WhatsApp Icon
Kepedulian melalui Zakat, BAZNAS DIY Bantu YAKETUNIS

Yogyakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyalurkan zakat terikat dari muzaki kepada Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam (YAKETUNIS). Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang sebagai wujud kepedulian dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan serta kebutuhan yayasan.

Penyaluran zakat terikat ini merupakan bentuk amanah BAZNAS DIY dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat sesuai dengan peruntukannya. Bantuan yang diterima YAKETUNIS diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan yayasan serta mendukung pelayanan dan pemberdayaan bagi penyandang tunanetra yang berada dalam binaan YAKETUNIS.

Melalui penyaluran ini, BAZNAS DIY berharap manfaat zakat dapat dirasakan secara nyata oleh penerima manfaat. Dukungan dari para muzaki menjadi bagian penting dalam menghadirkan kepedulian dan kebermanfaatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS DIY juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada muzaki yang telah menunaikan zakat melalui BAZNAS DIY. Kepercayaan tersebut menjadi amanah untuk terus mengelola dan menyalurkan zakat secara amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran.

Semoga bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi YAKETUNIS dan menjadi amal jariyah bagi para muzaki yang telah berbagi melalui zakat.

Zakat Anda, Kepedulian untuk Sesama. Bersama BAZNAS DIY, Zakat Menguatkan Indonesia

12/08/2026 | Kontributor: admin
Amalan Pembuka Rezeki di Muharram yang Bisa Dilakukan Setiap Hari

 

Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Bulan ini menjadi awal tahun dalam kalender Hijriah sekaligus momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan memperbanyak amal saleh. Banyak kaum muslimin yang memanfaatkan bulan Muharram untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan harapan memperoleh keberkahan hidup, termasuk kemudahan dalam urusan rezeki.

Berbicara tentang Amalan pembuka rezeki di Muharram, penting untuk dipahami bahwa rezeki tidak hanya berbentuk harta benda. Rezeki juga dapat berupa kesehatan, keluarga yang harmonis, ilmu yang bermanfaat, pekerjaan yang baik, hingga ketenangan hati. Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan yang dapat mendatangkan keberkahan dan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam

Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menghindari perbuatan dosa. Keutamaan Muharram juga terlihat dari anjuran Rasulullah SAW untuk memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini.

Momentum Muharram menjadi kesempatan terbaik bagi setiap muslim untuk memulai lembaran baru dengan meningkatkan kualitas ibadah. Semakin dekat seorang hamba kepada Allah SWT, semakin besar pula peluang mendapatkan keberkahan hidup dan kelapangan rezeki.

Mengapa Amalan Bisa Menjadi Pembuka Rezeki?

Dalam Islam, rezeki berasal dari Allah SWT. Namun, Allah juga memerintahkan hamba-Nya untuk berikhtiar dan melakukan berbagai amalan yang dapat mendatangkan rahmat serta keberkahan.

Banyak ayat Al-Qur'an dan hadis yang menjelaskan bahwa ketakwaan, istighfar, sedekah, dan berbagai bentuk ketaatan lainnya dapat menjadi sebab datangnya rezeki. Oleh karena itu, menjalankan Amalan pembuka rezeki di Muharram bukan berarti mengharapkan kekayaan secara instan, melainkan berusaha mendekatkan diri kepada Allah agar hidup dipenuhi keberkahan.

Amalan Pembuka Rezeki di Muharram yang Bisa Dilakukan Setiap Hari

1. Memperbanyak Istighfar

Istighfar merupakan amalan sederhana tetapi memiliki keutamaan yang luar biasa. Dengan memperbanyak memohon ampun kepada Allah SWT, seorang muslim membersihkan dirinya dari dosa yang dapat menjadi penghalang datangnya rezeki.

Luangkan waktu setiap hari untuk mengucapkan istighfar setelah salat, saat bekerja, maupun ketika sedang beristirahat. Kebiasaan ini akan membantu hati menjadi lebih tenang dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Menjaga Salat Lima Waktu

Salat adalah kewajiban utama seorang muslim. Selain menjadi tiang agama, salat juga menjadi sarana memohon pertolongan dan keberkahan kepada Allah SWT.

Menjaga salat tepat waktu merupakan salah satu Amalan pembuka rezeki di Muharram yang sangat dianjurkan. Dengan menjaga hubungan yang baik dengan Allah SWT, seorang muslim akan mendapatkan kemudahan dalam berbagai urusan kehidupan.

3. Membaca Al-Qur'an Setiap Hari

Membaca Al-Qur'an membawa ketenangan dan keberkahan dalam hidup. Tidak harus banyak, yang terpenting adalah konsisten setiap hari.

Bulan Muharram menjadi waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan membaca Al-Qur'an secara rutin. Selain mendapatkan pahala, hati juga akan lebih dekat kepada Allah sehingga kehidupan terasa lebih berkah.

4. Bersedekah Secara Rutin

Sedekah merupakan salah satu amalan yang paling sering dikaitkan dengan kelapangan rezeki. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa harta tidak akan berkurang karena sedekah.

Sedekah tidak harus dalam jumlah besar. Memberikan bantuan kepada tetangga, berbagi makanan, membantu fakir miskin, atau mendukung kegiatan sosial juga termasuk sedekah yang bernilai di sisi Allah SWT.

5. Menjalankan Puasa Sunnah di Bulan Muharram

Puasa sunnah pada bulan Muharram memiliki keutamaan yang besar. Salah satu yang paling terkenal adalah puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.

Selain mendapatkan pahala, puasa membantu melatih kesabaran, meningkatkan ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketakwaan inilah yang menjadi salah satu sebab dibukanya pintu rezeki.

6. Menyambung Silaturahmi

Menjalin hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan sahabat termasuk amalan yang dapat memperluas rezeki. Dalam banyak hadis disebutkan bahwa silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.

Muharram dapat menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan yang sempat renggang dan mempererat tali persaudaraan sesama muslim.

7. Memperbanyak Doa

Doa adalah senjata orang beriman. Allah SWT menyukai hamba-Nya yang selalu memohon kepada-Nya.

Ketika menjalankan Amalan pembuka rezeki di Muharram, jangan lupa untuk memperbanyak doa memohon keberkahan, kemudahan usaha, kesehatan, dan rezeki yang halal serta baik.

8. Membantu Orang Lain

Salah satu cara mendapatkan pertolongan Allah adalah dengan membantu sesama manusia. Ketika seseorang memudahkan urusan orang lain, Allah SWT akan memudahkan urusannya.

Membantu tidak selalu berkaitan dengan materi. Memberikan tenaga, waktu, ilmu, atau sekadar nasihat yang baik juga termasuk bentuk pertolongan yang bernilai ibadah.

9. Menjaga Kejujuran dalam Bekerja

Rezeki yang halal dan berkah diperoleh melalui cara yang baik. Karena itu, kejujuran harus menjadi prinsip utama dalam bekerja maupun berbisnis.

Kejujuran mungkin tidak selalu menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat, tetapi keberkahannya akan dirasakan dalam jangka panjang.

10. Bertawakal kepada Allah SWT

Setelah berusaha dan berdoa, seorang muslim harus bertawakal kepada Allah SWT. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi menyerahkan hasil akhir kepada Allah setelah melakukan ikhtiar terbaik.

Sikap tawakal membuat hati lebih tenang dan tidak mudah putus asa ketika menghadapi kesulitan ekonomi maupun masalah kehidupan lainnya.

Tips Agar Amalan Pembuka Rezeki di Muharram Menjadi Istikamah

Banyak orang bersemangat beribadah di awal Muharram, tetapi kesulitan mempertahankannya dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan beberapa langkah agar amalan dapat dilakukan secara konsisten:

  • Mulai dari amalan yang ringan dan mudah dilakukan.
  • Tetapkan target harian yang realistis.
  • Buat jadwal ibadah yang teratur.
  • Cari lingkungan yang mendukung kegiatan keagamaan.
  • Perbanyak doa agar diberikan keistiqamahan.
  • Evaluasi diri secara berkala.

Konsistensi dalam beribadah jauh lebih dicintai Allah SWT dibandingkan amalan besar yang hanya dilakukan sesekali.

Rezeki yang Berkah Lebih Penting daripada Rezeki yang Banyak

Dalam pandangan Islam, keberkahan rezeki lebih utama daripada jumlahnya. Banyak orang memiliki penghasilan besar tetapi tidak merasakan ketenangan hidup. Sebaliknya, ada yang penghasilannya sederhana namun hidupnya penuh kebahagiaan dan kecukupan.

Karena itu, tujuan utama menjalankan Amalan pembuka rezeki di Muharram bukan semata-mata mencari kekayaan dunia, melainkan memperoleh rezeki yang halal, berkah, dan membawa manfaat bagi diri sendiri serta orang lain.

Bulan Muharram merupakan waktu yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Berbagai Amalan pembuka rezeki di Muharram seperti istighfar, salat tepat waktu, membaca Al-Qur'an, bersedekah, berpuasa sunnah, menyambung silaturahmi, memperbanyak doa, membantu sesama, menjaga kejujuran, dan bertawakal dapat dilakukan setiap hari oleh umat Islam.

Dengan menjalankan amalan-amalan tersebut secara istiqamah, seorang muslim tidak hanya berharap mendapatkan kelapangan rezeki, tetapi juga keberkahan hidup yang lebih luas. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, keberkahan, dan rezeki yang halal kepada setiap hamba-Nya yang senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada-Nya, khususnya melalui Amalan pembuka rezeki di Muharram yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.

12/08/2026 | Kontributor: admin
Merawat Asa di Usia Senja Melalui Paket Logistik Lansia di Kulon Progo

Kulon Progo – Sebagai wujud kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat lanjut usia, BAZNAS DIY bersama BAZNAS Kabupaten Kulon Progo melaksanakan penyerahan paket logistik bagi para lansia di Kabupaten Kulon Progo. Bantuan yang disalurkan berupa paket kebutuhan pokok serta uang santunan sebagai bentuk perhatian kepada para lansia yang membutuhkan.

Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti para lansia. Melalui bantuan tersebut, diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan semangat dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.

Paket logistik yang disalurkan berisi berbagai kebutuhan pokok yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan harian, sementara uang santunan diberikan sebagai tambahan dukungan agar para lansia dapat memenuhi kebutuhan lainnya sesuai kondisi masing-masing.

Kegiatan penyaluran berlangsung dengan penuh kehangatan. Para lansia menyambut bantuan yang diberikan dengan rasa syukur dan bahagia.

Melalui sinergi antara BAZNAS DIY dan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari dana zakat yang telah ditunaikan oleh para muzaki. BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh para mustahik di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Semoga bantuan yang disalurkan menjadi berkah bagi para penerima manfaat dan menjadi amal jariyah bagi seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.

05/08/2026 | Kontributor: admin
Kolaborasi Kebaikan Dimulai, BAZNAS DIY dan Yayasan Madania Bahas Pembentukan UPZ

 

Yogyakarta – BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran pengurus Yayasan Madania dalam rangka maembahas rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), sebagai upaya memperkuat penghimpunan dan pengelolaan zakat di lingkungan yayasan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS DIY memberikan pemaparan mengenai peran strategis UPZ, mekanisme pembentukan, serta tata kelola pengumpulan zakat, infak, dan sedekah yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui silaturahmi ini, diharapkan terjalin sinergi yang baik antara BAZNAS DIY dan Yayasan Madania dalam mengoptimalkan potensi zakat sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

BAZNAS DIY menyambut baik inisiatif Yayasan Madania dan berharap proses pembentukan UPZ dapat berjalan dengan lancar sebagai langkah bersama dalam memperkuat ekosistem zakat yang amanah, profesional, dan berdampak.

04/08/2026 | Kontributor: admin
Nisab Zakat Penghasilan Tahun Ini dan Cara Menentukannya

 

Memahami nisab zakat penghasilan merupakan langkah penting bagi setiap Muslim yang ingin menunaikan zakat secara tepat sesuai syariat. Nisab menjadi batas minimum penghasilan yang menentukan apakah seseorang telah wajib membayar zakat atau belum. Oleh karena itu, mengetahui cara menentukan nisab sangat diperlukan agar kewajiban zakat dapat ditunaikan dengan benar.

Apa Itu Nisab?

Nisab adalah batas minimum harta atau penghasilan yang harus dimiliki seseorang sebelum dikenakan kewajiban zakat. Dalam zakat penghasilan, nisab mengacu pada nilai 85 gram emas dalam satu tahun.

Apabila total penghasilan yang diperoleh selama satu tahun telah mencapai atau melebihi nilai tersebut, maka seseorang wajib menunaikan zakat penghasilan sebesar 2,5 persen. Ketentuan ini menjadi acuan bagi umat Islam dalam menentukan kewajiban zakat atas pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan, profesi, maupun usaha yang halal.

Cara Menentukan Nisab

Untuk menentukan nisab zakat penghasilan, langkah pertama adalah mengetahui harga emas yang berlaku saat ini. Selanjutnya, harga emas tersebut dikalikan dengan 85 gram untuk memperoleh nilai nisab tahunan.

Setelah nilai nisab tahunan diketahui, penghasilan yang diperoleh selama satu tahun dapat dibandingkan dengan nilai tersebut. Jika total penghasilan telah mencapai atau melampaui nisab, maka zakat penghasilan wajib ditunaikan.

Perhitungan zakat penghasilan dilakukan dengan mengeluarkan 2,5 persen dari penghasilan yang telah memenuhi syarat wajib zakat.

Contoh Penerapan Nisab

Sebagai contoh, jika nilai 85 gram emas pada tahun berjalan setara dengan jumlah tertentu, maka penghasilan tahunan seorang Muslim perlu dibandingkan dengan nilai tersebut.

Apabila total penghasilan selama satu tahun melebihi nilai nisab, maka ia telah memenuhi syarat wajib zakat penghasilan. Sebaliknya, jika penghasilannya masih berada di bawah nisab, maka zakat penghasilan belum diwajibkan.

Karena harga emas dapat berubah dari waktu ke waktu, nilai nisab juga akan menyesuaikan dengan perkembangan harga emas yang berlaku.

Kesalahan Umum dalam Menentukan Nisab

Beberapa kesalahan yang masih sering terjadi saat menentukan nisab zakat penghasilan antara lain:

- Menggunakan nilai nisab yang sudah tidak sesuai dengan harga emas terkini.

- Tidak menghitung total penghasilan secara menyeluruh dalam satu tahun.

- Menganggap semua penghasilan otomatis wajib dizakati tanpa membandingkannya dengan nisab.

- Tidak memperbarui informasi mengenai ketentuan nisab yang berlaku pada tahun berjalan.

Dengan memahami cara menentukan nisab secara tepat, kewajiban zakat dapat ditunaikan sesuai ketentuan syariat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi para penerima zakat.

Cek Nisab Zakat Anda

Masih ragu apakah penghasilan Anda sudah mencapai nisab? Gunakan layanan kalkulator BAZNAS DIY https://diy.baznas.go.id/bayarzakat untuk mengetahui nisab dan menghitung kewajiban zakat penghasilan secara mudah dan akurat. Setelah mengetahui jumlah zakat yang harus ditunaikan, Anda dapat menyalurkannya melalui BAZNAS DIY agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

31/07/2026 | Kontributor: admin

Berita Terbaru

Kepedulian melalui Zakat, BAZNAS DIY Bantu YAKETUNIS
Kepedulian melalui Zakat, BAZNAS DIY Bantu YAKETUNIS
Yogyakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyalurkan zakat terikat dari muzaki kepada Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam (YAKETUNIS). Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang sebagai wujud kepedulian dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan serta kebutuhan yayasan. Penyaluran zakat terikat ini merupakan bentuk amanah BAZNAS DIY dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat sesuai dengan peruntukannya. Bantuan yang diterima YAKETUNIS diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan yayasan serta mendukung pelayanan dan pemberdayaan bagi penyandang tunanetra yang berada dalam binaan YAKETUNIS. Melalui penyaluran ini, BAZNAS DIY berharap manfaat zakat dapat dirasakan secara nyata oleh penerima manfaat. Dukungan dari para muzaki menjadi bagian penting dalam menghadirkan kepedulian dan kebermanfaatan bagi masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS DIY juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada muzaki yang telah menunaikan zakat melalui BAZNAS DIY. Kepercayaan tersebut menjadi amanah untuk terus mengelola dan menyalurkan zakat secara amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran. Semoga bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi YAKETUNIS dan menjadi amal jariyah bagi para muzaki yang telah berbagi melalui zakat. Zakat Anda, Kepedulian untuk Sesama. Bersama BAZNAS DIY, Zakat Menguatkan Indonesia
BERITA12/08/2026 | admin
Amalan Pembuka Rezeki di Muharram yang Bisa Dilakukan Setiap Hari
Amalan Pembuka Rezeki di Muharram yang Bisa Dilakukan Setiap Hari
Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Bulan ini menjadi awal tahun dalam kalender Hijriah sekaligus momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan memperbanyak amal saleh. Banyak kaum muslimin yang memanfaatkan bulan Muharram untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan harapan memperoleh keberkahan hidup, termasuk kemudahan dalam urusan rezeki. Berbicara tentang Amalan pembuka rezeki di Muharram, penting untuk dipahami bahwa rezeki tidak hanya berbentuk harta benda. Rezeki juga dapat berupa kesehatan, keluarga yang harmonis, ilmu yang bermanfaat, pekerjaan yang baik, hingga ketenangan hati. Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan yang dapat mendatangkan keberkahan dan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menghindari perbuatan dosa. Keutamaan Muharram juga terlihat dari anjuran Rasulullah SAW untuk memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini. Momentum Muharram menjadi kesempatan terbaik bagi setiap muslim untuk memulai lembaran baru dengan meningkatkan kualitas ibadah. Semakin dekat seorang hamba kepada Allah SWT, semakin besar pula peluang mendapatkan keberkahan hidup dan kelapangan rezeki. Mengapa Amalan Bisa Menjadi Pembuka Rezeki? Dalam Islam, rezeki berasal dari Allah SWT. Namun, Allah juga memerintahkan hamba-Nya untuk berikhtiar dan melakukan berbagai amalan yang dapat mendatangkan rahmat serta keberkahan. Banyak ayat Al-Qur'an dan hadis yang menjelaskan bahwa ketakwaan, istighfar, sedekah, dan berbagai bentuk ketaatan lainnya dapat menjadi sebab datangnya rezeki. Oleh karena itu, menjalankan Amalan pembuka rezeki di Muharram bukan berarti mengharapkan kekayaan secara instan, melainkan berusaha mendekatkan diri kepada Allah agar hidup dipenuhi keberkahan. Amalan Pembuka Rezeki di Muharram yang Bisa Dilakukan Setiap Hari 1. Memperbanyak Istighfar Istighfar merupakan amalan sederhana tetapi memiliki keutamaan yang luar biasa. Dengan memperbanyak memohon ampun kepada Allah SWT, seorang muslim membersihkan dirinya dari dosa yang dapat menjadi penghalang datangnya rezeki. Luangkan waktu setiap hari untuk mengucapkan istighfar setelah salat, saat bekerja, maupun ketika sedang beristirahat. Kebiasaan ini akan membantu hati menjadi lebih tenang dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. 2. Menjaga Salat Lima Waktu Salat adalah kewajiban utama seorang muslim. Selain menjadi tiang agama, salat juga menjadi sarana memohon pertolongan dan keberkahan kepada Allah SWT. Menjaga salat tepat waktu merupakan salah satu Amalan pembuka rezeki di Muharram yang sangat dianjurkan. Dengan menjaga hubungan yang baik dengan Allah SWT, seorang muslim akan mendapatkan kemudahan dalam berbagai urusan kehidupan. 3. Membaca Al-Qur'an Setiap Hari Membaca Al-Qur'an membawa ketenangan dan keberkahan dalam hidup. Tidak harus banyak, yang terpenting adalah konsisten setiap hari. Bulan Muharram menjadi waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan membaca Al-Qur'an secara rutin. Selain mendapatkan pahala, hati juga akan lebih dekat kepada Allah sehingga kehidupan terasa lebih berkah. 4. Bersedekah Secara Rutin Sedekah merupakan salah satu amalan yang paling sering dikaitkan dengan kelapangan rezeki. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa harta tidak akan berkurang karena sedekah. Sedekah tidak harus dalam jumlah besar. Memberikan bantuan kepada tetangga, berbagi makanan, membantu fakir miskin, atau mendukung kegiatan sosial juga termasuk sedekah yang bernilai di sisi Allah SWT. 5. Menjalankan Puasa Sunnah di Bulan Muharram Puasa sunnah pada bulan Muharram memiliki keutamaan yang besar. Salah satu yang paling terkenal adalah puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Selain mendapatkan pahala, puasa membantu melatih kesabaran, meningkatkan ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketakwaan inilah yang menjadi salah satu sebab dibukanya pintu rezeki. 6. Menyambung Silaturahmi Menjalin hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan sahabat termasuk amalan yang dapat memperluas rezeki. Dalam banyak hadis disebutkan bahwa silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Muharram dapat menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan yang sempat renggang dan mempererat tali persaudaraan sesama muslim. 7. Memperbanyak Doa Doa adalah senjata orang beriman. Allah SWT menyukai hamba-Nya yang selalu memohon kepada-Nya. Ketika menjalankan Amalan pembuka rezeki di Muharram, jangan lupa untuk memperbanyak doa memohon keberkahan, kemudahan usaha, kesehatan, dan rezeki yang halal serta baik. 8. Membantu Orang Lain Salah satu cara mendapatkan pertolongan Allah adalah dengan membantu sesama manusia. Ketika seseorang memudahkan urusan orang lain, Allah SWT akan memudahkan urusannya. Membantu tidak selalu berkaitan dengan materi. Memberikan tenaga, waktu, ilmu, atau sekadar nasihat yang baik juga termasuk bentuk pertolongan yang bernilai ibadah. 9. Menjaga Kejujuran dalam Bekerja Rezeki yang halal dan berkah diperoleh melalui cara yang baik. Karena itu, kejujuran harus menjadi prinsip utama dalam bekerja maupun berbisnis. Kejujuran mungkin tidak selalu menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat, tetapi keberkahannya akan dirasakan dalam jangka panjang. 10. Bertawakal kepada Allah SWT Setelah berusaha dan berdoa, seorang muslim harus bertawakal kepada Allah SWT. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi menyerahkan hasil akhir kepada Allah setelah melakukan ikhtiar terbaik. Sikap tawakal membuat hati lebih tenang dan tidak mudah putus asa ketika menghadapi kesulitan ekonomi maupun masalah kehidupan lainnya. Tips Agar Amalan Pembuka Rezeki di Muharram Menjadi Istikamah Banyak orang bersemangat beribadah di awal Muharram, tetapi kesulitan mempertahankannya dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan beberapa langkah agar amalan dapat dilakukan secara konsisten: Mulai dari amalan yang ringan dan mudah dilakukan. Tetapkan target harian yang realistis. Buat jadwal ibadah yang teratur. Cari lingkungan yang mendukung kegiatan keagamaan. Perbanyak doa agar diberikan keistiqamahan. Evaluasi diri secara berkala. Konsistensi dalam beribadah jauh lebih dicintai Allah SWT dibandingkan amalan besar yang hanya dilakukan sesekali. Rezeki yang Berkah Lebih Penting daripada Rezeki yang Banyak Dalam pandangan Islam, keberkahan rezeki lebih utama daripada jumlahnya. Banyak orang memiliki penghasilan besar tetapi tidak merasakan ketenangan hidup. Sebaliknya, ada yang penghasilannya sederhana namun hidupnya penuh kebahagiaan dan kecukupan. Karena itu, tujuan utama menjalankan Amalan pembuka rezeki di Muharram bukan semata-mata mencari kekayaan dunia, melainkan memperoleh rezeki yang halal, berkah, dan membawa manfaat bagi diri sendiri serta orang lain. Bulan Muharram merupakan waktu yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Berbagai Amalan pembuka rezeki di Muharram seperti istighfar, salat tepat waktu, membaca Al-Qur'an, bersedekah, berpuasa sunnah, menyambung silaturahmi, memperbanyak doa, membantu sesama, menjaga kejujuran, dan bertawakal dapat dilakukan setiap hari oleh umat Islam. Dengan menjalankan amalan-amalan tersebut secara istiqamah, seorang muslim tidak hanya berharap mendapatkan kelapangan rezeki, tetapi juga keberkahan hidup yang lebih luas. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, keberkahan, dan rezeki yang halal kepada setiap hamba-Nya yang senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada-Nya, khususnya melalui Amalan pembuka rezeki di Muharram yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.
BERITA12/08/2026 | admin
Merawat Asa di Usia Senja Melalui Paket Logistik Lansia di Kulon Progo
Merawat Asa di Usia Senja Melalui Paket Logistik Lansia di Kulon Progo
Kulon Progo – Sebagai wujud kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat lanjut usia, BAZNAS DIY bersama BAZNAS Kabupaten Kulon Progo melaksanakan penyerahan paket logistik bagi para lansia di Kabupaten Kulon Progo. Bantuan yang disalurkan berupa paket kebutuhan pokok serta uang santunan sebagai bentuk perhatian kepada para lansia yang membutuhkan. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti para lansia. Melalui bantuan tersebut, diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan semangat dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat. Paket logistik yang disalurkan berisi berbagai kebutuhan pokok yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan harian, sementara uang santunan diberikan sebagai tambahan dukungan agar para lansia dapat memenuhi kebutuhan lainnya sesuai kondisi masing-masing. Kegiatan penyaluran berlangsung dengan penuh kehangatan. Para lansia menyambut bantuan yang diberikan dengan rasa syukur dan bahagia. Melalui sinergi antara BAZNAS DIY dan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari dana zakat yang telah ditunaikan oleh para muzaki. BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh para mustahik di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Semoga bantuan yang disalurkan menjadi berkah bagi para penerima manfaat dan menjadi amal jariyah bagi seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.
BERITA05/08/2026 | admin
Kolaborasi Kebaikan Dimulai, BAZNAS DIY dan Yayasan Madania Bahas Pembentukan UPZ
Kolaborasi Kebaikan Dimulai, BAZNAS DIY dan Yayasan Madania Bahas Pembentukan UPZ
Yogyakarta – BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran pengurus Yayasan Madania dalam rangka maembahas rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), sebagai upaya memperkuat penghimpunan dan pengelolaan zakat di lingkungan yayasan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS DIY memberikan pemaparan mengenai peran strategis UPZ, mekanisme pembentukan, serta tata kelola pengumpulan zakat, infak, dan sedekah yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui silaturahmi ini, diharapkan terjalin sinergi yang baik antara BAZNAS DIY dan Yayasan Madania dalam mengoptimalkan potensi zakat sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. BAZNAS DIY menyambut baik inisiatif Yayasan Madania dan berharap proses pembentukan UPZ dapat berjalan dengan lancar sebagai langkah bersama dalam memperkuat ekosistem zakat yang amanah, profesional, dan berdampak.
BERITA04/08/2026 | admin
Nisab Zakat Penghasilan Tahun Ini dan Cara Menentukannya
Nisab Zakat Penghasilan Tahun Ini dan Cara Menentukannya
Memahami nisab zakat penghasilan merupakan langkah penting bagi setiap Muslim yang ingin menunaikan zakat secara tepat sesuai syariat. Nisab menjadi batas minimum penghasilan yang menentukan apakah seseorang telah wajib membayar zakat atau belum. Oleh karena itu, mengetahui cara menentukan nisab sangat diperlukan agar kewajiban zakat dapat ditunaikan dengan benar. Apa Itu Nisab? Nisab adalah batas minimum harta atau penghasilan yang harus dimiliki seseorang sebelum dikenakan kewajiban zakat. Dalam zakat penghasilan, nisab mengacu pada nilai 85 gram emas dalam satu tahun. Apabila total penghasilan yang diperoleh selama satu tahun telah mencapai atau melebihi nilai tersebut, maka seseorang wajib menunaikan zakat penghasilan sebesar 2,5 persen. Ketentuan ini menjadi acuan bagi umat Islam dalam menentukan kewajiban zakat atas pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan, profesi, maupun usaha yang halal. Cara Menentukan Nisab Untuk menentukan nisab zakat penghasilan, langkah pertama adalah mengetahui harga emas yang berlaku saat ini. Selanjutnya, harga emas tersebut dikalikan dengan 85 gram untuk memperoleh nilai nisab tahunan. Setelah nilai nisab tahunan diketahui, penghasilan yang diperoleh selama satu tahun dapat dibandingkan dengan nilai tersebut. Jika total penghasilan telah mencapai atau melampaui nisab, maka zakat penghasilan wajib ditunaikan. Perhitungan zakat penghasilan dilakukan dengan mengeluarkan 2,5 persen dari penghasilan yang telah memenuhi syarat wajib zakat. Contoh Penerapan Nisab Sebagai contoh, jika nilai 85 gram emas pada tahun berjalan setara dengan jumlah tertentu, maka penghasilan tahunan seorang Muslim perlu dibandingkan dengan nilai tersebut. Apabila total penghasilan selama satu tahun melebihi nilai nisab, maka ia telah memenuhi syarat wajib zakat penghasilan. Sebaliknya, jika penghasilannya masih berada di bawah nisab, maka zakat penghasilan belum diwajibkan. Karena harga emas dapat berubah dari waktu ke waktu, nilai nisab juga akan menyesuaikan dengan perkembangan harga emas yang berlaku. Kesalahan Umum dalam Menentukan Nisab Beberapa kesalahan yang masih sering terjadi saat menentukan nisab zakat penghasilan antara lain: - Menggunakan nilai nisab yang sudah tidak sesuai dengan harga emas terkini. - Tidak menghitung total penghasilan secara menyeluruh dalam satu tahun. - Menganggap semua penghasilan otomatis wajib dizakati tanpa membandingkannya dengan nisab. - Tidak memperbarui informasi mengenai ketentuan nisab yang berlaku pada tahun berjalan. Dengan memahami cara menentukan nisab secara tepat, kewajiban zakat dapat ditunaikan sesuai ketentuan syariat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi para penerima zakat. Cek Nisab Zakat Anda Masih ragu apakah penghasilan Anda sudah mencapai nisab? Gunakan layanan kalkulator BAZNAS DIY https://diy.baznas.go.id/bayarzakat untuk mengetahui nisab dan menghitung kewajiban zakat penghasilan secara mudah dan akurat. Setelah mengetahui jumlah zakat yang harus ditunaikan, Anda dapat menyalurkannya melalui BAZNAS DIY agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
BERITA31/07/2026 | admin
Cara Meningkatkan Produktivitas Kerja Jarak Jauh dengan Mudah
Cara Meningkatkan Produktivitas Kerja Jarak Jauh dengan Mudah
Di era digital saat ini, sistem kerja jarak jauh atau remote working semakin umum digunakan oleh perusahaan di seluruh dunia. Banyak muslim yang kini bekerja dari rumah atau lokasi lain yang tidak terikat kantor secara langsung. Hal ini tentu memberikan fleksibilitas, namun juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga fokus, disiplin, dan konsistensi kerja. Dalam perspektif Islam, bekerja merupakan bagian dari ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar dan cara yang halal. Oleh karena itu, membahas cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh bukan hanya soal manajemen waktu, tetapi juga bagaimana seorang muslim menjaga amanah, tanggung jawab, dan kualitas amal dalam pekerjaannya. Artikel ini akan membahas secara lengkap cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh dengan pendekatan praktis dan nilai-nilai Islam yang mudah dipahami. Pengertian Kerja Jarak Jauh dalam Perspektif Islam Kerja jarak jauh adalah sistem kerja yang dilakukan tanpa harus berada di kantor secara fisik. Dalam Islam, konsep ini tidak bertentangan dengan syariat selama pekerjaan dilakukan dengan jujur, amanah, dan tidak melanggar aturan agama. Allah SWT berfirman: “Dan katakanlah: bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu…” (QS. At-Taubah: 105) Ayat ini menunjukkan bahwa setiap pekerjaan, termasuk kerja jarak jauh, tetap diawasi oleh Allah SWT. Maka, produktivitas bukan hanya soal hasil duniawi, tetapi juga nilai ibadah. Tantangan dalam Produktivitas Kerja Jarak Jauh Sebelum membahas cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh, penting untuk memahami tantangannya: Mudah terdistraksi oleh lingkungan rumah Tidak ada pengawasan langsung dari atasan Manajemen waktu yang kurang disiplin Rasa malas atau menunda pekerjaan (prokrastinasi) Kurangnya interaksi sosial yang memotivasi Dalam Islam, sifat malas sangat tidak dianjurkan. Rasulullah SAW selalu mengajarkan umatnya untuk giat dalam bekerja dan tidak menunda-nunda kewajiban. Cara Meningkatkan Produktivitas Kerja Jarak Jauh dengan Mudah Berikut adalah beberapa strategi praktis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh sekaligus menjaga nilai-nilai Islami dalam bekerja. 1. Niatkan Bekerja sebagai Ibadah Langkah pertama dalam cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh adalah memperbaiki niat. Dalam Islam, setiap amal tergantung pada niatnya. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Dengan niat yang benar, pekerjaan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga ibadah yang bernilai pahala. Ini akan memberikan motivasi batin yang kuat untuk tetap produktif meskipun bekerja dari rumah. 2. Membuat Jadwal Kerja yang Terstruktur Manajemen waktu adalah kunci utama dalam cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh. Tanpa jadwal yang jelas, pekerjaan akan berantakan dan mudah tertunda. Tips yang dapat dilakukan: Tentukan jam kerja harian yang konsisten Buat to-do list sebelum memulai hari Prioritaskan pekerjaan yang paling penting Gunakan teknik time blocking Dalam Islam, waktu sangat dijaga. Bahkan Allah SWT bersumpah demi waktu dalam QS. Al-Asr, yang menunjukkan betapa berharganya waktu bagi manusia. 3. Menyediakan Ruang Kerja Khusus Lingkungan sangat mempengaruhi produktivitas. Salah satu cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh adalah dengan menciptakan ruang kerja yang nyaman dan bebas gangguan. Ruang kerja yang baik: Tenang dan minim distraksi Pencahayaan cukup Peralatan kerja lengkap Terpisah dari area istirahat Hal ini membantu otak untuk membedakan antara waktu kerja dan waktu santai sehingga fokus lebih terjaga. 4. Menghindari Gangguan Digital Smartphone dan media sosial sering menjadi penyebab utama turunnya produktivitas. Untuk menerapkan cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh, lakukan hal berikut: Matikan notifikasi yang tidak penting Gunakan aplikasi pemblokir distraksi Tentukan waktu khusus untuk media sosial Islam mengajarkan untuk menjaga pandangan dan waktu dari hal yang tidak bermanfaat. Ini sejalan dengan upaya menjaga fokus dalam bekerja. 5. Menjaga Shalat dan Ibadah Tepat Waktu Salah satu keunggulan bekerja jarak jauh adalah fleksibilitas waktu yang dapat dimanfaatkan untuk ibadah. Dalam cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh, shalat tepat waktu sangat penting karena: Menenangkan hati dan pikiran Mengembalikan fokus kerja Menghindari stres berlebihan Allah SWT berfirman: “Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.” (QS. Thaha: 14) Dengan menjaga ibadah, produktivitas kerja akan meningkat secara alami karena hati menjadi lebih tenang. 6. Istirahat yang Cukup dan Teratur Produktivitas tidak berarti bekerja tanpa henti. Salah satu cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh yang sering diabaikan adalah istirahat yang cukup. Beberapa teknik yang bisa digunakan: Teknik Pomodoro (25 menit kerja, 5 menit istirahat) Tidur cukup 6–8 jam per hari Menghindari overworking Dalam Islam, tubuh memiliki hak untuk beristirahat. Rasulullah SAW juga mencontohkan keseimbangan antara ibadah, bekerja, dan istirahat. 7. Menjaga Komunikasi dengan Tim Walaupun bekerja dari jarak jauh, komunikasi tetap sangat penting. Dalam cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh, komunikasi efektif dapat dilakukan dengan: Menggunakan aplikasi chat atau meeting online Memberikan laporan kerja secara rutin Menyampaikan kendala dengan jelas Islam juga mengajarkan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) dan kerja sama dalam kebaikan. 8. Evaluasi Diri Secara Berkala Evaluasi adalah bagian penting dalam cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh. Tanpa evaluasi, seseorang tidak akan mengetahui apakah pekerjaannya efektif atau tidak. Langkah evaluasi: Meninjau hasil kerja setiap minggu Mengukur pencapaian target Memperbaiki kesalahan yang terjadi Allah SWT juga mengajarkan manusia untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri). Dalam menjalani kehidupan modern, cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki setiap muslim agar tetap profesional dan amanah dalam bekerja. Dengan menggabungkan manajemen waktu, disiplin diri, serta nilai-nilai Islam seperti niat yang lurus, menjaga ibadah, dan menjauhi kemalasan, maka seseorang dapat mencapai produktivitas yang optimal meskipun bekerja dari rumah atau lokasi yang berbeda. 9. Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Kesehatan adalah faktor penting dalam produktivitas. Tanpa tubuh yang sehat, pekerjaan tidak dapat dilakukan dengan maksimal. Tips: Rutin berolahraga ringan Mengonsumsi makanan halal dan sehat Menghindari stres berlebihan Dalam Islam, menjaga kesehatan adalah bagian dari amanah terhadap tubuh yang diberikan Allah SWT. 10. Konsisten dan Tidak Mudah Menyerah Konsistensi adalah kunci terakhir dalam cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh. Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak konsisten. Rasulullah SAW bersabda: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meskipun sedikit.” (HR. Bukhari) Dengan konsistensi, hasil kerja akan meningkat secara bertahap dan stabil. Menerapkan cara meningkatkan produktivitas kerja jarak jauh bukan hanya tentang teknik kerja modern, tetapi juga tentang bagaimana seorang muslim menjalani pekerjaannya sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Dengan niat yang benar, disiplin waktu, menjaga ibadah, serta mengelola diri dengan baik, kerja jarak jauh dapat menjadi sarana untuk meraih keberkahan rezeki dan ridha Allah. Produktivitas sejati bukan hanya diukur dari banyaknya pekerjaan yang diselesaikan, tetapi juga dari keberkahan dan kejujuran dalam setiap usaha yang dilakukan.
BERITA30/07/2026 | admin
BAZNAS Kota Surakarta Laksanakan Kunjungan Studi Tiru ke BAZNAS DIY
BAZNAS Kota Surakarta Laksanakan Kunjungan Studi Tiru ke BAZNAS DIY
Yogyakarta — BAZNAS Kota Surakarta melaksanakan kunjungan studi tiru ke BAZNAS Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk berbagi pengalaman, memperkuat sinergi, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya secara amanah, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat. Rombongan BAZNAS Kota Surakarta dipimpin oleh Ketua BAZNAS Kota Surakarta, H.M. Qoyim, S.Sos., M.Si., dan dihadiri oleh jajaran pimpinan, yaitu Bambang Mintosih, S.M. selaku Wakil Ketua I, H. Muhammad Anwar, S.Ag. selaku Wakil Ketua II, Ir. H. Almunawar, M.Si. selaku Wakil Ketua III, serta Hj. Sri Indriyani Dian, S.H., M.Si. selaku Wakil Ketua IV. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS DIY yang dipimpin oleh Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si. Turut hadir dalam penyambutan tersebut Dr. H. Munjahid, M.Ag. selaku Wakil Ketua I, H. Jazilus Sakhok selaku Wakil Ketua II, H. Nursya’bani Purnama selaku Wakil Ketua III, dan H. Ahmad Lutfi selaku Wakil Ketua IV. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai praktik baik dalam pengelolaan zakat, mulai dari penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan, hingga penguatan tata kelola kelembagaan. Kunjungan studi tiru ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bersama dalam meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat serta memperluas manfaat program-program zakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Surakarta dan BAZNAS DIY berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama yang erat dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
BERITA23/07/2026 | admin
BAZNAS DIY Terima Kunjungan Studi Tiru BAZNAS Kabupaten Bekasi   
BAZNAS DIY Terima Kunjungan Studi Tiru BAZNAS Kabupaten Bekasi  
Yogyakarta — BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima kunjungan studi tiru dari BAZNAS Kabupaten Bekasi pada Selasa, 21 Juli 2026. Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi guna memperkuat sinergi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL). Rombongan BAZNAS Kabupaten Bekasi diterima langsung oleh Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., didampingi oleh Wakil Ketua I Dr. H. Munjahid, M.Ag., Wakil Ketua II H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D., Wakil Ketua IV H. Ahmad Lutfi, S.S., M.A., beserta jajaran BAZNAS DIY. Sementara itu, rombongan BAZNAS Kabupaten Bekasi dipimpin oleh Ketua H. Aminnulloh, S.E., bersama Wakil Ketua II Dr. H. Royani, M.A., Wakil Ketua III H. Abdul Aziz HN, S.T., dan Wakil Ketua IV Agus Usamah Zahid, S.Sos. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai strategi pengelolaan ZIS-DSKL, mulai dari penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan, hingga penguatan tata kelola kelembagaan. Kegiatan studi tiru ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan praktik baik yang telah diterapkan masing-masing BAZNAS. Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kunjungan BAZNAS Kabupaten Bekasi. Beliau berharap melalui kegiatan ini terjalin hubungan yang semakin erat dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. “Kami menyambut baik kunjungan studi tiru dari BAZNAS Kabupaten Bekasi. Semoga pertemuan ini menjadi ajang saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan berdampak bagi umat,” ujarnya. Kunjungan studi tiru ini diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan BAZNAS, sehingga mampu memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada para muzaki dan mustahik di daerah masing-masing.
BERITA21/07/2026 | admin
Menebar Kepedulian, Menguatkan Senyum Lansia
Menebar Kepedulian, Menguatkan Senyum Lansia
Bantul – BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui pendistribusian paket logistik dan uang saku bagi para lansia di sejumlah kalurahan yang tergabung dalam Kampung BERKAH BAZNAS di Kabupaten Bantul. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS DIY untuk menghadirkan manfaat zakat secara nyata kepada para lansia yang termasuk dalam kelompok mustahik. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok, bantuan ini juga menjadi bentuk kepedulian agar para lansia dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak, sehat, dan bahagia. Setiap penerima manfaat memperoleh paket logistik yang berisi berbagai kebutuhan pokok sehari-hari, seperti beras, minyak goreng, gula, teh, dan bahan pangan lainnya. Selain itu, BAZNAS DIY juga memberikan uang saku sebagai tambahan dukungan untuk membantu memenuhi kebutuhan para lansia sesuai dengan keperluan masing-masing. Penyaluran bantuan berlangsung dengan melibatkan pemerintah kalurahan, pengurus Kampung BERKAH BAZNAS, serta relawan yang selama ini aktif mendampingi masyarakat. Kehadiran BAZNAS DIY di tengah para lansia tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan, perhatian, dan kasih sayang kepada mereka yang telah memasuki usia senja. Program ini menjadi bagian dari implementasi Kampung BERKAH BAZNAS, sebuah program pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan kolaborasi dan kepedulian sosial melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Melalui program ini, BAZNAS DIY terus berupaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat dengan memberikan pendampingan dan bantuan yang tepat sasaran kepada kelompok rentan. BAZNAS DIY berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para lansia sekaligus menjadi penyemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Ke depan, berbagai program sosial dan pemberdayaan di Kampung BERKAH BAZNAS akan terus dikembangkan agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan. Melalui momentum ini, BAZNAS DIY juga mengajak masyarakat untuk terus mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dengan dukungan para muzaki, semakin banyak lansia, keluarga prasejahtera, dan kelompok rentan lainnya yang dapat merasakan manfaat zakat serta memperoleh harapan untuk kehidupan yang lebih sejahtera.
BERITA15/07/2026 | admin
BAZNAS DIY Tingkatkan Kapasitas UPZ BADKO TPA DIY dalam Pengelolaan ZIS
BAZNAS DIY Tingkatkan Kapasitas UPZ BADKO TPA DIY dalam Pengelolaan ZIS
Yogyakarta – Wakil Ketua I BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dr. H. Munjahid, M.Ag, menjadi narasumber dalam kegiatan Penguatan UPZ BADKO TPA DIY yang diselenggarakan di Gedung Qur'anic Center, Kertopaten, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan upaya memperkuat kelembagaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di lingkungan BADKO TPA DIY. Dalam paparannya, Dr. H. Munjahid, M.Ag menyampaikan bahwa keberadaan UPZ memiliki peran strategis sebagai ujung tombak penghimpunan dana ZIS di masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan UPZ harus dilakukan secara profesional, amanah, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariat serta regulasi yang berlaku. Beliau juga menekankan bahwa penguatan kelembagaan tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola organisasi, serta kemampuan membangun kepercayaan masyarakat. Dengan UPZ yang kuat, penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah diharapkan semakin optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh para mustahik. "UPZ merupakan mitra strategis BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi zakat di masyarakat. Dengan tata kelola yang baik dan pengurus yang memiliki integritas, UPZ akan menjadi lembaga yang dipercaya masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah," ujar Dr. Munjahid. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan pengelola UPZ BADKO TPA DIY yang antusias mengikuti sesi materi dan diskusi. Selain membahas penguatan kelembagaan, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai tata kelola penghimpunan dan pendistribusian ZIS yang efektif, akuntabel, serta sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan zakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS DIY berharap sinergi bersama BADKO TPA DIY semakin kuat dalam membangun ekosistem pengelolaan zakat yang profesional. Dengan demikian, potensi ZIS dapat dihimpun secara optimal dan didayagunakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat serta mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.
BERITA14/07/2026 | admin
Penguatan Transparansi, BAZNAS DIY Sampaikan Laporan ZIS-DSKL di Pengajian Pejabat dan Aparat DIY
Penguatan Transparansi, BAZNAS DIY Sampaikan Laporan ZIS-DSKL di Pengajian Pejabat dan Aparat DIY
Yogyakarta – Ketua BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si, menghadiri Pengajian Pejabat dan Aparat serta menyampaikan laporan penghimpunan dan pendistribusian dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) BAZNAS DIY di hadapan jajaran Pemerintah Daerah DIY dan para pemangku kepentingan. Dalam laporannya, Ketua BAZNAS DIY menyampaikan bahwa penghimpunan dana ZIS-DSKL on balance sheet hingga Juni 2026 mencapai Rp1.412.726.835, terdiri atas zakat perorangan Rp496.455.231, zakat badan Rp5.000.000, infak Rp104.070.572, infak terikat Rp390.470.325, dan DSKL Rp416.730.707. Sementara itu, penghimpunan off balance sheet sebesar Rp28.255.800, sehingga total penghimpunan mencapai Rp1.440.982.635. Dana tersebut telah didistribusikan kepada para penerima manfaat melalui lima program unggulan BAZNAS DIY, yaitu DIY Takwa, DIY Sehat, DIY Sejahtera, DIY Peduli, dan DIY Cerdas, yang mencakup bidang keagamaan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kemanusiaan, dan pendidikan. Pada kesempatan tersebut, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), para muzaki, munfiq, dan masyarakat yang telah mempercayakan penyaluran ZIS-DSKL melalui BAZNAS DIY. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat gerakan cinta zakat melalui pembentukan UPZ, peningkatan literasi zakat, serta optimalisasi penghimpunan ZIS-DSKL guna mewujudkan kesejahteraan umat. Sebagai lembaga yang mengusung visi "Lembaga Utama Menyejahterakan Umat yang Profesional dan Terpercaya," BAZNAS DIY terus berkomitmen memberikan layanan penghimpunan dan pendistribusian zakat secara amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran, termasuk melalui kemudahan pembayaran zakat melalui Kantor Digital BAZNAS DIY dan kanal layanan resmi lainnya.
BERITA14/07/2026 | admin
Dari Muzaki untuk Lansia, Hadirkan Harapan di Kampung Berkah
Dari Muzaki untuk Lansia, Hadirkan Harapan di Kampung Berkah
Yogyakarta – BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian kepada kelompok rentan melalui pendistribusian paket logistik lansia di sejumlah kalurahan yang berada di wilayah Kota Yogyakarta. Kalurahan-kalurahan tersebut merupakan bagian dari Kampung BERKAH BAZNAS, sebuah program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. Paket logistik yang disalurkan berisi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, teh, garam, dan bahan pangan lainnya serta uang santunan, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para lansia. Program ini menjadi bentuk kepedulian BAZNAS DIY terhadap para lansia yang hidup dalam kondisi ekonomi terbatas serta membutuhkan perhatian dan pendampingan. Penyaluran bantuan dilakukan bekerja sama dengan BAZNAS Kota Yogyakarta, pemerintah kalurahan, relawan, serta berbagai pihak terkait agar bantuan dapat diterima secara tepat sasaran oleh para penerima manfaat. Selain memberikan bantuan logistik, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi untuk memberikan dukungan moral kepada para lansia agar tetap semangat menjalani kehidupan. Program distribusi paket logistik lansia merupakan salah satu implementasi Program Kampung BERKAH BAZNAS, yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang peduli, mandiri, dan saling menguatkan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara optimal. Program serupa telah menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS DIY dalam mendampingi lansia mustahik di berbagai wilayah Kampung BERKAH. Melalui program ini, BAZNAS DIY berharap manfaat zakat dapat dirasakan secara nyata oleh para lansia yang membutuhkan serta menjadi ikhtiar bersama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. BAZNAS DIY juga mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar semakin banyak program kemanusiaan dan pemberdayaan yang dapat diwujudkan demi meningkatkan kesejahteraan umat.
BERITA14/07/2026 | admin
Zakat Menjangkau, Lansia Tersenyum
Zakat Menjangkau, Lansia Tersenyum
Sleman – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat lanjut usia, BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menyalurkan paket logistik kepada para lansia di sejumlah kalurahan yang menjadi bagian dari Kampung BERKAH BAZNAS di Kabupaten Sleman. Kegiatan ini merupakan wujud nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, khususnya para lansia. Paket logistik yang disalurkan berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, mi instan, teh, dan berbagai bahan pangan lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi para lansia sekaligus memberikan rasa aman dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penyaluran dilakukan secara langsung bersama pemerintah kalurahan, pengurus Kampung BERKAH BAZNAS, serta relawan yang selama ini turut mendampingi masyarakat. Kehadiran BAZNAS DIY tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memberikan perhatian kepada para lansia agar tetap merasa dihargai dan diperhatikan. Program bantuan logistik lansia ini merupakan bagian dari penguatan Kampung BERKAH BAZNAS, sebuah program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, keagamaan, dan kemanusiaan. Melalui program ini, BAZNAS DIY berupaya membangun lingkungan yang peduli terhadap kelompok rentan, sekaligus mendorong semangat gotong royong di tengah masyarakat. Dengan adanya distribusi paket logistik ini, BAZNAS DIY berharap para lansia dapat merasakan manfaat zakat secara langsung dan memperoleh dukungan untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Ke depan, BAZNAS DIY akan terus memperluas manfaat program Kampung BERKAH melalui berbagai kegiatan pemberdayaan dan bantuan sosial yang berkelanjutan, sehingga dana zakat yang dititipkan oleh para muzaki dapat memberikan dampak yang semakin luas bagi kesejahteraan umat. BAZNAS DIY juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai ikhtiar bersama dalam menghadirkan keberkahan, menguatkan solidaritas, dan mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.
BERITA14/07/2026 | admin
INFO BEASISWA S1 BAZNAS DIY TAHUN 2026
INFO BEASISWA S1 BAZNAS DIY TAHUN 2026
BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta membuka pendaftaran Beasiswa Perguruan Tinggi Tahun 2026 bagi mahasiswa semester akhir. Syarat Utama: * Mahasiswa aktif S1 (minimal semester 6). * IPK minimal 3,00. * Diutamakan KTP/Domisili DIY. * Dari keluarga kurang mampu (dibuktikan dengan SKTM dari Kalurahan). * Surat keterangan dari bagian kemahasiswaan bahwa tidak menerima beasiswa dari instansi lain. * Bersedia mengikuti seluruh rangkaian seleksi & pembinaan. Timeline Penting: * Pendaftaran: 07 – 25 Juli 2026 * Verifikasi Dokumen: 26 – 28 Juli 2026 * Wawancara: 29 – 30 Juli 2026 * Pengumuman: 03 – 04 Agustus 2026 Link Pendaftaran: https://bit.ly/BeasiswaUKTBAZNASDIY2026 (Atau scan QR Code pada gambar) Narahubung (WA): 0895-2802-3377 Yuk, manfaatkan kesempatan ini dan segera daftarkan diri sebelum batas akhir! Selengkapnya bisa cek di Instagram @baznasdiy__official atau Website https://diy.baznas.go.id/.
BERITA08/07/2026 | admin
Antusiasme Tinggi, Khitan Massal BAZNAS DIY 2026 Layani 100 Peserta
Antusiasme Tinggi, Khitan Massal BAZNAS DIY 2026 Layani 100 Peserta
Yogyakarta – BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan sosial kepada masyarakat melalui penyelenggaraan Khitan Massal BAZNAS DIY Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta, Jalan Imogiri Timur, pada Minggu (5/7/2026) ini diikuti oleh 100 anak yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi BAZNAS DIY bersama Pamella Supermarket, IDI DIY, PABI DIY, PT. AMI, PT. Taru Martani, PT. Naturindo Fresh, Bakpia Wong Keraton, Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta, dan Bank BPD DIY Syariah. Sinergi berbagai pihak tersebut menjadi wujud kepedulian bersama dalam menghadirkan layanan kesehatan sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan. Sejak pagi hari, para peserta bersama orang tua telah memadati lokasi kegiatan. Antusiasme terlihat dari semangat para peserta mengikuti seluruh rangkaian proses khitan yang ditangani oleh tenaga medis profesional. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan nyaman sehingga memberikan rasa tenang bagi peserta maupun keluarga yang mendampingi. Selain mendapatkan layanan khitan secara gratis, setiap peserta juga menerima bingkisan sebagai bentuk perhatian dan kebahagiaan di hari istimewa mereka. Bingkisan tersebut berupa paket makanan, roti, buku dan alat tulis, baju koko, sarung, serta uang saku. Diharapkan bantuan tersebut dapat memberikan semangat dan menjadi kenangan yang berkesan bagi seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, BAZNAS DIY berharap dapat membantu masyarakat dalam memenuhi salah satu syariat Islam sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Program khitan massal ini juga merupakan bagian dari komitmen BAZNAS DIY dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah melalui program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat. BAZNAS DIY menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra yang telah berkontribusi sehingga Khitan Massal BAZNAS DIY Tahun 2026 dapat terlaksana dengan sukses. Semoga sinergi kebaikan ini terus berlanjut dan mampu menghadirkan lebih banyak program yang bermanfaat bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.
BERITA06/07/2026 | admin
Peristiwa Hijrah Rasulullah dan Pelajaran Berharga bagi Umat Islam
Peristiwa Hijrah Rasulullah dan Pelajaran Berharga bagi Umat Islam
Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah bukan sekadar perpindahan tempat tinggal. Peristiwa ini menjadi titik balik penting dalam sejarah Islam, bahkan dijadikan tonggak permulaan kalender Hijriah. Di balik kisahnya, ada banyak pelajaran yang relevan untuk dipegang umat Islam hingga hari ini. Latar Belakang Peristiwa Hijrah Hijrah terjadi pada tahun 622 Masehi, setelah lebih dari satu dekade Rasulullah SAW berdakwah di Makkah menghadapi tekanan dan penganiayaan dari kaum Quraisy. Para pengikut Nabi mengalami penyiksaan, pemboikotan ekonomi, hingga ancaman pembunuhan karena menolak meninggalkan akidah mereka. Titik balik datang ketika sekelompok penduduk Madinah (saat itu bernama Yatsrib) menyatakan keimanan mereka dan mengundang Rasulullah SAW untuk berhijrah, melalui perjanjian yang dikenal sebagai Baiat Aqabah terjadi dalam dua tahap, Aqabah pertama dan kedua. Perjanjian ini menjadi dasar bagi Nabi untuk memerintahkan para sahabat berhijrah secara bertahap, sebelum akhirnya beliau sendiri menyusul bersama Abu Bakar ash-Shiddiq sebagai rombongan terakhir. Perjalanan Hijrah yang Penuh Tantangan Perjalanan hijrah Rasulullah SAW bersama Abu Bakar bukan perjalanan yang mudah. Mengetahui rencana ini, kaum Quraisy bahkan menjanjikan hadiah besar bagi siapa saja yang berhasil menangkap Nabi hidup atau mati. Sebelum berangkat, Rasulullah SAW meminta Ali bin Abi Thalib untuk tetap tinggal di Makkah guna mengembalikan barang-barang titipan kepada pemiliknya yang menunjukkan bahwa di tengah ancaman besar, amanah tetap diutamakan. Salah satu momen paling dikenal dari perjalanan ini adalah persembunyian di Gua Tsur selama tiga hari, saat pasukan pengejar Quraisy hampir menemukan tempat persembunyian mereka. Dalam riwayat yang banyak dikenal, sarang laba-laba dan sarang burung yang tiba-tiba muncul di mulut gua menjadi sebab para pengejar mengurungkan niat untuk memeriksa ke dalam. Setelah situasi dianggap aman, perjalanan dilanjutkan menuju Madinah dengan rute memutar untuk menghindari kejaran, dipandu oleh Abdullah bin Uraiqith yang disewa sebagai penunjuk jalan, hingga akhirnya Rasulullah SAW tiba di Madinah dan disambut gembira oleh penduduk setempat. Madinah Setelah Hijrah Kedatangan Rasulullah SAW di Madinah menandai babak baru dakwah Islam. Beberapa langkah penting yang dilakukan setelah hijrah: - Mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar Kaum Muhajirin (yang berhijrah dari Makkah) dipersaudarakan secara resmi dengan kaum Anshar (penduduk Madinah), saling berbagi tempat tinggal dan harta - Membangun Masjid Nabawi Menjadi pusat ibadah sekaligus pusat pemerintahan dan kegiatan sosial umat - Menyusun Perjanjian Madinah Kesepakatan yang mengatur hubungan antara kaum muslimin dengan suku-suku dan komunitas lain di Madinah, termasuk komunitas Yahudi, demi menjaga stabilitas sosial Langkah-langkah ini menjadi dasar terbentuknya negara Islam pertama yang terorganisasi di Madinah. Hijrah sebagai Penanda Kalender Islam Penetapan hijrah sebagai permulaan kalender Hijriah tidak dilakukan oleh Rasulullah SAW sendiri, melainkan ditetapkan kemudian oleh Khalifah Umar bin Khattab. Pemilihan peristiwa hijrah dibandingkan kelahiran atau wafat Nabi sebagai titik awal kalender pun mengandung makna tersendiri, sebab hijrah dianggap sebagai momen kebangkitan dan dimulainya era baru dakwah Islam yang lebih terstruktur, bukan sekadar peristiwa biografis personal semata. Pelajaran Berharga dari Peristiwa Hijrah - Pentingnya kesabaran dan strategi dalam menghadapi tekanan Hijrah bukan keputusan yang diambil secara reaktif atau emosional. Rasulullah SAW menunjukkan bahwa menghadapi tekanan membutuhkan kesabaran panjang dan perencanaan matang, bukan sekadar melarikan diri dari kesulitan. - Keteguhan dalam memegang prinsip Meski menghadapi ancaman besar, Rasulullah SAW dan para sahabat tidak mengorbankan akidah mereka demi keamanan. Hijrah justru dilakukan untuk menjaga keyakinan tetap utuh, bukan untuk berkompromi dengannya. - Menjaga amanah di tengah kesulitan Permintaan Nabi kepada Ali bin Abi Thalib untuk mengembalikan barang titipan sebelum berhijrah menunjukkan bahwa tanggung jawab terhadap sesama tidak boleh diabaikan, sekalipun dalam situasi yang mendesak. - Nilai persaudaraan dan solidaritas Sambutan kaum Anshar terhadap kaum Muhajirin menjadi teladan persaudaraan lintas latar belakang. Mereka berbagi tempat tinggal, harta, dan kehidupan tanpa memandang asal usul. - Pentingnya membangun komunitas yang kuat Di Madinah, Rasulullah SAW tidak hanya membangun tempat tinggal baru, tetapi juga fondasi masyarakat: mempersatukan suku-suku yang sebelumnya berkonflik, menyusun perjanjian sosial, dan membangun masjid sebagai pusat kegiatan umat. - Hijrah sebagai simbol perubahan menuju kebaikan Secara maknawi, hijrah sering dimaknai lebih luas dari sekadar perpindahan fisik, yaitu sebagai proses meninggalkan kebiasaan buruk untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Makna ini menjadikan hijrah relevan dipraktikkan oleh siapa saja, di mana saja, tanpa harus berpindah tempat secara fisik. Peristiwa hijrah mengajarkan bahwa perjuangan menegakkan kebenaran membutuhkan kesabaran, strategi, dan keberanian mengambil keputusan besar demi menjaga prinsip yang diyakini, sekaligus membangun komunitas yang solid sebagai fondasi peradaban baru.
BERITA01/07/2026 | admin
Awal Mula Kalender Hijriah dan Peran Besar Khalifah Umar bin Khattab
Awal Mula Kalender Hijriah dan Peran Besar Khalifah Umar bin Khattab
Kalender Hijriah menjadi sistem penanggalan yang digunakan umat Islam untuk menentukan berbagai waktu ibadah, seperti Ramadan, Idulfitri, Iduladha, dan ibadah haji. Di balik penggunaannya, terdapat sejarah penting tentang bagaimana kalender ini ditetapkan pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, yang menjadi tonggak dalam perkembangan administrasi dan peradaban Islam. Latar Belakang Penetapan Kalender Hijriah Pada masa awal Islam, umat Muslim belum memiliki sistem penanggalan resmi. Berbagai surat, dokumen pemerintahan, dan keputusan administratif sering kali hanya mencantumkan nama bulan tanpa menyebutkan tahun. Kondisi ini menimbulkan kebingungan, terutama ketika wilayah kekuasaan Islam semakin luas dan urusan pemerintahan menjadi semakin kompleks. Diriwayatkan bahwa salah seorang gubernur mengirimkan surat kepada Khalifah Umar bin Khattab untuk menyampaikan bahwa surat-surat resmi yang diterima tidak mencantumkan tahun, sehingga menyulitkan pelaksanaan administrasi pemerintahan. Masukan tersebut kemudian menjadi salah satu alasan perlunya menetapkan sistem penanggalan yang baku. Musyawarah Para Sahabat Untuk menentukan penanggalan resmi, Khalifah Umar mengundang para sahabat Rasulullah SAW bermusyawarah. Dalam pertemuan tersebut muncul beberapa usulan mengenai titik awal perhitungan tahun, di antaranya berdasarkan tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, tahun diangkatnya beliau menjadi nabi, tahun wafat beliau, maupun tahun hijrah dari Makkah ke Madinah. Setelah mempertimbangkan berbagai pendapat, para sahabat sepakat menjadikan peristiwa hijrah sebagai awal penanggalan Islam. Hijrah dipilih karena menjadi titik balik yang menandai lahirnya masyarakat Islam yang mandiri serta awal terbentuknya pemerintahan Islam di Madinah. Mengapa Disebut Kalender Hijriah? Istilah "Hijriah" berasal dari kata hijrah, yaitu perpindahan Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa tersebut bukan sekadar perpindahan tempat tinggal, tetapi menjadi momentum penting dalam sejarah Islam karena membuka jalan bagi perkembangan dakwah dan terbentuknya masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, kalender yang digunakan umat Islam kemudian dikenal sebagai kalender Hijriah. Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama? Meskipun hijrah Nabi Muhammad SAW berlangsung pada bulan Rabiulawal, para sahabat menetapkan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah. Keputusan tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan. Muharram merupakan bulan yang datang setelah Zulhijah, ketika umat Islam menyelesaikan ibadah haji. Selain itu, setelah Baiat Aqabah, kaum muslimin mulai mempersiapkan hijrah pada bulan Muharram sehingga bulan ini dipandang sebagai awal dari perjalanan menuju terbentuknya masyarakat Islam di Madinah. Peran Besar Khalifah Umar bin Khattab Sebagai khalifah kedua, Umar bin Khattab memiliki peran penting dalam menetapkan kalender Hijriah sebagai sistem penanggalan resmi negara Islam. Keputusan tersebut memberikan banyak manfaat bagi kehidupan umat Islam, di antaranya: * Menyatukan sistem administrasi pemerintahan. * Mempermudah pencatatan surat-menyurat dan dokumen resmi. * Menjadi acuan dalam penentuan waktu ibadah. * Memperkuat identitas umat Islam melalui sistem penanggalan yang berlandaskan sejarah Islam. Kebijakan ini menunjukkan kepemimpinan Umar bin Khattab yang mengedepankan musyawarah, ketertiban administrasi, dan kemaslahatan umat. Kalender Hijriah dalam Kehidupan Umat Islam Hingga saat ini, kalender Hijriah masih digunakan untuk menentukan berbagai ibadah dan hari-hari besar Islam. Awal Ramadan, Idulfitri, Iduladha, ibadah haji, hingga bulan-bulan mulia seperti Muharram, Rajab, Zulkaidah, dan Zulhijah semuanya mengacu pada penanggalan Hijriah. Selain menjadi pedoman ibadah, kalender Hijriah juga mengingatkan umat Islam pada perjalanan dakwah Rasulullah SAW serta perjuangan para sahabat dalam membangun peradaban Islam. Warisan Peradaban yang Terus Digunakan Penetapan kalender Hijriah oleh Khalifah Umar bin Khattab merupakan salah satu warisan penting dalam sejarah Islam yang manfaatnya masih dirasakan hingga kini. Melalui sistem penanggalan ini, umat Islam memiliki acuan yang tidak hanya mengatur waktu ibadah, tetapi juga menghubungkan setiap pergantian tahun dengan peristiwa hijrah yang menjadi simbol pengorbanan, perjuangan, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Karena itu, setiap datangnya tahun baru Hijriah, umat Islam tidak hanya memperingati pergantian kalender, tetapi juga mengenang nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
BERITA30/06/2026 | admin
Hijrah Nabi Muhammad SAW: Peristiwa Bersejarah yang Mengubah Peradaban
Hijrah Nabi Muhammad SAW: Peristiwa Bersejarah yang Mengubah Peradaban
Hijrah Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam. Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat dari Makkah ke Madinah, tetapi juga menjadi titik awal terbentuknya masyarakat Islam yang mandiri, berdaulat, dan berlandaskan nilai-nilai keadilan serta persaudaraan. Peristiwa ini menjadi tonggak lahirnya peradaban Islam yang terus berkembang hingga saat ini. Latar Belakang Hijrah Nabi Muhammad SAW Sebelum hijrah, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat menghadapi berbagai bentuk penentangan dari kaum Quraisy di Makkah. Dakwah Islam yang dibawa Rasulullah SAW mendapat tekanan, intimidasi, hingga tindakan kekerasan yang semakin berat. Dalam kondisi tersebut, Allah SWT memberikan izin kepada Rasulullah SAW untuk berhijrah ke Madinah, yang saat itu dikenal sebagai Yatsrib. Penduduk Madinah telah menerima ajaran Islam dan menyatakan kesediaannya untuk melindungi Nabi Muhammad SAW serta kaum Muslimin. Hijrah kemudian menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan dakwah sekaligus membangun masyarakat yang mampu menjalankan ajaran Islam secara bebas. Makna Hijrah dalam Peradaban Islam Hijrah Nabi Muhammad SAW membawa perubahan besar dalam perjalanan Islam. Setelah tiba di Madinah, Rasulullah SAW membangun Masjid Nabawi sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan aktivitas sosial masyarakat. Beliau juga mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar sebagai bentuk penguatan ukhuwah Islamiyah. Selain itu, Rasulullah SAW menyusun Piagam Madinah yang menjadi landasan kehidupan bermasyarakat dengan menjunjung tinggi keadilan, toleransi, dan kerja sama antarkelompok. Dari sinilah lahir pemerintahan Islam yang menjadi fondasi berkembangnya peradaban Islam. Peristiwa hijrah juga menjadi awal penanggalan Kalender Hijriah yang hingga kini digunakan oleh umat Islam untuk menentukan waktu berbagai ibadah, seperti Ramadan, Idulfitri, Iduladha, ibadah haji, dan perhitungan haul zakat. Hikmah Hijrah Nabi Muhammad SAW Peristiwa hijrah mengajarkan banyak nilai yang relevan hingga saat ini. Di antaranya adalah pentingnya kesabaran dalam menghadapi ujian, keyakinan kepada pertolongan Allah SWT, semangat berikhtiar, serta membangun persaudaraan dan kepedulian sosial. Hijrah juga mengajarkan bahwa perubahan menuju kehidupan yang lebih baik memerlukan pengorbanan, kerja sama, dan komitmen terhadap nilai-nilai kebaikan. Semangat inilah yang menjadi inspirasi bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Meneladani Semangat Hijrah melalui Kepedulian Sosial Semangat hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga sebagai upaya memperbaiki diri dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut adalah menunaikan zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
BERITA30/06/2026 | admin
Bulan Muharram Adalah Bulan Istimewa, Ini Penjelasannya Menurut Islam
Bulan Muharram Adalah Bulan Istimewa, Ini Penjelasannya Menurut Islam
Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram menjadi awal perjalanan waktu bagi umat Islam sekaligus momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Keutamaan bulan ini telah dijelaskan dalam Al-Qur'an maupun hadis Nabi Muhammad SAW sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh selama berada di dalamnya. Bagi seorang Muslim, datangnya bulan Muharram bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Islam. Muharram menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi, memperbanyak ibadah, meninggalkan kebiasaan buruk, dan memulai lembaran baru dengan semangat yang lebih baik. Oleh karena itu, memahami keutamaan bulan Muharram menjadi penting agar setiap Muslim dapat memanfaatkan bulan ini dengan maksimal. Pengertian Bulan Muharram Secara bahasa, Muharram berarti sesuatu yang dihormati atau diharamkan. Nama tersebut menunjukkan bahwa sejak zaman dahulu bulan ini telah dimuliakan dan dihormati. Dalam Islam, Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah yang digunakan sebagai penanggalan resmi umat Islam. Kalender Hijriah sendiri dimulai sejak peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Oleh sebab itu, setiap datang bulan Muharram, umat Islam diajak untuk mengingat kembali semangat hijrah, yaitu berpindah dari kehidupan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih sesuai dengan ajaran Islam. Muharram Termasuk Empat Bulan Haram Allah SWT menjadikan empat bulan sebagai bulan yang dimuliakan atau dikenal sebagai bulan haram. Empat bulan tersebut adalah Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan lebih berhati-hati dalam berbuat dosa serta memperbanyak amal kebaikan. Hal ini menunjukkan bahwa Muharram memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah SWT. Keutamaan ini menjadi pengingat bahwa setiap Muslim hendaknya menjadikan bulan Muharram sebagai waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, dan mempererat hubungan dengan sesama manusia. Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam 1. Bulan yang Dimuliakan Allah Allah SWT memberikan kemuliaan khusus kepada bulan Muharram. Karena itu, setiap amal baik yang dilakukan pada bulan ini memiliki nilai yang sangat besar di sisi-Nya. Sebaliknya, umat Islam juga diingatkan agar menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan. 2. Waktu yang Tepat Memperbanyak Amal Saleh Muharram menjadi momentum terbaik untuk meningkatkan ibadah seperti: Salat sunnah. Membaca Al-Qur'an. Berdzikir. Bersedekah. Membantu sesama. Memperbanyak doa. Mempererat silaturahmi. Seluruh amalan tersebut dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan sepanjang tahun dengan lebih baik. 3. Bulan yang Mengajarkan Makna Hijrah Hijrah tidak hanya berarti berpindah tempat, tetapi juga berpindah menuju kehidupan yang lebih baik. Semangat hijrah dapat diwujudkan dengan meninggalkan kebiasaan buruk, memperbaiki ibadah, menjaga lisan, memperbanyak amal saleh, dan meningkatkan keimanan. Bulan Muharram Adalah Momentum Menjalankan Puasa Sunnah Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Muharram adalah puasa sunnah, khususnya pada tanggal 9 dan 10 Muharram atau tanggal 10 dan 11 Muharram. Puasa Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Rasulullah menyebutkan bahwa puasa Asyura dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil pada tahun sebelumnya dengan izin Allah SWT. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan berpuasa pada hari Tasu'a sebagai bentuk pembeda dengan tradisi umat terdahulu. Puasa sunnah di bulan Muharram menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan karena menunjukkan kecintaan seorang Muslim terhadap ajaran Rasulullah SAW. Peristiwa Penting yang Diingat pada Bulan Muharram Dalam sejarah Islam terdapat beberapa peristiwa penting yang sering dikaitkan dengan bulan Muharram. Salah satunya adalah peristiwa diselamatkannya Nabi Musa AS beserta pengikutnya dari kejaran Fir'aun. Atas nikmat tersebut Nabi Musa berpuasa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Ketika Rasulullah SAW mengetahui hal tersebut, beliau juga berpuasa pada hari Asyura dan menganjurkan umat Islam untuk melaksanakannya. Peristiwa ini mengajarkan bahwa rasa syukur kepada Allah dapat diwujudkan melalui ibadah dan amal saleh. Amalan yang Dianjurkan Selama Bulan Muharram Ada banyak amalan yang dapat dilakukan selama bulan Muharram, di antaranya: Memperbanyak Istighfar Memohon ampun kepada Allah merupakan amalan yang sangat dianjurkan setiap waktu, terlebih pada bulan yang dimuliakan. Membaca Al-Qur'an Muharram menjadi kesempatan memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Bersedekah Sedekah menjadi salah satu amalan yang membawa banyak keberkahan. Memberikan bantuan kepada orang lain merupakan bentuk kepedulian sosial yang sangat dianjurkan dalam Islam. Menjaga Silaturahmi Mempererat hubungan keluarga dan sesama Muslim merupakan amalan yang mendatangkan pahala serta memperkuat persaudaraan. Memperbanyak Doa Seorang Muslim dianjurkan memperbanyak doa agar diberikan keberkahan, kesehatan, rezeki yang halal, serta keteguhan iman sepanjang tahun. Hikmah Bulan Muharram Muharram memberikan banyak pelajaran bagi kehidupan seorang Muslim. Pertama, mengingatkan bahwa waktu terus berjalan sehingga manusia harus memanfaatkannya dengan amal saleh. Kedua, mengajarkan pentingnya perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Ketiga, memperkuat rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT. Keempat, meningkatkan semangat ibadah sebagai bekal menghadapi kehidupan dunia dan akhirat. Kelima, mempererat ukhuwah Islamiyah melalui berbagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Bulan Muharram adalah bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan dalam Islam. Sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram menjadi waktu yang tepat untuk memulai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, menjaga diri dari perbuatan dosa, melaksanakan puasa sunnah, memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur'an, serta meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT. Dengan memahami berbagai keutamaan tersebut, setiap Muslim diharapkan tidak hanya menjadikan Muharram sebagai pergantian kalender semata, tetapi juga sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih bertakwa, lebih bersyukur, dan lebih dekat kepada Allah SWT. Semoga setiap amal ibadah yang dilakukan pada bulan Muharram diterima oleh Allah SWT dan menjadi bekal menuju kehidupan yang penuh keberkahan di dunia maupun akhirat.
BERITA29/06/2026 | admin
Momentum Tahun Baru Hijriah: Saat Terbaik Memulai Perubahan Positif
Momentum Tahun Baru Hijriah: Saat Terbaik Memulai Perubahan Positif
Momentum Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Islam. Bagi umat Islam, datangnya 1 Muharram merupakan saat yang penuh makna untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri terhadap perjalanan hidup selama satu tahun terakhir. Momen ini mengingatkan setiap muslim tentang pentingnya hijrah, yaitu berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih diridhai Allah. Peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah menjadi dasar penanggalan Hijriah. Hijrah tersebut bukan hanya perpindahan tempat, melainkan sebuah perjuangan besar dalam mempertahankan keimanan, membangun masyarakat yang berakhlak, serta menciptakan kehidupan yang lebih adil dan bermartabat. Oleh karena itu, Momentum Tahun Baru Hijriah selalu menjadi pengingat bahwa setiap muslim memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, Tahun Baru Hijriah menjadi waktu yang tepat untuk kembali menata niat, memperbaiki ibadah, meningkatkan akhlak, serta mempererat hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Semangat hijrah yang diwariskan Rasulullah SAW tetap relevan hingga saat ini karena perubahan positif selalu dimulai dari diri sendiri. Makna Hijrah dalam Kehidupan Seorang Muslim Hijrah sering kali dipahami sebagai perpindahan fisik. Namun dalam kehidupan sehari-hari, hijrah memiliki makna yang jauh lebih luas. Hijrah berarti perubahan menuju keadaan yang lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan. Seorang muslim dapat berhijrah dengan cara: Meninggalkan kebiasaan bermaksiat. Memperbaiki kualitas shalat. Memperbanyak membaca Al-Qur'an beserta terjemahannya. Menjaga lisan dari ghibah dan fitnah. Memperbaiki hubungan dengan keluarga. Menjadi pribadi yang lebih jujur dan amanah. Memanfaatkan waktu secara produktif. Hijrah merupakan proses yang berlangsung sepanjang hidup. Tidak ada manusia yang sempurna, namun setiap muslim diperintahkan untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Momentum Tahun Baru Hijriah Mengajarkan Pentingnya Muhasabah Muhasabah berarti melakukan introspeksi atau evaluasi terhadap seluruh amal yang telah dilakukan. Dalam Momentum Tahun Baru Hijriah, umat Islam diajak untuk melihat kembali perjalanan hidupnya. Beberapa pertanyaan yang dapat dijadikan bahan muhasabah antara lain: Apakah ibadah saya semakin baik? Sudahkah saya menjaga hubungan dengan kedua orang tua? Bagaimana hubungan saya dengan pasangan dan anak-anak? Apakah saya telah menjaga amanah dalam pekerjaan? Sudahkah saya memperbanyak sedekah? Apakah saya lebih banyak berbuat baik dibandingkan tahun sebelumnya? Muhasabah bukan bertujuan untuk menyalahkan diri sendiri, melainkan sebagai sarana memperbaiki kualitas hidup. Dengan evaluasi yang jujur, seseorang akan mengetahui bagian mana yang perlu ditingkatkan. Menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai Awal Perubahan Banyak orang membuat resolusi di awal tahun Masehi. Hal serupa juga dapat dilakukan ketika memasuki Tahun Baru Hijriah. Bahkan bagi umat Islam, semangat hijrah memberikan makna yang lebih mendalam karena perubahan dilakukan demi mencari ridha Allah. Beberapa langkah sederhana memulai perubahan positif antara lain: 1. Memperbaiki Niat Setiap amal dimulai dari niat yang baik. Perubahan yang dilakukan karena Allah akan lebih bernilai dan lebih mudah dijaga konsistensinya. 2. Menyusun Target Ibadah Misalnya: Menjaga shalat lima waktu tepat waktu. Membaca Al-Qur'an setiap hari. Memperbanyak doa. Menambah amalan sunnah. Target kecil namun dilakukan secara konsisten akan memberikan hasil yang besar. 3. Memperbaiki Akhlak Akhlak merupakan cerminan keimanan seseorang. Tahun Baru Hijriah menjadi waktu yang tepat untuk belajar lebih sabar, rendah hati, santun dalam berbicara, serta mudah memaafkan. 4. Menjaga Silaturahmi Hubungan baik dengan keluarga, tetangga, dan sahabat merupakan bagian penting dari ajaran Islam. Menyambung silaturahmi juga menjadi salah satu bentuk hijrah menuju kehidupan yang lebih berkah. Momentum Tahun Baru Hijriah dalam Kehidupan Sosial Perubahan tidak hanya berlaku untuk diri sendiri. Islam juga mengajarkan agar seorang muslim memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Semangat hijrah dapat diwujudkan dengan: Membantu masyarakat yang membutuhkan. Aktif dalam kegiatan masjid. Mengajarkan ilmu yang bermanfaat. Menjaga persatuan umat. Menghindari penyebaran berita bohong. Menjadi teladan dalam kejujuran. Ketika setiap individu memperbaiki dirinya, maka masyarakat pun akan ikut berubah menjadi lebih baik. Hikmah yang Dapat Dipetik dari Tahun Baru Hijriah Ada banyak hikmah yang dapat diambil dari datangnya Tahun Baru Hijriah. Mengingat Nilai Waktu Waktu merupakan nikmat yang sangat berharga. Setiap pergantian tahun mengingatkan bahwa umur terus berkurang dan kesempatan beramal semakin terbatas. Meningkatkan Ketakwaan Semakin bertambah usia, seharusnya semakin bertambah pula kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah. Menumbuhkan Semangat Optimisme Islam mengajarkan agar setiap muslim selalu memiliki harapan yang baik. Masa lalu menjadi pelajaran, sedangkan masa depan dipersiapkan dengan usaha dan doa. Menjadi Muslim yang Lebih Bermanfaat Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain. Tahun Baru Hijriah menjadi momentum untuk meningkatkan kontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Cara Mengisi Tahun Baru Hijriah dengan Amalan Positif Agar Momentum Tahun Baru Hijriah benar-benar memberikan perubahan nyata, beberapa amalan berikut dapat dilakukan: Memperbanyak istighfar. Memperbanyak doa. Membaca Al-Qur'an secara rutin. Bersedekah. Menuntut ilmu agama. Menghadiri kajian Islam. Mempererat ukhuwah Islamiyah. Membantu sesama yang membutuhkan. Menjaga kejujuran dalam pekerjaan. Menghindari perbuatan yang sia-sia. Perubahan tidak harus dilakukan sekaligus. Langkah kecil yang dilakukan secara istiqamah jauh lebih baik daripada perubahan besar yang hanya berlangsung sesaat. Tantangan Berhijrah di Era Modern Perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi umat Islam. Media sosial, informasi yang begitu cepat, serta gaya hidup konsumtif sering kali membuat seseorang lalai terhadap tujuan hidupnya. Oleh karena itu, semangat hijrah menjadi semakin penting. Seorang muslim perlu bijak menggunakan teknologi untuk: Menambah ilmu. Menyebarkan kebaikan. Menjaga etika dalam berkomunikasi. Menghindari konten yang merusak akhlak. Memanfaatkan waktu secara produktif. Hijrah di era digital berarti mampu mengendalikan diri agar teknologi menjadi sarana kebaikan, bukan sebaliknya. Menjadikan Hijrah sebagai Gaya Hidup Hijrah bukan sekadar tren sesaat. Hijrah adalah perjalanan panjang menuju pribadi yang lebih bertakwa. Perubahan yang dilakukan secara bertahap akan lebih mudah dipertahankan. Tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain. Fokuslah pada peningkatan kualitas diri setiap hari. Apabila hari ini lebih baik daripada kemarin, maka itulah tanda bahwa semangat hijrah sedang tumbuh dalam diri. Momentum Tahun Baru Hijriah merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi setiap muslim untuk memperbaiki kualitas hidup, meningkatkan keimanan, memperkuat ibadah, dan memperindah akhlak. Pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan sekadar perubahan waktu, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap detik kehidupan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Semoga Momentum Tahun Baru Hijriah benar-benar menjadi awal perubahan positif bagi diri kita, keluarga, dan masyarakat. Dengan semangat hijrah yang terus dijaga, setiap muslim dapat menjadi pribadi yang lebih bertakwa, lebih bermanfaat bagi sesama, serta semakin dekat kepada Allah. Jadikan setiap Tahun Baru Hijriah sebagai awal untuk memperbarui niat, memperbaiki amal, dan menapaki kehidupan dengan penuh keikhlasan serta harapan akan ridha-Nya.
BERITA29/06/2026 | admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lihat Daftar Rekening →