WhatsApp Icon
Bersama Cegah Stunting, Bersama Wujudkan Masa Depan Anak Indonesia yang Lebih Baik

Yogyakarta – Ketua BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., menjadi narasumber dalam kegiatan Mitra OTA Fest Genting 2026 bertajuk "Satu Kepedulian, Seribu Harapan untuk Masa Depan Anak Indonesia" yang diselenggarakan di Hotel Phoenix Yogyakarta.

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.

Dalam paparannya, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si. menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga filantropi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi, peningkatan kesejahteraan keluarga, serta edukasi bagi masyarakat.

"Kolaborasi adalah kunci. Melalui pengelolaan dana zakat yang amanah dan tepat sasaran, BAZNAS DIY berkomitmen mendukung berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan, termasuk dalam upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas," ujar Puji Astuti.

Melalui keikutsertaan sebagai narasumber dalam Mitra OTA Fest Genting 2026, BAZNAS DIY berharap semakin banyak mitra yang terlibat aktif dalam membangun kepedulian sosial demi mewujudkan masa depan anak-anak Indonesia yang lebih baik. Semangat "Satu Kepedulian, Seribu Harapan untuk Masa Depan Anak Indonesia" diharapkan menjadi penguat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.

26/06/2026 | Kontributor: admin
Dari Zakat untuk Harapan: Modal Usaha bagi Disabilitas, Dukungan Pendidikan untuk Anak Yatim

 

Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY menyalurkan bantuan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kanwil Kementerian Agama DIY sebagai wujud kepedulian dan sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bantuan yang disalurkan meliputi modal usaha bagi penyandang disabilitas sebagai upaya mendukung kemandirian ekonomi, serta peralatan sekolah dan uang saku bagi anak-anak yatim guna membantu memenuhi kebutuhan pendidikan mereka.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si. Turut mendampingi dalam penyerahan tersebut Kepala Kanwil Kementerian Agama DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum, serta Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag DIY, H. Nurhuda, S.Ag., M.S.I.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS DIY menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari amanah para muzaki yang disalurkan melalui BAZNAS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan seperti anak yatim dan penyandang disabilitas.

"Bantuan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban para penerima manfaat, tetapi juga menjadi penyemangat bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan usahanya serta memotivasi anak-anak yatim agar terus semangat belajar dan meraih cita-cita," ujarnya.

Kepala Kanwil Kementerian Agama DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Kanwil Kemenag DIY dan BAZNAS DIY dalam menghadirkan program-program kemanfaatan bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat yang baik dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan umat.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS DIY bersama Kanwil Kementerian Agama DIY berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi ikhtiar dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas serta mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak yatim, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan penuh harapan.

25/06/2026 | Kontributor: admin
Menebar Cinta di Bulan Muharram, BAZNAS DIY Berikan Santunan bagi Anak Yatim

 

Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Bulan Muharram sekaligus menyemarakkan Lebaran Anak Yatim, BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim di DIY pada Kamis, bertempat di Kantor BAZNAS DIY.

Santunan yang diberikan berupa uang saku dan peralatan sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan pendidikan sekaligus upaya memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim di momentum Bulan Muharram yang dikenal sebagai bulan penuh kemuliaan.

Penyerahan santunan dilakukan oleh Wakil Ketua I BAZNAS DIY, Dr. H. Munjahid, M.Ag., dan Wakil Ketua IV BAZNAS DIY, H. Ahmad Lutfi, S.S., M.A., yang hadir mewakili BAZNAS DIY.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS DIY menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan wujud nyata amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS DIY. Melalui amanah tersebut, diharapkan anak-anak yatim dapat merasakan kebahagiaan di Bulan Muharram sekaligus memperoleh dukungan untuk terus semangat menempuh pendidikan.

Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya memuliakan dan menyayangi anak yatim sebagaimana dianjurkan dalam ajaran Islam. BAZNAS DIY berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan kebutuhan para penerima manfaat serta menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar, meraih cita-cita, dan menatap masa depan dengan penuh optimisme.

Program santunan Lebaran Anak Yatim ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS DIY dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat semangat berbagi dan kepedulian di Bulan Muharram yang penuh keberkahan.

25/06/2026 | Kontributor: admin
Khatmil Al-Qur'an BAZNAS DIY, Ikhtiar Meraih Syafaat Al-Qur'an

Dalam rangka menyemarakkan Bulan Muharram, BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Khatmil Al-Qur'an di Kantor BAZNAS DIY pada Kamis. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus BAZNAS DIY, para anak yatim, serta para qari yang memimpin jalannya khataman.

Khatmil Al-Qur'an dipimpin oleh K. Afif Sholachudin, K. Amru Saifudin, K. Abdul Latif, Ust. Abdul Mujib, dan K. M. Zuban. Suasana khusyuk menyelimuti seluruh rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an hingga doa khatmil.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an, serta memohon keberkahan dan syafaat Al-Qur'an bagi seluruh keluarga besar BAZNAS DIY, para muzaki, mustahik, dan masyarakat luas. Kehadiran anak-anak yatim dalam kegiatan ini juga menjadi wujud perhatian BAZNAS DIY dalam menghadirkan pembinaan spiritual sekaligus kebahagiaan di Bulan Muharram yang dikenal sebagai momentum memuliakan anak yatim.

Melalui kegiatan Khatmil Al-Qur'an ini, BAZNAS DIY berharap nilai-nilai Al-Qur'an senantiasa menjadi pedoman dalam menjalankan amanah pelayanan kepada umat, sekaligus menguatkan semangat berbagi dan kepedulian sosial.

 

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah SWT menjadikan Al-Qur'an sebagai cahaya kehidupan, pemberi syafaat di hari akhir, serta melimpahkan keberkahan bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menebarkan manfaat melalui zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua dan menjadikan Al-Qur'an sebagai penolong di dunia maupun di akhirat. Aamiin.

25/06/2026 | Kontributor: admin
Hunian Layak, Anak Sehat: BAZNAS DIY Wujudkan Rumah Layak Huni sebagai Upaya Menekan Risiko Stunting

Sleman – BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut berpartisipasi dalam kegiatan "Temu Kader Tim Pendamping Keluarga dan Keluarga Risiko Stunting serta Literasi Keuangan dalam Mendukung Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting)" yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kegiatan berlangsung di Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Sleman.

Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., hadir mewakili BAZNAS DIY sekaligus menyerahkan bantuan bedah rumah kepada salah satu keluarga penerima manfaat sebagai bentuk dukungan terhadap upaya percepatan penurunan angka stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program bantuan Rumah Layak Huni ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hunian yang sehat dan layak diyakini menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, sehingga dapat membantu mengurangi risiko stunting.

Ketua BAZNAS DIY menyampaikan bahwa penanganan stunting memerlukan kolaborasi berbagai pihak, tidak hanya melalui pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga dengan menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat, aman, dan layak huni.

"Melalui bantuan bedah rumah ini, kami berharap keluarga penerima manfaat dapat memiliki tempat tinggal yang lebih sehat dan nyaman, sehingga mendukung terciptanya kualitas hidup yang lebih baik serta menjadi salah satu ikhtiar dalam mencegah risiko stunting," ujarnya.

BAZNAS DIY terus berkomitmen mendukung program-program pemerintah melalui pendayagunaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya secara tepat sasaran. Sinergi bersama BKKBN dalam Program GENTING diharapkan mampu memperkuat upaya mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta.

25/06/2026 | Kontributor: admin

Berita Terbaru

Ketua BAZNAS DIY Hadir, Seleksi Kafilah MTQ 2026 Berlangsung Semarak
Ketua BAZNAS DIY Hadir, Seleksi Kafilah MTQ 2026 Berlangsung Semarak
Yogyakarta, 29 April 2026 — Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Pui Astuti, M.Si., menghadiri kegiatan Seleksi Terbatas Calon Kafilah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional Tahun 2026 yang akan diselenggarakan di Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY pada Rabu (29/4). Seleksi ini diikuti oleh sebanyak 88 peserta yang merupakan utusan dari kabupaten dan kota se-DIY. Para peserta akan bersaing secara sehat untuk menjadi perwakilan terbaik DIY dalam ajang MTQ Nasional mendatang. Adapun cabang yang dilombakan dalam seleksi ini meliputi Cabang Tartil, Tilawah Remaja, Qira’at Sab’ah, 1 Juz dan Tilawah, 5 Juz dan Tilawah, 10 Juz, 30 Juz, Tafsir Bahasa Indonesia, Tafsir Bahasa Arab, Tafsir Bahasa Inggris, Kaligrafi Naskah, Kaligrafi Hiasan Mushaf, Kaligrafi Dekorasi, serta Karya Tulis Al-Qur’an. Kehadiran Ketua BAZNAS DIY dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi Qur’ani di DIY, sekaligus mendorong lahirnya kafilah-kafilah terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Pui Astuti, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan seleksi terbatas calon kafilah DIY menuju MTQ Nasional 2026. “Alhamdulillah, kita patut bersyukur kegiatan seleksi ini dapat terselenggara dengan baik. Ini merupakan ikhtiar bersama dalam menyiapkan generasi Qur’ani terbaik yang akan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta di ajang MTQ Nasional,” ujarnya. Beliau juga menegaskan bahwa ajang MTQ bukan sekadar perlombaan, namun menjadi sarana pembinaan akhlak dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. “MTQ bukan hanya tentang meraih juara, tetapi bagaimana kita menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Semoga para peserta tidak hanya tampil terbaik, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” tambahnya. Di akhir sambutannya, beliau berharap seluruh proses seleksi berjalan lancar dan menghasilkan kafilah terbaik. “Kami berharap seleksi ini berjalan dengan lancar dan melahirkan peserta-peserta unggulan yang nantinya dapat mengharumkan nama DIY di tingkat nasional. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah kita,” tutupnya.
BERITA29/04/2026 | admin
Manfaat Berkurban dalam Islam: Keutamaan, Hikmah, dan Dampaknya bagi Kehidupan
Manfaat Berkurban dalam Islam: Keutamaan, Hikmah, dan Dampaknya bagi Kehidupan
Ibadah kurban merupakan salah satu amalan penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap tahun pada Hari Raya Iduladha. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, berkurban juga memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun sosial. Artikel ini akan membahas secara lengkap manfaat berkurban dalam Islam serta hikmah yang dapat dirasakan oleh setiap Muslim. 1. Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah Salah satu manfaat utama berkurban adalah meningkatkan ketakwaan. Ketika seorang Muslim rela mengorbankan harta terbaiknya, hal tersebut mencerminkan keikhlasan dan kecintaan kepada Allah. Kurban mengajarkan bahwa segala yang dimiliki hanyalah titipan, sehingga kita dilatih untuk tidak terlalu terikat pada dunia. 2. Meneladani Kisah Nabi Ibrahim Ibadah kurban tidak lepas dari kisah Nabi Ibrahim yang dengan penuh ketaatan bersedia mengorbankan putranya. Dari peristiwa ini, umat Islam belajar tentang kesabaran, keikhlasan, dan kepatuhan total kepada perintah Allah. Berkurban menjadi simbol bahwa iman harus diutamakan di atas segalanya. 3. Membersihkan Harta dan Jiwa Berkurban juga berfungsi sebagai sarana penyucian diri. Harta yang dikeluarkan untuk kurban menjadi lebih berkah, sementara jiwa menjadi lebih bersih dari sifat kikir dan cinta berlebihan terhadap materi. Ini adalah bentuk latihan spiritual yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. 4. Mempererat Ukhuwah Islamiyah Daging kurban dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan terutama kepada mereka yang membutuhkan. Hal ini menciptakan rasa kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas sosial. Berkurban membantu mempererat hubungan antar sesama Muslim dan menumbuhkan rasa persaudaraan. 5. Membantu Kaum Dhuafa Salah satu hikmah besar dari kurban adalah membantu masyarakat yang kurang mampu. Tidak semua orang bisa menikmati daging dalam kesehariannya, sehingga momen Iduladha menjadi kesempatan berbagi kebahagiaan. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat peduli terhadap kesejahteraan sosial. 6. Mendapatkan Pahala yang Besar Ibadah kurban memiliki nilai pahala yang sangat besar di sisi Allah. Bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa setiap bagian dari hewan kurban mengandung kebaikan bagi orang yang berkurban. Ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk tidak melewatkan ibadah yang mulia ini. 7. Menumbuhkan Rasa Syukur Dengan berkurban, seseorang diajak untuk mensyukuri nikmat rezeki yang telah diberikan. Ketika kita mampu berbagi dengan orang lain, rasa syukur akan semakin meningkat dan hati menjadi lebih tenang serta bahagia. Manfaat berkurban tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat. Dari meningkatkan ketakwaan hingga mempererat persaudaraan, ibadah ini mengandung banyak hikmah yang luar biasa. Oleh karena itu, bagi yang mampu, berkurban adalah kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus berbagi dengan sesama. Titipkan kurbanmu, hadirkan senyum hingga pelosok DIY ????Kebahagiaan sederhana yang begitu berarti, sampai kepada mereka yang jarang merasakannya.Kini berkurban jadi makin mudah! Cukup hubungi kami, tim BAZNAS DIY siap menjemput dana kurban Anda langsung ke lokasi.Kambing : Rp. 3.200.000Atau transfer melalui rekening BSI : 309-12-2019-8Tambahkan kode unik 021 dibelakang nominal transfer untuk memudahkan verifikasiHubungi kami sekarang dan wujudkan kurban terbaikmu bersama BAZNAS DIY!Layanan BAZNAS DIY: 0852-2122-2616Amanah, praktis, dan penuh berkah!#kurbandibaznasdiyaja #BAZNASDIY #JemputKurban #iduladha #sedekahdibaznasdiyaja #zakatdibaznasdiyaja
BERITA29/04/2026 | admin
Sinergi Kebaikan: BAZNAS DIY Raih Penghargaan Mitra Kerja Pemasyarakatan
Sinergi Kebaikan: BAZNAS DIY Raih Penghargaan Mitra Kerja Pemasyarakatan
Yogyakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) DIY menerima penghargaan sebagai mitra kerja atas kontribusi dan kerja sama dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan wilayah D.I. Yogyakarta. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Tasyakuran peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Senin, 27 April 2026, bertempat di Aula Kantor Pemasyarakatan Wilayah, Jalan Direktorat Jenderal Taman Siswa No. 8, Gunungketur, Pakualaman, Yogyakarta. Wakil Ketua II BAZNAS DIY, H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D, menerima langsung penghargaan tersebut. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas peran aktif BAZNAS DIY dalam mendukung program pembinaan dan pemberdayaan bagi warga binaan pemasyarakatan. Melalui kolaborasi yang telah terjalin, BAZNAS DIY terus berkomitmen menghadirkan berbagai program sosial, ekonomi, dan kemanusiaan sebagai bagian dari upaya membantu reintegrasi sosial warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara BAZNAS DIY dan jajaran pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pembinaan yang humanis, produktif, dan berkelanjutan.
BERITA28/04/2026 | admin
BAZNAS DIY dan Kanwil Kemenag DIY Gelar Rapat Pleno Izin Operasional LAZ
BAZNAS DIY dan Kanwil Kemenag DIY Gelar Rapat Pleno Izin Operasional LAZ
Yogyakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) DIY bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Bidang Penaiszawa menggelar rapat pleno dalam rangka pembahasan pemberian izin operasional bagi Lembaga Amil Zakat (LAZ). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan setiap LAZ yang beroperasi di wilayah D.I. Yogyakarta memenuhi ketentuan regulasi, memiliki tata kelola yang baik, serta mampu menjalankan fungsi penghimpunan dan pendistribusian zakat secara profesional dan akuntabel. Dalam rapat pleno tersebut, dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek administrasi, kelembagaan, hingga kesiapan program dari calon LAZ. Proses ini bertujuan agar lembaga yang memperoleh izin benar-benar siap memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua IV BAZNAS DIY, H. Ahmad Lutfi, S.S., M.A., yang turut memberikan pandangan dan dukungan terhadap penguatan tata kelola lembaga zakat di daerah. BAZNAS DIY menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Kanwil Kemenag DIY dalam memperkuat ekosistem pengelolaan zakat yang transparan, terpercaya, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat. Melalui rapat pleno ini, diharapkan lahir LAZ-LAZ yang kredibel dan berintegritas, sehingga mampu menjadi mitra strategis dalam mengoptimalkan potensi zakat di D.I. Yogyakarta.
BERITA28/04/2026 | admin
Bangun Kolaborasi Tangguh, BTB Se-DIY Gelar Konsolidasi Relawan di Bantul
Bangun Kolaborasi Tangguh, BTB Se-DIY Gelar Konsolidasi Relawan di Bantul
Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak guna menciptakan sistem penanggulangan bencana yang tangguh dan responsif. Hal inilah yang menjadi fokus dalam kegiatan Konsolidasi Badan Tanggap Bencana (BTB) DIY yang diselenggarakan di Dlingo, Bantul. Kegiatan ini diikuti oleh para relawan dari berbagai unsur, sebagai upaya memperkuat koordinasi serta menyatukan langkah dalam menghadapi potensi bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, para relawan tidak hanya mempererat jejaring komunikasi, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai sesi diskusi dan pembekalan. Selain itu, optimalisasi publikasi digital turut menjadi perhatian penting, agar informasi kebencanaan dapat tersebar lebih luas, cepat, dan tepat sasaran kepada masyarakat. Konsolidasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun relawan yang solid, profesional, dan sigap dalam merespons situasi darurat. Dengan kolaborasi yang terjalin kuat, diharapkan upaya mitigasi dan penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan para relawan menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk turut mendukung peran kemanusiaan, serta menyebarkan nilai-nilai kebaikan demi ketangguhan bersama. ????
BERITA27/04/2026 | admin
Makna dan Hikmah Kurban dalam Islam: Lebih dari Sekadar Penyembelihan
Makna dan Hikmah Kurban dalam Islam: Lebih dari Sekadar Penyembelihan
Ibadah kurban merupakan salah satu syariat penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah hingga hari tasyrik. Bagi umat Muslim, ibadah ini bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan memiliki nilai spiritual yang sangat dalam. Makna kurban tidak hanya terletak pada darah dan daging yang dibagikan, tetapi juga pada keikhlasan, ketakwaan, dan kepatuhan seorang hamba kepada Allah SWT. Dalam kehidupan modern saat ini, pemahaman tentang kurban sering kali terbatas pada aspek seremonial saja. Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, makna kurban mengandung banyak pelajaran berharga yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, baik secara individu maupun sosial. Sejarah Singkat Ibadah Kurban Ibadah kurban berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Ketika Nabi Ibrahim menerima perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putranya, beliau menunjukkan ketaatan yang luar biasa. Nabi Ismail pun menerima perintah tersebut dengan penuh keikhlasan. Namun, sebelum penyembelihan terjadi, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba. Peristiwa ini menjadi simbol bahwa Allah tidak menghendaki pengorbanan manusia, melainkan ketaatan dan keikhlasan hati. Dari kisah ini, kita dapat memahami bahwa makna kurban sejatinya adalah tentang kesediaan untuk mengorbankan sesuatu yang kita cintai demi menjalankan perintah Allah. Pengertian Kurban dalam Islam Secara bahasa, kurban berasal dari kata “qaruba” yang berarti dekat. Dalam konteks syariat, kurban adalah ibadah menyembelih hewan tertentu dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT pada waktu yang telah ditentukan. Dalam hal ini, makna kurban adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar aktivitas sosial atau tradisi tahunan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.” (QS. Al-Hajj: 37) Ayat ini menegaskan bahwa esensi dari ibadah kurban terletak pada ketakwaan, bukan pada aspek fisik semata. Hikmah dan Makna Kurban dalam Kehidupan 1. Menumbuhkan Ketakwaan Salah satu hikmah utama dari ibadah kurban adalah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan kurban, seorang Muslim menunjukkan ketaatan dan kepatuhannya terhadap perintah Allah. Dalam konteks ini, makna kurban menjadi refleksi sejauh mana kita rela berkorban demi menjalankan ajaran agama. 2. Melatih Keikhlasan Kurban mengajarkan umat Islam untuk memberi tanpa mengharapkan imbalan. Hewan yang dikurbankan sering kali merupakan hasil dari usaha dan pengorbanan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, makna kurban juga berkaitan erat dengan keikhlasan dalam berbagi dan beribadah. 3. Menumbuhkan Rasa Empati dan Kepedulian Sosial Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan. Hal ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, makna kurban tidak hanya bersifat individual, tetapi juga sosial. 4. Mengingatkan Akan Pengorbanan Nabi Ibrahim AS Setiap kali umat Islam melaksanakan kurban, mereka diingatkan pada kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ini menjadi pelajaran penting tentang ketaatan dan kepercayaan penuh kepada Allah. Dalam hal ini, makna kurban adalah simbol dari pengorbanan yang tulus dan keimanan yang kokoh. 5. Mengendalikan Sifat Ego dan Cinta Dunia Manusia cenderung mencintai harta benda. Dengan berkurban, seorang Muslim belajar untuk tidak terlalu terikat pada dunia. Oleh karena itu, makna kurban juga mengajarkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu dan lebih mengutamakan kehidupan akhirat. Kurban dalam Perspektif Sosial dan Ekonomi Selain memiliki nilai spiritual, ibadah kurban juga memberikan dampak positif dalam aspek sosial dan ekonomi. Distribusi daging kurban membantu masyarakat kurang mampu untuk merasakan kebahagiaan di hari raya. Lebih dari itu, kegiatan kurban juga menggerakkan sektor peternakan dan perdagangan hewan. Hal ini menunjukkan bahwa makna kurban mencakup keseimbangan antara ibadah kepada Allah dan manfaat bagi sesama manusia. Kesalahan Persepsi tentang Kurban Masih banyak masyarakat yang memahami kurban hanya sebagai kewajiban tahunan atau ajang gengsi. Ada pula yang menganggap bahwa semakin mahal hewan kurban, maka semakin tinggi nilai ibadahnya. Padahal, dalam Islam, yang dinilai adalah niat dan ketakwaan. Oleh karena itu, penting untuk meluruskan kembali pemahaman tentang makna kurban agar tidak menyimpang dari ajaran yang sebenarnya. Cara Menghayati Makna Kurban Secara Lebih Mendalam Agar ibadah kurban tidak hanya menjadi rutinitas, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghayati makna kurban secara lebih mendalam: Memahami tujuan ibadah kurban melalui kajian dan pembelajaran agama. Meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT. Memilih hewan kurban dengan baik sesuai syariat, bukan sekadar prestise. Terlibat langsung dalam proses distribusi, agar merasakan kebahagiaan berbagi. Merenungkan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sebagai inspirasi dalam kehidupan. Relevansi Kurban di Era Modern Di tengah kehidupan yang serba cepat dan materialistik, nilai-nilai dalam kurban menjadi semakin penting. Banyak orang terjebak dalam kesibukan dunia hingga melupakan aspek spiritual. Dalam konteks ini, makna kurban menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada harta, melainkan pada kedekatan dengan Allah dan kepedulian terhadap sesama. Sebagai umat Islam, memahami dan mengamalkan ibadah kurban dengan benar adalah suatu keharusan. Lebih dari sekadar menyembelih hewan, kurban adalah simbol ketaatan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Pada akhirnya, makna kurban mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik—lebih taat kepada Allah, lebih peduli terhadap sesama, dan lebih mampu mengendalikan diri dari kecintaan berlebihan terhadap dunia. Dengan memahami esensi ini, diharapkan ibadah kurban yang kita lakukan tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.
BERITA27/04/2026 | admin
Panduan Lengkap Ibadah Kurban: Syarat, Waktu, dan Tata Cara yang Benar
Panduan Lengkap Ibadah Kurban: Syarat, Waktu, dan Tata Cara yang Benar
Ibadah kurban merupakan salah satu syariat penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dan hari-hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah). Ibadah ini bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi memiliki makna spiritual yang dalam sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dalam pelaksanaannya, umat Islam perlu memahami tata cara kurban yang benar agar ibadah ini sah dan bernilai pahala. Kurban juga menjadi simbol pengorbanan dan keikhlasan, meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui syarat, waktu, serta tata cara kurban sesuai tuntunan syariat. Pengertian Ibadah Kurban Secara bahasa, kurban berasal dari kata "qaruba" yang berarti mendekatkan diri. Dalam istilah syariat, kurban adalah menyembelih hewan tertentu pada waktu tertentu dengan niat ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi yang mampu, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadits Rasulullah SAW. Hukum dan Dalil Ibadah Kurban Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2) Selain itu, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada suatu amalan yang dilakukan oleh anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah selain menyembelih hewan kurban.” (HR. Tirmidzi) Dalil-dalil ini menunjukkan betapa pentingnya memahami dan menjalankan tata cara kurban dengan benar. Syarat Sah Ibadah Kurban Agar ibadah kurban diterima, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi: 1. Beragama Islam Kurban hanya sah dilakukan oleh seorang muslim. 2. Mampu Secara Finansial Orang yang berkurban harus memiliki kemampuan ekonomi tanpa memberatkan dirinya. 3. Hewan Kurban Memenuhi Syarat Hewan yang digunakan harus: Sehat dan tidak cacat Cukup umur: Kambing: minimal 1 tahun Sapi: minimal 2 tahun Unta: minimal 5 tahun 4. Waktu Penyembelihan Tepat Penyembelihan harus dilakukan pada waktu yang telah ditentukan dalam syariat. Memenuhi syarat ini adalah bagian penting dari tata cara kurban yang tidak boleh diabaikan. Waktu Pelaksanaan Kurban Waktu penyembelihan dimulai setelah shalat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga terbenam matahari tanggal 13 Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa menyembelih sebelum shalat, maka itu hanyalah daging biasa (bukan kurban).” (HR. Bukhari dan Muslim) Dengan demikian, memahami waktu adalah bagian penting dari tata cara kurban yang benar. Jenis Hewan yang Diperbolehkan Dalam Islam, hanya beberapa jenis hewan yang sah untuk kurban, yaitu: Kambing atau domba (untuk 1 orang) Sapi (untuk 7 orang) Unta (untuk 7 orang) Pemilihan hewan yang tepat merupakan bagian dari tata cara kurban yang sesuai syariat. Tata Cara Kurban yang Benar Sesuai Sunnah Berikut langkah-langkah tata cara kurban yang benar: 1. Niat yang Ikhlas Segala ibadah harus diawali dengan niat karena Allah SWT. 2. Tidak Memotong Rambut dan Kuku (bagi yang berkurban) Sejak awal Dzulhijjah hingga hewan disembelih, disunnahkan untuk tidak memotong rambut dan kuku. 3. Menyembelih Setelah Shalat Id Penyembelihan dilakukan setelah shalat Idul Adha. 4. Menghadapkan Hewan ke Kiblat Hewan dibaringkan dengan posisi menghadap kiblat. 5. Membaca Basmalah dan Takbir Saat menyembelih, membaca: “Bismillah, Allahu Akbar” 6. Menggunakan Pisau yang Tajam Agar hewan tidak tersiksa. 7. Memotong Saluran yang Tepat Memotong: Saluran pernapasan (trakea) Saluran makanan (esofagus) Dua pembuluh darah 8. Tidak Menyiksa Hewan Islam sangat menekankan kasih sayang terhadap hewan. 9. Pembagian Daging Kurban Daging dibagi menjadi: 1/3 untuk diri sendiri 1/3 untuk kerabat 1/3 untuk fakir miskin Keseluruhan langkah ini merupakan inti dari tata cara kurban yang sesuai sunnah Rasulullah SAW. Hikmah Ibadah Kurban Ibadah kurban memiliki banyak hikmah, antara lain: 1. Mendekatkan Diri kepada Allah Melalui pengorbanan harta. 2. Menumbuhkan Keikhlasan Meneladani Nabi Ibrahim AS. 3. Meningkatkan Kepedulian Sosial Berbagi kepada sesama. 4. Menghapus Dosa Sebagai bentuk ketaatan dan ibadah. Memahami hikmah ini akan membuat pelaksanaan tata cara kurban menjadi lebih bermakna. Kesalahan Umum dalam Pelaksanaan Kurban Beberapa kesalahan yang sering terjadi: Menyembelih sebelum shalat Id Hewan tidak memenuhi syarat Tidak membaca basmalah Pembagian daging tidak merata Menghindari kesalahan ini penting agar tata cara kurban tetap sesuai dengan syariat. Tips Memilih Hewan Kurban Berkualitas Agar ibadah lebih sempurna: Pilih hewan yang sehat dan aktif Tidak kurus Tidak cacat Bulu bersih dan mengkilap Memilih hewan terbaik juga bagian dari penyempurnaan tata cara kurban. Menjalankan Tata Cara Kurban dengan Kesadaran dan Keikhlasan Ibadah kurban bukan hanya ritual tahunan, tetapi bentuk nyata ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Dengan memahami syarat, waktu, dan tata cara kurban secara benar, kita dapat menjalankan ibadah ini dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Semoga setiap tetesan darah hewan kurban menjadi saksi keimanan kita dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari jadikan momen Idul Adha sebagai sarana memperkuat iman, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperbaiki kualitas ibadah kita. Titipkan kurbanmu, hadirkan senyum hingga pelosok DIY ????Kebahagiaan sederhana yang begitu berarti, sampai kepada mereka yang jarang merasakannya.Kini berkurban jadi makin mudah! Cukup hubungi kami, tim BAZNAS DIY siap menjemput dana kurban Anda langsung ke lokasi.Kambing : Rp. 3.200.000Atau transfer melalui rekening BSI : 309-12-2019-8Tambahkan kode unik 021 dibelakang nominal transfer untuk memudahkan verifikasiHubungi kami sekarang dan wujudkan kurban terbaikmu bersama BAZNAS DIY!Layanan BAZNAS DIY: 0852-2122-2616Amanah, praktis, dan penuh berkah!#kurbandibaznasdiyaja #BAZNASDIY #JemputKurban #iduladha #sedekahdibaznasdiyaja #zakatdibaznasdiyaja
BERITA27/04/2026 | admin
Keutamaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha dan Tips Memilih Hewan Terbaik
Keutamaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha dan Tips Memilih Hewan Terbaik
Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu momen paling istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada hari ini, umat Islam memperingati kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS yang dengan penuh keikhlasan bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dari peristiwa inilah lahir ibadah kurban yang terus dilaksanakan hingga saat ini. Dalam konteks kehidupan modern, memahami keutamaan kurban menjadi sangat penting agar ibadah ini tidak sekadar ritual tahunan, tetapi juga memiliki dampak spiritual dan sosial yang mendalam. Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga simbol pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang keutamaan kurban, hikmah di baliknya, serta tips memilih hewan kurban terbaik sesuai syariat Islam. Pengertian Kurban dalam Islam Secara bahasa, kurban berasal dari kata qaruba yang berarti mendekatkan diri. Dalam istilah syariat, kurban adalah ibadah menyembelih hewan ternak tertentu pada hari Idul Adha dan hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Ibadah kurban hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi umat Islam yang mampu. Bahkan sebagian ulama berpendapat bahwa kurban bisa menjadi wajib bagi yang memiliki kelapangan rezeki. Dalil tentang Keutamaan Kurban Banyak dalil dalam Al-Qur’an dan hadits yang menjelaskan keutamaan kurban, di antaranya: 1. Perintah Langsung dari Allah SWT Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Kautsar ayat 2: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” Ayat ini menunjukkan bahwa kurban merupakan ibadah yang memiliki kedudukan tinggi dalam Islam. 2. Amalan yang Paling Dicintai Allah di Hari Nahr Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban.” (HR. Tirmidzi) Hadits ini menegaskan betapa besar keutamaan kurban dibandingkan amalan lainnya di hari tersebut. 3. Mendapat Pahala Berlipat Ganda Dalam riwayat lain disebutkan bahwa setiap helai bulu hewan kurban akan menjadi pahala bagi orang yang berkurban. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah SWT bagi hamba-Nya yang menjalankan ibadah ini. Hikmah dan Keutamaan Kurban dalam Kehidupan 1. Meningkatkan Ketakwaan Allah SWT menegaskan bahwa yang sampai kepada-Nya bukanlah daging atau darah hewan kurban, melainkan ketakwaan kita. Dengan demikian, keutamaan kurban terletak pada niat dan keikhlasan. 2. Meneladani Nabi Ibrahim AS Kurban mengajarkan kita untuk meneladani keimanan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya demi Allah. 3. Mempererat Solidaritas Sosial Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat sekitar, sehingga memperkuat ukhuwah Islamiyah dan rasa kepedulian sosial. 4. Menghapus Dosa Sebagian ulama menyebutkan bahwa ibadah kurban dapat menjadi sarana penghapus dosa bagi pelakunya, terutama jika dilakukan dengan penuh keikhlasan. 5. Mendekatkan Diri kepada Allah Seperti makna dasarnya, keutamaan kurban adalah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT melalui pengorbanan harta. Jenis Hewan yang Sah untuk Kurban Dalam Islam, tidak semua hewan bisa dijadikan kurban. Hewan yang diperbolehkan antara lain: Kambing atau domba (untuk satu orang) Sapi atau kerbau (untuk maksimal tujuh orang) Unta (untuk maksimal tujuh orang) Hewan tersebut harus memenuhi syarat tertentu seperti cukup umur, sehat, dan tidak cacat. Tips Memilih Hewan Kurban Terbaik Agar ibadah kurban lebih sempurna, penting untuk memilih hewan yang berkualitas. Berikut beberapa tipsnya: 1. Pastikan Hewan Sehat Pilih hewan yang aktif, tidak lesu, dan memiliki nafsu makan yang baik. Hindari hewan yang sakit atau menunjukkan tanda-tanda penyakit. 2. Tidak Memiliki Cacat Hewan kurban tidak boleh cacat seperti buta, pincang, atau sangat kurus. Hal ini sesuai dengan syarat sah kurban dalam Islam. 3. Cukup Umur Pastikan hewan telah mencapai usia minimal: Kambing: 1 tahun Sapi: 2 tahun Unta: 5 tahun 4. Pilih yang Gemuk dan Berkualitas Hewan yang gemuk dan sehat menunjukkan kualitas yang baik. Ini juga mencerminkan kesungguhan kita dalam menjalankan ibadah. 5. Beli dari Penjual Terpercaya Pastikan membeli hewan kurban dari peternak atau penjual yang terpercaya agar kualitasnya terjamin. Waktu Pelaksanaan Kurban Penyembelihan hewan kurban dilakukan setelah shalat Idul Adha hingga akhir hari tasyrik. Jika dilakukan sebelum shalat Id, maka tidak dianggap sebagai kurban, melainkan hanya sedekah biasa. Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Berkurban Beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari: Menunda niat hingga akhir waktu Memilih hewan yang tidak memenuhi syarat Tidak memahami tata cara penyembelihan yang benar Kurang memperhatikan distribusi daging Memahami hal ini penting agar keutamaan kurban benar-benar dapat diraih secara maksimal. Meraih Keutamaan Kurban dengan Ikhlas dan Tepat Sebagai penutup, dapat disimpulkan bahwa keutamaan kurban tidak hanya terletak pada aspek ibadah semata, tetapi juga pada nilai spiritual, sosial, dan kemanusiaan yang terkandung di dalamnya. Kurban adalah bentuk nyata dari keimanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui ibadah ini, umat Islam diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dan keutamaan kurban, serta melaksanakannya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Semoga kita semua diberikan kemampuan untuk menjalankan ibadah kurban dengan sebaik-baiknya dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Titipkan kurbanmu, hadirkan senyum hingga pelosok DIY ????Kebahagiaan sederhana yang begitu berarti, sampai kepada mereka yang jarang merasakannya.Kini berkurban jadi makin mudah! Cukup hubungi kami, tim BAZNAS DIY siap menjemput dana kurban Anda langsung ke lokasi.Kambing : Rp. 3.200.000Atau transfer melalui rekening BSI : 309-12-2019-8Tambahkan kode unik 021 dibelakang nominal transfer untuk memudahkan verifikasiHubungi kami sekarang dan wujudkan kurban terbaikmu bersama BAZNAS DIY!Layanan BAZNAS DIY: 0852-2122-2616Amanah, praktis, dan penuh berkah!#kurbandibaznasdiyaja #BAZNASDIY #JemputKurban #iduladha #sedekahdibaznasdiyaja #zakatdibaznasdiyaja
BERITA27/04/2026 | admin
Tata Cara dan Niat Shalat Idul Adha
Tata Cara dan Niat Shalat Idul Adha
Shalat Idul Adha merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi umat Islam yang dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Ibadah ini menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan hari besar umat Islam yang juga identik dengan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dari sudut pandang seorang muslim, Shalat Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momen spiritual yang sarat makna. Ia mengingatkan kita pada kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan ketaatan Nabi Ismail AS. Nilai utama yang dapat diambil adalah keikhlasan, kepatuhan, serta ketundukan total kepada perintah Allah SWT. Selain itu, pelaksanaan Shalat Idul Adha secara berjamaah juga memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim). Umat Islam berkumpul di lapangan atau masjid untuk melaksanakan shalat bersama, mendengarkan khutbah, serta saling mendoakan. Hukum dan Waktu Pelaksanaan Shalat Idul Adha Hukum Shalat Idul Adha adalah sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, baik bagi laki-laki maupun perempuan, bahkan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan sekalipun. Waktu pelaksanaan Shalat Idul Adha dimulai sejak matahari terbit setinggi tombak (sekitar 15–20 menit setelah terbit) hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Namun, disunnahkan untuk melaksanakannya lebih awal dibandingkan shalat Idul Fitri agar memberi kesempatan lebih luas bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah kurban setelahnya. Niat Shalat Idul Adha Dalam melaksanakan Shalat Idul Adha, niat merupakan bagian penting yang harus ada di dalam hati. Berikut bacaan niatnya: Sebagai makmum: "Ushalli sunnatan li'idil adha rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala" Sebagai imam: "Ushalli sunnatan li'idil adha rak'ataini imaman lillahi ta'ala" Artinya: "Saya niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala." Tata Cara Shalat Idul Adha Pelaksanaan Shalat Idul Adha terdiri dari dua rakaat dengan tambahan takbir. Berikut langkah-langkahnya: Rakaat Pertama Niat di dalam hati. Takbiratul ihram (Allahu Akbar). Membaca doa iftitah. Takbir sebanyak 7 kali (tidak termasuk takbiratul ihram). Di antara takbir, disunnahkan membaca tasbih, tahmid, dan tahlil. Membaca surat Al-Fatihah. Membaca surat pendek, disunnahkan surat Al-A’la. Ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti biasa. Rakaat Kedua Berdiri kembali. Takbir sebanyak 5 kali. Di antara takbir membaca dzikir seperti pada rakaat pertama. Membaca Al-Fatihah. Membaca surat pendek, disunnahkan surat Al-Ghasyiyah. Ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua. Tasyahud akhir dan salam. Setelah selesai Shalat Idul Adha, dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh khatib. Khutbah Setelah Shalat Idul Adha Khutbah dalam Shalat Idul Adha hukumnya sunnah, berbeda dengan shalat Jumat yang khutbahnya wajib. Khutbah biasanya terdiri dari dua bagian yang dipisahkan dengan duduk sejenak. Isi khutbah umumnya meliputi: Takwa kepada Allah SWT Penjelasan tentang makna Idul Adha Anjuran berkurban Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Doa untuk umat Islam Mendengarkan khutbah hingga selesai sangat dianjurkan karena mengandung banyak nasihat dan pelajaran. Sunnah-Sunnah dalam Shalat Idul Adha Agar pelaksanaan Shalat Idul Adha semakin sempurna, ada beberapa sunnah yang dianjurkan, antara lain: Mandi sebelum berangkat shalat. Memakai pakaian terbaik. Menggunakan wewangian. Berjalan kaki menuju tempat shalat jika memungkinkan. Mengumandangkan takbir sejak malam Idul Adha hingga hari tasyrik. Tidak makan sebelum shalat (berbeda dengan Idul Fitri). Melewati jalan yang berbeda saat pergi dan pulang. Sunnah-sunnah ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keindahan, kebersihan, dan semangat kebersamaan dalam beribadah. Hikmah dan Makna Shalat Idul Adha Di balik pelaksanaan Shalat Idul Adha, terdapat berbagai hikmah yang sangat dalam bagi kehidupan seorang muslim. Pertama, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan ibadah ini, seorang muslim menunjukkan kepatuhan dan kecintaannya kepada Sang Pencipta. Kedua, menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial. Hal ini sangat erat kaitannya dengan ibadah kurban yang dilakukan setelah Shalat Idul Adha. Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat sekitar. Ketiga, mempererat tali silaturahmi. Momen berkumpul saat Shalat Idul Adha menciptakan kebersamaan dan memperkuat hubungan antar sesama muslim. Keempat, mengingatkan tentang pentingnya pengorbanan dalam hidup. Kisah Nabi Ibrahim AS mengajarkan bahwa keimanan harus dibuktikan dengan tindakan nyata. Kesalahan yang Perlu Dihindari dalam Shalat Idul Adha Dalam praktiknya, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi saat Shalat Idul Adha, di antaranya: Tidak mengikuti jumlah takbir dengan benar. Datang terlambat sehingga tertinggal shalat berjamaah. Tidak mendengarkan khutbah. Menganggap shalat ini tidak penting karena hukumnya sunnah. Padahal, meskipun sunnah, Shalat Idul Adha memiliki nilai pahala yang besar dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Sebagai umat Islam, memahami dan melaksanakan Shalat Idul Adha dengan benar merupakan bagian dari bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT. Ibadah ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga sarana untuk meningkatkan keimanan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Melalui Shalat Idul Adha, kita diajak untuk merenungkan makna pengorbanan, keikhlasan, dan ketundukan kepada Allah SWT. Semoga kita semua diberikan kemampuan untuk melaksanakan ibadah ini dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan. Titipkan kurbanmu, hadirkan senyum hingga pelosok DIY ????Kebahagiaan sederhana yang begitu berarti, sampai kepada mereka yang jarang merasakannya.Kini berkurban jadi makin mudah! Cukup hubungi kami, tim BAZNAS DIY siap menjemput dana kurban Anda langsung ke lokasi.Kambing : Rp. 3.200.000Atau transfer melalui rekening BSI : 309-12-2019-8Tambahkan kode unik 021 dibelakang nominal transfer untuk memudahkan verifikasiHubungi kami sekarang dan wujudkan kurban terbaikmu bersama BAZNAS DIY!Layanan BAZNAS DIY: 0852-2122-2616Amanah, praktis, dan penuh berkah!#kurbandibaznasdiyaja #BAZNASDIY #JemputKurban #iduladha #sedekahdibaznasdiyaja #zakatdibaznasdiyaja
BERITA27/04/2026 | admin
Kebiasaan Buruk Setelah Ramadhan yang Harus Segera Dihindari
Kebiasaan Buruk Setelah Ramadhan yang Harus Segera Dihindari
Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang melatih kesabaran, meningkatkan ibadah, serta membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Namun, setelah Ramadhan berlalu, tidak sedikit orang yang kembali pada kebiasaan lama yang kurang baik. Jika dibiarkan, hal ini bisa mengurangi bahkan menghilangkan dampak positif yang sudah dibangun selama bulan suci. Lalu, apa saja kebiasaan buruk setelah Ramadhan yang harus segera dihindari? Berikut penjelasannya. 1. Menurunnya Konsistensi Ibadah Selama Ramadhan, kita terbiasa menjalankan ibadah seperti shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, hingga melakukan shalat malam. Namun setelahnya, banyak yang mulai meninggalkan rutinitas tersebut. Padahal, menjaga konsistensi ibadah adalah kunci utama agar keberkahan Ramadhan tetap terasa. Mulailah dengan target kecil, seperti tetap membaca Al-Qur’an setiap hari meski hanya beberapa ayat. 2. Kembali Bermalas-malasan Puasa melatih kita untuk disiplin dan mengatur waktu dengan baik. Sayangnya, setelah Ramadhan, rasa malas sering muncul kembali, baik dalam bekerja, belajar, maupun beribadah. Kebiasaan ini dapat menghambat produktivitas dan membuat hidup terasa tidak terarah. Penting untuk tetap menjaga ritme aktivitas seperti saat Ramadhan. 3. Pola Makan Tidak Terjaga Saat Ramadhan, pola makan lebih teratur dengan waktu sahur dan berbuka. Namun setelahnya, banyak orang kembali makan secara berlebihan atau tidak terkontrol. Hal ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat menurunkan energi dan semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. 4. Lalai dalam Menjaga Lisan dan Perilaku Ramadhan mengajarkan kita untuk menjaga ucapan dan perilaku. Namun setelahnya, kebiasaan seperti bergosip, berkata kasar, atau mudah marah sering kembali muncul. Padahal, menjaga lisan adalah bagian penting dari akhlak yang baik. Usahakan tetap menjaga sikap dan perkataan dalam setiap kondisi. 5. Berkurangnya Kepedulian Sosial Di bulan Ramadhan, semangat berbagi dan bersedekah meningkat. Sayangnya, kebiasaan ini sering menurun setelah Ramadhan berakhir. Padahal, berbagi tidak terbatas pada waktu tertentu saja. Menjadikan sedekah sebagai kebiasaan akan memberikan dampak positif, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. 6. Melupakan Tujuan Ramadhan Tujuan utama Ramadhan adalah meningkatkan ketakwaan. Namun setelah bulan tersebut berlalu, banyak orang kembali menjalani hidup tanpa arah spiritual yang jelas. Penting untuk terus mengingat tujuan tersebut agar perubahan yang terjadi selama Ramadhan tidak hanya bersifat sementara. Cara Menghindari Kebiasaan Buruk Setelah Ramadhan Agar tetap istiqomah, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan: - Buat target ibadah harian yang realistis - Jaga lingkungan yang positif - Biasakan evaluasi diri secara rutin - Tetap mengikuti kajian atau kegiatan keagamaan - Mulai dari kebiasaan kecil namun konsisten Kebiasaan buruk setelah Ramadhan adalah hal yang sering terjadi, namun bukan berarti tidak bisa dihindari. Dengan kesadaran dan komitmen, kita bisa mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama bulan suci. Jangan biarkan Ramadhan berlalu begitu saja tanpa meninggalkan perubahan berarti dalam hidup. Jadikan momen ini sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik secara konsisten.
BERITA24/04/2026 | admin
Kebiasaan Buruk Setelah Ramadhan yang Harus Segera Dihindari
Kebiasaan Buruk Setelah Ramadhan yang Harus Segera Dihindari
Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang melatih kesabaran, meningkatkan ibadah, serta membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Namun, setelah Ramadhan berlalu, tidak sedikit orang yang kembali pada kebiasaan lama yang kurang baik. Jika dibiarkan, hal ini bisa mengurangi bahkan menghilangkan dampak positif yang sudah dibangun selama bulan suci. Lalu, apa saja kebiasaan buruk setelah Ramadhan yang harus segera dihindari? Berikut penjelasannya. 1. Menurunnya Konsistensi Ibadah Selama Ramadhan, kita terbiasa menjalankan ibadah seperti shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, hingga melakukan shalat malam. Namun setelahnya, banyak yang mulai meninggalkan rutinitas tersebut. Padahal, menjaga konsistensi ibadah adalah kunci utama agar keberkahan Ramadhan tetap terasa. Mulailah dengan target kecil, seperti tetap membaca Al-Qur’an setiap hari meski hanya beberapa ayat. 2. Kembali Bermalas-malasan Puasa melatih kita untuk disiplin dan mengatur waktu dengan baik. Sayangnya, setelah Ramadhan, rasa malas sering muncul kembali, baik dalam bekerja, belajar, maupun beribadah. Kebiasaan ini dapat menghambat produktivitas dan membuat hidup terasa tidak terarah. Penting untuk tetap menjaga ritme aktivitas seperti saat Ramadhan. 3. Pola Makan Tidak Terjaga Saat Ramadhan, pola makan lebih teratur dengan waktu sahur dan berbuka. Namun setelahnya, banyak orang kembali makan secara berlebihan atau tidak terkontrol. Hal ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat menurunkan energi dan semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. 4. Lalai dalam Menjaga Lisan dan Perilaku Ramadhan mengajarkan kita untuk menjaga ucapan dan perilaku. Namun setelahnya, kebiasaan seperti bergosip, berkata kasar, atau mudah marah sering kembali muncul. Padahal, menjaga lisan adalah bagian penting dari akhlak yang baik. Usahakan tetap menjaga sikap dan perkataan dalam setiap kondisi. 5. Berkurangnya Kepedulian Sosial Di bulan Ramadhan, semangat berbagi dan bersedekah meningkat. Sayangnya, kebiasaan ini sering menurun setelah Ramadhan berakhir. Padahal, berbagi tidak terbatas pada waktu tertentu saja. Menjadikan sedekah sebagai kebiasaan akan memberikan dampak positif, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. 6. Melupakan Tujuan Ramadhan Tujuan utama Ramadhan adalah meningkatkan ketakwaan. Namun setelah bulan tersebut berlalu, banyak orang kembali menjalani hidup tanpa arah spiritual yang jelas. Penting untuk terus mengingat tujuan tersebut agar perubahan yang terjadi selama Ramadhan tidak hanya bersifat sementara. Cara Menghindari Kebiasaan Buruk Setelah Ramadhan Agar tetap istiqomah, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan: - Buat target ibadah harian yang realistis - Jaga lingkungan yang positif - Biasakan evaluasi diri secara rutin - Tetap mengikuti kajian atau kegiatan keagamaan - Mulai dari kebiasaan kecil namun konsisten Kebiasaan buruk setelah Ramadhan adalah hal yang sering terjadi, namun bukan berarti tidak bisa dihindari. Dengan kesadaran dan komitmen, kita bisa mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama bulan suci. Jangan biarkan Ramadhan berlalu begitu saja tanpa meninggalkan perubahan berarti dalam hidup. Jadikan momen ini sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik secara konsisten.
BERITA24/04/2026 | admin
Keutamaan Saling Memaafkan yang Membuka Pintu Rezeki
Keutamaan Saling Memaafkan yang Membuka Pintu Rezeki
Dalam perjalanan hidup, gesekan dan kesalahpahaman hampir mustahil dihindari. Entah itu dengan anggota keluarga, sahabat lama, atau rekan kerja rasa sakit hati bisa datang kapan saja tanpa permisi. Namun di sinilah Islam hadir dengan ajaran yang tampak sederhana, namun menyimpan kekuatan luar biasa, yaitu saling memaafkan. Lebih dari sekadar mendamaikan dua hati yang berseteru, memaafkan ternyata menyimpan keutamaan yang jauh lebih dalam termasuk membuka pintu rezeki dari arah yang tak terduga. 1. Memaafkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Saling memaafkan merupakan perintah dalam Islam yang menunjukkan ketaatan seorang hamba kepada Allah. Dalam Al-Qur’an disebutkan: “Wal ya’fu wal yashfahu, ala tuhibbuna an yaghfirallahu lakum” Ayat ini mengandung logika spiritual yang indah: saat kita rela memaafkan kesalahan orang lain, kita sedang menanam benih agar Allah pun berkenan mengampuni dosa-dosa kita. Sebuah pertukaran yang terasa tidak imbang, tapi justru sangat menguntungkan kita. 2. Memaafkan menenangkan hati dan pikiran Orang yang menyimpan dendam biasanya akan terus terbebani secara emosional. Hal ini bisa mengganggu ketenangan hidup dan bahkan memengaruhi kesehatan mental. Sebaliknya, ketika seseorang memilih untuk memaafkan, ada sesuatu yang terlepas dari dalam dada. Hati terasa lebih ringan, pikiran lebih jernih, dan hidup kembali terasa bermakna. Inilah yang dalam Islam disebut sakinah, ketenangan yang bukan berasal dari luar, melainkan tumbuh dari dalam. 3. Membuka peluang rezeki melalui pikiran yang jernih Hati yang bersih dari dendam membuat seseorang lebih fokus dan produktif dalam menjalani aktivitas. Pikiran yang jernih membantu dalam mengambil keputusan yang tepat, sehingga peluang rezeki lebih mudah datang, baik dalam pekerjaan, usaha, maupun kesempatan lainnya. 4. Mempererat hubungan sosial dan jaringan Saling memaafkan dapat memperbaiki hubungan yang sempat renggang. Hubungan yang baik dengan orang lain akan menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling mendukung. Dari sinilah peluang rezeki sering muncul, seperti kerja sama, rekomendasi, atau bantuan dari orang lain. 5. Memaafkan adalah tanda kekuatan diri Salah kaprah yang masih banyak beredar adalah anggapan bahwa memaafkan berarti kalah atau lemah. Padahal justru sebaliknya. Menahan amarah ketika sebenarnya mampu membalas, lalu memilih untuk memaafkan. Hal tersebut adalah tanda kedewasaan emosional yang tidak semua orang sanggup mencapainya. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang kuat bukanlah yang menang dalam pergulatan fisik, melainkan yang mampu mengendalikan dirinya saat marah. Memaafkan adalah puncak dari pengendalian diri itu. 6. Menghindarkan diri dari hidup yang penuh kebencian Dendam yang terus dipelihara hanya akan menambah beban hidup. Dengan memaafkan, seseorang bisa terbebas dari perasaan negatif yang menghambat kebahagiaan. Hidup pun menjadi lebih ringan dan penuh rasa syukur. 7. Mendatangkan keberkahan dalam rezeki Dalam Islam, rezeki tidak semata diukur dari angka di rekening atau tumpukan harta. Ada dimensi lain yang tak kalah penting: keberkahan. Rezeki yang berkah adalah rezeki yang terasa cukup meski tidak berlebih, yang mendatangkan ketenangan bukan kegelisahan, dan yang menjadi sebab kebaikan bukan perpecahan. Orang yang hatinya bersih cenderung merasakan kecukupan dan ketenangan dalam hidup. Inilah salah satu bentuk rezeki yang sering tidak disadari, tetapi sangat berharga. 8. Investasi kebaikan jangka panjang Memaafkan adalah investasi dalam kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi seiring waktu akan membawa kebaikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan sosial dan kelancaran rezeki. Keutamaan saling memaafkan bukan hanya tentang memperbaiki hubungan dengan sesama, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan Allah. Dari sikap sederhana ini, pintu rezeki bisa terbuka dengan cara yang tidak disangka-sangka. "Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari & Muslim)
BERITA24/04/2026 | admin
Keutamaan Kurban dalam Islam: Hikmah, Dalil, dan Manfaat Spiritual yang Jarang Diketahui
Keutamaan Kurban dalam Islam: Hikmah, Dalil, dan Manfaat Spiritual yang Jarang Diketahui
Keutamaan kurban dalam Islam merupakan salah satu aspek penting yang perlu dipahami oleh setiap Muslim, khususnya ketika memasuki bulan Dzulhijjah. Ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi memiliki makna yang sangat dalam, baik dari sisi spiritual, sosial, maupun ketaatan kepada Allah SWT. Dalam kehidupan seorang Muslim, kurban menjadi simbol pengorbanan, keikhlasan, dan bentuk nyata dari ketakwaan. Sebagai umat Islam, memahami keutamaan kurban dalam Islam akan membantu kita menjalankan ibadah ini dengan lebih penuh kesadaran dan keimanan. Artikel ini akan mengulas secara lengkap hikmah, dalil, serta manfaat spiritual yang sering kali jarang disadari oleh banyak orang. Pengertian Kurban dalam Islam Secara bahasa, kurban berasal dari kata “qarraba” yang berarti mendekatkan diri. Dalam istilah syariat, kurban adalah menyembelih hewan tertentu pada waktu tertentu dengan niat ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini dilaksanakan setiap tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik. Hewan yang dikurbankan biasanya berupa kambing, domba, sapi, atau unta yang memenuhi syarat tertentu. Dalil Tentang Kurban 1. Dalil dari Al-Qur’an Allah SWT berfirman: “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”(QS. Al-Kautsar: 2) Ayat ini menjadi dasar kuat bahwa ibadah kurban adalah perintah langsung dari Allah SWT. Hal ini menunjukkan betapa besar keutamaan kurban dalam Islam sebagai bentuk ketaatan. 2. Dalil dari Hadis Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada suatu amalan yang dilakukan oleh anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai oleh Allah selain menyembelih hewan kurban.”(HR. Tirmidzi) Hadis ini menegaskan bahwa kurban adalah amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Keutamaan Kurban dalam Islam yang Perlu Diketahui 1. Bentuk Ketaatan kepada Allah SWT Salah satu keutamaan kurban dalam Islam adalah sebagai bentuk ketaatan total kepada Allah SWT. Ibadah ini meneladani kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Ketaatan tersebut menunjukkan bahwa seorang hamba harus siap mengorbankan apa pun demi menjalankan perintah Allah. 2. Mendekatkan Diri kepada Allah Kurban adalah sarana untuk meningkatkan hubungan spiritual dengan Allah. Dengan berkurban, seorang Muslim menunjukkan kecintaannya kepada Allah di atas segala hal. Allah SWT berfirman: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”(QS. Al-Hajj: 37) Ayat ini mempertegas bahwa inti dari keutamaan kurban dalam Islam adalah ketakwaan. 3. Menghapus Dosa Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa setiap tetesan darah hewan kurban dapat menjadi penghapus dosa bagi orang yang berkurban. Ini menjadi peluang besar bagi umat Islam untuk membersihkan diri dari kesalahan yang telah lalu. 4. Mendapat Pahala Berlipat Ganda Ibadah kurban memiliki pahala yang sangat besar. Bahkan disebutkan bahwa setiap bagian dari hewan kurban akan menjadi kebaikan. Hal ini menjadikan keutamaan kurban dalam Islam sebagai investasi akhirat yang sangat berharga. 5. Menumbuhkan Rasa Ikhlas dan Rela Berkorban Kurban mengajarkan nilai keikhlasan. Tidak semua orang mampu mengeluarkan hartanya untuk membeli hewan kurban. Namun, bagi yang melakukannya dengan ikhlas, mereka akan merasakan kedamaian hati dan kepuasan spiritual. Hikmah Kurban dalam Kehidupan Sehari-hari 1. Menguatkan Kepedulian Sosial Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan solidaritas sosial. Melalui kurban, kesenjangan sosial dapat sedikit berkurang, dan kebahagiaan dapat dirasakan bersama. 2. Mengurangi Sifat Cinta Dunia Manusia cenderung mencintai harta. Dengan berkurban, kita dilatih untuk tidak terlalu terikat pada dunia. Inilah salah satu hikmah penting dari keutamaan kurban dalam Islam yang sering tidak disadari. 3. Mempererat Ukhuwah Islamiyah Proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban biasanya dilakukan secara bersama-sama. Hal ini mempererat hubungan antar sesama Muslim. Manfaat Spiritual Kurban yang Jarang Diketahui 1. Melatih Keteguhan Iman Ibadah kurban bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang keyakinan. Orang yang berkurban menunjukkan bahwa ia yakin terhadap janji Allah. 2. Membersihkan Hati Kurban membantu membersihkan hati dari sifat kikir, sombong, dan cinta dunia yang berlebihan. 3. Mendekatkan pada Nilai Tawakal Setelah berkurban, seorang Muslim belajar untuk bertawakal kepada Allah atas rezeki yang ia keluarkan. Ini adalah bagian dari keutamaan kurban dalam Islam yang memiliki dampak jangka panjang dalam kehidupan spiritual. Kesalahan Umum dalam Memahami Kurban Menganggap kurban hanya sebagai tradisi tahunan Tidak memahami niat ibadah Kurang memperhatikan syarat hewan kurban Mengabaikan pembagian daging yang adil Memahami keutamaan kurban dalam Islam dapat membantu kita menghindari kesalahan-kesalahan tersebut. Tips Agar Kurban Lebih Bermakna Niatkan ibadah semata-mata karena Allah Pilih hewan terbaik sesuai kemampuan Libatkan keluarga dalam proses kurban Perbanyak dzikir dan doa selama hari tasyrik Pada akhirnya, keutamaan kurban dalam Islam tidak hanya terletak pada penyembelihan hewan, tetapi pada makna mendalam di baliknya. Kurban adalah simbol ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan memahami hikmah, dalil, dan manfaat spiritualnya, kita dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih maksimal dan penuh kesadaran. Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu mengambil pelajaran dari ibadah kurban dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
BERITA24/04/2026 | admin
Panduan Lengkap dari Niat hingga Pembagian Daging
Panduan Lengkap dari Niat hingga Pembagian Daging
Ibadah kurban merupakan salah satu syariat penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap Hari Raya Iduladha dan hari-hari tasyrik. Bagi seorang Muslim, memahami tata cara kurban sesuai sunnah bukan hanya soal teknis penyembelihan, tetapi juga mencerminkan ketaatan kepada Allah SWT serta meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk mengetahui panduan lengkap mulai dari niat hingga pembagian daging agar ibadah ini diterima dan bernilai maksimal di sisi Allah. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci dan mudah dipahami mengenai tata cara kurban sesuai sunnah, sehingga dapat menjadi pedoman praktis bagi setiap Muslim yang ingin menjalankan ibadah kurban dengan benar. Pengertian dan Hukum Kurban Kurban atau udhiyah adalah penyembelihan hewan ternak tertentu pada waktu tertentu dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an dan Hadis. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Kautsar: 2: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum kurban adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), terutama bagi yang mampu. Niat dalam Berkurban Niat merupakan hal pertama dan utama dalam tata cara kurban sesuai sunnah. Niat harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT, bukan untuk riya atau pamer. Niat tidak harus dilafalkan, cukup di dalam hati. Namun, melafalkan niat diperbolehkan untuk membantu menghadirkan kesungguhan. Contoh niat: “Saya niat berkurban karena Allah Ta’ala.” Syarat Hewan Kurban Dalam menjalankan tata cara kurban sesuai sunnah, pemilihan hewan sangat penting. Hewan yang boleh dijadikan kurban antara lain: Kambing atau domba (minimal usia 1 tahun atau sudah berganti gigi) Sapi atau kerbau (minimal usia 2 tahun) Unta (minimal usia 5 tahun) Ciri-ciri Hewan yang Sah untuk Kurban: Tidak cacat (tidak buta, pincang, atau sakit parah) Tidak terlalu kurus Sehat dan cukup umur Rasulullah SAW bersabda: “Empat jenis hewan yang tidak sah dijadikan kurban: yang jelas buta, yang jelas sakit, yang pincang, dan yang sangat kurus.” (HR. Abu Dawud) Waktu Penyembelihan Waktu penyembelihan merupakan bagian penting dalam tata cara kurban sesuai sunnah. Penyembelihan dilakukan: Setelah shalat Iduladha (10 Dzulhijjah) Hingga hari tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah) Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa menyembelih sebelum shalat Id, maka itu hanyalah daging biasa.” (HR. Bukhari dan Muslim) Tata Cara Penyembelihan Sesuai Sunnah Berikut langkah-langkah penyembelihan dalam tata cara kurban sesuai sunnah: 1. Menghadapkan Hewan ke Kiblat Hewan dibaringkan dengan posisi miring ke kiri dan menghadap kiblat. 2. Membaca Basmalah dan Takbir Saat menyembelih, membaca: “Bismillah, Allahu Akbar.” 3. Menggunakan Pisau Tajam Pisau harus tajam agar tidak menyakiti hewan secara berlebihan. 4. Memotong Saluran yang Tepat Memotong tiga saluran utama: Saluran pernapasan (trakea) Saluran makanan (esofagus) Pembuluh darah 5. Tidak Menyiksa Hewan Dalam tata cara kurban sesuai sunnah, ditekankan agar hewan diperlakukan dengan baik sebelum disembelih. Sunnah bagi Orang yang Berkurban Ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan bagi orang yang berkurban: Tidak memotong rambut dan kuku sejak awal Dzulhijjah hingga hewan disembelih Menyembelih sendiri jika mampu Menyaksikan proses penyembelihan Hal ini menunjukkan kesempurnaan dalam menjalankan tata cara kurban sesuai sunnah. Pembagian Daging Kurban Pembagian daging merupakan tahap akhir dalam tata cara kurban sesuai sunnah. Pembagian dilakukan dengan adil dan sesuai syariat. Pembagian yang Dianjurkan: Sepertiga untuk diri sendiri dan keluarga Sepertiga untuk kerabat dan tetangga Sepertiga untuk fakir miskin Namun, pembagian ini tidak wajib, melainkan anjuran. Larangan dalam Pembagian: Tidak boleh menjual bagian dari hewan kurban Tidak boleh memberikan upah kepada penyembelih dari daging kurban Hikmah Ibadah Kurban Ibadah kurban memiliki banyak hikmah, antara lain: Mendekatkan diri kepada Allah SWT Menumbuhkan rasa empati terhadap sesama Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim AS Mengajarkan keikhlasan dan pengorbanan Dengan memahami tata cara kurban sesuai sunnah, seorang Muslim dapat meraih hikmah ini secara maksimal. Kesalahan yang Sering Terjadi Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam praktik kurban: Menyembelih sebelum shalat Id Memilih hewan yang tidak memenuhi syarat Tidak memperhatikan niat Pembagian daging yang tidak tepat Menghindari kesalahan ini merupakan bagian dari menjalankan tata cara kurban sesuai sunnah dengan benar. Sebagai ibadah yang sarat makna, kurban bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga bentuk nyata ketaatan dan kecintaan kepada Allah SWT. Dengan memahami dan menerapkan tata cara kurban sesuai sunnah, umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih sempurna dan penuh keberkahan. Dari niat yang tulus, pemilihan hewan yang sesuai syariat, proses penyembelihan yang benar, hingga pembagian daging yang adil, semuanya merupakan rangkaian ibadah yang tidak boleh diabaikan. Semoga panduan ini dapat membantu setiap Muslim dalam menjalankan ibadah kurban dengan lebih baik dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Kini berkurban jadi makin mudah! Cukup hubungi kami, tim BAZNAS DIY siap menjemput dana kurban Anda langsung ke lokasi.Kambing : Rp. 3.200.000Sapi : Rp. 3.700.000Atau transfer melalui rekening BSI : 309-12-2019-8Tambahkan kode unik 021 dibelakang nominal transfer untuk memudahkan verifikasiHubungi kami sekarang dan wujudkan kurban terbaikmu bersama BAZNAS DIY!Layanan BAZNAS DIY: 0852-2122-2616Amanah, praktis, dan penuh berkah!#kurbandibaznasdiyaja #BAZNASDIY #JemputKurban #iduladha #sedekahdibaznasdiyaja #zakatdibaznasdiyaja
BERITA24/04/2026 | admin
Hukum Kurban bagi yang Mampu: Wajib atau Sunnah, Ini Penjelasan Ulama Lengkap
Hukum Kurban bagi yang Mampu: Wajib atau Sunnah, Ini Penjelasan Ulama Lengkap
Ibadah kurban merupakan salah satu syariat penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dan hari-hari tasyrik. Ibadah ini memiliki makna spiritual yang sangat dalam, karena mengajarkan keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian sosial. Namun, sering muncul pertanyaan di tengah umat Islam: hukum kurban bagi yang mampu itu sebenarnya wajib atau hanya sunnah? Pertanyaan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis. Banyak kaum muslimin yang memiliki kemampuan finansial, namun masih ragu untuk berkurban karena belum memahami hukumnya secara jelas. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas secara lengkap pandangan para ulama mengenai hukum kurban bagi yang mampu, dilengkapi dengan dalil Al-Qur’an, hadis, serta pendapat para imam mazhab. Pengertian Kurban dalam Islam Secara bahasa, kurban berasal dari kata “qaruba” yang berarti dekat. Dalam konteks syariat, kurban adalah menyembelih hewan tertentu dengan niat ibadah kepada Allah SWT pada waktu yang telah ditentukan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.”(QS. Al-Kautsar: 2) Ayat ini menjadi salah satu dasar utama disyariatkannya kurban dalam Islam. Dalil Tentang Kurban Selain ayat di atas, terdapat banyak hadis yang menjelaskan keutamaan kurban, di antaranya: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban.”(HR. Tirmidzi) Hadis ini menunjukkan betapa besar nilai ibadah kurban di sisi Allah SWT. Pendapat Ulama tentang Hukum Kurban bagi yang Mampu 1. Pendapat yang Mengatakan Wajib Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum kurban bagi yang mampu adalah wajib. Pendapat ini dianut oleh: Mazhab Hanafi Sebagian ulama salaf Mereka berdalil dengan hadis Rasulullah SAW: “Barang siapa yang memiliki kelapangan (harta) namun tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.”(HR. Ahmad dan Ibnu Majah) Menurut mereka, ancaman dalam hadis ini menunjukkan kewajiban. Jika tidak wajib, maka tidak mungkin Rasulullah memberikan peringatan sekeras itu. 2. Pendapat yang Mengatakan Sunnah Muakkad Mayoritas ulama, termasuk: Mazhab Syafi’i Mazhab Maliki Mazhab Hanbali berpendapat bahwa hukum kurban bagi yang mampu adalah sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan). Mereka berargumen bahwa: Rasulullah SAW tidak mewajibkan secara tegas kepada seluruh umatnya Ada sahabat yang tidak berkurban dan tidak diingkari oleh Nabi Dalam sebuah hadis disebutkan: “Jika kalian melihat hilal Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin berkurban…”(HR. Muslim) Kata “ingin” dalam hadis tersebut menunjukkan bahwa kurban tidak bersifat wajib, melainkan pilihan yang sangat dianjurkan. Analisis Perbedaan Pendapat Perbedaan pendapat mengenai hukum kurban bagi yang mampu sebenarnya merupakan bentuk keluasan dalam fiqih Islam. Hal ini terjadi karena perbedaan dalam memahami dalil: Ulama yang mewajibkan melihat adanya perintah dan ancaman Ulama yang mensunnahkan melihat konteks pilihan dan praktik sahabat Namun, kedua pendapat sepakat bahwa: Kurban adalah ibadah yang sangat dianjurkan Meninggalkannya bagi yang mampu adalah sesuatu yang tidak baik Siapa yang Termasuk “Mampu”? Dalam pembahasan hukum kurban bagi yang mampu, penting untuk memahami siapa yang dianggap mampu. Menurut para ulama, seseorang dikatakan mampu jika: Memiliki kelebihan harta setelah kebutuhan pokok terpenuhi Tidak dalam kondisi berhutang yang memberatkan Memiliki kemampuan membeli hewan kurban tanpa mengganggu kebutuhan keluarga Dengan kata lain, kurban tidak dimaksudkan untuk memberatkan, tetapi sebagai bentuk ibadah bagi yang memiliki kelapangan rezeki. Hikmah dan Keutamaan Kurban Di bagian tengah pembahasan ini, penting untuk kembali menegaskan bahwa memahami hukum kurban bagi yang mampu tidak cukup hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari hikmahnya. 1. Bentuk Ketaatan kepada Allah Kurban meneladani kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya demi ketaatan kepada Allah. 2. Meningkatkan Kepedulian Sosial Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin, sehingga membantu pemerataan kesejahteraan. 3. Membersihkan Harta Sebagaimana zakat, kurban juga menjadi sarana menyucikan harta yang dimiliki. 4. Mendekatkan Diri kepada Allah Kurban adalah bentuk ibadah yang sangat dicintai Allah SWT. Konsekuensi Meninggalkan Kurban Bagi yang memahami hukum kurban bagi yang mampu, penting juga mengetahui konsekuensi meninggalkannya: Menurut pendapat wajib: berdosa jika ditinggalkan Menurut pendapat sunnah: kehilangan pahala besar dan keutamaan Meskipun ada perbedaan, para ulama sepakat bahwa meninggalkan kurban tanpa alasan yang jelas adalah perbuatan yang kurang baik. Tips Melaksanakan Kurban dengan Benar Agar ibadah kurban lebih maksimal, berikut beberapa tips: Niat yang ikhlas karena Allah Memilih hewan yang sehat dan memenuhi syarat Menyembelih pada waktu yang ditentukan Membagikan daging secara adil Tidak riya dalam beribadah Sebagai penutup, dapat disimpulkan bahwa hukum kurban bagi yang mampu memiliki dua pendapat utama di kalangan ulama: Wajib menurut mazhab Hanafi Sunnah muakkad menurut mayoritas ulama Meskipun terdapat perbedaan, keduanya sepakat bahwa kurban adalah ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang memiliki kemampuan. Dalam kehidupan sehari-hari, seorang muslim sebaiknya mengambil sikap hati-hati dengan berusaha melaksanakan kurban jika mampu. Hal ini karena ibadah kurban tidak hanya berdimensi hukum, tetapi juga sarat dengan nilai spiritual dan sosial. Dengan memahami hukum kurban bagi yang mampu, diharapkan umat Islam semakin terdorong untuk melaksanakan ibadah ini dengan penuh keikhlasan dan kesadaran. Kini berkurban jadi makin mudah! Cukup hubungi kami, tim BAZNAS DIY siap menjemput dana kurban Anda langsung ke lokasi.Kambing : Rp. 3.200.000Sapi : Rp. 3.700.000Atau transfer melalui rekening BSI : 309-12-2019-8Tambahkan kode unik 021 dibelakang nominal transfer untuk memudahkan verifikasiHubungi kami sekarang dan wujudkan kurban terbaikmu bersama BAZNAS DIY!Layanan BAZNAS DIY: 0852-2122-2616Amanah, praktis, dan penuh berkah!#kurbandibaznasdiyaja #BAZNASDIY #JemputKurban #iduladha #sedekahdibaznasdiyaja #zakatdibaznasdiyaja
BERITA24/04/2026 | admin
BAZNAS DIY Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk Pelaku Usaha Es di Wedomartani
BAZNAS DIY Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk Pelaku Usaha Es di Wedomartani
Sleman — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran bantuan modal usaha. Kali ini, bantuan diberikan kepada Bapak Mochammad Ilham, seorang pelaku usaha es yang berlokasi di Wedomartani, Sleman. Bantuan modal usaha tersebut disalurkan sebagai bentuk dukungan BAZNAS DIY dalam membantu mustahik mengembangkan usaha kecil agar lebih mandiri dan berkelanjutan. Usaha es yang dijalankan oleh Bapak Ilham diharapkan dapat semakin berkembang sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga. Perwakilan BAZNAS DIY menyampaikan bahwa program bantuan modal usaha ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi umat, khususnya bagi pelaku usaha mikro yang memiliki semangat untuk bangkit dan berkembang. Dengan adanya tambahan modal, diharapkan usaha yang dijalankan dapat lebih optimal, baik dari segi produksi maupun pelayanan kepada pelanggan. Bapak Mochammad Ilham menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti untuk mengembangkan usahanya, terutama dalam menambah peralatan dan bahan baku. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu saya untuk mengembangkan usaha es yang saya jalankan. Semoga ke depannya usaha ini bisa semakin maju dan memberikan manfaat bagi keluarga,” ungkapnya. BAZNAS DIY terus berupaya menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, tidak hanya dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga produktif. Diharapkan, melalui program ini, para penerima manfaat dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki di masa yang akan datang.
BERITA24/04/2026 | admin
Semangat Usaha Tak Padam, BAZNAS DIY Dukung Pelaku Jajanan Pasar di Girikerto
Semangat Usaha Tak Padam, BAZNAS DIY Dukung Pelaku Jajanan Pasar di Girikerto
Sleman — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menyalurkan bantuan modal usaha kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Ibu Ngatini, seorang pelaku usaha jajanan pasar di Girikerto, Turi, Sleman. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi BAZNAS DIY yang bertujuan untuk mendorong kemandirian mustahik melalui penguatan usaha mikro. Ibu Ngatini diketahui telah lama menjalankan usaha pembuatan jajanan pasar yang menjadi salah satu sumber penghasilan utama bagi keluarganya. Dengan adanya bantuan modal usaha ini, diharapkan Ibu Ngatini dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas variasi jajanan, serta menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, dukungan ini juga diharapkan mampu memperkuat keberlangsungan usaha yang telah dirintisnya. Perwakilan BAZNAS DIY menyampaikan bahwa bantuan ini tidak hanya sekadar dukungan finansial, tetapi juga bentuk kepedulian agar para pelaku usaha kecil dapat terus berkembang dan berdaya saing. Ibu Ngatini pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia berharap usahanya dapat semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarganya. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk menambah bahan dan perlengkapan usaha. Semoga usaha saya bisa semakin berkembang,” ungkapnya. BAZNAS DIY berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan, sehingga para mustahik dapat bangkit dan meningkatkan taraf hidupnya secara bertahap.
BERITA24/04/2026 | admin
BAZNAS DIY Hadiri Pembinaan dan Rakor Pengelola Zakat se-DIY
BAZNAS DIY Hadiri Pembinaan dan Rakor Pengelola Zakat se-DIY
Yogyakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti kegiatan pembinaan dan rapat koordinasi (rakor) lembaga pengelola zakat se-DIY yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kanwil Kemenag DIY lantai 3 dan dihadiri oleh BAZNAS kabupaten/kota serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-DIY. Rakor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar lembaga pengelola zakat dalam meningkatkan tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyelaraskan program serta memperkuat koordinasi dalam pengelolaan zakat di wilayah DIY. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kemenag DIY, Bapak Nurhuda, memberikan arahan kepada seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga pengelola zakat agar potensi zakat di DIY dapat dioptimalkan secara maksimal. “Pengelolaan zakat harus dilakukan secara amanah, profesional, dan sesuai regulasi yang berlaku. Sinergi antara BAZNAS dan LAZ menjadi kunci dalam memperluas manfaat zakat bagi masyarakat,” ujar Nurhuda. BAZNAS DIY menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas lembaga. Dengan adanya pembinaan dan rakor ini, diharapkan seluruh pengelola zakat di DIY semakin solid dalam menjalankan tugas serta mampu menghadirkan program-program pemberdayaan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Melalui kegiatan ini, BAZNAS DIY bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
BERITA23/04/2026 | admin
Wakil Ketua IV BAZNAS DIY Hadiri Pelantikan Pengurus BWI DIY
Wakil Ketua IV BAZNAS DIY Hadiri Pelantikan Pengurus BWI DIY
Yogyakarta – Wakil Ketua IV BAZNAS DIY, H. Ahmad Lutfi, S.S., M.A., menghadiri acara pelantikan pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Daerah Istimewa Yogyakarta yang dilaksanakan di Aula Kanwil Kementerian Agama DIY, Jalan Sukonandi, Yogyakarta. Acara pelantikan tersebut berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh serta tamu undangan dari berbagai kalangan. Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran pengurus BWI dalam mengelola dan mengembangkan wakaf di wilayah DIY. Dalam kesempatan tersebut, H. Ahmad Lutfi, S.S., M.A. menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik serta harapannya agar dapat menjalankan amanah dengan baik. “Semoga kepengurusan yang baru dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab dan memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan wakaf di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya. Pelantikan ini diharapkan mampu mendorong pengelolaan wakaf yang lebih optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
BERITA22/04/2026 | admin
BAZNAS DIY Hadirkan Layanan Jemput ZIS di SMA N 1 Banguntapan
BAZNAS DIY Hadirkan Layanan Jemput ZIS di SMA N 1 Banguntapan
Bantul – BAZNAS DIY menghadirkan layanan jemput Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di SMA Negeri 1 Banguntapan sebagai upaya memudahkan penyaluran dana sosial keagamaan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini disambut antusias oleh para guru, karyawan, serta siswa yang turut berpartisipasi dalam menunaikan ZIS. Layanan jemput ini memberikan kemudahan bagi para muzaki untuk menyalurkan donasinya tanpa harus datang langsung ke kantor layanan. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas hadirnya layanan tersebut karena dinilai membantu menumbuhkan kepedulian sosial serta semangat berbagi di kalangan warga sekolah. Melalui layanan jemput ZIS ini, diharapkan semakin banyak masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, yang tergerak untuk berpartisipasi dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara rutin dan terarah. BAZNAS DIY terus berkomitmen memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat guna mendukung optimalisasi pengumpulan ZIS sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi para penerima manfaat.
BERITA22/04/2026 | admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lihat Daftar Rekening →