WhatsApp Icon
BAZNAS DIY dan Kanwil Kemenag DIY Gelar Rapat Pleno Permohonan Legalisasi Operasional Lembaga Zakat

 

Yogyakarta — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY mengadakan rapat pleno terkait permohonan legalisasi operasional lembaga zakat di Provinsi DIY. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat 3 Lantai 2 Kanwil Kemenag DIY selasa, 2/2/2026.

Rapat pleno ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan penataan lembaga zakat agar dapat beroperasi secara resmi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melalui forum ini, diharapkan pengelolaan zakat di wilayah DIY dapat berjalan lebih terstruktur, akuntabel, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua IV BAZNAS DIY, H. Ahmad Lutfi, SS., MA. Sementara dari pihak Kanwil Kemenag DIY hadir H. Ujang Sihabudin, S.Ag., M.Si beserta jajaran.

 

Sinergi antara BAZNAS DIY dan Kanwil Kemenag DIY ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola zakat serta memastikan lembaga-lembaga zakat yang beroperasi di DIY memiliki legalitas yang jelas dan mampu menjalankan fungsi penghimpunan serta pendistribusian zakat secara profesional.

03/02/2026 | Kontributor: admin
BAZNAS DIY Hadiri Acara KID DIY tentang Standar Layanan Informasi Publik bagi Lembaga Filantropi

 

Yogyakarta — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Daerah (KID) DIY terkait standar layanan informasi publik bagi lembaga filantropi yang ada di wilayah DIY. Acara ini berlangsung di Kantor Kalurahan Jagalan pada Selasa, 3 Februari 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta memperkuat penerapan standar layanan informasi publik di lingkungan lembaga filantropi, sehingga tata kelola organisasi dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip keterbukaan informasi.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai lembaga filantropi se-DIY, termasuk BAZNAS DIY, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan informasi yang baik dan profesional.

Melalui forum ini, diharapkan seluruh lembaga filantropi di DIY dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam penyediaan informasi yang jelas, mudah diakses, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

 

BAZNAS DIY menyambut baik kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar lembaga filantropi serta mendukung terwujudnya pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang lebih transparan dan terpercaya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

03/02/2026 | Kontributor: admin
Dinas Sosial Gelar Rapat Koordinasi Pengembangan SLRT Tahun 2026 di Sriharjo

 

Bantul — Dinas Sosial menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengembangan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Tahun 2026 di Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat layanan sosial terpadu melalui sinergi lintas sektor di tingkat daerah.

 

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyusun arah kebijakan serta strategi pengembangan SLRT tahun 2026 agar pelaksanaan pelayanan dan rujukan sosial dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan tepat sasaran.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, Lurah Sriharjo, serta perwakilan pemerintah kalurahan, pendamping sosial, operator SLRT, BAZNAS DIY, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang berperan dalam penyelenggaraan layanan sosial.

 

Dalam rapat tersebut dibahas evaluasi pelaksanaan SLRT yang telah berjalan, termasuk berbagai tantangan di lapangan, penguatan kelembagaan SLRT, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola layanan.

 

Selain itu, forum ini menekankan pentingnya optimalisasi mekanisme rujukan antar lembaga layanan, khususnya kolaborasi antara SLRT, BAZNAS DIY, pemerintah kalurahan, dan OPD terkait agar penanganan masyarakat rentan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.

 

Kegiatan ini menghadirkan H. Jazilus Sakhok, MA, Ph.D., Wakil Ketua II BAZNAS DIY, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menegaskan peran SLRT sebagai garda terdepan pelayanan sosial yang berkelanjutan serta menyampaikan berbagai program strategis BAZNAS DIY yang dapat dikolaborasikan dengan SLRT dan pemerintah kalurahan dalam memperkuat pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.

 

Melalui rapat koordinasi ini, Dinas Sosial berharap pengembangan SLRT Tahun 2026 dapat berjalan lebih optimal, memperkuat sinergi lintas sektor, serta meningkatkan kualitas pelayanan sosial demi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

03/02/2026 | Kontributor: admin
Nisfu Syaban: Malam Penuh Ampunan dan Persiapan Menuju Ramadan

 

Nisfu Syaban merupakan salah satu momen istimewa dalam kalender Islam yang selalu dinantikan oleh umat Muslim. Kata nisfu berarti pertengahan, sedangkan Syaban adalah nama bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Dengan demikian, Nisfu Syaban merujuk pada pertengahan bulan Syaban, tepatnya malam tanggal 15 Syaban. Malam ini diyakini sebagai waktu yang penuh keberkahan, ampunan, serta kesempatan untuk memperbaiki diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Makna dan Kedudukan Bulan Syaban

Bulan Syaban memiliki kedudukan khusus dalam Islam. Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang banyak berpuasa sunnah di bulan ini. Dalam sebuah hadis, Aisyah r.a. menyebutkan bahwa Rasulullah SAW sering berpuasa di bulan Syaban hingga seakan-akan hampir menghabiskan seluruh hari-harinya dengan puasa. Hal ini menunjukkan bahwa Syaban adalah bulan persiapan ruhani sebelum datangnya Ramadan.

Nisfu Syaban, sebagai puncak pertengahan bulan ini, dipandang sebagai momentum evaluasi diri. Umat Islam diajak untuk merenungkan amal perbuatan yang telah dilakukan, memperbanyak taubat, serta menata niat agar kelak memasuki Ramadan dalam kondisi iman yang lebih kuat.

Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Banyak ulama menjelaskan bahwa malam Nisfu Syaban memiliki keutamaan tersendiri. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa pada malam ini Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya. Doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan diharapkan mendapat perhatian khusus dari Allah SWT.

Keutamaan malam Nisfu Syaban juga sering dikaitkan dengan pengampunan dosa, kecuali bagi mereka yang masih menyimpan permusuhan, kesyirikan, atau kebencian mendalam kepada sesama. Oleh karena itu, selain memperbaiki hubungan dengan Allah SWT (hablum minallah), umat Islam juga dianjurkan untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas).

Amalan yang Dianjurkan pada Nisfu Syaban

Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah. Beberapa amalan yang lazim dilakukan antara lain:

  1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
    Nisfu Syaban adalah waktu yang tepat untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu. Istighfar yang diucapkan dengan penuh penyesalan dan tekad untuk memperbaiki diri menjadi kunci utama.

  2. Membaca Al-Qur’an
    Menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan membaca Al-Qur’an dapat menjadi sarana menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Banyak umat Islam memilih membaca surat Yasin atau surat-surat lain sesuai kemampuan.

  3. Berdoa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat
    Doa pada malam Nisfu Syaban sering diisi dengan permohonan keselamatan, kesehatan, kelapangan rezeki, serta keteguhan iman. Intinya adalah memohon yang terbaik untuk kehidupan dunia dan akhirat.

  4. Shalat Sunnah
    Melaksanakan shalat sunnah, baik shalat malam maupun shalat sunnah lainnya, menjadi salah satu bentuk penghambaan yang dianjurkan untuk mengisi malam penuh berkah ini.

  5. Puasa Sunnah di Siang Hari
    Sebagian ulama menganjurkan puasa sunnah pada tanggal 15 Syaban sebagai bentuk ibadah tambahan, meskipun yang lebih ditekankan adalah memperbanyak puasa di bulan Syaban secara umum.

Nisfu Syaban sebagai Momentum Introspeksi Diri

Lebih dari sekadar rutinitas ibadah, Nisfu Syaban seharusnya menjadi momentum introspeksi diri bagi setiap Muslim. Di bulan ini, umat Islam diajak untuk mengevaluasi kualitas ibadah, akhlak, serta hubungan sosial yang telah dijalani selama setahun terakhir.

Pertanyaan sederhana seperti “Apakah shalat kita sudah lebih baik?”, “Apakah lisan kita terjaga dari menyakiti orang lain?”, dan “Apakah hati kita bersih dari dengki dan iri?” menjadi bahan renungan yang sangat relevan. Dengan introspeksi ini, Nisfu Syaban dapat menjadi titik balik menuju perubahan yang lebih baik.

Meluruskan Niat Menyambut Ramadan

Nisfu Syaban juga sering disebut sebagai gerbang menuju Ramadan. Oleh karena itu, meluruskan niat menjadi hal yang sangat penting. Umat Islam dianjurkan untuk menyiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual agar dapat menjalani ibadah Ramadan dengan optimal.

Persiapan ini meliputi pembiasaan ibadah sunnah, menjaga kesehatan, serta memperbaiki manajemen waktu. Dengan demikian, ketika Ramadan tiba, seorang Muslim tidak lagi kaget dengan intensitas ibadah, melainkan sudah siap menjalaninya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Nisfu Syaban adalah malam yang sarat makna dan penuh peluang kebaikan. Ia bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, serta mempersiapkan hati menyambut bulan suci Ramadan. Dengan mengisi Nisfu Syaban melalui ibadah, doa, dan introspeksi diri, semoga kita termasuk hamba-hamba yang mendapatkan rahmat, ampunan, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat.

 

02/02/2026 | Kontributor: admin
Amalan Nisfu Syaban: Membersihkan Hati dan Menguatkan Hubungan dengan Allah

 

Nisfu Syaban bukan hanya dikenal sebagai malam penuh ampunan, tetapi juga sebagai waktu terbaik untuk membersihkan hati dan memperbaiki kualitas hubungan seorang hamba dengan Allah SWT. Pada pertengahan bulan Syaban ini, umat Islam diajak tidak sekadar memperbanyak ibadah lahiriah, melainkan juga menata kembali batin dan niat sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Berbeda dengan malam-malam istimewa lainnya, amalan Nisfu Syaban memiliki penekanan kuat pada keikhlasan, ketulusan, serta upaya memperbaiki hubungan spiritual dan sosial secara seimbang.

Nisfu Syaban dan Pentingnya Kebersihan Hati

Salah satu pesan utama dari Nisfu Syaban adalah pentingnya membersihkan hati dari penyakit batin. Dalam sejumlah riwayat, disebutkan bahwa pada malam ini Allah SWT memberikan ampunan kepada hamba-hamba-Nya, kecuali mereka yang masih menyimpan kebencian, permusuhan, dan kedengkian.

Hal ini menjadi pengingat bahwa ibadah tidak hanya soal banyaknya amal, tetapi juga tentang kondisi hati. Amalan Nisfu Syaban akan lebih bernilai jika disertai usaha untuk menghilangkan rasa iri, dendam, dan permusuhan kepada sesama.

Amalan Nisfu Syaban yang Menyentuh Dimensi Batin

Berikut beberapa amalan Nisfu Syaban yang berfokus pada pembinaan hati dan keikhlasan:

1. Muhasabah Diri Secara Mendalam

Nisfu Syaban adalah waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Seorang Muslim dianjurkan merenungkan perjalanan hidupnya, termasuk kesalahan, kelalaian ibadah, serta sikap yang mungkin melukai orang lain. Muhasabah yang jujur akan melahirkan kesadaran untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

2. Memperbanyak Istighfar dengan Kesadaran Penuh

Istighfar pada Nisfu Syaban bukan sekadar bacaan lisan, tetapi harus disertai penyesalan dan tekad kuat untuk tidak mengulangi dosa. Mengucapkan istighfar dengan hati yang hadir menjadi salah satu amalan Nisfu Syaban yang paling utama.

3. Memaafkan dan Meminta Maaf

Salah satu amalan Nisfu Syaban yang sering terlupakan adalah saling memaafkan. Membersihkan hati dari dendam dan kesalahan masa lalu akan membuka pintu ampunan Allah SWT. Memaafkan orang lain, meskipun berat, merupakan bentuk ibadah yang bernilai tinggi di sisi-Nya.

4. Berdoa untuk Keteguhan Iman

Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, khususnya doa agar diberi keteguhan iman dan istiqamah dalam kebaikan. Doa ini menjadi bekal penting agar kelak mampu menjalani Ramadan dengan penuh kesungguhan.

5. Puasa Sunnah sebagai Latihan Keikhlasan

Puasa sunnah di bulan Syaban, termasuk di sekitar Nisfu Syaban, berfungsi sebagai latihan keikhlasan dan pengendalian diri. Puasa membantu menundukkan hawa nafsu serta melatih kesabaran sebelum datangnya puasa wajib di bulan Ramadan.

Menguatkan Hubungan Sosial di Bulan Syaban

Selain ibadah personal, amalan Nisfu Syaban juga mencakup perbaikan hubungan sosial. Islam menekankan keseimbangan antara hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia. Oleh karena itu, momen Nisfu Syaban dapat dimanfaatkan untuk:

  • Menjalin kembali silaturahmi yang renggang

  • Menghindari konflik dan perselisihan

  • Menumbuhkan empati serta kepedulian kepada sesama

Dengan hubungan sosial yang baik, hati menjadi lebih lapang dan ibadah pun terasa lebih ringan.

Nisfu Syaban sebagai Latihan Menuju Ramadan

Secara spiritual, Nisfu Syaban dapat dipandang sebagai “latihan awal” sebelum memasuki Ramadan. Amalan-amalan yang dilakukan pada malam ini, seperti shalat sunnah, doa, puasa, dan muhasabah, akan membentuk kebiasaan baik yang berlanjut di bulan puasa.

Jika seorang Muslim mampu menjaga kualitas ibadah dan kebersihan hati sejak Nisfu Syaban, maka Ramadan akan dijalani bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebagai perjalanan spiritual yang bermakna.

Amalan Nisfu Syaban bukan hanya tentang memperbanyak ibadah, tetapi juga tentang memperbaiki hati, meluruskan niat, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia. Dengan menjadikan Nisfu Syaban sebagai momentum membersihkan hati dan menata kembali kehidupan spiritual, semoga kita dipertemukan dengan Ramadan dalam keadaan iman yang lebih kuat, jiwa yang lebih tenang, dan hati yang lebih bersih.

02/02/2026 | Kontributor: admin

Berita Terbaru

BAZNAS DIY Serahkan Program BAZNAS Microfinance Masjid di Masjid Al-Amin, Sleman
BAZNAS DIY Serahkan Program BAZNAS Microfinance Masjid di Masjid Al-Amin, Sleman
BAZNAS DIY kembali memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat dengan menyerahkan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) di Masjid Al-Amin, Sleman. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS DIY dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui akses permodalan syariah dan pendampingan usaha. Penyerahan program dilakukan secara langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS DIY, H. Jazilus Sakhok, MA., Ph.D, kepada para penerima manfaat dan pengurus Masjid Al-Amin. Beliau menyampaikan bahwa hadirnya Program BMM diharapkan dapat menumbuhkan unit usaha produktif baru, meningkatkan daya saing UMKM lokal, serta membantu masyarakat memperbaiki perekonomian keluarga. Program BAZNAS Microfinance Masjid sendiri dirancang untuk memberikan akses modal usaha tanpa bunga, pendampingan intensif, serta pelatihan manajemen keuangan dan kewirausahaan. Dengan demikian, penerima manfaat tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga peningkatan kapasitas agar usaha dapat berjalan secara berkelanjutan dan profesional. BAZNAS DIY menegaskan bahwa pendampingan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap pelaku usaha dapat bertumbuh dan memaksimalkan potensi yang dimiliki. Kehadiran program ini di lingkungan Masjid Al-Amin juga diharapkan mampu memperkuat peran masjid sebagai pusat ekonomi umat yang memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat sekitar. Pengurus Masjid Al-Amin menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS DIY atas kehadiran program ini dan berkomitmen untuk mendukung penuh pelaksanaan kegiatan pemberdayaan di lingkungan masjid. Dengan penyerahan Program BAZNAS Microfinance Masjid di Sleman ini, BAZNAS DIY kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi berbasis komunitas dan masjid. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
BERITA12/12/2025 | admin
Momentum HDI 2025, BAZNAS DIY Bantu Modal Usaha dan Kursi Roda bagi Disabilitas
Momentum HDI 2025, BAZNAS DIY Bantu Modal Usaha dan Kursi Roda bagi Disabilitas
Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025, BAZNAS DIY kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian dan kesejahteraan penyandang disabilitas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada Kamis (10/12/2025), BAZNAS DIY menyalurkan bantuan berupa modal usaha dan kebutuhan pendukung mobilitas seperti kursi roda kepada para penyandang disabilitas yang hadir di Kantor BAZNAS DIY. Bantuan modal usaha diberikan kepada para penerima manfaat yang tengah merintis dan mengembangkan usaha, di antaranya usaha jasa pijat serta produksi snack rumahan. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas usaha mereka, meningkatkan pendapatan, serta membuka peluang untuk tumbuh secara mandiri sebagai pelaku ekonomi. Selain modal usaha, BAZNAS DIY juga menyerahkan beberapa unit kursi roda bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan alat bantu mobilitas. Kehadiran bantuan ini menjadi dorongan penting agar para penerima manfaat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah, nyaman, dan bermartabat. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS DIY, H. Jazilus Sakhok, MA., Ph.D, dan Wakil Ketua IV BAZNAS DIY, H. Ahmad Lutfi, SS., MA. Kedua pimpinan tersebut menyampaikan bahwa momentum Hari Disabilitas Internasional menjadi pengingat untuk terus memperkuat inklusi dan kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. BAZNAS DIY menegaskan komitmen untuk selalu menghadirkan program-program yang mendukung pemberdayaan, kemandirian, dan peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas. Melalui bantuan ini, diharapkan para penerima manfaat dapat semakin percaya diri, produktif, dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki sebagai bagian dari masyarakat yang berdaya dan setara.
BERITA11/12/2025 | admin
Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., menghadiri Wisuda Santri ke-IV Majelis Taklim Shirotol Mustaqim di Lapas Kelas IIB Wonosari
Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., menghadiri Wisuda Santri ke-IV Majelis Taklim Shirotol Mustaqim di Lapas Kelas IIB Wonosari
Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan BAZNAS DIY terhadap program pembinaan keagamaan bagi warga binaan sebagai upaya meningkatkan kualitas spiritual dan mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat.Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS DIY mengapresiasi komitmen lapas dan para pembina majelis taklim dalam menghadirkan ruang belajar yang produktif dan penuh nilai kebaikan. Ia berharap para santi yang diwisuda dapat terus mengamalkan ilmu yang telah dipelajari, serta menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, dan bermanfaat.Kegiatan ini berjalan khidmat dan menjadi momentum penguatan moral serta motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri melalui kegiatan keagamaan yang berkelanjutan.
BERITA10/12/2025 | admin
BAZNAS DIY Gelar Khatmil Al-Qur'an da Doa Bersama untuk Korban Bencana Alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat
BAZNAS DIY Gelar Khatmil Al-Qur'an da Doa Bersama untuk Korban Bencana Alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan kegiatan Khatmil Al-Qur’an dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus wujud kepedulian kepada para muzaki, mustahik, serta korban bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Acara ini diselenggarakan pada rabu, 10 Oktober 2025 di lingkungan kantor BAZNAS DIY dengan melibatkan tim penghafal Al-Qur’an pimpinan, dan amil pelaksana.Kegiatan dimulai dengan pembacaan Al-Qur’an hingga khatam, dilanjutkan dengan doa khusus untuk para muzaki agar senantiasa diberikan keberkahan rezeki, kesehatan, serta kemudahan dalam setiap urusan. Doa juga dipanjatkan untuk para mustahik agar diberikan keluasan rezeki, kekuatan, dan kemajuan hidup melalui program-program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS DIY.Selain itu, doa bersama juga dipersembahkan untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. BAZNAS DIY memohon kepada Allah SWT agar para korban diberi ketabahan, keselamatan, serta kelancaran proses pemulihan di daerah yang terdampak banjir dan longsor tersebut.Wakil Ketua IV BAZNAS DIY H. Ahmad Lutfi SS., MA menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menguatkan nilai-nilai spiritual sekaligus solidaritas kemanusiaan. “Kami berdoa untuk para muzaki yang telah berkontribusi, para mustahik yang kami layani, serta saudara-saudara kita di Sumatera yang sedang menghadapi ujian. Semoga Allah SWT memberikan perlindungan dan kemudahan bagi semuanya,” ujarnya.BAZNAS DIY juga terus membuka layanan donasi kemanusiaan untuk membantu pemulihan masyarakat di wilayah terdampak bencana. Masyarakat dapat menyalurkan bantuan melalui kanal resmi BAZNAS DIY maupun datang langsung ke kantor layanan.Melalui kegiatan ini, BAZNAS DIY berharap semakin menguatkan kebersamaan dan kepedulian sosial dalam menghadapi berbagai persoalan umat dan bencana yang terjadi di tanah air.
BERITA10/12/2025 | admin
BAZNAS DIY Ajak Peduli Korban Bencana pada HAKORDIA 2025
BAZNAS DIY Ajak Peduli Korban Bencana pada HAKORDIA 2025
Yogyakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi sosial dengan menebar kebaikan melalui donasi terbaik bagi saudara-saudara yang terdampak bencana yang melanda wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Program penggalangan donasi ini berlangsung dalam rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Museum Benteng Vredeburg pada tanggal 6–9 Desember 2025. Kehadiran BAZNAS DIY dalam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen dalam memberikan respons cepat, layanan kemanusiaan, serta kemudahan bagi masyarakat yang ingin ikut membantu meringankan beban para penyintas bencana di wilayah terdampak. “Setiap kontribusi yang diberikan, sekecil apa pun, sangat berarti bagi mereka yang sedang berjuang memulihkan kehidupan,” disampaikan pihak BAZNAS DIY dalam keterangannya. Untuk memudahkan masyarakat menyalurkan bantuan, BAZNAS DIY menyediakan beberapa pilihan metode berdonasi, antara lain: datang langsung ke stand BAZNAS DIY yang berada di sisi utara jembatan Vredeburg, melalui petugas BAZNAS DIY mobile yang mengenakan rompi dan identitas resmi, melalui scan barcode donasi yang tersedia di area water station. Dengan mengusung semangat kepedulian dan solidaritas, BAZNAS DIY mengajak masyarakat luas untuk bersatu membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana di Sumut, Aceh, dan Sumbar. Kebaikan yang diberikan diharapkan menjadi harapan baru bagi mereka dalam memulai kembali kehidupan. Kebaikanmu, harapan bagi mereka.
BERITA06/12/2025 | Admin
BAZNAS DIY Perkuat Respons Bencana Lewat Penghimpunan Donasi untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar
BAZNAS DIY Perkuat Respons Bencana Lewat Penghimpunan Donasi untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar
Terima Kasih kepada “Aliansi Mahasiswa Bantul” yang telah menunaikan sedekah terbaik untuk membantu korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Dukungan Anda menjadi harapan bagi mereka untuk bangkit kembali."Semoga Allah memberikan pahala kepada para munfik atas apa yang telah diberikan (diinfakkan), dan semoga Allah memberkahi harta yang masih tersisaDan semoga pula menjadikannya sebagai pembersih (dosa) bagi para munfik."Mari langitkan doa dan bantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS DIY dengan transfer melalui:CIMB Niaga Syari'ah: 8600 0462 3500an.Badan Amil Zakat Nasional Daerah Istimewa YogyakartaBPD DIY 006-111-000800an. BAZNAS DIYAtau kunjungi kantor digital kami https://diy.baznas.go.id/sedekahTambahkan kode unik (095) dibelakang nominal transfer untuk memudahkan verifikasi.Layanan BAZNAS DIY0852 2122 2616
BERITA03/12/2025 | admin
BAZNAS DIY Perkuat Respons Bencana Lewat Penghimpunan Donasi untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar
BAZNAS DIY Perkuat Respons Bencana Lewat Penghimpunan Donasi untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar
Terima Kasih kepada “Pengajian Ibu2 Malam Jum'at Babadan Gedong Kuning Banguntapan dan Pengajian Nurul Qolbi” yang telah menunaikan sedekah terbaik untuk membantu korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Dukungan Anda menjadi harapan bagi mereka untuk bangkit kembali."Semoga Allah memberikan pahala kepada para munfik atas apa yang telah diberikan (diinfakkan), dan semoga Allah memberkahi harta yang masih tersisaDan semoga pula menjadikannya sebagai pembersih (dosa) bagi para munfik."Mari langitkan doa dan bantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS DIY dengan transfer melalui:CIMB Niaga Syari'ah: 8600 0462 3500an.Badan Amil Zakat Nasional Daerah Istimewa YogyakartaBPD DIY 006-111-000800an. BAZNAS DIYAtau kunjungi kantor digital kami https://diy.baznas.go.id/sedekahTambahkan kode unik (095) dibelakang nominal transfer untuk memudahkan verifikasi.Layanan BAZNAS DIY0852 2122 2616
BERITA03/12/2025 | admin
Hari Disabilitas Internasional,  BAZNAS DIY Teguhkan Komitmen Inklusi dan Berikan Bantuan untuk Penyandang Disabilitas
Hari Disabilitas Internasional, BAZNAS DIY Teguhkan Komitmen Inklusi dan Berikan Bantuan untuk Penyandang Disabilitas
Yogyakarta — Peringatan Hari Disabilitas Internasional menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen bahwa setiap manusia memiliki hak yang sama untuk hidup, berkembang, dan berkontribusi tanpa batas. Keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang mampu memajukan masyarakat secara bersama.Mengusung tema “Setara Berkarya, Berdaya Tanpa Batas”, peringatan tahun ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membuka ruang kesempatan yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Melalui dukungan yang tepat, aksesibilitas yang adil, serta penghormatan atas hak-hak setara, setiap individu dapat menunjukkan kemampuan, bakat, dan karya terbaiknya.Sebagai wujud kepedulian dan komitmen dalam menguatkan pemberdayaan penyandang disabilitas, BAZNAS DIY hadir memberikan bantuan modal usaha, alat usaha, serta kursi roda kepada penerima manfaat dalam acara tersebut. Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan mobilitas penerima manfaat.Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si, menyampaikan bahwa dukungan terhadap penyandang disabilitas bukan sekadar memberikan bantuan fisik, tetapi juga membuka jalan bagi terciptanya kesetaraan yang sesungguhnya. “Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara penyandang disabilitas memiliki ruang yang sama untuk berkembang. Bantuan ini adalah bagian dari ikhtiar kami untuk mendukung kemandirian dan produktivitas mereka,” ujarnya.Peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun ini menjadi pengingat bahwa tidak ada batas yang dapat menghentikan langkah seseorang ketika akses, dukungan, dan penghormatan terhadap hak-hak setara benar-benar diwujudkan. BAZNAS DIY menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program-program yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak bagi penyandang disabilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta.
BERITA03/12/2025 | admin
KHITAN MASSAL BAZNAS DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 2025
KHITAN MASSAL BAZNAS DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 2025
PENGUMUMAN KHITAN MASSAL BAZNAS DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 2025 Dalam rangka memberikan layanan kesehatan bagi anak-anak serta membantu keluarga mustahik/dhuafa, *BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta bersama mitra* membuka pendaftaran *KHITAN MASSAL GRATIS Tahun 2025 dengan kuota terbatas untuk 100 peserta.* Persyaratan Peserta 1. Beragama Islam 2. Berasal dari keluarga mustahik/dhuafa 3. Domisili DIY atau memiliki KK DIY 4. Mengisi formulir pendaftaran melalui link: https://bit.ly/KhitanBAZNASDIY2025 5. Melampirkan berkas: * Fotokopi Kartu Keluarga (KK) * Fotokopi KTP orang tua/wali * Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) Waktu Pelaksanaan Hari/Tanggal:Minggu, 21 Desember 2025 Waktu:08.00 – Selesai Tempat:Graha Nur Hidayah Jl. Imogiri Tim. Km 10, Denokan, Trimulyo, Jetis, Bantul, DIY 55781 Link lokasi:https://share.google/EeCX7AqZwCwNf391d Fasilitas Peserta Santunan *(Uang Saku Rp400.000)* Sarung Peci Baju Koko Layanan khitan oleh tenaga medis profesional Obat-obatan & perawatan awal Konsumsi Bingkisan peserta Informasi & Pendaftaran BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta Alamat: Jl. Retno Dumilah No. 23C, Rejowinangun, Kec. Kotagede, Yogyakarta, DIY 55171 Telepon/WA: +62 895-2802-3377
BERITA03/12/2025 | Admin
SEDEKAH BANTU KORBAN BENCANA ACEH, SUMUT, SUMBAR
SEDEKAH BANTU KORBAN BENCANA ACEH, SUMUT, SUMBAR
Insya Allah setiap infak dan juga sedekah yang kita berikan untuk saudara kita di Sumatera akan membawa manfaat baik bagi yang menerima. Jangan lupa untuk terus mendoakan keselamatan dan keamanan mereka di sana. Semoga keadaan bisa cepat pulih. Yang berpisah bisa bertemu kembali, yang jauh bisa kembali pulang. Semuanya dalam keadaan selamat. Amin Yaa Rabbal Alamin ???? Mari langitkan doa dan bantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS DIY dengan transfer melalui: CIMB Niaga Syari'ah: 8600 0462 3500 an.Badan Amil Zakat Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta BPD DIY 006-111-000800 an. BAZNAS DIY Atau kunjungi kantor digital kami https://diy.baznas.go.id/sedekah Tambahkan kode unik (095) dibelakang nominal transfer untuk memudahkan verifikasi. Layanan BAZNAS DIY 0852 2122 2616
BERITA01/12/2025 | admin
Membiasakan Diri Beramal dengan Ikhlas: 5 Teknik Membersihkan Niat
Membiasakan Diri Beramal dengan Ikhlas: 5 Teknik Membersihkan Niat
Dalam kehidupan seorang muslim, kemampuan beramal dengan ikhlas merupakan fondasi utama diterimanya ibadah. Banyak orang melakukan kebaikan yang tampak besar, namun nilainya kecil karena hati tidak benar-benar tertuju pada Allah. Sebaliknya, amal yang terlihat sederhana justru bisa memiliki nilai luar biasa ketika dilakukan dengan hati yang tulus. Di era media sosial, ketika hampir setiap aktivitas dapat dipublikasikan, menjaga niat agar tetap murni saat beramal dengan ikhlas menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Keikhlasan bukanlah sekadar ucapan atau niat yang dilafalkan sekali. Keikhlasan adalah perjalanan batin, sesuatu yang harus dibangun dan dijaga dari waktu ke waktu. Ketika seorang muslim memahami bahwa beramal dengan ikhlas merupakan bentuk penghambaan yang sangat dicintai Allah, ia akan lebih berhati-hati dalam setiap amalnya. Itulah sebabnya ulama mengatakan bahwa keikhlasan adalah ibadah yang paling sulit, karena musuhnya adalah hati yang mudah dipengaruhi keinginan dipuji, dihargai, atau dianggap baik oleh orang lain. Dalam artikel ini, kita akan membahas lima teknik yang dapat membantu seseorang agar lebih konsisten beramal dengan ikhlas. Teknik-teknik ini bukanlah teori semata, melainkan praktik yang telah diajarkan oleh para ulama terdahulu dan relevan untuk diterapkan dalam kehidupan modern. 1. Meluruskan Tujuan Sebelum Memulai Amal Melatih diri untuk beramal dengan ikhlas dimulai dari langkah paling awal, yaitu meluruskan tujuan sebelum memulai setiap amal. Banyak orang melakukan kebaikan tanpa memeriksa niat mereka terlebih dahulu. Padahal, niat dapat berubah seiring waktu, terutama ketika amal tersebut terlihat oleh orang lain atau mendapat apresiasi. Karena itu, penting untuk berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri: “Untuk siapa aku melakukan ini?” Dengan melakukan evaluasi kecil ini, hati akan lebih siap untuk beramal dengan ikhlas. Dalam proses meluruskan tujuan, seseorang akan menyadari bahwa hanya Allah yang layak menjadi tujuan utama dari segala amal. Ketika hati mulai condong kepada keinginan duniawi, ia perlu segera mengembalikannya kepada Allah agar tetap dapat beramal dengan ikhlas. Latihan ini sederhana namun sangat penting karena hati manusia mudah berubah. Dengan kesadaran penuh, seseorang bisa menjaga nilai spiritual dari setiap amalnya. Selain itu, meluruskan tujuan akan membuat seseorang lebih tenang. Ketika ia yakin bahwa amalnya ditujukan kepada Allah semata, ia tidak lagi terikat pada penilaian manusia. Tidak peduli apakah orang lain melihatnya atau tidak, amal tersebut tetap dilakukan dengan semangat beramal dengan ikhlas. Keadaan ini memberikan kebebasan batin yang sangat berharga. Dalam praktik sehari-hari, seseorang dapat memulai niat dengan doa sederhana, memohon agar Allah menjadikan amalnya murni. Doa semacam ini akan membantu menenangkan hati sebelum memulai amal. Dengan demikian, seluruh aktivitas, baik besar maupun kecil, dapat menjadi sarana beramal dengan ikhlas jika diawali dengan niat yang benar. Ketika seseorang terbiasa meluruskan niat setiap kali melakukan kebaikan, ia akan terbiasa berada dalam kondisi hati yang jernih. Kebiasaan ini menjadikan setiap langkah hidupnya dipenuhi keberkahan. Konsistensi menjadi lebih mudah karena ia memahami bahwa nilai terbesar dari amal terletak pada keikhlasannya. 2. Membiasakan Menyembunyikan Amal Saleh Salah satu teknik penting untuk menjaga hati tetap beramal dengan ikhlas adalah dengan membiasakan menyembunyikan amal saleh. Ketika seseorang melakukan amal tanpa diketahui orang lain, ia sedang melatih hatinya agar tidak bergantung pada pujian manusia. Rasulullah SAW menjelaskan tentang keutamaan amal tersembunyi, termasuk sedekah yang dilakukan dengan sangat rahasia hingga tangan kiri tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanan. Gambaran ini menunjukkan betapa tinggi nilai amal yang tersembunyi. Menyembunyikan amal melatih seseorang untuk menikmati hubungan spiritualnya dengan Allah secara pribadi. Dalam kondisi seperti itu, seseorang dapat merasakan kelezatan beramal dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan dari makhluk. Keadaan ini membuat hatinya lebih ringan dan jauh dari perasaan ingin dipuji. Amal yang dilakukan pun terasa lebih murni. Pada kenyataannya, tidak semua amal dapat disembunyikan. Ada amal-amal yang memang harus tampak demi memberi contoh kepada orang lain. Namun, meski tampak, tetap ada ruang di hati untuk menjaga niat. Ketika seseorang tetap memprioritaskan Allah meskipun amalnya terlihat orang lain, ia tetap dapat beramal dengan ikhlas. Hati tetap harus dipantau agar tidak terpeleset ke dalam riya. Untuk melatih diri, seseorang dapat menetapkan beberapa amal rahasia yang hanya diketahui oleh dirinya dan Allah. Misalnya, sedekah tertentu, shalat malam, atau membantu seseorang tanpa menyebutkan nama. Kebiasaan ini akan membuatnya mudah beramal dengan ikhlas karena ia terbiasa melakukan kebaikan tanpa saksi. Semakin sering ia melakukannya, semakin kuat pula karakter keikhlasan yang tertanam dalam dirinya. Dengan membiasakan amal-amal tersembunyi, seorang muslim membangun benteng bagi hatinya. Amal tersebut akan menjadi simpanan berharga yang tidak terpengaruh penilaian manusia. Dan ketika hati terbiasa dengan amal rahasia, ia akan lebih mudah menjaga niat dalam amal-amal yang harus dilakukan secara terbuka. 3. Menjaga Hati dari Pujian yang Bisa Merusak Keikhlasan Pujian sering kali menjadi ujian terbesar dalam beramal dengan ikhlas. Kadang seseorang memulai amal dengan niat yang benar, namun setelah dipuji, hatinya menjadi condong kepada rasa bangga atau ingin mendapat pujian lebih banyak lagi. Kondisi seperti ini dapat merusak kualitas amal dan mengurangi keikhlasan. Karena itulah para ulama mengajarkan adab dalam menerima pujian agar hati tetap terjaga. Ketika menerima pujian, seseorang dianjurkan untuk merespons dengan doa, misalnya “Semoga Allah menjadikanmu lebih baik dari yang engkau kira.” Dengan respons seperti ini, seseorang mengingatkan dirinya bahwa segala kebaikan datang dari Allah, bukan kehebatan pribadinya. Sikap ini adalah bentuk nyata dari usaha untuk tetap beramal dengan ikhlas meskipun mendapat sanjungan. Selain merespons secara verbal, yang lebih penting adalah menjaga hati. Seseorang harus meyakinkan dirinya bahwa pujian manusia tidak menambah atau mengurangi nilai amal di sisi Allah. Ketika hati tetap stabil, ia dapat tetap beramal dengan ikhlas tanpa terpengaruh oleh sanjungan. Latihan menjaga hati ini sangat penting karena riya dapat masuk melalui celah kecil. Menghindari ketergantungan pada pujian juga membantu seseorang membangun mental yang kuat. Ia tidak lagi bergantung pada apresiasi eksternal. Amal dilakukan bukan karena ingin dilihat baik oleh manusia, tetapi semata-mata ingin dekat dengan Allah. Inilah inti dari beramal dengan ikhlas, yaitu menjaga fokus agar tetap pada tujuan akhirat. Dengan melatih diri untuk tidak terpengaruh pujian, seseorang dapat mengembangkan karakter rendah hati. Ia menyadari bahwa tugasnya adalah melakukan usaha terbaik, sementara penilaian sepenuhnya milik Allah. Sikap ini membuatnya konsisten dalam beramal dengan ikhlas di setiap kesempatan. 4. Menata Hati dengan Memperbanyak Dzikir Dzikir adalah salah satu cara paling efektif untuk menata hati agar mampu beramal dengan ikhlas. Ketika hati sering mengingat Allah, ia menjadi lembut dan mudah diarahkan kepada kebaikan. Dzikir membersihkan hati dari penyakit riya, ujub, dan takabur yang dapat merusak amal. Dengan kondisi hati yang lebih tenang, seseorang dapat mengarahkan niatnya dengan lebih mudah. Dalam setiap hembusan dzikir, seseorang diingatkan bahwa seluruh kapasitas beramal adalah karunia Allah. Kesadaran ini membuat seseorang tidak mudah merasa hebat atas amal yang ia lakukan. Ia menyadari bahwa kemampuannya untuk beramal dengan ikhlas adalah bentuk pertolongan Allah. Sebaliknya, jika tidak mendapat taufik dari Allah, ia tidak akan mampu mengerjakan apa pun. Dzikir pagi dan petang dapat menjadi momen khusus bagi seseorang untuk menata kembali niatnya. Ketika hati jernih, ia lebih mudah mengarahkan tujuan hidupnya. Dengan rutinitas dzikir yang kuat, seseorang dapat menjaga kestabilan spiritual sehingga lebih siap beramal dengan ikhlas dalam berbagai aktivitas sepanjang hari. Selain itu, dzikir juga menumbuhkan rasa cinta kepada Allah. Ketika seseorang mencintai Allah, ia tidak ingin amalnya tercampur oleh motivasi selain-Nya. Cinta itu membuatnya ingin bersih, ingin lurus, ingin murni. Pada titik inilah beramal dengan ikhlas menjadi lebih mudah, karena hati sudah terikat kuat kepada Allah. Dengan konsistensi dzikir, hati menjadi tempat yang bersih dan terang. Dan ketika hati bersih, segala amal yang dilakukan pun menjadi lebih berkualitas. Keadaan ini membantu seseorang menjaga niat agar tetap tulus dalam setiap aspek kehidupannya. 5. Mengingat Akhirat dan Sementara-nya Penilaian Manusia Teknik terakhir untuk membiasakan diri beramal dengan ikhlas adalah dengan terus mengingat akhirat. Dunia adalah tempat ujian, sedangkan akhirat adalah tempat balasan. Penilaian manusia sifatnya sementara, namun penilaian Allah bersifat kekal. Dengan pemahaman ini, seseorang akan lebih fokus menjaga kualitas amalnya daripada mencari pujian yang cepat hilang. Mengingat akhirat membuat seseorang sadar bahwa amal yang ia lakukan adalah bekal saat kembali kepada Allah. Kesadaran ini membuatnya lebih berhati-hati dalam menjaga niat. Ia ingin amalnya diterima, bukan sekadar terlihat baik. Dengan demikian, ia lebih mudah beramal dengan ikhlas, karena orientasinya adalah balasan yang jauh lebih besar daripada penghargaan dunia. Selain itu, mengingat kematian juga membantu seseorang menyadari keterbatasan waktu. Jika hidup sangat singkat, maka sia-sia jika amal yang seharusnya bernilai tinggi rusak oleh riya. Dengan merenungkan hal ini, seseorang dapat menjaga fokusnya agar tetap beramal dengan ikhlas di setiap kesempatan. Hari hisab adalah momen di mana setiap amal akan dibuka dan dinilai tanpa ada satu pun yang tersembunyi. Pemahaman ini membuat hati lebih serius dalam menjaga niat. Seseorang ingin memastikan bahwa amalnya tetap murni. Ia tidak ingin kehilangan pahala akibat keinginan dipuji oleh manusia, yang pada hakikatnya tidak bisa memberi manfaat apa pun. Karena itu, mengingat akhirat menjadi dorongan kuat untuk tetap beramal dengan ikhlas. Dengan terus mengingat bahwa Allah Maha Mengetahui isi hati, seseorang akan merasa termotivasi untuk berbuat kebaikan tanpa pamrih. Setiap amal menjadi lebih ringan karena dilakukan dengan harapan akhirat yang besar. Dan pada akhirnya, kebiasaan beramal dengan ikhlas akan tumbuh kuat dalam diri setiap muslim yang selalu mengingat bahwa penilaian Allah adalah segalanya. Membiasakan diri beramal dengan ikhlas adalah perjalanan panjang yang membutuhkan latihan harian. Keikhlasan tidak datang dalam sekejap, tetapi tumbuh melalui kebiasaan menjaga niat, menyembunyikan amal, menolak pujian, memperbanyak dzikir, dan mengingat akhirat. Ketika seorang muslim mampu menguasai teknik-teknik ini, amalnya akan lebih berkualitas dan kehidupannya akan dipenuhi ketenangan. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang mampu beramal dengan ikhlas, sehingga setiap langkah hidup bernilai ibadah dan mendekatkan kita kepada-Nya.
BERITA27/11/2025 | admin
H. Nursya’bani Purnama Wakili BAZNAS DIY dalam Rakernis Transformasi Digital & Zakat Se-Indonesia
H. Nursya’bani Purnama Wakili BAZNAS DIY dalam Rakernis Transformasi Digital & Zakat Se-Indonesia
Wakil Ketua III BAZNAS DIY, H. Nursya'bani Purnama SE., M.Si, menghadiri Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital & Zakat BAZNAS Se-Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi seluruh BAZNAS se-Indonesia dalam memperkuat tata kelola, inovasi pelayanan, serta akselerasi digitalisasi zakat untuk meningkatkan efektivitas penyaluran kepada mustahik. Melalui agenda ini, diharapkan terbangun sinergi dan penguatan sistem digital zakat yang semakin modern, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu menjawab tantangan pengelolaan ZIS di era teknologi.
BERITA27/11/2025 | admin
Memahami Ikhlas dalam Kehidupan: 7 Sudut Pandang yang Mengubah Cara Kita Melihat Ujian
Memahami Ikhlas dalam Kehidupan: 7 Sudut Pandang yang Mengubah Cara Kita Melihat Ujian
Ikhlas adalah salah satu amalan hati yang paling mulia, namun juga salah satu yang paling sulit dipraktikkan. Banyak orang menjalani hidup dengan berbagai ujian, tekanan, dan tantangan. Namun, ketika seseorang mulai memahami ikhlas dalam kehidupan, cara pandangnya terhadap segala peristiwa akan berubah. Ikhlas tidak hanya membuat hati lebih tenang, tetapi juga menguatkan jiwa sehingga tidak mudah runtuh oleh keadaan. Dalam Islam, ikhlas merupakan fondasi dalam setiap amal, sehingga memahaminya dengan benar menjadi kebutuhan utama bagi setiap muslim. Artikel ini membahas tujuh sudut pandang yang membantu kita memahami ikhlas dalam kehidupan dengan lebih mendalam, serta bagaimana setiap sudut pandang mampu mengubah cara kita menghadapi ujian. 1. Ikhlas sebagai Kekuatan Hati Memahami ikhlas dalam kehidupan sering kali dimulai dari menyadari bahwa ikhlas adalah kekuatan yang berasal dari dalam hati. Dalam Islam, hati merupakan pusat kendali seseorang; jika hati baik, maka seluruh perilaku akan mengikuti. Ketika seseorang mampu memahami ikhlas dalam kehidupan, dia akan menyadari bahwa keikhlasan tidak muncul karena situasi yang mudah, tetapi karena keteguhan hati menerima takdir Allah. Hati yang ikhlas memberi energi batin untuk tetap kuat dalam kondisi apa pun. Memahami ikhlas dalam kehidupan juga berarti memahami bahwa kekuatan ini membuat seseorang tidak mudah terombang-ambing oleh pujian maupun cercaan. Orang yang benar-benar ikhlas hanya fokus kepada Allah, bukan kepada penilaian manusia. Karena itu, ia mampu tetap teguh dalam kebaikan meskipun tidak ada yang melihat atau menghargai. Inilah bentuk kekuatan hati yang membuat hidup lebih stabil. Ketika seseorang memahami ikhlas dalam kehidupan, ia tidak lagi menjadikan dunia sebagai tolok ukur kebahagiaan. Ia mengukur hidup berdasarkan keridhaan Allah. Kekuatan hati seperti ini membuat seseorang lebih mampu menghadapi kegagalan, kehilangan, maupun penolakan tanpa merasa putus asa. Sebab baginya, yang terpenting adalah menghadapi setiap ujian dengan hati yang lapang. Selain itu, memahami ikhlas dalam kehidupan mengajarkan kita bahwa kekuatan hati bukan sekadar berdamai dengan keadaan, tetapi juga menerima bahwa apa yang terjadi adalah bagian dari rencana Allah yang lebih besar. Hati yang yakin terhadap ketetapan Allah akan lebih tabah ketika melewati masa sulit. Inilah alasan mengapa ikhlas menjadi sumber kekuatan sejati. Akhirnya, ketika kekuatan hati sudah terbentuk melalui keikhlasan, seseorang dapat menjalani hidup dengan lebih tenang. Meski ujian datang silih berganti, ia tetap berdiri tegak karena telah memahami ikhlas dalam kehidupan secara menyeluruh. Hati yang kuat akan selalu menemukan jalan keluar dalam setiap masalah. 2. Ikhlas sebagai Wujud Tawakal Memahami ikhlas dalam kehidupan tidak bisa dipisahkan dari tawakal. Ikhlas adalah ketika seseorang melakukan kebaikan semata-mata karena Allah, sementara tawakal adalah menyerahkan hasilnya kepada Allah. Ketika dua hal ini bersatu, seseorang memiliki fondasi spiritual yang kokoh. Ia bekerja keras, tetapi tidak bergantung pada hasil; ia berusaha, tetapi tidak terikat pada dunia. Dalam memahami ikhlas dalam kehidupan, seorang muslim diajak untuk percaya bahwa Allah selalu mengatur sesuatu dengan sebaik-baiknya. Sikap tawakal membuat hati lebih tenang, karena seseorang menyadari bahwa hasil akhir tidak berada dalam kendalinya. Inilah yang membuat ikhlas menjadi lebih mudah dirasakan: ketika kita berhenti memaksakan hasil, dan mulai percaya pada ketetapan Allah. Memahami ikhlas dalam kehidupan juga berarti menyadari bahwa tawakal bukan sikap pasrah tanpa usaha. Justru tawakal adalah bekerja dengan sungguh-sungguh sambil menyerahkan urusan kepada Allah. Orang yang ikhlas tidak mengukur keberhasilan dari apa yang ia dapatkan, melainkan dari sejauh mana ia berusaha lillahi ta’ala. Sudut pandang ini menjadikan ikhlas sebagai wujud tawakal yang penuh keyakinan. Ketika seseorang mulai memahami ikhlas dalam kehidupan, ia menyadari bahwa tawakal menghilangkan ketakutan akan masa depan. Ia yakin bahwa Allah tidak akan menelantarkan hamba-Nya. Perasaan ini membuat langkah hidupnya jauh lebih ringan. Kecemasan yang biasanya menghantui hati perlahan berubah menjadi rasa syukur dan optimisme. Pada akhirnya, memahami ikhlas dalam kehidupan melalui sudut pandang tawakal mengajarkan bahwa hidup tidak perlu dijalani dengan rasa takut. Allah selalu punya cara untuk menolong hamba-Nya. Yang perlu kita lakukan hanyalah berusaha sebaik mungkin dan menyerahkan sisanya kepada Allah. 3. Ikhlas dalam Menghadapi Ujian Salah satu ujian terbesar dalam memahami ikhlas dalam kehidupan adalah ketika seseorang harus menerima ketentuan Allah yang tidak sesuai dengan rencana atau keinginannya. Setiap manusia pasti mengalami kesedihan, kegagalan, atau kehilangan. Namun, perbedaan muncul pada cara seseorang menerima semua itu. Bagi orang yang ikhlas, ujian bukan tanda bahwa Allah membenci, melainkan tanda bahwa Allah ingin menguatkan. Ketika seseorang memahami ikhlas dalam kehidupan, ia akan melihat ujian sebagai bentuk kasih sayang Allah. Allah ingin meningkatkan derajatnya, menghapus dosanya, atau mempersiapkannya untuk sesuatu yang lebih baik. Dengan sudut pandang ini, ujian tidak lagi terasa sebagai hukuman, tetapi sebagai jalan penyembuhan spiritual. Memahami ikhlas dalam kehidupan juga berarti menyadari bahwa tidak semua ujian harus dipahami saat itu juga. Ada hal-hal yang baru terlihat hikmahnya setelah bertahun-tahun. Orang yang ikhlas tidak memaksa diri untuk memahami semuanya. Ia cukup percaya bahwa Allah Maha Mengetahui. Itulah yang membuat hatinya tetap tenang meski berada dalam situasi yang berat. Ketika seseorang benar-benar memahami ikhlas dalam kehidupan, ia belajar untuk tidak membandingkan ujian yang ia alami dengan ujian orang lain. Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Ikhlas membantu seseorang menerima bahwa apa yang terjadi padanya adalah yang terbaik menurut Allah. Akhirnya, memahami ikhlas dalam kehidupan akan mengubah cara seseorang memandang pahitnya ujian. Ia tidak lagi bertanya, “Mengapa ini terjadi padaku?” tetapi berubah menjadi, “Apa yang Allah ingin aku pelajari dari ini?” Sikap ini membuat ujian terasa lebih ringan dan penuh makna. 4. Ikhlas dalam Menata Niat Memahami ikhlas dalam kehidupan sangat berkaitan dengan niat, karena setiap amal dinilai berdasarkan niatnya. Ketika niat seseorang lurus, amal sekecil apa pun dapat bernilai besar di sisi Allah. Sebaliknya, amal yang besar akan kehilangan nilainya jika tidak dilakukan dengan ikhlas. Oleh karena itu, belajar menata niat menjadi langkah penting dalam memahami makna ikhlas. Memahami ikhlas dalam kehidupan juga berarti memeriksa kembali tujuan kita dalam setiap tindakan. Apakah kita melakukannya karena Allah atau karena ingin dilihat orang? Apakah kita melakukan kebaikan untuk memberi manfaat atau sekadar mencari pujian? Pertanyaan-pertanyaan ini membantu seseorang menyadari apakah ia sudah benar-benar ikhlas atau belum. Ketika seseorang mulai memahami ikhlas dalam kehidupan, ia menjadi lebih berhati-hati agar tidak terjebak dalam riya’. Ia menjaga niatnya seperti menjaga api kecil agar tetap menyala. Kadang niat bisa berubah di tengah jalan, namun itulah pentingnya muhasabah. Dengan mengingat kembali tujuan kita, keikhlasan dapat dijaga. Dalam praktiknya, memahami ikhlas dalam kehidupan mengajarkan bahwa niat yang lurus tidak berarti seseorang tidak boleh dihargai. Penghargaan manusia hanyalah bonus, bukan tujuan. Yang terpenting adalah memastikan Allah ridha. Sikap seperti ini membuat seseorang tidak mudah kecewa ketika kebaikannya tidak diakui orang lain. Akhirnya, memahami ikhlas dalam kehidupan melalui penataan niat memberikan ketenangan tersendiri. Kita tidak perlu sibuk memikirkan apa yang orang pikirkan tentang kita. Selama niat kita benar, maka hati akan tetap tenang. 5. Ikhlas sebagai Jalan Menuju Ketenangan Banyak orang mencari ketenangan di berbagai tempat, namun lupa bahwa ketenangan sejati berasal dari hati yang ikhlas. Memahami ikhlas dalam kehidupan membantu seseorang melihat bahwa rasa tenang muncul ketika ia tidak lagi menggantungkan kebahagiaannya pada manusia atau dunia. Ketika segala sesuatu dilakukan karena Allah, hati menjadi ringan, bebas dari beban ekspektasi. Memahami ikhlas dalam kehidupan juga mengajarkan bahwa ketenangan tidak selalu datang dari keadaan yang ideal. Bahkan di tengah masalah, seseorang masih bisa merasakan ketenangan jika hatinya ikhlas. Inilah yang membuat para ulama dapat tetap tersenyum meski berada dalam situasi sulit. Ketenangan menjadi anugerah bagi mereka yang memahami makna keikhlasan. Ketika seseorang mulai memahami ikhlas dalam kehidupan, ia menyadari bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan. Dengan keikhlasan, ia belajar melepaskan hal-hal yang berada di luar kemampuannya. Melepaskan bukan berarti menyerah, tetapi menerima bahwa tidak semua harus terjadi sesuai kehendak kita. Dari sinilah ketenangan tumbuh. Memahami ikhlas dalam kehidupan juga berarti tidak menyimpan dendam atau sakit hati. Orang yang ikhlas memaafkan bukan karena lemah, tetapi karena hatinya ingin damai. Ia sadar bahwa memaafkan adalah bagian dari ibadah. Sikap ini membawa ketenteraman yang sulit didapatkan jika seseorang terus menyimpan kemarahan. Akhirnya, ikhlas menjadikan hidup jauh lebih sederhana. Kita hanya fokus pada apa yang bisa kita kendalikan, yaitu usaha dan niat. Hasilnya diserahkan kepada Allah. Ketika seseorang benar-benar memahami ikhlas dalam kehidupan, ketenangan menjadi teman setianya. 6. Ikhlas dalam Hubungan Sosial Memahami ikhlas dalam kehidupan tidak hanya diterapkan dalam hubungan dengan Allah, tetapi juga dalam hubungan dengan sesama manusia. Ikhlas membantu seseorang bersikap tulus, tidak perhitungan, dan tidak mudah kecewa. Dalam keluarga, pekerjaan, maupun pertemanan, keikhlasan adalah kunci keharmonisan. Memahami ikhlas dalam kehidupan mengajarkan bahwa dalam berbuat baik, seseorang tidak perlu menunggu balasan. Kebaikan yang dilakukan karena Allah akan kembali kepada pelakunya, meski lewat jalan yang berbeda. Dengan sikap seperti ini, seseorang menjadi lebih rela membantu tanpa berharap ucapan terima kasih. Ia memahami bahwa Allah yang akan membalas semuanya. Ketika seseorang mulai memahami ikhlas dalam kehidupan, ia tidak mudah tersinggung. Ia tidak lagi berharap semua orang memperlakukannya dengan sempurna. Sikap ini membuatnya lebih matang secara emosional dan lebih mampu menjaga hubungan baik dengan manusia. Ia menyadari bahwa setiap orang memiliki kekurangan. Memahami ikhlas dalam kehidupan juga berarti menghargai orang lain tanpa memandang status, jabatan, atau kekayaan. Orang yang ikhlas melihat manusia sebagai sesama hamba Allah. Ia tidak mencari keuntungan dari setiap interaksi, melainkan berusaha memberi manfaat. Sikap ini membuatnya disukai banyak orang. Pada akhirnya, memahami ikhlas dalam kehidupan membuat hubungan sosial seseorang lebih sehat. Ia tidak memaksakan kehendak, tidak mencari-cari kesalahan orang lain, dan tidak menyimpan dendam. Ikhlas menjadikan hubungan manusia lebih hangat dan penuh kasih. 7. Ikhlas sebagai Penuntun Langkah Hidup Ikhlas bukan hanya amalan hati, tetapi juga kompas dalam menjalani kehidupan. Memahami ikhlas dalam kehidupan memberi seseorang arah yang jelas tentang apa yang seharusnya ia lakukan dan apa yang seharusnya ia tinggalkan. Ketika seseorang berpegang pada keikhlasan, ia tidak mudah bimbang karena keputusan yang ia ambil didasarkan pada keridhaan Allah. Memahami ikhlas dalam kehidupan juga berarti selalu menimbang apakah tindakan kita membawa manfaat atau hanya untuk kepentingan pribadi. Orang yang ikhlas tidak mengejar popularitas, tetapi mengejar kebaikan. Kompas keikhlasan ini menjadikan langkah hidup lebih terarah dan jauh dari kesia-siaan. Ketika seseorang mulai memahami ikhlas dalam kehidupan, ia belajar bahwa hidup tidak harus mengikuti standar manusia. Ia tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun selain kepada Allah. Sikap ini membuat hidup terasa lebih ringan dan lebih jujur. Ia tidak perlu berpura-pura atau bersaing secara tidak sehat. Memahami ikhlas dalam kehidupan juga mengajarkan bahwa keberkahan lebih penting daripada sekadar kesuksesan duniawi. Mungkin seseorang memiliki harta sedikit, tetapi hidupnya penuh kebahagiaan karena ia ikhlas. Di sisi lain, ada orang yang memiliki banyak harta tetapi hidupnya gelisah. Itulah perbedaan antara hidup yang dipandu oleh keikhlasan dan hidup yang dipandu oleh ambisi dunia. Akhirnya, memahami ikhlas dalam kehidupan memberikan keyakinan bahwa Allah selalu melihat setiap usaha, sekecil apa pun. Kompas keikhlasan membuat seseorang terus melangkah dengan hati mantap, tanpa takut gagal, karena ia tahu bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya yang ikhlas. Memahami ikhlas dalam kehidupan adalah proses panjang yang membutuhkan latihan hati setiap hari. Namun, ketika seseorang akhirnya mampu merasakan keikhlasan, seluruh hidupnya berubah. Ia menjadi lebih sabar, lebih tenang, lebih kuat, dan lebih dekat dengan Allah. Tujuh sudut pandang di atas menunjukkan bahwa ikhlas bukan sekadar teori, tetapi jalan hidup yang dapat mengubah cara seseorang memandang ujian. Dengan terus berusaha memahami ikhlas dalam kehidupan, seorang muslim dapat menjalani hidup dengan hati yang lebih jernih, tidak mudah kecewa, dan selalu merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah. Inilah salah satu anugerah terbesar yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang ikhlas.
BERITA27/11/2025 | admin
Cara Mengajarkan Perilaku Ikhlas pada Diri Sendiri Setiap Hari
Cara Mengajarkan Perilaku Ikhlas pada Diri Sendiri Setiap Hari
Ikhlas adalah salah satu tanda kemurnian hati seorang muslim. Bukan hanya dalam ibadah, tetapi dalam setiap langkah kehidupan. Memahami cara mengajarkan perilaku ikhlas menjadi kebutuhan agar seorang muslim dapat menjalani hidup dengan lebih tenang, lapang, dan penuh keberkahan. Ikhlas bukan sekadar menerima keadaan, melainkan menata niat, memperbaiki hati, dan menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah SWT. Dengan melatih keikhlasan, seorang muslim dapat menghadapi setiap ujian hidup dengan lebih kuat dan bijak. 1. Memahami Makna Ikhlas Secara Menyeluruh dalam Kehidupan Memahami makna ikhlas adalah fondasi utama dalam memulai cara mengajarkan perilaku ikhlas dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang memahami bahwa ikhlas berarti melakukan sesuatu semata-mata karena Allah SWT, ia akan lebih mudah mengarahkan seluruh langkahnya menuju kebaikan yang tulus. Untuk mampu menerapkan cara mengajarkan perilaku ikhlas, seseorang harus mengenali faktor-faktor yang menghalanginya menjadi ikhlas. Keinginan untuk dipuji, kekhawatiran akan kehilangan sesuatu, atau ketergantungan pada hasil sering kali membuat hati tidak stabil. Kesadaran ini penting agar seseorang bisa memperbaiki niatnya. Ikhlas juga berarti menyerahkan sepenuhnya hasil ikhtiar kepada Allah. Dengan memahami cara mengajarkan perilaku ikhlas dari sisi ini, hati akan lebih siap menerima apa pun ketentuan-Nya. Ketenangan lahir dari keyakinan bahwa Allah Mahatahu usaha setiap hamba. Dalam perjalanan hidup, tidak semua keinginan akan terpenuhi. Di sinilah seseorang perlu mempelajari cara mengajarkan perilaku ikhlas dengan menerima segala takdir tanpa keluhan. Kalimat “inna lillahi wa inna ilaihi rajiun” adalah latihan hati yang sangat bermakna. Pemahaman yang benar tentang ikhlas akan membantu seseorang menerapkannya secara konsisten. Ini merupakan pondasi agar cara mengajarkan perilaku ikhlas bisa berjalan alami setiap hari, tanpa merasa dipaksa. 2. Melatih Hati dengan Niat yang Benar dalam Setiap Aktivitas Niat adalah inti dari setiap amal. Menata niat sebelum melakukan apa pun merupakan salah satu cara mengajarkan perilaku ikhlas yang paling mudah namun paling penting. Ketika niat sudah benar, amal menjadi lebih ringan dijalani. Tantangan biasanya muncul ketika niat berubah di tengah jalan. Kadang seseorang memulai dengan tulus, lalu menjadi tergoda oleh pujian atau ekspektasi manusia. Inilah sebabnya cara mengajarkan perilaku ikhlas harus disertai kesadaran untuk terus memperbarui niat. Mengucapkan “Bismillah, aku melakukan ini karena Allah” sebelum memulai aktivitas adalah latihan sederhana yang memperkuat keikhlasan. Cara mengajarkan perilaku ikhlas bisa dimulai dari hal kecil seperti ini. Dengan niat yang benar, kegiatan sehari-hari seperti bekerja, makan, atau beristirahat berubah menjadi ibadah. Pemahaman ini sangat membantu seseorang menerapkan cara mengajarkan perilaku ikhlas tanpa merasa berat. Latihan memperbaiki niat adalah proses sepanjang hayat. Semakin sering dilakukan, semakin mudah hati mengarah kepada Allah. Inilah tujuan utama dari cara mengajarkan perilaku ikhlas dalam hidup seorang muslim. 3. Menerapkan Kesabaran sebagai Penopang Keikhlasan Kesabaran dan keikhlasan adalah dua sifat yang saling menguatkan. Seseorang tidak akan bisa ikhlas tanpa kesabaran yang baik. Itulah sebabnya cara mengajarkan perilaku ikhlas harus dimulai dengan melatih kesabaran dalam setiap keadaan. Kesabaran membantu seseorang tidak terburu-buru kecewa ketika kenyataan tidak sesuai keinginan. Dengan sabar, seseorang dapat tetap teguh menerapkan cara mengajarkan perilaku ikhlas tanpa rasa gelisah yang berlebihan. Terkadang, hasil dari kebaikan tidak terlihat secara langsung. Di sinilah seseorang harus melatih kesabaran sebagai bagian dari cara mengajarkan perilaku ikhlas. Ilah-lah yang akan membalas setiap kebaikan, meski manusia tidak melihatnya. Ketika menghadapi kritik atau perlakuan tidak adil, kesabaran sangat dibutuhkan. Sikap sabar ini membuat seseorang tetap menjalani cara mengajarkan perilaku ikhlas tanpa terpengaruh oleh hal-hal negatif di luar dirinya. Ketika sabar sudah menjadi karakter, ikhlas akan lebih mudah muncul. Kesabaran membuka pintu kebaikan dan menenangkan hati. Itulah buah dari menerapkan cara mengajarkan perilaku ikhlas setiap hari. 4. Mengurangi Ketergantungan pada Pujian dan Pengakuan Manusia Keinginan untuk mendapat pujian sering menjadi penghalang keikhlasan. Oleh karena itu, cara mengajarkan perilaku ikhlas harus dimulai dengan mengurangi harapan terhadap apresiasi manusia. Pujian boleh diterima, tetapi hati tidak boleh bergantung padanya. Ketika seseorang membiasakan diri mengukur keberhasilan dari pujian, ia akan sulit tulus dalam beramal. Maka cara mengajarkan perilaku ikhlas harus memuat tekad bahwa balasan dari Allah lebih penting daripada ucapan manusia. Menghindari pembicaraan tentang kebaikan yang telah dilakukan adalah salah satu cara efektif melatih hati. Inilah bagian dari cara mengajarkan perilaku ikhlas yang menjaga diri dari riya maupun sombong. Mengurangi ketergantungan pada pengakuan manusia bukan berarti menolak apresiasi, tetapi menata hati agar tidak menjadikannya tujuan. Inilah inti dari cara mengajarkan perilaku ikhlas dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang tidak lagi berharap dipuji, hatinya akan lebih bebas dan tenang. Inilah hasil dari menerapkan cara mengajarkan perilaku ikhlas secara konsisten. Hati menjadi lebih kuat, tidak mudah kecewa, dan lebih dekat dengan Allah. 5. Membiasakan Diri Melakukan Kebaikan Secara Sembunyi-sembunyi Melakukan kebaikan secara diam-diam adalah cara mengajarkan perilaku ikhlas yang sangat efektif. Kebaikan yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang lain lebih murni, karena tidak bercampur dengan keinginan untuk dilihat. Dalam Islam, sedekah secara sembunyi-sembunyi sangat dianjurkan. Ini bukan sekadar tindakan baik, tetapi latihan spiritual yang memperkuat cara mengajarkan perilaku ikhlas karena hanya Allah yang menjadi saksi. Amalan tersembunyi menjadikan hati lebih rendah dan jauh dari sifat ujub. Hal ini sangat berhubungan dengan cara mengajarkan perilaku ikhlas karena hati dijaga agar tetap lembut dan bersih. Tidak semua kebaikan harus disembunyikan, tetapi memiliki sebagian amal yang hanya diketahui Allah adalah sebuah keistimewaan. Ini menjadi bukti bahwa cara mengajarkan perilaku ikhlas benar-benar dipraktikkan dengan sungguh-sungguh. Semakin sering seseorang melakukan kebaikan tanpa publikasi, semakin tulus hatinya. Inilah tujuan akhir dari cara mengajarkan perilaku ikhlas: hati yang jernih, damai, dan hanya bergantung pada ridha Allah SWT. Ikhlas Adalah Latihan Berkelanjutan Sepanjang Hidup Ikhlas adalah perjalanan panjang yang tidak berhenti pada satu titik. Karena itu, memahami cara mengajarkan perilaku ikhlas adalah proses harian yang harus terus dilatih. Mulai dari memahami maknanya, memperbaiki niat, melatih kesabaran, mengurangi ketergantungan pada pujian, hingga melakukan kebaikan secara sembunyi-sembunyi, semua itu adalah langkah-langkah yang membentuk hati yang bersih. Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang ikhlas dalam setiap langkah, niat, dan amalan.
BERITA27/11/2025 | admin
Hidup Ikhlas dalam Islam: Bukan Lemah, Justru Tanda Orang Kuat
Hidup Ikhlas dalam Islam: Bukan Lemah, Justru Tanda Orang Kuat
Hidup ikhlas dalam Islam merupakan fondasi penting bagi seorang muslim dalam menjalani kehidupan yang penuh ujian. Sejak awal, Islam mengajarkan bahwa kekuatan seorang hamba tidak hanya terletak pada fisik, tetapi juga pada kemampuannya menerima takdir Allah dengan ridha. Di tengah dinamika hidup, banyak orang menganggap sikap menerima sebagai tanda kelemahan, padahal hidup ikhlas dalam Islam justru menjadi sumber keteguhan hati yang luar biasa. Karena itu, memahami makna dan penerapan hidup ikhlas dalam Islam sangat penting agar seorang muslim mampu menjaga kedamaian dalam batinnya. Di era modern yang serba cepat dan menuntut kesempurnaan, hidup ikhlas dalam Islam seringkali terlupakan. Banyak orang lebih fokus mengejar dunia hingga lupa bahwa ketenangan sejati bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi bagaimana hati kita bersikap terhadap ketentuan Allah. Dengan memahami makna hidup ikhlas dalam Islam, seorang muslim dapat merasakan ketentraman yang tidak mudah digoyahkan oleh keadaan apa pun. Ikhlas sendiri bukan perkara mudah, karena hidup ikhlas dalam Islam mengharuskan hati suci dari niat selain Allah. Namun, justru karena sulit, nilai ikhlas menjadi sangat tinggi di sisi-Nya. Mereka yang mampu menerapkan hidup ikhlas dalam Islam adalah orang-orang kuat yang berjuang melawan hawa nafsu, ego, dan rasa kecewa. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas tanda-tanda, manfaat, dan cara melatih hidup ikhlas dalam Islam agar umat Islam bisa menjalani hidup dengan lebih tenang, kuat, dan optimis menghadapi berbagai ujian. Makna Hidup Ikhlas dalam Islam Hidup ikhlas dalam Islam bermakna membersihkan niat dari segala bentuk kepentingan selain mengharap ridha Allah. Ikhlas bukan sekadar menerima keadaan, tetapi juga menyerahkan hati sepenuhnya kepada takdir yang Allah tetapkan. Dalam hidup ikhlas dalam Islam, seorang hamba belajar bahwa setiap perbuatan akan bernilai ibadah jika dilakukan tanpa berharap pujian manusia. Pemahaman tentang hidup ikhlas dalam Islam tidak bisa dilepaskan dari perintah Allah untuk beribadah hanya kepada-Nya. Ikhlas adalah ruh dalam setiap amal. Tanpa ikhlas, amal menjadi hampa meskipun secara kasat mata terlihat besar. Karena itu, hidup ikhlas dalam Islam menuntut setiap muslim menjadikan Allah sebagai tujuan utama dari semua perbuatannya. Salah satu tantangan dalam hidup ikhlas dalam Islam adalah melawan bisikan hati yang ingin dipuji atau diakui. Ini menunjukkan bahwa ikhlas adalah proses yang tidak bisa dicapai secara instan. Justru proses panjang itulah yang membuat hidup ikhlas dalam Islam menjadi bukti kedewasaan spiritual seseorang. Dalam menjalani hidup, manusia sering diuji dengan hal-hal yang tidak disukai. Di sinilah hidup ikhlas dalam Islam mengambil peran. Seorang muslim diajak untuk percaya bahwa apa pun yang terjadi sudah diatur dengan sempurna. Ketika hati mampu menerima, maka lahirlah ketenangan yang menjadi ciri hidup ikhlas dalam Islam. Dengan demikian, makna hidup ikhlas dalam Islam bukan hanya sekadar pasrah, tetapi melibatkan usaha, doa, dan kepasrahan yang seimbang. Orang yang ikhlas bukan orang yang menyerah, tetapi orang yang percaya penuh pada ketetapan Allah. Mengapa Hidup Ikhlas dalam Islam Disebut Tanda Orang Kuat Hidup ikhlas dalam Islam disebut tanda orang kuat karena membutuhkan keteguhan hati yang tidak dimiliki semua orang. Seseorang mungkin mampu mengangkat beban berat, tetapi belum tentu mampu menerima takdir yang tidak sesuai harapannya. Karena itu, hidup ikhlas dalam Islam adalah bentuk kekuatan batin. Seseorang yang sudah terbiasa menerapkan hidup ikhlas dalam Islam dapat menghadapi cobaan hidup tanpa mudah goyah. Dia memahami bahwa setiap ujian mengandung hikmah. Ia kuat bukan karena tidak merasakan sakit, tetapi karena hidup ikhlas dalam Islam membuatnya memiliki pandangan luas terhadap takdir. Dalam kehidupan sosial, orang yang mampu menjalani hidup ikhlas dalam Islam akan lebih mampu mengendalikan kekecewaan terhadap orang lain. Ketika dihina, diremehkan, atau tidak dihargai, ia tetap tenang. Ia sadar bahwa nilai dirinya tidak ditentukan oleh manusia, karena hidup ikhlas dalam Islam mengajarkan bahwa Allah-lah penentu segalanya. Justru kelemahan seseorang tampak ketika dia mudah marah, iri, dan kecewa. Hidup ikhlas dalam Islam mengajarkan kekuatan sejati: kekuatan untuk mengendalikan diri. Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah bersabda bahwa orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya dari amarah. Ini sejalan dengan prinsip hidup ikhlas dalam Islam yang menuntut kestabilan emosi. Dengan demikian, kekuatan seorang muslim bukan diukur dari keberhasilan duniawi, melainkan dari kemampuannya menjalani hidup ikhlas dalam Islam dengan penuh keyakinan. Manfaat Hidup Ikhlas dalam Islam untuk Ketenangan Batin Salah satu manfaat terbesar dari hidup ikhlas dalam Islam adalah ketenangan hati yang sulit diguncangkan oleh keadaan. Ketika seseorang ikhlas, ia tidak akan terlalu terpengaruh oleh hasil. Ia fokus melakukan yang terbaik, lalu menyerahkan semuanya kepada Allah. Dengan begitu, hidup ikhlas dalam Islam menjadi sumber kedamaian. Orang yang menjadikan hidup ikhlas dalam Islam sebagai prinsip hidupnya akan bebas dari beban pikiran yang berlebih. Ia tidak lagi mengejar pujian manusia, sehingga hidupnya tidak habis untuk hal-hal yang melelahkan. Hidup ikhlas dalam Islam membuat hati lebih lapang dan tidak mudah kecewa. Selain itu, hidup ikhlas dalam Islam mengurangi stres karena seseorang belajar menerima apa yang tidak bisa ia ubah. Bukan berarti ia tidak berusaha, tetapi ia menerima bahwa hasil akhir berada di tangan Allah. Sikap ini membuat hidup ikhlas dalam Islam menjadi peredam kecemasan. Manfaat lainnya adalah terhindar dari sifat riya dan ujub. Dalam hidup ikhlas dalam Islam, seorang muslim menjaga niatnya agar tetap lurus. Dengan begitu, amalannya menjadi suci dan diterima Allah. Hati juga terjaga dari penyakit yang merusak. Pada akhirnya, hidup ikhlas dalam Islam menghadirkan kebahagiaan yang murni. Kebahagiaan yang tidak tergantung materi atau penilaian manusia, tetapi muncul dari hubungan yang kuat antara seorang hamba dan Tuhannya. Cara Melatih Hidup Ikhlas dalam Islam dalam Kehidupan Sehari-Hari Melatih hidup ikhlas dalam Islam dimulai dari membiasakan diri untuk meluruskan niat sebelum melakukan sesuatu. Dengan meniatkan segala perbuatan untuk Allah, seseorang akan mudah mengabaikan pujian atau komentar orang. Setiap kali hati ingin dipuji, ia mengingatkan dirinya bahwa hidup ikhlas dalam Islam adalah yang utama. Langkah kedua adalah menerima takdir Allah dengan penuh keyakinan. Tidak ada hidup ikhlas dalam Islam tanpa iman kepada takdir. Ketika hasil yang didapat tidak sesuai harapan, seorang muslim belajar berkata Alhamdulillah, karena ia percaya bahwa Allah lebih tahu yang terbaik. Cara berikutnya adalah banyak berzikir. Zikir membantu hati tetap tenang sehingga lebih mudah menjalani hidup ikhlas dalam Islam. Dengan hati yang lembut, seseorang tidak mudah diperbudak ego atau kecewa berlebihan. Selain itu, seseorang bisa melatih hidup ikhlas dalam Islam dengan tidak mengungkit-ungkit kebaikan. Ketika kita melakukan sesuatu, kemudian kita menceritakannya untuk mencari pengakuan, hilanglah nilai ikhlas itu. Karena itu, Rasulullah mengajarkan agar memberi dengan tangan kanan tanpa diketahui tangan kiri. Terakhir, memperbanyak doa agar diberikan keikhlasan. Bahkan ulama besar pun selalu berdoa agar dimudahkan menerapkan hidup ikhlas dalam Islam. Keikhlasan adalah anugerah yang Allah berikan kepada orang-orang yang hatinya dijaga. Hidup ikhlas dalam Islam bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti kekuatan batin seorang muslim. Mereka yang mampu menjalankannya adalah orang-orang pilihan yang hatinya dekat dengan Allah. Dengan hidup ikhlas dalam Islam, seseorang akan lebih tenang, lapang, dan tidak mudah goyah menghadapi ujian. Dalam perjalanan hidup, setiap muslim akan diuji dengan berbagai keadaan. Namun, ketika hidup ikhlas dalam Islam sudah menjadi prinsip dasar, semua ujian akan terasa ringan. Karena itu, sangat penting bagi setiap muslim untuk terus melatih diri agar mampu menjalani hidup ikhlas dalam Islam demi keselamatan dunia dan akhirat.
BERITA26/11/2025 | admin
Hidup Lebih Damai dengan Ikhlas: 5 Hal yang Langsung Terasa
Hidup Lebih Damai dengan Ikhlas: 5 Hal yang Langsung Terasa
Ikhlas adalah kunci ketenangan batin yang sering kali kita lupakan. Banyak orang mengejar kebahagiaan dengan berbagai cara, tetapi lupa bahwa rahasia hidup lebih damai justru terletak pada ketulusan hati. Dalam Islam, keikhlasan bukan hanya ibadah hati, tetapi fondasi kualitas hidup yang dapat dirasakan langsung. Ketika seseorang berusaha menjalani hidup lebih damai dengan ikhlas, maka Allah memberikan ketenangan yang tak bisa dibeli dengan apa pun. Artikel ini membahas bagaimana lima hal dapat langsung terasa ketika seorang muslim belajar mengikhlaskan hati. 1. Ikhlas Membuat Hati Lebih Ringan dan Bebas dari Beban Dalam kehidupan sehari-hari, tekanan pikiran sering muncul karena kita terlalu memaksakan keinginan, hasil, atau pendapat orang lain. Dengan belajar hidup lebih damai dengan ikhlas, seseorang akan lebih mudah merasakan hati yang ringan karena tidak semua hal dianggap sebagai beban. Ini adalah prinsip dasar yang juga diajarkan Rasulullah SAW agar umatnya tidak berlebihan dalam memikirkan dunia. Saat seseorang memilih untuk menjalani hidup lebih damai dengan ikhlas, hati perlahan-lahan terbiasa melepaskan hal-hal yang tidak bisa dikendalikan. Ketika ada kejadian yang tidak sesuai keinginan, kita tidak lagi mudah kecewa karena memahami bahwa segala sesuatu berada dalam ketetapan Allah. Prinsip ini membuat hati lebih lapang dan menerima takdir dengan penuh kesadaran. Selain itu, proses hidup lebih damai dengan ikhlas mengajarkan seseorang untuk tidak menyimpan dendam atau sakit hati. Melepaskan amarah bukan berarti kalah, tetapi menunjukkan kekuatan hati. Orang yang ikhlas justru lebih tahan uji karena tidak terbebani oleh emosi negatif yang menggerogoti jiwa. Hati yang ikhlas juga membuat seseorang mampu menerima perubahan tanpa banyak keluhan. Dengan menjalani hidup lebih damai dengan ikhlas, kita belajar bahwa tidak semua yang hilang adalah kerugian. Terkadang, Allah mengambil sesuatu untuk memberi sesuatu yang lebih baik. Dengan keyakinan ini, hidup terasa lebih ringan dijalani. Akhirnya, seseorang yang menempuh jalan hidup lebih damai dengan ikhlas akan mendapati bahwa pikiran dan emosinya jauh lebih seimbang. Ia tidak terburu-buru, tidak panik, dan tidak terlalu kecewa atas hal-hal yang tidak bisa diraih. Ini adalah tanda hati telah dilatih untuk mencari ridha Allah, bukan hanya kepuasan dunia. 2. Ikhlas Menjadikan Ibadah Lebih Khusyuk dan Bermakna Ibadah yang dilakukan tanpa keikhlasan hanya akan menjadi rutinitas kosong. Sebaliknya, dengan menjalani hidup lebih damai dengan ikhlas, kualitas ibadah meningkat drastis karena tumbuh dari hati yang ingin dekat kepada Allah, bukan ingin dilihat manusia. Ikhlas adalah inti dari seluruh amalan muslim, dan karenanya sangat mempengaruhi ketenangan spiritual. Saat seseorang berusaha menjalani hidup lebih damai dengan ikhlas, ia akan lebih mudah fokus dalam salat, dzikir, atau membaca Al-Qur’an. Tidak ada lagi pikiran yang melayang, tidak ada niat lain selain berharap pahala dan rahmat dari Allah. Ini membuat ibadah terasa lebih mendalam dan menenangkan. Keikhlasan juga membuat seseorang tidak mudah lelah dalam beribadah. Dengan prinsip hidup lebih damai dengan ikhlas, seorang muslim memahami bahwa setiap ibadah adalah bentuk komunikasi langsung dengan Allah. Maka, meski sibuk atau lelah, seseorang tetap merasa senang melakukannya karena merasakan kedamaian batin. Selain itu, hidup yang dipenuhi keikhlasan membantu seseorang terhindar dari sifat riya’. Seorang hamba yang menjalani hidup lebih damai dengan ikhlas tidak mencari pujian atau apresiasi manusia. Ia hanya ingin Allah melihat amalnya dan menerimanya. Sikap ini membuat hati tetap suci dan jauh dari penyakit hati. Akhirnya, dengan menjalani hidup lebih damai dengan ikhlas, ibadah tidak lagi terasa berat atau membosankan. Justru menjadi sumber energi hati. Orang yang ikhlas selalu merindukan momen mendekat kepada Tuhannya, karena di situlah ia merasakan ketenangan yang tak mungkin diberikan dunia. 3. Ikhlas Memperbaiki Hubungan Sosial dan Menghilangkan Banyak Konflik Tidak sedikit konflik antar manusia muncul dari hati yang penuh ego, ambisi, atau kekecewaan. Dengan menjalani hidup lebih damai dengan ikhlas, seseorang belajar menerima kekurangan orang lain dan tidak memaksakan kehendak. Ini adalah karakter mulia yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW dalam setiap interaksi sosialnya. Saat seseorang berlatih hidup lebih damai dengan ikhlas, ia menjadi lebih mudah memaafkan. Kesalahan kecil tidak lagi diperbesar, dan perbedaan pendapat tidak dijadikan alasan permusuhan. Hatinya lebih tenang karena tidak terbebani oleh keinginan untuk selalu menang atau terlihat benar. Keikhlasan juga membuat seseorang menjadi lebih dermawan dan tidak hitung-hitungan. Dalam kehidupan sosial, seseorang yang menjalani hidup lebih damai dengan ikhlas tidak mengungkit kebaikan yang telah ia lakukan. Ia memberi tanpa berharap imbalan, dan itulah yang membuat hubungan antar manusia menjadi hangat dan tulus. Selain itu, menjalani hidup dengan penuh keikhlasan membuat seseorang mampu menahan diri dari ghibah dan prasangka buruk. Dengan menerapkan prinsip hidup lebih damai dengan ikhlas, ia menjaga lisannya karena menyadari bahwa setiap kata akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Ini membuat suasana sosial menjadi lebih aman dan harmonis. Pada akhirnya, seseorang yang mengutamakan hidup lebih damai dengan ikhlas akan menjadi pribadi yang menyenangkan. Banyak orang merasa nyaman mendekat karena ia tidak menyimpan kebencian, tidak iri, dan tidak mudah tersinggung. Keikhlasan menjadikannya sumber kedamaian bagi lingkungannya. 4. Ikhlas Mengurangi Stres dan Menjaga Kesehatan Mental Kesehatan mental menjadi isu besar di zaman modern. Banyak orang merasa tertekan, cemas, dan mudah depresi. Namun, dalam Islam, ketenangan jiwa sangat berkaitan dengan keikhlasan. Ketika seseorang menjalani hidup lebih damai dengan ikhlas, ia tidak membiarkan pikirannya terus-menerus terseret oleh ambisi dunia yang melelahkan. Orang yang berusaha hidup dengan ikhlas memiliki kemampuan menerima kegagalan dengan lebih lapang. Dengan prinsip hidup lebih damai dengan ikhlas, seseorang tidak menyalahkan diri secara berlebihan. Ia mampu melihat masalah sebagai ujian, bukan hukuman, sehingga stres berkurang secara alami. Selain itu, menjalani hidup lebih damai dengan ikhlas membuat seseorang tidak terlalu memikirkan penilaian orang lain. Banyak tekanan mental muncul karena kita takut dicela atau dinilai kurang. Padahal, orang yang ikhlas hanya berusaha mencari ridha Allah. Sikap ini membuat hati lebih bebas dan tenang. Keikhlasan juga menumbuhkan rasa syukur. Seseorang yang menjalani hidup lebih damai dengan ikhlas lebih mudah melihat nikmat kecil sebagai sesuatu yang besar. Syukur adalah penawar stres yang paling kuat, karena membuat hati merasa cukup dan tidak selalu menuntut lebih. Akhirnya, seseorang yang mengutamakan keikhlasan akan lebih jarang mengalami konflik batin. Dengan terus melatih hidup lebih damai dengan ikhlas, ia mampu menjaga kestabilan emosinya sehingga kesehatan mental lebih terjaga. Islam mengajarkan bahwa hati yang ikhlas adalah hati yang sehat. 5. Ikhlas Membuka Jalan Rezeki dan Memudahkan Urusan Rezeki bukan hanya soal uang, tetapi juga kemudahan hidup. Dalam ajaran Islam, keikhlasan adalah pintu dibukanya pertolongan Allah. Seseorang yang menjalani hidup lebih damai dengan ikhlas akan melihat bagaimana Allah mudahkan urusannya satu per satu. Orang yang ikhlas tidak mencari keuntungan dengan cara curang. Dengan prinsip hidup lebih damai dengan ikhlas, seseorang bekerja dengan tenang tanpa memaksakan hasil. Ia percaya bahwa rezekinya sudah ditetapkan dan tidak akan tertukar. Keyakinan ini membuat hidup lebih damai. Selanjutnya, dengan menjalani hidup lebih damai dengan ikhlas, seseorang lebih mudah menolong orang lain tanpa mengharapkan balasan. Kebaikan seperti ini sering kali menjadi jalan datangnya keberkahan. Allah mengganti setiap ikhlas dengan rezeki yang tidak disangka-sangka. Orang yang ikhlas juga cenderung disiplin dan tidak mudah menyerah. Dalam proses hidup lebih damai dengan ikhlas, ia menjalani usaha dengan hati yang tenang. Ketika tidak ditekan oleh ambisi dunia, seseorang menjadi lebih jernih dalam mengambil keputusan, sehingga Allah lebih mudah membukakan jalan-jalan kebaikan baginya. Terakhir, seseorang yang menjalani hidup lebih damai dengan ikhlas akan merasa bahwa setiap kemudahan yang datang adalah bentuk kasih sayang Allah. Ia tidak sombong atas keberhasilannya, dan tidak putus asa atas kegagalannya. Inilah rezeki batin yang jauh lebih berharga daripada materi. Pada akhirnya, hidup lebih damai dengan ikhlas bukan hanya konsep spiritual, tetapi gaya hidup yang memberikan dampak nyata. Keikhlasan menjadikan hati lebih ringan, ibadah lebih khusyuk, hubungan sosial lebih baik, stres berkurang, dan rezeki lebih lancar. Islam mengajarkan bahwa ketenangan sejati muncul ketika seseorang menyerahkan hasil terbaik kepada Allah. Dengan terus melatih keikhlasan, siapa pun dapat merasakan kedamaian yang tidak bisa diberikan dunia.
BERITA26/11/2025 | admin
Riset Akbar Literatur Zakat Nusantara, Dra. Hj. Puji Astuti dan H. Ahmad Lutfi Wakili BAZNAS DIY
Riset Akbar Literatur Zakat Nusantara, Dra. Hj. Puji Astuti dan H. Ahmad Lutfi Wakili BAZNAS DIY
BAZNAS RI berkolaborasi dengan Shafiec Research Center UNU Yogyakarta, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, serta Pascasarjana UIN Jakarta dalam riset dan tahqiq kitab zakat karya ulama Nusantara, Syekh Nawawi Majene. Program dengan tajuk “Jejak Ulama: Merawat Ilmu dalam Manuskrip” ini resmi dimulai melalui Kick-Off dan Seminar di Kampus UNU Yogyakarta, Sabtu (22/11/2025), disertai FGD ahli dan peluncuran publik. Penelitian ini menelaah kitab Fiqh al-Zakat setebal 10 jilid (±6.000 halaman), dianggap sebagai salah satu karya terlengkap mengenai zakat di Asia Tenggara. Langkah ini bertujuan menghidupkan kembali khazanah keilmuan Islam Nusantara sekaligus memperkuat dasar epistemologis tata kelola zakat nasional. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menyebut rekonstruksi kitab ini penting untuk menggali rujukan fikih zakat demi kemaslahatan umat, mengingat potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp327 triliun. Sementara Pimpinan BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, MA menegaskan riset ini diperlukan agar pengelolaan zakat memiliki landasan ilmiah yang kuat dan relevan dengan konteks kekinian. Acara turut menghadirkan keynote Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur (Dirzawa Kemenag RI) serta dihadiri pula oleh Ketua BAZNAS DIY Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si dan Wakil Ketua IV H. Ahmad Lutfi SS., MA. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS dan perguruan tinggi berharap karya monumental Syekh Nawawi dapat diterbitkan kembali, dikontekstualisasikan, dan menjadi rujukan utama pengembangan filantropi Islam modern.
BERITA26/11/2025 | admin
Wakil Ketua I BAZNAS DIY Dampingi Penyerahan Beasiswa UPZ Dikpora DIY Senilai Rp450 Juta
Wakil Ketua I BAZNAS DIY Dampingi Penyerahan Beasiswa UPZ Dikpora DIY Senilai Rp450 Juta
Wakil Ketua I BAZNAS DIY, Dr. H. Munjahid, M.Ag, menghadiri kegiatan Pentasarufan Beasiswa UPZ Dikpora DIY yang digelar di Gedung Graha Wana Bhakti Yasa. Pada kegiatan ini, disalurkan beasiswa pendidikan dengan nilai mencapai Rp450 juta, yang diberikan kepada lebih dari 370 siswa tingkat SD hingga SMA/Sederajat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penyaluran beasiswa ini merupakan upaya UPZ Dikpora DIY dalam memperkuat akses pendidikan bagi pelajar dari keluarga yang membutuhkan, serta mendorong lahirnya generasi muda berdaya saing dan berprestasi. Kehadiran BAZNAS DIY dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan penuh terhadap program pendidikan berbasis zakat yang berorientasi pada keberlanjutan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. BAZNAS DIY berharap bantuan ini dapat menjadi pemantik semangat belajar para siswa, sekaligus memperluas manfaat zakat bagi pembangunan pendidikan di DIY. Program beasiswa ini juga menjadi bukti nyata kolaborasi pengelolaan ZIS yang tepat sasaran, transparan, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BERITA26/11/2025 | admin
Z-Coffee UPN Resmi Dibuka: Ruang Baru untuk Ngopi & Kreasi
Z-Coffee UPN Resmi Dibuka: Ruang Baru untuk Ngopi & Kreasi
UPN “Veteran” Yogyakarta kini memiliki ruang baru yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk berkumpul, berdiskusi, dan berkreasi dengan dibukanya Z-Coffee UPN dalam acara Grand Opening yang berlangsung meriah pada Selasa (25/11/2025). Acara peresmian ini dibuka secara resmi oleh Rektor UPN Veteran Yogyakarta Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si, Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si, bersama Wakil Ketua II, H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D. Kehadiran pimpinan BAZNAS DIY dan Rektor UPN Veteran Yogyakarta menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya menghadirkan ruang kreatif yang nyaman dan bermanfaat bagi generasi muda kampus. Pembukaan Z-Coffee UPN menjadi langkah baru dalam menyediakan ruang publik yang produktif, inklusif, dan dekat dengan aktivitas mahasiswa. Tempat ini tidak hanya berfungsi sebagai kedai kopi, tetapi juga dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi komunitas kampus, mulai dari kegiatan akademik, diskusi kreatif, rapat organisasi, hingga pertemuan santai yang mendorong munculnya ide-ide baru. Dengan suasana modern, hangat, dan ramah mahasiswa, Z-Coffee UPN diharapkan menjadi destinasi favorit civitas akademika untuk belajar, berkarya, dan membangun jejaring. Hadirnya Z-Coffee UPN menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kreatif di lingkungan kampus, sekaligus mendorong terciptanya ruang yang lebih dinamis dan inspiratif bagi mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta.
BERITA25/11/2025 | admin
Pengertian Hidup Sederhana dan Ikhlas dalam Pandangan Islam
Pengertian Hidup Sederhana dan Ikhlas dalam Pandangan Islam
Dalam ajaran Islam, pengertian hidup sederhana dan ikhlas bukan hanya konsep moral, melainkan prinsip hidup yang membantu seorang muslim membangun ketenangan batin dan akhlak mulia. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, nilai-nilai ini menjadi pegangan yang menjaga manusia tetap seimbang. Banyak orang mengejar materi dan penghargaan, namun tidak semua merasa bahagia. Islam justru mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada hati yang bersih dan tidak diperbudak oleh dunia. Di bagian awal ini, penting untuk memahami bahwa pengertian hidup sederhana dan ikhlas tidak sama dengan hidup miskin atau menolak kenikmatan yang Allah berikan. Islam mengajarkan umatnya untuk bekerja keras, berpenghasilan baik, dan menikmati rezeki selama tidak berlebihan dan tidak menimbulkan kesombongan. Kesederhanaan adalah sikap hati yang stabil, sedangkan keikhlasan adalah kebersihan niat dari pengaruh riya atau pamrih. Makna dan Pengertian Hidup Sederhana dan Ikhlas Menurut Islam Ketika menjelaskan pengertian hidup sederhana dan ikhlas, Islam memandang kesederhanaan sebagai sikap menjauhi pemborosan, gengsi, dan kemewahan yang tidak diperlukan. Kesederhanaan bukan berarti seseorang tidak boleh memiliki harta, tetapi bagaimana ia mengelola dan menempatkannya agar tidak merusak akhlak maupun ibadah. Dalam hal keikhlasan, pengertian hidup sederhana dan ikhlas berhubungan dengan niat hati yang bersih karena Allah SWT. Ikhlas menjadikan amal diterima, sedangkan riya membuat kebaikan menjadi sia-sia. Karena itu, Islam menekankan pentingnya menjaga niat dalam setiap langkah kehidupan. Kesederhanaan juga menjadi sarana untuk melatih rasa syukur. Dengan memahami pengertian hidup sederhana dan ikhlas, seseorang belajar menerima apa yang dimiliki tanpa banyak mengeluh. Kesadaran ini membuat hati lebih lapang dan tidak mudah iri pada kehidupan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, pengertian hidup sederhana dan ikhlas dapat terlihat dari kebiasaan tidak memaksakan diri demi status sosial atau gaya hidup tertentu. Seorang muslim dianjurkan membedakan kebutuhan dan keinginan, serta tidak mengikuti hawa nafsu yang mendorong perilaku konsumtif. Keikhlasan dalam beramal juga merupakan bagian dari pengertian hidup sederhana dan ikhlas. Seseorang tidak melakukan kebaikan karena ingin dipuji, melainkan karena ingin mendekat kepada Allah. Inilah esensi ibadah yang sesungguhnya. Kaitan Pengertian Hidup Sederhana dan Ikhlas dengan Kebahagiaan Muslim Dalam kehidupan modern, banyak orang merasa terbebani oleh tuntutan sosial dan persaingan materi. Islam mengajarkan bahwa pengertian hidup sederhana dan ikhlas dapat menjadi kunci kebahagiaan karena seseorang tidak lagi menjadikan dunia sebagai pusat hidupnya. Ia menikmati apa yang dimiliki tanpa harus meniru orang lain. Keikhlasan juga mengurangi stres dan kekecewaan. Dengan memahami pengertian hidup sederhana dan ikhlas, seorang muslim tidak menggantungkan harapan pada pujian atau apresiasi manusia. Ia hanya berharap balasan dari Allah, sehingga hati lebih stabil meskipun tidak semua orang menghargai kebaikannya. Kebiasaan hidup sederhana membantu seseorang menjaga kesehatan mental, karena ia tidak merasa harus mengikuti tren atau membandingkan hidupnya dengan orang lain. Pengertian hidup sederhana dan ikhlas mengajarkan bahwa kebahagiaan bukan berasal dari dunia luar, tetapi dari hati yang ridha. Dalam hal finansial, gaya hidup sederhana menjadikan seseorang lebih mudah mengatur keuangan. Dengan memahami pengertian hidup sederhana dan ikhlas, seorang muslim belajar menempatkan harta pada kebutuhan utama, bukan keinginan sementara. Pada akhirnya, kebahagiaan muslim sejati muncul ketika ia merasa cukup, bersyukur, dan bergantung kepada Allah. Prinsip ini adalah buah dari penghayatan terhadap pengertian hidup sederhana dan ikhlas yang benar. Contoh Penerapan Pengertian Hidup Sederhana dan Ikhlas dalam Kehidupan Sehari-Hari Penerapan pengertian hidup sederhana dan ikhlas dapat dimulai dari hal kecil seperti cara berpakaian. Islam tidak melarang pakaian yang bagus, tetapi melarang kesombongan. Kesederhanaan menjaga seseorang dari sifat pamer dan memamerkan harta. Dalam urusan makan, pengertian hidup sederhana dan ikhlas tercermin dari kebiasaan makan secukupnya dan tidak berlebih-lebihan. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk mengisi perut dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga udara untuk kesehatan. Dalam amal ibadah, seorang muslim yang memahami pengertian hidup sederhana dan ikhlas akan berusaha menyembunyikan sedekahnya, menjaga niat, dan tidak mencari pengakuan. Ia mengutamakan nilai ibadah di hadapan Allah, bukan pandangan manusia. Di dunia kerja, seseorang menjalankan tugas dengan baik tanpa menunggu pujian. Pengertian hidup sederhana dan ikhlas menjadikan motivasi utama seorang muslim adalah keberkahan rezeki dan keridhaan Allah, bukan semata-mata pengakuan profesional. Dalam kehidupan sosial, seseorang yang mengamalkan pengertian hidup sederhana dan ikhlas tidak menunjukkan gaya hidup mewah dan tidak mengikuti tekanan lingkungan yang membuat hidup semakin berat. Ia tetap rendah hati dan menghargai orang lain apa adanya. Manfaat Besar dari Memahami Pengertian Hidup Sederhana dan Ikhlas Memahami pengertian hidup sederhana dan ikhlas membuat hati lebih tenang karena seseorang tidak lagi terbebani oleh keinginan duniawi yang berlebihan. Ia lebih fokus pada hal-hal bermanfaat dan menjauhi sifat boros. Prinsip ini juga meningkatkan kualitas hubungan seorang muslim dengan Allah. Dengan menjalani pengertian hidup sederhana dan ikhlas, seseorang lebih memahami tujuan hidupnya dan lebih tulus dalam beribadah. Selain itu, kesederhanaan membantu menjauhkan diri dari sifat pamer dan riya. Menghayati pengertian hidup sederhana dan ikhlas menuntun seseorang pada kepribadian yang lebih bersih dan jujur. Manfaat lain adalah meningkatnya empati dan kepedulian kepada sesama. Seseorang yang mengamalkan pengertian hidup sederhana dan ikhlas lebih mudah berbagi, tidak sombong, dan tidak memandang rendah orang lain. Terakhir, manfaatnya tampak pada kesehatan fisik dan mental. Dengan menjalankan pengertian hidup sederhana dan ikhlas, seseorang terhindar dari gaya hidup berlebihan yang melelahkan jiwa dan raga. Pentingnya Memahami Pengertian Hidup Sederhana dan Ikhlas Sebagai penutup, penting untuk menegaskan bahwa pengertian hidup sederhana dan ikhlas merupakan ajaran Islam yang membawa keberkahan dan ketenangan bagi setiap muslim. Islam tidak menolak kekayaan, tetapi menolak sikap hati yang terikat pada dunia secara berlebihan. Dengan memahami pengertian hidup sederhana dan ikhlas, seorang muslim menemukan makna hidup yang lebih dalam. Ia mampu mengelola dunia tanpa diperbudak olehnya. Kesederhanaan menjadikan hidup lebih teratur, dan keikhlasan menjadikan ibadah lebih bermakna.
BERITA25/11/2025 | admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat