Ramadhan
Makna bulan Syawal bagi umat muslim tidak sekadar pergantian waktu setelah Ramadhan, tetapi menjadi fase penting dalam perjalanan spiritual seorang hamba. Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa, menahan hawa nafsu, serta memperbanyak amal kebaikan, Syawal hadir sebagai ruang evaluasi sekaligus peluang untuk mempertahankan kualitas iman yang telah dibangun. Bagi umat Islam, makna bulan Syawal bagi umat muslim juga berkaitan erat dengan kemenangan. Hari pertama di bulan ini dirayakan sebagai Idulfitri, yang menandakan kembali sucinya manusia setelah menjalani proses penyucian diri. Namun, esensi Syawal tidak berhenti pada perayaan saja, melainkan berlanjut pada bagaimana seorang muslim menjaga konsistensi ibadahnya. Oleh karena itu, memahami makna bulan Syawal bagi umat muslim sangat penting agar tidak terjebak dalam euforia semata. Justru, bulan ini menjadi momentum emas untuk melanjutkan kebiasaan baik yang telah dibentuk selama Ramadhan. 1. Syawal sebagai Bulan Kemenangan dan Kesucian Diri Bulan Syawal dikenal sebagai bulan kemenangan, yang merupakan hasil dari perjuangan spiritual selama Ramadhan. Dalam konteks ini, makna bulan Syawal bagi umat muslim adalah keberhasilan dalam mengendalikan diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Kemenangan yang dimaksud bukanlah kemenangan duniawi, melainkan kemenangan melawan hawa nafsu. Oleh karena itu, makna bulan Syawal bagi umat muslim harus dimaknai sebagai titik awal untuk mempertahankan kualitas diri yang lebih baik. Selain itu, kesucian diri yang diraih setelah Ramadhan menjadi simbol penting dalam makna bulan Syawal bagi umat muslim. Seorang muslim diharapkan kembali kepada fitrah, yaitu keadaan suci seperti bayi yang baru lahir. Namun, kesucian ini harus dijaga. Dalam memahami makna bulan Syawal bagi umat muslim, seseorang tidak boleh kembali pada kebiasaan buruk yang ditinggalkan saat Ramadhan. Dengan demikian, makna bulan Syawal bagi umat muslim adalah momentum untuk menjaga kemenangan spiritual secara berkelanjutan, bukan hanya sesaat. 2. Syawal sebagai Waktu Melanjutkan Amal Ibadah Salah satu bentuk nyata dari makna bulan Syawal bagi umat muslim adalah melanjutkan amalan yang telah dilakukan selama Ramadhan. Ibadah tidak berhenti setelah bulan suci berakhir, tetapi justru harus terus ditingkatkan. Puasa Syawal selama enam hari menjadi salah satu contoh nyata. Dalam hal ini, makna bulan Syawal bagi umat muslim menunjukkan bahwa ibadah memiliki kesinambungan, bukan hanya bersifat musiman. Selain puasa, amalan seperti sedekah, membaca Al-Qur’an, dan shalat malam juga harus tetap dijaga. Hal ini memperkuat makna bulan Syawal bagi umat muslim sebagai bulan konsistensi dalam beribadah. Banyak orang yang mengalami penurunan ibadah setelah Ramadhan. Oleh karena itu, memahami makna bulan Syawal bagi umat muslim menjadi penting agar semangat ibadah tetap terjaga. Dengan demikian, makna bulan Syawal bagi umat muslim mengajarkan bahwa ibadah bukan hanya kewajiban sesaat, melainkan kebutuhan sepanjang hidup. 3. Syawal sebagai Momentum Silaturahmi dan Persaudaraan Tradisi saling memaafkan saat Idulfitri menjadi bagian penting dari makna bulan Syawal bagi umat muslim. Silaturahmi bukan hanya budaya, tetapi juga perintah agama yang memiliki banyak keutamaan. Dalam perspektif ini, makna bulan Syawal bagi umat muslim adalah mempererat hubungan antar sesama manusia setelah memperbaiki hubungan dengan Allah selama Ramadhan. Silaturahmi juga menjadi sarana untuk menghapus dosa antar sesama. Oleh karena itu, makna bulan Syawal bagi umat muslim tidak lepas dari pentingnya menjaga hubungan sosial yang harmonis. Selain itu, kunjungan ke keluarga dan kerabat mencerminkan nilai kebersamaan dalam makna bulan Syawal bagi umat muslim. Hal ini memperkuat ukhuwah Islamiyah. Dengan demikian, makna bulan Syawal bagi umat muslim mengajarkan keseimbangan antara hubungan vertikal dengan Allah dan hubungan horizontal dengan sesama manusia. 4. Syawal sebagai Waktu Evaluasi Diri Setelah menjalani Ramadhan, Syawal menjadi waktu yang tepat untuk refleksi diri. Dalam hal ini, makna bulan Syawal bagi umat muslim adalah kesempatan untuk menilai sejauh mana perubahan yang telah terjadi. Evaluasi ini mencakup kualitas ibadah, akhlak, serta hubungan sosial. Oleh karena itu, makna bulan Syawal bagi umat muslim tidak terlepas dari introspeksi diri secara mendalam. Apakah ibadah meningkat? Apakah akhlak menjadi lebih baik? Pertanyaan ini menjadi bagian dari makna bulan Syawal bagi umat muslim yang harus dijawab dengan jujur. Tanpa evaluasi, seseorang akan sulit mempertahankan perubahan positif. Oleh karena itu, makna bulan Syawal bagi umat muslim sangat erat kaitannya dengan proses muhasabah. Dengan demikian, makna bulan Syawal bagi umat muslim adalah momentum untuk memperbaiki diri secara berkelanjutan. 5. Syawal sebagai Awal Kebiasaan Baik Ramadhan telah melatih umat Islam untuk melakukan berbagai kebaikan. Dalam hal ini, makna bulan Syawal bagi umat muslim adalah menjaga dan melanjutkan kebiasaan tersebut. Kebiasaan seperti bangun malam, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah harus tetap dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa makna bulan Syawal bagi umat muslim adalah keberlanjutan amal. Jika kebiasaan baik ditinggalkan, maka nilai Ramadhan akan berkurang. Oleh karena itu, makna bulan Syawal bagi umat muslim menekankan pentingnya istiqamah. Istiqamah adalah kunci dalam menjaga kualitas iman. Dalam konteks ini, makna bulan Syawal bagi umat muslim menjadi sangat relevan bagi kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, makna bulan Syawal bagi umat muslim adalah awal dari perjalanan panjang menuju kehidupan yang lebih baik. Pada akhirnya, makna bulan Syawal bagi umat muslim tidak hanya terletak pada perayaan Idulfitri, tetapi pada bagaimana seorang muslim melanjutkan nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupannya. Syawal adalah momentum emas yang tidak boleh disia-siakan. Melalui pemahaman yang benar tentang makna bulan Syawal bagi umat muslim, seseorang dapat menjaga kualitas iman, meningkatkan ibadah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama. Hal ini menjadi bekal penting dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim. Oleh karena itu, mari kita jadikan makna bulan Syawal bagi umat muslim sebagai pijakan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih taat, dan lebih bermanfaat bagi orang lain. Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu menjaga kemenangan Ramadhan hingga akhir hayat. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA10/04/2026 | admin
Amalan Sunnah Setelah Idulfitri yang Bikin Pahala Terus Mengalir
Amalan Sunnah Setelah Idulfitri yang Bikin Pahala Terus Mengalir
Hari Raya Idulfitri merupakan momen kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Namun, berakhirnya Ramadan bukan berarti berakhir pula kesempatan untuk meraih pahala. Justru, ada banyak amalan sunnah setelah Idul Fitri yang bisa terus dilakukan agar pahala tetap mengalir dan kualitas keimanan semakin meningkat. Banyak umat Muslim yang belum menyadari bahwa menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan adalah tanda diterimanya amal selama bulan suci tersebut. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan mengamalkan berbagai amalan sunnah setelah Idul Fitri sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai amalan sunnah setelah Idul Fitri yang dianjurkan dalam Islam, lengkap dengan penjelasan yang mudah dipahami serta referensi yang dapat dijadikan rujukan. 1. Puasa Syawal sebagai Amalan Sunnah Setelah Idul Fitri Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan salah satu amalan sunnah setelah Idul Fitri yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang berpuasa Ramadan lalu melanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun. Ini menunjukkan betapa besar keutamaan amalan sunnah setelah Idul Fitri ini. Melaksanakan puasa Syawal menjadi bentuk konsistensi dalam menjalankan ibadah setelah Ramadan. Dengan menjalankan amalan sunnah setelah Idul Fitri ini, seorang Muslim membuktikan bahwa ibadahnya tidak hanya bersifat musiman, tetapi berkelanjutan. Selain itu, puasa Syawal juga menjadi sarana untuk memperbaiki kekurangan selama puasa Ramadan. Dalam hal ini, amalan sunnah setelah Idul Fitri seperti puasa Syawal membantu menyempurnakan pahala yang mungkin berkurang karena kekhilafan. Dari sisi kesehatan, puasa Syawal juga memiliki manfaat bagi tubuh karena membantu menyeimbangkan pola makan setelah satu bulan penuh berpuasa. Hal ini menjadikan amalan sunnah setelah Idul Fitri ini memiliki manfaat dunia dan akhirat. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk tidak melewatkan amalan sunnah setelah Idul Fitri berupa puasa Syawal sebagai bagian dari upaya menjaga keimanan. 2. Menjaga Silaturahmi sebagai Amalan Sunnah Setelah Idul Fitri Salah satu tradisi yang identik dengan Idulfitri adalah silaturahmi. Namun, menjaga hubungan baik tidak hanya dilakukan saat hari raya saja. Menjaga silaturahmi termasuk amalan sunnah setelah Idul Fitri yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan menjaga silaturahmi, seorang Muslim dapat mempererat hubungan persaudaraan dan menghapus kesalahpahaman. Ini menjadikan amalan sunnah setelah Idul Fitri sebagai sarana memperbaiki hubungan sosial. Silaturahmi juga memiliki keutamaan yang luar biasa, seperti dilapangkan rezeki dan dipanjangkan umur. Oleh karena itu, amalan sunnah setelah Idul Fitri ini tidak boleh dianggap sepele. Di era modern, silaturahmi tidak harus selalu dilakukan secara langsung. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk tetap menjaga hubungan. Hal ini membuktikan bahwa amalan sunnah setelah Idul Fitri tetap relevan di segala zaman. Dengan konsisten menjaga silaturahmi, seorang Muslim dapat meraih keberkahan dalam hidupnya melalui amalan sunnah setelah Idul Fitri yang sederhana namun penuh makna ini. 3. Memperbanyak Sedekah sebagai Amalan Sunnah Setelah Idul Fitri Sedekah tidak hanya dianjurkan di bulan Ramadan, tetapi juga setelahnya. Memperbanyak sedekah merupakan salah satu amalan sunnah setelah Idul Fitri yang sangat dianjurkan. Dengan bersedekah, seorang Muslim dapat membantu sesama yang membutuhkan. Ini menjadikan amalan sunnah setelah Idul Fitri sebagai bentuk kepedulian sosial yang nyata. Selain itu, sedekah juga menjadi salah satu cara untuk membersihkan harta dan jiwa. Dalam konteks ini, amalan sunnah setelah Idul Fitri membantu menjaga kesucian hati setelah Ramadan. Sedekah juga dapat menjadi investasi akhirat yang tidak akan pernah rugi. Setiap kebaikan yang dilakukan melalui amalan sunnah setelah Idul Fitri ini akan dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk menjadikan sedekah sebagai bagian dari rutinitas melalui amalan sunnah setelah Idul Fitri. 4. Menjaga Shalat Sunnah sebagai Amalan Sunnah Setelah Idul Fitri Setelah Ramadan, banyak orang kembali lalai dalam menjaga shalat sunnah. Padahal, menjaga shalat sunnah termasuk amalan sunnah setelah Idul Fitri yang sangat penting. Shalat sunnah seperti rawatib, dhuha, dan tahajud dapat menjadi pelengkap ibadah wajib. Dengan rutin melaksanakan amalan sunnah setelah Idul Fitri ini, kualitas ibadah seseorang akan semakin meningkat. Shalat sunnah juga menjadi bukti kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT. Oleh karena itu, amalan sunnah setelah Idul Fitri ini harus dijaga secara konsisten. Selain itu, shalat sunnah dapat mendatangkan ketenangan hati dan meningkatkan kedekatan dengan Allah. Hal ini menjadikan amalan sunnah setelah Idul Fitri sebagai kebutuhan spiritual. Dengan menjaga shalat sunnah, seorang Muslim dapat mempertahankan semangat ibadah Ramadan melalui amalan sunnah setelah Idul Fitri. 5. Membaca Al-Qur’an sebagai Amalan Sunnah Setelah Idul Fitri Membaca Al-Qur’an tidak boleh berhenti setelah Ramadan. Ini adalah salah satu amalan sunnah setelah Idul Fitri yang harus terus dilakukan. Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi umat Islam. Dengan rutin membaca Al-Qur’an sebagai amalan sunnah setelah Idul Fitri, seseorang dapat terus mendapatkan petunjuk hidup. Selain itu, membaca Al-Qur’an juga mendatangkan pahala yang besar. Setiap huruf yang dibaca dalam amalan sunnah setelah Idul Fitri ini akan dilipatgandakan pahalanya. Membaca Al-Qur’an juga dapat menenangkan hati dan menguatkan iman. Oleh karena itu, amalan sunnah setelah Idul Fitri ini sangat penting untuk dijaga. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, seorang Muslim dapat meraih keberkahan melalui amalan sunnah setelah Idul Fitri. Menjalankan berbagai amalan sunnah setelah Idul Fitri merupakan langkah penting untuk menjaga semangat ibadah setelah Ramadan. Konsistensi dalam beribadah menjadi tanda bahwa amal kita diterima oleh Allah SWT. Mulai dari puasa Syawal, menjaga silaturahmi, bersedekah, hingga membaca Al-Qur’an, semua merupakan amalan sunnah setelah Idul Fitri yang dapat membawa keberkahan dalam hidup. Semoga kita semua mampu menjaga dan mengamalkan berbagai amalan sunnah setelah Idul Fitri agar pahala terus mengalir dan kehidupan semakin diberkahi oleh Allah SWT. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA10/04/2026 | admin
Amalan Sunnah Setelah Idulfitri yang Bikin Pahala Terus Mengalir
Amalan Sunnah Setelah Idulfitri yang Bikin Pahala Terus Mengalir
Hari Raya Idulfitri merupakan momen kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Namun, berakhirnya Ramadan bukan berarti berakhir pula kesempatan untuk meraih pahala. Justru, ada banyak amalan sunnah setelah Idul Fitri yang bisa terus dilakukan agar pahala tetap mengalir dan kualitas keimanan semakin meningkat. Banyak umat Muslim yang belum menyadari bahwa menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan adalah tanda diterimanya amal selama bulan suci tersebut. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan mengamalkan berbagai amalan sunnah setelah Idul Fitri sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai amalan sunnah setelah Idul Fitri yang dianjurkan dalam Islam, lengkap dengan penjelasan yang mudah dipahami serta referensi yang dapat dijadikan rujukan. 1. Puasa Syawal sebagai Amalan Sunnah Setelah Idul Fitri Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan salah satu amalan sunnah setelah Idul Fitri yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang berpuasa Ramadan lalu melanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun. Ini menunjukkan betapa besar keutamaan amalan sunnah setelah Idul Fitri ini. Melaksanakan puasa Syawal menjadi bentuk konsistensi dalam menjalankan ibadah setelah Ramadan. Dengan menjalankan amalan sunnah setelah Idul Fitri ini, seorang Muslim membuktikan bahwa ibadahnya tidak hanya bersifat musiman, tetapi berkelanjutan. Selain itu, puasa Syawal juga menjadi sarana untuk memperbaiki kekurangan selama puasa Ramadan. Dalam hal ini, amalan sunnah setelah Idul Fitri seperti puasa Syawal membantu menyempurnakan pahala yang mungkin berkurang karena kekhilafan. Dari sisi kesehatan, puasa Syawal juga memiliki manfaat bagi tubuh karena membantu menyeimbangkan pola makan setelah satu bulan penuh berpuasa. Hal ini menjadikan amalan sunnah setelah Idul Fitri ini memiliki manfaat dunia dan akhirat. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk tidak melewatkan amalan sunnah setelah Idul Fitri berupa puasa Syawal sebagai bagian dari upaya menjaga keimanan. 2. Menjaga Silaturahmi sebagai Amalan Sunnah Setelah Idul Fitri Salah satu tradisi yang identik dengan Idulfitri adalah silaturahmi. Namun, menjaga hubungan baik tidak hanya dilakukan saat hari raya saja. Menjaga silaturahmi termasuk amalan sunnah setelah Idul Fitri yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan menjaga silaturahmi, seorang Muslim dapat mempererat hubungan persaudaraan dan menghapus kesalahpahaman. Ini menjadikan amalan sunnah setelah Idul Fitri sebagai sarana memperbaiki hubungan sosial. Silaturahmi juga memiliki keutamaan yang luar biasa, seperti dilapangkan rezeki dan dipanjangkan umur. Oleh karena itu, amalan sunnah setelah Idul Fitri ini tidak boleh dianggap sepele. Di era modern, silaturahmi tidak harus selalu dilakukan secara langsung. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk tetap menjaga hubungan. Hal ini membuktikan bahwa amalan sunnah setelah Idul Fitri tetap relevan di segala zaman. Dengan konsisten menjaga silaturahmi, seorang Muslim dapat meraih keberkahan dalam hidupnya melalui amalan sunnah setelah Idul Fitri yang sederhana namun penuh makna ini. 3. Memperbanyak Sedekah sebagai Amalan Sunnah Setelah Idul Fitri Sedekah tidak hanya dianjurkan di bulan Ramadan, tetapi juga setelahnya. Memperbanyak sedekah merupakan salah satu amalan sunnah setelah Idul Fitri yang sangat dianjurkan. Dengan bersedekah, seorang Muslim dapat membantu sesama yang membutuhkan. Ini menjadikan amalan sunnah setelah Idul Fitri sebagai bentuk kepedulian sosial yang nyata. Selain itu, sedekah juga menjadi salah satu cara untuk membersihkan harta dan jiwa. Dalam konteks ini, amalan sunnah setelah Idul Fitri membantu menjaga kesucian hati setelah Ramadan. Sedekah juga dapat menjadi investasi akhirat yang tidak akan pernah rugi. Setiap kebaikan yang dilakukan melalui amalan sunnah setelah Idul Fitri ini akan dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk menjadikan sedekah sebagai bagian dari rutinitas melalui amalan sunnah setelah Idul Fitri. 4. Menjaga Shalat Sunnah sebagai Amalan Sunnah Setelah Idul Fitri Setelah Ramadan, banyak orang kembali lalai dalam menjaga shalat sunnah. Padahal, menjaga shalat sunnah termasuk amalan sunnah setelah Idul Fitri yang sangat penting. Shalat sunnah seperti rawatib, dhuha, dan tahajud dapat menjadi pelengkap ibadah wajib. Dengan rutin melaksanakan amalan sunnah setelah Idul Fitri ini, kualitas ibadah seseorang akan semakin meningkat. Shalat sunnah juga menjadi bukti kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT. Oleh karena itu, amalan sunnah setelah Idul Fitri ini harus dijaga secara konsisten. Selain itu, shalat sunnah dapat mendatangkan ketenangan hati dan meningkatkan kedekatan dengan Allah. Hal ini menjadikan amalan sunnah setelah Idul Fitri sebagai kebutuhan spiritual. Dengan menjaga shalat sunnah, seorang Muslim dapat mempertahankan semangat ibadah Ramadan melalui amalan sunnah setelah Idul Fitri. 5. Membaca Al-Qur’an sebagai Amalan Sunnah Setelah Idul Fitri Membaca Al-Qur’an tidak boleh berhenti setelah Ramadan. Ini adalah salah satu amalan sunnah setelah Idul Fitri yang harus terus dilakukan. Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi umat Islam. Dengan rutin membaca Al-Qur’an sebagai amalan sunnah setelah Idul Fitri, seseorang dapat terus mendapatkan petunjuk hidup. Selain itu, membaca Al-Qur’an juga mendatangkan pahala yang besar. Setiap huruf yang dibaca dalam amalan sunnah setelah Idul Fitri ini akan dilipatgandakan pahalanya. Membaca Al-Qur’an juga dapat menenangkan hati dan menguatkan iman. Oleh karena itu, amalan sunnah setelah Idul Fitri ini sangat penting untuk dijaga. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, seorang Muslim dapat meraih keberkahan melalui amalan sunnah setelah Idul Fitri. Menjalankan berbagai amalan sunnah setelah Idul Fitri merupakan langkah penting untuk menjaga semangat ibadah setelah Ramadan. Konsistensi dalam beribadah menjadi tanda bahwa amal kita diterima oleh Allah SWT. Mulai dari puasa Syawal, menjaga silaturahmi, bersedekah, hingga membaca Al-Qur’an, semua merupakan amalan sunnah setelah Idul Fitri yang dapat membawa keberkahan dalam hidup. Semoga kita semua mampu menjaga dan mengamalkan berbagai amalan sunnah setelah Idul Fitri agar pahala terus mengalir dan kehidupan semakin diberkahi oleh Allah SWT. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA10/04/2026 | admin
Amalan Bulan Syawal dan Keutamaan Sedekah Syawal yang Perlu Diketahui
Amalan Bulan Syawal dan Keutamaan Sedekah Syawal yang Perlu Diketahui
Setelah Ramadan berlalu, bukan berarti semangat ibadah ikut selesai. Justru di sinilah “ujian sebenarnya” dimulai. Bulan Syawal sering dianggap hanya sebagai momen liburan, kumpul keluarga, dan makan enak setelah sebulan berpuasa. Padahal, ada banyak amalan bulan Syawal yang bisa dilakukan untuk menjaga konsistensi ibadah. Selain itu, ada satu amalan yang sering dianggap sepele tapi punya dampak besar, yaitu sedekah. Menariknya, keutamaan sedekah Syawal tidak kalah penting dibandingkan saat Ramadan. Oleh karena itu, penting untuk memahami amalan-amalan yang dianjurkan agar tidak terlewat begitu saja. Amalan Bulan Syawal yang Dianjurkan Bulan Syawal merupakan kesempatan untuk melanjutkan kebiasaan baik yang telah dibangun selama Ramadan. Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan: 1. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Keutamaannya dijelaskan dalam hadits Rasulullah: Man sama Ramadana tumma atba'ahu sittan min Syawwalin kana kasiyami ad-dahri "Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim) Pelaksanaannya tidak harus dilakukan secara berturut-turut. Puasa ini dapat dilakukan secara fleksibel selama masih dalam bulan Syawal. 2. Menjaga Silaturahmi Silaturahmi merupakan salah satu amalan yang memiliki banyak keutamaan. Momen Idul Fitri sering dimanfaatkan untuk mempererat hubungan dengan keluarga dan kerabat, namun menjaga silaturahmi sebaiknya tidak hanya dilakukan saat Lebaran saja. Menjalin hubungan baik secara berkelanjutan dapat memberikan keberkahan dalam kehidupan. 3. Melanjutkan Kebiasaan Baik Selama Ramadan, umat Muslim terbiasa melakukan berbagai ibadah seperti membaca Al-Qur’an, shalat malam, dan berdzikir. Kebiasaan ini sebaiknya tetap dijaga di bulan Syawal. Konsistensi dalam beribadah menjadi salah satu tanda kualitas keimanan seseorang. Keutamaan Sedekah Syawal Sedekah tidak hanya dianjurkan di bulan Ramadan, tetapi juga di bulan Syawal. Berikut beberapa keutamaan sedekah yang perlu dipahami: 1. Tanda Konsistensi Ibadah Salah satu indikasi bahwa amalan Ramadan diterima adalah adanya kelanjutan dalam melakukan kebaikan. Sedekah di bulan Syawal menjadi bentuk nyata dari konsistensi tersebut. 2. Pahala yang Terus Mengalir Sedekah merupakan amalan yang memiliki pahala besar dan tidak terbatas pada waktu tertentu. Meskipun dilakukan di luar Ramadan, pahala sedekah tetap bernilai tinggi, terutama jika dilakukan dengan ikhlas. Allah SWT berfirman: Matalu alladzina yunfiquna amwalahum fi sabilillahi kamatali habbah "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji..." (QS. Al-Baqarah: 261) Ayat ini menunjukkan bahwa sedekah memiliki pahala yang berlipat ganda, bahkan di luar bulan Ramadan sekalipun. 3. Membantu Sesama Setelah Hari Raya Tidak semua orang berada dalam kondisi yang sama setelah Idul Fitri. Sebagian masyarakat justru mengalami kesulitan ekonomi setelah meningkatnya kebutuhan selama hari raya. Sedekah di bulan Syawal dapat menjadi solusi untuk membantu meringankan beban mereka. 4. Melatih Keikhlasan Jika di bulan Ramadan semangat ibadah meningkat karena suasana yang mendukung, maka di bulan Syawal seseorang diuji untuk tetap berbuat baik tanpa dorongan tersebut. Hal ini dapat melatih keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT. Cara Sederhana Memulai Sedekah di Bulan Syawal Sedekah tidak harus dilakukan dalam jumlah besar. Berikut beberapa cara sederhana yang dapat diterapkan: Menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin Memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan Membantu orang sekitar, baik dalam bentuk materi maupun tenaga Membiasakan diri untuk berbagi dalam kehidupan sehari-hari Hal terpenting dalam sedekah adalah niat yang tulus dan konsistensi dalam melakukannya. Bulan Syawal bukan hanya penutup dari Ramadan, tetapi juga awal untuk menjaga istiqamah dalam beribadah. Dengan menjalankan berbagai amalan bulan Syawal serta memahami keutamaan sedekah Syawal, setiap Muslim dapat terus meningkatkan kualitas keimanan. Memulai dari hal kecil dan melakukannya secara konsisten akan memberikan dampak yang besar dalam kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA09/04/2026 | admin
Ini Cara Bayar Fidyah yang Benar dan Bisa Dilakukan Online
Ini Cara Bayar Fidyah yang Benar dan Bisa Dilakukan Online
Banyak orang melewatkan puasa Ramadhan karena alasan kesehatan, kehamilan, atau kondisi lain yang diperbolehkan dalam agama. Namun, seringkali tahun berganti dan utang puasa belum juga terlunasi. Apakah masih bisa ditebus? Jawabannya: Ya, melalui fidyah. Apa Itu Fidyah? Secara bahasa, fidyah berarti tebusan. Dalam konteks ibadah, fidyah adalah kompensasi berupa pemberian makanan atau uang kepada orang miskin sebagai pengganti puasa yang tidak mampu dikerjakan atau diganti (qadha). Dasar aturannya tercantum dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 184 yang menyatakan bahwa bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah dengan memberi makan seorang miskin. Penting: Perbedaan Fidyah vs Qadha Tidak semua orang yang meninggalkan puasa otomatis wajib membayar fidyah. Ada yang wajib mengganti hari (qadha), ada yang wajib fidyah saja, dan ada yang wajib melakukan keduanya. Pastikan Anda memahami posisi Anda sebelum membayar. Siapa yang Wajib Membayar Fidyah? Berdasarkan kesepakatan mayoritas ulama, fidyah wajib bagi: Lansia Renta: Orang tua yang sudah tidak mampu berpuasa dan tidak memiliki harapan untuk kembali kuat. Mereka cukup membayar fidyah tanpa perlu mengganti puasa di hari lain. Sakit Kronis: Penderita penyakit berat yang tidak kunjung sembuh (seperti gagal ginjal atau diabetes berat). Wajib fidyah dan tidak wajib qadha. Ibu Hamil dan Menyusui: Jika tidak berpuasa karena khawatir akan kesehatan dirinya atau bayinya. Bergantung pada pendapat ulama yang diikuti, ada yang mewajibkan fidyah saja atau gabungan fidyah dan qadha. Menunda Qadha Hingga Ramadhan Berikutnya: Orang yang memiliki utang puasa namun sengaja tidak menggantinya hingga bertemu Ramadhan tahun depan tanpa alasan mendesak. Mereka wajib qadha sekaligus membayar fidyah sebagai denda penundaan. Berapa Besaran Fidyah Per Hari? Fidyah dihitung berdasarkan jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Besaran standarnya adalah memberi makan satu orang miskin dengan makanan pokok: Ukuran Beras: Menurut sebagian besar ulama, takarannya sekitar 675 gram (1 mud) hingga 1,5 kg (setengah sha') beras per hari puasa. Konversi Uang: Jika dibayarkan dalam bentuk uang, nilainya disesuaikan dengan harga makanan pokok di daerah masing-masing. Di Indonesia, lembaga seperti BAZNAS menetapkan kisaran fidyah uang antara Rp45.000 hingga Rp60.000 per hari puasa. Contoh Perhitungan: Utang puasa: 30 hari Estimasi fidyah: Rp50.000/hari Total Bayar: Rp1.500.000 Cara Pembayaran: Langsung atau Online Hitung total hari utang puasa. Siapkan beras atau uang sesuai jumlah tersebut. Salurkan langsung kepada fakir miskin atau melalui pengurus masjid setempat dengan niat karena Allah untuk menebus puasa Ramadhan. Fidyah untuk Utang yang Menumpuk Jika Anda memiliki utang puasa bertahun-tahun, segera hitung total hari yang ditinggalkan dan bayar sekaligus. Fidyah tidak akan hangus meski waktu telah berlalu lama. Bagi Anda yang masih sehat dan mampu berpuasa namun menunda qadha bertahun-tahun, prioritaskan untuk tetap mencicil puasa (qadha) sambil membayar fidyah sebagai denda atas keterlambatan tersebut. Menunaikan fidyah adalah bentuk tanggung jawab dan keikhlasan kita. Dengan kemudahan akses digital saat ini, tidak ada lagi alasan untuk menunda kewajiban ini. Semoga setiap langkah kita membawa ketenangan hati. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA09/04/2026 | admin
Tips Menurunkan Berat Badan dengan Metode Diet Halal
Tips Menurunkan Berat Badan dengan Metode Diet Halal
Menjaga kesehatan tubuh merupakan bagian dari amanah dan bentuk syukur kita kepada Allah SWT. Dalam Islam, tubuh yang kuat dan sehat lebih dicintai Allah daripada tubuh yang lemah. Namun, seringkali perjalanan menurunkan berat badan membuat seseorang terjebak dalam metode yang ekstrem atau tidak sesuai syariat. Itulah mengapa penting bagi kita untuk memahami tips diet halal agar usaha mengecilkan lingkar pinggang tidak hanya membuahkan hasil fisik, tetapi juga bernilai ibadah. Memahami Konsep Diet dalam Islam: Thayyiban dan Keberkahan Diet dalam pandangan Muslim bukan sekadar soal menjauhi lemak atau karbohidrat. Inti dari tips diet halal adalah konsep Halalan Thayyiban. Sesuatu yang halal berarti diizinkan secara hukum syariat (bebas dari babi, khamr, dan zat terlarang lainnya), sementara thayyib berarti baik, bergizi, dan memberikan manfaat positif bagi tubuh. Ketika kita menerapkan pola makan yang benar, kita sedang mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan kita untuk tidak berlebih-lebihan dalam mengonsumsi makanan. Keseimbangan antara asupan nutrisi dan aktivitas fisik menjadi kunci utama dalam kesuksesan menurunkan berat badan secara islami. 1. Niat Karena Allah: Langkah Awal Menuju Keberkahan Segala amal tergantung pada niatnya. Sebelum memulai program penurunan berat badan, pastikan niat Anda bukan sekadar untuk pujian manusia atau estetika semata. Niatkanlah agar tubuh lebih ringan saat beribadah, lebih kuat saat menjalankan shalat malam, dan lebih produktif dalam bekerja mencari nafkah. Dengan niat yang lurus, setiap butir sayuran yang Anda makan dalam kerangka tips diet halal akan dicatat sebagai pahala. 2. Memilih Bahan Makanan Halalan Thayyiban Hal utama yang membedakan diet seorang muslim dengan yang lainnya adalah ketelitian dalam memilih sumber energi. Pastikan Sertifikasi Halal: Hindari produk olahan yang tidak memiliki kejelasan sumber bahannya. Pilih Karbohidrat Kompleks: Ganti nasi putih dengan beras merah, gandum, atau ubi jalar. Ini akan memberikan rasa kenyang lebih lama. Protein Berkualitas: Pilih daging ayam atau sapi yang disembelih sesuai syariat, serta perbanyak protein nabati seperti tempe dan tahu. 3. Menerapkan Aturan Sepertiga Lambung Rasulullah SAW bersabda bahwa seburuk-buruk wadah yang diisi manusia adalah perutnya. Beliau menyarankan pembagian porsi: sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air, dan sepertiga untuk udara. Ini adalah salah satu tips diet halal yang paling efektif untuk mencegah obesitas. Dengan berhenti makan sebelum kenyang, lambung memiliki ruang untuk memproses makanan dengan optimal tanpa membuat kita merasa begah atau malas. 4. Puasa Sunnah sebagai Detoksifikasi Alami Bagi umat Islam, kita memiliki instrumen diet yang luar biasa yaitu puasa. Puasa Senin-Kamis atau puasa Daud bukan hanya sarana mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga cara medis yang ampuh untuk melakukan intermittent fasting. Puasa membantu tubuh membakar cadangan lemak dan memberikan waktu istirahat bagi organ pencernaan. Mengintegrasikan puasa ke dalam rutinitas adalah strategi jitu dalam tips diet halal untuk mengontrol kalori harian secara disiplin. 5. Hindari Makanan yang Berlebihan (Israf) Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A'raf: 31, "Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." Kebanyakan masalah berat badan berlebih muncul karena konsumsi gula dan tepung yang tidak terkontrol. Kurangi minuman manis dan gorengan, karena makanan tersebut seringkali mengandung kalori kosong yang tidak memberikan nutrisi berarti bagi tubuh. 6. Pentingnya Hidrasi dengan Air Putih Air adalah minuman terbaik yang Allah ciptakan. Seringkali otak kita menyalahartikan rasa haus sebagai rasa lapar. Sebelum mengambil camilan, cobalah minum segelas air putih terlebih dahulu. Mengonsumsi cukup air membantu metabolisme tubuh bekerja lebih cepat dalam membakar lemak. Tabel Panduan Makanan untuk Diet Halal Kategori Dianjurkan (Thayyib) Hindari/Batasi Karbohidrat Gandum, Nasi Merah, Oatmeal Tepung putih, Gula pasir berlebih Protein Ikan, Dada Ayam Halal, Telur Daging olahan berpengawet (Sosis/Nugget) Lemak Minyak Zaitun, Alpukat, Kacang-kacangan Lemak trans, Gorengan pinggir jalan Camilan Kurma, Buah segar, Yogurt Keripik asin, Kue manis Menghadapi Tantangan Konsistensi Konsistensi adalah tantangan terbesar dalam menjalankan program penurunan berat badan. Dalam menerapkan tips diet halal, jangan terlalu keras pada diri sendiri jika sesekali mengalami kegagalan. Yang terpenting adalah segera kembali ke pola makan yang sehat dan jangan pernah meninggalkan olahraga. Jalan kaki menuju masjid, membantu pekerjaan rumah tangga, atau berolahraga ringan di rumah bisa menjadi aktivitas fisik yang mendukung pembakaran kalori Anda. Ingatlah bahwa diet dalam Islam bukanlah tentang kelaparan yang menyiksa, melainkan tentang disiplin diri. Kedisiplinan dalam menjaga mulut dari makanan haram dan berlebih akan membawa ketenangan pada hati dan kesehatan pada jasmani. Menurunkan berat badan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran dan tawakal. Dengan mengikuti prinsip-prinsip kesehatan yang selaras dengan nilai-nilai islami, kita tidak hanya mendapatkan berat badan ideal, tetapi juga keberkahan dalam setiap suapan. Semoga ulasan mengenai tips diet halal ini bermanfaat bagi Anda yang sedang berjuang memperbaiki gaya hidup demi mencari keridhaan-Nya. Jagalah kesehatan tubuhmu, karena tubuhmu adalah kendaraanmu menuju akhirat. Selamat memulai pola hidup sehat yang baru dengan semangat spiritual yang tinggi! Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA09/04/2026 | admin
Wakil Ketua IV BAZNAS DIY Ikuti Visitasi Kemenag RI ke LAZIS PDHI
Wakil Ketua IV BAZNAS DIY Ikuti Visitasi Kemenag RI ke LAZIS PDHI
Wakil Ketua IV BAZNAS DIY, H. Ahmad Lutfi, S.S., M.A., melakukan pendampingan kepada Kemenag RI dalam kegiatan visitasi terhadap LAZIS PDHI yang tengah mengajukan izin operasional penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan visitasi ini merupakan bagian dari proses verifikasi dan penilaian kelayakan lembaga dalam menjalankan fungsi sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku. Dalam kesempatan tersebut, tim dari Kemenag RI melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek, mulai dari kelembagaan, program kerja, sistem pengelolaan ZIS, hingga kesiapan sumber daya manusia. H. Ahmad Lutfi menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS DIY dalam proses ini adalah sebagai bentuk sinergi dan penguatan tata kelola zakat di daerah. Ia berharap LAZIS PDHI dapat memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan sehingga mampu berkontribusi dalam optimalisasi penghimpunan dan pendayagunaan ZIS secara profesional dan amanah. “Visitasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa lembaga yang akan beroperasi benar-benar siap, baik dari sisi manajemen maupun komitmen terhadap prinsip syariah dan regulasi,” ujarnya. Sementara itu, pihak LAZIS PDHI menyambut baik kegiatan visitasi ini sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas lembaga. Mereka menyatakan komitmennya untuk menjalankan pengelolaan ZIS secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Dengan adanya proses ini, diharapkan ekosistem pengelolaan zakat di DIY semakin kuat dan mampu menjangkau lebih banyak mustahik, serta mendukung program pemberdayaan umat secara berkelanjutan.
BERITA09/04/2026 | admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lihat Daftar Rekening →