WhatsApp Icon
Bersama Cegah Stunting, Bersama Wujudkan Masa Depan Anak Indonesia yang Lebih Baik

Yogyakarta – Ketua BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., menjadi narasumber dalam kegiatan Mitra OTA Fest Genting 2026 bertajuk "Satu Kepedulian, Seribu Harapan untuk Masa Depan Anak Indonesia" yang diselenggarakan di Hotel Phoenix Yogyakarta.

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.

Dalam paparannya, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si. menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga filantropi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi, peningkatan kesejahteraan keluarga, serta edukasi bagi masyarakat.

"Kolaborasi adalah kunci. Melalui pengelolaan dana zakat yang amanah dan tepat sasaran, BAZNAS DIY berkomitmen mendukung berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan, termasuk dalam upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas," ujar Puji Astuti.

Melalui keikutsertaan sebagai narasumber dalam Mitra OTA Fest Genting 2026, BAZNAS DIY berharap semakin banyak mitra yang terlibat aktif dalam membangun kepedulian sosial demi mewujudkan masa depan anak-anak Indonesia yang lebih baik. Semangat "Satu Kepedulian, Seribu Harapan untuk Masa Depan Anak Indonesia" diharapkan menjadi penguat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.

26/06/2026 | Kontributor: admin
Dari Zakat untuk Harapan: Modal Usaha bagi Disabilitas, Dukungan Pendidikan untuk Anak Yatim

 

Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY menyalurkan bantuan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kanwil Kementerian Agama DIY sebagai wujud kepedulian dan sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bantuan yang disalurkan meliputi modal usaha bagi penyandang disabilitas sebagai upaya mendukung kemandirian ekonomi, serta peralatan sekolah dan uang saku bagi anak-anak yatim guna membantu memenuhi kebutuhan pendidikan mereka.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si. Turut mendampingi dalam penyerahan tersebut Kepala Kanwil Kementerian Agama DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum, serta Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag DIY, H. Nurhuda, S.Ag., M.S.I.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS DIY menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari amanah para muzaki yang disalurkan melalui BAZNAS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan seperti anak yatim dan penyandang disabilitas.

"Bantuan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban para penerima manfaat, tetapi juga menjadi penyemangat bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan usahanya serta memotivasi anak-anak yatim agar terus semangat belajar dan meraih cita-cita," ujarnya.

Kepala Kanwil Kementerian Agama DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Kanwil Kemenag DIY dan BAZNAS DIY dalam menghadirkan program-program kemanfaatan bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat yang baik dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan umat.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS DIY bersama Kanwil Kementerian Agama DIY berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi ikhtiar dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas serta mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak yatim, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan penuh harapan.

25/06/2026 | Kontributor: admin
Menebar Cinta di Bulan Muharram, BAZNAS DIY Berikan Santunan bagi Anak Yatim

 

Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Bulan Muharram sekaligus menyemarakkan Lebaran Anak Yatim, BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim di DIY pada Kamis, bertempat di Kantor BAZNAS DIY.

Santunan yang diberikan berupa uang saku dan peralatan sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan pendidikan sekaligus upaya memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim di momentum Bulan Muharram yang dikenal sebagai bulan penuh kemuliaan.

Penyerahan santunan dilakukan oleh Wakil Ketua I BAZNAS DIY, Dr. H. Munjahid, M.Ag., dan Wakil Ketua IV BAZNAS DIY, H. Ahmad Lutfi, S.S., M.A., yang hadir mewakili BAZNAS DIY.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS DIY menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan wujud nyata amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS DIY. Melalui amanah tersebut, diharapkan anak-anak yatim dapat merasakan kebahagiaan di Bulan Muharram sekaligus memperoleh dukungan untuk terus semangat menempuh pendidikan.

Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya memuliakan dan menyayangi anak yatim sebagaimana dianjurkan dalam ajaran Islam. BAZNAS DIY berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan kebutuhan para penerima manfaat serta menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar, meraih cita-cita, dan menatap masa depan dengan penuh optimisme.

Program santunan Lebaran Anak Yatim ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS DIY dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat semangat berbagi dan kepedulian di Bulan Muharram yang penuh keberkahan.

25/06/2026 | Kontributor: admin
Khatmil Al-Qur'an BAZNAS DIY, Ikhtiar Meraih Syafaat Al-Qur'an

Dalam rangka menyemarakkan Bulan Muharram, BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Khatmil Al-Qur'an di Kantor BAZNAS DIY pada Kamis. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus BAZNAS DIY, para anak yatim, serta para qari yang memimpin jalannya khataman.

Khatmil Al-Qur'an dipimpin oleh K. Afif Sholachudin, K. Amru Saifudin, K. Abdul Latif, Ust. Abdul Mujib, dan K. M. Zuban. Suasana khusyuk menyelimuti seluruh rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an hingga doa khatmil.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an, serta memohon keberkahan dan syafaat Al-Qur'an bagi seluruh keluarga besar BAZNAS DIY, para muzaki, mustahik, dan masyarakat luas. Kehadiran anak-anak yatim dalam kegiatan ini juga menjadi wujud perhatian BAZNAS DIY dalam menghadirkan pembinaan spiritual sekaligus kebahagiaan di Bulan Muharram yang dikenal sebagai momentum memuliakan anak yatim.

Melalui kegiatan Khatmil Al-Qur'an ini, BAZNAS DIY berharap nilai-nilai Al-Qur'an senantiasa menjadi pedoman dalam menjalankan amanah pelayanan kepada umat, sekaligus menguatkan semangat berbagi dan kepedulian sosial.

 

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah SWT menjadikan Al-Qur'an sebagai cahaya kehidupan, pemberi syafaat di hari akhir, serta melimpahkan keberkahan bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menebarkan manfaat melalui zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua dan menjadikan Al-Qur'an sebagai penolong di dunia maupun di akhirat. Aamiin.

25/06/2026 | Kontributor: admin
Hunian Layak, Anak Sehat: BAZNAS DIY Wujudkan Rumah Layak Huni sebagai Upaya Menekan Risiko Stunting

Sleman – BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut berpartisipasi dalam kegiatan "Temu Kader Tim Pendamping Keluarga dan Keluarga Risiko Stunting serta Literasi Keuangan dalam Mendukung Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting)" yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kegiatan berlangsung di Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Sleman.

Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., hadir mewakili BAZNAS DIY sekaligus menyerahkan bantuan bedah rumah kepada salah satu keluarga penerima manfaat sebagai bentuk dukungan terhadap upaya percepatan penurunan angka stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program bantuan Rumah Layak Huni ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hunian yang sehat dan layak diyakini menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, sehingga dapat membantu mengurangi risiko stunting.

Ketua BAZNAS DIY menyampaikan bahwa penanganan stunting memerlukan kolaborasi berbagai pihak, tidak hanya melalui pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga dengan menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat, aman, dan layak huni.

"Melalui bantuan bedah rumah ini, kami berharap keluarga penerima manfaat dapat memiliki tempat tinggal yang lebih sehat dan nyaman, sehingga mendukung terciptanya kualitas hidup yang lebih baik serta menjadi salah satu ikhtiar dalam mencegah risiko stunting," ujarnya.

BAZNAS DIY terus berkomitmen mendukung program-program pemerintah melalui pendayagunaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya secara tepat sasaran. Sinergi bersama BKKBN dalam Program GENTING diharapkan mampu memperkuat upaya mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta.

25/06/2026 | Kontributor: admin

Berita Terbaru

Amalan yang Dianjurkan Menjelang Idul Fitri
Amalan yang Dianjurkan Menjelang Idul Fitri
Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu momen paling istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan, umat Muslim menyambut hari kemenangan dengan penuh rasa syukur. Dalam ajaran Islam, terdapat berbagai amalan Idul Fitri yang dianjurkan untuk dilakukan agar hari raya tidak hanya menjadi perayaan semata, tetapi juga menjadi momentum peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Melaksanakan amalan Idul Fitri bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari sunnah Rasulullah SAW yang memiliki nilai ibadah yang besar. Amalan-amalan tersebut bertujuan untuk menyempurnakan ibadah Ramadhan sekaligus menguatkan hubungan antar sesama manusia. Oleh karena itu, memahami dan mengamalkan berbagai amalan Idul Fitri menjadi hal penting bagi setiap Muslim agar dapat meraih keberkahan di hari kemenangan. Selain itu, amalan Idul Fitri juga menjadi sarana untuk membersihkan hati, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Dengan menjalankan amalan-amalan tersebut, umat Islam diharapkan dapat kembali kepada fitrah, yaitu kondisi suci sebagaimana ketika pertama kali dilahirkan. 1. Membayar Zakat Fitrah sebagai Amalan Idul Fitri yang Utama Salah satu amalan Idul Fitri yang paling penting adalah menunaikan zakat fitrah. Zakat fitrah wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang mampu sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Tujuan zakat fitrah adalah untuk membersihkan jiwa orang yang berpuasa dari kesalahan dan kekurangan selama Ramadhan, serta membantu kaum fakir dan miskin agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan di hari raya. Rasulullah SAW bersabda: “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor serta sebagai makanan bagi orang miskin.”(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah) Dengan menunaikan zakat fitrah, umat Islam telah melaksanakan salah satu amalan Idul Fitri yang memiliki dampak sosial yang sangat besar. Zakat ini biasanya diberikan dalam bentuk makanan pokok seperti beras sebanyak satu sha’ atau sekitar 2,5–3 kilogram per orang. 2. Memperbanyak Takbir Menjelang Idul Fitri Mengumandangkan takbir merupakan amalan Idul Fitri yang sangat dianjurkan sejak malam Idul Fitri hingga pelaksanaan salat Id. Takbir menjadi ungkapan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, khususnya kesempatan untuk menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”(QS. Al-Baqarah: 185) Menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir, tahmid, dan tahlil merupakan bagian dari amalan Idul Fitri yang menunjukkan kebesaran Allah SWT. Di banyak tempat, umat Islam melaksanakan takbiran bersama di masjid atau lingkungan masyarakat sebagai bentuk kebersamaan dan syiar Islam. 3. Mandi dan Berhias Sebelum Salat Id Di antara amalan Idul Fitri yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah mandi sebelum melaksanakan salat Id. Mandi ini bertujuan untuk membersihkan diri dan menyambut hari raya dengan keadaan yang suci dan rapi. Selain mandi, umat Islam juga dianjurkan untuk memakai pakaian terbaik yang dimiliki. Tidak harus pakaian baru, tetapi yang penting bersih, rapi, dan pantas. Rasulullah SAW juga menggunakan wewangian ketika akan melaksanakan salat Id. Dengan melakukan hal ini, umat Islam tidak hanya menjalankan amalan Idul Fitri, tetapi juga menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. 4. Makan Sebelum Berangkat Salat Id Berbeda dengan hari-hari biasa saat berpuasa, pada pagi hari Idul Fitri umat Islam dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat Id. Hal ini termasuk salah satu amalan Idul Fitri yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis disebutkan: “Rasulullah SAW tidak keluar pada hari Idul Fitri sampai beliau makan terlebih dahulu beberapa butir kurma.”(HR. Bukhari) Amalan ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan telah selesai, sehingga umat Islam dianjurkan untuk makan sebelum pergi ke masjid atau lapangan untuk melaksanakan salat Id. 5. Melaksanakan Salat Idul Fitri Berjamaah Salat Idul Fitri merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Melaksanakan salat Id bersama-sama dengan umat Islam lainnya menjadi salah satu amalan Idul Fitri yang memiliki nilai kebersamaan dan persatuan. Salat Id biasanya dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka agar dapat diikuti oleh banyak orang. Selain sebagai ibadah, salat Id juga menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di antara umat Muslim. Setelah salat Id, biasanya dilanjutkan dengan khutbah yang berisi nasihat keagamaan serta pesan moral bagi umat Islam agar tetap menjaga ketakwaan setelah Ramadhan. 6. Menjalin Silaturahmi dan Saling Memaafkan Salah satu tradisi yang sangat erat dengan amalan Idul Fitri adalah saling memaafkan. Umat Islam dianjurkan untuk saling meminta maaf atas kesalahan yang pernah terjadi, baik kepada keluarga, tetangga, maupun sahabat. Silaturahmi pada hari raya juga menjadi cara untuk memperkuat hubungan sosial. Dengan saling berkunjung dan bermaaf-maafan, hati menjadi lebih lapang dan hubungan antar sesama menjadi lebih harmonis. Walaupun tradisi mudik dan berkumpul bersama keluarga sering dilakukan pada momen ini, inti dari amalan Idul Fitri tetaplah pada upaya memperbaiki hubungan dan membersihkan hati dari rasa dendam atau kebencian. 7. Bersedekah dan Berbagi Kebahagiaan Selain zakat fitrah, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak sedekah sebagai bagian dari amalan Idul Fitri. Sedekah dapat diberikan kepada fakir miskin, anak yatim, atau orang-orang yang membutuhkan. Berbagi makanan, pakaian, atau bantuan lainnya menjadi bentuk nyata dari kepedulian sosial yang diajarkan dalam Islam. Dengan berbagi, kebahagiaan Idul Fitri dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. Semangat berbagi ini juga mencerminkan nilai-nilai Ramadhan yang seharusnya terus dipertahankan setelah bulan suci berakhir. Menjadikan Amalan Idul Fitri sebagai Awal Perubahan yang Lebih Baik Pada akhirnya, berbagai amalan Idul Fitri yang dianjurkan dalam Islam bukan sekadar ritual yang dilakukan setiap tahun. Amalan-amalan tersebut memiliki makna mendalam sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus sarana untuk memperbaiki diri. Dengan menjalankan amalan Idul Fitri, umat Islam diharapkan dapat mempertahankan nilai-nilai kebaikan yang telah dilatih selama bulan Ramadhan. Semangat ibadah, kepedulian sosial, serta hubungan yang harmonis dengan sesama manusia menjadi bekal penting untuk menjalani kehidupan setelah hari raya. Oleh karena itu, menjadikan amalan Idul Fitri sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari akan membantu umat Islam untuk terus berada di jalan yang diridhai Allah SWT. Semoga dengan menjalankan berbagai amalan Idul Fitri, kita semua dapat meraih keberkahan, ampunan, serta kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat. Hari-hari terakhir Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak amal saleh. Selain memperbanyak doa dan istighfar, jangan lupa menunaikan zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah puasa.
BERITA17/03/2026 | admin
Memperbanyak Doa di Hari-Hari Terakhir Ramadhan
Memperbanyak Doa di Hari-Hari Terakhir Ramadhan
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, ampunan, dan rahmat dari Allah SWT. Setiap detik di bulan suci ini memiliki nilai ibadah yang sangat tinggi. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah, terutama ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak doa hari terakhir Ramadhan, sebagai bentuk harapan agar seluruh ibadah selama sebulan penuh diterima oleh Allah SWT. Hari-hari terakhir Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri. Pada waktu inilah umat Islam berusaha lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah, memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, dan tentu saja memperbanyak doa hari terakhir Ramadhan. Doa menjadi sarana bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon ampunan atas segala dosa yang telah diperbuat. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai pentingnya doa hari terakhir Ramadhan, keutamaan memperbanyak doa di penghujung bulan suci, serta contoh doa yang dianjurkan untuk diamalkan oleh umat Islam. Keutamaan Memperbanyak Doa Hari Terakhir Ramadhan Sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam. Rasulullah SAW bahkan memberikan contoh bagaimana beliau meningkatkan ibadahnya pada masa tersebut. Dalam sebuah hadits riwayat Aisyah RA disebutkan: “Rasulullah SAW apabila memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dalam beribadah, dan mengencangkan ikat pinggangnya.”(HR. Bukhari dan Muslim) Hal ini menunjukkan bahwa sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk meningkatkan ibadah, termasuk memperbanyak doa hari terakhir Ramadhan. Pada waktu tersebut terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Karena keutamaan inilah umat Islam dianjurkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan memperbanyak doa, dzikir, dan ibadah lainnya. Doa hari terakhir Ramadhan menjadi sarana bagi seorang hamba untuk memohon agar segala amal ibadah yang telah dilakukan diterima oleh Allah SWT. Mengapa Doa Hari Terakhir Ramadhan Sangat Dianjurkan? Ada beberapa alasan mengapa memperbanyak doa hari terakhir Ramadhan sangat dianjurkan dalam Islam. 1. Waktu Mustajab untuk Berdoa Ramadhan dikenal sebagai bulan yang penuh keberkahan dan pengampunan. Banyak ulama menjelaskan bahwa doa yang dipanjatkan pada bulan ini memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Terlebih lagi pada sepuluh malam terakhir, ketika umat Islam berusaha mencari Lailatul Qadar. Oleh karena itu, memperbanyak doa hari terakhir Ramadhan menjadi amalan yang sangat dianjurkan. 2. Memohon Pengampunan atas Dosa Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan dan dosa. Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Dengan memperbanyak doa hari terakhir Ramadhan, seorang muslim berharap agar seluruh dosa yang pernah dilakukan dapat diampuni oleh Allah SWT. 3. Memohon Agar Amal Ibadah Diterima Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, tentu setiap muslim berharap agar amal tersebut diterima oleh Allah SWT. Melalui doa hari terakhir Ramadhan, umat Islam memohon agar segala ibadah seperti puasa, shalat tarawih, sedekah, dan tilawah Al-Qur’an diterima sebagai amal shaleh. Contoh Doa Hari Terakhir Ramadhan Ada banyak doa yang dapat dipanjatkan oleh umat Islam di hari-hari terakhir Ramadhan. Berikut beberapa contoh doa hari terakhir Ramadhan yang dianjurkan: 1. Doa Memohon Ampunan Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni Artinya:“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.” Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam terakhir Ramadhan, terutama ketika mencari Lailatul Qadar. 2. Doa Agar Amal Diterima Allahumma taqabbal minna shiyamana wa qiyamana wa ruku’ana wa sujudana Artinya:“Ya Allah, terimalah dari kami puasa kami, shalat kami, rukuk dan sujud kami.” Melalui doa hari terakhir Ramadhan ini, seorang muslim berharap agar seluruh amal ibadah yang dilakukan selama Ramadhan diterima oleh Allah SWT. 3. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar Artinya:“Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.” Doa ini termasuk doa yang sangat dianjurkan dan sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Amalan yang Bisa Dilakukan Bersamaan dengan Doa Hari Terakhir Ramadhan Selain memperbanyak doa hari terakhir Ramadhan, ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada penghujung bulan suci ini. 1. Memperbanyak Istighfar Istighfar merupakan bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT. Dengan memperbanyak istighfar, seorang muslim berharap dosa-dosanya dihapuskan. 2. Membaca Al-Qur’an Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Oleh karena itu, membaca Al-Qur’an menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan. 3. Bersedekah Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan, terutama di bulan Ramadhan. Bersedekah dapat menjadi amalan yang menyempurnakan ibadah puasa. 4. I’tikaf di Masjid I’tikaf merupakan ibadah berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini biasanya dilakukan pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Ketika melakukan i’tikaf, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa hari terakhir Ramadhan, dzikir, serta membaca Al-Qur’an. Hikmah Memperbanyak Doa Hari Terakhir Ramadhan Ada banyak hikmah yang dapat diperoleh dengan memperbanyak doa hari terakhir Ramadhan, di antaranya: Mendekatkan diri kepada Allah SWT Menumbuhkan rasa rendah hati sebagai hamba Mengharapkan ampunan dan rahmat Allah Menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat Ramadhan Memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT Melalui doa, seorang muslim menyadari bahwa dirinya sangat bergantung kepada Allah SWT. Oleh karena itu, memperbanyak doa hari terakhir Ramadhan menjadi salah satu bentuk penghambaan yang paling tulus. Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Ketika memasuki penghujung bulan suci ini, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak doa hari terakhir Ramadhan. Melalui doa, seorang muslim memohon ampunan atas dosa-dosanya, berharap agar seluruh ibadah selama Ramadhan diterima, serta memohon kebaikan di dunia dan akhirat. Dengan memperbanyak doa hari terakhir Ramadhan, umat Islam berharap dapat menutup bulan suci ini dengan penuh keberkahan dan kembali kepada fitrah sebagai hamba yang lebih baik. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan di tahun berikutnya. Doa di pengujung Ramadhan menjadi kesempatan berharga untuk memohon ampunan dan keberkahan hidup. Namun doa juga dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dengan membantu sesama. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA17/03/2026 | admin
Menyambut Hari Raya dengan Semangat Berbagi
Menyambut Hari Raya dengan Semangat Berbagi
Hari raya merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Setelah menjalani berbagai ibadah, terutama selama bulan Ramadhan, tibalah saatnya kaum muslimin merayakan kemenangan dengan penuh rasa syukur. Namun, esensi sejati dari menyambut hari raya bukan sekadar mengenakan pakaian baru atau menikmati hidangan lezat bersama keluarga, tetapi juga menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama. Dalam Islam, hari raya adalah momentum untuk mempererat ukhuwah, memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT, serta menebarkan kebahagiaan kepada orang lain, terutama mereka yang membutuhkan. Oleh karena itu, menyambut hari raya dengan semangat berbagi menjadi salah satu nilai penting yang diajarkan oleh ajaran Islam. Melalui artikel ini, kita akan memahami makna menyambut hari raya dalam perspektif Islam, serta bagaimana semangat berbagi dapat menjadikan hari raya lebih bermakna bagi diri sendiri dan masyarakat sekitar. Makna Menyambut Hari Raya dalam Islam Dalam tradisi Islam, hari raya seperti Idul Fitri dan Idul Adha bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga simbol kemenangan spiritual. Umat Islam yang telah menjalani ibadah dengan penuh kesungguhan diharapkan kembali kepada fitrah, yaitu kondisi yang suci dan bersih dari dosa. Ketika menyambut hari raya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT. Syukur ini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari ibadah, mempererat silaturahmi, hingga membantu orang lain. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: "Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."(QS. Al-Baqarah: 185) Ayat ini mengajarkan bahwa menyambut hari raya harus disertai dengan rasa syukur yang mendalam atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Selain itu, Rasulullah SAW juga memberikan teladan bahwa hari raya adalah waktu untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Hal ini terlihat dari berbagai anjuran beliau untuk bersedekah, memberi makan, serta membantu fakir miskin. Mengapa Menyambut Hari Raya Harus dengan Semangat Berbagi Bagi seorang muslim, menyambut hari raya tidak lengkap tanpa menghadirkan semangat berbagi. Hal ini karena Islam menekankan pentingnya kepedulian sosial dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Ada beberapa alasan mengapa semangat berbagi menjadi bagian penting dalam menyambut hari raya. 1. Menumbuhkan Rasa Empati kepada Sesama Hari raya sering kali identik dengan kebahagiaan. Namun, tidak semua orang dapat merasakan kebahagiaan yang sama. Masih banyak saudara kita yang hidup dalam keterbatasan. Dengan berbagi, kita dapat membantu mereka merasakan kegembiraan yang sama saat menyambut hari raya. 2. Menghidupkan Nilai Solidaritas Umat Islam mengajarkan bahwa umat muslim adalah satu kesatuan yang saling peduli. Ketika menyambut hari raya, semangat solidaritas ini semakin terlihat melalui berbagai bentuk kebaikan, seperti sedekah, zakat, dan berbagi makanan. Rasulullah SAW bersabda: "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, mengasihi dan menyayangi adalah seperti satu tubuh."(HR. Muslim) Hadis ini menunjukkan bahwa kebahagiaan seorang muslim seharusnya juga dirasakan oleh muslim lainnya. 3. Membersihkan Harta dan Jiwa Salah satu bentuk berbagi dalam menyambut hari raya adalah melalui zakat fitrah. Zakat ini diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu dan bertujuan untuk membersihkan jiwa serta membantu kaum fakir miskin. Rasulullah SAW bersabda: "Rasulullah mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor."(HR. Abu Dawud) Dengan demikian, berbagi menjadi cara untuk menyempurnakan ibadah sekaligus menghadirkan keberkahan dalam kehidupan. Bentuk-Bentuk Berbagi Saat Menyambut Hari Raya Ada banyak cara yang dapat dilakukan umat Islam untuk menebarkan kebaikan saat menyambut hari raya. Tidak selalu harus dalam jumlah besar, yang terpenting adalah niat tulus untuk membantu sesama. 1. Menunaikan Zakat Fitrah Zakat fitrah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sebelum shalat Idul Fitri. Tujuannya adalah membantu fakir miskin agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan saat menyambut hari raya. Dengan adanya zakat fitrah, masyarakat yang kurang mampu dapat menikmati makanan yang layak dan merayakan hari raya dengan lebih bahagia. 2. Bersedekah kepada yang Membutuhkan Selain zakat, sedekah juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Ketika menyambut hari raya, kita dapat memberikan bantuan berupa makanan, pakaian, atau kebutuhan lainnya kepada orang yang membutuhkan. Sedekah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga mendatangkan keberkahan bagi pemberinya. 3. Berbagi Makanan dan Kebahagiaan Salah satu tradisi yang sangat indah dalam Islam adalah berbagi makanan kepada tetangga, kerabat, dan orang yang membutuhkan. Saat menyambut hari raya, membagikan hidangan kepada orang lain dapat mempererat hubungan sosial sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat. 4. Mempererat Silaturahmi Hari raya juga identik dengan tradisi saling berkunjung dan meminta maaf. Kegiatan ini menjadi cara untuk memperbaiki hubungan dan memperkuat persaudaraan. Dengan mempererat silaturahmi saat menyambut hari raya, umat Islam dapat membangun hubungan yang lebih harmonis dan penuh kasih sayang. Hikmah Berbagi dalam Menyambut Hari Raya Semangat berbagi tidak hanya membawa kebahagiaan bagi orang lain, tetapi juga memberikan banyak hikmah bagi diri sendiri. Pertama, berbagi dapat menumbuhkan rasa syukur. Ketika kita melihat kondisi orang lain yang kurang beruntung, kita akan lebih menghargai nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Kedua, berbagi dapat mempererat persaudaraan di antara sesama muslim. Saat menyambut hari raya, hubungan sosial menjadi lebih hangat karena adanya rasa kepedulian dan kebersamaan. Ketiga, berbagi juga menjadi sarana untuk meraih pahala yang besar. Dalam Islam, setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat ikhlas akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Allah SWT berfirman: "Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir."(QS. Al-Baqarah: 261) Ayat ini menunjukkan bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Menjadikan Menyambut Hari Raya Lebih Bermakna Pada akhirnya, menyambut hari raya bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang bagaimana kita memaknai momen tersebut dengan penuh keimanan dan kepedulian. Semangat berbagi menjadikan hari raya lebih bermakna karena kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri, tetapi juga oleh orang lain. Ketika kita membantu mereka yang membutuhkan, kita turut menghadirkan senyum dan harapan baru dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, mari kita jadikan menyambut hari raya sebagai kesempatan untuk memperbanyak kebaikan, mempererat silaturahmi, dan menebarkan kebahagiaan kepada sesama. Dengan semangat berbagi, hari raya akan menjadi momen yang penuh berkah, bukan hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi seluruh umat. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu menyambut hari raya dengan hati yang bersih, penuh syukur, serta semangat berbagi kepada sesama. Idul Fitri adalah momen kebahagiaan yang idealnya dirasakan oleh semua orang. Karena itu, mari sambut hari kemenangan dengan memperluas kepedulian kepada sesama. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA16/03/2026 | admin
Makna Kembali ke Fitrah di Hari Idul Fitri
Makna Kembali ke Fitrah di Hari Idul Fitri
Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu momen paling istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan, umat Muslim merayakan kemenangan spiritual yang ditandai dengan datangnya Idul Fitri. Dalam tradisi Islam, Idul Fitri tidak hanya menjadi hari perayaan semata, tetapi juga momentum untuk kembali ke fitrah, yaitu keadaan suci sebagaimana manusia dilahirkan oleh Allah SWT. Makna kembali ke fitrah sering kali dipahami sebagai kondisi bersih dari dosa setelah menjalani berbagai ibadah di bulan Ramadhan, seperti puasa, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak sedekah. Namun, makna tersebut sebenarnya lebih dalam dari sekadar simbol kesucian. Kembali ke fitrah juga berarti kembali kepada nilai-nilai dasar manusia sebagai hamba Allah yang taat, penuh keikhlasan, dan memiliki akhlak mulia. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai kembali ke fitrah, makna sebenarnya dalam Islam, serta bagaimana umat Muslim dapat menjaga nilai-nilai tersebut setelah Idul Fitri. Makna Kembali ke Fitrah dalam Perspektif Islam Secara bahasa, kata fitrah berasal dari bahasa Arab “fathara” yang berarti menciptakan atau membentuk sesuatu sejak awal. Dalam konteks Islam, fitrah merujuk pada keadaan asli manusia yang suci dan cenderung kepada kebaikan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.”(QS. Ar-Rum: 30) Ayat ini menjelaskan bahwa manusia pada dasarnya diciptakan dalam keadaan suci dan memiliki kecenderungan untuk mengenal serta menyembah Allah SWT. Oleh karena itu, ketika Idul Fitri tiba, umat Islam berharap dapat kembali ke fitrah, yakni kembali pada kesucian hati, ketulusan iman, dan ketaatan kepada Allah. Dalam konteks ini, kembali ke fitrah bukan hanya berarti diampuni dosa-dosa selama Ramadhan, tetapi juga menjadi manusia yang lebih baik secara spiritual dan moral. Hubungan Ramadhan dan Proses Kembali ke Fitrah Ramadhan merupakan bulan pendidikan spiritual bagi umat Islam. Selama satu bulan penuh, umat Muslim dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu, memperbanyak ibadah, dan meningkatkan kualitas keimanan. Proses tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan menuju kembali ke fitrah. Dengan menahan lapar dan dahaga, seseorang belajar untuk mengendalikan diri. Dengan memperbanyak ibadah, seseorang memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini menunjukkan bahwa ibadah puasa menjadi sarana pembersihan diri sehingga seorang Muslim dapat kembali ke fitrah dalam keadaan yang lebih suci dan lebih dekat dengan Allah. Tanda-Tanda Seseorang Benar-Benar Kembali ke Fitrah Tidak semua orang yang merayakan Idul Fitri otomatis mengalami perubahan spiritual. Kembali ke fitrah dapat terlihat dari beberapa tanda dalam kehidupan sehari-hari. 1. Hati yang Lebih Bersih dan Ikhlas Seseorang yang benar-benar kembali ke fitrah akan memiliki hati yang lebih bersih. Ia tidak mudah menyimpan dendam, iri hati, ataupun kebencian kepada orang lain. Momentum Idul Fitri sering diwarnai dengan tradisi saling memaafkan. Tradisi ini mencerminkan semangat untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan antarsesama. 2. Akhlak yang Lebih Baik Salah satu tujuan utama ibadah puasa adalah membentuk akhlak yang mulia. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”(HR. Ahmad) Jika seseorang benar-benar kembali ke fitrah, maka perilakunya akan mencerminkan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama. 3. Meningkatnya Ketaatan kepada Allah Tanda lain dari kembali ke fitrah adalah meningkatnya kualitas ibadah setelah Ramadhan. Seseorang tidak hanya rajin beribadah saat Ramadhan saja, tetapi juga tetap menjaga shalat, membaca Al-Qur’an, dan melakukan amal kebaikan setelah Idul Fitri. Idul Fitri sebagai Momentum Sosial Kembali ke Fitrah Selain memiliki makna spiritual, Idul Fitri juga mengandung nilai sosial yang sangat kuat. Tradisi silaturahmi, saling memaafkan, serta berbagi kebahagiaan dengan sesama merupakan bagian dari upaya kembali ke fitrah dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam Islam, hubungan antar manusia (hablum minannas) sangat penting. Tidak cukup hanya memperbaiki hubungan dengan Allah, tetapi juga harus memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Oleh karena itu, Idul Fitri sering dijadikan momen untuk: Mempererat hubungan keluarga Meminta maaf kepada orang tua dan kerabat Menjalin kembali hubungan yang sempat renggang Berbagi kebahagiaan dengan orang yang membutuhkan Semua tindakan tersebut merupakan bentuk nyata dari semangat kembali ke fitrah dalam kehidupan sosial. Cara Menjaga Semangat Kembali ke Fitrah Setelah Idul Fitri Salah satu tantangan terbesar bagi umat Muslim adalah mempertahankan nilai-nilai Ramadhan setelah bulan suci berlalu. Agar semangat kembali ke fitrah tetap terjaga, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. 1. Menjaga Konsistensi Ibadah Setelah Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk tetap menjaga ibadah seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa. Selain itu, puasa sunnah seperti puasa enam hari di bulan Syawal juga dianjurkan sebagai bentuk kelanjutan dari ibadah Ramadhan. 2. Memperbanyak Sedekah Sedekah merupakan salah satu cara untuk membersihkan hati dan memperkuat empati terhadap sesama. Dengan bersedekah, seseorang dapat menjaga semangat kembali ke fitrah melalui kepedulian sosial. 3. Menghindari Perbuatan Dosa Setelah meraih kesucian di bulan Ramadhan, umat Islam diharapkan mampu menjaga diri dari perbuatan dosa. Hal ini penting agar kondisi kembali ke fitrah tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat bertahan dalam kehidupan sehari-hari. Hikmah Besar dari Kembali ke Fitrah Konsep kembali ke fitrah memiliki hikmah yang sangat besar bagi kehidupan seorang Muslim. Ketika seseorang mampu menjaga kesucian hati dan akhlak yang baik, maka kehidupannya akan menjadi lebih damai dan penuh keberkahan. Beberapa hikmah dari kembali ke fitrah antara lain: Meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT Membentuk pribadi yang lebih sabar dan ikhlas Mempererat hubungan sosial dengan sesama manusia Menciptakan kehidupan yang lebih harmonis dan penuh kebaikan Dengan memahami hikmah ini, Idul Fitri tidak hanya menjadi hari perayaan, tetapi juga menjadi titik awal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang sangat bermakna bagi umat Islam. Setelah menjalani berbagai ibadah di bulan Ramadhan, umat Muslim berharap dapat kembali ke fitrah, yaitu kembali kepada keadaan suci, bersih dari dosa, dan memiliki akhlak yang lebih baik. Makna kembali ke fitrah tidak hanya terbatas pada simbol kesucian saat Idul Fitri, tetapi juga menjadi komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih taat kepada Allah SWT dan lebih peduli kepada sesama manusia. Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Dengan menjaga nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari, semangat kembali ke fitrah dapat terus hidup sepanjang waktu. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang benar-benar mampu kembali ke fitrah dan mempertahankan kesucian tersebut dalam setiap langkah kehidupan. Kembali ke fitrah bukan hanya tentang saling memaafkan, tetapi juga tentang membersihkan diri dan harta melalui amal kebaikan. Salah satu cara mewujudkannya adalah dengan menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY — lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan — dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi & Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY — Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA16/03/2026 | admin
BAZNAS DIY dan Densus 88 Satgaswil DIY Salurkan Paket Logistik Keluarga untuk Program Deradikalisasi
BAZNAS DIY dan Densus 88 Satgaswil DIY Salurkan Paket Logistik Keluarga untuk Program Deradikalisasi
Yogyakarta, 16 Maret 2026 – Dalam momentum bulan suci Ramadhan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Densus 88 Satgaswil DIY menyalurkan bantuan berupa Paket Logistik Keluarga kepada masyarakat dalam rangka mendukung program deradikalisasi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara BAZNAS DIY dan Densus 88 Satgaswil DIY dalam upaya memperkuat pendekatan sosial dan kemanusiaan, khususnya di bulan penuh berkah yang identik dengan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. Bantuan yang diberikan berupa paket kebutuhan pokok yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat, sekaligus menjadi bentuk dukungan moral agar mereka dapat menjalani kehidupan sosial secara lebih baik dan produktif. Penyaluran dilakukan secara langsung dengan tetap mengedepankan prinsip tepat sasaran, transparansi, dan penuh kehati-hatian. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS DIY dalam mendukung upaya pemerintah melalui pendekatan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasatgaswil DIY, Ketua BAZNAS DIY Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, serta Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, yang menunjukkan dukungan lintas sektor dalam menyukseskan program deradikalisasi berbasis pendekatan sosial. Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., menyampaikan, “Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, khususnya dalam memperkuat pendekatan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat, terlebih di bulan suci Ramadhan.” Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan program deradikalisasi dapat berjalan lebih optimal melalui pendekatan yang humanis, serta mampu membantu para penerima manfaat untuk kembali berdaya dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.
BERITA16/03/2026 | Admin
Rekomendasi Menu Berbuka Puasa yang Sehat
Rekomendasi Menu Berbuka Puasa yang Sehat
Menu Berbuka Puasa Sehat merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh setiap muslim ketika menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, tubuh membutuhkan asupan makanan yang tepat agar energi kembali pulih tanpa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Sering kali sebagian orang langsung mengonsumsi makanan berat atau makanan tinggi gula ketika waktu berbuka tiba. Padahal, pola berbuka seperti ini justru bisa membuat tubuh terasa lemas, mengantuk, bahkan memicu gangguan pencernaan. Oleh karena itu, memilih Menu Berbuka Puasa Sehat menjadi langkah penting agar ibadah puasa tetap berjalan dengan baik sekaligus menjaga kesehatan tubuh. Dalam Islam sendiri, berbuka puasa juga dianjurkan dengan cara yang sederhana dan tidak berlebihan. Rasulullah SAW memberikan contoh berbuka dengan makanan yang ringan dan bernutrisi. Hal ini menunjukkan bahwa konsep Menu Berbuka Puasa Sehat sebenarnya sudah diajarkan sejak zaman Rasulullah SAW. Dengan memilih makanan yang sehat, bergizi, dan seimbang, tubuh akan lebih siap menjalani ibadah di malam hari seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur&rsquo;an, hingga aktivitas lainnya selama bulan Ramadhan. Sunnah Berbuka Puasa dalam Islam Dalam ajaran Islam, berbuka puasa dianjurkan untuk dilakukan segera setelah waktu maghrib tiba. Rasulullah SAW mencontohkan berbuka dengan makanan yang sederhana namun penuh manfaat. Dalam sebuah hadits disebutkan: &ldquo;Rasulullah SAW berbuka dengan beberapa butir kurma segar sebelum shalat. Jika tidak ada, beliau berbuka dengan kurma kering. Jika tidak ada juga, beliau meminum beberapa teguk air.&rdquo;(HR. Abu Dawud) Kebiasaan ini sangat selaras dengan konsep Menu Berbuka Puasa Sehat yang menekankan keseimbangan nutrisi sekaligus tidak memberatkan sistem pencernaan setelah seharian berpuasa. Kurma sendiri mengandung gula alami yang dapat dengan cepat mengembalikan energi tubuh. Selain itu, air putih membantu menghidrasi tubuh yang kehilangan cairan selama berpuasa. Prinsip Dasar Menyusun Menu Berbuka Puasa Sehat Agar tubuh tetap sehat dan kuat selama menjalankan ibadah puasa, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam menyusun Menu Berbuka Puasa Sehat. 1. Mengawali dengan Makanan Ringan Ketika berbuka puasa, sebaiknya tidak langsung mengonsumsi makanan berat. Sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk kembali bekerja setelah beristirahat selama lebih dari 12 jam. Beberapa makanan ringan yang cocok sebagai Menu Berbuka Puasa Sehat antara lain: Kurma Buah segar Air putih Sup hangat Kolak dengan gula secukupnya Makanan ringan ini membantu tubuh beradaptasi kembali sebelum menerima makanan utama. 2. Memperbanyak Konsumsi Buah dan Sayur Buah dan sayur sangat penting dalam Menu Berbuka Puasa Sehat karena mengandung vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh. Beberapa buah yang baik untuk berbuka puasa antara lain: Kurma Semangka Melon Pepaya Pisang Buah-buahan ini membantu mengembalikan cairan tubuh serta memperlancar pencernaan. Sayuran juga penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi, terutama dalam hidangan utama seperti sayur sop, tumis sayur, atau lalapan. 3. Mengonsumsi Protein yang Cukup Protein sangat penting untuk membantu memperbaiki jaringan tubuh serta menjaga energi selama berpuasa. Sumber protein yang dapat dimasukkan dalam Menu Berbuka Puasa Sehat antara lain: Ayam Ikan Telur Tahu Tempe Kacang-kacangan Protein juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga tubuh tidak mudah lapar setelah berbuka. 4. Mengurangi Makanan Berminyak dan Gorengan Gorengan memang menjadi makanan favorit saat berbuka puasa. Namun, terlalu banyak mengonsumsi gorengan justru dapat mengganggu kesehatan. Makanan berminyak bisa menyebabkan: Gangguan pencernaan Perut terasa begah Kolesterol meningkat Tubuh menjadi mudah lemas Oleh karena itu, dalam menyusun Menu Berbuka Puasa Sehat, sebaiknya konsumsi gorengan dibatasi dan diganti dengan makanan yang lebih sehat seperti makanan kukus, rebus, atau panggang. 5. Menghindari Konsumsi Gula Berlebihan Minuman manis memang terasa menyegarkan setelah seharian berpuasa. Namun, konsumsi gula berlebihan justru dapat membuat tubuh cepat lelah. Lonjakan gula darah yang tinggi akan diikuti dengan penurunan energi yang drastis. Akibatnya, tubuh menjadi mengantuk dan kurang bertenaga. Sebagai alternatif Menu Berbuka Puasa Sehat, pilihlah minuman seperti: Air putih Air kelapa Jus buah tanpa gula tambahan Infused water Minuman tersebut lebih sehat dan membantu tubuh tetap terhidrasi. Contoh Menu Berbuka Puasa Sehat Agar lebih mudah diterapkan, berikut beberapa contoh Menu Berbuka Puasa Sehat yang bisa menjadi inspirasi saat bulan Ramadhan. Menu 1 Takjil: 3 butir kurma Air putih hangat Menu utama: Nasi merah Ikan panggang Sayur sop Lalapan timun dan selada Minuman: Jus melon tanpa gula Menu 2 Takjil: Potongan buah semangka dan pepaya Air kelapa muda Menu utama: Nasi putih secukupnya Ayam panggang Tumis brokoli dan wortel Minuman: Air putih Menu 3 Takjil: Kurma Sup buah tanpa sirup berlebihan Menu utama: Nasi merah Tempe dan tahu panggang Sayur bayam Minuman: Infused water lemon Dengan memilih variasi Menu Berbuka Puasa Sehat, tubuh akan mendapatkan nutrisi yang cukup sekaligus menjaga energi selama menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Manfaat Mengonsumsi Menu Berbuka Puasa Sehat Ada banyak manfaat yang bisa dirasakan jika seseorang rutin mengonsumsi Menu Berbuka Puasa Sehat selama bulan Ramadhan. 1. Menjaga Energi Tubuh Makanan bergizi membantu tubuh mengembalikan energi setelah berpuasa sehingga aktivitas ibadah dapat dilakukan dengan maksimal. 2. Menjaga Sistem Pencernaan Makanan sehat yang kaya serat membantu sistem pencernaan bekerja dengan baik serta mencegah sembelit. 3. Mengontrol Berat Badan Mengonsumsi Menu Berbuka Puasa Sehat juga membantu menjaga berat badan agar tetap stabil selama Ramadhan. 4. Meningkatkan Kualitas Ibadah Tubuh yang sehat membuat seseorang lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur&rsquo;an, dan berbagai amalan lainnya. Tips Agar Konsisten Menjalani Menu Berbuka Puasa Sehat Agar pola makan sehat tetap terjaga selama Ramadhan, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan: Membuat rencana menu harian Menyediakan bahan makanan sehat di rumah Mengurangi membeli makanan cepat saji Mengatur porsi makan dengan baik Mengutamakan makanan alami dibanding makanan olahan Dengan langkah sederhana ini, menerapkan Menu Berbuka Puasa Sehat akan menjadi kebiasaan yang baik selama bulan Ramadhan. Menjalankan ibadah puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh agar tetap kuat dalam menjalankan berbagai amalan. Oleh karena itu, memilih Menu Berbuka Puasa Sehat menjadi hal yang sangat penting bagi setiap muslim. Dengan mengonsumsi makanan yang seimbang, bergizi, dan tidak berlebihan, tubuh akan tetap bugar selama menjalani ibadah puasa. Selain itu, pola makan yang sehat juga membantu meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci Ramadhan. Semoga dengan menerapkan Menu Berbuka Puasa Sehat, kita dapat menjalani puasa dengan lebih baik, lebih sehat, dan lebih penuh keberkahan. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY &mdash; lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan &mdash; dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY <p style="
BERITA13/03/2026 | admin
Ibadah Puasa sebagai Sarana Pembentukan Akhlak
Ibadah Puasa sebagai Sarana Pembentukan Akhlak
Ibadah puasa merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Namun sejatinya, ibadah puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, ibadah puasa adalah sarana pendidikan spiritual yang mampu membentuk akhlak mulia dalam diri seorang Muslim. Allah SWT secara tegas menjelaskan tujuan ibadah puasa dalam Al-Qur&rsquo;an. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 disebutkan bahwa puasa diwajibkan agar manusia mencapai derajat takwa. Ketakwaan inilah yang kemudian menjadi fondasi utama terbentuknya akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Melalui ibadah puasa, seorang Muslim dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu, memperkuat kesabaran, serta meningkatkan kesadaran bahwa Allah SWT selalu mengawasi setiap perbuatan manusia. Nilai-nilai inilah yang pada akhirnya membentuk karakter dan akhlak yang lebih baik. Tujuan Ibadah Puasa dalam Islam Dalam ajaran Islam, ibadah puasa memiliki banyak hikmah dan tujuan yang sangat mendalam. Salah satu tujuan utama dari ibadah puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Ketika seseorang menjalankan ibadah puasa, ia menahan diri dari hal-hal yang sebenarnya halal seperti makan dan minum. Hal ini dilakukan semata-mata karena ketaatan kepada Allah SWT. Dari sini muncul kesadaran spiritual bahwa seorang Muslim harus mampu menahan diri dari segala bentuk larangan Allah. Selain itu, ibadah puasa juga mengajarkan kejujuran. Saat berpuasa, seseorang bisa saja makan atau minum secara sembunyi-sembunyi tanpa diketahui orang lain. Namun karena kesadaran bahwa Allah selalu melihat, seorang Muslim tetap menjaga puasanya. Inilah bentuk latihan kejujuran yang sangat kuat dalam ibadah puasa. Tujuan lainnya dari ibadah puasa adalah membangun empati sosial. Ketika menahan lapar dan dahaga, seseorang dapat merasakan penderitaan orang-orang yang hidup dalam kekurangan. Hal ini mendorong munculnya rasa kepedulian untuk berbagi dan membantu sesama. Ibadah Puasa Melatih Kesabaran Salah satu nilai utama yang dibentuk melalui ibadah puasa adalah kesabaran. Selama menjalankan ibadah puasa, umat Islam harus menahan berbagai godaan, mulai dari rasa lapar, dahaga, hingga emosi. Kesabaran ini tidak hanya berlaku dalam hal fisik, tetapi juga dalam menjaga sikap dan perilaku. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang buruk. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa jika seseorang berpuasa, maka ia tidak boleh berkata kotor atau bertindak bodoh. Jika ada orang yang mengajaknya bertengkar, maka hendaknya ia berkata, &ldquo;Sesungguhnya aku sedang berpuasa.&rdquo; Hadis ini menunjukkan bahwa ibadah puasa memiliki peran besar dalam mendidik umat Islam agar mampu mengendalikan emosi dan menjaga akhlak. Ibadah Puasa sebagai Sarana Pengendalian Hawa Nafsu Hawa nafsu merupakan salah satu tantangan terbesar dalam kehidupan manusia. Islam mengajarkan bahwa pengendalian hawa nafsu adalah kunci untuk mencapai kehidupan yang penuh keberkahan. Di sinilah ibadah puasa berperan penting. Melalui ibadah puasa, seorang Muslim belajar untuk menahan keinginan yang berlebihan. Ia belajar bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi. Ketika seseorang mampu mengendalikan hawa nafsunya selama ibadah puasa, maka ia juga akan lebih mudah mengendalikan dirinya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini berdampak pada terbentuknya akhlak yang lebih baik, seperti tidak mudah marah, tidak serakah, dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain. Ibadah Puasa Membentuk Kejujuran dan Integritas Salah satu keunikan dari ibadah puasa adalah sifatnya yang sangat personal antara seorang hamba dengan Allah SWT. Berbeda dengan ibadah lain yang dapat dilihat secara langsung oleh orang lain, ibadah puasa sering kali tidak diketahui secara pasti oleh manusia. Karena itulah ibadah puasa menjadi sarana yang sangat efektif dalam membentuk kejujuran dan integritas. Seorang Muslim yang benar-benar memahami makna ibadah puasa akan menjaga puasanya dengan penuh kesadaran, meskipun tidak ada orang lain yang melihat. Nilai kejujuran yang dilatih melalui ibadah puasa ini kemudian akan tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam pekerjaan, hubungan sosial, dan aktivitas sehari-hari. Ibadah Puasa Menguatkan Kepedulian Sosial Selain membentuk akhlak pribadi, ibadah puasa juga memiliki dampak sosial yang sangat besar. Ketika merasakan lapar dan dahaga, seorang Muslim akan lebih memahami kondisi orang-orang yang kurang beruntung. Perasaan ini mendorong lahirnya kepedulian sosial yang lebih tinggi. Tidak heran jika pada bulan Ramadan banyak umat Islam yang meningkatkan sedekah, zakat, dan berbagai bentuk bantuan kepada sesama. Dengan demikian, ibadah puasa tidak hanya membentuk hubungan yang kuat antara manusia dengan Allah SWT, tetapi juga memperkuat hubungan antarsesama manusia. Ibadah Puasa Membentuk Disiplin dalam Kehidupan Nilai lain yang terbentuk melalui ibadah puasa adalah kedisiplinan. Selama menjalankan ibadah puasa, umat Islam harus mengikuti aturan waktu yang jelas, mulai dari sahur hingga berbuka. Kedisiplinan ini melatih seseorang untuk mengatur waktu dengan baik. Ia belajar bangun lebih awal untuk sahur, mengatur aktivitas sepanjang hari, serta menjaga ibadah lainnya seperti salat dan membaca Al-Qur&rsquo;an. Jika kebiasaan ini terus dilatih, maka ibadah puasa dapat membentuk pribadi yang lebih teratur, disiplin, dan bertanggung jawab. Hikmah Ibadah Puasa dalam Pembentukan Akhlak Jika direnungkan secara mendalam, ibadah puasa sebenarnya merupakan proses pendidikan akhlak yang sangat lengkap. Dalam satu ibadah ini terdapat berbagai latihan spiritual dan moral, seperti kesabaran, kejujuran, pengendalian diri, kepedulian sosial, dan kedisiplinan. Semua nilai tersebut merupakan fondasi utama dalam pembentukan akhlak mulia. Oleh karena itu, ibadah puasa tidak boleh dipandang hanya sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai sarana untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan. Seorang Muslim yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran akan merasakan perubahan dalam dirinya. Ia menjadi lebih sabar, lebih peduli terhadap sesama, dan lebih berhati-hati dalam bertindak. Pada akhirnya, ibadah puasa adalah salah satu ibadah yang memiliki hikmah luar biasa dalam kehidupan seorang Muslim. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, ibadah puasa juga berfungsi sebagai sarana pembentukan akhlak yang mulia. Melalui ibadah puasa, umat Islam dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga kejujuran, meningkatkan kesabaran, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama. Semua nilai tersebut merupakan bagian penting dalam membangun pribadi yang bertakwa. Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Dengan memahami makna ibadah puasa secara mendalam, kita tidak hanya memperoleh pahala dari Allah SWT, tetapi juga mampu membentuk akhlak yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Semoga melalui ibadah puasa, kita semua dapat menjadi pribadi yang lebih bertakwa, berakhlak mulia, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY &mdash; lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan &mdash; dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi &amp; Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY &mdash; Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA13/03/2026 | admin
Wajib Tahu, Ini Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan yang Penting Dilakukan
Wajib Tahu, Ini Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan yang Penting Dilakukan
Amalan 10 hari terakhir Ramadhan menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Pada fase terakhir bulan suci ini, Allah SWT memberikan kesempatan yang begitu besar bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan meraih pahala yang berlipat ganda. Tidak hanya itu, pada 10 malam terakhir Ramadhan juga terdapat malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Karena keutamaannya yang luar biasa, Rasulullah SAW memberikan contoh bagaimana memaksimalkan amalan 10 hari terakhir Ramadhan dengan memperbanyak ibadah, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta meningkatkan ketakwaan. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Artikel ini akan membahas berbagai amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang penting dilakukan agar kita dapat meraih keberkahan dan pahala maksimal di penghujung bulan suci. Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan Sebelum membahas lebih jauh tentang amalan 10 hari terakhir Ramadhan, penting bagi kita untuk memahami keutamaan waktu yang sangat mulia ini. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan: &ldquo;Apabila memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya.&rdquo; (HR. Bukhari dan Muslim) Makna dari hadits tersebut menunjukkan bahwa 10 hari terakhir Ramadhan merupakan waktu yang sangat istimewa untuk meningkatkan ibadah. Bahkan Rasulullah SAW memberikan teladan untuk lebih serius dalam beribadah dibandingkan hari-hari sebelumnya. Hal ini karena pada waktu tersebut terdapat malam Lailatul Qadar yang disebut dalam Al-Qur&rsquo;an: &ldquo;Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.&rdquo; (QS. Al-Qadr: 3) Oleh karena itu, memperbanyak amalan 10 hari terakhir Ramadhan menjadi langkah penting bagi umat Islam untuk meraih pahala yang luar biasa. 1. Memperbanyak Qiyamul Lail (Shalat Malam) Salah satu amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak qiyamul lail atau shalat malam. Shalat malam yang dimaksud meliputi shalat tarawih, tahajud, dan witir. Pada sepuluh malam terakhir, Rasulullah SAW bahkan menghidupkan hampir seluruh malamnya dengan ibadah. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya shalat malam sebagai bentuk kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT. Dengan melaksanakan qiyamul lail secara rutin pada 10 hari terakhir Ramadhan, seorang muslim memiliki peluang besar untuk mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar. 2. I&rsquo;tikaf di Masjid I&rsquo;tikaf merupakan salah satu amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. I&rsquo;tikaf berarti berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT. Tujuan dari i&rsquo;tikaf adalah untuk menjauhkan diri dari kesibukan duniawi dan fokus sepenuhnya kepada ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur&rsquo;an, berdzikir, serta berdoa. Dalam hadits riwayat Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu melaksanakan i&rsquo;tikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan hingga beliau wafat. Melalui i&rsquo;tikaf, seorang muslim dapat lebih khusyuk menjalankan berbagai amalan 10 hari terakhir Ramadhan serta memperbesar peluang mendapatkan Lailatul Qadar. 3. Memperbanyak Membaca Al-Qur&rsquo;an Membaca Al-Qur&rsquo;an merupakan amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang tidak boleh ditinggalkan. Ramadhan sendiri dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur&rsquo;an sehingga sangat dianjurkan untuk memperbanyak tilawah. Banyak ulama yang meningkatkan intensitas membaca Al-Qur&rsquo;an pada sepuluh hari terakhir. Bahkan sebagian ulama mampu mengkhatamkan Al-Qur&rsquo;an beberapa kali dalam periode tersebut. Selain membaca, umat Islam juga dianjurkan untuk memahami dan merenungkan makna ayat-ayat Al-Qur&rsquo;an agar dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. 4. Memperbanyak Dzikir dan Doa Memperbanyak dzikir dan doa juga termasuk amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang sangat dianjurkan. Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika mencari malam Lailatul Qadar adalah: &ldquo;Allahumma innaka &lsquo;afuwwun tuhibbul &lsquo;afwa fa&rsquo;fu &lsquo;anni.&rdquo;(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.) Doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada Aisyah RA ketika beliau bertanya tentang doa yang sebaiknya dibaca pada malam Lailatul Qadar. Dengan memperbanyak dzikir dan doa, hati akan menjadi lebih tenang dan semakin dekat kepada Allah SWT. 5. Memperbanyak Sedekah Sedekah juga termasuk amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat ketika bulan Ramadhan. Memberikan sedekah pada sepuluh hari terakhir memiliki nilai pahala yang sangat besar, terlebih jika dilakukan pada malam Lailatul Qadar. Sedekah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti: Memberikan makanan untuk berbuka puasa Membantu fakir miskin Menyantuni anak yatim Berdonasi untuk kegiatan sosial dan keagamaan Dengan memperbanyak sedekah, seorang muslim tidak hanya mendapatkan pahala tetapi juga membantu sesama yang membutuhkan. 6. Memperbanyak Istighfar dan Taubat Ramadhan adalah bulan pengampunan. Oleh karena itu, memperbanyak istighfar dan taubat merupakan amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang sangat penting. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah kesempatan terbaik untuk memohon ampun kepada Allah SWT agar dosa-dosa kita dihapuskan. Istighfar dapat dibaca kapan saja, baik setelah shalat, ketika beraktivitas, maupun saat berdoa di malam hari. 7. Menghidupkan Malam Lailatul Qadar Puncak dari amalan 10 hari terakhir Ramadhan adalah berusaha mendapatkan malam Lailatul Qadar. Malam ini diyakini terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh malam terakhir, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29. Pada malam tersebut, pahala ibadah yang dilakukan lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan setiap malam pada 10 hari terakhir Ramadhan dengan berbagai ibadah seperti: Shalat malam Membaca Al-Qur&rsquo;an Berdzikir Berdoa Bersedekah Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar akan semakin besar. Amalan 10 hari terakhir Ramadhan merupakan kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan oleh setiap muslim. Pada waktu yang sangat mulia ini, Allah SWT membuka pintu rahmat, ampunan, dan pahala yang berlipat ganda. Beberapa amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang penting dilakukan antara lain memperbanyak shalat malam, i&rsquo;tikaf di masjid, membaca Al-Qur&rsquo;an, berdzikir dan berdoa, bersedekah, memperbanyak istighfar, serta menghidupkan malam Lailatul Qadar. Dengan menjalankan berbagai amalan 10 hari terakhir Ramadhan secara konsisten dan penuh keikhlasan, kita berharap dapat meraih keberkahan, pengampunan dosa, serta menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadhan berakhir. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk memaksimalkan ibadah pada 10 hari terakhir Ramadhan dan mempertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar. Aamiin. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY &mdash; lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan &mdash; dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi &amp; Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY &mdash; Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA13/03/2026 | admin
Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan: Kesempatan Emas untuk Meraih Ampunan Allah
Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan: Kesempatan Emas untuk Meraih Ampunan Allah
Bulan suci Ramadhan merupakan salah satu waktu paling istimewa dalam kehidupan seorang Muslim. Pada bulan ini, Allah SWT memberikan berbagai keutamaan yang tidak diberikan pada bulan-bulan lainnya. Salah satu kabar gembira yang sering disampaikan dalam berbagai hadits adalah bahwa Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, sementara pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Keistimewaan ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya yang ingin memperbaiki diri. Ramadhan bukan sekadar bulan untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, umat Islam diberikan peluang yang sangat luas untuk meraih pahala, ampunan, dan keberkahan hidup. Artikel ini akan membahas makna dari Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, dalil-dalil yang menjelaskannya, serta amalan-amalan yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan kesempatan besar tersebut. Makna Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan Salah satu hadits yang menjelaskan tentang keutamaan Ramadhan menyebutkan bahwa ketika bulan suci ini tiba, Allah SWT membuka pintu surga dan menutup pintu neraka. Rasulullah SAW bersabda: &ldquo;Apabila datang bulan Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.&rdquo;(HR. Bukhari dan Muslim) Hadits ini menjadi dasar utama bahwa Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan. Makna dari pernyataan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menunjukkan bahwa pada bulan ini Allah SWT memberikan kemudahan bagi umat Islam untuk melakukan berbagai kebaikan. Para ulama menjelaskan bahwa dibukanya pintu surga berarti: Kesempatan beramal saleh menjadi lebih besar. Pahala dilipatgandakan oleh Allah SWT. Rahmat dan ampunan Allah terbuka luas bagi siapa saja yang bertaubat. Dengan kata lain, ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, seorang Muslim memiliki peluang yang lebih besar untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadahnya. Mengapa Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan Ada beberapa hikmah mengapa Allah SWT membuka pintu surga pada bulan Ramadhan. Hal ini berkaitan dengan kemuliaan bulan tersebut serta berbagai ibadah yang dianjurkan di dalamnya. 1. Ramadhan Adalah Bulan Diturunkannya Al-Qur&rsquo;an Allah SWT berfirman dalam Al-Qur&rsquo;an: &ldquo;Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur&rsquo;an sebagai petunjuk bagi manusia.&rdquo;(QS. Al-Baqarah: 185) Karena kemuliaan Al-Qur&rsquo;an diturunkan pada bulan ini, maka tidak mengherankan jika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan sebagai bentuk kemuliaan dan keberkahan yang Allah berikan kepada umat Islam. 2. Pahala Ibadah Dilipatgandakan Pada bulan Ramadhan, setiap amal kebaikan memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan bulan lainnya. Bahkan satu amal sunnah dapat bernilai seperti amal wajib. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, karena Allah memberikan kesempatan besar bagi hamba-Nya untuk mengumpulkan pahala sebanyak mungkin. 3. Setan Dibelenggu Dalam hadits disebutkan bahwa pada bulan Ramadhan setan-setan dibelenggu. Ini berarti godaan untuk melakukan dosa menjadi lebih kecil dibandingkan bulan lainnya. Dengan berkurangnya godaan tersebut, umat Islam memiliki kesempatan lebih besar untuk berbuat baik. Inilah salah satu tanda bahwa Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan. Amalan yang Membuka Jalan Menuju Surga di Bulan Ramadhan Ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berbagai ibadah. Berikut beberapa amalan yang sangat dianjurkan. 1. Memperbanyak Puasa dengan Ikhlas Puasa Ramadhan merupakan ibadah utama pada bulan ini. Rasulullah SAW bersabda: &ldquo;Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.&rdquo;(HR. Bukhari dan Muslim) Puasa yang dilakukan dengan keimanan dan keikhlasan akan menjadi salah satu jalan menuju surga. 2. Menunaikan Shalat Tarawih Shalat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang hanya ada pada bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda: &ldquo;Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.&rdquo;(HR. Bukhari dan Muslim) Ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, shalat malam seperti Tarawih menjadi salah satu cara untuk meraih rahmat Allah SWT. 3. Membaca dan Mengkhatamkan Al-Qur&rsquo;an Ramadhan sering disebut sebagai bulan Al-Qur&rsquo;an. Banyak ulama salaf yang mengkhatamkan Al-Qur&rsquo;an beberapa kali selama Ramadhan. Dengan memperbanyak tilawah Al-Qur&rsquo;an, seorang Muslim dapat merasakan kedekatan dengan Allah SWT sekaligus mengumpulkan pahala yang besar. 4. Bersedekah dan Berbagi kepada Sesama Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang paling dermawan, dan beliau menjadi lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan. Sedekah yang diberikan pada bulan ini memiliki nilai pahala yang sangat besar. Hal ini juga menjadi salah satu cara memanfaatkan kesempatan ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan. 5. Memperbanyak Istighfar dan Taubat Ramadhan adalah bulan ampunan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT. Dengan bertaubat secara sungguh-sungguh, dosa-dosa yang telah lalu dapat dihapuskan, sehingga seorang Muslim menjadi lebih bersih dan lebih dekat kepada Allah. Lailatul Qadar: Malam Istimewa Saat Pintu Surga Terbuka Salah satu keistimewaan terbesar Ramadhan adalah adanya malam Lailatul Qadar. Malam ini disebut lebih baik daripada seribu bulan. Allah SWT berfirman: &ldquo;Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.&rdquo;(QS. Al-Qadr: 3) Pada malam ini, pahala ibadah dilipatgandakan secara luar biasa. Oleh karena itu, ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, Lailatul Qadar menjadi momen terbaik untuk memperbanyak doa, dzikir, dan ibadah. Rasulullah SAW bahkan meningkatkan ibadahnya secara maksimal pada sepuluh malam terakhir Ramadhan untuk mencari keberkahan malam tersebut. Jangan Sampai Kehilangan Kesempatan Ramadhan Meskipun Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, tidak semua orang mampu memanfaatkannya dengan baik. Banyak orang yang masih menyia-nyiakan waktu Ramadhan dengan kegiatan yang kurang bermanfaat. Rasulullah SAW bahkan pernah bersabda bahwa seseorang akan merugi jika ia melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Hal ini menjadi pengingat bagi setiap Muslim agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sangat berharga ini. Ramadhan bisa saja menjadi Ramadhan terakhir dalam hidup kita, sehingga setiap detiknya harus dimanfaatkan untuk beribadah. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan rahmat, ampunan, dan keberkahan. Dalam bulan yang mulia ini, Allah SWT memberikan kesempatan luar biasa bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya. Salah satu kabar gembira yang disebutkan dalam hadits adalah bahwa Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan. Ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti puasa, shalat malam, membaca Al-Qur&rsquo;an, bersedekah, dan memperbanyak istighfar. Semua amalan tersebut menjadi jalan menuju rahmat Allah SWT dan kesempatan untuk meraih surga-Nya. Oleh karena itu, mari manfaatkan bulan Ramadhan sebaik mungkin. Jangan sampai kita termasuk orang yang menyia-nyiakan kesempatan ketika Pintu Surga Dibuka Lebar di Bulan Ramadhan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang mendapatkan keberkahan di bulan suci ini. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY &mdash; lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan &mdash; dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi &amp; Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY &mdash; Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA13/03/2026 | admin
Menu Sahur Bergizi agar Kuat Berpuasa
Menu Sahur Bergizi agar Kuat Berpuasa
Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh keberkahan bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada bulan ini, umat Muslim menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selama kurang lebih 13&ndash;14 jam, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman. Oleh karena itu, sahur menjadi waktu yang sangat penting untuk mempersiapkan energi agar mampu menjalani puasa dengan kuat dan penuh semangat. Memilih menu sahur bergizi bukan hanya sekadar mengisi perut sebelum berpuasa, tetapi juga memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup. Asupan yang tepat saat sahur dapat membantu menjaga stamina, mencegah dehidrasi, serta meningkatkan konsentrasi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dalam Islam sendiri, sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan. Rasulullah SAW bersabda: &ldquo;Bersahurlah kalian, karena pada sahur itu terdapat keberkahan.&rdquo;(HR. Bukhari dan Muslim) Dengan memilih menu sahur bergizi, umat Muslim tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga memaksimalkan ibadah selama bulan Ramadan. Artikel ini akan membahas berbagai pilihan menu sahur bergizi yang dapat membantu tubuh tetap kuat saat berpuasa. Pentingnya Menu Sahur Bergizi untuk Menjaga Energi Saat Puasa Sahur bukan sekadar rutinitas sebelum memulai puasa, melainkan bagian penting dalam menjaga kesehatan selama Ramadan. Memilih menu sahur bergizi membantu tubuh memperoleh energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sepanjang hari tanpa merasa lemas. Ketika seseorang mengonsumsi menu sahur bergizi, tubuh mendapatkan kombinasi karbohidrat kompleks, protein, vitamin, dan mineral yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan energi. Nutrisi yang tepat dapat membantu tubuh melepaskan energi secara perlahan sehingga rasa lapar tidak cepat datang. Selain itu, menu sahur bergizi juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil selama berpuasa. Jika sahur hanya berisi makanan tinggi gula atau karbohidrat sederhana, energi akan cepat habis sehingga tubuh mudah merasa lelah dan mengantuk di siang hari. Mengonsumsi menu sahur bergizi juga sangat penting untuk menjaga fungsi otak. Banyak orang tetap harus bekerja, belajar, atau beraktivitas selama Ramadan. Dengan nutrisi yang cukup dari menu sahur bergizi, konsentrasi dan produktivitas dapat tetap terjaga. Dari sisi kesehatan, menu sahur bergizi dapat membantu mencegah masalah pencernaan seperti maag atau asam lambung naik. Makanan yang seimbang dan tidak berlebihan akan membuat tubuh lebih nyaman selama menjalani ibadah puasa. Kandungan Nutrisi yang Harus Ada dalam Menu Sahur Bergizi Agar sahur benar-benar memberikan manfaat bagi tubuh, penting untuk memperhatikan kandungan nutrisi dalam menu sahur bergizi. Setiap makanan yang dikonsumsi sebaiknya memiliki keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral. Karbohidrat kompleks merupakan salah satu komponen utama dalam menu sahur bergizi. Karbohidrat jenis ini terdapat pada nasi merah, oatmeal, roti gandum, atau kentang. Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat sehingga energi dapat bertahan lebih lama selama puasa. Protein juga sangat penting dalam menu sahur bergizi karena membantu menjaga massa otot dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Sumber protein yang baik untuk sahur antara lain telur, ikan, ayam, tempe, dan tahu. Selain itu, lemak sehat juga perlu ada dalam menu sahur bergizi. Lemak sehat seperti yang terdapat pada alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun dapat membantu tubuh menyimpan energi lebih lama serta mendukung kesehatan jantung. Vitamin dan mineral yang terdapat dalam sayur dan buah juga tidak boleh dilewatkan dalam menu sahur bergizi. Nutrisi ini membantu menjaga daya tahan tubuh serta mencegah dehidrasi selama berpuasa. Terakhir, air putih merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari menu sahur bergizi. Minum air yang cukup saat sahur dapat membantu tubuh tetap terhidrasi dan mengurangi risiko lemas atau sakit kepala saat puasa. Contoh Menu Sahur Bergizi yang Mudah Disiapkan Menyiapkan sahur sering kali menjadi tantangan karena waktu yang terbatas. Namun, dengan perencanaan yang baik, kita tetap bisa menyiapkan menu sahur bergizi yang praktis dan menyehatkan. Salah satu contoh menu sahur bergizi yang mudah disiapkan adalah nasi merah dengan telur dadar dan sayur tumis. Kombinasi ini memberikan karbohidrat kompleks, protein, serta vitamin yang dibutuhkan tubuh selama puasa. Pilihan lain untuk menu sahur bergizi adalah oatmeal dengan tambahan buah-buahan seperti pisang atau kurma. Oatmeal kaya serat sehingga membantu tubuh merasa kenyang lebih lama saat berpuasa. Bagi yang ingin variasi, roti gandum dengan telur rebus dan alpukat juga bisa menjadi menu sahur bergizi yang lezat. Menu ini mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta lemak sehat yang baik untuk tubuh. Sup ayam dengan sayuran juga termasuk menu sahur bergizi yang baik karena mudah dicerna dan memberikan cairan tambahan bagi tubuh. Sup juga membantu tubuh tetap terhidrasi selama menjalani puasa. Selain itu, smoothie buah dengan susu atau yogurt dapat menjadi pelengkap menu sahur bergizi yang menyegarkan sekaligus menambah asupan vitamin dan mineral. Tips Menyiapkan Menu Sahur Bergizi agar Puasa Lebih Kuat Agar sahur benar-benar memberikan manfaat maksimal, ada beberapa tips yang dapat dilakukan dalam menyiapkan menu sahur bergizi. Perencanaan yang baik akan membantu tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup selama berpuasa. Pertama, pastikan menu sahur bergizi selalu mengandung karbohidrat kompleks. Karbohidrat jenis ini membantu tubuh mendapatkan energi yang stabil dan tahan lama selama berpuasa. Kedua, tambahkan sumber protein dalam menu sahur bergizi seperti telur, ikan, ayam, atau tahu dan tempe. Protein membantu memperlambat proses pencernaan sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama. Ketiga, jangan lupa memasukkan sayur dan buah dalam menu sahur bergizi. Kandungan vitamin, mineral, dan serat di dalamnya sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh selama Ramadan. Keempat, hindari makanan yang terlalu asin atau terlalu manis dalam menu sahur bergizi. Makanan seperti ini dapat membuat tubuh cepat merasa haus saat berpuasa. Kelima, lengkapi menu sahur bergizi dengan cukup air putih. Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk tidak berlebihan dalam makan, sehingga sahur sebaiknya dilakukan dengan porsi yang cukup dan seimbang. Penutup Sahur adalah bagian penting dari ibadah puasa yang tidak boleh diabaikan. Dengan memilih menu sahur bergizi, umat Muslim dapat menjaga kesehatan tubuh sekaligus meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadan. Mengonsumsi menu sahur bergizi membantu tubuh memperoleh energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sepanjang hari. Nutrisi yang seimbang juga dapat menjaga daya tahan tubuh dan mencegah rasa lemas selama berpuasa. Selain itu, menu sahur bergizi juga mendukung konsentrasi dan produktivitas, sehingga umat Muslim tetap dapat menjalankan pekerjaan, belajar, maupun aktivitas lainnya dengan baik selama Ramadan. Pada akhirnya, menjalankan puasa dengan tubuh yang sehat dan kuat akan membantu kita lebih fokus dalam beribadah. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memperhatikan menu sahur bergizi agar puasa dapat dijalani dengan penuh semangat dan keberkahan. Semoga dengan menerapkan menu sahur bergizi, kita semua dapat menjalani Ramadan dengan lebih sehat, kuat, dan penuh keberkahan. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY &mdash; lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan &mdash; dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi &amp; Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY &mdash; Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA13/03/2026 | admin
Menjaga Konsistensi Shalat Berjamaah Saat Energi Mulai Menurun
Menjaga Konsistensi Shalat Berjamaah Saat Energi Mulai Menurun
Shalat berjamaah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama bagi kaum laki-laki. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, shalat berjamaah juga memiliki banyak keutamaan yang tidak hanya berdampak pada kehidupan spiritual, tetapi juga membangun kebersamaan dan persaudaraan di antara umat Islam. Dalam praktiknya, menjaga konsistensi shalat berjamaah tidak selalu mudah. Ada kalanya semangat seseorang begitu tinggi di awal, tetapi perlahan mulai menurun. Hal ini bisa terjadi karena berbagai faktor seperti kelelahan, kesibukan pekerjaan, atau kondisi fisik yang menurun. Kondisi ini sering dirasakan terutama ketika seseorang menjalani rutinitas yang padat atau ketika tubuh mulai kehilangan energi. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan strategi agar shalat berjamaah tetap menjadi kebiasaan yang terjaga dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini akan membahas bagaimana cara menjaga konsistensi shalat berjamaah ketika energi mulai menurun serta mengingat kembali keutamaan besar yang Allah SWT janjikan bagi mereka yang menjaga ibadah ini. Keutamaan Besar Shalat Berjamaah dalam Islam Sebelum membahas cara menjaga konsistensi shalat berjamaah, penting bagi kita untuk mengingat kembali betapa besar keutamaan ibadah ini. Rasulullah SAW bersabda: &ldquo;Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.&rdquo;(HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini menunjukkan bahwa shalat berjamaah memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar dibandingkan shalat sendirian. Hal ini menjadi motivasi besar bagi seorang muslim untuk selalu berusaha melaksanakan shalat di masjid bersama kaum muslimin lainnya. Selain itu, shalat berjamaah juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah. Ketika umat Islam berkumpul di masjid lima kali sehari, hubungan sosial akan terjalin lebih kuat, rasa kepedulian meningkat, dan semangat kebersamaan pun tumbuh. Lebih dari itu, shalat berjamaah juga menjadi tanda keimanan seseorang. Rasulullah SAW bahkan menyebutkan bahwa orang yang paling berat melaksanakan shalat berjamaah adalah orang-orang munafik, terutama pada shalat Subuh dan Isya. Mengapa Energi untuk Shalat Berjamaah Bisa Menurun? Menurunnya semangat untuk melaksanakan shalat berjamaah adalah hal yang manusiawi. Setiap orang pasti pernah merasakannya. Beberapa faktor yang sering menjadi penyebabnya antara lain: 1. Kelelahan Fisik Kesibukan pekerjaan, aktivitas harian, atau kurangnya waktu istirahat dapat membuat tubuh merasa lelah. Ketika tubuh lelah, seseorang cenderung memilih shalat di rumah dibandingkan pergi ke masjid untuk shalat berjamaah. 2. Rutinitas yang Monoton Kadang-kadang seseorang merasa bosan dengan rutinitas yang sama setiap hari. Hal ini bisa membuat semangat untuk melaksanakan shalat berjamaah menjadi menurun. 3. Kurangnya Motivasi Spiritual Ketika iman sedang menurun, seseorang mungkin merasa malas melakukan ibadah tambahan, termasuk shalat berjamaah. 4. Lingkungan yang Kurang Mendukung Lingkungan juga sangat berpengaruh. Jika seseorang berada di lingkungan yang tidak terbiasa melakukan shalat berjamaah, maka semangat untuk menjalankannya juga bisa berkurang. Tips Menjaga Konsistensi Shalat Berjamaah Saat Energi Mulai Menurun Agar tetap istiqamah dalam menjalankan shalat berjamaah, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. 1. Mengingat Kembali Niat dan Tujuan Ibadah Segala amal dalam Islam dimulai dari niat. Ketika semangat shalat berjamaah mulai menurun, cobalah kembali mengingat tujuan utama kita beribadah, yaitu untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Dengan memperbaiki niat, seseorang akan lebih mudah menjaga konsistensi shalat berjamaah, karena ia menyadari bahwa ibadah tersebut bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk penghambaan kepada Allah. 2. Mengingat Besarnya Pahala Shalat Berjamaah Salah satu cara menjaga semangat shalat berjamaah adalah dengan terus mengingat keutamaannya. Pahala yang dilipatgandakan hingga 27 derajat tentu menjadi motivasi yang sangat besar bagi seorang muslim. Selain itu, setiap langkah menuju masjid juga dihitung sebagai pahala dan penghapus dosa. Hal ini menunjukkan bahwa shalat berjamaah bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang perjalanan spiritual yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. 3. Mengatur Waktu dan Energi dengan Baik Manajemen waktu sangat penting untuk menjaga konsistensi shalat berjamaah. Jika seseorang mampu mengatur jadwal harian dengan baik, maka melaksanakan shalat berjamaah tidak akan terasa berat. Misalnya, mengatur waktu kerja agar tidak terlalu larut malam sehingga tetap bisa bangun untuk shalat berjamaah Subuh di masjid. 4. Mencari Lingkungan yang Mendukung Lingkungan yang baik akan membantu menjaga semangat ibadah. Ketika seseorang memiliki teman atau komunitas yang terbiasa melaksanakan shalat berjamaah, maka ia akan lebih termotivasi untuk ikut serta. Masjid juga menjadi tempat terbaik untuk membangun lingkungan yang positif bagi seorang muslim. 5. Membiasakan Diri Secara Bertahap Jika terasa sulit untuk langsung konsisten lima waktu di masjid, seseorang bisa memulainya secara bertahap. Misalnya dengan menjaga shalat berjamaah pada waktu Maghrib dan Isya terlebih dahulu. Setelah itu, perlahan-lahan menambah waktu lainnya hingga akhirnya terbiasa melaksanakan shalat berjamaah secara rutin. 6. Memperbaiki Pola Istirahat Kondisi tubuh yang lelah sering menjadi penghalang untuk melaksanakan shalat berjamaah. Oleh karena itu, menjaga pola tidur yang baik sangat penting. Dengan tubuh yang cukup istirahat, seseorang akan memiliki energi yang cukup untuk pergi ke masjid dan melaksanakan shalat berjamaah dengan khusyuk. Hikmah Konsistensi Shalat Berjamaah Menjaga konsistensi shalat berjamaah memberikan banyak hikmah dalam kehidupan seorang muslim. Pertama, ibadah ini membantu menjaga kedisiplinan waktu. Lima waktu shalat yang tersebar sepanjang hari membuat seorang muslim terbiasa mengatur waktunya dengan baik. Kedua, shalat berjamaah memperkuat rasa kebersamaan di antara umat Islam. Ketika bertemu secara rutin di masjid, hubungan persaudaraan menjadi lebih erat. Ketiga, shalat berjamaah juga membantu menjaga kualitas iman. Dengan berada di lingkungan yang penuh dengan ibadah, seseorang akan lebih mudah mempertahankan semangat spiritualnya. Keempat, konsistensi shalat berjamaah juga mendatangkan ketenangan hati. Ketika seseorang terbiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, ia akan merasakan ketentraman yang tidak dapat digantikan oleh hal lain. Istiqamah dalam Shalat Berjamaah Adalah Tanda Kekuatan Iman Menjaga konsistensi shalat berjamaah memang tidak selalu mudah, terutama ketika energi mulai menurun atau kesibukan semakin meningkat. Namun, seorang muslim harus selalu berusaha untuk tetap istiqamah dalam menjalankan ibadah ini. Dengan mengingat keutamaan besar shalat berjamaah, memperbaiki niat, serta mengatur waktu dan energi dengan baik, kita dapat menjaga kebiasaan mulia ini dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya, shalat berjamaah bukan hanya sekadar kewajiban atau rutinitas ibadah. Ia adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga kualitas iman dalam kehidupan seorang muslim. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang dimudahkan untuk menjaga konsistensi shalat berjamaah, sehingga kehidupan kita senantiasa dipenuhi keberkahan dan ridha Allah SWT. Konsistensi dalam ibadah mahdah seperti shalat akan lebih kokoh jika didukung dengan ketaatan pada ibadah sosial seperti zakat. Ketika raga mulai lelah, biarkan harta kita yang bekerja menjemput pahala tanpa henti melalui penyaluran yang tepat sasaran. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY &mdash; lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan &mdash; dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi &amp; Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY &mdash; Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA12/03/2026 | admin
Tips Agar Tadarus Al Quran Tetap Berjalan Lancar Dan Tidak Terhenti Di Tengah Jalan
Tips Agar Tadarus Al Quran Tetap Berjalan Lancar Dan Tidak Terhenti Di Tengah Jalan
Ramadhan sering disebut sebagai bulan Al-Qur&rsquo;an. Pada bulan yang penuh berkah ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur&rsquo;an. Salah satu amalan yang paling banyak dilakukan adalah tadarus Al-Qur&rsquo;an, baik secara pribadi maupun bersama-sama di masjid, rumah, atau komunitas. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang semangat di awal Ramadhan tetapi kemudian berhenti di tengah jalan. Karena itu, penting bagi setiap muslim mengetahui tips Tadarus Al Quran agar kegiatan membaca Al-Qur&rsquo;an tetap istiqamah hingga akhir Ramadhan bahkan menjadi kebiasaan sepanjang tahun. Dengan memahami dan menerapkan tips Tadarus Al Quran, kita bisa menjaga konsistensi ibadah serta meraih pahala yang besar dari Allah SWT. Artikel ini akan membahas berbagai tips Tadarus Al Quran agar tetap lancar, konsisten, dan tidak terhenti di tengah jalan. Keutamaan Tadarus Al-Qur&rsquo;an dalam Islam Sebelum membahas tips Tadarus Al Quran, penting bagi kita memahami keutamaan membaca Al-Qur&rsquo;an. Dengan mengetahui keutamaannya, motivasi kita untuk terus membaca Al-Qur&rsquo;an akan semakin kuat. Allah SWT berfirman: &ldquo;Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi.&rdquo;(QS. Fatir: 29) Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda: &ldquo;Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.&rdquo;(HR. Tirmidzi) Dari ayat dan hadis tersebut, kita bisa memahami bahwa membaca Al-Qur&rsquo;an adalah ibadah yang memiliki pahala besar. Oleh karena itu, menjalankan tips Tadarus Al Quran sangat penting agar kita tidak kehilangan kesempatan meraih pahala tersebut. Mengapa Tadarus Al-Qur&rsquo;an Sering Terhenti di Tengah Jalan? Banyak orang memulai Ramadhan dengan semangat membaca Al-Qur&rsquo;an. Bahkan ada yang menargetkan khatam satu hingga beberapa kali dalam sebulan. Namun, di pertengahan Ramadhan semangat itu mulai menurun. Beberapa penyebab umum tadarus terhenti antara lain: Kurangnya perencanaan membaca Al-Qur&rsquo;an. Jadwal harian yang terlalu padat. Tidak memiliki target yang realistis. Kurangnya motivasi atau lingkungan yang mendukung. Oleh sebab itu, menerapkan tips Tadarus Al Quran sangat penting agar kegiatan membaca Al-Qur&rsquo;an dapat berlangsung konsisten dan tidak terhenti. Tips Tadarus Al Quran Agar Tetap Konsisten Berikut beberapa tips Tadarus Al Quran yang bisa diterapkan agar kegiatan membaca Al-Qur&rsquo;an tetap berjalan lancar. 1. Niatkan Tadarus Karena Allah SWT Salah satu tips Tadarus Al Quran yang paling utama adalah meluruskan niat. Membaca Al-Qur&rsquo;an harus dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan sekadar mengejar target khatam atau mengikuti kebiasaan orang lain. Ketika niat sudah benar, maka seseorang akan lebih mudah istiqamah dalam membaca Al-Qur&rsquo;an. Niat yang tulus akan menjadi sumber motivasi yang kuat untuk terus menjalankan tadarus. Rasulullah SAW bersabda: &ldquo;Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.&rdquo;(HR. Bukhari dan Muslim) Dengan niat yang benar, tips Tadarus Al Quran lainnya akan lebih mudah dijalankan. 2. Buat Target Membaca Al-Qur&rsquo;an yang Realistis Salah satu tips Tadarus Al Quran yang sangat efektif adalah membuat target yang realistis. Banyak orang terlalu memaksakan diri untuk membaca dalam jumlah besar, sehingga akhirnya kelelahan dan berhenti. Sebagai contoh: 1 juz per hari 10 halaman per hari 5 halaman setelah setiap salat Target kecil tetapi konsisten jauh lebih baik daripada target besar yang sulit dicapai. 3. Tentukan Waktu Khusus untuk Tadarus Agar tips Tadarus Al Quran berjalan efektif, penting untuk menentukan waktu khusus membaca Al-Qur&rsquo;an. Beberapa waktu terbaik untuk tadarus antara lain: Setelah salat Subuh Setelah salat Maghrib Setelah salat Tarawih Sebelum tidur Dengan menjadikan membaca Al-Qur&rsquo;an sebagai rutinitas harian, kegiatan ini akan lebih mudah dijaga konsistensinya. 4. Membaca Al-Qur&rsquo;an Sedikit Tapi Rutin Salah satu tips Tadarus Al Quran yang sering dianjurkan para ulama adalah membaca sedikit tetapi rutin. Rasulullah SAW bersabda: &ldquo;Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.&rdquo;(HR. Bukhari dan Muslim) Oleh karena itu, tidak perlu memaksakan membaca banyak sekaligus. Membaca beberapa halaman setiap hari sudah cukup selama dilakukan secara konsisten. 5. Bergabung dengan Kelompok Tadarus Lingkungan yang baik dapat membantu menjaga semangat beribadah. Oleh karena itu, salah satu tips Tadarus Al Quran yang sangat efektif adalah bergabung dengan kelompok tadarus. Biasanya kegiatan ini dilakukan di: Masjid Mushola Majelis taklim Komunitas online Dengan adanya kelompok tadarus, kita akan merasa memiliki tanggung jawab untuk terus membaca Al-Qur&rsquo;an. 6. Gunakan Mushaf atau Aplikasi Al-Qur&rsquo;an Di era digital, membaca Al-Qur&rsquo;an menjadi semakin mudah. Salah satu tips Tadarus Al Quran yang bisa diterapkan adalah menggunakan aplikasi Al-Qur&rsquo;an di ponsel. Keuntungan menggunakan aplikasi antara lain: Bisa membaca kapan saja Memiliki fitur pengingat Terdapat terjemahan dan tafsir Namun tetap dianjurkan untuk sesekali membaca langsung dari mushaf agar lebih khusyuk. 7. Memahami Makna Ayat yang Dibaca Tadarus tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga memahami isi Al-Qur&rsquo;an. Oleh karena itu, salah satu tips Tadarus Al Quran yang sangat dianjurkan adalah membaca terjemahan atau tafsir. Dengan memahami makna ayat, kita akan: Lebih menikmati membaca Al-Qur&rsquo;an Lebih mudah mengambil pelajaran Lebih termotivasi untuk terus membaca Allah SWT berfirman: &ldquo;Ini adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya.&rdquo;(QS. Shad: 29) 8. Berdoa Agar Dimudahkan Membaca Al-Qur&rsquo;an Salah satu tips Tadarus Al Quran yang sering dilupakan adalah memohon pertolongan kepada Allah SWT. Kita bisa berdoa agar diberikan kemudahan dalam membaca dan memahami Al-Qur&rsquo;an. Tanpa pertolongan Allah, seseorang akan mudah merasa malas dan kehilangan semangat. Doa juga menjadi bentuk pengakuan bahwa kita membutuhkan bantuan Allah dalam menjalankan ibadah. Menjadikan Tadarus Al-Qur&rsquo;an Sebagai Kebiasaan Seumur Hidup Tujuan dari menjalankan berbagai tips Tadarus Al Quran bukan hanya agar khatam di bulan Ramadhan, tetapi juga agar membaca Al-Qur&rsquo;an menjadi kebiasaan sepanjang hidup. Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan kita dengan Al-Qur&rsquo;an. Jika selama ini jarang membaca Al-Qur&rsquo;an, maka Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memulai kebiasaan tersebut. Para ulama mengatakan bahwa orang yang dekat dengan Al-Qur&rsquo;an akan mendapatkan ketenangan hati, keberkahan hidup, serta petunjuk dalam menjalani kehidupan. Membaca Al-Qur&rsquo;an adalah ibadah yang sangat mulia dan memiliki pahala yang besar. Namun agar kegiatan ini tidak terhenti di tengah jalan, kita perlu menerapkan berbagai tips Tadarus Al Quran secara konsisten. Beberapa tips Tadarus Al Quran yang bisa dilakukan antara lain meluruskan niat, membuat target yang realistis, menentukan waktu khusus membaca Al-Qur&rsquo;an, membaca sedikit tetapi rutin, bergabung dengan kelompok tadarus, serta memahami makna ayat yang dibaca. Dengan menjalankan tips Tadarus Al Quran, kita dapat menjaga semangat membaca Al-Qur&rsquo;an hingga akhir Ramadhan dan bahkan menjadikannya sebagai kebiasaan sepanjang hidup. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk selalu dekat dengan Al-Qur&rsquo;an dan menjadikannya sebagai petunjuk dalam kehidupan. Membaca Al-Qur'an memberikan ketenangan jiwa, namun mengamalkan isinya dengan berbagi memberikan kebahagiaan bagi sesama. Agar semangat tadarus Anda tetap terjaga, mari iringi setiap ayat yang Anda baca dengan niat sedekah yang tulus. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY &mdash; lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan &mdash; dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi &amp; Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY &mdash; Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA12/03/2026 | admin
Tips Agar Tadarus Al Quran Tetap Berjalan Lancar Dan Tidak Terhenti Di Tengah Jalan
Tips Agar Tadarus Al Quran Tetap Berjalan Lancar Dan Tidak Terhenti Di Tengah Jalan
Ramadhan sering disebut sebagai bulan Al-Qur&rsquo;an. Pada bulan yang penuh berkah ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur&rsquo;an. Salah satu amalan yang paling banyak dilakukan adalah tadarus Al-Qur&rsquo;an, baik secara pribadi maupun bersama-sama di masjid, rumah, atau komunitas. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang semangat di awal Ramadhan tetapi kemudian berhenti di tengah jalan. Karena itu, penting bagi setiap muslim mengetahui tips Tadarus Al Quran agar kegiatan membaca Al-Qur&rsquo;an tetap istiqamah hingga akhir Ramadhan bahkan menjadi kebiasaan sepanjang tahun. Dengan memahami dan menerapkan tips Tadarus Al Quran, kita bisa menjaga konsistensi ibadah serta meraih pahala yang besar dari Allah SWT. Artikel ini akan membahas berbagai tips Tadarus Al Quran agar tetap lancar, konsisten, dan tidak terhenti di tengah jalan. Keutamaan Tadarus Al-Qur&rsquo;an dalam Islam Sebelum membahas tips Tadarus Al Quran, penting bagi kita memahami keutamaan membaca Al-Qur&rsquo;an. Dengan mengetahui keutamaannya, motivasi kita untuk terus membaca Al-Qur&rsquo;an akan semakin kuat. Allah SWT berfirman: &ldquo;Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi.&rdquo;(QS. Fatir: 29) Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda: &ldquo;Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.&rdquo;(HR. Tirmidzi) Dari ayat dan hadis tersebut, kita bisa memahami bahwa membaca Al-Qur&rsquo;an adalah ibadah yang memiliki pahala besar. Oleh karena itu, menjalankan tips Tadarus Al Quran sangat penting agar kita tidak kehilangan kesempatan meraih pahala tersebut. Mengapa Tadarus Al-Qur&rsquo;an Sering Terhenti di Tengah Jalan? Banyak orang memulai Ramadhan dengan semangat membaca Al-Qur&rsquo;an. Bahkan ada yang menargetkan khatam satu hingga beberapa kali dalam sebulan. Namun, di pertengahan Ramadhan semangat itu mulai menurun. Beberapa penyebab umum tadarus terhenti antara lain: Kurangnya perencanaan membaca Al-Qur&rsquo;an. Jadwal harian yang terlalu padat. Tidak memiliki target yang realistis. Kurangnya motivasi atau lingkungan yang mendukung. Oleh sebab itu, menerapkan tips Tadarus Al Quran sangat penting agar kegiatan membaca Al-Qur&rsquo;an dapat berlangsung konsisten dan tidak terhenti. Tips Tadarus Al Quran Agar Tetap Konsisten Berikut beberapa tips Tadarus Al Quran yang bisa diterapkan agar kegiatan membaca Al-Qur&rsquo;an tetap berjalan lancar. 1. Niatkan Tadarus Karena Allah SWT Salah satu tips Tadarus Al Quran yang paling utama adalah meluruskan niat. Membaca Al-Qur&rsquo;an harus dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan sekadar mengejar target khatam atau mengikuti kebiasaan orang lain. Ketika niat sudah benar, maka seseorang akan lebih mudah istiqamah dalam membaca Al-Qur&rsquo;an. Niat yang tulus akan menjadi sumber motivasi yang kuat untuk terus menjalankan tadarus. Rasulullah SAW bersabda: &ldquo;Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.&rdquo;(HR. Bukhari dan Muslim) Dengan niat yang benar, tips Tadarus Al Quran lainnya akan lebih mudah dijalankan. 2. Buat Target Membaca Al-Qur&rsquo;an yang Realistis Salah satu tips Tadarus Al Quran yang sangat efektif adalah membuat target yang realistis. Banyak orang terlalu memaksakan diri untuk membaca dalam jumlah besar, sehingga akhirnya kelelahan dan berhenti. Sebagai contoh: 1 juz per hari 10 halaman per hari 5 halaman setelah setiap salat Target kecil tetapi konsisten jauh lebih baik daripada target besar yang sulit dicapai. 3. Tentukan Waktu Khusus untuk Tadarus Agar tips Tadarus Al Quran berjalan efektif, penting untuk menentukan waktu khusus membaca Al-Qur&rsquo;an. Beberapa waktu terbaik untuk tadarus antara lain: Setelah salat Subuh Setelah salat Maghrib Setelah salat Tarawih Sebelum tidur Dengan menjadikan membaca Al-Qur&rsquo;an sebagai rutinitas harian, kegiatan ini akan lebih mudah dijaga konsistensinya. 4. Membaca Al-Qur&rsquo;an Sedikit Tapi Rutin Salah satu tips Tadarus Al Quran yang sering dianjurkan para ulama adalah membaca sedikit tetapi rutin. Rasulullah SAW bersabda: &ldquo;Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.&rdquo;(HR. Bukhari dan Muslim) Oleh karena itu, tidak perlu memaksakan membaca banyak sekaligus. Membaca beberapa halaman setiap hari sudah cukup selama dilakukan secara konsisten. 5. Bergabung dengan Kelompok Tadarus Lingkungan yang baik dapat membantu menjaga semangat beribadah. Oleh karena itu, salah satu tips Tadarus Al Quran yang sangat efektif adalah bergabung dengan kelompok tadarus. Biasanya kegiatan ini dilakukan di: Masjid Mushola Majelis taklim Komunitas online Dengan adanya kelompok tadarus, kita akan merasa memiliki tanggung jawab untuk terus membaca Al-Qur&rsquo;an. 6. Gunakan Mushaf atau Aplikasi Al-Qur&rsquo;an Di era digital, membaca Al-Qur&rsquo;an menjadi semakin mudah. Salah satu tips Tadarus Al Quran yang bisa diterapkan adalah menggunakan aplikasi Al-Qur&rsquo;an di ponsel. Keuntungan menggunakan aplikasi antara lain: Bisa membaca kapan saja Memiliki fitur pengingat Terdapat terjemahan dan tafsir Namun tetap dianjurkan untuk sesekali membaca langsung dari mushaf agar lebih khusyuk. 7. Memahami Makna Ayat yang Dibaca Tadarus tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga memahami isi Al-Qur&rsquo;an. Oleh karena itu, salah satu tips Tadarus Al Quran yang sangat dianjurkan adalah membaca terjemahan atau tafsir. Dengan memahami makna ayat, kita akan: Lebih menikmati membaca Al-Qur&rsquo;an Lebih mudah mengambil pelajaran Lebih termotivasi untuk terus membaca Allah SWT berfirman: &ldquo;Ini adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya.&rdquo;(QS. Shad: 29) 8. Berdoa Agar Dimudahkan Membaca Al-Qur&rsquo;an Salah satu tips Tadarus Al Quran yang sering dilupakan adalah memohon pertolongan kepada Allah SWT. Kita bisa berdoa agar diberikan kemudahan dalam membaca dan memahami Al-Qur&rsquo;an. Tanpa pertolongan Allah, seseorang akan mudah merasa malas dan kehilangan semangat. Doa juga menjadi bentuk pengakuan bahwa kita membutuhkan bantuan Allah dalam menjalankan ibadah. Menjadikan Tadarus Al-Qur&rsquo;an Sebagai Kebiasaan Seumur Hidup Tujuan dari menjalankan berbagai tips Tadarus Al Quran bukan hanya agar khatam di bulan Ramadhan, tetapi juga agar membaca Al-Qur&rsquo;an menjadi kebiasaan sepanjang hidup. Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan kita dengan Al-Qur&rsquo;an. Jika selama ini jarang membaca Al-Qur&rsquo;an, maka Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memulai kebiasaan tersebut. Para ulama mengatakan bahwa orang yang dekat dengan Al-Qur&rsquo;an akan mendapatkan ketenangan hati, keberkahan hidup, serta petunjuk dalam menjalani kehidupan. Membaca Al-Qur&rsquo;an adalah ibadah yang sangat mulia dan memiliki pahala yang besar. Namun agar kegiatan ini tidak terhenti di tengah jalan, kita perlu menerapkan berbagai tips Tadarus Al Quran secara konsisten. Beberapa tips Tadarus Al Quran yang bisa dilakukan antara lain meluruskan niat, membuat target yang realistis, menentukan waktu khusus membaca Al-Qur&rsquo;an, membaca sedikit tetapi rutin, bergabung dengan kelompok tadarus, serta memahami makna ayat yang dibaca. Dengan menjalankan tips Tadarus Al Quran, kita dapat menjaga semangat membaca Al-Qur&rsquo;an hingga akhir Ramadhan dan bahkan menjadikannya sebagai kebiasaan sepanjang hidup. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk selalu dekat dengan Al-Qur&rsquo;an dan menjadikannya sebagai petunjuk dalam kehidupan. Membaca Al-Qur'an memberikan ketenangan jiwa, namun mengamalkan isinya dengan berbagi memberikan kebahagiaan bagi sesama. Agar semangat tadarus Anda tetap terjaga, mari iringi setiap ayat yang Anda baca dengan niat sedekah yang tulus. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS DIY &mdash; lembaga resmi dan terpercaya untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama. - Dengan zakat, kita bersihkan harta. - Dengan infak, kita kuatkan solidaritas. - Dengan sedekah, kita tebarkan kebaikan. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu mereka yang membutuhkan &mdash; dari anak yatim, dhuafa, lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. - Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS DIY ZAKAT BSI : 309 12 2015 5 an.BAZNAS DIY INFAQ/SEDEKAH BSI : 309 12 2019 8 an.BAZNAS DIY atau melalui link: diy.baznas.go.id/bayarzakat - Informasi &amp; Konfirmasi: 0852-2122-2616 - Website: diy.baznas.go.id - Media Sosial: @baznasdiy__official BAZNAS DIY &mdash; Membantu Sesama, Menguatkan Umat
BERITA12/03/2026 | admin
BAZNAS DIY dan Kemenag DIY Salurkan Paket Logistik Keluarga di Kantor Kemenag DIY pada Bulan Suci Ramadhan
BAZNAS DIY dan Kemenag DIY Salurkan Paket Logistik Keluarga di Kantor Kemenag DIY pada Bulan Suci Ramadhan
Yogyakarta, 12 Maret 2026 &ndash; Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, BAZNAS DIY bersama Kemenag DIY menyalurkan bantuan berupa Paket Logistik Keluarga kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Kemenag DIY sebagai bentuk sinergi dalam memperkuat kepedulian sosial. Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis kepada para penerima manfaat sebagai upaya membantu meringankan beban ekonomi, khususnya di bulan penuh berkah ini. Bantuan yang diberikan berupa paket kebutuhan pokok yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS DIY dalam optimalisasi pendistribusian zakat, infak, dan sedekah, serta kolaborasi strategis dengan Kemenag DIY dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua BAZNAS DIY H. Ahmad Lutfi, S.S., M.A., serta Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag DIY H. Nurhuda, S.Ag., M.Si., yang menunjukkan dukungan kuat dari kedua lembaga dalam pelaksanaan program ini. Wakil Ketua BAZNAS DIY, H. Ahmad Lutfi, S.S., M.A., menyampaikan, &ldquo;Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya di bulan suci Ramadhan.&rdquo; Sementara itu, Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag DIY, H. Nurhuda, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa sinergi antara BAZNAS DIY dan Kemenag DIY diharapkan dapat terus diperkuat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program sosial dan keagamaan. Melalui sinergi antara BAZNAS DIY dan Kemenag DIY ini, diharapkan penyaluran bantuan dapat semakin luas dan tepat sasaran, serta mampu memperkuat nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong di tengah masyarakat.
BERITA12/03/2026 | Admin
Transparansi Pengelolaan Zakat, BAZNAS DIY Laporkan Program dalam Pengajian Pejabat dan Aparat
Transparansi Pengelolaan Zakat, BAZNAS DIY Laporkan Program dalam Pengajian Pejabat dan Aparat
Yogyakarta &mdash; Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan laporan pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) dalam acara Pengajian Pejabat dan Aparat DIY yang diselenggarakan pada Kamis, 12 Maret 2026 di Gedung Polda DIY. Kegiatan tersebut dihadiri oleh H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D (Wakil Ketua II BAZNAS DIY) sebagai perwakilan dari BAZNAS DIY. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS DIY menyampaikan perkembangan penghimpunan dan penyaluran dana ZIS-DSKL yang dihimpun dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) para pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta secara umum. &ldquo;Melalui pertemuan pengajian ini izinkan kami BAZNAS DIY menyampaikan laporan pengelolaan dana zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya yang telah dihimpun dari Unit Pengumpul Zakat para pegawai ASN secara khusus, serta warga masyarakat DIY secara umum,&rdquo; disampaikan dalam laporan tersebut. BAZNAS DIY melaporkan bahwa hingga Februari 2026, penerimaan ZIS-DSKL pada neraca (on balance sheet) telah mencapai Rp869.553.739 dengan rincian sebagai berikut: &middot; Zakat Perorangan: Rp618.207.967 &middot; Zakat Badan: Rp45.000.000 &middot; Zakat Fitrah: Rp790.000 &middot; Infak: Rp61.952.326 &middot; Infak Terikat: Rp114.250.393 &middot; Fidyah: Rp29.353.050 Selain itu, terdapat penerimaan non-neraca (off balance sheet) sebesar Rp15.352.400, sehingga total penghimpunan dana ZIS-DSKL BAZNAS DIY mencapai Rp884.906.139. Dana yang telah dihimpun tersebut kemudian disalurkan kepada para penerima manfaat sesuai dengan asnaf melalui lima program strategis BAZNAS DIY, yaitu dalam bidang ketakwaan, kesehatan, kesejahteraan, kemanusiaan, dan pendidikan. Dalam upaya menebar kebermanfaatan dan menumbuhkan kemandirian umat, BAZNAS DIY terus menunjukkan komitmennya melalui berbagai program pendistribusian dan pemberdayaan. Salah satunya melalui kerja sama dengan IWAPI DIY dengan menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp17.500.000 kepada para penerima manfaat sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil agar dapat berkembang dan mandiri. BAZNAS DIY juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga bagi mustahik yang tengah menghadapi kesulitan tempat tinggal sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, BAZNAS DIY turut memberikan bantuan living cost bagi mahasiswa yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan total bantuan sebesar Rp15.000.000. Bantuan ini diharapkan dapat membantu para mahasiswa agar tetap dapat melanjutkan pendidikan di tengah kondisi yang sulit akibat bencana. Memasuki bulan suci Ramadan, BAZNAS DIY juga menjalankan Program Hidangan Berkah Ramadhan dengan mendistribusikan makanan berbuka kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti panti asuhan dan para dhuafa. Hingga saat ini, lebih dari 1.100 paket hidangan telah disalurkan guna membantu memenuhi kebutuhan berbuka puasa sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima manfaat. Dengan semangat kepedulian dan pemberdayaan, BAZNAS DIY terus berupaya hadir sebagai &ldquo;Lembaga utama menyejahterakan umat yang profesional dan terpercaya.&rdquo; Melalui forum pengajian tersebut, BAZNAS DIY juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berpartisipasi aktif dalam menggerakkan sosialisasi cinta zakat kepada seluruh lapisan masyarakat, antara lain melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) serta konsultasi ZIS melalui petugas BAZNAS DIY. Masyarakat juga dapat memanfaatkan kemudahan pembayaran zakat melalui website kantor digital BAZNAS DIY di www.diy.baznas.go.id maupun melalui kanal media sosial resmi BAZNAS DIY. BAZNAS DIY turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki dan munfiq yang telah menunaikan ZIS-DSKL melalui BAZNAS DIY. Semoga Allah SWT memberikan pahala dan keberkahan atas harta yang telah disalurkan serta menjadikan harta yang tersisa tetap bersih dan suci. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama agar setiap harta yang telah dizakatkan menjadi pembersih dan pembawa keberkahan bagi para muzaki. &ldquo;Aajarokumullahu fiimaa a&rsquo;thoitum, wabaaroka fiimaa abqoitum, waja&rsquo;alahu lakum thohuuron.&rdquo; Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang telah diberikan, memberkahi harta yang tersisa, serta menjadikannya sebagai pembersih bagi para muzaki.
BERITA12/03/2026 | admin
BAZNAS DIY Gelar Pentasharufan Simbolis Program Ramadan 1447 H
BAZNAS DIY Gelar Pentasharufan Simbolis Program Ramadan 1447 H
BAZNAS DIY menyelenggarakan acara Pentasharufan Simbolis Program Ramadan 1447 H BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta Selasa, 11/3/2026. Acara yang diselenggarakan di Pendapa Wiyata Praja ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta beserta para tamu undangan dari berbagai unsur pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk mengoptimalkan pengelolaan dan penyaluran zakat bagi kesejahteraan masyarakat. Ketua BAZNAS DIY dalam laporannya menyampaikan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, BAZNAS memiliki kewenangan dan fungsi strategis dalam mengoptimalkan potensi zakat serta meningkatkan pelayanan kepada para muzaki dan mustahik. Hal tersebut diwujudkan melalui pendistribusian Zakat, Infak, Sedekah, serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya yang dikelola secara amanah, profesional, dan akuntabel. Sebagai lembaga resmi yang mengoordinasikan pengelolaan zakat secara nasional, BAZNAS menjalankan regulasi dan program yang berperan penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini, BAZNAS DIY terus berupaya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak untuk menghadirkan program-program yang berdampak luas bagi masyarakat. BAZNAS DIY tidak hanya fokus pada bantuan sosial kemanusiaan, tetapi juga berkontribusi dalam berbagai bidang strategis seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan nilai-nilai keagamaan. Melalui program-program tersebut diharapkan zakat dapat menjadi instrumen yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi para mustahik. Pada momentum bulan suci Ramadan 1447 H ini, BAZNAS DIY mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta dalam kolaborasi kebaikan melalui berbagai program penyaluran dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya. Penyaluran tersebut dilakukan melalui berbagai program, mulai dari bantuan bersifat karitatif seperti paket sembako, hidangan berbuka puasa, santunan bagi dhuafa dan anak yatim, hingga program pemberdayaan yang bersifat produktif guna meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan pentasharufan simbolis ini, BAZNAS DIY berharap kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat semakin meningkat serta semakin banyak muzaki yang menunaikan zakatnya melalui BAZNAS. Dengan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, diharapkan zakat dapat menjadi kekuatan sosial yang mampu menghadirkan kesejahteraan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.
BERITA11/03/2026 | admin
Sekda DIY: Digitalisasi ZIS Perkuat Peran Zakat dalam Mendorong Kesejahteraan Umat
Sekda DIY: Digitalisasi ZIS Perkuat Peran Zakat dalam Mendorong Kesejahteraan Umat
BAZNAS DIY menyelenggarakan acara Pentasharufan Simbolis Program Ramadan 1447 H BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta Selasa, 11/3/2026. Acara yang diselenggarakan di Pendapa Wiyata Praja ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta beserta para tamu undangan dari berbagai unsur pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk mengoptimalkan pengelolaan dan penyaluran zakat bagi kesejahteraan masyarakat. Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) merupakan instrumen penting dalam sistem ekonomi Islam yang memiliki peran strategis sebagai sarana redistribusi kekayaan serta upaya pengentasan kemiskinan. Melalui pengelolaan yang baik, ZIS tidak hanya menjadi bentuk ibadah personal, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mampu mendorong terciptanya keadilan dan kesejahteraan umat. Hal tersebut disampaikan dalam sebuah kegiatan yang menyoroti pentingnya penguatan pengelolaan ZIS di tengah perkembangan teknologi informasi. Dalam sambutannya disampaikan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan zakat, khususnya melalui pemanfaatan platform digital. &ldquo;Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah saat ini mengalami transformasi yang signifikan melalui pemanfaatan platform digital. Hal ini membuka peluang besar bagi lembaga pengelola zakat untuk mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian ZIS secara lebih efektif, transparan, dan akuntabel,&rdquo; disampaikan dalam sambutan tersebut. Digitalisasi dalam pengelolaan ZIS juga menuntut lembaga pengelola zakat untuk melakukan berbagai penyesuaian kelembagaan, baik dari sisi manajemen, regulasi internal, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Lembaga zakat perlu menyusun strategi digital yang terintegrasi agar tidak hanya berfokus pada aspek penghimpunan dana, tetapi juga pada pengelolaan serta pendistribusian yang efektif dan berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital pengelolaan zakat. Kerja sama dengan lembaga keuangan syariah, fintech syariah, hingga berbagai platform digital diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan ZIS. &ldquo;Kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dunia usaha, lembaga keuangan syariah, serta seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk terus diperkuat, sehingga potensi zakat yang besar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan masyarakat,&rdquo; lanjutnya. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) atas komitmennya dalam mengembangkan pengelolaan ZIS yang semakin profesional dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. &ldquo;Program-program yang dilaksanakan BAZNAS menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat dikelola secara profesional untuk membantu masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat ketahanan sosial ekonomi umat,&rdquo; ujarnya. Di akhir sambutan, masyarakat diimbau untuk menunaikan serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS agar pengelolaannya dapat dilakukan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran sesuai dengan ketentuan syariat Islam. &ldquo;Melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, kita dapat memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya. Semoga setiap kebaikan yang kita lakukan menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan bagi kita semua,&rdquo; tutupnya.
BERITA11/03/2026 | admin
Ramadan Penuh Berkah, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan untuk Ribuan Penerima Manfaat
Ramadan Penuh Berkah, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan untuk Ribuan Penerima Manfaat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan berbagai program prioritas dalam momentum Ramadan 1447 H sebagai bentuk komitmen dalam menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya kepada masyarakat yang membutuhkan. Program-program tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di DIY. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS DIY mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut terlibat aktif dalam kolaborasi kebaikan melalui berbagai kegiatan penyaluran dana ZIS-DSKL, baik dalam bentuk bantuan karitatif maupun program pemberdayaan yang bersifat produktif. Ketua BAZNAS DIY menyampaikan bahwa pada Ramadan tahun 2026 ini, terdapat enam program pentasharufan prioritas yang akan dijalankan guna memberikan manfaat luas bagi masyarakat. &ldquo;Pada momentum Ramadan 1447 H ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berkolaborasi dalam kebaikan melalui berbagai program penyaluran zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,&rdquo; ujarnya. Enam program prioritas tersebut meliputi Syiar Al-Qur&rsquo;an dan Kajian Berbuka Ramadan, yang bertujuan memperkuat aqidah dan ibadah umat melalui penyediaan Al-Qur&rsquo;an bagi masjid dan pondok pesantren yang membutuhkan. Program ini juga disertai dengan edukasi literasi zakat melalui berbagai media seperti televisi, radio, koran, media sosial, hingga platform digital lainnya. Program kedua adalah Pendistribusian Zakat Fitrah dan Fidyah, yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat fitrah dan fidyah. Dana tersebut akan disalurkan dalam bentuk kemasan beras 5 kilogram dan kebutuhan pokok harian kepada masyarakat yang membutuhkan. Tahun ini BAZNAS DIY menargetkan penyaluran sedikitnya 1.500 paket beras zakat fitrah serta pembagian makanan fidyah setiap hari selama Ramadan. Selanjutnya, program Paket Logistik Keluarga dan Paket Ramadan Bahagia yang menyalurkan bantuan bahan pangan pokok bagi sekitar 2.750 penerima manfaat. Program ini diprioritaskan bagi pegawai non-ASN di lingkungan Pemerintah Daerah DIY serta kelompok masyarakat rentan lainnya. Bantuan tersebut akan didistribusikan secara bertahap oleh petugas BAZNAS ke masing-masing instansi sesuai data penerima manfaat. BAZNAS DIY juga menghadirkan program Hidangan Berkah Ramadan yang menargetkan lebih dari 1.111 paket makanan berbuka puasa bagi mustahik prioritas. Program ini menyasar masyarakat yang membutuhkan seperti warga di sekitar tempat pembuangan sampah terpadu, tukang becak, anak yatim di panti asuhan, serta kelompok masyarakat rentan lainnya. Selain itu, BAZNAS DIY menyalurkan Bantuan Living Cost Tahap Kedua bagi para penyintas terdampak bencana, khususnya mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Program ini menjangkau sebanyak 1.421 penerima manfaat. Hingga saat ini, total penyaluran donasi kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai sekitar Rp1,4 miliar. Program keenam adalah Layanan Posko Mudik oleh Relawan BAZNAS Tanggap Bencana DIY, yang memberikan berbagai layanan bagi para pemudik seperti pengamanan ruas jalan, pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian takjil, penyediaan dapur air, layanan tempat istirahat, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan lainnya selama perjalanan mudik. Pendistribusian simbolis program Ramadan tersebut menjadi wujud kepedulian BAZNAS DIY dalam mendukung berbagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua BAZNAS DIY berharap potensi pengelolaan zakat di DIY dapat terus meningkat dari tahun ke tahun melalui sinergi berbagai pihak. &ldquo;Kami berharap potensi pengelolaan zakat di DIY dapat terus berkembang secara optimal. Oleh karena itu diperlukan sinergi positif antara pemerintah daerah, lembaga, dunia usaha, dan masyarakat agar BAZNAS DIY dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi syariah serta berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan secara berkelanjutan,&rdquo; ungkapnya. BAZNAS mengusung tema &ldquo;Zakat Menguatkan Indonesia&rdquo; sebagai bagian dari upaya sosialisasi agar pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya di DIY dapat terus tumbuh secara signifikan serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
BERITA11/03/2026 | admin
Ramadan Penuh Berkah, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan untuk Ribuan Penerima Manfaat
Ramadan Penuh Berkah, BAZNAS DIY Salurkan Bantuan untuk Ribuan Penerima Manfaat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan berbagai program prioritas dalam momentum Ramadan 1447 H sebagai bentuk komitmen dalam menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya kepada masyarakat yang membutuhkan. Program-program tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di DIY. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS DIY mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut terlibat aktif dalam kolaborasi kebaikan melalui berbagai kegiatan penyaluran dana ZIS-DSKL, baik dalam bentuk bantuan karitatif maupun program pemberdayaan yang bersifat produktif. Ketua BAZNAS DIY menyampaikan bahwa pada Ramadan tahun 2026 ini, terdapat enam program pentasharufan prioritas yang akan dijalankan guna memberikan manfaat luas bagi masyarakat. &ldquo;Pada momentum Ramadan 1447 H ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berkolaborasi dalam kebaikan melalui berbagai program penyaluran zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,&rdquo; ujarnya. Enam program prioritas tersebut meliputi Syiar Al-Qur&rsquo;an dan Kajian Berbuka Ramadan, yang bertujuan memperkuat aqidah dan ibadah umat melalui penyediaan Al-Qur&rsquo;an bagi masjid dan pondok pesantren yang membutuhkan. Program ini juga disertai dengan edukasi literasi zakat melalui berbagai media seperti televisi, radio, koran, media sosial, hingga platform digital lainnya. Program kedua adalah Pendistribusian Zakat Fitrah dan Fidyah, yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat fitrah dan fidyah. Dana tersebut akan disalurkan dalam bentuk kemasan beras 5 kilogram dan kebutuhan pokok harian kepada masyarakat yang membutuhkan. Tahun ini BAZNAS DIY menargetkan penyaluran sedikitnya 1.500 paket beras zakat fitrah serta pembagian makanan fidyah setiap hari selama Ramadan. Selanjutnya, program Paket Logistik Keluarga dan Paket Ramadan Bahagia yang menyalurkan bantuan bahan pangan pokok bagi sekitar 2.750 penerima manfaat. Program ini diprioritaskan bagi pegawai non-ASN di lingkungan Pemerintah Daerah DIY serta kelompok masyarakat rentan lainnya. Bantuan tersebut akan didistribusikan secara bertahap oleh petugas BAZNAS ke masing-masing instansi sesuai data penerima manfaat. BAZNAS DIY juga menghadirkan program Hidangan Berkah Ramadan yang menargetkan lebih dari 1.111 paket makanan berbuka puasa bagi mustahik prioritas. Program ini menyasar masyarakat yang membutuhkan seperti warga di sekitar tempat pembuangan sampah terpadu, tukang becak, anak yatim di panti asuhan, serta kelompok masyarakat rentan lainnya. Selain itu, BAZNAS DIY menyalurkan Bantuan Living Cost Tahap Kedua bagi para penyintas terdampak bencana, khususnya mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Program ini menjangkau sebanyak 1.421 penerima manfaat. Hingga saat ini, total penyaluran donasi kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai sekitar Rp1,4 miliar. Program keenam adalah Layanan Posko Mudik oleh Relawan BAZNAS Tanggap Bencana DIY, yang memberikan berbagai layanan bagi para pemudik seperti pengamanan ruas jalan, pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian takjil, penyediaan dapur air, layanan tempat istirahat, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan lainnya selama perjalanan mudik. Pendistribusian simbolis program Ramadan tersebut menjadi wujud kepedulian BAZNAS DIY dalam mendukung berbagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua BAZNAS DIY berharap potensi pengelolaan zakat di DIY dapat terus meningkat dari tahun ke tahun melalui sinergi berbagai pihak. &ldquo;Kami berharap potensi pengelolaan zakat di DIY dapat terus berkembang secara optimal. Oleh karena itu diperlukan sinergi positif antara pemerintah daerah, lembaga, dunia usaha, dan masyarakat agar BAZNAS DIY dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi syariah serta berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan secara berkelanjutan,&rdquo; ungkapnya. BAZNAS mengusung tema &ldquo;Zakat Menguatkan Indonesia&rdquo; sebagai bagian dari upaya sosialisasi agar pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya di DIY dapat terus tumbuh secara signifikan serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
BERITA11/03/2026 | admin
BAZNAS DIY Hadiri Pengajian Ramadhan di BAPAS Kelas I Yogyakarta dan Salurkan Paket Logistik Keluarga
BAZNAS DIY Hadiri Pengajian Ramadhan di BAPAS Kelas I Yogyakarta dan Salurkan Paket Logistik Keluarga
Yogyakarta, 11 Maret 2026 &ndash; Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat, BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta menghadiri kegiatan pengajian Ramadhan dan buka puasa bersama yang diselenggarakan di lingkungan Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Drs. Yunianto Dwi Sutono selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Yogyakarta, serta Lili, S.H., M.H., selaku Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Turut hadir pula jajaran pegawai BAPAS serta para klien yang tengah menjalani proses pembimbingan. Momentum kebersamaan ini dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat komunikasi, memberikan dukungan moral, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta, H. Jazilus Sakhok, MA., Ph.D., hadir sebagai penceramah yang menyampaikan tausiyah Ramadhan kepada para peserta. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama. Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta juga menyalurkan bantuan Paket Logistik Keluarga kepada para keluarga klien Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta sebagai bentuk kepedulian dan dukungan sosial dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Jazilus Sakhok sebagai wujud komitmen BAZNAS dalam mendukung kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan institusi pemasyarakatan dapat terus diperkuat dalam menghadirkan
BERITA11/03/2026 | Admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lihat Daftar Rekening →