WhatsApp Icon
Kepedulian melalui Zakat, BAZNAS DIY Bantu YAKETUNIS

Yogyakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyalurkan zakat terikat dari muzaki kepada Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam (YAKETUNIS). Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang sebagai wujud kepedulian dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan serta kebutuhan yayasan.

Penyaluran zakat terikat ini merupakan bentuk amanah BAZNAS DIY dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat sesuai dengan peruntukannya. Bantuan yang diterima YAKETUNIS diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan yayasan serta mendukung pelayanan dan pemberdayaan bagi penyandang tunanetra yang berada dalam binaan YAKETUNIS.

Melalui penyaluran ini, BAZNAS DIY berharap manfaat zakat dapat dirasakan secara nyata oleh penerima manfaat. Dukungan dari para muzaki menjadi bagian penting dalam menghadirkan kepedulian dan kebermanfaatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS DIY juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada muzaki yang telah menunaikan zakat melalui BAZNAS DIY. Kepercayaan tersebut menjadi amanah untuk terus mengelola dan menyalurkan zakat secara amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran.

Semoga bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi YAKETUNIS dan menjadi amal jariyah bagi para muzaki yang telah berbagi melalui zakat.

Zakat Anda, Kepedulian untuk Sesama. Bersama BAZNAS DIY, Zakat Menguatkan Indonesia

12/08/2026 | Kontributor: admin
Amalan Pembuka Rezeki di Muharram yang Bisa Dilakukan Setiap Hari

 

Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Bulan ini menjadi awal tahun dalam kalender Hijriah sekaligus momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan memperbanyak amal saleh. Banyak kaum muslimin yang memanfaatkan bulan Muharram untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan harapan memperoleh keberkahan hidup, termasuk kemudahan dalam urusan rezeki.

Berbicara tentang Amalan pembuka rezeki di Muharram, penting untuk dipahami bahwa rezeki tidak hanya berbentuk harta benda. Rezeki juga dapat berupa kesehatan, keluarga yang harmonis, ilmu yang bermanfaat, pekerjaan yang baik, hingga ketenangan hati. Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan yang dapat mendatangkan keberkahan dan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam

Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menghindari perbuatan dosa. Keutamaan Muharram juga terlihat dari anjuran Rasulullah SAW untuk memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini.

Momentum Muharram menjadi kesempatan terbaik bagi setiap muslim untuk memulai lembaran baru dengan meningkatkan kualitas ibadah. Semakin dekat seorang hamba kepada Allah SWT, semakin besar pula peluang mendapatkan keberkahan hidup dan kelapangan rezeki.

Mengapa Amalan Bisa Menjadi Pembuka Rezeki?

Dalam Islam, rezeki berasal dari Allah SWT. Namun, Allah juga memerintahkan hamba-Nya untuk berikhtiar dan melakukan berbagai amalan yang dapat mendatangkan rahmat serta keberkahan.

Banyak ayat Al-Qur'an dan hadis yang menjelaskan bahwa ketakwaan, istighfar, sedekah, dan berbagai bentuk ketaatan lainnya dapat menjadi sebab datangnya rezeki. Oleh karena itu, menjalankan Amalan pembuka rezeki di Muharram bukan berarti mengharapkan kekayaan secara instan, melainkan berusaha mendekatkan diri kepada Allah agar hidup dipenuhi keberkahan.

Amalan Pembuka Rezeki di Muharram yang Bisa Dilakukan Setiap Hari

1. Memperbanyak Istighfar

Istighfar merupakan amalan sederhana tetapi memiliki keutamaan yang luar biasa. Dengan memperbanyak memohon ampun kepada Allah SWT, seorang muslim membersihkan dirinya dari dosa yang dapat menjadi penghalang datangnya rezeki.

Luangkan waktu setiap hari untuk mengucapkan istighfar setelah salat, saat bekerja, maupun ketika sedang beristirahat. Kebiasaan ini akan membantu hati menjadi lebih tenang dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Menjaga Salat Lima Waktu

Salat adalah kewajiban utama seorang muslim. Selain menjadi tiang agama, salat juga menjadi sarana memohon pertolongan dan keberkahan kepada Allah SWT.

Menjaga salat tepat waktu merupakan salah satu Amalan pembuka rezeki di Muharram yang sangat dianjurkan. Dengan menjaga hubungan yang baik dengan Allah SWT, seorang muslim akan mendapatkan kemudahan dalam berbagai urusan kehidupan.

3. Membaca Al-Qur'an Setiap Hari

Membaca Al-Qur'an membawa ketenangan dan keberkahan dalam hidup. Tidak harus banyak, yang terpenting adalah konsisten setiap hari.

Bulan Muharram menjadi waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan membaca Al-Qur'an secara rutin. Selain mendapatkan pahala, hati juga akan lebih dekat kepada Allah sehingga kehidupan terasa lebih berkah.

4. Bersedekah Secara Rutin

Sedekah merupakan salah satu amalan yang paling sering dikaitkan dengan kelapangan rezeki. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa harta tidak akan berkurang karena sedekah.

Sedekah tidak harus dalam jumlah besar. Memberikan bantuan kepada tetangga, berbagi makanan, membantu fakir miskin, atau mendukung kegiatan sosial juga termasuk sedekah yang bernilai di sisi Allah SWT.

5. Menjalankan Puasa Sunnah di Bulan Muharram

Puasa sunnah pada bulan Muharram memiliki keutamaan yang besar. Salah satu yang paling terkenal adalah puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.

Selain mendapatkan pahala, puasa membantu melatih kesabaran, meningkatkan ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketakwaan inilah yang menjadi salah satu sebab dibukanya pintu rezeki.

6. Menyambung Silaturahmi

Menjalin hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan sahabat termasuk amalan yang dapat memperluas rezeki. Dalam banyak hadis disebutkan bahwa silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.

Muharram dapat menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan yang sempat renggang dan mempererat tali persaudaraan sesama muslim.

7. Memperbanyak Doa

Doa adalah senjata orang beriman. Allah SWT menyukai hamba-Nya yang selalu memohon kepada-Nya.

Ketika menjalankan Amalan pembuka rezeki di Muharram, jangan lupa untuk memperbanyak doa memohon keberkahan, kemudahan usaha, kesehatan, dan rezeki yang halal serta baik.

8. Membantu Orang Lain

Salah satu cara mendapatkan pertolongan Allah adalah dengan membantu sesama manusia. Ketika seseorang memudahkan urusan orang lain, Allah SWT akan memudahkan urusannya.

Membantu tidak selalu berkaitan dengan materi. Memberikan tenaga, waktu, ilmu, atau sekadar nasihat yang baik juga termasuk bentuk pertolongan yang bernilai ibadah.

9. Menjaga Kejujuran dalam Bekerja

Rezeki yang halal dan berkah diperoleh melalui cara yang baik. Karena itu, kejujuran harus menjadi prinsip utama dalam bekerja maupun berbisnis.

Kejujuran mungkin tidak selalu menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat, tetapi keberkahannya akan dirasakan dalam jangka panjang.

10. Bertawakal kepada Allah SWT

Setelah berusaha dan berdoa, seorang muslim harus bertawakal kepada Allah SWT. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi menyerahkan hasil akhir kepada Allah setelah melakukan ikhtiar terbaik.

Sikap tawakal membuat hati lebih tenang dan tidak mudah putus asa ketika menghadapi kesulitan ekonomi maupun masalah kehidupan lainnya.

Tips Agar Amalan Pembuka Rezeki di Muharram Menjadi Istikamah

Banyak orang bersemangat beribadah di awal Muharram, tetapi kesulitan mempertahankannya dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan beberapa langkah agar amalan dapat dilakukan secara konsisten:

  • Mulai dari amalan yang ringan dan mudah dilakukan.
  • Tetapkan target harian yang realistis.
  • Buat jadwal ibadah yang teratur.
  • Cari lingkungan yang mendukung kegiatan keagamaan.
  • Perbanyak doa agar diberikan keistiqamahan.
  • Evaluasi diri secara berkala.

Konsistensi dalam beribadah jauh lebih dicintai Allah SWT dibandingkan amalan besar yang hanya dilakukan sesekali.

Rezeki yang Berkah Lebih Penting daripada Rezeki yang Banyak

Dalam pandangan Islam, keberkahan rezeki lebih utama daripada jumlahnya. Banyak orang memiliki penghasilan besar tetapi tidak merasakan ketenangan hidup. Sebaliknya, ada yang penghasilannya sederhana namun hidupnya penuh kebahagiaan dan kecukupan.

Karena itu, tujuan utama menjalankan Amalan pembuka rezeki di Muharram bukan semata-mata mencari kekayaan dunia, melainkan memperoleh rezeki yang halal, berkah, dan membawa manfaat bagi diri sendiri serta orang lain.

Bulan Muharram merupakan waktu yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Berbagai Amalan pembuka rezeki di Muharram seperti istighfar, salat tepat waktu, membaca Al-Qur'an, bersedekah, berpuasa sunnah, menyambung silaturahmi, memperbanyak doa, membantu sesama, menjaga kejujuran, dan bertawakal dapat dilakukan setiap hari oleh umat Islam.

Dengan menjalankan amalan-amalan tersebut secara istiqamah, seorang muslim tidak hanya berharap mendapatkan kelapangan rezeki, tetapi juga keberkahan hidup yang lebih luas. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, keberkahan, dan rezeki yang halal kepada setiap hamba-Nya yang senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada-Nya, khususnya melalui Amalan pembuka rezeki di Muharram yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.

12/08/2026 | Kontributor: admin
Merawat Asa di Usia Senja Melalui Paket Logistik Lansia di Kulon Progo

Kulon Progo – Sebagai wujud kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat lanjut usia, BAZNAS DIY bersama BAZNAS Kabupaten Kulon Progo melaksanakan penyerahan paket logistik bagi para lansia di Kabupaten Kulon Progo. Bantuan yang disalurkan berupa paket kebutuhan pokok serta uang santunan sebagai bentuk perhatian kepada para lansia yang membutuhkan.

Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti para lansia. Melalui bantuan tersebut, diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan semangat dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.

Paket logistik yang disalurkan berisi berbagai kebutuhan pokok yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan harian, sementara uang santunan diberikan sebagai tambahan dukungan agar para lansia dapat memenuhi kebutuhan lainnya sesuai kondisi masing-masing.

Kegiatan penyaluran berlangsung dengan penuh kehangatan. Para lansia menyambut bantuan yang diberikan dengan rasa syukur dan bahagia.

Melalui sinergi antara BAZNAS DIY dan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari dana zakat yang telah ditunaikan oleh para muzaki. BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh para mustahik di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Semoga bantuan yang disalurkan menjadi berkah bagi para penerima manfaat dan menjadi amal jariyah bagi seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.

05/08/2026 | Kontributor: admin
Kolaborasi Kebaikan Dimulai, BAZNAS DIY dan Yayasan Madania Bahas Pembentukan UPZ

 

Yogyakarta – BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran pengurus Yayasan Madania dalam rangka maembahas rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), sebagai upaya memperkuat penghimpunan dan pengelolaan zakat di lingkungan yayasan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS DIY memberikan pemaparan mengenai peran strategis UPZ, mekanisme pembentukan, serta tata kelola pengumpulan zakat, infak, dan sedekah yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui silaturahmi ini, diharapkan terjalin sinergi yang baik antara BAZNAS DIY dan Yayasan Madania dalam mengoptimalkan potensi zakat sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

BAZNAS DIY menyambut baik inisiatif Yayasan Madania dan berharap proses pembentukan UPZ dapat berjalan dengan lancar sebagai langkah bersama dalam memperkuat ekosistem zakat yang amanah, profesional, dan berdampak.

04/08/2026 | Kontributor: admin
Nisab Zakat Penghasilan Tahun Ini dan Cara Menentukannya

 

Memahami nisab zakat penghasilan merupakan langkah penting bagi setiap Muslim yang ingin menunaikan zakat secara tepat sesuai syariat. Nisab menjadi batas minimum penghasilan yang menentukan apakah seseorang telah wajib membayar zakat atau belum. Oleh karena itu, mengetahui cara menentukan nisab sangat diperlukan agar kewajiban zakat dapat ditunaikan dengan benar.

Apa Itu Nisab?

Nisab adalah batas minimum harta atau penghasilan yang harus dimiliki seseorang sebelum dikenakan kewajiban zakat. Dalam zakat penghasilan, nisab mengacu pada nilai 85 gram emas dalam satu tahun.

Apabila total penghasilan yang diperoleh selama satu tahun telah mencapai atau melebihi nilai tersebut, maka seseorang wajib menunaikan zakat penghasilan sebesar 2,5 persen. Ketentuan ini menjadi acuan bagi umat Islam dalam menentukan kewajiban zakat atas pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan, profesi, maupun usaha yang halal.

Cara Menentukan Nisab

Untuk menentukan nisab zakat penghasilan, langkah pertama adalah mengetahui harga emas yang berlaku saat ini. Selanjutnya, harga emas tersebut dikalikan dengan 85 gram untuk memperoleh nilai nisab tahunan.

Setelah nilai nisab tahunan diketahui, penghasilan yang diperoleh selama satu tahun dapat dibandingkan dengan nilai tersebut. Jika total penghasilan telah mencapai atau melampaui nisab, maka zakat penghasilan wajib ditunaikan.

Perhitungan zakat penghasilan dilakukan dengan mengeluarkan 2,5 persen dari penghasilan yang telah memenuhi syarat wajib zakat.

Contoh Penerapan Nisab

Sebagai contoh, jika nilai 85 gram emas pada tahun berjalan setara dengan jumlah tertentu, maka penghasilan tahunan seorang Muslim perlu dibandingkan dengan nilai tersebut.

Apabila total penghasilan selama satu tahun melebihi nilai nisab, maka ia telah memenuhi syarat wajib zakat penghasilan. Sebaliknya, jika penghasilannya masih berada di bawah nisab, maka zakat penghasilan belum diwajibkan.

Karena harga emas dapat berubah dari waktu ke waktu, nilai nisab juga akan menyesuaikan dengan perkembangan harga emas yang berlaku.

Kesalahan Umum dalam Menentukan Nisab

Beberapa kesalahan yang masih sering terjadi saat menentukan nisab zakat penghasilan antara lain:

- Menggunakan nilai nisab yang sudah tidak sesuai dengan harga emas terkini.

- Tidak menghitung total penghasilan secara menyeluruh dalam satu tahun.

- Menganggap semua penghasilan otomatis wajib dizakati tanpa membandingkannya dengan nisab.

- Tidak memperbarui informasi mengenai ketentuan nisab yang berlaku pada tahun berjalan.

Dengan memahami cara menentukan nisab secara tepat, kewajiban zakat dapat ditunaikan sesuai ketentuan syariat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi para penerima zakat.

Cek Nisab Zakat Anda

Masih ragu apakah penghasilan Anda sudah mencapai nisab? Gunakan layanan kalkulator BAZNAS DIY https://diy.baznas.go.id/bayarzakat untuk mengetahui nisab dan menghitung kewajiban zakat penghasilan secara mudah dan akurat. Setelah mengetahui jumlah zakat yang harus ditunaikan, Anda dapat menyalurkannya melalui BAZNAS DIY agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

31/07/2026 | Kontributor: admin

Berita Terbaru

Muharram Termasuk Bulan Haram, Apa Keistimewaannya bagi Umat Islam
Muharram Termasuk Bulan Haram, Apa Keistimewaannya bagi Umat Islam
Bagi umat Islam, memahami kalender Hijriah bukan hanya tentang pergantian bulan, tetapi juga mengenal berbagai keutamaan yang Allah berikan pada waktu-waktu tertentu. Salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa adalah Muharram. Muharram termasuk bulan haram yang dimuliakan oleh Allah sejak penciptaan langit dan bumi. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah, memperbanyak kebaikan, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan pada bulan ini. Muharram juga menjadi penanda awal tahun dalam kalender Hijriah. Momentum ini dapat dijadikan kesempatan untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan menyusun tekad menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Dengan memahami mengapa Muharram termasuk bulan haram, umat Islam dapat lebih menghargai waktu yang Allah muliakan dan memanfaatkannya untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Apa yang Dimaksud dengan Bulan Haram? Dalam Islam, terdapat empat bulan yang dikenal sebagai bulan haram atau bulan yang dimuliakan. Keempat bulan tersebut adalah Zulkaidah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab. Kata "haram" dalam konteks ini bukan berarti terlarang untuk melakukan aktivitas, melainkan menunjukkan bahwa bulan tersebut memiliki kehormatan dan kemuliaan yang lebih tinggi dibandingkan bulan lainnya. Pada bulan-bulan haram, umat Islam dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam setiap perbuatan. Amal saleh akan mendapatkan pahala yang besar, sementara dosa dan kemaksiatan memiliki konsekuensi yang lebih berat karena dilakukan pada waktu yang dimuliakan. Allah menjelaskan keberadaan empat bulan haram dalam Surah At-Taubah ayat 36. Ayat tersebut menjadi dasar bahwa penetapan bulan-bulan mulia ini berasal dari Allah, bukan dari tradisi manusia. Mengapa Muharram Menjadi Bulan yang Istimewa? Ada beberapa alasan mengapa Muharram memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam. 1. Bulan Pertama dalam Kalender Hijriah Muharram merupakan pembuka tahun Hijriah. Oleh karena itu, banyak umat Islam menjadikannya sebagai momentum memperbaiki diri dan memperbanyak amal saleh. Awal tahun Hijriah bukan sekadar pergantian angka, melainkan pengingat bahwa waktu terus berjalan dan setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas amalnya. 2. Disebut sebagai Bulan Allah Dalam hadis sahih, Rasulullah menyebut Muharram sebagai "bulan Allah". Penyebutan ini menunjukkan betapa istimewanya bulan tersebut dibandingkan bulan-bulan lainnya. Penyandaran nama bulan kepada Allah merupakan bentuk penghormatan dan menunjukkan bahwa Muharram memiliki keutamaan yang besar. 3. Waktu Terbaik Berpuasa Setelah Ramadan Salah satu amalan utama pada bulan Muharram adalah berpuasa sunnah. Rasulullah menjelaskan bahwa puasa paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Muharram. Hal ini menunjukkan bahwa umat Islam memiliki kesempatan besar untuk menambah pahala melalui ibadah puasa di bulan yang penuh keberkahan ini. Muharram Termasuk Bulan Haram, Apa Hikmah yang Bisa Dipetik? Memahami bahwa Muharram termasuk bulan haram tidak hanya sebatas mengetahui statusnya dalam kalender Islam, tetapi juga memahami hikmah yang terkandung di dalamnya. Menghormati Waktu yang Dimuliakan Allah Allah menciptakan waktu dengan keutamaan yang berbeda-beda. Sebagaimana malam Lailatul Qadar lebih utama dibandingkan malam lainnya, demikian pula bulan Muharram memiliki keistimewaan yang patut dihormati. Menghormati bulan Muharram diwujudkan dengan meningkatkan ibadah, menjaga lisan, memperbaiki akhlak, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Momentum Hijrah Menjadi Pribadi Lebih Baik Awal Muharram sering dikaitkan dengan semangat hijrah. Hijrah bukan hanya berpindah tempat, melainkan berpindah dari kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik sesuai ajaran Islam. Semangat ini relevan bagi setiap Muslim yang ingin memperbaiki kualitas ibadah dan hubungan dengan sesama. Menumbuhkan Kesadaran akan Pentingnya Amal Bulan Muharram mengingatkan bahwa setiap amal memiliki nilai di sisi Allah. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur'an, berzikir, menjaga silaturahmi, serta membantu orang lain. Semakin banyak amal baik yang dilakukan, semakin besar pula harapan memperoleh rahmat dan ampunan Allah. Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Muharram Memperbanyak Puasa Sunnah Puasa menjadi amalan yang sangat dianjurkan sepanjang bulan Muharram, terutama pada tanggal 9 dan 10 Muharram atau tanggal 10 dan 11 Muharram. Puasa Asyura dikenal memiliki keutamaan berupa penghapusan dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu, sebagaimana dijelaskan dalam hadis sahih. Memperbanyak Istighfar Muharram menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Karena itu, awal tahun Hijriah menjadi momentum memperbarui tekad untuk menjadi hamba yang lebih taat. Bersedekah Sedekah merupakan amalan yang selalu dianjurkan dalam Islam. Pada bulan Muharram, sedekah menjadi salah satu bentuk syukur atas nikmat kehidupan dan kesempatan memasuki tahun yang baru. Sedekah tidak selalu berupa harta. Memberikan bantuan, senyuman, ilmu yang bermanfaat, hingga meringankan beban orang lain juga termasuk sedekah. Memperbaiki Hubungan dengan Sesama Muharram menjadi waktu yang baik untuk mempererat silaturahmi, meminta maaf, dan memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang. Islam mengajarkan pentingnya menjaga persaudaraan dan menghindari permusuhan yang berkepanjangan. Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Muharram Walaupun Muharram memiliki banyak keutamaan, umat Islam juga perlu menghindari berbagai keyakinan yang tidak memiliki dasar dalam syariat. Beberapa tradisi yang menganggap Muharram sebagai bulan sial atau bulan yang membawa kesialan tidak memiliki landasan dalam ajaran Islam. Sebaliknya, Islam mengajarkan bahwa Muharram merupakan bulan yang penuh keberkahan sehingga seharusnya diisi dengan amal saleh, bukan ketakutan terhadap mitos. Selain itu, umat Islam juga tidak dianjurkan mengkhususkan ibadah tertentu tanpa dalil yang sahih. Semua amalan hendaknya mengikuti tuntunan Rasulullah. Hikmah Muharram bagi Kehidupan Sehari-hari Keutamaan Muharram mengajarkan bahwa setiap Muslim memiliki kesempatan untuk memulai lembaran baru. Dengan meningkatkan kualitas ibadah, menjaga akhlak, memperbanyak sedekah, serta mempererat hubungan dengan sesama, kehidupan akan menjadi lebih bermakna. Muharram juga mengingatkan bahwa perjalanan hidup manusia sangat singkat. Pergantian tahun Hijriah menjadi pengingat agar tidak menunda taubat dan amal saleh. Sebagai umat Islam, memahami bahwa Muharram termasuk bulan haram akan menumbuhkan rasa hormat terhadap waktu yang telah Allah muliakan. Bulan ini bukan hanya menjadi awal tahun Hijriah, tetapi juga kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan. Marilah menjadikan Muharram sebagai momentum memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan. Dengan demikian, makna bahwa Muharram termasuk bulan haram tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui amal saleh yang diridhai Allah.
BERITA29/06/2026 | admin
Sinergi Membangun Keluarga Berkualitas, BAZNAS DIY Hadiri Harganas ke-33 Nasional
Sinergi Membangun Keluarga Berkualitas, BAZNAS DIY Hadiri Harganas ke-33 Nasional
Yogyakarta – Wakil Ketua II BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D., menghadiri Puncak Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Nasional yang diselenggarakan di kawasan Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, pada Senin (29/6/2026). Upacara dipimpin oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd. Peringatan Harganas tahun ini mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", yang menekankan pentingnya peran aktif seorang ayah dalam pengasuhan anak, pembentukan karakter, serta memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. Dalam sambutannya, Menteri Wihaji mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk kembali membangun komunikasi yang hangat dan berkualitas di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, kehadiran seorang ayah tidak hanya dimaknai secara fisik, tetapi juga melalui perhatian, kasih sayang, pendampingan, dan keterlibatan aktif dalam setiap proses tumbuh kembang anak. Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 menjadi momentum refleksi atas berbagai tantangan yang dihadapi keluarga Indonesia di era digital. Kemajuan teknologi memang memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, namun di sisi lain juga membawa perubahan pola interaksi dalam keluarga. Tidak sedikit anggota keluarga yang kini lebih banyak berinteraksi dengan layar gawai dibandingkan dengan sesama anggota keluarga di rumah. Percakapan yang bermakna perlahan tergantikan oleh notifikasi, waktu kebersamaan berkurang akibat konsumsi konten digital, dan kedekatan emosional dapat memudar apabila komunikasi dalam keluarga tidak terus dijaga. Kehadiran Wakil Ketua II BAZNAS DIY pada peringatan Harganas ke-33 merupakan bentuk dukungan BAZNAS DIY terhadap upaya pemerintah dalam membangun keluarga yang berkualitas, harmonis, dan berketahanan. Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS DIY tidak hanya berfokus pada penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya, tetapi juga berkomitmen mendukung program-program yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah. Melalui momentum Hari Keluarga Nasional ke-33, BAZNAS DIY berharap semangat membangun keluarga yang kuat dapat terus ditanamkan di tengah masyarakat. Kehadiran ayah yang aktif, ibu yang berdaya, serta lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
BERITA29/06/2026 | admin
Dukung UMKM Mustahik, Menteri Wihaji Belanja Produk di Stand BAZNAS DIY
Dukung UMKM Mustahik, Menteri Wihaji Belanja Produk di Stand BAZNAS DIY
Yogyakarta – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., mengunjungi stand BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Pameran dan Gelar Dagang Produk UPPKA dan UMKM serta Layanan Mitra Kerja yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di kawasan Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta. Dalam kunjungannya, Menteri Wihaji menyempatkan diri melihat berbagai produk unggulan hasil karya para mustahik binaan BAZNAS DIY. Beragam produk yang dipamerkan, mulai dari pangan olahan, makanan ringan, kue kering hingga sabun cuci piring, mendapat perhatian khusus dari beliau. Sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, Menteri Wihaji turut membeli beberapa produk hasil usaha mustahik binaan BAZNAS DIY. Tindakan tersebut menjadi wujud apresiasi sekaligus penyemangat bagi para pelaku UMKM binaan agar terus meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan usahanya. Keikutsertaan BAZNAS DIY dalam pameran ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui program pemberdayaan berbasis zakat. Selain memberikan pendampingan usaha, BAZNAS DIY juga terus membuka akses promosi dan pemasaran agar produk-produk binaan dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas. Kunjungan Menteri Wihaji menjadi momentum yang membanggakan bagi BAZNAS DIY dan para mustahik binaan. Dukungan dari pemerintah diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal hasil binaan, sekaligus memberikan motivasi kepada para pelaku usaha untuk terus berinovasi dan berkembang. Melalui sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dan berbagai mitra, diharapkan semakin banyak UMKM mustahik yang mampu naik kelas, mandiri secara ekonomi, serta memberikan kontribusi bagi kesejahteraan keluarga dan pembangunan ekonomi masyarakat.
BERITA29/06/2026 | admin
Produk Mustahik BAZNAS DIY Ramaikan Pameran Harganas ke-33 Nasional
Produk Mustahik BAZNAS DIY Ramaikan Pameran Harganas ke-33 Nasional
Yogyakarta – BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut berpartisipasi dalam Pameran dan Gelar Dagang Produk UPPKA dan UMKM serta Layanan Mitra Kerja yang diselenggarakan dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung selama dua hari, pada 28–29 Juni 2026, di kawasan Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta. Keikutsertaan BAZNAS DIY menjadi wujud komitmen dalam mendukung pemberdayaan ekonomi mustahik melalui promosi produk-produk unggulan hasil binaan. Berbagai produk dipamerkan kepada masyarakat, mulai dari pangan olahan, makanan ringan, kue kering, hingga sabun cuci piring yang diproduksi oleh para mustahik binaan BAZNAS DIY dari berbagai kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pameran ini menjadi kesempatan bagi para pelaku UMKM binaan untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus memperkenalkan kualitas produk mereka kepada masyarakat luas, termasuk para pengunjung yang hadir dari berbagai daerah dalam rangkaian peringatan Harganas ke-33. Melalui kegiatan ini, BAZNAS DIY berharap produk-produk hasil karya mustahik semakin dikenal, diminati, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan meningkatnya akses promosi dan pemasaran, diharapkan usaha para mustahik dapat berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Partisipasi BAZNAS DIY dalam pameran ini juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. Tidak hanya memberikan bantuan modal, BAZNAS DIY terus melakukan pendampingan agar para mustahik dapat berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Melalui sinergi dengan berbagai pihak dalam momentum Hari Keluarga Nasional ke-33, BAZNAS DIY optimistis pemberdayaan UMKM mustahik akan semakin kuat, sehingga manfaat zakat tidak hanya dirasakan dalam bentuk bantuan sesaat, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi para penerima manfaat.
BERITA28/06/2026 | admin
Bersama Cegah Stunting, Bersama Wujudkan Masa Depan Anak Indonesia yang Lebih Baik
Bersama Cegah Stunting, Bersama Wujudkan Masa Depan Anak Indonesia yang Lebih Baik
Yogyakarta – Ketua BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., menjadi narasumber dalam kegiatan Mitra OTA Fest Genting 2026 bertajuk "Satu Kepedulian, Seribu Harapan untuk Masa Depan Anak Indonesia" yang diselenggarakan di Hotel Phoenix Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting. Dalam paparannya, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si. menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga filantropi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi, peningkatan kesejahteraan keluarga, serta edukasi bagi masyarakat. "Kolaborasi adalah kunci. Melalui pengelolaan dana zakat yang amanah dan tepat sasaran, BAZNAS DIY berkomitmen mendukung berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan, termasuk dalam upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas," ujar Puji Astuti. Melalui keikutsertaan sebagai narasumber dalam Mitra OTA Fest Genting 2026, BAZNAS DIY berharap semakin banyak mitra yang terlibat aktif dalam membangun kepedulian sosial demi mewujudkan masa depan anak-anak Indonesia yang lebih baik. Semangat "Satu Kepedulian, Seribu Harapan untuk Masa Depan Anak Indonesia" diharapkan menjadi penguat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA26/06/2026 | admin
Sejarah Muharram: Asal Usul Bulan Mulia dalam Islam
Sejarah Muharram: Asal Usul Bulan Mulia dalam Islam
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Bulan ini memiliki kedudukan istimewa karena menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, meningkatkan ketakwaan, dan melakukan refleksi diri dalam menyambut tahun baru Hijriah. Muharram sebagai Awal Tahun Hijriah Kalender Hijriah mulai digunakan pada masa pemerintahan Umar bin Khattab sebagai sistem penanggalan resmi bagi umat Islam. Penetapan kalender ini didasarkan pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, sebuah peristiwa penting yang menandai awal terbentuknya masyarakat Islam. Meskipun peristiwa hijrah terjadi pada bulan Rabiulawal, para sahabat sepakat menjadikan Muharram sebagai awal tahun Hijriah karena pada bulan inilah kaum muslimin mulai mempersiapkan hijrah setelah terjadinya Baiat Aqabah. Selain itu, Muharram datang setelah berakhirnya musim ibadah haji pada bulan Zulhijah, sehingga dianggap sebagai waktu yang tepat untuk memulai lembaran baru. Asal Usul Nama Muharram Secara bahasa, kata Muharram berasal dari bahasa Arab yang berarti "diharamkan" atau "dimuliakan". Nama ini menunjukkan bahwa sejak masa Arab pra-Islam, bulan Muharram telah dipandang sebagai bulan yang memiliki kehormatan, terutama karena peperangan dilarang dilakukan pada bulan tersebut. Islam kemudian menegaskan kembali kemuliaan Muharram sebagai salah satu bulan haram yang harus dihormati oleh umat Islam. Muharram Termasuk Bulan Haram Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an bahwa jumlah bulan menurut ketetapan-Nya adalah dua belas bulan, dan di antaranya terdapat empat bulan haram. Keempat bulan tersebut adalah Zulkaidah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan haram, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan dosa serta memperbanyak amal kebajikan. Nilai pahala atas amal saleh dilipatgandakan, sementara pelanggaran terhadap larangan Allah juga memiliki konsekuensi yang lebih besar. Keutamaan Bulan Muharram Muharram memiliki sejumlah keutamaan yang dijelaskan dalam hadis-hadis Rasulullah SAW. Salah satunya adalah anjuran memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Oleh karena itu, banyak umat Islam yang melaksanakan puasa sunnah, terutama pada tanggal 9 dan 10 Muharram (Tasua dan Asyura), atau tanggal 10 dan 11 Muharram. Selain berpuasa, Muharram juga menjadi momentum untuk memperbanyak zikir, sedekah, membaca Al-Qur'an, dan berbagai amal kebajikan lainnya. Peristiwa Penting di Bulan Muharram Dalam tradisi Islam, tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura memiliki nilai sejarah yang penting. Salah satu peristiwa yang paling dikenal adalah diselamatkannya Musa AS beserta kaumnya dari kejaran Fir'aun. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, Nabi Musa berpuasa pada hari tersebut. Ketika tiba di Madinah, Rasulullah SAW mendapati kaum Yahudi berpuasa pada Hari Asyura untuk mengenang peristiwa tersebut. Beliau kemudian turut berpuasa dan menganjurkan umat Islam untuk melaksanakannya, dengan menambahkan puasa pada hari sebelumnya atau sesudahnya agar berbeda dari tradisi kaum Yahudi. Muharram sebagai Momentum Muhasabah Datangnya bulan Muharram menjadi pengingat bagi umat Islam untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan hidup selama satu tahun terakhir. Tahun baru Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Momentum ini juga dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak amal sosial seperti sedekah, infak, dan zakat sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan. Menyambut Muharram dengan Amal Kebaikan Kemuliaan bulan Muharram menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk memulai tahun Hijriah dengan semangat beribadah dan berbuat baik. Dengan memperbanyak amal saleh, menjaga akhlak, serta meningkatkan kepedulian sosial, Muharram dapat menjadi awal yang penuh keberkahan bagi kehidupan pribadi maupun masyarakat. Memaknai Muharram tidak hanya sebatas mengenang sejarah, tetapi juga menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat keimanan dan membangun komitmen dalam menjalankan ajaran Islam sepanjang tahun.
BERITA26/06/2026 | admin
Makna Hijrah dalam Islam yang Relevan untuk Kehidupan Masa Kini
Makna Hijrah dalam Islam yang Relevan untuk Kehidupan Masa Kini
Makna hijrah dalam Islam merupakan salah satu konsep penting yang tidak hanya berkaitan dengan perpindahan tempat, tetapi juga perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan Allah SWT. Ketika mendengar kata hijrah, sebagian besar umat Islam mungkin langsung teringat pada peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Namun, sesungguhnya hijrah memiliki makna yang jauh lebih luas dan relevan dalam kehidupan modern saat ini. Makna hijrah dalam Islam mengajarkan bahwa setiap muslim memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, meninggalkan kebiasaan buruk, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hijrah menjadi simbol transformasi spiritual yang membawa seseorang dari keadaan kurang baik menuju keadaan yang lebih diridhai oleh-Nya. Dalam kehidupan yang penuh tantangan seperti sekarang, makna hijrah dalam Islam menjadi semakin penting. Arus informasi yang cepat, perubahan gaya hidup, dan berbagai godaan dunia membuat umat Islam perlu memiliki pegangan yang kuat agar tetap berada di jalan yang benar. Hijrah bukan sekadar tren atau perubahan penampilan semata. Sebaliknya, makna hijrah dalam Islam menekankan perubahan hati, pola pikir, dan perilaku yang didasarkan pada nilai-nilai keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT. Melalui pemahaman yang benar tentang makna hijrah dalam Islam, seorang muslim dapat menjalani kehidupan dengan lebih terarah, penuh tujuan, dan senantiasa berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Sejarah dan Dasar Makna Hijrah dalam Islam Makna hijrah dalam Islam tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan Rasulullah SAW bersama para sahabat. Peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah menjadi titik balik penting dalam perkembangan dakwah Islam dan pembentukan masyarakat muslim yang kuat. Dalam sejarah tersebut, makna hijrah dalam Islam menunjukkan keberanian, pengorbanan, serta ketaatan kepada perintah Allah SWT. Rasulullah SAW meninggalkan kampung halaman yang dicintainya demi menjaga dan mengembangkan ajaran Islam. Selain perpindahan fisik, makna hijrah dalam Islam juga mengandung pesan spiritual yang mendalam. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa hijrah sejati adalah meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT. Hadis Nabi SAW menjelaskan bahwa seorang muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah. Oleh karena itu, makna hijrah dalam Islam tidak terbatas pada perpindahan geografis, tetapi mencakup perubahan perilaku menuju ketaatan. Hingga saat ini, makna hijrah dalam Islam tetap menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk terus memperbaiki diri dan berjuang menegakkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Makna Hijrah dalam Islam sebagai Perubahan Akhlak Salah satu bentuk nyata dari makna hijrah dalam Islam adalah perubahan akhlak yang lebih baik. Akhlak merupakan cerminan keimanan seseorang dan menjadi salah satu indikator keberhasilan proses hijrah. Ketika seseorang memahami makna hijrah dalam Islam, ia akan berusaha meninggalkan sifat-sifat buruk seperti sombong, iri hati, dengki, dan suka menyakiti orang lain. Sebagai gantinya, ia berusaha menumbuhkan sifat sabar, rendah hati, dan penuh kasih sayang. Dalam kehidupan sosial, makna hijrah dalam Islam juga terlihat dari cara seseorang memperlakukan keluarga, tetangga, dan masyarakat. Seorang muslim yang berhijrah akan berusaha menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Perubahan akhlak yang baik merupakan bukti bahwa makna hijrah dalam Islam telah benar-benar meresap ke dalam hati. Hijrah bukan hanya tampak dari luar, tetapi juga terlihat dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Karena itu, setiap muslim hendaknya menjadikan makna hijrah dalam Islam sebagai motivasi untuk terus memperbaiki karakter dan menjadi teladan yang baik bagi orang lain. Makna Hijrah dalam Islam di Era Modern Di era digital saat ini, makna hijrah dalam Islam memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan masa lalu. Kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan berbagai ujian yang dapat menjauhkan seseorang dari nilai-nilai Islam. Memahami makna hijrah dalam Islam berarti mampu menggunakan teknologi secara bijak. Seorang muslim hendaknya memanfaatkan media sosial, internet, dan berbagai platform digital untuk hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah. Selain itu, makna hijrah dalam Islam juga dapat diwujudkan dengan meninggalkan konten negatif, ujaran kebencian, serta perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Hijrah digital menjadi salah satu bentuk hijrah yang relevan pada masa kini. Dalam dunia kerja dan pendidikan, makna hijrah dalam Islam mendorong umat Islam untuk bekerja secara jujur, profesional, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai Islam harus tetap menjadi pedoman dalam setiap aktivitas. Dengan demikian, makna hijrah dalam Islam tetap relevan meskipun zaman terus berubah. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mampu menjadi solusi bagi berbagai persoalan kehidupan modern. Makna Hijrah dalam Islam dan Kepedulian Sosial Makna hijrah dalam Islam tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia kepada Allah SWT, tetapi juga hubungan dengan sesama manusia. Islam mengajarkan bahwa seorang muslim yang baik harus memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ketika memahami makna hijrah dalam Islam, seseorang akan terdorong untuk membantu orang yang membutuhkan, memperhatikan kaum dhuafa, dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu contoh nyata implementasi nilai hijrah adalah semangat berbagi dan pemberdayaan umat melalui berbagai program sosial. Program kurban yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menunjukkan bagaimana ibadah dapat memberikan dampak sosial yang luas. Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 tidak hanya membantu penerima manfaat, tetapi juga memberdayakan peternak kecil di berbagai daerah. Lebih jauh lagi, makna hijrah dalam Islam tercermin dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak bencana serta saudara-saudara muslim di Palestina. BAZNAS menyalurkan kurban ke wilayah bencana dan Palestina sebagai bentuk kepedulian sosial yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Melalui semangat berbagi tersebut, makna hijrah dalam Islam menjadi lebih nyata karena mendorong umat Islam untuk tidak hanya memperbaiki diri sendiri, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang lain. Langkah Menerapkan Makna Hijrah dalam Islam dalam Kehidupan Sehari-hari Untuk mewujudkan makna hijrah dalam Islam, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memperkuat niat karena Allah SWT. Setiap perubahan yang dilakukan harus dilandasi keikhlasan agar bernilai ibadah. Selanjutnya, makna hijrah dalam Islam dapat diterapkan dengan memperbaiki kualitas ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan memperbanyak doa kepada Allah SWT. Langkah berikutnya adalah memilih lingkungan yang baik. Makna hijrah dalam Islam mengajarkan pentingnya berteman dengan orang-orang saleh yang dapat memberikan pengaruh positif dalam kehidupan. Selain itu, makna hijrah dalam Islam juga diwujudkan dengan terus menuntut ilmu agama. Pengetahuan yang benar akan membantu seseorang memahami ajaran Islam secara lebih mendalam dan menghindari kesalahan dalam beribadah. Dengan konsistensi dan kesabaran, makna hijrah dalam Islam akan menjadi bagian dari kehidupan seorang muslim yang senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada akhirnya, makna hijrah dalam Islam merupakan proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Rasul-Nya. Hijrah tidak hanya berarti perpindahan tempat, tetapi juga transformasi hati, pikiran, dan perilaku. Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, makna hijrah dalam Islam tetap relevan sebagai pedoman bagi umat Islam untuk menjaga keimanan, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas ibadah. Hijrah mengajarkan bahwa setiap muslim memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Lebih dari itu, makna hijrah dalam Islam juga mendorong kepedulian sosial, semangat berbagi, dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana dicontohkan dalam berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan umat yang dijalankan oleh lembaga-lembaga Islam. Dengan memahami dan mengamalkan makna hijrah dalam Islam, setiap muslim dapat menjalani kehidupan yang lebih bermakna, penuh keberkahan, serta memberikan manfaat bagi sesama dan lingkungan sekitar.
BERITA25/06/2026 | admin
Tata Cara Puasa Asyura yang Benar Sesuai Sunnah Nabi
Tata Cara Puasa Asyura yang Benar Sesuai Sunnah Nabi
Tata cara puasa Asyura merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah. Hari Asyura memiliki kedudukan istimewa karena pada hari tersebut Allah SWT memberikan berbagai peristiwa besar dalam sejarah para nabi. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan besar, yaitu dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu. Oleh sebab itu, memahami tata cara puasa Asyura dengan benar menjadi hal yang penting bagi setiap muslim yang ingin meraih pahala dan keberkahan dari amalan ini. Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Mereka berpuasa sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Fir'aun. Rasulullah SAW kemudian bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti Nabi Musa AS, sehingga beliau pun berpuasa dan menganjurkan para sahabat untuk melakukannya. Memahami puasa Asyura tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus. Seorang muslim juga harus menjaga lisan, perilaku, dan hatinya dari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa. Dengan demikian, ibadah yang dilakukan menjadi lebih sempurna dan bernilai di sisi Allah SWT. Karena besarnya keutamaan yang terkandung di dalamnya, puasa Asyura sering menjadi topik yang dicari umat Islam menjelang datangnya bulan Muharram. Melalui pemahaman yang benar, umat Islam dapat menjalankan ibadah ini sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Tata Cara Puasa Asyura yang Benar Sesuai Sunnah Nabi Puasa Asyura pada dasarnya sama seperti puasa sunnah lainnya. Seorang muslim memulai puasa dengan niat yang dilakukan pada malam hari sebelum fajar. Niat berada di dalam hati dan tidak harus dilafalkan secara khusus, meskipun banyak ulama membolehkan melafalkannya untuk membantu menghadirkan niat. Dalam menjalankan puasa Asyura, umat Islam dianjurkan makan sahur. Sahur merupakan sunnah Rasulullah SAW yang mengandung keberkahan. Selain memberikan kekuatan fisik selama berpuasa, sahur juga menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat terdahulu. Setelah memasuki waktu Subuh, pelaksanaan puasa Asyura dilakukan dengan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa hingga terbenam matahari. Selama berpuasa, seorang muslim hendaknya memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan melakukan amal saleh lainnya. Ketika waktu Maghrib tiba, puasa Asyura dilanjutkan dengan menyegerakan berbuka puasa. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk segera berbuka ketika matahari telah terbenam. Berbuka dapat dilakukan dengan kurma, air putih, atau makanan halal lainnya yang tersedia. Selain aspek lahiriah, puasa Asyura juga menuntut kesungguhan dalam menjaga kualitas ibadah. Menjauhi ghibah, fitnah, perkataan kasar, dan perbuatan maksiat merupakan bagian penting agar puasa yang dilakukan memperoleh pahala yang sempurna di sisi Allah SWT. Berikut adalah bacaan niat puasa Asyura beserta tulisan latin dan artinya: "Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati 'Asyura lillahi Ta'ala." Artinya: "Saya niat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta'ala." Waktu Pelaksanaan Puasa Asyura yang Dianjurkan Banyak ulama menjelaskan bahwa puasa Asyura yang paling utama adalah berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Puasa tanggal 9 Muharram dikenal sebagai puasa Tasu'a. Rasulullah SAW pernah menyatakan keinginannya untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram pada tahun berikutnya agar berbeda dengan kebiasaan kaum Yahudi. Melaksanakan puasa Asyura pada tanggal 9 dan 10 Muharram memiliki nilai sunnah yang lebih sempurna. Hal ini karena terdapat unsur mengikuti petunjuk Rasulullah SAW sekaligus membedakan ibadah umat Islam dari umat lainnya. Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa tata cara puasa Asyura dapat dilakukan selama tiga hari, yaitu tanggal 9, 10, dan 11 Muharram. Pendapat ini dianggap lebih sempurna karena memberikan kehati-hatian dalam penentuan tanggal dan semakin memperjelas perbedaan dengan praktik puasa kaum Yahudi. Apabila seseorang hanya mampu melaksanakan puasa pada tanggal 10 Muharram saja, maka puasa Asyura tersebut tetap sah dan memperoleh pahala. Namun, menggabungkannya dengan tanggal 9 atau 11 Muharram tentu lebih dianjurkan berdasarkan penjelasan para ulama. Oleh karena itu, sebelum menjalankan puasa Asyura, umat Islam sebaiknya memperhatikan kalender Hijriah yang berlaku agar dapat menentukan waktu pelaksanaan dengan tepat dan sesuai sunnah. Keutamaan Puasa Asyura bagi Umat Islam Salah satu alasan utama umat Islam melaksanakan puasa Asyura adalah karena besarnya pahala yang dijanjikan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya. Selain penghapusan dosa, puasa Asyura juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Melalui puasa, seorang muslim belajar mengendalikan hawa nafsu dan memperkuat keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Menjalankan puasa Asyura juga merupakan bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW. Ketika seorang muslim mengikuti sunnah beliau, maka terdapat harapan besar untuk mendapatkan syafaat dan kedekatan dengan Rasulullah SAW di akhirat kelak. Di samping itu, puasa Asyura mengingatkan umat Islam akan pentingnya bersyukur atas nikmat dan pertolongan Allah SWT. Kisah keselamatan Nabi Musa AS menjadi pelajaran bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada hamba-hamba yang beriman. Keutamaan lain dari puasa Asyura adalah kesempatan untuk memperbanyak amal saleh di bulan Muharram yang termasuk salah satu bulan mulia dalam Islam. Oleh sebab itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan bulan Muharram dengan berbagai ibadah. Hikmah dan Pelajaran dari Puasa Asyura Melalui puasa Asyura, umat Islam diajarkan untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan. Rasa syukur tersebut tidak hanya diwujudkan dalam ucapan, tetapi juga melalui ketaatan dan ibadah. Hikmah lain dari puasa Asyura adalah memperkuat kesadaran bahwa sejarah para nabi mengandung banyak pelajaran berharga. Kisah Nabi Musa AS mengajarkan pentingnya kesabaran, keberanian, dan keyakinan kepada pertolongan Allah SWT. Pelaksanaan puasa Asyura juga membantu membangun disiplin diri. Menahan lapar, haus, dan berbagai keinginan duniawi selama beberapa jam melatih seorang muslim untuk lebih mampu mengendalikan dirinya. Dalam kehidupan sosial, puasa Asyura dapat meningkatkan empati terhadap sesama. Ketika merasakan lapar dan haus, seorang muslim menjadi lebih memahami kondisi orang-orang yang hidup dalam keterbatasan sehingga terdorong untuk berbagi dan membantu mereka. Pada akhirnya, puasa Asyura bukan sekadar ibadah tahunan yang dilakukan secara rutin. Lebih dari itu, puasa ini merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat iman, serta menumbuhkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai salah satu amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar, puasa Asyura perlu dipahami dan diamalkan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dan lebih utama jika disertai puasa pada tanggal 9 Muharram atau 11 Muharram. Dengan menjalankan puasa Asyura secara benar, seorang muslim tidak hanya memperoleh pahala dan pengampunan dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu, tetapi juga mendapatkan berbagai hikmah spiritual yang bermanfaat dalam kehidupan. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita semua untuk menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dan meraih keberkahan di bulan Muharram.
BERITA25/06/2026 | admin
Tata Cara Puasa Asyura yang Benar Sesuai Sunnah Nabi
Tata Cara Puasa Asyura yang Benar Sesuai Sunnah Nabi
Tata cara puasa Asyura merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah. Hari Asyura memiliki kedudukan istimewa karena pada hari tersebut Allah SWT memberikan berbagai peristiwa besar dalam sejarah para nabi. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan besar, yaitu dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu. Oleh sebab itu, memahami tata cara puasa Asyura dengan benar menjadi hal yang penting bagi setiap muslim yang ingin meraih pahala dan keberkahan dari amalan ini. Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Mereka berpuasa sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Fir'aun. Rasulullah SAW kemudian bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti Nabi Musa AS, sehingga beliau pun berpuasa dan menganjurkan para sahabat untuk melakukannya. Memahami puasa Asyura tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus. Seorang muslim juga harus menjaga lisan, perilaku, dan hatinya dari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa. Dengan demikian, ibadah yang dilakukan menjadi lebih sempurna dan bernilai di sisi Allah SWT. Karena besarnya keutamaan yang terkandung di dalamnya, puasa Asyura sering menjadi topik yang dicari umat Islam menjelang datangnya bulan Muharram. Melalui pemahaman yang benar, umat Islam dapat menjalankan ibadah ini sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Tata Cara Puasa Asyura yang Benar Sesuai Sunnah Nabi Puasa Asyura pada dasarnya sama seperti puasa sunnah lainnya. Seorang muslim memulai puasa dengan niat yang dilakukan pada malam hari sebelum fajar. Niat berada di dalam hati dan tidak harus dilafalkan secara khusus, meskipun banyak ulama membolehkan melafalkannya untuk membantu menghadirkan niat. Dalam menjalankan puasa Asyura, umat Islam dianjurkan makan sahur. Sahur merupakan sunnah Rasulullah SAW yang mengandung keberkahan. Selain memberikan kekuatan fisik selama berpuasa, sahur juga menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat terdahulu. Setelah memasuki waktu Subuh, pelaksanaan puasa Asyura dilakukan dengan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa hingga terbenam matahari. Selama berpuasa, seorang muslim hendaknya memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan melakukan amal saleh lainnya. Ketika waktu Maghrib tiba, puasa Asyura dilanjutkan dengan menyegerakan berbuka puasa. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk segera berbuka ketika matahari telah terbenam. Berbuka dapat dilakukan dengan kurma, air putih, atau makanan halal lainnya yang tersedia. Selain aspek lahiriah, puasa Asyura juga menuntut kesungguhan dalam menjaga kualitas ibadah. Menjauhi ghibah, fitnah, perkataan kasar, dan perbuatan maksiat merupakan bagian penting agar puasa yang dilakukan memperoleh pahala yang sempurna di sisi Allah SWT. Berikut adalah bacaan niat puasa Asyura beserta tulisan latin dan artinya: "Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati 'Asyura lillahi Ta'ala." Artinya: "Saya niat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta'ala." Waktu Pelaksanaan Puasa Asyura yang Dianjurkan Banyak ulama menjelaskan bahwa puasa Asyura yang paling utama adalah berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Puasa tanggal 9 Muharram dikenal sebagai puasa Tasu'a. Rasulullah SAW pernah menyatakan keinginannya untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram pada tahun berikutnya agar berbeda dengan kebiasaan kaum Yahudi. Melaksanakan puasa Asyura pada tanggal 9 dan 10 Muharram memiliki nilai sunnah yang lebih sempurna. Hal ini karena terdapat unsur mengikuti petunjuk Rasulullah SAW sekaligus membedakan ibadah umat Islam dari umat lainnya. Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa tata cara puasa Asyura dapat dilakukan selama tiga hari, yaitu tanggal 9, 10, dan 11 Muharram. Pendapat ini dianggap lebih sempurna karena memberikan kehati-hatian dalam penentuan tanggal dan semakin memperjelas perbedaan dengan praktik puasa kaum Yahudi. Apabila seseorang hanya mampu melaksanakan puasa pada tanggal 10 Muharram saja, maka puasa Asyura tersebut tetap sah dan memperoleh pahala. Namun, menggabungkannya dengan tanggal 9 atau 11 Muharram tentu lebih dianjurkan berdasarkan penjelasan para ulama. Oleh karena itu, sebelum menjalankan puasa Asyura, umat Islam sebaiknya memperhatikan kalender Hijriah yang berlaku agar dapat menentukan waktu pelaksanaan dengan tepat dan sesuai sunnah. Keutamaan Puasa Asyura bagi Umat Islam Salah satu alasan utama umat Islam melaksanakan puasa Asyura adalah karena besarnya pahala yang dijanjikan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya. Selain penghapusan dosa, puasa Asyura juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Melalui puasa, seorang muslim belajar mengendalikan hawa nafsu dan memperkuat keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Menjalankan puasa Asyura juga merupakan bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW. Ketika seorang muslim mengikuti sunnah beliau, maka terdapat harapan besar untuk mendapatkan syafaat dan kedekatan dengan Rasulullah SAW di akhirat kelak. Di samping itu, puasa Asyura mengingatkan umat Islam akan pentingnya bersyukur atas nikmat dan pertolongan Allah SWT. Kisah keselamatan Nabi Musa AS menjadi pelajaran bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada hamba-hamba yang beriman. Keutamaan lain dari puasa Asyura adalah kesempatan untuk memperbanyak amal saleh di bulan Muharram yang termasuk salah satu bulan mulia dalam Islam. Oleh sebab itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan bulan Muharram dengan berbagai ibadah. Hikmah dan Pelajaran dari Puasa Asyura Melalui puasa Asyura, umat Islam diajarkan untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan. Rasa syukur tersebut tidak hanya diwujudkan dalam ucapan, tetapi juga melalui ketaatan dan ibadah. Hikmah lain dari puasa Asyura adalah memperkuat kesadaran bahwa sejarah para nabi mengandung banyak pelajaran berharga. Kisah Nabi Musa AS mengajarkan pentingnya kesabaran, keberanian, dan keyakinan kepada pertolongan Allah SWT. Pelaksanaan puasa Asyura juga membantu membangun disiplin diri. Menahan lapar, haus, dan berbagai keinginan duniawi selama beberapa jam melatih seorang muslim untuk lebih mampu mengendalikan dirinya. Dalam kehidupan sosial, puasa Asyura dapat meningkatkan empati terhadap sesama. Ketika merasakan lapar dan haus, seorang muslim menjadi lebih memahami kondisi orang-orang yang hidup dalam keterbatasan sehingga terdorong untuk berbagi dan membantu mereka. Pada akhirnya, puasa Asyura bukan sekadar ibadah tahunan yang dilakukan secara rutin. Lebih dari itu, puasa ini merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat iman, serta menumbuhkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai salah satu amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar, puasa Asyura perlu dipahami dan diamalkan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dan lebih utama jika disertai puasa pada tanggal 9 Muharram atau 11 Muharram. Dengan menjalankan puasa Asyura secara benar, seorang muslim tidak hanya memperoleh pahala dan pengampunan dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu, tetapi juga mendapatkan berbagai hikmah spiritual yang bermanfaat dalam kehidupan. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita semua untuk menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dan meraih keberkahan di bulan Muharram.
BERITA25/06/2026 | admin
Keistimewaan 1 Muharram yang Perlu Diketahui Setiap Muslim
Keistimewaan 1 Muharram yang Perlu Diketahui Setiap Muslim
Keistimewaan 1 Muharram merupakan salah satu hal penting yang perlu dipahami oleh setiap Muslim. Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan mulia yang dimuliakan oleh Allah SWT. Kehadiran 1 Muharram bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki amal ibadah, serta memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Memahami Keistimewaan 1 Muharram dapat membantu setiap Muslim memanfaatkan waktu yang penuh berkah ini dengan berbagai amalan baik. Selain itu, momen pergantian tahun Hijriah juga menjadi pengingat tentang perjalanan hijrah Rasulullah SAW yang mengandung banyak pelajaran berharga bagi kehidupan umat Islam hingga saat ini. Apa Itu 1 Muharram? 1 Muharram adalah hari pertama dalam bulan Muharram, bulan pembuka dalam kalender Hijriah. Penetapan kalender Hijriah dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA dengan menjadikan peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah sebagai titik awal perhitungan tahun Islam. Bulan Muharram memiliki kedudukan istimewa karena termasuk dalam bulan-bulan haram atau bulan yang dimuliakan. Dalam bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk perbuatan dosa. Keistimewaan 1 Muharram dalam Islam 1. Menandai Awal Tahun Baru Hijriah Salah satu Keistimewaan 1 Muharram adalah sebagai penanda dimulainya tahun baru Islam. Pergantian tahun ini bukan hanya peristiwa seremonial, tetapi juga kesempatan bagi setiap Muslim untuk mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir. Sebagaimana seorang pedagang menghitung keuntungan dan kerugian usahanya, seorang Muslim juga perlu menghitung amal baik dan kesalahan yang telah dilakukan. Dengan demikian, tahun baru Hijriah menjadi sarana untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. 2. Muharram Termasuk Bulan yang Dimuliakan Allah Allah SWT menjadikan Muharram sebagai salah satu dari empat bulan haram yang memiliki kemuliaan khusus. Dalam bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan memperbanyak amal kebajikan. Kemuliaan bulan Muharram menunjukkan bahwa waktu tertentu memiliki nilai lebih di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, 1 Muharram menjadi momentum yang sangat baik untuk memulai berbagai kebiasaan positif yang dapat mendatangkan pahala. 3. Momentum Memperbarui Niat dan Tujuan Hidup Di antara Keistimewaan 1 Muharram yang sering dilupakan adalah kesempatan untuk memperbarui niat dalam menjalani kehidupan. Banyak orang membuat resolusi pada awal tahun Masehi, namun sebagai Muslim, awal tahun Hijriah juga layak dijadikan waktu untuk menetapkan target ibadah dan perbaikan diri. Misalnya, seseorang dapat bertekad untuk lebih rutin membaca Al-Qur'an, menjaga salat berjamaah, meningkatkan sedekah, atau memperbaiki hubungan dengan keluarga dan sesama manusia. 4. Mengingat Peristiwa Hijrah Rasulullah SAW Tahun Hijriah berawal dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW. Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi juga simbol perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Melalui peringatan 1 Muharram, umat Islam diajak untuk meneladani semangat hijrah dalam kehidupan sehari-hari. Hijrah dapat diwujudkan dengan meninggalkan kebiasaan buruk menuju kebiasaan yang diridhai Allah SWT. 5. Waktu yang Tepat untuk Muhasabah Muhasabah atau introspeksi diri merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Keistimewaan 1 Muharram dapat menjadi sarana untuk merenungkan berbagai pencapaian dan kekurangan yang telah terjadi selama setahun terakhir. Dengan muhasabah, seseorang dapat mengetahui aspek kehidupan yang perlu diperbaiki. Kesadaran ini akan membantu dalam menyusun langkah-langkah yang lebih baik untuk masa depan. Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Muharram Memperbanyak Puasa Sunnah Bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan terbaik untuk melaksanakan puasa sunnah. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Muharram. Puasa sunnah yang paling terkenal adalah puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau Tasu'a. Memperbanyak Sedekah Sedekah merupakan amalan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Pada bulan Muharram, memperbanyak sedekah dapat menjadi salah satu bentuk syukur atas nikmat usia dan kesempatan yang masih diberikan Allah SWT. Sedekah tidak selalu berupa uang. Membantu orang lain, memberikan makanan, atau menyebarkan ilmu yang bermanfaat juga termasuk bentuk sedekah. Memperbanyak Dzikir dan Doa Memasuki tahun baru Hijriah merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak dzikir dan doa. Seorang Muslim dapat memohon kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan, kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan pada tahun yang baru. Menjalin Silaturahmi Hubungan yang baik dengan keluarga, tetangga, dan sesama Muslim merupakan bagian penting dari ajaran Islam. Momentum 1 Muharram dapat dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi dan memperbaiki hubungan yang sempat renggang. Hikmah di Balik Keistimewaan 1 Muharram Ada banyak hikmah yang dapat dipetik dari Keistimewaan 1 Muharram. Pertama, umat Islam diingatkan bahwa waktu terus berjalan dan usia semakin berkurang. Kesadaran ini mendorong seseorang untuk memanfaatkan setiap kesempatan dalam beribadah. Kedua, pergantian tahun Hijriah mengajarkan pentingnya perubahan positif. Sebagaimana Rasulullah SAW melakukan hijrah demi menegakkan agama Allah, setiap Muslim juga perlu melakukan hijrah dari keburukan menuju kebaikan. Ketiga, momentum ini mengajarkan pentingnya perencanaan hidup. Islam mendorong umatnya untuk memiliki tujuan yang jelas dan berusaha mencapainya dengan cara yang baik dan halal. Keempat, bulan Muharram mengingatkan umat Islam tentang pentingnya menjaga kesucian diri, memperbanyak amal saleh, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat 1 Muharram Meskipun Keistimewaan 1 Muharram sangat besar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjebak pada praktik yang tidak memiliki dasar yang kuat. Beberapa orang terkadang menganggap bahwa pergantian tahun Hijriah harus dirayakan secara berlebihan. Padahal, yang lebih utama adalah mengisi momentum tersebut dengan ibadah, muhasabah, dan amal kebajikan. Selain itu, umat Islam juga perlu berhati-hati terhadap berbagai amalan yang tidak memiliki landasan yang jelas dari Al-Qur'an maupun hadis yang sahih. Keistimewaan 1 Muharram bukan hanya terletak pada posisinya sebagai awal tahun baru Hijriah, tetapi juga karena bulan Muharram termasuk bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Momentum ini menjadi kesempatan berharga bagi setiap Muslim untuk melakukan evaluasi diri, memperbarui niat, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Dengan memahami Keistimewaan 1 Muharram, umat Islam dapat menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Semoga setiap Muslim mampu memanfaatkan bulan yang penuh keberkahan ini dengan memperbanyak amal saleh, menjauhi dosa, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih bertakwa.
BERITA25/06/2026 | admin
Dari Zakat untuk Harapan: Modal Usaha bagi Disabilitas, Dukungan Pendidikan untuk Anak Yatim
Dari Zakat untuk Harapan: Modal Usaha bagi Disabilitas, Dukungan Pendidikan untuk Anak Yatim
Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY menyalurkan bantuan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kanwil Kementerian Agama DIY sebagai wujud kepedulian dan sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bantuan yang disalurkan meliputi modal usaha bagi penyandang disabilitas sebagai upaya mendukung kemandirian ekonomi, serta peralatan sekolah dan uang saku bagi anak-anak yatim guna membantu memenuhi kebutuhan pendidikan mereka. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si. Turut mendampingi dalam penyerahan tersebut Kepala Kanwil Kementerian Agama DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum, serta Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag DIY, H. Nurhuda, S.Ag., M.S.I. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS DIY menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari amanah para muzaki yang disalurkan melalui BAZNAS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan seperti anak yatim dan penyandang disabilitas. "Bantuan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban para penerima manfaat, tetapi juga menjadi penyemangat bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan usahanya serta memotivasi anak-anak yatim agar terus semangat belajar dan meraih cita-cita," ujarnya. Kepala Kanwil Kementerian Agama DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Kanwil Kemenag DIY dan BAZNAS DIY dalam menghadirkan program-program kemanfaatan bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat yang baik dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan umat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS DIY bersama Kanwil Kementerian Agama DIY berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi ikhtiar dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas serta mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak yatim, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan penuh harapan.
BERITA25/06/2026 | admin
Menebar Cinta di Bulan Muharram, BAZNAS DIY Berikan Santunan bagi Anak Yatim
Menebar Cinta di Bulan Muharram, BAZNAS DIY Berikan Santunan bagi Anak Yatim
Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Bulan Muharram sekaligus menyemarakkan Lebaran Anak Yatim, BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim di DIY pada Kamis, bertempat di Kantor BAZNAS DIY. Santunan yang diberikan berupa uang saku dan peralatan sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan pendidikan sekaligus upaya memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim di momentum Bulan Muharram yang dikenal sebagai bulan penuh kemuliaan. Penyerahan santunan dilakukan oleh Wakil Ketua I BAZNAS DIY, Dr. H. Munjahid, M.Ag., dan Wakil Ketua IV BAZNAS DIY, H. Ahmad Lutfi, S.S., M.A., yang hadir mewakili BAZNAS DIY. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS DIY menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan wujud nyata amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS DIY. Melalui amanah tersebut, diharapkan anak-anak yatim dapat merasakan kebahagiaan di Bulan Muharram sekaligus memperoleh dukungan untuk terus semangat menempuh pendidikan. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya memuliakan dan menyayangi anak yatim sebagaimana dianjurkan dalam ajaran Islam. BAZNAS DIY berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan kebutuhan para penerima manfaat serta menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar, meraih cita-cita, dan menatap masa depan dengan penuh optimisme. Program santunan Lebaran Anak Yatim ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS DIY dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat semangat berbagi dan kepedulian di Bulan Muharram yang penuh keberkahan.
BERITA25/06/2026 | admin
Khatmil Al-Quran BAZNAS DIY, Ikhtiar Meraih Syafaat Al-Quran
Khatmil Al-Quran BAZNAS DIY, Ikhtiar Meraih Syafaat Al-Quran
Dalam rangka menyemarakkan Bulan Muharram, BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Khatmil Al-Qur'an di Kantor BAZNAS DIY pada Kamis. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus BAZNAS DIY, para anak yatim, serta para qari yang memimpin jalannya khataman. Khatmil Al-Qur'an dipimpin oleh K. Afif Sholachudin, K. Amru Saifudin, K. Abdul Latif, Ust. Abdul Mujib, dan K. M. Zuban. Suasana khusyuk menyelimuti seluruh rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an hingga doa khatmil. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an, serta memohon keberkahan dan syafaat Al-Qur'an bagi seluruh keluarga besar BAZNAS DIY, para muzaki, mustahik, dan masyarakat luas. Kehadiran anak-anak yatim dalam kegiatan ini juga menjadi wujud perhatian BAZNAS DIY dalam menghadirkan pembinaan spiritual sekaligus kebahagiaan di Bulan Muharram yang dikenal sebagai momentum memuliakan anak yatim. Melalui kegiatan Khatmil Al-Qur'an ini, BAZNAS DIY berharap nilai-nilai Al-Qur'an senantiasa menjadi pedoman dalam menjalankan amanah pelayanan kepada umat, sekaligus menguatkan semangat berbagi dan kepedulian sosial. Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah SWT menjadikan Al-Qur'an sebagai cahaya kehidupan, pemberi syafaat di hari akhir, serta melimpahkan keberkahan bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menebarkan manfaat melalui zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua dan menjadikan Al-Qur'an sebagai penolong di dunia maupun di akhirat. Aamiin.
BERITA25/06/2026 | admin
Hunian Layak, Anak Sehat: BAZNAS DIY Wujudkan Rumah Layak Huni sebagai Upaya Menekan Risiko Stunting
Hunian Layak, Anak Sehat: BAZNAS DIY Wujudkan Rumah Layak Huni sebagai Upaya Menekan Risiko Stunting
Sleman – BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut berpartisipasi dalam kegiatan "Temu Kader Tim Pendamping Keluarga dan Keluarga Risiko Stunting serta Literasi Keuangan dalam Mendukung Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting)" yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kegiatan berlangsung di Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., hadir mewakili BAZNAS DIY sekaligus menyerahkan bantuan bedah rumah kepada salah satu keluarga penerima manfaat sebagai bentuk dukungan terhadap upaya percepatan penurunan angka stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta. Program bantuan Rumah Layak Huni ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hunian yang sehat dan layak diyakini menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, sehingga dapat membantu mengurangi risiko stunting. Ketua BAZNAS DIY menyampaikan bahwa penanganan stunting memerlukan kolaborasi berbagai pihak, tidak hanya melalui pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga dengan menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat, aman, dan layak huni. "Melalui bantuan bedah rumah ini, kami berharap keluarga penerima manfaat dapat memiliki tempat tinggal yang lebih sehat dan nyaman, sehingga mendukung terciptanya kualitas hidup yang lebih baik serta menjadi salah satu ikhtiar dalam mencegah risiko stunting," ujarnya. BAZNAS DIY terus berkomitmen mendukung program-program pemerintah melalui pendayagunaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya secara tepat sasaran. Sinergi bersama BKKBN dalam Program GENTING diharapkan mampu memperkuat upaya mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta.
BERITA25/06/2026 | admin
Fatwa dan Dasar Syariah Zakat Penghasilan yang Perlu Diketahui
Fatwa dan Dasar Syariah Zakat Penghasilan yang Perlu Diketahui
Zakat penghasilan atau zakat profesi menjadi salah satu bentuk zakat yang banyak ditunaikan oleh masyarakat muslim saat ini. Seiring berkembangnya jenis pekerjaan dan sumber pendapatan, para ulama melakukan kajian untuk menetapkan dasar hukum serta ketentuan zakat atas penghasilan yang diperoleh dari profesi, pekerjaan, maupun keahlian tertentu. Pemahaman terhadap fatwa dan landasan syariah zakat penghasilan penting agar pelaksanaannya sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Mengapa Zakat Profesi Dibahas? Pada masa Rasulullah SAW, sumber penghasilan masyarakat umumnya berasal dari perdagangan, pertanian, peternakan, dan hasil tambang. Seiring perkembangan zaman, muncul berbagai profesi modern seperti pegawai, dokter, konsultan, dosen, pegawai negeri, karyawan swasta, hingga pekerja profesional lainnya yang memperoleh pendapatan secara rutin. Perkembangan ini memunculkan kebutuhan untuk mengkaji bagaimana kewajiban zakat diterapkan terhadap penghasilan yang diperoleh dari profesi. Para ulama kemudian melakukan ijtihad dengan merujuk kepada Al-Qur'an, hadis, serta prinsip-prinsip zakat yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Di Indonesia, zakat penghasilan telah menjadi salah satu jenis zakat yang dikelola dan dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional sebagai bagian dari upaya optimalisasi pengelolaan zakat untuk kesejahteraan umat. Landasan Syariah Dalil Al-Qur'an Landasan utama zakat penghasilan merujuk pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 267: "Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu." Ayat tersebut menjadi salah satu dasar bahwa hasil usaha dan penghasilan yang diperoleh secara halal mengandung hak yang perlu ditunaikan di jalan Allah. Selain itu, terdapat pula prinsip umum dalam Al-Qur'an yang memerintahkan umat Islam untuk menunaikan zakat sebagai bentuk penyucian harta dan jiwa. Ijtihad Ulama Kontemporer Karena zakat profesi tidak disebutkan secara eksplisit dalam pembahasan zakat klasik, para ulama kontemporer melakukan ijtihad dengan melakukan qiyas (analogi) terhadap jenis harta yang memiliki karakteristik serupa, terutama hasil pertanian dan kekayaan yang berkembang. Melalui pendekatan tersebut, penghasilan dari profesi dipandang sebagai harta yang diperoleh secara halal dan memiliki potensi berkembang sehingga dapat menjadi objek zakat apabila telah memenuhi syarat yang ditentukan. Fatwa Ulama di Indonesia Di Indonesia, kewajiban zakat penghasilan diperkuat melalui fatwa yang menyatakan bahwa penghasilan yang diperoleh secara halal wajib dikeluarkan zakatnya apabila telah mencapai nisab. Ketentuan ini kemudian menjadi pedoman dalam pengelolaan zakat penghasilan oleh BAZNAS dan berbagai lembaga pengelola zakat lainnya. Nisab dan Kadar Zakat Sesuai ketentuan yang digunakan BAZNAS, nisab zakat penghasilan disetarakan dengan nilai 85 gram emas per tahun. Apabila penghasilan telah mencapai nisab tersebut, maka zakat yang wajib dikeluarkan sebesar 2,5 persen. Pembayaran zakat dapat dilakukan setiap menerima penghasilan atau dikumpulkan terlebih dahulu dalam satu tahun, selama tetap memperhatikan ketentuan nisab yang berlaku. Implikasi Praktis bagi Muzaki Memudahkan Pelaksanaan Zakat di Era Modern Adanya ketentuan zakat penghasilan memberikan kemudahan bagi para pekerja dan profesional untuk menunaikan kewajiban zakat sesuai sumber pendapatan yang mereka peroleh. Dengan demikian, zakat tidak hanya terbatas pada pemilik usaha atau petani, tetapi juga mencakup berbagai profesi modern. Meningkatkan Kepatuhan Berzakat Pemahaman terhadap dasar syariah zakat penghasilan membantu masyarakat memahami bahwa zakat merupakan kewajiban yang melekat pada harta yang telah memenuhi syarat, termasuk penghasilan dari pekerjaan. Kesadaran ini dapat mendorong meningkatnya kepatuhan dalam menunaikan zakat secara rutin. Mendukung Kesejahteraan Umat Semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat penghasilan, semakin besar pula potensi dana zakat yang dapat dimanfaatkan untuk program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, dan kemanusiaan. Dana tersebut menjadi instrumen penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan dan mengurangi kesenjangan sosial. Memanfaatkan Layanan Digital Zakat Saat ini, muzaki dapat menghitung dan membayar zakat penghasilan dengan mudah melalui layanan digital yang disediakan BAZNAS. Kehadiran kalkulator zakat dan kanal pembayaran online membantu memastikan perhitungan dilakukan secara tepat serta memudahkan pelaksanaan zakat kapan saja dan di mana saja. Menunaikan Zakat Penghasilan dengan Keyakinan Fatwa dan landasan syariah zakat penghasilan menunjukkan bahwa Islam memberikan ruang bagi perkembangan ekonomi dan profesi modern tanpa mengabaikan prinsip keadilan sosial. Melalui zakat penghasilan, setiap muslim yang telah memenuhi syarat dapat menyucikan hartanya sekaligus berbagi manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan memahami dasar hukum, ketentuan nisab, dan tata cara pelaksanaannya, umat Islam dapat menunaikan zakat penghasilan dengan lebih yakin, tepat, dan sesuai syariat, sehingga keberkahan harta dapat dirasakan oleh diri sendiri maupun masyarakat luas.
BERITA24/06/2026 | admin
Pertanyaan yang Sering Diajukan Muzaki
Pertanyaan yang Sering Diajukan Muzaki
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, masih banyak masyarakat yang memiliki pertanyaan terkait waktu wajib zakat, cara menghitung, hingga proses pembayarannya. Berikut beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan oleh muzaki beserta jawabannya sesuai dengan ketentuan yang digunakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kapan Wajib Zakat? Kapan seseorang wajib membayar zakat? Kewajiban zakat muncul ketika harta atau penghasilan yang dimiliki telah memenuhi syarat tertentu sesuai dengan jenis zakatnya. Pada zakat maal, syarat utama yang harus dipenuhi adalah mencapai nisab dan haul. Sementara itu, zakat penghasilan menjadi wajib ketika pendapatan telah mencapai nisab yang ditetapkan. Apa itu nisab? Nisab adalah batas minimum harta yang menyebabkan seseorang wajib menunaikan zakat. Untuk zakat maal dan zakat penghasilan, nisab umumnya mengacu pada nilai yang setara dengan 85 gram emas. Apa itu haul? Haul adalah masa kepemilikan harta selama satu tahun hijriah. Ketentuan haul berlaku pada beberapa jenis zakat maal, seperti tabungan, investasi tertentu, dan aset perdagangan yang telah mencapai nisab. Apakah gaji bulanan wajib dizakati? Ya. Apabila penghasilan yang diterima telah mencapai nisab sesuai ketentuan yang berlaku, maka penghasilan tersebut wajib dizakati. Besaran zakat penghasilan yang harus ditunaikan adalah 2,5 persen. Cara Menghitung Zakat Bagaimana cara menghitung zakat penghasilan? Perhitungan zakat penghasilan dilakukan dengan rumus berikut: Penghasilan × 2,5 persen Sebagai contoh, seseorang yang memiliki penghasilan Rp10.000.000 per bulan dan telah memenuhi nisab dapat menunaikan zakat sebesar: Rp10.000.000 × 2,5 persen = Rp250.000 Bagaimana cara menghitung zakat tabungan? Apabila tabungan telah mencapai nisab dan tersimpan selama satu tahun hijriah, zakat yang dikeluarkan dihitung dengan rumus: Total Tabungan × 2,5 persen Misalnya, seseorang memiliki tabungan sebesar Rp100.000.000, maka zakat yang harus ditunaikan adalah: Rp100.000.000 × 2,5 persen = Rp2.500.000 Bagaimana cara menghitung zakat perdagangan? Zakat perdagangan dihitung dari total aset usaha setelah dikurangi kewajiban jangka pendek yang harus dibayarkan. Rumus sederhananya adalah: (Kas + Persediaan Barang + Piutang Lancar ? Utang Jangka Pendek) × 2,5 persen Apakah ada alat bantu untuk menghitung zakat? Ya. Muzaki dapat menggunakan kalkulator zakat yang disediakan oleh BAZNAS untuk membantu menghitung kewajiban zakat secara lebih mudah dan akurat sesuai dengan jenis harta yang dimiliki. Cara Membayar Zakat Di mana saya dapat membayar zakat? Zakat dapat ditunaikan melalui kantor layanan BAZNAS, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), maupun berbagai kanal pembayaran digital yang telah disediakan. Apakah zakat dapat dibayar secara online? Ya. Saat ini BAZNAS menyediakan layanan pembayaran zakat secara online yang memungkinkan muzaki menunaikan zakat kapan saja dan di mana saja melalui berbagai metode pembayaran yang tersedia. Jenis zakat apa saja yang dapat dibayarkan? Beberapa jenis zakat yang umum ditunaikan melalui BAZNAS antara lain: Zakat Penghasilan Zakat Maal Zakat Perdagangan Zakat Pertanian Zakat Peternakan Zakat Fitrah (pada waktu yang ditentukan) Apakah pembayaran zakat aman? BAZNAS mengelola dana zakat dengan prinsip aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Dengan prinsip tersebut, dana zakat yang ditunaikan masyarakat dapat dihimpun dan disalurkan secara profesional serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Apa yang Dilakukan Setelah Membayar Zakat? Apakah saya akan mendapatkan bukti pembayaran? Ya. Setelah pembayaran zakat berhasil dilakukan, muzaki akan memperoleh bukti pembayaran yang dapat digunakan sebagai dokumentasi transaksi zakat. Ke mana dana zakat disalurkan? Dana zakat disalurkan kepada golongan yang berhak menerima zakat (mustahik) melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, sosial kemanusiaan, dan penanggulangan bencana. Apakah saya perlu menyimpan bukti pembayaran? Sangat disarankan untuk menyimpan bukti pembayaran zakat sebagai arsip pribadi sekaligus catatan pelaksanaan kewajiban zakat. Apakah manfaat zakat yang telah dibayarkan dapat dipantau? BAZNAS secara rutin menyampaikan informasi mengenai program penyaluran dan pemberdayaan yang didukung oleh dana zakat. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui berbagai manfaat yang dihasilkan dari zakat yang telah ditunaikan. Tunaikan Zakat dengan Mudah dan Tepat Memahami ketentuan zakat merupakan langkah penting agar ibadah dapat dilaksanakan dengan benar sesuai syariat. Dengan mengetahui kapan zakat menjadi wajib, cara menghitungnya, serta mekanisme pembayaran yang tersedia, muzaki dapat menunaikan zakat dengan lebih mudah dan tenang.
BERITA24/06/2026 | admin
Pertanyaan yang Sering Diajukan Muzaki
Pertanyaan yang Sering Diajukan Muzaki
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, masih banyak masyarakat yang memiliki pertanyaan terkait waktu wajib zakat, cara menghitung, hingga proses pembayarannya. Berikut beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan oleh muzaki beserta jawabannya sesuai dengan ketentuan yang digunakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kapan Wajib Zakat? Kapan seseorang wajib membayar zakat? Kewajiban zakat muncul ketika harta atau penghasilan yang dimiliki telah memenuhi syarat tertentu sesuai dengan jenis zakatnya. Pada zakat maal, syarat utama yang harus dipenuhi adalah mencapai nisab dan haul. Sementara itu, zakat penghasilan menjadi wajib ketika pendapatan telah mencapai nisab yang ditetapkan. Apa itu nisab? Nisab adalah batas minimum harta yang menyebabkan seseorang wajib menunaikan zakat. Untuk zakat maal dan zakat penghasilan, nisab umumnya mengacu pada nilai yang setara dengan 85 gram emas. Apa itu haul? Haul adalah masa kepemilikan harta selama satu tahun hijriah. Ketentuan haul berlaku pada beberapa jenis zakat maal, seperti tabungan, investasi tertentu, dan aset perdagangan yang telah mencapai nisab. Apakah gaji bulanan wajib dizakati? Ya. Apabila penghasilan yang diterima telah mencapai nisab sesuai ketentuan yang berlaku, maka penghasilan tersebut wajib dizakati. Besaran zakat penghasilan yang harus ditunaikan adalah 2,5 persen. Cara Menghitung Zakat Bagaimana cara menghitung zakat penghasilan? Perhitungan zakat penghasilan dilakukan dengan rumus berikut: Penghasilan × 2,5 persen Sebagai contoh, seseorang yang memiliki penghasilan Rp10.000.000 per bulan dan telah memenuhi nisab dapat menunaikan zakat sebesar: Rp10.000.000 × 2,5 persen = Rp250.000 Bagaimana cara menghitung zakat tabungan? Apabila tabungan telah mencapai nisab dan tersimpan selama satu tahun hijriah, zakat yang dikeluarkan dihitung dengan rumus: Total Tabungan × 2,5 persen Misalnya, seseorang memiliki tabungan sebesar Rp100.000.000, maka zakat yang harus ditunaikan adalah: Rp100.000.000 × 2,5 persen = Rp2.500.000 Bagaimana cara menghitung zakat perdagangan? Zakat perdagangan dihitung dari total aset usaha setelah dikurangi kewajiban jangka pendek yang harus dibayarkan. Rumus sederhananya adalah: (Kas + Persediaan Barang + Piutang Lancar ? Utang Jangka Pendek) × 2,5 persen Apakah ada alat bantu untuk menghitung zakat? Ya. Muzaki dapat menggunakan kalkulator zakat yang disediakan oleh BAZNAS untuk membantu menghitung kewajiban zakat secara lebih mudah dan akurat sesuai dengan jenis harta yang dimiliki. Cara Membayar Zakat Di mana saya dapat membayar zakat? Zakat dapat ditunaikan melalui kantor layanan BAZNAS, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), maupun berbagai kanal pembayaran digital yang telah disediakan. Apakah zakat dapat dibayar secara online? Ya. Saat ini BAZNAS menyediakan layanan pembayaran zakat secara online yang memungkinkan muzaki menunaikan zakat kapan saja dan di mana saja melalui berbagai metode pembayaran yang tersedia. Jenis zakat apa saja yang dapat dibayarkan? Beberapa jenis zakat yang umum ditunaikan melalui BAZNAS antara lain: Zakat Penghasilan Zakat Maal Zakat Perdagangan Zakat Pertanian Zakat Peternakan Zakat Fitrah (pada waktu yang ditentukan) Apakah pembayaran zakat aman? BAZNAS mengelola dana zakat dengan prinsip aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Dengan prinsip tersebut, dana zakat yang ditunaikan masyarakat dapat dihimpun dan disalurkan secara profesional serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Apa yang Dilakukan Setelah Membayar Zakat? Apakah saya akan mendapatkan bukti pembayaran? Ya. Setelah pembayaran zakat berhasil dilakukan, muzaki akan memperoleh bukti pembayaran yang dapat digunakan sebagai dokumentasi transaksi zakat. Ke mana dana zakat disalurkan? Dana zakat disalurkan kepada golongan yang berhak menerima zakat (mustahik) melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, sosial kemanusiaan, dan penanggulangan bencana. Apakah saya perlu menyimpan bukti pembayaran? Sangat disarankan untuk menyimpan bukti pembayaran zakat sebagai arsip pribadi sekaligus catatan pelaksanaan kewajiban zakat. Apakah manfaat zakat yang telah dibayarkan dapat dipantau? BAZNAS secara rutin menyampaikan informasi mengenai program penyaluran dan pemberdayaan yang didukung oleh dana zakat. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui berbagai manfaat yang dihasilkan dari zakat yang telah ditunaikan. Tunaikan Zakat dengan Mudah dan Tepat Memahami ketentuan zakat merupakan langkah penting agar ibadah dapat dilaksanakan dengan benar sesuai syariat. Dengan mengetahui kapan zakat menjadi wajib, cara menghitungnya, serta mekanisme pembayaran yang tersedia, muzaki dapat menunaikan zakat dengan lebih mudah dan tenang.
BERITA24/06/2026 | admin
Zakat untuk Pendidikan Anak Dhuafa: Dampak Nyata yang Bisa Dilihat
Zakat untuk Pendidikan Anak Dhuafa: Dampak Nyata yang Bisa Dilihat
Zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu, tetapi juga berperan penting dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dhuafa. Melalui dana zakat yang dikelola secara amanah dan profesional oleh Badan Amil Zakat Nasional, banyak anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. Mengapa Pendidikan Penting? Pendidikan Membuka Peluang Masa Depan Pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang. Dengan memperoleh pendidikan yang layak, anak-anak memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan potensi, memperoleh pekerjaan yang baik, dan meningkatkan taraf hidup keluarganya di masa depan. Bagi anak-anak dhuafa, pendidikan sering kali menjadi jalan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan yang dialami keluarganya selama bertahun-tahun. Mengurangi Risiko Putus Sekolah Keterbatasan ekonomi menjadi salah satu penyebab utama anak-anak dari keluarga kurang mampu mengalami kesulitan mengakses pendidikan. Biaya sekolah, perlengkapan belajar, transportasi, hingga kebutuhan penunjang lainnya sering kali menjadi beban yang berat bagi keluarga. Melalui dukungan dana zakat, berbagai hambatan tersebut dapat dikurangi sehingga anak-anak memiliki kesempatan untuk terus belajar dan menyelesaikan pendidikannya. Membangun Generasi yang Berkualitas Investasi dalam bidang pendidikan tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga bagi masyarakat secara luas. Anak-anak yang memperoleh pendidikan yang baik berpotensi menjadi generasi yang produktif, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. Bentuk Bantuan dari Zakat Beasiswa Pendidikan Salah satu bentuk pemanfaatan zakat yang paling banyak dirasakan adalah pemberian beasiswa bagi siswa dan mahasiswa dari keluarga dhuafa. Bantuan ini membantu meringankan biaya pendidikan sehingga mereka dapat fokus pada proses belajar. Bantuan Perlengkapan Sekolah Dana zakat juga dapat digunakan untuk menyediakan perlengkapan sekolah seperti seragam, tas, buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar lainnya. Bantuan ini membantu memastikan anak-anak memiliki sarana yang memadai untuk mengikuti kegiatan pendidikan. Dukungan Biaya Pendidikan Selain beasiswa, zakat dapat dimanfaatkan untuk membantu biaya pendidikan yang harus dibayarkan oleh keluarga mustahik, termasuk kebutuhan akademik tertentu yang mendukung keberlangsungan proses belajar. Program Pembinaan dan Pengembangan Diri Beberapa program pendidikan berbasis zakat tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menyediakan pembinaan karakter, pelatihan keterampilan, pendampingan belajar, serta pengembangan kapasitas diri agar penerima manfaat dapat tumbuh secara optimal. Dampak bagi Keluarga Mustahik Meringankan Beban Ekonomi Keluarga Bantuan pendidikan dari dana zakat membantu keluarga mustahik mengurangi pengeluaran yang berkaitan dengan kebutuhan sekolah anak. Dengan demikian, keluarga dapat lebih fokus memenuhi kebutuhan pokok lainnya tanpa harus mengorbankan pendidikan anak. Meningkatkan Semangat Belajar Anak Ketika kebutuhan pendidikan terpenuhi, anak-anak cenderung lebih termotivasi untuk belajar dan berprestasi. Dukungan yang diberikan melalui program zakat menjadi bentuk perhatian yang mendorong mereka untuk terus mengejar cita-cita. Memberikan Harapan untuk Kehidupan yang Lebih Baik Pendidikan yang berkelanjutan membuka peluang bagi anak-anak dhuafa untuk memperoleh masa depan yang lebih cerah. Kesempatan ini tidak hanya berdampak pada individu penerima manfaat, tetapi juga memberikan harapan baru bagi keluarganya untuk meningkatkan kondisi ekonomi di masa mendatang. Memutus Rantai Kemiskinan Salah satu dampak terbesar dari program pendidikan berbasis zakat adalah kemampuannya dalam membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Anak yang memperoleh pendidikan yang baik memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Zakat untuk Masa Depan Generasi Bangsa Pemanfaatan zakat di bidang pendidikan menunjukkan bahwa zakat memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Melalui bantuan pendidikan yang tepat sasaran, anak-anak dhuafa dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita mereka. Setiap zakat yang ditunaikan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi investasi sosial yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masa depan umat. Dengan mendukung pendidikan anak-anak dhuafa, zakat turut berkontribusi dalam menciptakan generasi yang lebih berdaya, mandiri, dan siap membangun Indonesia yang lebih sejahtera.
BERITA24/06/2026 | admin
Kanwil Kemenag DIY Gelar Rakor BAZNAS dan LAZ se-DIY
Kanwil Kemenag DIY Gelar Rakor BAZNAS dan LAZ se-DIY
Sleman, 23 Juni 2026 – Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Kemenag DIY) menyelenggarakan Rapat Koordinasi BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-DIY di Sleman, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Kanwil Kemenag DIY, BAZNAS Provinsi DIY, BAZNAS Kabupaten/Kota se-DIY, serta perwakilan LAZ yang beroperasi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Rapat koordinasi ini diselenggarakan sebagai forum untuk memperkuat sinergi antara regulator dan lembaga pengelola zakat dalam mewujudkan tata kelola zakat yang profesional, akuntabel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih erat antara BAZNAS dan LAZ dalam mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis menjadi pembahasan, di antaranya penguatan koordinasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL), peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, pelaporan pengelolaan dana, serta pengembangan program-program kolaboratif yang mampu memberikan manfaat lebih luas kepada mustahik. Kepala Kanwil Kementerian Agama DIY dalam sambutannya menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dan LAZ merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat. Melalui koordinasi yang berkesinambungan, diharapkan seluruh lembaga pengelola zakat di DIY dapat saling melengkapi, memperkuat kolaborasi, dan menghindari tumpang tindih program sehingga penyaluran bantuan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. Para peserta juga memanfaatkan forum ini untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan zakat serta berbagi pengalaman dan praktik baik dalam penghimpunan maupun pendayagunaan dana ZIS-DSKL. Diskusi berlangsung interaktif dengan semangat kebersamaan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik. Melalui rapat koordinasi ini, Kanwil Kemenag DIY berharap terjalin komitmen bersama antara BAZNAS dan LAZ se-DIY dalam memperkuat kolaborasi, meningkatkan profesionalisme pengelolaan zakat, serta menghadirkan program-program pemberdayaan yang berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.
BERITA23/06/2026 | admin
Cara Menghitung Zakat Perdagangan untuk UMKM
Cara Menghitung Zakat Perdagangan untuk UMKM
Zakat perdagangan merupakan salah satu kewajiban yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan memahami cara menghitung zakat perdagangan yang benar, pelaku usaha dapat menunaikan kewajibannya sesuai syariat sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat yang dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional. Apa Itu Zakat Perdagangan? Zakat perdagangan adalah zakat yang dikenakan atas harta yang digunakan untuk kegiatan jual beli dengan tujuan memperoleh keuntungan. Objek zakat perdagangan meliputi barang dagangan, kas usaha, piutang yang dapat ditagih, dan aset lancar lainnya yang berkaitan dengan aktivitas bisnis. Kewajiban zakat perdagangan berlaku apabila nilai harta usaha telah mencapai nisab yang setara dengan 85 gram emas dan telah berjalan selama satu tahun hijriah (haul). Zakat perdagangan tidak hanya berlaku bagi perusahaan besar, tetapi juga dapat dikenakan kepada pelaku UMKM yang usahanya telah memenuhi syarat nisab dan haul. Rumus Perhitungan Zakat Perdagangan Secara umum, zakat perdagangan dihitung dari total aset lancar usaha yang dimiliki pada akhir periode perhitungan setelah dikurangi kewajiban jangka pendek yang harus dibayarkan. Rumus perhitungannya adalah: Zakat Perdagangan = (Aset Lancar + Nilai Persediaan Barang + Piutang Lancar - Utang Jangka Pendek) × 2,5 persen Komponen yang biasanya dihitung meliputi: Kas dan Saldo Rekening Usaha Uang tunai maupun saldo rekening yang digunakan untuk operasional bisnis. Persediaan Barang Dagangan Seluruh stok barang yang dimiliki dan siap diperjualbelikan pada saat perhitungan zakat dilakukan. Piutang yang Dapat Ditagih Tagihan kepada pelanggan yang memiliki kemungkinan besar untuk dibayar. Utang Jangka Pendek Kewajiban usaha yang harus segera dibayarkan dalam periode dekat dan dapat mengurangi dasar perhitungan zakat. Apabila hasil perhitungan harta bersih usaha telah mencapai nisab setara 85 gram emas, maka wajib dikeluarkan zakat sebesar 2,5 persen. Contoh Perhitungan Zakat UMKM Misalkan seorang pelaku UMKM memiliki data keuangan usaha pada akhir tahun sebagai berikut: Kas dan saldo rekening usaha: Rp200.000.000 Persediaan barang dagangan: Rp50.000.000 Piutang yang dapat ditagih: Rp100.000.000 Utang jangka pendek: Rp10.000.000 Maka total harta usaha yang menjadi dasar perhitungan zakat adalah: Rp200.000.000 + Rp50.000.000 + Rp100.000.000 - Rp10.000.000 = Rp360.000.000 Apabila nilai Rp360.000.000 tersebut telah mencapai nisab berdasarkan nilai 85 gram emas yang berlaku saat itu dan telah memenuhi haul, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah: Rp360.000.000 × 2,5 persen = Rp9.000.000 Dengan demikian, zakat perdagangan yang harus ditunaikan oleh pelaku UMKM tersebut adalah sebesar Rp2 juta. Contoh UMKM Kuliner Seorang pemilik usaha makanan memiliki total kas usaha Rp15 juta, stok bahan dan produk senilai Rp25 juta, serta piutang pelanggan Rp5 juta. Di sisi lain, ia memiliki utang usaha jangka pendek sebesar Rp5 juta. Perhitungan harta bersih usaha: Rp15.000.000 + Rp25.000.000 + Rp5.000.000 - Rp5.000.000 = Rp40.000.000 Jika nilai tersebut belum mencapai nisab yang berlaku, maka zakat perdagangan belum diwajibkan. Namun, pemilik usaha tetap dianjurkan untuk memperbanyak infak dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial. Pentingnya Menunaikan Zakat Perdagangan Zakat perdagangan tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sarana untuk membersihkan harta dan menumbuhkan keberkahan usaha. Melalui zakat, sebagian keuntungan usaha dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan sehingga tercipta pemerataan kesejahteraan dan penguatan ekonomi umat. Bagi pelaku UMKM, membiasakan diri menghitung dan menunaikan zakat secara rutin juga menjadi bagian dari tata kelola usaha yang baik serta mencerminkan tanggung jawab sosial dalam menjalankan bisnis. Hitung dan Tunaikan Zakat dengan Mudah Untuk mempermudah perhitungan zakat perdagangan, pelaku usaha dapat memanfaatkan layanan diy.baznas.go.id/bayarzakat yang disediakan oleh BAZNAS. Melalui layanan tersebut, perhitungan zakat dapat dilakukan secara lebih praktis, akurat, dan sesuai ketentuan syariat. Dengan memahami cara menghitung zakat perdagangan, pelaku UMKM dapat menjalankan usaha secara lebih berkah sekaligus berkontribusi dalam membantu masyarakat melalui dana zakat yang dikelola secara profesional dan amanah. Mari tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS DIY.
BERITA23/06/2026 | admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lihat Daftar Rekening →