Berita Terbaru
Wajib Tahu, Ini Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan yang Penting Dilakukan
Amalan 10 hari terakhir Ramadhan menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Pada fase terakhir bulan suci ini, Allah SWT memberikan kesempatan yang begitu besar bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan meraih pahala yang berlipat ganda. Tidak hanya itu, pada 10 malam terakhir Ramadhan juga terdapat malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Karena keutamaannya yang luar biasa, Rasulullah SAW memberikan contoh bagaimana memaksimalkan amalan 10 hari terakhir Ramadhan dengan memperbanyak ibadah, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta meningkatkan ketakwaan. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
Artikel ini akan membahas berbagai amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang penting dilakukan agar kita dapat meraih keberkahan dan pahala maksimal di penghujung bulan suci.
Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan
Sebelum membahas lebih jauh tentang amalan 10 hari terakhir Ramadhan, penting bagi kita untuk memahami keutamaan waktu yang sangat mulia ini.
Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan:
“Apabila memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Makna dari hadits tersebut menunjukkan bahwa 10 hari terakhir Ramadhan merupakan waktu yang sangat istimewa untuk meningkatkan ibadah. Bahkan Rasulullah SAW memberikan teladan untuk lebih serius dalam beribadah dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Hal ini karena pada waktu tersebut terdapat malam Lailatul Qadar yang disebut dalam Al-Qur’an:
“Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Oleh karena itu, memperbanyak amalan 10 hari terakhir Ramadhan menjadi langkah penting bagi umat Islam untuk meraih pahala yang luar biasa.
1. Memperbanyak Qiyamul Lail (Shalat Malam)
Salah satu amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak qiyamul lail atau shalat malam. Shalat malam yang dimaksud meliputi shalat tarawih, tahajud, dan witir.
Pada sepuluh malam terakhir, Rasulullah SAW bahkan menghidupkan hampir seluruh malamnya dengan ibadah. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya shalat malam sebagai bentuk kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.
Dengan melaksanakan qiyamul lail secara rutin pada 10 hari terakhir Ramadhan, seorang muslim memiliki peluang besar untuk mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar.
2. I’tikaf di Masjid
I’tikaf merupakan salah satu amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. I’tikaf berarti berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT.
Tujuan dari i’tikaf adalah untuk menjauhkan diri dari kesibukan duniawi dan fokus sepenuhnya kepada ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta berdoa.
Dalam hadits riwayat Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu melaksanakan i’tikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan hingga beliau wafat.
Melalui i’tikaf, seorang muslim dapat lebih khusyuk menjalankan berbagai amalan 10 hari terakhir Ramadhan serta memperbesar peluang mendapatkan Lailatul Qadar.
3. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an merupakan amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang tidak boleh ditinggalkan. Ramadhan sendiri dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an sehingga sangat dianjurkan untuk memperbanyak tilawah.
Banyak ulama yang meningkatkan intensitas membaca Al-Qur’an pada sepuluh hari terakhir. Bahkan sebagian ulama mampu mengkhatamkan Al-Qur’an beberapa kali dalam periode tersebut.
Selain membaca, umat Islam juga dianjurkan untuk memahami dan merenungkan makna ayat-ayat Al-Qur’an agar dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
4. Memperbanyak Dzikir dan Doa
Memperbanyak dzikir dan doa juga termasuk amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang sangat dianjurkan.
Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika mencari malam Lailatul Qadar adalah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.)
Doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada Aisyah RA ketika beliau bertanya tentang doa yang sebaiknya dibaca pada malam Lailatul Qadar.
Dengan memperbanyak dzikir dan doa, hati akan menjadi lebih tenang dan semakin dekat kepada Allah SWT.
5. Memperbanyak Sedekah
Sedekah juga termasuk amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat ketika bulan Ramadhan.
Memberikan sedekah pada sepuluh hari terakhir memiliki nilai pahala yang sangat besar, terlebih jika dilakukan pada malam Lailatul Qadar.
Sedekah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti:
Memberikan makanan untuk berbuka puasa
Membantu fakir miskin
Menyantuni anak yatim
Berdonasi untuk kegiatan sosial dan keagamaan
Dengan memperbanyak sedekah, seorang muslim tidak hanya mendapatkan pahala tetapi juga membantu sesama yang membutuhkan.
6. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Ramadhan adalah bulan pengampunan. Oleh karena itu, memperbanyak istighfar dan taubat merupakan amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang sangat penting.
Setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah kesempatan terbaik untuk memohon ampun kepada Allah SWT agar dosa-dosa kita dihapuskan.
Istighfar dapat dibaca kapan saja, baik setelah shalat, ketika beraktivitas, maupun saat berdoa di malam hari.
7. Menghidupkan Malam Lailatul Qadar
Puncak dari amalan 10 hari terakhir Ramadhan adalah berusaha mendapatkan malam Lailatul Qadar. Malam ini diyakini terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh malam terakhir, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Pada malam tersebut, pahala ibadah yang dilakukan lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan setiap malam pada 10 hari terakhir Ramadhan dengan berbagai ibadah seperti:
Shalat malam
Membaca Al-Qur’an
Berdzikir
Berdoa
Bersedekah
Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar akan semakin besar.
Amalan 10 hari terakhir Ramadhan merupakan kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan oleh setiap muslim. Pada waktu yang sangat mulia ini, Allah SWT membuka pintu rahmat, ampunan, dan pahala yang berlipat ganda.
Beberapa amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang penting dilakukan antara lain memperbanyak shalat malam, i’tikaf di masjid, membaca Al-Qur’an, berdzikir dan berdoa, bersedekah, memperbanyak istighfar, serta menghidupkan malam Lailatul Qadar.
Dengan menjalankan berbagai amalan 10 hari terakhir Ramadhan secara konsisten dan penuh keikhlasan, kita berharap dapat meraih keberkahan, pengampunan dosa, serta menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadhan berakhir.
Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk memaksimalkan ibadah pada 10 hari terakhir Ramadhan dan mempertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar. Aamiin.
Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama.
- Dengan zakat, kita bersihkan harta.
- Dengan infak, kita kuatkan solidaritas.
- Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan.
Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.
- Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY
ZAKAT
BSI : 309 12 2015 5
an.BAZNAS DIY
INFAQ/SEDEKAH
BSI : 309 12 2019 8
an.BAZNAS DIY
atau melalui link:
diy.baznas.go.id/bayarzakat
- Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616
- Website: diy.baznas.go.id
- Media Sosial: @baznasdiy__official
BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA13/03/2026 | admin
Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan: Kesempatan Emas untuk Meraih Ampunan Allah
Bulan suci Ramadhan merupakan salah satu waktu paling istimewa dalam kehidupan seorang Muslim. Pada bulan ini, Allah SWT memberikan berbagai keutamaan yang tidak diberikan pada bulan-bulan lainnya. Salah satu kabar gembira yang sering disampaikan dalam berbagai hadits adalah bahwa Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, sementara pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.
Keistimewaan ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya yang ingin memperbaiki diri. Ramadhan bukan sekadar bulan untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, umat Islam diberikan peluang yang sangat luas untuk meraih pahala, ampunan, dan keberkahan hidup.
Artikel ini akan membahas makna dari Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, dalil-dalil yang menjelaskannya, serta amalan-amalan yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan kesempatan besar tersebut.
Makna Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan
Salah satu hadits yang menjelaskan tentang keutamaan Ramadhan menyebutkan bahwa ketika bulan suci ini tiba, Allah SWT membuka pintu surga dan menutup pintu neraka.
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila datang bulan Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menjadi dasar utama bahwa Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan. Makna dari pernyataan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menunjukkan bahwa pada bulan ini Allah SWT memberikan kemudahan bagi umat Islam untuk melakukan berbagai kebaikan.
Para ulama menjelaskan bahwa dibukanya pintu surga berarti:
Kesempatan beramal saleh menjadi lebih besar.
Pahala dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Rahmat dan ampunan Allah terbuka luas bagi siapa saja yang bertaubat.
Dengan kata lain, ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, seorang Muslim memiliki peluang yang lebih besar untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadahnya.
Mengapa Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan
Ada beberapa hikmah mengapa Allah SWT membuka pintu surga pada bulan Ramadhan. Hal ini berkaitan dengan kemuliaan bulan tersebut serta berbagai ibadah yang dianjurkan di dalamnya.
1. Ramadhan Adalah Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.”(QS. Al-Baqarah: 185)
Karena kemuliaan Al-Qur’an diturunkan pada bulan ini, maka tidak mengherankan jika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan sebagai bentuk kemuliaan dan keberkahan yang Allah berikan kepada umat Islam.
2. Pahala Ibadah Dilipatgandakan
Pada bulan Ramadhan, setiap amal kebaikan memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan bulan lainnya. Bahkan satu amal sunnah dapat bernilai seperti amal wajib.
Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, karena Allah memberikan kesempatan besar bagi hamba-Nya untuk mengumpulkan pahala sebanyak mungkin.
3. Setan Dibelenggu
Dalam hadits disebutkan bahwa pada bulan Ramadhan setan-setan dibelenggu. Ini berarti godaan untuk melakukan dosa menjadi lebih kecil dibandingkan bulan lainnya.
Dengan berkurangnya godaan tersebut, umat Islam memiliki kesempatan lebih besar untuk berbuat baik. Inilah salah satu tanda bahwa Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan.
Amalan yang Membuka Jalan Menuju Surga di Bulan Ramadhan
Ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berbagai ibadah. Berikut beberapa amalan yang sangat dianjurkan.
1. Memperbanyak Puasa dengan Ikhlas
Puasa Ramadhan merupakan ibadah utama pada bulan ini. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa yang dilakukan dengan keimanan dan keikhlasan akan menjadi salah satu jalan menuju surga.
2. Menunaikan Shalat Tarawih
Shalat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang hanya ada pada bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, shalat malam seperti Tarawih menjadi salah satu cara untuk meraih rahmat Allah SWT.
3. Membaca dan Mengkhatamkan Al-Qur’an
Ramadhan sering disebut sebagai bulan Al-Qur’an. Banyak ulama salaf yang mengkhatamkan Al-Qur’an beberapa kali selama Ramadhan.
Dengan memperbanyak tilawah Al-Qur’an, seorang Muslim dapat merasakan kedekatan dengan Allah SWT sekaligus mengumpulkan pahala yang besar.
4. Bersedekah dan Berbagi kepada Sesama
Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang paling dermawan, dan beliau menjadi lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.
Sedekah yang diberikan pada bulan ini memiliki nilai pahala yang sangat besar. Hal ini juga menjadi salah satu cara memanfaatkan kesempatan ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan.
5. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Ramadhan adalah bulan ampunan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Dengan bertaubat secara sungguh-sungguh, dosa-dosa yang telah lalu dapat dihapuskan, sehingga seorang Muslim menjadi lebih bersih dan lebih dekat kepada Allah.
Lailatul Qadar: Malam Istimewa Saat Pintu Surga Terbuka
Salah satu keistimewaan terbesar Ramadhan adalah adanya malam Lailatul Qadar. Malam ini disebut lebih baik daripada seribu bulan.
Allah SWT berfirman:
“Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.”(QS. Al-Qadr: 3)
Pada malam ini, pahala ibadah dilipatgandakan secara luar biasa. Oleh karena itu, ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, Lailatul Qadar menjadi momen terbaik untuk memperbanyak doa, dzikir, dan ibadah.
Rasulullah SAW bahkan meningkatkan ibadahnya secara maksimal pada sepuluh malam terakhir Ramadhan untuk mencari keberkahan malam tersebut.
Jangan Sampai Kehilangan Kesempatan Ramadhan
Meskipun Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, tidak semua orang mampu memanfaatkannya dengan baik. Banyak orang yang masih menyia-nyiakan waktu Ramadhan dengan kegiatan yang kurang bermanfaat.
Rasulullah SAW bahkan pernah bersabda bahwa seseorang akan merugi jika ia melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Hal ini menjadi pengingat bagi setiap Muslim agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sangat berharga ini. Ramadhan bisa saja menjadi Ramadhan terakhir dalam hidup kita, sehingga setiap detiknya harus dimanfaatkan untuk beribadah.
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan rahmat, ampunan, dan keberkahan. Dalam bulan yang mulia ini, Allah SWT memberikan kesempatan luar biasa bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya. Salah satu kabar gembira yang disebutkan dalam hadits adalah bahwa Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan.
Ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti puasa, shalat malam, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbanyak istighfar. Semua amalan tersebut menjadi jalan menuju rahmat Allah SWT dan kesempatan untuk meraih surga-Nya.
Oleh karena itu, mari manfaatkan bulan Ramadhan sebaik mungkin. Jangan sampai kita termasuk orang yang menyia-nyiakan kesempatan ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang mendapatkan keberkahan di bulan suci ini.
Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama.
- Dengan zakat, kita bersihkan harta.
- Dengan infak, kita kuatkan solidaritas.
- Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan.
Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.
- Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY
ZAKAT
BSI : 309 12 2015 5
an.BAZNAS DIY
INFAQ/SEDEKAH
BSI : 309 12 2019 8
an.BAZNAS DIY
atau melalui link:
diy.baznas.go.id/bayarzakat
- Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616
- Website: diy.baznas.go.id
- Media Sosial: @baznasdiy__official
BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA13/03/2026 | admin
Menu Sahur Bergizi agar Kuat Berpuasa
Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh keberkahan bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada bulan ini, umat Muslim menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selama kurang lebih 13–14 jam, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman. Oleh karena itu, sahur menjadi waktu yang sangat penting untuk mempersiapkan energi agar mampu menjalani puasa dengan kuat dan penuh semangat.
Memilih menu sahur bergizi bukan hanya sekadar mengisi perut sebelum berpuasa, tetapi juga memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup. Asupan yang tepat saat sahur dapat membantu menjaga stamina, mencegah dehidrasi, serta meningkatkan konsentrasi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dalam Islam sendiri, sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan. Rasulullah SAW bersabda:
“Bersahurlah kalian, karena pada sahur itu terdapat keberkahan.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan memilih menu sahur bergizi, umat Muslim tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga memaksimalkan ibadah selama bulan Ramadan. Artikel ini akan membahas berbagai pilihan menu sahur bergizi yang dapat membantu tubuh tetap kuat saat berpuasa.
Pentingnya Menu Sahur Bergizi untuk Menjaga Energi Saat Puasa
Sahur bukan sekadar rutinitas sebelum memulai puasa, melainkan bagian penting dalam menjaga kesehatan selama Ramadan. Memilih menu sahur bergizi membantu tubuh memperoleh energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sepanjang hari tanpa merasa lemas.
Ketika seseorang mengonsumsi menu sahur bergizi, tubuh mendapatkan kombinasi karbohidrat kompleks, protein, vitamin, dan mineral yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan energi. Nutrisi yang tepat dapat membantu tubuh melepaskan energi secara perlahan sehingga rasa lapar tidak cepat datang.
Selain itu, menu sahur bergizi juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil selama berpuasa. Jika sahur hanya berisi makanan tinggi gula atau karbohidrat sederhana, energi akan cepat habis sehingga tubuh mudah merasa lelah dan mengantuk di siang hari.
Mengonsumsi menu sahur bergizi juga sangat penting untuk menjaga fungsi otak. Banyak orang tetap harus bekerja, belajar, atau beraktivitas selama Ramadan. Dengan nutrisi yang cukup dari menu sahur bergizi, konsentrasi dan produktivitas dapat tetap terjaga.
Dari sisi kesehatan, menu sahur bergizi dapat membantu mencegah masalah pencernaan seperti maag atau asam lambung naik. Makanan yang seimbang dan tidak berlebihan akan membuat tubuh lebih nyaman selama menjalani ibadah puasa.
Kandungan Nutrisi yang Harus Ada dalam Menu Sahur Bergizi
Agar sahur benar-benar memberikan manfaat bagi tubuh, penting untuk memperhatikan kandungan nutrisi dalam menu sahur bergizi. Setiap makanan yang dikonsumsi sebaiknya memiliki keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral.
Karbohidrat kompleks merupakan salah satu komponen utama dalam menu sahur bergizi. Karbohidrat jenis ini terdapat pada nasi merah, oatmeal, roti gandum, atau kentang. Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat sehingga energi dapat bertahan lebih lama selama puasa.
Protein juga sangat penting dalam menu sahur bergizi karena membantu menjaga massa otot dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Sumber protein yang baik untuk sahur antara lain telur, ikan, ayam, tempe, dan tahu.
Selain itu, lemak sehat juga perlu ada dalam menu sahur bergizi. Lemak sehat seperti yang terdapat pada alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun dapat membantu tubuh menyimpan energi lebih lama serta mendukung kesehatan jantung.
Vitamin dan mineral yang terdapat dalam sayur dan buah juga tidak boleh dilewatkan dalam menu sahur bergizi. Nutrisi ini membantu menjaga daya tahan tubuh serta mencegah dehidrasi selama berpuasa.
Terakhir, air putih merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari menu sahur bergizi. Minum air yang cukup saat sahur dapat membantu tubuh tetap terhidrasi dan mengurangi risiko lemas atau sakit kepala saat puasa.
Contoh Menu Sahur Bergizi yang Mudah Disiapkan
Menyiapkan sahur sering kali menjadi tantangan karena waktu yang terbatas. Namun, dengan perencanaan yang baik, kita tetap bisa menyiapkan menu sahur bergizi yang praktis dan menyehatkan.
Salah satu contoh menu sahur bergizi yang mudah disiapkan adalah nasi merah dengan telur dadar dan sayur tumis. Kombinasi ini memberikan karbohidrat kompleks, protein, serta vitamin yang dibutuhkan tubuh selama puasa.
Pilihan lain untuk menu sahur bergizi adalah oatmeal dengan tambahan buah-buahan seperti pisang atau kurma. Oatmeal kaya serat sehingga membantu tubuh merasa kenyang lebih lama saat berpuasa.
Bagi yang ingin variasi, roti gandum dengan telur rebus dan alpukat juga bisa menjadi menu sahur bergizi yang lezat. Menu ini mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta lemak sehat yang baik untuk tubuh.
Sup ayam dengan sayuran juga termasuk menu sahur bergizi yang baik karena mudah dicerna dan memberikan cairan tambahan bagi tubuh. Sup juga membantu tubuh tetap terhidrasi selama menjalani puasa.
Selain itu, smoothie buah dengan susu atau yogurt dapat menjadi pelengkap menu sahur bergizi yang menyegarkan sekaligus menambah asupan vitamin dan mineral.
Tips Menyiapkan Menu Sahur Bergizi agar Puasa Lebih Kuat
Agar sahur benar-benar memberikan manfaat maksimal, ada beberapa tips yang dapat dilakukan dalam menyiapkan menu sahur bergizi. Perencanaan yang baik akan membantu tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup selama berpuasa.
Pertama, pastikan menu sahur bergizi selalu mengandung karbohidrat kompleks. Karbohidrat jenis ini membantu tubuh mendapatkan energi yang stabil dan tahan lama selama berpuasa.
Kedua, tambahkan sumber protein dalam menu sahur bergizi seperti telur, ikan, ayam, atau tahu dan tempe. Protein membantu memperlambat proses pencernaan sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama.
Ketiga, jangan lupa memasukkan sayur dan buah dalam menu sahur bergizi. Kandungan vitamin, mineral, dan serat di dalamnya sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh selama Ramadan.
Keempat, hindari makanan yang terlalu asin atau terlalu manis dalam menu sahur bergizi. Makanan seperti ini dapat membuat tubuh cepat merasa haus saat berpuasa.
Kelima, lengkapi menu sahur bergizi dengan cukup air putih. Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk tidak berlebihan dalam makan, sehingga sahur sebaiknya dilakukan dengan porsi yang cukup dan seimbang.
Penutup
Sahur adalah bagian penting dari ibadah puasa yang tidak boleh diabaikan. Dengan memilih menu sahur bergizi, umat Muslim dapat menjaga kesehatan tubuh sekaligus meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadan.
Mengonsumsi menu sahur bergizi membantu tubuh memperoleh energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sepanjang hari. Nutrisi yang seimbang juga dapat menjaga daya tahan tubuh dan mencegah rasa lemas selama berpuasa.
Selain itu, menu sahur bergizi juga mendukung konsentrasi dan produktivitas, sehingga umat Muslim tetap dapat menjalankan pekerjaan, belajar, maupun aktivitas lainnya dengan baik selama Ramadan.
Pada akhirnya, menjalankan puasa dengan tubuh yang sehat dan kuat akan membantu kita lebih fokus dalam beribadah. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memperhatikan menu sahur bergizi agar puasa dapat dijalani dengan penuh semangat dan keberkahan.
Semoga dengan menerapkan menu sahur bergizi, kita semua dapat menjalani Ramadan dengan lebih sehat, kuat, dan penuh keberkahan.
Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama.
- Dengan zakat, kita bersihkan harta.
- Dengan infak, kita kuatkan solidaritas.
- Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan.
Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.
- Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY
ZAKAT
BSI : 309 12 2015 5
an.BAZNAS DIY
INFAQ/SEDEKAH
BSI : 309 12 2019 8
an.BAZNAS DIY
atau melalui link:
diy.baznas.go.id/bayarzakat
- Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616
- Website: diy.baznas.go.id
- Media Sosial: @baznasdiy__official
BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA13/03/2026 | admin
Menjaga Konsistensi Shalat Berjamaah Saat Energi Mulai Menurun
Shalat berjamaah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama bagi kaum laki-laki. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, shalat berjamaah juga memiliki banyak keutamaan yang tidak hanya berdampak pada kehidupan spiritual, tetapi juga membangun kebersamaan dan persaudaraan di antara umat Islam.
Dalam praktiknya, menjaga konsistensi shalat berjamaah tidak selalu mudah. Ada kalanya semangat seseorang begitu tinggi di awal, tetapi perlahan mulai menurun. Hal ini bisa terjadi karena berbagai faktor seperti kelelahan, kesibukan pekerjaan, atau kondisi fisik yang menurun.
Kondisi ini sering dirasakan terutama ketika seseorang menjalani rutinitas yang padat atau ketika tubuh mulai kehilangan energi. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan strategi agar shalat berjamaah tetap menjadi kebiasaan yang terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
Artikel ini akan membahas bagaimana cara menjaga konsistensi shalat berjamaah ketika energi mulai menurun serta mengingat kembali keutamaan besar yang Allah SWT janjikan bagi mereka yang menjaga ibadah ini.
Keutamaan Besar Shalat Berjamaah dalam Islam
Sebelum membahas cara menjaga konsistensi shalat berjamaah, penting bagi kita untuk mengingat kembali betapa besar keutamaan ibadah ini.
Rasulullah SAW bersabda:
“Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa shalat berjamaah memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar dibandingkan shalat sendirian. Hal ini menjadi motivasi besar bagi seorang muslim untuk selalu berusaha melaksanakan shalat di masjid bersama kaum muslimin lainnya.
Selain itu, shalat berjamaah juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah. Ketika umat Islam berkumpul di masjid lima kali sehari, hubungan sosial akan terjalin lebih kuat, rasa kepedulian meningkat, dan semangat kebersamaan pun tumbuh.
Lebih dari itu, shalat berjamaah juga menjadi tanda keimanan seseorang. Rasulullah SAW bahkan menyebutkan bahwa orang yang paling berat melaksanakan shalat berjamaah adalah orang-orang munafik, terutama pada shalat Subuh dan Isya.
Mengapa Energi untuk Shalat Berjamaah Bisa Menurun?
Menurunnya semangat untuk melaksanakan shalat berjamaah adalah hal yang manusiawi. Setiap orang pasti pernah merasakannya. Beberapa faktor yang sering menjadi penyebabnya antara lain:
1. Kelelahan Fisik
Kesibukan pekerjaan, aktivitas harian, atau kurangnya waktu istirahat dapat membuat tubuh merasa lelah. Ketika tubuh lelah, seseorang cenderung memilih shalat di rumah dibandingkan pergi ke masjid untuk shalat berjamaah.
2. Rutinitas yang Monoton
Kadang-kadang seseorang merasa bosan dengan rutinitas yang sama setiap hari. Hal ini bisa membuat semangat untuk melaksanakan shalat berjamaah menjadi menurun.
3. Kurangnya Motivasi Spiritual
Ketika iman sedang menurun, seseorang mungkin merasa malas melakukan ibadah tambahan, termasuk shalat berjamaah.
4. Lingkungan yang Kurang Mendukung
Lingkungan juga sangat berpengaruh. Jika seseorang berada di lingkungan yang tidak terbiasa melakukan shalat berjamaah, maka semangat untuk menjalankannya juga bisa berkurang.
Tips Menjaga Konsistensi Shalat Berjamaah Saat Energi Mulai Menurun
Agar tetap istiqamah dalam menjalankan shalat berjamaah, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.
1. Mengingat Kembali Niat dan Tujuan Ibadah
Segala amal dalam Islam dimulai dari niat. Ketika semangat shalat berjamaah mulai menurun, cobalah kembali mengingat tujuan utama kita beribadah, yaitu untuk mendapatkan ridha Allah SWT.
Dengan memperbaiki niat, seseorang akan lebih mudah menjaga konsistensi shalat berjamaah, karena ia menyadari bahwa ibadah tersebut bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk penghambaan kepada Allah.
2. Mengingat Besarnya Pahala Shalat Berjamaah
Salah satu cara menjaga semangat shalat berjamaah adalah dengan terus mengingat keutamaannya. Pahala yang dilipatgandakan hingga 27 derajat tentu menjadi motivasi yang sangat besar bagi seorang muslim.
Selain itu, setiap langkah menuju masjid juga dihitung sebagai pahala dan penghapus dosa. Hal ini menunjukkan bahwa shalat berjamaah bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang perjalanan spiritual yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
3. Mengatur Waktu dan Energi dengan Baik
Manajemen waktu sangat penting untuk menjaga konsistensi shalat berjamaah. Jika seseorang mampu mengatur jadwal harian dengan baik, maka melaksanakan shalat berjamaah tidak akan terasa berat.
Misalnya, mengatur waktu kerja agar tidak terlalu larut malam sehingga tetap bisa bangun untuk shalat berjamaah Subuh di masjid.
4. Mencari Lingkungan yang Mendukung
Lingkungan yang baik akan membantu menjaga semangat ibadah. Ketika seseorang memiliki teman atau komunitas yang terbiasa melaksanakan shalat berjamaah, maka ia akan lebih termotivasi untuk ikut serta.
Masjid juga menjadi tempat terbaik untuk membangun lingkungan yang positif bagi seorang muslim.
5. Membiasakan Diri Secara Bertahap
Jika terasa sulit untuk langsung konsisten lima waktu di masjid, seseorang bisa memulainya secara bertahap. Misalnya dengan menjaga shalat berjamaah pada waktu Maghrib dan Isya terlebih dahulu.
Setelah itu, perlahan-lahan menambah waktu lainnya hingga akhirnya terbiasa melaksanakan shalat berjamaah secara rutin.
6. Memperbaiki Pola Istirahat
Kondisi tubuh yang lelah sering menjadi penghalang untuk melaksanakan shalat berjamaah. Oleh karena itu, menjaga pola tidur yang baik sangat penting.
Dengan tubuh yang cukup istirahat, seseorang akan memiliki energi yang cukup untuk pergi ke masjid dan melaksanakan shalat berjamaah dengan khusyuk.
Hikmah Konsistensi Shalat Berjamaah
Menjaga konsistensi shalat berjamaah memberikan banyak hikmah dalam kehidupan seorang muslim.
Pertama, ibadah ini membantu menjaga kedisiplinan waktu. Lima waktu shalat yang tersebar sepanjang hari membuat seorang muslim terbiasa mengatur waktunya dengan baik.
Kedua, shalat berjamaah memperkuat rasa kebersamaan di antara umat Islam. Ketika bertemu secara rutin di masjid, hubungan persaudaraan menjadi lebih erat.
Ketiga, shalat berjamaah juga membantu menjaga kualitas iman. Dengan berada di lingkungan yang penuh dengan ibadah, seseorang akan lebih mudah mempertahankan semangat spiritualnya.
Keempat, konsistensi shalat berjamaah juga mendatangkan ketenangan hati. Ketika seseorang terbiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, ia akan merasakan ketentraman yang tidak dapat digantikan oleh hal lain.
Istiqamah dalam Shalat Berjamaah Adalah Tanda Kekuatan Iman
Menjaga konsistensi shalat berjamaah memang tidak selalu mudah, terutama ketika energi mulai menurun atau kesibukan semakin meningkat. Namun, seorang muslim harus selalu berusaha untuk tetap istiqamah dalam menjalankan ibadah ini.
Dengan mengingat keutamaan besar shalat berjamaah, memperbaiki niat, serta mengatur waktu dan energi dengan baik, kita dapat menjaga kebiasaan mulia ini dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, shalat berjamaah bukan hanya sekadar kewajiban atau rutinitas ibadah. Ia adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga kualitas iman dalam kehidupan seorang muslim.
Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang dimudahkan untuk menjaga konsistensi shalat berjamaah, sehingga kehidupan kita senantiasa dipenuhi keberkahan dan ridha Allah SWT.
Konsistensi dalam ibadah mahdah seperti shalat akan lebih kokoh jika didukung dengan ketaatan pada ibadah sosial seperti zakat. Ketika raga mulai lelah, biarkan harta kita yang bekerja menjemput pahala tanpa henti melalui penyaluran yang tepat sasaran.
Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama.
- Dengan zakat, kita bersihkan harta.
- Dengan infak, kita kuatkan solidaritas.
- Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan.
Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.
- Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY
ZAKAT
BSI : 309 12 2015 5
an.BAZNAS DIY
INFAQ/SEDEKAH
BSI : 309 12 2019 8
an.BAZNAS DIY
atau melalui link:
diy.baznas.go.id/bayarzakat
- Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616
- Website: diy.baznas.go.id
- Media Sosial: @baznasdiy__official
BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA12/03/2026 | admin
Tips Agar Tadarus Al Quran Tetap Berjalan Lancar Dan Tidak Terhenti Di Tengah Jalan
Ramadhan sering disebut sebagai bulan Al-Qur’an. Pada bulan yang penuh berkah ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur’an. Salah satu amalan yang paling banyak dilakukan adalah tadarus Al-Qur’an, baik secara pribadi maupun bersama-sama di masjid, rumah, atau komunitas. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang semangat di awal Ramadhan tetapi kemudian berhenti di tengah jalan.
Karena itu, penting bagi setiap muslim mengetahui tips Tadarus Al Quran agar kegiatan membaca Al-Qur’an tetap istiqamah hingga akhir Ramadhan bahkan menjadi kebiasaan sepanjang tahun. Dengan memahami dan menerapkan tips Tadarus Al Quran, kita bisa menjaga konsistensi ibadah serta meraih pahala yang besar dari Allah SWT.
Artikel ini akan membahas berbagai tips Tadarus Al Quran agar tetap lancar, konsisten, dan tidak terhenti di tengah jalan.
Keutamaan Tadarus Al-Qur’an dalam Islam
Sebelum membahas tips Tadarus Al Quran, penting bagi kita memahami keutamaan membaca Al-Qur’an. Dengan mengetahui keutamaannya, motivasi kita untuk terus membaca Al-Qur’an akan semakin kuat.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi.”(QS. Fatir: 29)
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.”(HR. Tirmidzi)
Dari ayat dan hadis tersebut, kita bisa memahami bahwa membaca Al-Qur’an adalah ibadah yang memiliki pahala besar. Oleh karena itu, menjalankan tips Tadarus Al Quran sangat penting agar kita tidak kehilangan kesempatan meraih pahala tersebut.
Mengapa Tadarus Al-Qur’an Sering Terhenti di Tengah Jalan?
Banyak orang memulai Ramadhan dengan semangat membaca Al-Qur’an. Bahkan ada yang menargetkan khatam satu hingga beberapa kali dalam sebulan. Namun, di pertengahan Ramadhan semangat itu mulai menurun.
Beberapa penyebab umum tadarus terhenti antara lain:
Kurangnya perencanaan membaca Al-Qur’an.
Jadwal harian yang terlalu padat.
Tidak memiliki target yang realistis.
Kurangnya motivasi atau lingkungan yang mendukung.
Oleh sebab itu, menerapkan tips Tadarus Al Quran sangat penting agar kegiatan membaca Al-Qur’an dapat berlangsung konsisten dan tidak terhenti.
Tips Tadarus Al Quran Agar Tetap Konsisten
Berikut beberapa tips Tadarus Al Quran yang bisa diterapkan agar kegiatan membaca Al-Qur’an tetap berjalan lancar.
1. Niatkan Tadarus Karena Allah SWT
Salah satu tips Tadarus Al Quran yang paling utama adalah meluruskan niat. Membaca Al-Qur’an harus dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan sekadar mengejar target khatam atau mengikuti kebiasaan orang lain.
Ketika niat sudah benar, maka seseorang akan lebih mudah istiqamah dalam membaca Al-Qur’an. Niat yang tulus akan menjadi sumber motivasi yang kuat untuk terus menjalankan tadarus.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan niat yang benar, tips Tadarus Al Quran lainnya akan lebih mudah dijalankan.
2. Buat Target Membaca Al-Qur’an yang Realistis
Salah satu tips Tadarus Al Quran yang sangat efektif adalah membuat target yang realistis. Banyak orang terlalu memaksakan diri untuk membaca dalam jumlah besar, sehingga akhirnya kelelahan dan berhenti.
Sebagai contoh:
1 juz per hari
10 halaman per hari
5 halaman setelah setiap salat
Target kecil tetapi konsisten jauh lebih baik daripada target besar yang sulit dicapai.
3. Tentukan Waktu Khusus untuk Tadarus
Agar tips Tadarus Al Quran berjalan efektif, penting untuk menentukan waktu khusus membaca Al-Qur’an.
Beberapa waktu terbaik untuk tadarus antara lain:
Setelah salat Subuh
Setelah salat Maghrib
Setelah salat Tarawih
Sebelum tidur
Dengan menjadikan membaca Al-Qur’an sebagai rutinitas harian, kegiatan ini akan lebih mudah dijaga konsistensinya.
4. Membaca Al-Qur’an Sedikit Tapi Rutin
Salah satu tips Tadarus Al Quran yang sering dianjurkan para ulama adalah membaca sedikit tetapi rutin.
Rasulullah SAW bersabda:
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, tidak perlu memaksakan membaca banyak sekaligus. Membaca beberapa halaman setiap hari sudah cukup selama dilakukan secara konsisten.
5. Bergabung dengan Kelompok Tadarus
Lingkungan yang baik dapat membantu menjaga semangat beribadah. Oleh karena itu, salah satu tips Tadarus Al Quran yang sangat efektif adalah bergabung dengan kelompok tadarus.
Biasanya kegiatan ini dilakukan di:
Masjid
Mushola
Majelis taklim
Komunitas online
Dengan adanya kelompok tadarus, kita akan merasa memiliki tanggung jawab untuk terus membaca Al-Qur’an.
6. Gunakan Mushaf atau Aplikasi Al-Qur’an
Di era digital, membaca Al-Qur’an menjadi semakin mudah. Salah satu tips Tadarus Al Quran yang bisa diterapkan adalah menggunakan aplikasi Al-Qur’an di ponsel.
Keuntungan menggunakan aplikasi antara lain:
Bisa membaca kapan saja
Memiliki fitur pengingat
Terdapat terjemahan dan tafsir
Namun tetap dianjurkan untuk sesekali membaca langsung dari mushaf agar lebih khusyuk.
7. Memahami Makna Ayat yang Dibaca
Tadarus tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga memahami isi Al-Qur’an. Oleh karena itu, salah satu tips Tadarus Al Quran yang sangat dianjurkan adalah membaca terjemahan atau tafsir.
Dengan memahami makna ayat, kita akan:
Lebih menikmati membaca Al-Qur’an
Lebih mudah mengambil pelajaran
Lebih termotivasi untuk terus membaca
Allah SWT berfirman:
“Ini adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya.”(QS. Shad: 29)
8. Berdoa Agar Dimudahkan Membaca Al-Qur’an
Salah satu tips Tadarus Al Quran yang sering dilupakan adalah memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Kita bisa berdoa agar diberikan kemudahan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an. Tanpa pertolongan Allah, seseorang akan mudah merasa malas dan kehilangan semangat.
Doa juga menjadi bentuk pengakuan bahwa kita membutuhkan bantuan Allah dalam menjalankan ibadah.
Menjadikan Tadarus Al-Qur’an Sebagai Kebiasaan Seumur Hidup
Tujuan dari menjalankan berbagai tips Tadarus Al Quran bukan hanya agar khatam di bulan Ramadhan, tetapi juga agar membaca Al-Qur’an menjadi kebiasaan sepanjang hidup.
Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan kita dengan Al-Qur’an. Jika selama ini jarang membaca Al-Qur’an, maka Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memulai kebiasaan tersebut.
Para ulama mengatakan bahwa orang yang dekat dengan Al-Qur’an akan mendapatkan ketenangan hati, keberkahan hidup, serta petunjuk dalam menjalani kehidupan.
Membaca Al-Qur’an adalah ibadah yang sangat mulia dan memiliki pahala yang besar. Namun agar kegiatan ini tidak terhenti di tengah jalan, kita perlu menerapkan berbagai tips Tadarus Al Quran secara konsisten.
Beberapa tips Tadarus Al Quran yang bisa dilakukan antara lain meluruskan niat, membuat target yang realistis, menentukan waktu khusus membaca Al-Qur’an, membaca sedikit tetapi rutin, bergabung dengan kelompok tadarus, serta memahami makna ayat yang dibaca.
Dengan menjalankan tips Tadarus Al Quran, kita dapat menjaga semangat membaca Al-Qur’an hingga akhir Ramadhan dan bahkan menjadikannya sebagai kebiasaan sepanjang hidup. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk selalu dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai petunjuk dalam kehidupan.
Membaca Al-Qur'an memberikan ketenangan jiwa, namun mengamalkan isinya dengan berbagi memberikan kebahagiaan bagi sesama. Agar semangat tadarus Anda tetap terjaga, mari iringi setiap ayat yang Anda baca dengan niat sedekah yang tulus. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama.
- Dengan zakat, kita bersihkan harta.
- Dengan infak, kita kuatkan solidaritas.
- Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan.
Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.
- Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY
ZAKAT
BSI : 309 12 2015 5
an.BAZNAS DIY
INFAQ/SEDEKAH
BSI : 309 12 2019 8
an.BAZNAS DIY
atau melalui link:
diy.baznas.go.id/bayarzakat
- Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616
- Website: diy.baznas.go.id
- Media Sosial: @baznasdiy__official
BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA12/03/2026 | admin
Tips Agar Tadarus Al Quran Tetap Berjalan Lancar Dan Tidak Terhenti Di Tengah Jalan
Ramadhan sering disebut sebagai bulan Al-Qur’an. Pada bulan yang penuh berkah ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur’an. Salah satu amalan yang paling banyak dilakukan adalah tadarus Al-Qur’an, baik secara pribadi maupun bersama-sama di masjid, rumah, atau komunitas. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang semangat di awal Ramadhan tetapi kemudian berhenti di tengah jalan.
Karena itu, penting bagi setiap muslim mengetahui tips Tadarus Al Quran agar kegiatan membaca Al-Qur’an tetap istiqamah hingga akhir Ramadhan bahkan menjadi kebiasaan sepanjang tahun. Dengan memahami dan menerapkan tips Tadarus Al Quran, kita bisa menjaga konsistensi ibadah serta meraih pahala yang besar dari Allah SWT.
Artikel ini akan membahas berbagai tips Tadarus Al Quran agar tetap lancar, konsisten, dan tidak terhenti di tengah jalan.
Keutamaan Tadarus Al-Qur’an dalam Islam
Sebelum membahas tips Tadarus Al Quran, penting bagi kita memahami keutamaan membaca Al-Qur’an. Dengan mengetahui keutamaannya, motivasi kita untuk terus membaca Al-Qur’an akan semakin kuat.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi.”(QS. Fatir: 29)
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.”(HR. Tirmidzi)
Dari ayat dan hadis tersebut, kita bisa memahami bahwa membaca Al-Qur’an adalah ibadah yang memiliki pahala besar. Oleh karena itu, menjalankan tips Tadarus Al Quran sangat penting agar kita tidak kehilangan kesempatan meraih pahala tersebut.
Mengapa Tadarus Al-Qur’an Sering Terhenti di Tengah Jalan?
Banyak orang memulai Ramadhan dengan semangat membaca Al-Qur’an. Bahkan ada yang menargetkan khatam satu hingga beberapa kali dalam sebulan. Namun, di pertengahan Ramadhan semangat itu mulai menurun.
Beberapa penyebab umum tadarus terhenti antara lain:
Kurangnya perencanaan membaca Al-Qur’an.
Jadwal harian yang terlalu padat.
Tidak memiliki target yang realistis.
Kurangnya motivasi atau lingkungan yang mendukung.
Oleh sebab itu, menerapkan tips Tadarus Al Quran sangat penting agar kegiatan membaca Al-Qur’an dapat berlangsung konsisten dan tidak terhenti.
Tips Tadarus Al Quran Agar Tetap Konsisten
Berikut beberapa tips Tadarus Al Quran yang bisa diterapkan agar kegiatan membaca Al-Qur’an tetap berjalan lancar.
1. Niatkan Tadarus Karena Allah SWT
Salah satu tips Tadarus Al Quran yang paling utama adalah meluruskan niat. Membaca Al-Qur’an harus dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan sekadar mengejar target khatam atau mengikuti kebiasaan orang lain.
Ketika niat sudah benar, maka seseorang akan lebih mudah istiqamah dalam membaca Al-Qur’an. Niat yang tulus akan menjadi sumber motivasi yang kuat untuk terus menjalankan tadarus.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan niat yang benar, tips Tadarus Al Quran lainnya akan lebih mudah dijalankan.
2. Buat Target Membaca Al-Qur’an yang Realistis
Salah satu tips Tadarus Al Quran yang sangat efektif adalah membuat target yang realistis. Banyak orang terlalu memaksakan diri untuk membaca dalam jumlah besar, sehingga akhirnya kelelahan dan berhenti.
Sebagai contoh:
1 juz per hari
10 halaman per hari
5 halaman setelah setiap salat
Target kecil tetapi konsisten jauh lebih baik daripada target besar yang sulit dicapai.
3. Tentukan Waktu Khusus untuk Tadarus
Agar tips Tadarus Al Quran berjalan efektif, penting untuk menentukan waktu khusus membaca Al-Qur’an.
Beberapa waktu terbaik untuk tadarus antara lain:
Setelah salat Subuh
Setelah salat Maghrib
Setelah salat Tarawih
Sebelum tidur
Dengan menjadikan membaca Al-Qur’an sebagai rutinitas harian, kegiatan ini akan lebih mudah dijaga konsistensinya.
4. Membaca Al-Qur’an Sedikit Tapi Rutin
Salah satu tips Tadarus Al Quran yang sering dianjurkan para ulama adalah membaca sedikit tetapi rutin.
Rasulullah SAW bersabda:
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, tidak perlu memaksakan membaca banyak sekaligus. Membaca beberapa halaman setiap hari sudah cukup selama dilakukan secara konsisten.
5. Bergabung dengan Kelompok Tadarus
Lingkungan yang baik dapat membantu menjaga semangat beribadah. Oleh karena itu, salah satu tips Tadarus Al Quran yang sangat efektif adalah bergabung dengan kelompok tadarus.
Biasanya kegiatan ini dilakukan di:
Masjid
Mushola
Majelis taklim
Komunitas online
Dengan adanya kelompok tadarus, kita akan merasa memiliki tanggung jawab untuk terus membaca Al-Qur’an.
6. Gunakan Mushaf atau Aplikasi Al-Qur’an
Di era digital, membaca Al-Qur’an menjadi semakin mudah. Salah satu tips Tadarus Al Quran yang bisa diterapkan adalah menggunakan aplikasi Al-Qur’an di ponsel.
Keuntungan menggunakan aplikasi antara lain:
Bisa membaca kapan saja
Memiliki fitur pengingat
Terdapat terjemahan dan tafsir
Namun tetap dianjurkan untuk sesekali membaca langsung dari mushaf agar lebih khusyuk.
7. Memahami Makna Ayat yang Dibaca
Tadarus tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga memahami isi Al-Qur’an. Oleh karena itu, salah satu tips Tadarus Al Quran yang sangat dianjurkan adalah membaca terjemahan atau tafsir.
Dengan memahami makna ayat, kita akan:
Lebih menikmati membaca Al-Qur’an
Lebih mudah mengambil pelajaran
Lebih termotivasi untuk terus membaca
Allah SWT berfirman:
“Ini adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya.”(QS. Shad: 29)
8. Berdoa Agar Dimudahkan Membaca Al-Qur’an
Salah satu tips Tadarus Al Quran yang sering dilupakan adalah memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Kita bisa berdoa agar diberikan kemudahan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an. Tanpa pertolongan Allah, seseorang akan mudah merasa malas dan kehilangan semangat.
Doa juga menjadi bentuk pengakuan bahwa kita membutuhkan bantuan Allah dalam menjalankan ibadah.
Menjadikan Tadarus Al-Qur’an Sebagai Kebiasaan Seumur Hidup
Tujuan dari menjalankan berbagai tips Tadarus Al Quran bukan hanya agar khatam di bulan Ramadhan, tetapi juga agar membaca Al-Qur’an menjadi kebiasaan sepanjang hidup.
Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan kita dengan Al-Qur’an. Jika selama ini jarang membaca Al-Qur’an, maka Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memulai kebiasaan tersebut.
Para ulama mengatakan bahwa orang yang dekat dengan Al-Qur’an akan mendapatkan ketenangan hati, keberkahan hidup, serta petunjuk dalam menjalani kehidupan.
Membaca Al-Qur’an adalah ibadah yang sangat mulia dan memiliki pahala yang besar. Namun agar kegiatan ini tidak terhenti di tengah jalan, kita perlu menerapkan berbagai tips Tadarus Al Quran secara konsisten.
Beberapa tips Tadarus Al Quran yang bisa dilakukan antara lain meluruskan niat, membuat target yang realistis, menentukan waktu khusus membaca Al-Qur’an, membaca sedikit tetapi rutin, bergabung dengan kelompok tadarus, serta memahami makna ayat yang dibaca.
Dengan menjalankan tips Tadarus Al Quran, kita dapat menjaga semangat membaca Al-Qur’an hingga akhir Ramadhan dan bahkan menjadikannya sebagai kebiasaan sepanjang hidup. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk selalu dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai petunjuk dalam kehidupan.
Membaca Al-Qur'an memberikan ketenangan jiwa, namun mengamalkan isinya dengan berbagi memberikan kebahagiaan bagi sesama. Agar semangat tadarus Anda tetap terjaga, mari iringi setiap ayat yang Anda baca dengan niat sedekah yang tulus. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama.
- Dengan zakat, kita bersihkan harta.
- Dengan infak, kita kuatkan solidaritas.
- Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan.
Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.
- Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY
ZAKAT
BSI : 309 12 2015 5
an.BAZNAS DIY
INFAQ/SEDEKAH
BSI : 309 12 2019 8
an.BAZNAS DIY
atau melalui link:
diy.baznas.go.id/bayarzakat
- Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616
- Website: diy.baznas.go.id
- Media Sosial: @baznasdiy__official
BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA12/03/2026 | admin
BAZNAS DIY dan Kemenag DIY Salurkan Paket Logistik Keluarga di Kantor Kemenag DIY pada Bulan Suci Ramadhan
Yogyakarta, 12 Maret 2026 – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, BAZNAS DIY bersama Kemenag DIY menyalurkan bantuan berupa Paket Logistik Keluarga kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Kemenag DIY sebagai bentuk sinergi dalam memperkuat kepedulian sosial.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis kepada para penerima manfaat sebagai upaya membantu meringankan beban ekonomi, khususnya di bulan penuh berkah ini. Bantuan yang diberikan berupa paket kebutuhan pokok yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS DIY dalam optimalisasi pendistribusian zakat, infak, dan sedekah, serta kolaborasi strategis dengan Kemenag DIY dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua BAZNAS DIY H. Ahmad Lutfi, S.S., M.A., serta Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag DIY H. Nurhuda, S.Ag., M.Si., yang menunjukkan dukungan kuat dari kedua lembaga dalam pelaksanaan program ini.
Wakil Ketua BAZNAS DIY, H. Ahmad Lutfi, S.S., M.A., menyampaikan, “Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya di bulan suci Ramadhan.”
Sementara itu, Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag DIY, H. Nurhuda, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa sinergi antara BAZNAS DIY dan Kemenag DIY diharapkan dapat terus diperkuat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program sosial dan keagamaan.
Melalui sinergi antara BAZNAS DIY dan Kemenag DIY ini, diharapkan penyaluran bantuan dapat semakin luas dan tepat sasaran, serta mampu memperkuat nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong di tengah masyarakat.
BERITA12/03/2026 | Admin
Transparansi Pengelolaan Zakat, BAZNAS DIY Laporkan Program dalam Pengajian Pejabat dan Aparat
Yogyakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan laporan pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) dalam acara Pengajian Pejabat dan Aparat DIY yang diselenggarakan pada Kamis, 12 Maret 2026 di Gedung Polda DIY. Kegiatan tersebut dihadiri oleh H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D (Wakil Ketua II BAZNAS DIY) sebagai perwakilan dari BAZNAS DIY.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS DIY menyampaikan perkembangan penghimpunan dan penyaluran dana ZIS-DSKL yang dihimpun dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) para pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta secara umum.
“Melalui pertemuan pengajian ini izinkan kami BAZNAS DIY menyampaikan laporan pengelolaan dana zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya yang telah dihimpun dari Unit Pengumpul Zakat para pegawai ASN secara khusus, serta warga masyarakat DIY secara umum,” disampaikan dalam laporan tersebut.
BAZNAS DIY melaporkan bahwa hingga Februari 2026, penerimaan ZIS-DSKL pada neraca (on balance sheet) telah mencapai Rp869.553.739 dengan rincian sebagai berikut:
· Zakat Perorangan: Rp618.207.967
· Zakat Badan: Rp45.000.000
· Zakat Fitrah: Rp790.000
· Infak: Rp61.952.326
· Infak Terikat: Rp114.250.393
· Fidyah: Rp29.353.050
Selain itu, terdapat penerimaan non-neraca (off balance sheet) sebesar Rp15.352.400, sehingga total penghimpunan dana ZIS-DSKL BAZNAS DIY mencapai Rp884.906.139.
Dana yang telah dihimpun tersebut kemudian disalurkan kepada para penerima manfaat sesuai dengan asnaf melalui lima program strategis BAZNAS DIY, yaitu dalam bidang ketakwaan, kesehatan, kesejahteraan, kemanusiaan, dan pendidikan.
Dalam upaya menebar kebermanfaatan dan menumbuhkan kemandirian umat, BAZNAS DIY terus menunjukkan komitmennya melalui berbagai program pendistribusian dan pemberdayaan. Salah satunya melalui kerja sama dengan IWAPI DIY dengan menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp17.500.000 kepada para penerima manfaat sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil agar dapat berkembang dan mandiri.
BAZNAS DIY juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga bagi mustahik yang tengah menghadapi kesulitan tempat tinggal sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, BAZNAS DIY turut memberikan bantuan living cost bagi mahasiswa yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan total bantuan sebesar Rp15.000.000. Bantuan ini diharapkan dapat membantu para mahasiswa agar tetap dapat melanjutkan pendidikan di tengah kondisi yang sulit akibat bencana.
Memasuki bulan suci Ramadan, BAZNAS DIY juga menjalankan Program Hidangan Berkah Ramadhan dengan mendistribusikan makanan berbuka kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti panti asuhan dan para dhuafa. Hingga saat ini, lebih dari 1.100 paket hidangan telah disalurkan guna membantu memenuhi kebutuhan berbuka puasa sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.
Dengan semangat kepedulian dan pemberdayaan, BAZNAS DIY terus berupaya hadir sebagai “Lembaga utama menyejahterakan umat yang profesional dan terpercaya.”
Melalui forum pengajian tersebut, BAZNAS DIY juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berpartisipasi aktif dalam menggerakkan sosialisasi cinta zakat kepada seluruh lapisan masyarakat, antara lain melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) serta konsultasi ZIS melalui petugas BAZNAS DIY.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan kemudahan pembayaran zakat melalui website kantor digital BAZNAS DIY di www.diy.baznas.go.id maupun melalui kanal media sosial resmi BAZNAS DIY.
BAZNAS DIY turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki dan munfiq yang telah menunaikan ZIS-DSKL melalui BAZNAS DIY. Semoga Allah SWT memberikan pahala dan keberkahan atas harta yang telah disalurkan serta menjadikan harta yang tersisa tetap bersih dan suci.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama agar setiap harta yang telah dizakatkan menjadi pembersih dan pembawa keberkahan bagi para muzaki.
“Aajarokumullahu fiimaa a’thoitum, wabaaroka fiimaa abqoitum, waja’alahu lakum thohuuron.”
Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang telah diberikan, memberkahi harta yang tersisa, serta menjadikannya sebagai pembersih bagi para muzaki.
BERITA12/03/2026 | admin
BAZNAS DIY Gelar Pentasharufan Simbolis Program Ramadan 1447 H
BAZNAS DIY menyelenggarakan acara Pentasharufan Simbolis Program Ramadan 1447 H BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta Selasa, 11/3/2026. Acara yang diselenggarakan di Pendapa Wiyata Praja ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta beserta para tamu undangan dari berbagai unsur pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk mengoptimalkan pengelolaan dan penyaluran zakat bagi kesejahteraan masyarakat.
Ketua BAZNAS DIY dalam laporannya menyampaikan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, BAZNAS memiliki kewenangan dan fungsi strategis dalam mengoptimalkan potensi zakat serta meningkatkan pelayanan kepada para muzaki dan mustahik. Hal tersebut diwujudkan melalui pendistribusian Zakat, Infak, Sedekah, serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya yang dikelola secara amanah, profesional, dan akuntabel.
Sebagai lembaga resmi yang mengoordinasikan pengelolaan zakat secara nasional, BAZNAS menjalankan regulasi dan program yang berperan penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini, BAZNAS DIY terus berupaya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak untuk menghadirkan program-program yang berdampak luas bagi masyarakat.
BAZNAS DIY tidak hanya fokus pada bantuan sosial kemanusiaan, tetapi juga berkontribusi dalam berbagai bidang strategis seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan nilai-nilai keagamaan. Melalui program-program tersebut diharapkan zakat dapat menjadi instrumen yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi para mustahik.
Pada momentum bulan suci Ramadan 1447 H ini, BAZNAS DIY mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta dalam kolaborasi kebaikan melalui berbagai program penyaluran dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya. Penyaluran tersebut dilakukan melalui berbagai program, mulai dari bantuan bersifat karitatif seperti paket sembako, hidangan berbuka puasa, santunan bagi dhuafa dan anak yatim, hingga program pemberdayaan yang bersifat produktif guna meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan pentasharufan simbolis ini, BAZNAS DIY berharap kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat semakin meningkat serta semakin banyak muzaki yang menunaikan zakatnya melalui BAZNAS. Dengan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, diharapkan zakat dapat menjadi kekuatan sosial yang mampu menghadirkan kesejahteraan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.
BERITA11/03/2026 | admin
Sekda DIY: Digitalisasi ZIS Perkuat Peran Zakat dalam Mendorong Kesejahteraan Umat
BAZNAS DIY menyelenggarakan acara Pentasharufan Simbolis Program Ramadan 1447 H BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta Selasa, 11/3/2026. Acara yang diselenggarakan di Pendapa Wiyata Praja ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta beserta para tamu undangan dari berbagai unsur pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk mengoptimalkan pengelolaan dan penyaluran zakat bagi kesejahteraan masyarakat.
Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) merupakan instrumen penting dalam sistem ekonomi Islam yang memiliki peran strategis sebagai sarana redistribusi kekayaan serta upaya pengentasan kemiskinan. Melalui pengelolaan yang baik, ZIS tidak hanya menjadi bentuk ibadah personal, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mampu mendorong terciptanya keadilan dan kesejahteraan umat.
Hal tersebut disampaikan dalam sebuah kegiatan yang menyoroti pentingnya penguatan pengelolaan ZIS di tengah perkembangan teknologi informasi. Dalam sambutannya disampaikan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan zakat, khususnya melalui pemanfaatan platform digital.
“Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah saat ini mengalami transformasi yang signifikan melalui pemanfaatan platform digital. Hal ini membuka peluang besar bagi lembaga pengelola zakat untuk mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian ZIS secara lebih efektif, transparan, dan akuntabel,” disampaikan dalam sambutan tersebut.
Digitalisasi dalam pengelolaan ZIS juga menuntut lembaga pengelola zakat untuk melakukan berbagai penyesuaian kelembagaan, baik dari sisi manajemen, regulasi internal, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Lembaga zakat perlu menyusun strategi digital yang terintegrasi agar tidak hanya berfokus pada aspek penghimpunan dana, tetapi juga pada pengelolaan serta pendistribusian yang efektif dan berkelanjutan.
Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital pengelolaan zakat. Kerja sama dengan lembaga keuangan syariah, fintech syariah, hingga berbagai platform digital diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan ZIS.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dunia usaha, lembaga keuangan syariah, serta seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk terus diperkuat, sehingga potensi zakat yang besar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) atas komitmennya dalam mengembangkan pengelolaan ZIS yang semakin profesional dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
“Program-program yang dilaksanakan BAZNAS menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat dikelola secara profesional untuk membantu masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat ketahanan sosial ekonomi umat,” ujarnya.
Di akhir sambutan, masyarakat diimbau untuk menunaikan serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS agar pengelolaannya dapat dilakukan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
“Melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, kita dapat memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya. Semoga setiap kebaikan yang kita lakukan menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan bagi kita semua,” tutupnya.
BERITA11/03/2026 | admin
Ramadan Penuh Berkah, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan untuk Ribuan Penerima Manfaat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan berbagai program prioritas dalam momentum Ramadan 1447 H sebagai bentuk komitmen dalam menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya kepada masyarakat yang membutuhkan. Program-program tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di DIY.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS DIY mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut terlibat aktif dalam kolaborasi kebaikan melalui berbagai kegiatan penyaluran dana ZIS-DSKL, baik dalam bentuk bantuan karitatif maupun program pemberdayaan yang bersifat produktif.
Ketua BAZNAS DIY menyampaikan bahwa pada Ramadan tahun 2026 ini, terdapat enam program pentasharufan prioritas yang akan dijalankan guna memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Pada momentum Ramadan 1447 H ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berkolaborasi dalam kebaikan melalui berbagai program penyaluran zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Enam program prioritas tersebut meliputi Syiar Al-Qur’an dan Kajian Berbuka Ramadan, yang bertujuan memperkuat aqidah dan ibadah umat melalui penyediaan Al-Qur’an bagi masjid dan pondok pesantren yang membutuhkan. Program ini juga disertai dengan edukasi literasi zakat melalui berbagai media seperti televisi, radio, koran, media sosial, hingga platform digital lainnya.
Program kedua adalah Pendistribusian Zakat Fitrah dan Fidyah, yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat fitrah dan fidyah. Dana tersebut akan disalurkan dalam bentuk kemasan beras 5 kilogram dan kebutuhan pokok harian kepada masyarakat yang membutuhkan. Tahun ini BAZNAS DIY menargetkan penyaluran sedikitnya 1.500 paket beras zakat fitrah serta pembagian makanan fidyah setiap hari selama Ramadan.
Selanjutnya, program Paket Logistik Keluarga dan Paket Ramadan Bahagia yang menyalurkan bantuan bahan pangan pokok bagi sekitar 2.750 penerima manfaat. Program ini diprioritaskan bagi pegawai non-ASN di lingkungan Pemerintah Daerah DIY serta kelompok masyarakat rentan lainnya. Bantuan tersebut akan didistribusikan secara bertahap oleh petugas BAZNAS ke masing-masing instansi sesuai data penerima manfaat.
BAZNAS DIY juga menghadirkan program Hidangan Berkah Ramadan yang menargetkan lebih dari 1.111 paket makanan berbuka puasa bagi mustahik prioritas. Program ini menyasar masyarakat yang membutuhkan seperti warga di sekitar tempat pembuangan sampah terpadu, tukang becak, anak yatim di panti asuhan, serta kelompok masyarakat rentan lainnya.
Selain itu, BAZNAS DIY menyalurkan Bantuan Living Cost Tahap Kedua bagi para penyintas terdampak bencana, khususnya mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Program ini menjangkau sebanyak 1.421 penerima manfaat. Hingga saat ini, total penyaluran donasi kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai sekitar Rp1,4 miliar.
Program keenam adalah Layanan Posko Mudik oleh Relawan BAZNAS Tanggap Bencana DIY, yang memberikan berbagai layanan bagi para pemudik seperti pengamanan ruas jalan, pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian takjil, penyediaan dapur air, layanan tempat istirahat, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan lainnya selama perjalanan mudik.
Pendistribusian simbolis program Ramadan tersebut menjadi wujud kepedulian BAZNAS DIY dalam mendukung berbagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketua BAZNAS DIY berharap potensi pengelolaan zakat di DIY dapat terus meningkat dari tahun ke tahun melalui sinergi berbagai pihak.
“Kami berharap potensi pengelolaan zakat di DIY dapat terus berkembang secara optimal. Oleh karena itu diperlukan sinergi positif antara pemerintah daerah, lembaga, dunia usaha, dan masyarakat agar BAZNAS DIY dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi syariah serta berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
BAZNAS mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia” sebagai bagian dari upaya sosialisasi agar pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya di DIY dapat terus tumbuh secara signifikan serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
BERITA11/03/2026 | admin
Ramadan Penuh Berkah, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan untuk Ribuan Penerima Manfaat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan berbagai program prioritas dalam momentum Ramadan 1447 H sebagai bentuk komitmen dalam menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya kepada masyarakat yang membutuhkan. Program-program tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di DIY.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS DIY mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut terlibat aktif dalam kolaborasi kebaikan melalui berbagai kegiatan penyaluran dana ZIS-DSKL, baik dalam bentuk bantuan karitatif maupun program pemberdayaan yang bersifat produktif.
Ketua BAZNAS DIY menyampaikan bahwa pada Ramadan tahun 2026 ini, terdapat enam program pentasharufan prioritas yang akan dijalankan guna memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Pada momentum Ramadan 1447 H ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berkolaborasi dalam kebaikan melalui berbagai program penyaluran zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Enam program prioritas tersebut meliputi Syiar Al-Qur’an dan Kajian Berbuka Ramadan, yang bertujuan memperkuat aqidah dan ibadah umat melalui penyediaan Al-Qur’an bagi masjid dan pondok pesantren yang membutuhkan. Program ini juga disertai dengan edukasi literasi zakat melalui berbagai media seperti televisi, radio, koran, media sosial, hingga platform digital lainnya.
Program kedua adalah Pendistribusian Zakat Fitrah dan Fidyah, yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat fitrah dan fidyah. Dana tersebut akan disalurkan dalam bentuk kemasan beras 5 kilogram dan kebutuhan pokok harian kepada masyarakat yang membutuhkan. Tahun ini BAZNAS DIY menargetkan penyaluran sedikitnya 1.500 paket beras zakat fitrah serta pembagian makanan fidyah setiap hari selama Ramadan.
Selanjutnya, program Paket Logistik Keluarga dan Paket Ramadan Bahagia yang menyalurkan bantuan bahan pangan pokok bagi sekitar 2.750 penerima manfaat. Program ini diprioritaskan bagi pegawai non-ASN di lingkungan Pemerintah Daerah DIY serta kelompok masyarakat rentan lainnya. Bantuan tersebut akan didistribusikan secara bertahap oleh petugas BAZNAS ke masing-masing instansi sesuai data penerima manfaat.
BAZNAS DIY juga menghadirkan program Hidangan Berkah Ramadan yang menargetkan lebih dari 1.111 paket makanan berbuka puasa bagi mustahik prioritas. Program ini menyasar masyarakat yang membutuhkan seperti warga di sekitar tempat pembuangan sampah terpadu, tukang becak, anak yatim di panti asuhan, serta kelompok masyarakat rentan lainnya.
Selain itu, BAZNAS DIY menyalurkan Bantuan Living Cost Tahap Kedua bagi para penyintas terdampak bencana, khususnya mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Program ini menjangkau sebanyak 1.421 penerima manfaat. Hingga saat ini, total penyaluran donasi kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai sekitar Rp1,4 miliar.
Program keenam adalah Layanan Posko Mudik oleh Relawan BAZNAS Tanggap Bencana DIY, yang memberikan berbagai layanan bagi para pemudik seperti pengamanan ruas jalan, pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian takjil, penyediaan dapur air, layanan tempat istirahat, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan lainnya selama perjalanan mudik.
Pendistribusian simbolis program Ramadan tersebut menjadi wujud kepedulian BAZNAS DIY dalam mendukung berbagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketua BAZNAS DIY berharap potensi pengelolaan zakat di DIY dapat terus meningkat dari tahun ke tahun melalui sinergi berbagai pihak.
“Kami berharap potensi pengelolaan zakat di DIY dapat terus berkembang secara optimal. Oleh karena itu diperlukan sinergi positif antara pemerintah daerah, lembaga, dunia usaha, dan masyarakat agar BAZNAS DIY dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi syariah serta berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
BAZNAS mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia” sebagai bagian dari upaya sosialisasi agar pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya di DIY dapat terus tumbuh secara signifikan serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
BERITA11/03/2026 | admin
BAZNAS DIY Hadiri Pengajian Ramadhan di BAPAS Kelas I Yogyakarta dan Salurkan Paket Logistik Keluarga
Yogyakarta, 11 Maret 2026 – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat, BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta menghadiri kegiatan pengajian Ramadhan dan buka puasa bersama yang diselenggarakan di lingkungan Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Drs. Yunianto Dwi Sutono selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Yogyakarta, serta Lili, S.H., M.H., selaku Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Turut hadir pula jajaran pegawai BAPAS serta para klien yang tengah menjalani proses pembimbingan. Momentum kebersamaan ini dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat komunikasi, memberikan dukungan moral, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta, H. Jazilus Sakhok, MA., Ph.D., hadir sebagai penceramah yang menyampaikan tausiyah Ramadhan kepada para peserta. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta juga menyalurkan bantuan Paket Logistik Keluarga kepada para keluarga klien Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta sebagai bentuk kepedulian dan dukungan sosial dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Jazilus Sakhok sebagai wujud komitmen BAZNAS dalam mendukung kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan institusi pemasyarakatan dapat terus diperkuat dalam menghadirkan
BERITA11/03/2026 | Admin
Menghidupkan Malam Ramadhan dengan Qiyamul Lail
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada bulan yang penuh keberkahan ini, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Ramadhan adalah Qiyamul Lail. Amalan ini menjadi salah satu bentuk ibadah yang memiliki keutamaan luar biasa, terutama ketika dilakukan di malam-malam Ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan.
Secara sederhana, Qiyamul Lail berarti menghidupkan malam dengan berbagai bentuk ibadah kepada Allah SWT, seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, dan melakukan berbagai amalan kebaikan lainnya. Dalam konteks Ramadhan, Qiyamul Lail sering kali diwujudkan melalui pelaksanaan shalat tarawih, tahajud, witir, serta memperbanyak ibadah hingga menjelang waktu sahur.
Bagi seorang muslim, menjalankan Qiyamul Lail bukan hanya sekadar rutinitas ibadah malam. Lebih dari itu, Qiyamul Lail merupakan kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan. Oleh karena itu, menghidupkan malam Ramadhan dengan Qiyamul Lail menjadi amalan yang sangat dianjurkan dan penuh dengan keutamaan.
Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang pentingnya Qiyamul Lail, keutamaannya dalam Islam, serta bagaimana cara menghidupkan malam Ramadhan dengan Qiyamul Lail secara optimal agar mendapatkan keberkahan yang maksimal.
Pengertian dan Makna Qiyamul Lail dalam Islam
Dalam ajaran Islam, Qiyamul Lail memiliki makna yang sangat dalam. Secara bahasa, Qiyamul Lail berarti berdiri pada malam hari untuk beribadah kepada Allah SWT. Amalan Qiyamul Lail tidak hanya terbatas pada shalat malam saja, tetapi juga mencakup berbagai ibadah lain seperti membaca Al-Qur’an, berdoa, berdzikir, dan merenungi kebesaran Allah SWT.
Banyak ulama menjelaskan bahwa Qiyamul Lail adalah salah satu ibadah yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Hal ini karena Qiyamul Lail dilakukan ketika sebagian besar manusia sedang terlelap dalam tidur. Ketika seorang muslim bangun dari tidurnya untuk melaksanakan Qiyamul Lail, hal tersebut menunjukkan kesungguhan hati dalam beribadah dan keinginan yang kuat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam praktiknya, Qiyamul Lail dapat dilakukan dengan berbagai bentuk ibadah, mulai dari shalat tahajud, shalat witir, hingga memperbanyak doa dan membaca Al-Qur’an. Selama bulan Ramadhan, Qiyamul Lail juga sering diwujudkan melalui shalat tarawih yang dilakukan secara berjamaah di masjid atau di rumah bersama keluarga.
Selain itu, Qiyamul Lail juga memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi karena dilakukan pada waktu yang penuh ketenangan. Pada saat malam hari, suasana menjadi lebih hening sehingga seorang muslim dapat lebih khusyuk dalam menjalankan Qiyamul Lail dan merasakan kedekatan dengan Allah SWT.
Oleh karena itu, memahami makna dan hakikat Qiyamul Lail sangat penting bagi setiap muslim agar ibadah yang dilakukan tidak sekadar rutinitas, tetapi benar-benar menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Keutamaan Qiyamul Lail di Bulan Ramadhan
Salah satu alasan mengapa Qiyamul Lail sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah karena besarnya pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT bagi orang yang melaksanakannya dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Dalam berbagai hadis disebutkan bahwa Qiyamul Lail di bulan Ramadhan dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu.
Rasulullah SAW sendiri sangat menganjurkan umatnya untuk memperbanyak Qiyamul Lail selama bulan Ramadhan. Bahkan beliau memberikan teladan dengan menghidupkan malam-malam Ramadhan melalui berbagai bentuk ibadah, termasuk shalat malam yang panjang dan penuh kekhusyukan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya Qiyamul Lail dalam kehidupan seorang muslim.
Selain mendapatkan pahala yang besar, Qiyamul Lail juga menjadi sarana untuk mendapatkan malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar. Malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan, dan salah satu cara terbaik untuk meraihnya adalah dengan memperbanyak Qiyamul Lail di sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Keutamaan lain dari Qiyamul Lail adalah sebagai bentuk latihan spiritual bagi seorang muslim. Dengan membiasakan diri bangun di malam hari untuk melakukan Qiyamul Lail, seseorang akan memiliki kedisiplinan dalam beribadah serta hati yang lebih lembut dan dekat dengan Allah SWT.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak ulama dan orang-orang saleh sangat menjaga amalan Qiyamul Lail, terutama di bulan Ramadhan. Mereka memahami bahwa kesempatan untuk mendapatkan pahala besar melalui Qiyamul Lail adalah karunia yang tidak boleh disia-siakan.
Cara Menghidupkan Malam Ramadhan dengan Qiyamul Lail
Menghidupkan malam Ramadhan dengan Qiyamul Lail dapat dilakukan dengan berbagai cara yang sederhana namun penuh makna. Salah satu bentuk paling umum dari Qiyamul Lail adalah melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah di masjid. Shalat ini menjadi salah satu ciri khas ibadah Ramadhan yang dilakukan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Selain shalat tarawih, seorang muslim juga dapat melanjutkan Qiyamul Lail dengan melaksanakan shalat tahajud di sepertiga malam terakhir. Waktu tersebut merupakan waktu yang sangat mustajab untuk berdoa, sehingga Qiyamul Lail pada saat itu menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT.
Membaca Al-Qur’an juga merupakan bagian penting dari Qiyamul Lail. Banyak umat Islam memanfaatkan malam Ramadhan untuk memperbanyak tilawah Al-Qur’an karena bulan ini merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an. Dengan membaca dan merenungi makna ayat-ayat suci tersebut, Qiyamul Lail menjadi semakin bermakna dan mendalam.
Selain itu, memperbanyak dzikir dan doa juga dapat menjadi bagian dari Qiyamul Lail. Dengan berdzikir kepada Allah SWT dan memanjatkan doa-doa terbaik, seorang muslim dapat menjadikan malam Ramadhan sebagai waktu yang penuh dengan kedekatan spiritual kepada Sang Pencipta.
Yang tidak kalah penting, Qiyamul Lail sebaiknya dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan hati. Tidak perlu memaksakan diri melakukan ibadah yang terlalu berat, tetapi lakukanlah Qiyamul Lail secara konsisten agar ibadah tersebut dapat membawa keberkahan dan ketenangan dalam kehidupan.
Hikmah dan Manfaat Qiyamul Lail bagi Kehidupan Seorang Muslim
Melaksanakan Qiyamul Lail secara rutin, terutama di bulan Ramadhan, memiliki banyak hikmah dan manfaat bagi kehidupan seorang muslim. Salah satu manfaat terbesar dari Qiyamul Lail adalah meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT. Ketika seseorang meluangkan waktu di malam hari untuk beribadah, ia menunjukkan kecintaan dan ketaatan yang tulus kepada Tuhannya.
Selain itu, Qiyamul Lail juga dapat memberikan ketenangan batin dan kedamaian hati. Dalam kesunyian malam, seorang muslim dapat mencurahkan segala doa dan harapannya kepada Allah SWT melalui Qiyamul Lail, sehingga hati menjadi lebih tenang dan penuh harapan.
Manfaat lain dari Qiyamul Lail adalah sebagai sarana untuk memperbaiki diri. Ketika seseorang merenungi kehidupan dan memohon ampunan kepada Allah SWT melalui Qiyamul Lail, ia akan lebih mudah menyadari kesalahan dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Bahkan dari sisi kesehatan, Qiyamul Lail juga memiliki manfaat tersendiri. Bangun di malam hari untuk beribadah dapat melatih kedisiplinan dan membantu mengatur pola hidup yang lebih sehat. Namun tentu saja, tujuan utama dari Qiyamul Lail tetaplah untuk mendapatkan ridha Allah SWT.
Dengan berbagai hikmah tersebut, tidak mengherankan jika Qiyamul Lail menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama selama bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan.
Menghidupkan malam Ramadhan dengan Qiyamul Lail merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Melalui Qiyamul Lail, seorang muslim dapat memanfaatkan waktu malam yang penuh ketenangan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, serta meningkatkan kualitas ibadah dan keimanan.
Keutamaan Qiyamul Lail sangat besar, terutama di bulan Ramadhan yang penuh dengan rahmat dan ampunan. Dengan melaksanakan Qiyamul Lail secara konsisten, seorang muslim tidak hanya mendapatkan pahala yang berlipat ganda, tetapi juga merasakan kedamaian spiritual yang mendalam.
Oleh karena itu, mari kita manfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak Qiyamul Lail. Semoga dengan menghidupkan malam Ramadhan melalui Qiyamul Lail, kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan ampunan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT.
Kekuatan ibadah malam akan semakin sempurna jika dibarengi dengan kedermawanan di siang hari. Sebagaimana Rasulullah yang semakin dermawan di bulan Ramadhan, Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama.
- Dengan zakat, kita bersihkan harta.
- Dengan infak, kita kuatkan solidaritas.
- Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan.
Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.
- Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY
ZAKAT
BSI : 309 12 2015 5
an.BAZNAS DIY
INFAQ/SEDEKAH
BSI : 309 12 2019 8
an.BAZNAS DIY
atau melalui link:
diy.baznas.go.id/bayarzakat
- Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616
- Website: diy.baznas.go.id
- Media Sosial: @baznasdiy__official
BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA11/03/2026 | admin
Setengah Jalan Berlalu dan Inilah Alasan Kita Perlu Bersyukur Masih Bertemu Ramadhan
Ramadhan adalah bulan yang selalu dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Bulan yang penuh berkah ini membawa banyak kesempatan untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki diri, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika bulan suci ini telah memasuki pertengahan, ada satu hal penting yang seharusnya selalu hadir dalam hati setiap muslim, yaitu bersyukur Ramadhan.
Tidak semua orang diberi kesempatan untuk kembali merasakan suasana Ramadhan setiap tahun. Oleh karena itu, ketika kita masih diberikan kesehatan, umur panjang, dan kesempatan untuk berpuasa serta beribadah, maka sudah sepantasnya kita meningkatkan rasa bersyukur Ramadhan kepada Allah SWT. Rasa syukur tersebut bukan hanya sekadar ucapan, tetapi juga diwujudkan melalui peningkatan amal ibadah.
Artikel ini akan membahas mengapa kita perlu bersyukur Ramadhan, terutama ketika bulan suci ini sudah berjalan setengah perjalanan.
Makna Ramadhan sebagai Bulan Penuh Keberkahan
Ramadhan memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Dalam bulan ini, banyak peristiwa penting yang terjadi, salah satunya adalah diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.”(QS. Al-Baqarah: 185)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Ramadhan bukan hanya sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Oleh karena itu, kesempatan untuk menjalani bulan suci ini seharusnya membuat setiap muslim semakin bersyukur Ramadhan karena Allah masih memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Tidak Semua Orang Mendapatkan Kesempatan Bertemu Ramadhan
Salah satu alasan terbesar mengapa kita harus bersyukur Ramadhan adalah karena tidak semua orang masih hidup untuk menyambut bulan suci ini. Setiap tahun, ada banyak orang yang sebelumnya berpuasa bersama kita, namun pada tahun berikutnya mereka sudah dipanggil oleh Allah SWT.
Kesadaran ini seharusnya menumbuhkan rasa syukur yang mendalam. Ketika kita masih diberikan umur panjang, kesehatan, dan kekuatan untuk berpuasa, itu merupakan nikmat yang luar biasa.
Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa orang yang beruntung adalah mereka yang diberi umur panjang dan mampu memperbanyak amal kebaikan.
Hal ini menunjukkan bahwa kesempatan bertemu Ramadhan adalah karunia besar dari Allah SWT yang patut disyukuri dengan memperbanyak ibadah.
Bersyukur Ramadhan dengan Memperbanyak Ibadah
Rasa bersyukur Ramadhan tidak hanya cukup diucapkan melalui lisan. Syukur yang sejati harus diwujudkan dalam bentuk amal perbuatan.
Ada beberapa amalan yang bisa dilakukan untuk menunjukkan rasa bersyukur Ramadhan, antara lain:
1. Meningkatkan Kualitas Puasa
Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari segala hal yang dapat mengurangi pahala puasa, seperti berkata kasar, bergosip, atau melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat.
Dengan menjaga kualitas puasa, kita menunjukkan bahwa kita benar-benar menghargai kesempatan yang Allah berikan untuk menjalani Ramadhan.
2. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Ramadhan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an. Pada bulan ini, pahala membaca Al-Qur’an dilipatgandakan.
Rasulullah SAW sendiri memperbanyak tilawah Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Oleh karena itu, memperbanyak membaca Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk nyata dari bersyukur Ramadhan.
3. Memperbanyak Sedekah
Ramadhan juga dikenal sebagai bulan berbagi. Rasulullah SAW dikenal sangat dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat pada bulan Ramadhan.
Dengan bersedekah kepada orang yang membutuhkan, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menunjukkan rasa bersyukur Ramadhan atas nikmat rezeki yang telah Allah berikan.
4. Menghidupkan Malam dengan Ibadah
Selain ibadah di siang hari, malam Ramadhan juga memiliki keutamaan yang besar. Shalat tarawih, tahajud, serta doa di malam hari menjadi kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menghidupkan malam dengan ibadah juga merupakan bentuk nyata dari bersyukur Ramadhan karena kita memanfaatkan waktu yang penuh berkah ini sebaik mungkin.
Pertengahan Ramadhan Adalah Momentum Muhasabah
Ketika Ramadhan sudah memasuki pertengahan bulan, ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri atau muhasabah.
Kita bisa bertanya kepada diri sendiri:
Apakah ibadah kita sudah lebih baik dibandingkan sebelum Ramadhan?
Apakah kita sudah memanfaatkan waktu Ramadhan dengan maksimal?
Apakah kita sudah benar-benar bersyukur Ramadhan dengan meningkatkan amal ibadah?
Muhasabah ini sangat penting agar sisa waktu Ramadhan dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. Jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan yang sangat berharga ini.
Keutamaan Bersyukur dalam Islam
Dalam Islam, bersyukur merupakan salah satu sikap yang sangat dianjurkan. Allah SWT bahkan menjanjikan tambahan nikmat bagi orang-orang yang bersyukur.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.”(QS. Ibrahim: 7)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa ketika kita bersyukur Ramadhan, Allah akan menambah keberkahan dalam hidup kita. Tambahan nikmat tersebut bisa berupa kesehatan, ketenangan hati, keberkahan rezeki, serta kesempatan untuk terus berbuat kebaikan.
Jangan Menyia-nyiakan Sisa Ramadhan
Setelah Ramadhan berjalan setengah perjalanan, masih ada kesempatan besar untuk meningkatkan ibadah. Bahkan, sepuluh hari terakhir Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat besar karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar.
Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Kesempatan ini seharusnya membuat kita semakin bersyukur Ramadhan dan memanfaatkannya dengan maksimal.
Cara Menjaga Semangat Ibadah Hingga Akhir Ramadhan
Agar semangat ibadah tidak menurun di pertengahan Ramadhan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan:
Membuat target ibadah harian
Memperbanyak doa kepada Allah
Mengikuti kajian atau membaca literatur Islam
Menghindari hal-hal yang melalaikan
Mengingat bahwa Ramadhan adalah kesempatan yang belum tentu datang kembali
Dengan cara-cara tersebut, kita dapat menjaga semangat bersyukur Ramadhan hingga akhir bulan suci.
Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Ketika bulan ini telah memasuki pertengahan, kita seharusnya semakin menyadari betapa besar nikmat yang Allah berikan kepada kita.
Masih bisa berpuasa, masih bisa melaksanakan shalat tarawih, masih bisa membaca Al-Qur’an, serta masih memiliki kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan adalah karunia yang luar biasa. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita terus bersyukur Ramadhan dengan memanfaatkan setiap waktunya untuk beribadah.
Semoga rasa bersyukur Ramadhan yang kita miliki dapat membuat kita lebih dekat kepada Allah SWT dan menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Rasa syukur yang paling sejati adalah ketika kita mampu membagikan nikmat yang kita terima kepada mereka yang kekurangan. Di titik pertengahan ini, mari buktikan syukur kita dengan tindakan nyata yang berdampak luas bagi umat. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama.
- Dengan zakat, kita bersihkan harta.
- Dengan infak, kita kuatkan solidaritas.
- Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan.
Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.
- Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY
ZAKAT
BSI : 309 12 2015 5
an.BAZNAS DIY
INFAQ/SEDEKAH
BSI : 309 12 2019 8
an.BAZNAS DIY
atau melalui link:
diy.baznas.go.id/bayarzakat
- Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616
- Website: diy.baznas.go.id
- Media Sosial: @baznasdiy__official
BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA11/03/2026 | admin
Apa yang Terjadi Jika Terlambat Membayar Zakat Fitrah
Terlambat bayar zakat merupakan persoalan yang sering terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri. Banyak umat Islam yang menunda pembayaran zakat fitrah hingga mendekati waktu salat Id atau bahkan setelahnya. Padahal dalam ajaran Islam, zakat fitrah memiliki waktu pelaksanaan yang jelas dan dianjurkan untuk ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.
Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan bagi setiap Muslim yang mampu, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, yang dikeluarkan pada bulan Ramadan hingga sebelum salat Idulfitri. Zakat ini bertujuan untuk menyucikan jiwa orang yang berpuasa sekaligus membantu fakir miskin agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.
Masalah terlambat bayar zakat sering muncul karena berbagai alasan, seperti kesibukan, lupa, atau kurang memahami ketentuan waktu pembayaran zakat. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk mengetahui apa saja konsekuensi jika zakat fitrah tidak dibayarkan tepat waktu.
Dalam Islam, zakat bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi juga ibadah yang memiliki aturan waktu tertentu. Dengan memahami hukum dan ketentuannya, umat Islam dapat menjalankan kewajiban ini dengan lebih baik dan mendapatkan pahala yang sempurna.
Waktu-Waktu Pembayaran Zakat Fitrah dalam Islam
Untuk memahami masalah terlambat bayar zakat, terlebih dahulu kita perlu mengetahui waktu-waktu yang berkaitan dengan pembayaran zakat fitrah menurut para ulama.
Secara umum, waktu pembayaran zakat fitrah dibagi menjadi beberapa kategori berikut:
1. Waktu Boleh
Waktu boleh adalah sejak awal bulan Ramadan hingga menjelang hari raya. Pada masa ini, umat Islam sudah diperbolehkan untuk menunaikan zakat fitrah.
Banyak lembaga zakat modern menganjurkan pembayaran lebih awal agar penyaluran kepada mustahik dapat dilakukan secara optimal sebelum hari raya.
2. Waktu Utama (Afdhal)
Waktu terbaik untuk menunaikan zakat fitrah adalah pada malam Idulfitri hingga sebelum pelaksanaan salat Id.
Inilah waktu yang paling dianjurkan oleh para ulama karena zakat fitrah dapat langsung dimanfaatkan oleh para penerima untuk kebutuhan hari raya.
3. Waktu Makruh
Waktu makruh adalah ketika zakat fitrah dibayarkan setelah salat Idulfitri namun masih pada hari raya. Dalam kondisi ini, seseorang dianggap terlambat bayar zakat, tetapi kewajibannya masih tetap harus ditunaikan.
4. Waktu Haram
Jika zakat fitrah dibayarkan setelah hari raya Idulfitri tanpa alasan yang dibenarkan, maka hal tersebut termasuk terlambat bayar zakat yang berdosa karena melewati waktu yang telah ditentukan.
Namun kewajiban zakat tetap harus dibayarkan meskipun waktunya telah terlewat.
Apa yang Terjadi Jika Terlambat Bayar Zakat Fitrah?
Dalam pembahasan fikih Islam, terlambat bayar zakat memiliki konsekuensi tertentu. Meskipun zakat tetap sah jika dibayarkan setelah waktu yang dianjurkan, terdapat beberapa hal yang perlu dipahami.
1. Kehilangan Keutamaan Zakat Fitrah
Ketika seseorang terlambat bayar zakat, ia kehilangan keutamaan zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadan.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang menunaikannya sebelum salat Id, maka zakatnya diterima sebagai zakat. Dan barang siapa yang menunaikannya setelah salat Id, maka itu hanya dianggap sebagai sedekah biasa.”(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Hadis ini menunjukkan bahwa waktu memiliki pengaruh besar terhadap nilai ibadah zakat fitrah.
2. Berubah Menjadi Sedekah Biasa
Jika seseorang terlambat bayar zakat hingga setelah salat Idulfitri, maka secara hukum ibadah tersebut tidak lagi dianggap sebagai zakat fitrah yang sempurna, melainkan sebagai sedekah biasa.
Walaupun tetap mendapatkan pahala sedekah, keutamaan zakat fitrah yang memiliki fungsi sosial khusus menjadi berkurang.
3. Tetap Wajib Dibayarkan
Meskipun terlambat bayar zakat, kewajiban zakat tidak gugur. Seseorang tetap harus menunaikan zakat fitrah yang menjadi tanggung jawabnya.
Hal ini sejalan dengan kaidah fikih bahwa kewajiban yang tertunda tetap harus dilaksanakan meskipun waktunya telah lewat.
4. Mendapatkan Dosa Jika Sengaja Menunda
Apabila seseorang dengan sengaja terlambat bayar zakat tanpa alasan yang dibenarkan, maka ia dapat berdosa karena menunda kewajiban yang sudah jelas waktunya.
Namun jika keterlambatan terjadi karena lupa, tidak tahu, atau ada kondisi darurat, maka Allah Maha Pengampun dan Maha Mengetahui niat hamba-Nya.
Hikmah Penetapan Waktu Zakat Fitrah
Islam menetapkan waktu tertentu untuk zakat fitrah bukan tanpa alasan. Ada banyak hikmah di balik ketentuan tersebut.
Pertama, zakat fitrah bertujuan untuk membantu fakir miskin agar dapat merayakan Idulfitri dengan layak. Jika terjadi terlambat bayar zakat, maka manfaat zakat tersebut tidak bisa dirasakan tepat waktu oleh mereka yang membutuhkan.
Kedua, pembayaran zakat sebelum salat Id juga mengajarkan umat Islam untuk disiplin dalam menjalankan kewajiban agama.
Ketiga, zakat fitrah menjadi bentuk penyucian jiwa setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh.
Karena itulah para ulama sangat menekankan agar umat Islam tidak menunda-nunda kewajiban ini hingga terjadi terlambat bayar zakat.
Cara Menghindari Terlambat Bayar Zakat
Agar tidak mengalami terlambat bayar zakat, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh umat Islam.
1. Membayar Zakat Lebih Awal
Salah satu cara terbaik adalah menunaikan zakat sejak awal Ramadan melalui masjid atau lembaga zakat terpercaya.
Dengan membayar lebih awal, risiko lupa atau terlambat dapat dihindari.
2. Membuat Pengingat Pribadi
Di era digital saat ini, umat Islam dapat memanfaatkan pengingat di ponsel atau kalender untuk menghindari terlambat bayar zakat.
Langkah sederhana ini dapat membantu memastikan kewajiban ibadah tidak terlewat.
3. Menyalurkan Melalui Lembaga Zakat
Menyalurkan zakat melalui lembaga resmi juga dapat membantu menghindari terlambat bayar zakat, karena lembaga tersebut biasanya memiliki sistem pengelolaan dan distribusi yang terorganisir.
Selain itu, penyaluran zakat juga menjadi lebih tepat sasaran kepada para mustahik yang berhak menerima.
4. Memahami Ilmu Zakat
Banyak kasus terlambat bayar zakat terjadi karena kurangnya pemahaman tentang hukum dan waktu pembayaran zakat.
Oleh karena itu, mempelajari ilmu zakat menjadi hal yang penting agar ibadah ini dapat dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat.
Masalah terlambat bayar zakat merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh setiap Muslim, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Islam telah memberikan panduan yang jelas mengenai waktu pembayaran zakat fitrah agar ibadah tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi penerima dan menjadi penyempurna ibadah puasa bagi yang menunaikannya.
Jika seseorang terlambat bayar zakat, maka zakat tersebut tetap wajib dibayarkan, namun ia kehilangan sebagian keutamaan yang seharusnya diperoleh apabila zakat ditunaikan sebelum salat Idulfitri. Bahkan dalam beberapa kondisi, keterlambatan tersebut dapat menyebabkan zakat hanya bernilai sebagai sedekah biasa.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak menunda kewajiban ini. Dengan membayar zakat fitrah tepat waktu, seorang Muslim tidak hanya menjalankan perintah agama, tetapi juga membantu saudara-saudara yang membutuhkan agar dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh kebahagiaan.
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dapat menunaikan zakat tepat waktu dan terhindar dari terlambat bayar zakat, sehingga ibadah Ramadan kita menjadi lebih sempurna di sisi Allah SWT.
Agar zakat fitrah benar-benar menjadi penyempurna puasa, sebaiknya ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idu. Fitri. Jangan menunggu hingga waktu semakin sempit. Mari sempurnakan ibadah Ramadhan dengan menunaikan zakat fitrah melalui BAZNAS DIY ?????
Berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Daerah Istimewa YogyakartaNo: Kep.-013/MUI-DIY/I/2026 tentang Besaran Zakat Fitri, Zakat Mal, Fidyah, Pembayaran dan Penyalurannya,besaran zakat fitrah tahun ini adalah Rp45.000/jiwa.Tunaikan zakat fitrah Anda tepat waktu, agar suci diri dan berbagi kebahagiaan dengan sesama melalui rekening:BSI 340-7799-736atau melalui link diy.baznas.go.id/bayarzakatTambahkan kode unik (013) dibelakang nominal transfer untuk zakat fitrah.???? Salurkan melalui BAZNAS DIY – Amanah, Transparan, dan Tepat Sasaran.
BERITA11/03/2026 | admin
Apakah Bayi yang Baru Lahir Wajib Dibayarkan Zakat Fitrahnya
Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam yang harus ditunaikan menjelang Hari Raya Idulfitri. Kewajiban ini bertujuan untuk menyucikan diri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan sekaligus membantu kaum fakir miskin agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya. Namun, di tengah masyarakat sering muncul pertanyaan: apakah bayi baru lahir berzakat atau wajib dibayarkan zakat fitrah oleh orang tuanya?
Pertanyaan mengenai bayi baru lahir berzakat cukup sering muncul terutama ketika seorang bayi lahir di bulan Ramadan atau bahkan beberapa jam sebelum Hari Raya Idulfitri. Banyak orang tua yang bingung apakah bayi tersebut sudah termasuk dalam golongan yang wajib dibayarkan zakat fitrahnya atau tidak.
Dalam Islam, ketentuan zakat fitrah memiliki aturan yang jelas mengenai siapa saja yang wajib menunaikannya. Oleh karena itu, memahami hukum bayi baru lahir berzakat penting agar umat Islam dapat menjalankan kewajiban ini dengan benar sesuai tuntunan syariat.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang hukum bayi baru lahir berzakat, waktu kelahiran yang menentukan kewajiban zakat fitrah, serta penjelasan para ulama mengenai hal tersebut.
Pengertian Zakat Fitrah dan Tujuannya
Sebelum membahas lebih jauh tentang bayi baru lahir berzakat, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu zakat fitrah.
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim menjelang Idulfitri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Zakat ini biasanya berupa makanan pokok seperti beras atau bahan pangan lain yang menjadi makanan utama masyarakat setempat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas setiap Muslim, baik budak maupun orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun orang dewasa.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa zakat fitrah tidak hanya diwajibkan bagi orang dewasa, tetapi juga anak kecil. Dari sinilah muncul pembahasan mengenai bayi baru lahir berzakat, apakah termasuk anak kecil yang wajib dibayarkan zakat fitrahnya.
Tujuan zakat fitrah sendiri antara lain:
Menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan dosa kecil.
Membantu kaum fakir miskin agar dapat merayakan Idulfitri dengan layak.
Menumbuhkan kepedulian sosial dalam masyarakat Muslim.
Apakah Bayi Baru Lahir Berzakat? Ini Penjelasan Hukumnya
Pertanyaan mengenai bayi baru lahir berzakat sebenarnya berkaitan erat dengan waktu kelahiran bayi tersebut.
Para ulama menjelaskan bahwa zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim yang masih hidup saat matahari terbenam pada malam Idulfitri (malam 1 Syawal).
Artinya, hukum bayi baru lahir berzakat bergantung pada kapan bayi tersebut dilahirkan.
1. Bayi Lahir Sebelum Matahari Terbenam di Akhir Ramadan
Jika bayi lahir sebelum matahari terbenam pada hari terakhir Ramadan, maka bayi tersebut termasuk orang yang wajib dibayarkan zakat fitrahnya.
Dengan kata lain, bayi baru lahir berzakat dalam kondisi ini karena ia sudah dianggap hidup ketika waktu wajib zakat fitrah tiba.
Orang tua atau wali bayi tersebut berkewajiban membayarkan zakat fitrahnya.
2. Bayi Lahir Setelah Matahari Terbenam di Malam Idulfitri
Sebaliknya, jika bayi lahir setelah matahari terbenam pada malam Idulfitri, maka bayi tersebut tidak wajib dibayarkan zakat fitrahnya pada tahun tersebut.
Dalam kondisi ini, hukum bayi baru lahir berzakat tidak berlaku karena bayi tersebut lahir setelah waktu kewajiban zakat fitrah.
Namun, jika orang tua tetap ingin mengeluarkan zakat atau sedekah atas nama bayi tersebut, hal itu diperbolehkan dan termasuk amalan baik.
Siapa yang Membayarkan Zakat Fitrah Bayi?
Dalam pembahasan bayi baru lahir berzakat, perlu diketahui bahwa bayi tentu belum memiliki kemampuan untuk mengeluarkan zakat sendiri.
Oleh karena itu, kewajiban membayar zakat fitrah bayi berada pada orang yang menanggung nafkahnya, biasanya ayah atau wali keluarga.
Jika seorang bayi lahir sebelum waktu wajib zakat fitrah, maka ayahnya wajib mengeluarkan zakat fitrah untuk:
dirinya sendiri
istrinya
anak-anaknya termasuk bayi yang baru lahir
Hal ini sesuai dengan kaidah bahwa kepala keluarga bertanggung jawab menunaikan zakat fitrah bagi anggota keluarganya.
Pendapat Para Ulama tentang Bayi Baru Lahir Berzakat
Para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa bayi baru lahir berzakat jika lahir sebelum matahari terbenam pada hari terakhir Ramadan.
Mazhab Syafi’i
Dalam mazhab Syafi’i dijelaskan bahwa zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim yang hidup saat matahari terbenam pada akhir Ramadan.
Artinya, bayi yang lahir sebelum waktu tersebut wajib dibayarkan zakat fitrahnya.
Mazhab Hanafi
Mazhab Hanafi juga memiliki pendapat yang hampir sama. Mereka menyatakan bahwa zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim yang hidup pada waktu kewajiban zakat.
Mazhab Maliki dan Hanbali
Kedua mazhab ini juga menyatakan bahwa bayi yang lahir sebelum terbenam matahari di akhir Ramadan termasuk yang wajib dibayarkan zakat fitrahnya.
Dari kesepakatan ini dapat disimpulkan bahwa hukum bayi baru lahir berzakat memiliki landasan kuat dalam fikih Islam.
Apakah Bayi dalam Kandungan Wajib Dizakati?
Selain pertanyaan tentang bayi baru lahir berzakat, sering juga muncul pertanyaan mengenai bayi yang masih berada dalam kandungan.
Mayoritas ulama menyatakan bahwa bayi dalam kandungan tidak wajib dibayarkan zakat fitrah.
Namun, sebagian ulama menganjurkan untuk mengeluarkan zakat fitrah bagi janin sebagai bentuk kesunnahan.
Riwayat dari sahabat Nabi, yaitu Utsman bin Affan RA, menyebutkan bahwa beliau pernah mengeluarkan zakat fitrah untuk bayi yang masih dalam kandungan.
Meskipun demikian, praktik ini bersifat sunnah dan bukan kewajiban.
Besaran Zakat Fitrah untuk Bayi
Jika seorang bayi termasuk dalam kategori bayi baru lahir berzakat, maka jumlah zakat yang dikeluarkan sama dengan zakat fitrah orang dewasa.
Besaran zakat fitrah adalah:
1 sha’ makanan pokok
setara sekitar 2,5 – 3 kg beras
Di Indonesia, banyak lembaga zakat juga memperbolehkan pembayaran zakat fitrah dalam bentuk uang yang nilainya setara dengan harga beras tersebut.
Namun, sebagian ulama tetap menganjurkan menunaikannya dalam bentuk makanan pokok sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
Hikmah Membayar Zakat Fitrah untuk Bayi
Pembahasan tentang bayi baru lahir berzakat juga mengandung hikmah yang mendalam dalam Islam.
Beberapa hikmah tersebut antara lain:
1. Mengajarkan Kepedulian Sosial Sejak Awal Kehidupan
Dengan membayarkan zakat fitrah untuk bayi, orang tua sebenarnya sedang menanamkan nilai kepedulian sosial sejak awal kehidupan anak.
2. Menyempurnakan Kewajiban Keluarga
Zakat fitrah yang dibayarkan untuk seluruh anggota keluarga termasuk bayi menunjukkan kesempurnaan tanggung jawab seorang kepala keluarga.
3. Membersihkan Harta dan Jiwa
Zakat fitrah memiliki fungsi sebagai pembersih jiwa dan harta, termasuk bagi keluarga yang baru saja mendapatkan anugerah kelahiran anak.
Kesimpulan
Pertanyaan mengenai bayi baru lahir berzakat sering muncul di kalangan umat Islam, terutama ketika kelahiran bayi terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dalam Islam, hukum bayi baru lahir berzakat bergantung pada waktu kelahirannya. Jika bayi lahir sebelum matahari terbenam pada hari terakhir Ramadan, maka ia wajib dibayarkan zakat fitrahnya oleh orang tua atau walinya. Namun, jika bayi lahir setelah matahari terbenam pada malam Idulfitri, maka ia tidak wajib dibayarkan zakat fitrah pada tahun tersebut.
Meskipun demikian, orang tua tetap diperbolehkan mengeluarkan sedekah atas nama bayi sebagai bentuk rasa syukur atas kelahirannya.
Memahami hukum bayi baru lahir berzakat membantu umat Islam menjalankan ibadah zakat fitrah dengan benar sesuai tuntunan syariat. Dengan demikian, zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga sarana mempererat kepedulian sosial dan menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT.
Memahami ketentuan zakat fitrah untuk seluruh anggota keluarga, termasuk bayi yang baru lahir, membantu kita menjalankan kewajiban dengan lebih sempurna.
Mari sempurnakan ibadah Ramadhan dengan menunaikan zakat fitrah melalui BAZNAS DIY ?????Berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Daerah Istimewa YogyakartaNo: Kep.-013/MUI-DIY/I/2026 tentang Besaran Zakat Fitri, Zakat Mal, Fidyah, Pembayaran dan Penyalurannya,besaran zakat fitrah tahun ini adalah Rp45.000/jiwa.Tunaikan zakat fitrah Anda tepat waktu, agar suci diri dan berbagi kebahagiaan dengan sesama melalui rekening:BSI 340-7799-736atau melalui link diy.baznas.go.id/bayarzakatTambahkan kode unik (013) dibelakang nominal transfer untuk zakat fitrah.???? Salurkan melalui BAZNAS DIY – Amanah, Transparan, dan Tepat Sasaran.
BERITA11/03/2026 | admin
Sejarah Ramadhan Disebut Bulan Diturunkannya Al-Quran
Sejarah Ramadhan merupakan bagian penting dalam perjalanan spiritual umat Islam. Bulan Ramadhan tidak hanya dikenal sebagai bulan diwajibkannya ibadah puasa, tetapi juga sebagai bulan penuh keberkahan karena pada bulan inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa besar tersebut menjadikan Ramadhan memiliki kedudukan istimewa dalam kehidupan umat Islam di seluruh dunia.
Dalam kajian Islam, Sejarah Ramadhan erat kaitannya dengan turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Peristiwa ini menjadi awal dari risalah kenabian dan juga menjadi tonggak penting dalam sejarah peradaban Islam. Oleh karena itu, Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai waktu untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
Melalui pemahaman Sejarah Ramadhan, umat Islam diingatkan bahwa bulan suci ini merupakan waktu yang penuh dengan rahmat, ampunan, serta kesempatan memperbaiki diri. Tidak heran jika umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, memperbanyak doa, dan melaksanakan salat malam.
Sejarah Ramadhan Disebut Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
Dalam Sejarah Ramadhan, salah satu peristiwa paling agung adalah turunnya Al-Qur’an. Allah SWT secara tegas menyebutkan hal ini dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 185:
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.”
Ayat tersebut menjadi dasar utama mengapa Sejarah Ramadhan selalu dikaitkan dengan turunnya kitab suci Al-Qur’an. Para ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam dua tahap. Pertama, Al-Qur’an diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia (Baitul Izzah) pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. Kedua, Al-Qur’an kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW selama kurang lebih 23 tahun.
Peristiwa ini menunjukkan betapa istimewanya Ramadhan dalam Sejarah Ramadhan umat Islam. Bulan ini menjadi simbol turunnya petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.
Peristiwa Turunnya Wahyu Pertama di Gua Hira
Jika menelusuri Sejarah Ramadhan, kita akan menemukan kisah ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama. Saat itu, Nabi Muhammad sering menyendiri dan beribadah di Gua Hira yang berada di Jabal Nur, dekat kota Makkah.
Pada salah satu malam di bulan Ramadhan, Malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama yang terdapat dalam Surah Al-Alaq ayat 1–5:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
Peristiwa ini menjadi awal dari turunnya Al-Qur’an sekaligus dimulainya dakwah Islam. Dalam Sejarah Ramadhan, kejadian tersebut menjadi momentum yang mengubah arah kehidupan manusia, karena sejak saat itu wahyu Ilahi mulai diturunkan sebagai pedoman hidup.
Para ulama menyebut malam turunnya wahyu pertama ini sebagai bagian dari malam Lailatul Qadar yang memiliki kemuliaan luar biasa. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan.
Ramadhan dalam Sejarah Peradaban Islam
Selain dikenal sebagai bulan turunnya Al-Qur’an, Sejarah Ramadhan juga dipenuhi dengan berbagai peristiwa penting dalam perjalanan umat Islam.
Beberapa peristiwa besar yang terjadi di bulan Ramadhan antara lain:
1. Perang Badar
Perang Badar terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriah. Dalam Sejarah Ramadhan, perang ini menjadi salah satu kemenangan penting umat Islam melawan kaum Quraisy. Meskipun jumlah pasukan Muslim jauh lebih sedikit, mereka berhasil meraih kemenangan dengan pertolongan Allah SWT.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan perjuangan dan pengorbanan.
2. Fathu Makkah (Penaklukan Kota Makkah)
Peristiwa besar lainnya dalam Sejarah Ramadhan adalah penaklukan Kota Makkah oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun ke-8 Hijriah. Peristiwa ini dikenal sebagai Fathu Makkah.
Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW memasuki kota Makkah dengan penuh kerendahan hati dan memberikan pengampunan kepada banyak orang yang sebelumnya memusuhi beliau. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat dan kedamaian.
3. Nuzulul Qur’an
Dalam Sejarah Ramadhan, peristiwa turunnya Al-Qur’an juga dikenal sebagai Nuzulul Qur’an. Di Indonesia, peringatan Nuzulul Qur’an biasanya dilakukan pada malam 17 Ramadhan dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, tilawah Al-Qur’an, dan ceramah.
Peringatan ini bertujuan agar umat Islam semakin mencintai dan memahami Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Mengapa Ramadhan Begitu Istimewa dalam Sejarah Islam
Jika melihat kembali Sejarah Ramadhan, ada beberapa alasan mengapa bulan ini sangat istimewa bagi umat Islam.
1. Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, Ramadhan adalah bulan diturunkannya kitab suci Al-Qur’an. Oleh karena itu, dalam Sejarah Ramadhan, bulan ini selalu dikaitkan dengan aktivitas membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an.
2. Bulan Pengampunan Dosa
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa siapa saja yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Hal ini menjadikan Sejarah Ramadhan sebagai simbol bulan penuh ampunan dan kesempatan memperbaiki diri.
3. Adanya Malam Lailatul Qadar
Dalam Sejarah Ramadhan, terdapat malam yang sangat mulia yaitu Lailatul Qadar. Malam ini disebut lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan.
Karena keutamaannya yang luar biasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Hikmah Memahami Sejarah Ramadhan
Memahami Sejarah Ramadhan bukan hanya sekadar mengetahui peristiwa masa lalu, tetapi juga memiliki banyak hikmah bagi kehidupan umat Islam.
Beberapa hikmah tersebut antara lain:
1. Menumbuhkan Kecintaan terhadap Al-Qur’an
Dengan memahami Sejarah Ramadhan, umat Islam diingatkan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup yang diturunkan pada bulan penuh berkah.
2. Memperkuat Keimanan
Peristiwa-peristiwa besar dalam Sejarah Ramadhan seperti turunnya wahyu pertama dan kemenangan umat Islam dalam Perang Badar dapat meningkatkan keimanan serta keyakinan kepada pertolongan Allah.
3. Memotivasi untuk Memperbanyak Ibadah
Mengetahui keutamaan Ramadhan dalam Sejarah Ramadhan akan mendorong umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah seperti puasa, salat tarawih, sedekah, dan membaca Al-Qur’an.
Pada akhirnya, Sejarah Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa turunnya Al-Qur’an yang menjadi petunjuk hidup bagi umat manusia. Ramadhan disebut sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an karena pada bulan inilah wahyu pertama disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira.
Melalui pemahaman Sejarah Ramadhan, umat Islam dapat menyadari bahwa bulan suci ini memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Ramadhan bukan hanya bulan puasa, tetapi juga bulan ilmu, bulan perjuangan, dan bulan turunnya rahmat Allah SWT.
Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak ibadah, mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, serta memperbaiki akhlak dan perilaku. Dengan begitu, semangat yang terkandung dalam Sejarah Ramadhan dapat terus hidup dalam kehidupan umat Islam hingga hari ini.
Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk yang memerintahkan kita untuk peduli terhadap hak-hak orang miskin dalam harta kita. Mengingat kembali sejarah agung ini seharusnya memotivasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih dermawan dan taat aturan agama.
Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama.
- Dengan zakat, kita bersihkan harta.
- Dengan infak, kita kuatkan solidaritas.
- Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan.
Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.
- Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY
ZAKAT
BSI : 309 12 2015 5
an.BAZNAS DIY
INFAQ/SEDEKAH
BSI : 309 12 2019 8
an.BAZNAS DIY
atau melalui link:
diy.baznas.go.id/bayarzakat
- Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616
- Website: diy.baznas.go.id
- Media Sosial: @baznasdiy__official
BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA11/03/2026 | admin
Sejarah Ramadhan Disebut Bulan Diturunkannya Al-Quran
Sejarah Ramadhan merupakan bagian penting dalam perjalanan spiritual umat Islam. Bulan Ramadhan tidak hanya dikenal sebagai bulan diwajibkannya ibadah puasa, tetapi juga sebagai bulan penuh keberkahan karena pada bulan inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa besar tersebut menjadikan Ramadhan memiliki kedudukan istimewa dalam kehidupan umat Islam di seluruh dunia.
Dalam kajian Islam, Sejarah Ramadhan erat kaitannya dengan turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Peristiwa ini menjadi awal dari risalah kenabian dan juga menjadi tonggak penting dalam sejarah peradaban Islam. Oleh karena itu, Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai waktu untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
Melalui pemahaman Sejarah Ramadhan, umat Islam diingatkan bahwa bulan suci ini merupakan waktu yang penuh dengan rahmat, ampunan, serta kesempatan memperbaiki diri. Tidak heran jika umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, memperbanyak doa, dan melaksanakan salat malam.
Sejarah Ramadhan Disebut Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
Dalam Sejarah Ramadhan, salah satu peristiwa paling agung adalah turunnya Al-Qur’an. Allah SWT secara tegas menyebutkan hal ini dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 185:
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.”
Ayat tersebut menjadi dasar utama mengapa Sejarah Ramadhan selalu dikaitkan dengan turunnya kitab suci Al-Qur’an. Para ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam dua tahap. Pertama, Al-Qur’an diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia (Baitul Izzah) pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. Kedua, Al-Qur’an kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW selama kurang lebih 23 tahun.
Peristiwa ini menunjukkan betapa istimewanya Ramadhan dalam Sejarah Ramadhan umat Islam. Bulan ini menjadi simbol turunnya petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.
Peristiwa Turunnya Wahyu Pertama di Gua Hira
Jika menelusuri Sejarah Ramadhan, kita akan menemukan kisah ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama. Saat itu, Nabi Muhammad sering menyendiri dan beribadah di Gua Hira yang berada di Jabal Nur, dekat kota Makkah.
Pada salah satu malam di bulan Ramadhan, Malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama yang terdapat dalam Surah Al-Alaq ayat 1–5:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
Peristiwa ini menjadi awal dari turunnya Al-Qur’an sekaligus dimulainya dakwah Islam. Dalam Sejarah Ramadhan, kejadian tersebut menjadi momentum yang mengubah arah kehidupan manusia, karena sejak saat itu wahyu Ilahi mulai diturunkan sebagai pedoman hidup.
Para ulama menyebut malam turunnya wahyu pertama ini sebagai bagian dari malam Lailatul Qadar yang memiliki kemuliaan luar biasa. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan.
Ramadhan dalam Sejarah Peradaban Islam
Selain dikenal sebagai bulan turunnya Al-Qur’an, Sejarah Ramadhan juga dipenuhi dengan berbagai peristiwa penting dalam perjalanan umat Islam.
Beberapa peristiwa besar yang terjadi di bulan Ramadhan antara lain:
1. Perang Badar
Perang Badar terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriah. Dalam Sejarah Ramadhan, perang ini menjadi salah satu kemenangan penting umat Islam melawan kaum Quraisy. Meskipun jumlah pasukan Muslim jauh lebih sedikit, mereka berhasil meraih kemenangan dengan pertolongan Allah SWT.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan perjuangan dan pengorbanan.
2. Fathu Makkah (Penaklukan Kota Makkah)
Peristiwa besar lainnya dalam Sejarah Ramadhan adalah penaklukan Kota Makkah oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun ke-8 Hijriah. Peristiwa ini dikenal sebagai Fathu Makkah.
Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW memasuki kota Makkah dengan penuh kerendahan hati dan memberikan pengampunan kepada banyak orang yang sebelumnya memusuhi beliau. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat dan kedamaian.
3. Nuzulul Qur’an
Dalam Sejarah Ramadhan, peristiwa turunnya Al-Qur’an juga dikenal sebagai Nuzulul Qur’an. Di Indonesia, peringatan Nuzulul Qur’an biasanya dilakukan pada malam 17 Ramadhan dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, tilawah Al-Qur’an, dan ceramah.
Peringatan ini bertujuan agar umat Islam semakin mencintai dan memahami Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Mengapa Ramadhan Begitu Istimewa dalam Sejarah Islam
Jika melihat kembali Sejarah Ramadhan, ada beberapa alasan mengapa bulan ini sangat istimewa bagi umat Islam.
1. Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, Ramadhan adalah bulan diturunkannya kitab suci Al-Qur’an. Oleh karena itu, dalam Sejarah Ramadhan, bulan ini selalu dikaitkan dengan aktivitas membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an.
2. Bulan Pengampunan Dosa
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa siapa saja yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Hal ini menjadikan Sejarah Ramadhan sebagai simbol bulan penuh ampunan dan kesempatan memperbaiki diri.
3. Adanya Malam Lailatul Qadar
Dalam Sejarah Ramadhan, terdapat malam yang sangat mulia yaitu Lailatul Qadar. Malam ini disebut lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan.
Karena keutamaannya yang luar biasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Hikmah Memahami Sejarah Ramadhan
Memahami Sejarah Ramadhan bukan hanya sekadar mengetahui peristiwa masa lalu, tetapi juga memiliki banyak hikmah bagi kehidupan umat Islam.
Beberapa hikmah tersebut antara lain:
1. Menumbuhkan Kecintaan terhadap Al-Qur’an
Dengan memahami Sejarah Ramadhan, umat Islam diingatkan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup yang diturunkan pada bulan penuh berkah.
2. Memperkuat Keimanan
Peristiwa-peristiwa besar dalam Sejarah Ramadhan seperti turunnya wahyu pertama dan kemenangan umat Islam dalam Perang Badar dapat meningkatkan keimanan serta keyakinan kepada pertolongan Allah.
3. Memotivasi untuk Memperbanyak Ibadah
Mengetahui keutamaan Ramadhan dalam Sejarah Ramadhan akan mendorong umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah seperti puasa, salat tarawih, sedekah, dan membaca Al-Qur’an.
Pada akhirnya, Sejarah Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa turunnya Al-Qur’an yang menjadi petunjuk hidup bagi umat manusia. Ramadhan disebut sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an karena pada bulan inilah wahyu pertama disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira.
Melalui pemahaman Sejarah Ramadhan, umat Islam dapat menyadari bahwa bulan suci ini memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Ramadhan bukan hanya bulan puasa, tetapi juga bulan ilmu, bulan perjuangan, dan bulan turunnya rahmat Allah SWT.
Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak ibadah, mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, serta memperbaiki akhlak dan perilaku. Dengan begitu, semangat yang terkandung dalam Sejarah Ramadhan dapat terus hidup dalam kehidupan umat Islam hingga hari ini.
Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk yang memerintahkan kita untuk peduli terhadap hak-hak orang miskin dalam harta kita. Mengingat kembali sejarah agung ini seharusnya memotivasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih dermawan dan taat aturan agama.
Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama.
- Dengan zakat, kita bersihkan harta.
- Dengan infak, kita kuatkan solidaritas.
- Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan.
Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.
- Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY
ZAKAT
BSI : 309 12 2015 5
an.BAZNAS DIY
INFAQ/SEDEKAH
BSI : 309 12 2019 8
an.BAZNAS DIY
atau melalui link:
diy.baznas.go.id/bayarzakat
- Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616
- Website: diy.baznas.go.id
- Media Sosial: @baznasdiy__official
BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA11/03/2026 | admin
Anjuran Perbanyak Doa di Waktu-Waktu Mustajab Ramadhan
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh keberkahan, ampunan, dan rahmat dari Allah SWT. Di bulan yang suci ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berbagai ibadah, mulai dari puasa, shalat malam, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak doa. Banyak ulama menjelaskan bahwa terdapat waktu-waktu tertentu di bulan Ramadhan yang memiliki keutamaan khusus, di mana doa lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, memahami dan memanfaatkan doa mustajab ramadhan menjadi sangat penting bagi setiap muslim yang ingin mendapatkan keberkahan dan rahmat Allah.
Dalam Islam, doa merupakan bentuk komunikasi langsung antara hamba dengan Tuhannya. Melalui doa, seorang muslim menyampaikan harapan, permohonan, dan rasa syukur kepada Allah SWT. Terlebih di bulan Ramadhan, pintu langit dibuka lebih luas, setan-setan dibelenggu, dan pahala amal dilipatgandakan. Hal ini menjadikan doa mustajab ramadhan sebagai kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan.
Artikel ini akan membahas pentingnya memperbanyak doa di bulan Ramadhan, waktu-waktu mustajab untuk berdoa, serta beberapa amalan yang dapat membantu seorang muslim agar doanya lebih mudah dikabulkan.
Keutamaan Berdoa di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Allah SWT memberikan banyak keistimewaan di bulan ini, salah satunya adalah peluang besar bagi doa untuk dikabulkan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.”(QS. Al-Baqarah: 186)
Ayat ini berada di tengah pembahasan tentang puasa Ramadhan, yang menunjukkan bahwa doa memiliki kaitan erat dengan ibadah puasa. Hal ini menegaskan bahwa memperbanyak doa mustajab ramadhan merupakan amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.”(HR. Tirmidzi)
Hadis ini menjelaskan bahwa orang yang sedang berpuasa memiliki kesempatan besar untuk memperoleh doa mustajab ramadhan, terutama menjelang waktu berbuka.
Waktu-Waktu Mustajab untuk Berdoa di Bulan Ramadhan
Agar doa yang dipanjatkan lebih berpeluang dikabulkan, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan waktu-waktu istimewa di bulan Ramadhan. Berikut beberapa waktu yang dikenal sebagai momen terbaik untuk memanjatkan doa mustajab ramadhan.
1. Saat Sahur
Waktu sahur merupakan salah satu waktu yang penuh keberkahan. Selain menjadi waktu yang dianjurkan untuk makan sebelum berpuasa, sahur juga merupakan momen yang sangat baik untuk berdoa.
Pada waktu ini, suasana cenderung tenang dan hati lebih khusyuk. Allah SWT juga memuji orang-orang yang memohon ampun pada waktu sahur.
Allah berfirman:
“Dan pada waktu sahur mereka memohon ampun.”(QS. Adz-Dzariyat: 18)
Karena itu, memanjatkan doa mustajab ramadhan pada waktu sahur dapat menjadi kesempatan besar untuk mendapatkan ampunan dan keberkahan.
2. Saat Berpuasa
Sepanjang hari ketika seorang muslim menjalankan ibadah puasa, ia berada dalam kondisi ibadah. Kondisi ini menjadikan doa yang dipanjatkan lebih dekat untuk dikabulkan.
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak. Oleh sebab itu, memperbanyak doa mustajab ramadhan saat berpuasa menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Doa dapat dipanjatkan kapan saja selama berpuasa, baik setelah shalat, saat membaca Al-Qur’an, maupun ketika sedang beraktivitas.
3. Menjelang Berbuka Puasa
Menjelang waktu berbuka merupakan salah satu waktu paling mustajab dalam berdoa di bulan Ramadhan. Pada saat ini, seorang muslim telah menahan lapar, haus, dan berbagai godaan sepanjang hari demi ketaatan kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika berbuka terdapat doa yang tidak ditolak.”(HR. Ibnu Majah)
Oleh karena itu, sebelum berbuka puasa sebaiknya seorang muslim memperbanyak doa mustajab ramadhan, memohon kebaikan dunia dan akhirat.
4. Sepertiga Malam Terakhir
Sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang sangat istimewa dalam Islam. Pada waktu ini, Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang memohon dengan penuh keikhlasan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tuhan kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku kabulkan.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, bangun untuk melaksanakan shalat tahajud dan memanjatkan doa mustajab ramadhan pada waktu ini merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
5. Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam ini terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Allah SWT berfirman:
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”(QS. Al-Qadr: 3)
Pada malam yang penuh keberkahan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan doa mustajab ramadhan.
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika malam Lailatul Qadar adalah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”(HR. Tirmidzi)
Tips Agar Doa di Bulan Ramadhan Lebih Mudah Dikabulkan
Selain memanfaatkan waktu mustajab, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan agar doa mustajab ramadhan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
1. Memulai Doa dengan Pujian kepada Allah
Sebelum menyampaikan permohonan, dianjurkan untuk memulai doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
2. Berdoa dengan Khusyuk dan Penuh Keyakinan
Doa harus dipanjatkan dengan hati yang khusyuk dan keyakinan bahwa Allah SWT pasti mendengar dan mampu mengabulkan.
3. Menghindari Makanan Haram
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa makanan yang haram dapat menjadi penghalang terkabulnya doa. Oleh karena itu, seorang muslim harus memastikan bahwa rezekinya halal.
4. Tidak Tergesa-Gesa
Dalam berdoa, seorang muslim tidak boleh terburu-buru. Tetaplah bersabar dan yakin bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa pada waktu terbaik.
5. Memperbanyak Amal Kebaikan
Sedekah, membaca Al-Qur’an, dan membantu sesama dapat menjadi sebab terkabulnya doa mustajab ramadhan.
Bulan Ramadhan merupakan kesempatan emas bagi setiap muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak doa, terutama pada waktu-waktu mustajab seperti saat sahur, menjelang berbuka, sepertiga malam terakhir, dan malam Lailatul Qadar.
Dengan memanfaatkan momen-momen tersebut, seorang muslim memiliki peluang besar untuk mendapatkan doa mustajab ramadhan yang dikabulkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, jangan sia-siakan bulan penuh rahmat ini. Perbanyak doa, perbanyak ibadah, dan mohonlah kepada Allah segala kebaikan dunia dan akhirat.
Semoga setiap doa yang dipanjatkan di bulan suci ini menjadi doa mustajab ramadhan yang membawa keberkahan, ampunan, dan kebahagiaan bagi kita semua.
Di balik setiap doa yang kita panjatkan, terselip harapan agar amalan kita diterima di sisi-Nya. Salah satu cara agar doa lebih cepat terangkat adalah dengan menyertainya dengan amal jariyah yang bermanfaat bagi sesama.
Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama.
- Dengan zakat, kita bersihkan harta.
- Dengan infak, kita kuatkan solidaritas.
- Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan.
Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.
- Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY
ZAKAT
BSI : 309 12 2015 5
an.BAZNAS DIY
INFAQ/SEDEKAH
BSI : 309 12 2019 8
an.BAZNAS DIY
atau melalui link:
diy.baznas.go.id/bayarzakat
- Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616
- Website: diy.baznas.go.id
- Media Sosial: @baznasdiy__official
BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA10/03/2026 | admin

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lihat Daftar Rekening →